The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e book teori warna Tiara Patricia 1509520052

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by giovaniprapatony29, 2021-06-29 03:02:45

buku teori warna

e book teori warna Tiara Patricia 1509520052

Keywords: e book teori warna

BUKU

TEORI WARNA
2021

TIARA PATRICIA
1509520052

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya
sehingga saya dapat menyelesaikan buku dengan judul “Teori Warna dalam fashion” ini dengan lancar
dan tanpa kendala yang berarti. Terimakasih juga saya tunjukan kepada Dosen pengampu.
Buku ini dibuat untuk teman mahasiswa agar mengetahui lebih dalam tentang teori warna dan
penerapannya pada fashion (mode). Buku ini juga bertujuan untuk mmembantu teman mahasiswa untuk
mengetahui warna dalam fashion.
Dengan buku yang berjudul “ Teori warna Dalam Fashion” ini teebit semoga bisa menambah
pengetahuan tentang konsep warna, psikologi warna dan warna-warna yang terkait dengan fashion
sehingga teman mahasiswa bisa memdukan warna yang dipadukan dalam fashion teman mahasiswa.
Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa yang di tulis di buku ini masih banyak kekuranagn. Untuk
itu, penulis mengharapkan kritik,saran dan masukkan untuk kelengkapan isi data buku ini dan semoga
ini dapat berguna bagi pembacanya Sekian dan Terimakasih, Wassalamualaikum Wr. Wb.

Jakarta, 19 juni 2021
Tiara Patricia

DAFTAR ISI

BUKU...................................................................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................. 2
DAFTAR ISI ............................................................................................................................................................. 3
BAB I ...................................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN...................................................................................................................................................... 4
BAB II ..................................................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN........................................................................................................................................................ 6

WARNA .............................................................................................................................................................. 6
Pengertian Warna.................................................................................................................................................. 6
Fungsi Warna ......................................................................................................................................................... 6
Sistem Warna......................................................................................................................................................... 8
Roda Warna ........................................................................................................................................................... 9
Dimensi Warna .................................................................................................................................................... 10

PSIKOLOGIS WARNA ........................................................................................................................................ 12
KONSEP WARNA .............................................................................................................................................. 16
IDENTITY COLOUR............................................................................................................................................ 22
Komposisi Warna............................................................................................................................................. 26
Warna dan Usia ............................................................................................................................................... 27
WARNA DAN STYLE.......................................................................................................................................... 30
BAB III .................................................................................................................................................................. 31
KESIMPULAN........................................................................................................................................................ 31
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................................ 32

BAB I

PENDAHULUAN

Warna adalah estetika yang penting, karena melalui warna itulah kita dapat membedakan secara
jelas keindahan suatu objek. Warna dapat didefinisikan secara subjektif/psikologis yang merupakan
pemahaman langsung oleh pengalaman indera penglihatan kita dan

secara objektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan. Secara objektif/fisik warna
diproyeksikan dari panjang gelombang (wave length), dan panjang gelombang warna yang masih bisa
ditangkap mata manusia berkisar 380-780 nanometer. Cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah
satu bentuk pancaran energi sempit dari gelombang elektromagnetik. Pemahaman tentang teori warna
ini sudah berlangsung lama, yang dikaji dari sudut pandang ilmu pengetahuan, psikis, dan estetika.
Beberapa teori warna yang mengkaji dari sudut pandang ilmu pengetahuan adalah dari Isaac Newton
seorang fisikawan yang telah mengkaji teori optik yang kemudian menghasilkan penemuannya
mengenai refraksi cahaya menggunakan prisma kaca segitiga yang menghasilkan warna. Kemudian ada
teori komplementer yang dicetuskan oleh Brewster yang menghasilkan teori pemahaman pembagian
warna menjadi beberapa kelompok/clustering, Teori ini pertama kali diungkapkan pada 1831.

Untuk pemahaman teori warna secara psikis, pada konsep ini warna lebih berperan dalam suatu
arti atau makna. Warna tidak hanya untuk keindahan estetika, warna bisa mewakili mood atau suasana.
Misalnya merah menggambarkan keadaan psikis yang berhubungan dengan semangat dan memiliki
pengaruh pada produktivitas, kompetisi dan keberanian. Kemampuan warna menciptakan impresi,
mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs.
Mansyur tentang warna sebagai berikut: warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat
diamati saja, warna itu memengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan
turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman diatas dapat
diambil kesimpulan bahwa warna, selain dapat dilihat dengan mata ternyata mampu memengaruhi
prilaku seseorang, memengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada
suatu benda atau objek yang dilihatnya.

Pemahaman secara estetika ini yang akan kita bahas lebih dalam lagi, menurut Louis Prang
(1876) atau yang sering dikenal Prang Color Wheel, warna dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Hue,
istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti kuning, merah , hijau, dan
sebagainya. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Terakhir adalah
Intensity, sering kali disebut chroma, dimana dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya
suatu warna. Teori Prang saat ini yang paling banyak digunakan dalam.

industri kreatif baik untuk cetak maupun digital, dikarenakan penyederhanaan pengelompokan
warna yang mudah dipahami dan diterapkan didalam industri tersebut. Dan teori prang merupakan teori
paling popular yang digunakan dikarenakan sistem warna Prang adalah sistem yang bisa diterapkan
pertama kali untuk mereproduksi warna cetakan. Industri kreatif seperti desain grafis, desain interior,
desain fashion, menggunakan Prang Color Wheel sebagai acuan dalam menerapkan warna yang
digunakan dalam aplikasi. Mereka menerapkan teori warna tersebut untuk mencari keseimbangan warna

yang harmonis untuk keperluan penciptaan visual agar lebih menarik dan dan bisa dinikmati indera
mata terkait dengan pemahaman teori warna secara psikis. Hal yang akan dibahas lebih dalam adalah
mengenai penggunaan sederhana dari teori warna untuk memadumadankan busana sehari-hari baik
untuk sekolah, bersosialisasi, bekerja, ataupun tujuan formal. Tidak semua orang bisa memilih padanan
busana atasan, bawahan dan aksesoris yang saling menunjang warnanya, sehingga yang terjadi adalah
penggunaan warna pilihan yang terlalu monoton atau kerap kali terjadi pemilihan warna yang
bertabrakan sehingga mengurangi estetikanya dan akan menciptakan kesan yang kurang untuk enak
dilihat.

Tujuan pembahasan Color Wheel dalam penerapan berbusana adalah agar masyarakat dapat
memperoleh pengetahuan yang lebih dalam berbusana, sehingga bisa tampil lebih menarik dan
meningkatkan suasana hati serta bisa lebih mengontrol pengeluaran berbelanja dengan memilih item
dan warna yang tepat untuk tampil menarik setiap harinya. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan
dengan memahami penerapan teori warna ini, masyarakat bisa memanfaatkan dalam mencari pekerjaan
yang berhubungan dengan busana seperti fashion editor dan fashion stylist. Pengetahuan ini diharapkan
dapat membuka wawasan dan dapat dipahami dalam proses memadumadankan busana, baik untuk
sehari-hari, dalam pekerjaan ataupun dalam berbagai event yang menuntut untuk berpenampilan
menarik.

BAB II

PEMBAHASAN

WARNA

Warna merupakan salah satu unsur penting yang harus ada dalam kehidupan kita, sebab
warna berguna untuk menunjukan gelap terang sesuatu. Selain itu warna juga bisa melambangkan
suasana hati/perasaan, seperti warna gelap menunjukkan suasa hati yang sedang sedih.

Pengertian Warna

1. Pengertian warna secara umum
Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya bewarna putih

(cahaya sempurna). Identitas suatu warna juga dapat ditentukan oleh panjang gelombang dari
cahaya putih tersebut.

2. Pengertian warna dalam peralatan optis

Dalam peralatan optis, definisi warna itu berarti sebuah imprestasi otak terhadap campuran 3
warna primer cahaya, diantaranya:

• Warna Merah
• Warna Hijau
• Warna Biru

hal itu dapat terjadi jika menggabungkan warna tersebut dalam komposisi tertentu. Misalnya
untuk percampuran warna merah 100%, hijau 0%, dan warna biru 100% maka kita akan
menghasilkan interprestasi warna megenta.

3. Pengertian warna dalam seni rupa

Warna dalam seni rupa dapat diartikan sebagai pantulan tertentu dari suatu cahaya yang
telah dipengaruhi oleh sebuah pigmen yang terdapat pada permukaan benda. Misalnya kita
mencampurkan pigmen warna magenta dan cyan dengan proporsi yang tepat juga disinari dengan
cahaya putih yang sempurna akan menghasilkan sensasi yang mirip dengan warna merah.

Fungsi Warna

Adapaun fungsi dari suatu warna adalah sebagai berikut :
• Sebagai Indentitas, yakni mengenali sesuatu dari warnanya, misalnya seragam, bendera,
logo perusahaan dan yang lainnya.
• Sebagai isyarat, adanya sebuah warna dapat memberikan suatu tanda-tanda terhadap sifat
atau suatu kondisi. Misalnya warna merah yang menandakan kemarahan.
• Fungsi psikologis, yakni warna mampu memberikan kesan terhadap yang melihat, misalnya
warna hijau pada tumbuhan rerumputan yang mampu memberikan kesan yang segar dan
menyenangkan.
• Fungsi alamiah, yakni menandakan suatu properti benda tertentu, misalnya buah tomat yang

memiliki warna merah, sangat jarang tomat memiliki warna selain merah.

Sistem Warna
Warna-warna Additive berasal dari cahaya sedangkan warna subtractive berasal dari bahan

dari pigment warna.
1. Warna Additive
Adalah pencampuran warna primer cahaya yang terdiri dari warna red (merah), green (hijau) dan
blue (biru) yang disebut dengan istilah RGB, dimana pencampuran ketiga warna primer dengan
jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih. Kombinasi antara dua warna primer akan
menghasilkan warna skunder. warna skunder adalah Cyan (biru kehijau-hijauan) yaitu gabungan
warna green dan blue, magenta (merah keungu-unguan) yaitu gabungan warna blue dan red dan
yellow (kuning) yaitu gabungan warna red dan green. cara pencampuran warna additive diterapkan
pada monitor, TV, Video, Scanner dan lain-lain.

2. Warna Subtractive
Adalah warna skunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive berbedadengan
warna additive. warna additive dibentuk dari cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk dengan
pigment warna yang bersifat transparan. tinta cetak adalah contoh dari pencampuran warna
subtractive. warna subtractive terdiri atas cyan, magenta dan yellow, secara teori pencampuran ketiga
warna subtractive akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan dilapangan adalah warnacoklat
tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak) oleh sebab itu ditambahkan warna hitam (black)
dinyatakan dengan simbol K berasal dari kata Key untuk menambah kepekatannya. saat ini warna
CMYK menjadi standard dalam proses cetak warna di industri grafika.

Roda Warna
Roda warna tradisional ada 12 warna, biasanya sering digunakan oleh pelukis atau artisan

yang lain. Ini adalah cara visual yang paling mudah untuk memahami hubungan warna yang satu
dengan yang lain.

Roda warna adalah semua hal tentang mencampurkan warna. Campurkan warna primer atau
warna dasar merah, kuning, dan biru, dan Anda akan mendapatkan warna sekunder pada roda
warna: oranye, hijau, dan ungu. Campurkan warna-warna itu dengan warna primer, dan Anda akan
mendapatkan warna level ketiga pada roda warna, warna tersier. Termasuk warna merah-oranye,
kuning-oranye, kuning-hijau, biru-hijau, biru-ungu, dan merah-ungu. Warna-warna primer dan
tersier (dengan tambahan warna nila) juga merupakan bagian dari spektrum warna yang terlihat,
atau “warna pelangi.” Anda mungkin mengingat singkatan dari “mejikuhibiniu” sebagai anak ketika
diminta untuk menghafal warna-warna ini: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Cara pemahaman terhadap warna seperti ini juga dikenal sebagai model subtraktif, yang
didalamnya sudah termasuk pencampuran warna-warna pigmen seperti paint atau ink – keduanya
adalah roda warna tradisional dan sistem warna CMYK yang kategorinya digunakan oleh mesin
pencetak. Lawan dari model warna yang adiktif, termasuk didalamnya adalah campuran warna-
warna terang (seperti warna yang Anda lihat di layar komputer atau televisi Anda) dan
menggunakan set warna dasar yang berbeda: merah, hijau, dan biru, seringnya disingkat menjadi
RGB (red, green, blue).

Dimensi Warna

1. Hue:
- Istilah teknikal bagi warna. Red, yellow, blue, orange, pink disebut hues
- Warna dalam spektrum warna red-yellow-green-blue-violet
- sinonim kata dari “warna” atau nama dari sebuah warna spesifik; secara tradisional digunakan
untuk mengacu kepada 12 warna dasar pada roda warna
2. Saturasi:
- Kepekatan warna. Berapa banyak warna ada, contohwarna kelabu kurang kepekatan/saturated
- Lebih tinggi saturation berarti lebih kaya dan kuat warna
- Lebih rendah saturation berarti lebih kearah kekelabuan warna/kurang warna
- Juga dipanggil chroma atau intensitas
- mengacu pada intensitas atau kemurnian warna (semakin dekat warna akan mendekati abu-abu,
maka semakin terdesaturasi warnanya)
3. Value:
- Jumlah keseluruhan kecerahan warna ( Lightness or brightness of a color) Banyak atau sedikit
cahaya yang ada
- A highly saturated Yellow is likely to have a much lighter Value than a highly saturated Blue
- Mengacu kepada keterangan atau kegelapan dari sebuah warna



PSIKOLOGIS WARNA

Warna

Warna merupakan karunia Tuhan yang diciptakan sebagai salah satu bentuk keindahan
dunia, warna tercipta dari berbagai campuran yang ada di alam, akan tetapi tidak hanya
berfungsi sebagai bentuk keindahan saja, tetapi warna dikenal mampu memberikan kesan
seseorang pada saat pertama kali bertemu. Dengan warna kita mampu menilai
perilaku,karakter dan emosional seseorang yang di kenal dengan psikologi.

Kaitan warna dengan psikologi

Jhonan,2000 menjelaskan.Psikologi warna dapat kita pahami salah satunya
dengan mengetahui perlambangan warna. Perlambangan warna akan berbeda pada
setiap budaya dan masa dimana setiap penemu ada. Nijdam menuliskan bahwa dalam
bukunya Theory of Colours, Goethe menyatakan bahwa setiap warna memberikan kesan yan
g positif dan kesan yang negatif yang berpengaruh pada emosi. Warna yang
memberikan kesan positif adalah kuning, sedangkanwarna yang lebih memberikan kesan
negatif adalah biru seperti yang terlihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Psikologi warna Goethe

Warn Kesan Positif Kesan Pengaruh
a Negatif Terhadap
Bermartabat
Mera - Emosi
h Cepat, ceria Menimbulk
Tidak
Kunin Warna yg menyenangkan Menyenangk an efek
g semangat
Hidup, Passion yang tinggi, Hangat, Sukacita Keg an Menimbulk
Biru embiraan Dingin, an Efek
Aktif melankolis, sukacita
Orany gelisah Menimbulk
e Menjengkelk an efek

Ungu an sedih
Menimbulk
Rentan,
cemas an efek
sukacita
Menimbulk
an efek

sedih

Johannes Itten Dalam Bukunya The elements of color, Itten menyatakan bahwa
warna memberikan kesan dan efek yang berbeda terhadap manusia. Warna dapat
memberikan efek sebagai berikut:

Merah : Kekuatan
Biru : Keyakinan
Kuning : Ceria
Jika dua warna digabungkan akan menghasilkan kesan yang berbeda:
Merah + Kuning = Oranye
Kekuatan + Ceria = Kesombongan
Merah + Biru = Ungu
Kekuatan + Keyakinan = Kesucian
Kuning + Biru = Hijau
Ceria + Keyakinan = Kasih Sayang

Apabila dikaitkan dengan desain grafis, produk, iklan, atau promosi, warna
memberikan peran yang sangat penting dalam menciptakan susasana pembelian, memperkuat
citra sebuah produk serta meningkatkan citra bisnis. Warna juga mempengaruhi kenyamanan
lingkungan, yaitu lingkungan di mana tempat orang berbelanja atau membeli sesuatu.

ARTI WARNA DALAM PSKOLOGI
Ada beberapa warna yang sudah umum, arti dari masing-masing warna tersebut serta

pengaruhnya terhadap psikologis manusia.
a. Merah

Merah diasosiasikan dengan api, darah, sex. Postifnya yaitu semangat, cinta, darah,
enerji, antusiasme, panas, kekuatan. Sementara, negatif yaitu agresif, kemarahan, perang,
revolusi, kekejaman, ketidaksopanan. Efek pada produk adalah warna yang dominan, berkesan
kecepatan dan aksi, menstimulasi detak jantung, nafas, dan nafsu makan, orang atau benda
akan terlihat lebih besar jika menggunakan warna merah, mobil merah lebih menarik perhatian.
Hubungan pada budaya lokal adalah kematian (Afrika), maskulin (Perancis), pernikahan,
keberuntungan, kebahagiaan (Asia), simbol tentara (India), kesedihan (Afrika Selatan).
b. Kuning

Kuning diasosiasikan dengan sinar matahari. Positifnya yaitu intelek, kebijaksanaan,
optimisme, cahaya, kegembiraan, idealisme. Sementara, negatifnya yaitu kecemburuan,
pengecut, ketidakjujuran, waspada. Efek pada produk, yaitu warna yang paling menarik
perhatian, lebih terang dibanding warna putih, melambangkan kecepatan dan metabolisme,
menyakitkan mata, warna kuning muda dapat menambah konsentrasi. Hubungan pada budaya
lokal yaitu digunakan pada jubah pendeta (Buddha), kesedihan (Mesir dan Burma), simbol
kemakmuran (India), digunakan untuk perayaan musim semi (Hindu), keberanian (Jepang).
c. Biru

Biru diasosiasikan dengan laut dan langit. Positifnya yaitu pengetahuan, kesejukan,
kedamaian, maskulin, kontemplasi, kesetiaan, keadilan, intelektual. Sementara, negative nya
adalah depresi, dingin, kelesuan. Efek pada produk warna biru pada makanan sangat jarang
karena dianggap dapat merusak selera makan, menyebabkan tubuh memproduksi rasa tenang
dan santai, beberapa orang mengatakan merasa lebih produktif di dalam ruangan berwana biru,

warna biru pada seragam menyimbolkan kesetiaan dan kepercayaan. Hubungan pada budaya
lokal yaitu maskulin (hampir di seluruh dunia), warna untuk anak kecil perempuan (Cina),
kesedihan (Iran), cinta (tradisi pengantin Barat), warna corporate perusahaan (seluruh dunia).
d. Hijau

Hijau diasosiasikan dengan tumbuhan, natural, lingkungan. Sisi positifnya adalah
kesuburan, uang, pertumbuhan, penyembuhan, kesuksesan, natural, harmoni, kejujuran, muda.
Negatifnya bisa berarti rakus, iri, muak, racun, kerusakan karena lumut, tidak berpengalaman.
Efek pada produk di antaranya adalah warna yang ‘ramah’ terhadap mata, menyejukkan dan
menenangkan, biasanya digunakan oleh rumah sakit untuk memberi kenyamanan pada pasien,
memberikan kesan teratur, memberikan kesembuhan. Sementara, hubungan pada budaya lokal
disimbolkan sebagai surge (Islam), simbol utama Irlandia, kesuburan (Yunani), melambangkan
kemauan keras (penduduk asli Amerika).
e. Ungu

Ungu diasosiasikan dengan keagungan, spiritualitas. Sisi positifnya adalah kemewahan,
kebijaksanaan, imajinasi, keajaiban, tingkatan, inspirasi, kekayaan, penghargaan, mistik.
Negatifnya bisa berarti kekejaman, berlebihan. Efek pada produk yaitu ungu memberikan
kesan feminin dan romantik,terkadang diasosiasikan dengan homoseksual, sering disebut
imitasi, pada jaman kerajaan disimbolkan dengan kekayaan dan kerajaan. Hubungan pada
budaya lokal adalah mengindikasikan kematian (Amerika Latin), digunakan pada saat seorang
istri mengalami kedukaan karena kematian suaminya (Thailand), melambangkan perayaan dan
arogansi (Jepang).
f. Oranye

Oranye diasosiasikan dengan musim semi dan jeruk. Positifnya adalah memberikan
tambahan energi, kreativitas, keunikan, stimulasi, sosial, kesehatan, aktivitas. Negatifnya
adalah kegilaan, trend, berisik. Efek pada produk adalah penambah nafsu makan, ruangan yang
berwarna oranye akan membuat orang cenderung berpikir dan berbicara, ruangan berwarna
oranye menyuarakan persahabatan dan kegembiraan, menambah kewaspadaan maka sering
dipakai untuk seragam pekerja. Hubungan pada budaya lokal adalah merujuk pada gerakan
agama Protestan (Irlandia), berhubungan dengan pembelajaran dan kekeluargaan (budaya
Amerika pribumi), merujuk pada agama Hindu (India), warna nasional dari monarki (Belanda).
g. Hitam

Hitam diasosiasikan dengan malam dan kematian. Positifnya adalah kekuatan,
kekuasaan, berat, kemewahan, elegan, formal, serius, bergengsi, kesunyian, misteri. Efek pada
produk adalah pakaian berwarna hitam membuat seseorang terlihat kurus, warna hitam
membuat warna lain terlihat lebih terang, pada terapi psikis, warna hitam memberi efek
meningkatkan kepercayaan diri dan kekuatan, diasosiasikan dengan kerahasiaan. Hubungan
pada budaya lokal adalah warna hitam untuk anak kecil laki-laki (Cina), diasosiasikan dengan
karir, pengetahuan, kesedihan, penebusan dosa (Asia pada umumnya), pemberontak (Amerika,
Eropa, kaum muda Jepang).
h. Putih

Putih diasosiasikan dengan sinar dan kemurnian. Positifnya adalah sempurna,
pernikahan, bersih, kebajikan, kejujuran, sinar, kelembutan, suci, sederhana. Negatifnya
adalah rapuh,terisolasi. Efek pada produk adalah pada budaya tertentu warna putih pada
pakaian memberikan simbol keberuntungan dalam pernikahan, putih adalah warna

penyeimbang yg sangat baik, manjur dalam mengobati rasa sakit kepala, sinar putih yang
terang dapat membutakan mata, diasosiasikan dengan malaikat dan Tuhan. Hubungan pada
budaya lokal adalah warna pemakaman (Jepang dan Cina), simbol menyerah (seluruh dunia),
mengidentikkan dengan orang kulit putih/Kaukasian (Eropa, Amerika), mengundang
kesedihan pada pernikahan (India).
i. Abu-abu

Abu-abu diasosiasikan dengan netral. Positifnya adalah seimbang, keamanan, masuk
akal, klasik, sederhana, dewasa, intelek, keadilan. Negatifnya adalah kurang tanggung jawab,
ketidakpastian, labil, tua, membosankan, cuaca buruk, kesedihan. Efek pada produk yaitu
mempengaruhi kekuatan emosi, penyeimbang antara warna hitam dan putih, sebagai warna
pendukung. Hubungan pada budaya lokal diasosiasikan dengan kesetiaan dan persahabatan
(penduduk asli Amerika), menyimbolkan industri sebagai lawan dari hijau yang menyimbolkan
lingkungan (Amerika), biasa dianggap sebagai simbol uang dan perak (seluruh dunia).

Dalam suatu ruangan kehadiran warna-warna tersebut tidak hanya bisa memunculkan
nilai estetika tapi juga memiliki fungsi lain.Mengubah Suasana Ruang Warna yang
diapliaksikan pada sebuah ruangan mampu memunculkan suasana yang berbeda-beda.
Misalnya warna hangat akan memberikan kesan yang membuat perasaan gembira, ceria dan
aktif seperti warna oranye, warna kuning, dan warna merah. Sedangkan warna dingin, biasanya
identik dengan ketenangan, pasif atau rasa sedih. Contoh warna dingin yaitu warna biru atau
warna hijau.

Pendekatan perasaan nyaman seseorang jika berada di dalam ruangan dan lingkungan
yang khusus dirancang untuk meringankan beban pikiran dan jiwa adalah dengan
menyelaraskan hubungan manusia dengan alam melalui pendekatan interior sebagai konsep
penyembuhan. Warna pada interior mempengaruhi proses penyembuhan penderita itu sendiri.
Ilmu yang menggunakan warna untuk terapi disebut colourology (menggunakan warna untuk
meyembuhkan). Metode ini sudah dipraktekkan oleh banyak kebudayaan kuno seperti Mesir
dan Cina.

Dalam teori colour harmony, pada manusia, mata bisa menangkap tujuh juta warna
yang berbeda. Tetapi ada beberapa warna utama yang memiliki dampak pada kesehatan dan
perasaan. Setiap warna memancarkan panjang gelombang energi yang berbeda dan memiliki
efek yang berbeda pula, dengan menggunakan berbagai nuansa warna dapat membawa
harmoni, stabilitas dan keseimbangan.

KONSEP WARNA

Konsep Warna
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna

(berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut.
Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang
warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer

Warna telah dikenal sejak zaman prasejarah sampai dengan seni kontemporer aman
sekarang. Walaipun warna telah digunakan sajak zaman pasejarah, namun warna sebagai ilmu
pengetahuan baru terungkap babarapa waktu kemudian. Pada zaman Yunani kuno, Pythagoras,
Plato, dan Aristoteles telah menyinggung tentang warna. Aristoteles menggolongkan warna
menjadi dua, yaitu warna yang berasal dari cahaya terang dan warna yang berasal dari
kegelapan. Delapan belas abad kemudian, Leonardo da Vinci berpendapat bahwa seluruh
warna adalah putih. Namun ia belim mengetahui sistematika cara mengelompokkan warna.
Pada saat itu para ahli filsafatbelim mangakui jika warna putih dan hitam termasuk warna

Warna masih menjadi misteri sampai pada tahun1680, saat Isaac Newton
mengumumkan hasil penelitiannya mengenai warna. Ia berpandapat bahwa semua warba
tergabung pada cahaya putih. Cahaya putih merupakan ikatan sinar-sinar atim yang dapat
diukur dan dilihat melalui prima gelas. Dari dalam prisma itu terlihat tujuh warna pelangi yang
disebut spektrum warna, yang terdiri dari atom-atom merah, orangr, kuning, hijau, biru, indigo
(biru gelap), dan ungu.

Gambar 1. Warna yang Berdasarkan Cahaya(Darmaprawira, 2002).

Pada tahun 1731, J.C. Le Blon menemukan warna utamayang terdiri dari merah, kuning,
dan biru yang berasal dari pigmn. Pigmen adalah pewarna bubuk yang bisa larut dalam cairan
pelarut seperti aiar dan minyak. Warna suatu objek yang diberika pigmen akan menunjukkan
karakter warna yang bersifat kimiawi. Contohnya jika sebuah permukaan diberi pigmen merah,
maka warna ynag terpantul ke mata adalah warna merah. Penemuan Le Blon merupakan
permlaan teori merah-kuning-biru sebagai warna utama.

Pda tahun 1831, teori warna dasar dikrlompokkan oleh Sir David Brewster, ahli fisika
skotlandia. Ia menemukan bahwa dalam spekta warna ayau lengkung warna pelangi yang
diamati melalui prisma, ada tiga spektra yang mempunyai panjang gelombang yang sama, yaitu
sinar merah, kuning, dan biru. Teori utama pun dikenal sebagai Teori Brewster.

Setelah penemuan iuu ,banyak ilmuan yang mencoba mengembangkan Teori Brewster
dalam bentuk lingkaran warna, seperti yang dilakukan oleh A.H Church dan R.A Houstoun,
ilmuan asal ingris. Ilmuan lainnya adalah Albert Munsell yang membuat warna berdasarkan
ilmu fisika. Ia menempatkan warna utama yaitu merah, kuning , dan biru dan warna sekunder
dalam satu lingkaran warna. Sampai saat ini, sistem warna Munsell masih digunakan dalam
dunia usaha karena lebih mudah dimengerti dan lebih sederhanasehingga mudah
diaplikasikan(Darmaprawira, 2002).

2. Jenis-Jenis Warna
Sistem lingkaran warna Munsell mengambil warna utama sebagai warna dasar yang

disebut warna primer. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biti. Apabila dua warna
primer dicampur, maka akan menghasikan warna kedua atau warna sekunder. Contohnya
warna merah dicampur warna kuning makan akan menghasilkan warna orange (warna
sekunder).

Jika warna primer dicampur dengan warna sekunder, maka akan menghasilkan warna
ketiga yang disebut warna tersier. Contihnya warna merah (warna primer) dicampur dengan
warna orange (warna sekunder) maka akan menghasilkan warna merah-orange(warna tersier)

Gambar 2.Sistem Lingkaran Warna Munsell(Darmaprawira, 2002).
1. Warna primer adalah merah, kuning, dan biru
2. Warna sekunder adalah merah + kuning =oranye
merah + biru =ungu
kuning + biru =hijau
3. Warna tersier adalah merah + oranye =merah-oranye
kuning + oranye= kuning-oranye
merah + ungu =merah-ungu
biru + ungu = biru-ungu
kuning + hijau =kuning-hijau
biru + hijau = biru-hijau

3. Klasifikasi Warna
1) Warna Netral

Warna netral adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau
dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan
campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
2) Warna Kontras

Warna kontras atau komplementer adalah warna yang berkesan berlawanan satu
dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong
titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup

kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna.
Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
3) Warna Panas

Warna panas adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam
lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat,
marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
4) Warna Dingin

Warna dingin adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam
lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk,
nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

Gambar 3.Warna Panas dan Dingin(Darmaprawira, 2002).
Pengelompokan warna berdasarkan gender:
a. Warna maskulin

Warna dianggap warna maskulin jika warna tersebut dianggap memiliki daya pikat
yang kuat utuk diasosiasikan dengan laki-laki. Adanya nornal sosial dan budaya menganggap
bahwa laki-laki lebih cocok untuk memakai warna-warna gelap, sedangkan perempuan lebih
pantas menggunakan warba-wawna yang cerah. Yang termasuk dalam golongan warna
maskulin adalah hijau dan biru

b. Warna feminim
Yang termasuk dalam golongan warna feminim adalah merah, kuning, pink, oranye,

dan ungu. Hal yang menarik adalah warna ungu termasuk dalam golongan warna sejuk, namun

warna ini diklasifikasikan dalam warna feminim. Dengan kata lain, ungu dapat diklasifikasikan
baik ke dalam golongan maskulin atau feminim.
Ungu dikulompokkan ke dalam feminim apabila mendekati warna merah (ungu-merah), dan
digolongkan ke dalam warna maskuin apabila labih mendekati biru(ungu-biru). Namun
belakangan ini ungu lebih dianggap sebagai warna feminim karena lebih disukai oleh
wanita(Bear, 2008).

4. Makna Warna

Tabel 1. Makna dari Warna

Warna Makna

Merah Warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di
gunakann untuk memberikan efek psikologi‘panas’
, ‘berani’ , ‘marah’ dan ‘berteriak’

Hijau • Warna yang tenang karena biasanya di kaitkan

dengan lingkungan dan alam

• Di dalam desain, untuk memberikan kesan

segar

• Membumi dengan kombinasi warna hijau dan

coklat gelap

Biru • Warna favorit para pria termasuk warna yang

dingin

• Kalu di dunia desain, biru sering di sebut
“warna corporate” karena hampir semua

perusahaan menggunakan warna biru sebagai

warna utamanya

• Tenang

Kuning Warna yang ceria, menyenangkan. Kuning juga

biasanya di gunakan untuk mendapatkan perhatian

dari orang yang melihat desain kita

Ungu Unga adalah warna yang memberikan kesan

spiritual, kekayaan, dan kebijaksanaan

Coklat Coklat adalah warna bumi, memberikan kesan

hangat, nyaman, dan aman. Bisa di bayangkan

Warna Makna
Oranye kesan ‘mahal’ desain dengan kombinasi warna
Pink hitam dan coklat muda
Putih • Oranye adalah hasil peleburanmrah dan kuning,
Hitam
sehingga efek yang di hasilkan masih tetap
sama, yaitu ‘kuat ‘ dan ‘hangat’
• Dari sisi psikologis sebenarnya warna oranye
memberikan kesan yang tidak nyaman
• Untuk menarik perhatian orang
• Warna yang feminim
• Tetapi banyak juga desainer yang berani
mrenggunakan warna merah muda ini dengan
terang terangan. Misalnya deanagn kombinasi
hitam dan merah muda sebuah desain bisa
menjadi terlihat unik
• Putih adalah warna yang murni, tidak ada
campuran apapun
• Ketika kita ingin membuat desain yang simple
dan minimalis, menggunakan warna putih
adalah langkah yang tepat (walaupun bukan cara
sayu-satnya
• Hitam adalah warnaa yang gelap,
suram,menakutkan tetapi elegan
• Elemen apapun jika di taruh di atas background
hitam akan terasa lebih bagus (misalnya, pada
waktu menampilkan foto, portfolio ayau produk)

Gambar 4. Macam-Macam Warna( Lebond, 2007).

IDENTITY COLOUR

Tiada hari tanpa warna, warna memberi arti tersendiri di dunia pada masa kini,pada
mulanya penggunaan warna sangat sederhana. Lain halnya dengan perkembangan saat ini,
warna sudah diartikan lebih jauh & dapat memberikan cermin pada dunia secara psycology. Di
tinjau dari sudut waktu, politik, maupun moral. Bila kita tinjau dari sudut waktu maka warna
pun berbeda dari masa ke masa tergantung dari keadaan ekonomi,pesatnya perdagangan, trend
dll.

Dari sudut politik, misalnya warna pada periode Victoria (Victorian Period) yang
menggemari warna abu-abu tua, ungu, hijau & coklat. Warna-warna ini menjadi mode pada
masyarakat zaman itu. Kegemaran pada warna-warna tersebut kemudian berkurang & beralih
setelah PD II, warna pastel yang ringan menyenangkan dan menjadi favorit karena dapat
melupakan rasa tegang dari masa perang. Pada tahun 60-an orientasi pengguna warna mulai
lebih bebas. Selanjutnya perkembangan pada tahun 80-an, warna-warna itu sangat maju
sehingga menyatu dengan pola (patron). Pada masa sekarang ini kita memiliki tata warna yang
indah, memberikan daya tarik tersendiri untuk ditampilkan.

Warna mempunyai pengaruh psycology tersendiri dalam fashion & warna dapat pula
menjadi salah satu elemen utama yang mempesona dalam fashion disain, karena warna
memiliki efek psycology tersendiri, maka warna dapat menciptakan suasana yang tenang,
gembira, memotivasi, menaikkan status, memberi rasa hangat & akrab atau membuat orang
tidak betah berlama-lama dll.

❑ Seorang desainer harus dapat memecahkan/memikirkan masalah warna.

❑ Warna berfungsi sebagai warna desain (meliputi disiplin ilmu).

❑ Warna sebagai desain u/ merancang & memecahkan masalah bentuk.

❑ Warna dapat juga memberikan ekspresi, apabila kita membicarakan

masalah disain tradisional atau perkembangan warna.

Contoh:

-Warna batik pada jaman Majapahit berbeda dengan batik jaman Mataram.

-Rumah mode ESCADA, setiap tahun mengeluarkan warna-warna baru.

Energizing Colours

❑ Warna-warna yang membangkitkan semangat.

❑ Umumnya digunakan dalam bentuk pakaian remaja & anak-anak.

❑ Warna yang berkesan aktiv, dinamis & ceria.

❑ Warna-warna energi sering menggunakan warna-warna hues yang kuat dan
intensitas warna yang tinggi.
Contoh:
- Kostum Cheers leader (biru, orange, merah & kuning).
- Kostum olah raga.
- Warna-warna periode Pop art.
Penggunaan warna energi biasanya diikuti dengan penambahan pencahayaan,

karena hal ini akan terlihat provokatif serta menimbulkan ekspresi yang dikehendaki.
Detail dari bentuk akan terlihat jelas dengan adanya penggunaan cahaya yang
memberikan efek eye catching atau usaha untuk menarik perhatian . (Warna-warna
yang menimbulkan gairah).
Found Colours

❑ Warna yang seolah-olah ditemukan oleh Fashion desainer tertentu & menjadi ciri
khasnya.

❑ Warna dari perasaan yang diungkapkan dari diri perancangnya (desainer).

❑ Umumnya menjadi jati diri melalui pengungkapan bentuk, skala, memecahkan
masalah disain &
ilusi warna sebagai efek bidang (tekstil).

❑ Warna-warna yang memiliki tujuan.
Contoh:
Emanuel Ungaro (Fashion desainer) yang memadukan warna pada satu desain motif
flora & fauna

dengan kombinasi warna yang mendukung. Ghea, yang memadukan warna berdasarkan
warna-warna

budaya (Etnic style).
Product Colours

❑ Warna-warna yang mengingatkan kita dengan produk tertentu.Warna ini biasanya
digunakan untuk menonjolkan warna dari produk suatu merek atau pabrik. Warna produk
digunakan sebagai alat untuk menonjolkan barang yang dipasarkan.
Contoh: Fuji Colours Film : Hijau
Kodak Colours Film : Kuning
Pepsodent (pasta gigi) : Putih, merah dan biru
Benetton : United colours
Versace : Emas / glam colours
Laura Asley : Warna Natural dengan motif bunga.

Theatrical Colours

(Warna-warna Teater)
Warna-warna panggung yang berkesan glamours & dramatik.

❑ Intensitas warna berani/kontras yang mendukung entertaimen atau warna-warna

pertunjukan yang ditunjang dari daerah tertentu (seni tari,teater & opera) ditambah
dengan

hiasan/material.

❑ Unsur psycologynya menimbulkan gerak, kedinamisan dengan cahaya.

Contohnya: warna budaya Betawi & Bali, efek dari kebudayaannya dengan warna biru,
merah, ungu, kuning & emas.

Unsur warna & cahaya memberikan kesan dramatik,efek dramatik ini harus
menimbulkan kemegahan. Pada tekstil harus didukung dari bahan kain &
jenisnya.Pencahayaan menimbulkan pengulangan yang tidak terbatas & menyilaukan.

Cultural Colours

❑ Warna-warna yang dikaitkan dengan budaya tertentu. Warna kultural/ Tradisional
atau warna kebudayaan biasanya diambil dari warna yang menjadi suatu ciri
khaskebudayaan negara atau daerah tertentu.

❑ Warna-warna ini mepunyai sifat yang hangat, saling mengisi serta tanpa didesain
terlebih dahulu sehingga akan memberikan ciri pola hidup suatu bangsa Way of
Lifedari bangsa tersebut.

❑ Waktu dan tempat bukan merupakan sesuatu yang khas/spesifik namun telah menuju
karakter dari gaya kebudayaan tersebut.

Contoh:

Warna-warna tekstil negara China : merah dan emas.

Warna-warna tekstil negara India : mengarah kewarna-warna alam.

Ambient Colours

(Warna-warna yang menunjukkan suatu tempat)

❑ Warna dari jenis ini biasanya menggunakan warna-warna netral yang
memungkinkancahaya alam berfungsi menegaskan elemen-elemen struktur daripada
disain. Hal ini akan menonjolkan elemen disain yang kuat.

Sebagai contoh:

Cahaya tersebut akan memperlihatkan kedalaman ruang serta berefleksi pada warna
warna dari material yang menggunakan warna netral yang hangat seperti: warna

Broken white, Beige, Off white

Natural Colours

(Warna Natural)

Warna-warna yang dikaitkan dengan alam semesta atau warna yang diambil dari alam
lingkungan kita , taman bunga, warna pergantian musim.

Contoh:

1. Warna kontras yang ditimbulkan oleh alam, misalnya: warna jingga , rose merah
diantara padang rumput akanmemberikan ide alam hijau dan merah yang kontras.

2. Warna musim gugur akan menonjolkan warna gradasi dari kecoklatan sampai
mengarah ke jingga, warna alam di pantai akan memberi kesan gabungan warna biru,
abu-abu maupun pasir putih.

-Warna dari negara yang memiliki 4 musim:

Spring : Pastel-light (muda-ringan), soft (lembut), soft & sweet (lembut cerah) hangat
/ candy colours.

Summer: Soft & sweet, medium (antara 2 warna muda & tua ), kontras

(perpaduan 2 warna berbeda ).

Fall : Sunset,earthy (warna tanah & kayu), dark (gelap/tua mendekati hitam).

Winter : Dark,heavy (tua & kusam) berat, deep (gelap agak mengkilap).

-Warna-warna gurun pasir, pegunungan & pantai.

-warna-warna negara mediterania, yaitu teracota.

Komposisi Warna

Kata komposisi berasal dari bahasa Inggris composition, dari kata kerja to compose
yang berarti mengarang, menyusun atau menggubah
▪ Komposisi warna adalah susuna warna-warna yang diatur untuk tujuan-tujuan seni,
baik untuk seni rupa murni seperti lukisan, patung, seni grafis, seni keramik, maupun
seni terpakai atau desain
▪ Pada desain busana, arah warna horizontal akan memberikan kesan menggemukkan.
Arah warna vertical akan memberi kesan melangsingkan. Arah warna diagonal pada
busana memberikan kesan.

Skema warna dasar

Skema warna adalah kombinasi warna yang selaras dengan satu sama lain. Secara fisik
skema warna dasar begitu sangat penting, realitasobjektif dalam menggunakan dan
menggabungkan warna.

Warna dan Usia

Usia 3 – 6 Tahun

Masa ini, dimana anak dapat dikatakan mulai dapat berdiri sendiri, artinya tidak lagi
dalam segala hal membutuhkan bantuan dan diakhiri dengan waktu dimana anak harus
masuk sekolah dengan sunguh-sunguh.

Secara fisik mereka mulai banyak melakukan aktivitas, untuk kelompok usia ini
diperlukan rangsangan yang mampu membangkitkan gairah mereka untuk beraktivitas.

Pada usia ini pula merupakan awal dari masa penyelidikan dan pemikiran. Warna
adalah salah satu media yang dapat membantu melatih mereka, tentunya warna-warna
yang membuat anak-anak tersebut bergairah dan ceria. Adapun jumalah warna yang
mereka perlukan masih terbatas pada warna-warna yang pokok saja.

MASA ANAKANAK AKHIR USIA 7 – 13TAHUN
Karakteristik Masa ini berjalan antara 7 – 13 tahun, pada waktu anak mulai menjadi
anak remaja. Sebenarnya akhir dari masa ini sukar ditentukan karena ada sebagian dari
anak-anakcepat menjadi remaja sebagian lagi lambat.Pada periode usia ini merupakan
penyempurnaan dari ketrampilan yang sebelumnya telah mereka kuasai pada periode
usia sebelumnya.Keterampilan dalam kehidupan sosialnya, sekolah dan permainan
membutuhkan rangsangan pengetahuannya karena itu pengenalan jenis warna pun lebih

berkembang pada periode usia ini.

MASA REMAJA USIA 13 – 17 TAHUN
Pada usia ini kecenderungan mereka untuk menjadi suatu karakter yang aktiv, dinamis
serta memiliki imajinasi yang lebih fantastis. Tentunya dalam kehidupan sosialnya
mereka dipengaruhi trend warna dalam dunia fashion.

Pasca Remaja
Kelompok usia produktif dan sudah menunjukkan kestabilan.Sikapnya tidak dapat lagi
dipengaruhi dengan mudah olehpendirian orang lain. Dari perilaku pada usia ini mulai
merokok,minum, memakai tata-rias wajah, sepatu tinggi dsb. Dianggap sebagai
lambang kematangan.

Dewasa Usia 25 – 50 tahun

WARNA DAN STYLE

Fashion merupakan kombinasi atau perpaduan dari gaya atau style dengan
desain yang cenderung dipilih, diterima, digemari dan digunakan oleh mayoritas
masyarakat yang akan memberi kenyamanan dan membuat lebih baik pada satu waktu
tertentu. Dengan kata lain fashion juga bisa diartikan sebagai budaya
berpakaian.Fashion atau gaya berpakaian sudah ada sejak dahulu kala dan berkembang
baik mengikuti zaman. Fashion bisa berubah-ubah sesuai dengan kreativitas
masyarakat nya oleh karena itu tren fashion dizaman dahulu berkemungkinan tinggi
bisa menjadi tren fashion lagi dizaman sekarang. Dalam buku “Pesan, Tanda dan
Makna”, Dr.Marcel Danessi sang penulis menggambarkan sejarah mengenai fashion.
Berdasarkan penelitiannya, Fashion adalah hak golongan kaya. Menurutnya, hanya
para individu yang kaya dan berkuasa yang memerhatikan gaya berpakaian mereka.
Namun, saat sistem kelas sosial berkembang, keseluruhan populasi mulai bersaing
untuk meraih posisi dalam masyarakat. Fashion menjadi satu sarana untuk melakukan
hal tersebut.

BAB III

KESIMPULAN

Berdasarkan semua pembahasan yang ada, dengan pemahaman teori warna
secara mendalam dan lebih detail, dapat dimanfaatkan penerapan teori warna dengan
baik sesuai kebutuhan. Dalam pembahasan kali ini, penulis mengintrepetasikan teori
pemahaman color wheel secara harmonis ke dalam suatu penampilan gaya busana baik
untuk tampilan sehari-hari maupun berbagai acara. Permainan warna dengan kombinasi
yang terstruktur dapat menambah nilai estetika dalam berpakaian untuk menunjang
penampilan kita, walaupun tidak bisa diterapkan dalam tempo singkat. Diperlukan
beberapa kali percobaan sehingga kita menemukan sense dan feeling dalam memadu
madankan pakaian sesuai dengan metode kombinasi color wheel. Harus dipelajari
waktu menggunakan warna dominan sebagai warna utama dan mengombinasikan
warna-warna lainnya sebagai pelengkap tanpa merusak keseluruhan penampilan.
Dengan berbagai tambahan informasi untuk mendukung pemilihan warna dalam
berbusana seperti mencari warna kulit, maka diharapkan dalam memanfaatkan color
wheel untuk memadumadankan busana akan menjadi lebih mudah. Selain digunakan
untuk diri sendiri, juga digunakan ke orang lain sebagai tunjangan keahlian dalam
bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Sanyoto, Sadjiman Ebdi. 2005. Dasar-dasar Tata Rupa & Desain. Yogyakarta:
Arti Bumi Intaran

Prawira, Sulasmi Darma. 1989. Warna sebagai salah satu unsur seni & desain.
Jakarta: P2LPTK.

Departement of Art, J.L. Benson,
https://scholarworks.umass.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1005&context=art_j

bgc

https://desainerhub.com/2019/11/memahami-teori-warna

Dameria, A. (2007). Color Basic Panduan Dasar Warna untuk Desainer dan
Industri Grafika.

Indonesia: Link and Match Graphic.

Henderson, V., and Henshaw, P. (2008). Color Me Confident: Change Your
Look - Change Your

Life!. America: Hamlyn.

Jackson, C. (1987). Colour Me Beautiful. America: Balantine Books.

Morioka, A., and Stone, T. (2006). Color Design Workbook A Real-World Guide
to Using Color in

Graphic Design. America: Rockport Publishers.


Click to View FlipBook Version