The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul kesetaraan Paket C setara SMA/MA materi pelajaran Biologi - Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PENDIDIKAN MASYARAKAT, 2020-12-27 04:58:52

19_Biologi_Hartini Setyaningrum

Modul kesetaraan Paket C setara SMA/MA materi pelajaran Biologi - Keanekaragaman Hayati di Indonesia

PENDIDIKAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN
2020

KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA
BIOLOGI PAKET C SETARA SMA/MA KELAS X

PENDIDIKAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN
2020

KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA
BIOLOGI PAKET C SETARA SMA/MA KELAS X

1|Modul Biologi Paket C

KATA PENGANTAR
Pembelajaran pada pendidikan kesetaraan dilaksanakan dalam berbagai strategi, sesuai
dengan karakteristik warga belajar, oleh karena itu dalam rangka memberikan arah pencapaian
kompetensi dari setiap mata pelajaran perlu adanya panduan bagi tutor untuk menjabarkan rencana
pembelajaran dalam bentuk silabus.
Modul merupakan suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut
dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian
materi yang perlu dipelajari warga belajar dalam mencapai standar kompetensi dan kemampuan
dasar. Modul ini adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema
tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran dan indikator
dan kegiatan pembelajaran.
Pada modul ini tidak mencatumkan alokasi waktu, penilaian dan sumber belajar dengan
harapan waktu belajar, penilaian serta sumber belajar ditentukan oleh tutor bersama warga belajar.
Pada model modul ini juga memuat tentang pembelajaran dan kontekstualisasi pada pendidikan
kesetaraan, serta pembahasan mata pelajaran agar para penyelenggara pendidikan kesetaraan dan
para tutor memahami dasar-dasar pengembangan pendidikan kesetaraan serta memudahkan para
warga elajar untuk mempelajari.
Model modul ini disajikan untuk mata pelajaran pada setiap jenjang pendidikan kesetaraan,
satuan pendidikan dapat mengembangkan lebih detail tiap angkatan kompetensi atau bentuk lain
yang seuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Penyusun

Hartini Setyaningrum

2|Modul Biologi Paket C

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................................... 2
Daftar Isi........................................................................................................................................ 3
Pendahuluan.................................................................................................................................. 4
A. Petunjuk Penggunaan Modul.................................................................................................. 4
B. Kompetensi Dasar dan Indikator…......................................................................................... 4
C. Tujuan Pembelajaran…........................................................................................................... 5
D. Pengantar Modul..................................................................................................................... 5

Unit 1 Konsep Keanekaragaman Gen, Jenis, dan Ekosistem....................................................... 6
A. Materi 1................................................................................................................................... 6
B. Penugasan 1............................................................................................................................ 10
C. Latihan 1................................................................................................................................. 12
D. Materi 2.................................................................................................................................. 13
E. Penugasan 2............................................................................................................................ 30
F. Latihan 2................................................................................................................................. 32

Unit 2 Keunikan Hutan Hujan Tropis di Indonesia...................................................................... 35
A. Materi 1................................................................................................................................... 35
B. Penugasan 1…......................................................................................................................... 44
C. Latihan 1.................................................................................................................................. 46

Unit 3 Pemanfaatan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia..................................... 48
A. Materi 1................................................................................................................................... 48
B. Penugasan 1............................................................................................................................. 59
C. Latihan 1.................................................................................................................................. 62

Evaluasi......................................................................................................................................... 64
Glosarium...................................................................................................................................... 68
Daftar Pustaka............................................................................................................................... 71

3|Modul Biologi Paket C

PENDAHULUAN

A. Petunjuk Penggunaan Modul Bahan Ajar

Sebagai warga belajar, modul ini mempelajari secara bertahap dan berurutan, yaitu

dimulai dari materi pembelajaran yang disajikan pada unit 1-2. Setelah selesai mempelajari

meteri pembelajaran yang di uraikan pada unit 1-2 dan mengajarkan soal-soal latihannya

serta warga belajar benar-benar memahami materi pembelajarannya, untuk mempelajari

materi pembelajaran yang di sajikan pada unit 1-2 dan seterusnya. Untuk memperoleh

prestasi belajar secara maksimal, maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam

modul ini antara lain:
1. Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada
materi yang belum jelas, warga belajar dapat bertanya pada tutor.
2. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam
setiap kegiatan belajar.
3. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan
belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada tutor.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Indikator
3.2.1 Menjelaskan keaneka- ragama hayati
Kompetensi Dasar pada berdasarkan jenis, ekosistem,
3.2 Menganalisis berbagai tingkat wilayah persebarannya
keanekara-gaman hayati di Indonesia
beserta ancaman dan pelestariannya 3.2.2 Menjelaskan keunikan biodiversitas
Indonesia berdasarkan persebarannya

3.2.3 Mengaitkan keunikan hutan tropis
dengan keanekaragaman hayati di
Indonesia

3.2.4 Menjelaskan manfaat
kenaekaragaman hayati

3.2.5Menjelaskan upaya-upaya yang dapat
dilakukan untuk melestarikan keaneka-
ragaman hayati Indonesia

4|Modul Biologi Paket C

4.2 Menyajikan hasil observasi 4.2.1Menyajikan hasil pengamatan tentang
(pengamatan) berbagai tingkat keanekaragaman hayati Indonesia
keanekaragaman hayati di Indonesia dan berdasarkan tingkat keanekar-agamannya
usulan upaya pelestariannya
4.2.2Membuat usulan upaya pelestarian
keaneka-ragaman hayati di daerahnya

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah menggunakan modul ini, warga belajar mampu :

1 Menjelaskan keaneka- ragama hayati pada berdasarkan jenis, ekosistem, wilayah
persebarannya Menjelaskan keunikan biodiversitas Indonesia berdasarkan persebarannya

2 Mengaitkan keunikan hutan tropis dengan keanekaragaman hayati di Indonesia
3 Menjelaskan manfaat kenaekaragaman hayati
4 Menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan keaneka-ragaman

hayati Indonesia
5 Menyajikan hasil pengamatan tentang keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan

tingkat keanekar-agamannya
6 Membuat usulan upaya pelestarian keaneka-ragaman hayati di daerahnya

D. Pengantar Modul

Modul mata pelajaran biologi ini berisikan materi mengenai menganalisis berbagai
tingkat keanekara-gaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannya
adapun materi yang mencakup didalamnya adalah sebagai berikut : 1. Konsep
keanekaragaman gen, jenis, ekosistem, 2. Keanekaragaman hayati Indonesia, flora dan
fauna, serta penyebarannya berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber, 3. Keunikan
hutan hujan tropis Indonesia, 4. Pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia, dan 5.
Upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Untuk membantu warga belajar dalam menguasai materi pada modul mata
pelajaran biologi ini, modul ini dibagi menjadi dua kegiatan belajar yaitu : kegiatan
belajar pertama, menganalisis berbagai tingkat keanekara-gaman hayati di Indonesia
beserta ancaman dan pelestariannya, kegiatan belajar kedua, menyajikan hasil observasi
(pengamatan) berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dan usulan upaya
pelestariannya.

5|Modul Biologi Paket C

PEMBAHASAN

UNIT 1 KEANEKARAGAMAN HAYATI
• Materi 1, Konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati merupakan keberagaman makhluk hidup dilihat dari perbedaan
ukuran, warna, bentuk, tekstur maupun jumlah pada semua gen, spesies, dan ekosistem di suatu
daerah. Keaneragaman hayati juga dikenal dengan istilah biodiversitas. Perhatikan lingkungan di
sekitar Anda. Anda akan menemukan beraneka ragam makhluk hidup ciptaan Tuhan. Di tempat
yang berbeda, Anda akan menemukan keanekaragaman makhluk hidup yang berbeda pula.
Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan
keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keseluruhan gen,
jenis, dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi. Mengingat pentingnya keanekaragaman
hayati bagi kehidupan maka keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan.

Manusia dengan akalnya menciptakan teknologi untuk mengeksploitasi alam dan
keanekaragaman hayati di dalamnya demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak sekali
kerusakan yang terjadi di alam akibat ulah manusia, namun tidak sedikit pula yang diperbaiki oleh
manusia. Setelah mempelajari materi ini warga belajar diharapkan dapat merumuskan konsep
keseragaman dan keberagaman makhluk hidup dengan mengamati lingkungan. Semakin mengenal
dan menghargai keanekaragaman hayati di Indonesia dengan berusaha menjaga dan
melestarikannya.

Peta Konsep Konsep Keanekaragaman
Keanekaragaman Gen
Keanekaragaman
Hayati Keanekaragaman
Jenis

Keanekaragaman
Ekosistem

Kata Kunci
➢ Keanekaragaman, gen, jenis dan ekosistem

6|Modul Biologi Paket C

A. Konsep Keanekaragaman

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang
menunjukkan keseluruhan atau totalitas variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah.
Keseluruhan gen, jenis dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi. Mengingat pentingnya
keanekaragaman hayati bagi kehidupan maka keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan
dilestarikan. Tingginya tingkat keanekaragaman hayati di permukaan bumi mendorong ilmuwan
mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan klasifikasi.

Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau variasi bentuk, penampilan,
jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies
maupun tingkatan ekosistem. Berdasarkan hal tersebut, para pakar membedakan keanekaragaman
hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan
keanekaragaman ekosistem.

B. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada tingkat gen, tingkat jenis, dan tingkat ekosistem
yang dijumpai di permukaan bumi.

1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Keanekaragaman tingkat gen adalah variasi atau perbedaan yang terjadi pada organisme
sejenis. Hal ini terjadi sebagai akibat sifat gen ada yang dominan dan ada yang resesif. Itulah
sebabnya, sekalipun gen-gen di dalam genotipnya sama, dalam satu keluarga terdapat anggota
keluarga yang memiliki ciri atau sifat penampilan yang berbeda.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen dapat kita temukan pada tanaman padi. Bagi yang
tinggal di pedesaan atau yang orang tuanya adalah petani tentu keanekaragaman ini sudah kita
kenal dengan adanya beragam varietas tanaman padi, misalnya varietas Ciherang, Muncul, Inpari,
Digul, Cilamaya, Rojolele, dan lain sebagainya. Masing-masing varietas ini memiliki perbedaan
baik dari segi ciri fisik daun, buah, batang, dan akar, ketahanan hidup, maupun dari segi umur
tanam. Contoh keanekaragaman hayati bukan hanya dapat terjadi pada tumbuhan saja. Pada hewan
juga kita dapat menemukannya. Misalnya pada burung. Kita mengenal beberapa jenis burung di
Kalimantan Tengah, di antaranya burung pelatuk merah, burung pelatuk kijang, burung pelatuk
raffles, burung pelatuk sayap merah, dan burung pelatuk kundang. Keragaman burung pelatuk ini
adalah bukti dari adanya keanekaragaman hayati tingkat gen.

7|Modul Biologi Paket C

Sumber : Turrahman, Hidayat. 2020. Buku Burung di Taman Nasinal Sebangau. Palangkaraya: Balai Taman
Nasional Sebangau

Gambar 1. Jenis Burung Pelatuk
(kiri ke kanan, pelatuk merah, pelatuk kijang, pelatuk raffles, pelatuk sayap merah, pelatuk kundang)

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat jenis

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis (Spesies) Keanekaragaman jenis (spesies) adalah
perbedaan yang dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies yang hidup di
suatu tempat. Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai persamaan secara
morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi)
yang menghasilkan keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya.
Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat pada makhluk hidup antar jenis.
Perbedaan antar spesies organisme dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah
diamati daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies. Contoh keanekaragaman hayati
tingkat jenis dapat kita temukan pada organisme yang ada dalam satu famili (keluarga).

Terkadang sulit bagi kita untuk dapat menentukan apakah suatu organisme termasuk dalam satu
keluarga atau tidak karena perbedaan ciri fisik yang lebih banyak dibandingkan jika perbedaan
tersebut hanya karena keanekaragaman gen. Berikut ini beberapa contoh keanekaragaman hayati
tingkat spesies atau jenis pada organisme yang hidup di sekitar kita.

Adanya jenis tanaman berbunga anggrek hitam, anggrek ekor tikus, anggrek tebu, dan anggrek
bulan yang ada di Kalimantan Barat, juga merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis
yang berada di sekitar kita. Masing-masing jenis tumbuhan itu tergabung dalam keluarga
Orchidaceae yang merupakan salah satu suku terbesar dari tanaman berbunga, meskipun mereka
memiliki perbedaan atau variasi dalam pertumbuhan, ciri fisik, dan ciri fisiologisnya.

8|Modul Biologi Paket C

Sumber : https://umkmkalbar.id/info-umkm/anggrek-tanaman-eksotis-kalimantan-barat/

Gambar 2. Jenis Anggrek

(Anggrek ekor tikus, Anggrek hitam, Anggrek tebu dan Anggrek bulan)

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi timbal balik antara makhluk hidup
yang satu dengan makhluk hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada
suatu lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja, tetapi juga akan dihuni
oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai. Akibatnya, pada suatu lingkungan akan terdapat
berbagai makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan secara damai. Mereka seolah-
olah menyatu dengan lingkungan tersebut. Pada lingkungan yang sesuai inilah setiap makhluk
hidup akan dibentuk oleh lingkungan. Sebaliknya, makhluk hidup yang terbentuk oleh lingkungan
akan membentuk lingkungan tersebut. Jadi, antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan
terjadi interaksi yang dinamis. Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu
daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat beradaptasi dengan lingkungan
tersebut berbeda-beda. Akibatnya, permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik
yang tinggi akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Interaksi dalam ekosistem dilakukan
setiap komponen penyusun ekosistem untuk mencapai keseimbangannya. Komponen biotik yang
didalamnya termasuk flora, fauna, dan mikroorganisme, serta komponen abiotik seperti tanah,
udara, dan air saling memiliki per bedaan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Perbedaan
inilah yang menciptakan perubahan pola interaksi yang ada dan menciptakan ekosistem yang
berbeda-beda pula

Antar komponen ekosistem hidup berdampingan tanpa saling mengganggu, dan apabila terjadi
kepunahan atau gangguan terhadap salah satu anggotanya maka akan mengganggu kelangsungan
hidup organisme lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada komponenkomponen ekosistem ini
akan berpengaruh terhadap keseimbangan (homeostatis) ekosistem tersebut.

9|Modul Biologi Paket C

Sumber : https://www.edubio.info/2015/05/jenis-jenis-ekosistem.html
Gambar 3. Ekosistem Darat

10 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Penugasan 1, Materi Konsep Keanekaragaman Hayati

Tujuan : Mengetahui keanekaragaman hayati di tingkat gen, spesies, dan ekosistem

Media : Ekosistem di sekitar tempat tinggal

Langkah-langkah:

1. Amatilah ekosistem yang terdapat di sekitar tempat tinggal Anda, misalnya kebun, kolam,
sawah, dll

2. Jika Anda menemukan organisme yang tergolong satu spesies, tetapi bberbeda varietas
atau memiliki perbedaan ciri-ciri tertentu (misalnya perbedaan warna bunga), gunakan
simbol A, B, C, dan seterusnya. Contoh: Hibiscus rosa-sinensis A (berbunga kuning),
Hibiscus rosa-sinensis B (berbunga merah),dan Hibiscus rosa-sinensis C (berbunga merah
muda)

3. Kelompokkan organisme yang berbeda spesies, tetapi memiliki ciri-ciri fisik yang mirip
Tuliskan manfaat organisme yang telah Anda catat

4. Tuliskan data-datanya ke dalam tabel pengamatan

Jenis Organisme Manfaat Keterangan
No Nama Daerah Nama Ilmiah

Pertanyaan:

1. Tuliskan keanekaragaman ekosistem yang telah Anda amati !
2. Adakah persamaan dan perbedaan ciri-ciri abiotik dan biotik pada ekosistem-ekosistem

tersebut ?
3. Jelaskan keanekaragaman spesies yang terdapat pada ekosistem yang Anda amati !
4. Adakah organisme yang spesiesnya berbeda tetapi memiliki ciri-ciri fisik yang mirip ? Jika

ada, tuliskan dan jelaskan golongannya (nama famili atau genus)
5. Adakah organisme satu spesies yang hidup pada ekosistem yang berbeda ? Jika ada,

jelaskan ! Berdasarkan data dalam tabel, dapatkah Anda menemukan keanekaragaman
genetik di antara spesies-spesies yang Anda amati ?
6. Dari organisme yang telah Anda tuliskan, manakah yang bermanfaat sebagai bahan
pangan, sandang, papan, obat-obatan, kosmetik, industri, juga bermanfaat dalam aspek
kultural budaya dan teknologi ?
7. Tuliskan ekosistem lain yang tidak Anda amati, tetapi terdapat di wilayah tempat tinggal
Anda !

11 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Rangkuman

1. Keanekaragaman makhluk hidup (biodiversitas) yang menunjukkan keseluruhan variasi
gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah, merupakan dasar kehidupan yang ada di Bumi.

2. Keanekaragaman hayati meliputi variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang
terlihat pada berbagai tingkatan, mulai dari tingkatan gen, spesies hingga ekosistem.
Berdasarkan hal tersebut, para ilmuwan membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga
tingkatan, yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman
ekosistem.

3. Keanekaragaman hayati juga dapat dilihat berdasarkan karakteristik wilayahnya dan
penyebarannya.

12 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Uji Kompetensi 1

Kerjakan di buku tugasmu!
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Organisme yang menunjukan berbagai macam variasi pada komunitas, ekosistem dan spesies
dapat menimbulkan ….

A. Varietas
B. Populasi
C. Spesies baru
D. Biodiversitas
E. Habitat baru
2. Makhluk hidup yang dikelompokan dalam spesies sama jika ….
A. Mempunyai makanan yang sama
B. Mempunyai ciri fisiologi yang sama
C. Mempunyai ciri morfologi yang sama
D. Hasil perkawinannya adalah keturunan yang fertil
E. Hasil perkawinannya adalah keturunan yang sama dengan induknya
3. Faktor yang menimbulkan keanekaragaman hayati adalah ….
A. Adaptasi makhluk hidup
B. Gen dan lingkungan
C. Lingkungan
D. Makanan
E. Internal
4. Akibat adanya keanekaragaman gen adalah ….
A. Tidak ada satu individupun yang sama dengan yang lain
B. Setiap jenis makhluk hidup memiliki karakter yang berbeda
C. Tidak ada ekosistem yang sama karakternya

13 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

D. Makhluk hidup dibedakan atas kelas dan ordo
E. Terjadi keanekaragaman kromosom
5. Variasi dan jenis mempunyai ciri perbedaan ….
A. Warna, daur hidup, lingkungan
B. Daur hidup, ukuran, bentuk
C. Bentuk, warna, daur hidup
D. Lingkungan, bentuk, warna
E. Ukuran, warna, bentuk
6. Tanaman kelapa, aren, pinang dan lontar menunjukan keanekaragaman pada tingkat ….
A. Gen
B. Jenis
C. Kelas
D. Populasi
E. Ekosistem
7. Ekosistem yang stabil dapat diindikasikan dari tingginya keanekaragaman hayati. Hal ini karena
….
A. Dijaga oleh manusia
B. Terjadi secara alami
C. Perubahan tidak mungkin terjadi
D. Merupakan hasil interaksi antara faktro biotik dan abiotik
E. Merupakan hasil interaksi antarmakhluk hidup sehingga terjadi keseimbangan
8. Kelompok yang menunjukan keanekaragaman jenis dalam famili adalah ….
A. Kelapa dan aren
B. Ayam berkisar dan ayam ras
C. Kelapa hijau dan kelapa gading
D. Beruang putih dan beruang coklat

14 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

E. Badak bercula satu dan badak bercula dua
9. Keanekaragaman hayati terbangun oleh tiga tingkatan keanekaragaman, yaitu keanekaragaman
….

A. Individu, populasi, komunitas
B. Gen, genotif, fenotif
C. Gen, jenis, ekosistem
D. Gen, jenis populasi
E. Sel, jaringan, organ
10. Pisang ambon, pisang kepok, pisang biji, pisang raja menunjukan keanekaragaman hayati
tingkat ….
A. Gen
B. Jenis
C. Populasi
D. Ekosistem
E. Komunitas

B. Tulislah jawaban dari pertanyaan berikut ini!
1. Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman Hayati?
2. Apakah yang menyebabkan keanekaragaman hayati di Indonesia cukup tinggi? Jelaskan oleh
Anda.
3. Bagaimanakah persebaran hewan di Indonesia? Jelaskan.
4. Apakah yang menyebabkan pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia harus mulai
dilakukan sekarang juga?
5. Tuliskan contoh-contoh tempat yang dijadikan sebagai lokasi pelestarian insitu dan
pelestarian ex situ. ?

15 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

UNIT 1 KEANEKARAGAMAN HAYATI
• Materi 2, Keanekaragaman hayati Indonesia, flora dan fauna, serta
penyebarannya berdasarkan Garis Wallace dan Garis Weber

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Para ahli geologi berpendapat, bahwa pada jaman purba, pulau-pulau di wilayah barat
Indonesia merupakan bagian dari benua Asia, sedangkan Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di
sekitarnya semula adalah bagian dari benua Australia. Salah satu buktinya adalah flora dan dan
fauna yang ada di pulau-pulau tersebut. Flora dan fauna di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan
serupa dengan flora dan dan fauna benua Asia, sedangkan flora dan dan fauna di pulau Papua,
serupa dengan flora dan dan fauna di benua Australia, sedangkan flora dan dan fauna di Pulau
Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara merupakan fauna peralihan yang tidak serupa dengan fauna
di benua Asia maupun Australia.

Pada abad ke-19, Alfred Russel Wallace mengusulkan ide tentang Garis Wallace, yang
merupakan suatu garis imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke dalam dua daerah. Garis
tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes)
dan di antara Bali dan Lombok. Seorang peneliti lain, yang berkebangsaan Jerman bernama
Weber, berdasarkan penelitiannya, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke
Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber. Letak garis Wallace dan
Weber dapat Anda lihat pada peta di bawah ini.

Sumber : https://alamalami.com/garis-wallace-dan-weber/
Gambar 4. Peta garis wallace dan garis weber

16 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Peta Konsep Persebaran Flora dan Persebaran Flora di
Fauna di Indonesia Indonesia
Keanekaragaman
Hayati Persebaran Fauna di
Indonesia

Persebaran Flora dan
Fauna di Kalimantan

Kata Kunci

➢ Keanekaragaman hayati, persebaran flora dan fauna, garis wallace dan garis weber

17 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

A. Persebaran Flora di indonesia

Secara Astronomis, Indonesia terletak pada 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT. Artinya,
Indonesia terletak di daerah iklim tropis karena terdapat di antara 23½0 LU dan 23½0 LS, ciri-ciri
daerah tropis antara lain memiliki temperatur udara cukup tinggi, yaitu 26 0C - 28 0C, curah hujan
pun cukup tinggi, yaitu 700 - 7.000 mm/tahun dan tanahnya subur karena proses pelapukan batuan
cukup cepat.

Untuk kekayaan hewan, Indonesia memiliki jumlah keragaman yang tinggi dibandingkan
negara-negara lain. Hewan mamalia menduduki peringkat pertama di dunia hampir mencapai 515
jenis, 125 jenis diantaranya endemik, artinya tidak diketemukan di daerah lain. Peringkat kedua
diduduki oleh kupu-kupu meliputi 151 jenis. Reptil menduduki peringkat tiga dunia, lebih dari 600
jenis. Sedangkan, burung menduduki peringkat keempat yang mencapai 1519 jenis dan 420 jenis
bersifat endemik. Peringkat kelima diduduki oleh amfibi meliputi hampir 270 jenis.

1. Flora Indonesia Bagian Barat (Asiatis)

Flora Indonesia bagian barat sering disebut juga flora tipe Asiatis karena memiliki banyak
persamaan dengan jenis flora di benua Asia pada umumnya. Wilayah Indonesia Bagian Barat
memiliki iklim hujan tropis dengan kelembapan udara dan curah hujan yang tinggi sehingga
membuat kawasan ini didominasi dengan hutan hujan tropis yang memiliki flora yang bervariasi
(heterogen). Jika di hutan iklim sedang dijumpai satu atau dua jenis pohon, maka di dalam areal
yang sama di dalam hutan hujan tropik dijumpai sekitar 300 jenis (spesies). Artinya, hutan hujan
tropik memiliki keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) sekitar 300 kali lebih besar
dibandingkan dengan hutan iklim sedang. Pada kawasan hutan ini banyak dijumpai beragam jenis
tanaman lumut, paku, dan jamur serta beberapa jenis flora khas lainnya seperti tanaman jati,
mahoni, kruing, meranti, dan sebagainya. Namun selain didominasi hujan hujan tropis, wilayah
Indonesia Bagian Barat juga dapat kita jumpai beberapa jenis hutan lainnya seperti hutan musim,
hutan sabana tropis, dan hutan bakau (mangrove) yang banyak kita jumpai di sekitar pantai. Pada
wilayah bagian barat Indonesia juga dapat kita jumpai flora endemik Indonesia seperti tanaman
Bunga Bangkai dan Rafflesia arnoldi.

Jati Mahoni Kruing

Meranti Rafflesia Arnoldi
18 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Sumber : http://satutanahairindonesiaku.blogspot.com/2016/10/flora-di-indonesia-bagian-barat-timur.html

Gambar 5.Flora di wilayah bagian barat

Karakteristik flora di Indonesia bagian Barat adalah :

1. Banyak terdapat jenis meranti-merantian
2. Terdapat berbagai jenis rotan
3. Tidak memiliki gutan kayu putih
4. Memiliki jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata) yang sedikit
5. Memiliki jenis tumbuhan sagu yang sedikit
6. Memiliki berbagai jenis nangka

2. Flora Indonesia Bagian Tengah (Peralihan)

Flora Indonesia bagian tengah sering juga disebut dengan flora kepulauan Wallace karena
wilayah ini terletak pada garis Wallace yaitu garis khayal yang memisahkan flora fauna jenis
Asiatis dengan Australis. Wilayah Indonesia bagian tengah memiliki iklim yang lebih kering
dengan tingkat kelembaban udara dan curah hujan yang lebih rendah sehingga wilayah ini
didominasi dengan hutan pegunungan, hutan sabana, dan stepa tropis. Beberapa jenis tanaman
rempah-rempah merupakan flora khas pada daerah ini seperti tanaman pala, cengkeh, kayu
cendana, kayu manis, kayu eboni serta berbagai jenis anggrek.

Pala Cengkeh Kayu Cendana

Kayu Manis Lada

Sumber : https://www.greeners.co/flora-fauna/cendana-kayu-wangi-rentan-punah/

Gambar 6. Flora khas wilayah bagian tengah (rempah-rempah)

3. Flora Indonesia Bagian Timur (Australis)

Flora di Indonesia bagian timur juga memiliki iklim hujan tropis sehingga juga didominasi
dengan hutan tropis, hutan pegunungan, serta hutan bakau (mangrove). Namun pada wilayah
Indonesia bagian timur, jenis floranya memiliki banyak persamaan dengan jenis flora di wilayah

19 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

benua Australia dengan beberapa tanaman khasnya seperti tanaman eucalyptus dan pohon
rasamala.

Eukaliptus Rasamala

Sumber : https://batam.tribunnews.com/2020/05/10/mengenal-eukaliptus-tanaman-asli-australia-yang-
digunakan-untuk-pengobatan-tradisional

Gambar 7. Flora wilayah bagian timur

Karakteristik flora di Indonesia bagian Timur adalah :

1. Memiliki jenis meranti-merantian yang sedikit
2. Tidak memiliki rotan
3. Terdapat hutan kayu putih
4. Memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua)
5. Memiliki banyak tumbuhan sagu
6. Tidak terdapat jenis nangka

B. Persebaran Fauna di Indonesia

Letak Indonesia termasuk dalam 2 daerah zoogeografi, yaitu oriental dan Australia. Yang
termasuk daerah zoogeografi oriental adalah bagian barat Indonesia, sedangkan bagian timur
termasuk daerah zoogeografi Australia. Menurut sejarahnya, Indonesia bagian barat menyatu
dengan benua Asia dan Indonesia timur menyatu dengan benua Australia. Sehingga tidak
mengherankan jika jenis hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesia barat mirip dengan hewan
dan tumbuhan di Asia Tenggara atau oriental. Jenis hewan dan tumbuhan di Indonesia timur mirip
dengan hewan dan tumbuhan yang berada di daerah biografi benua Australia.

1. Fauna Indonesia Bagian Barat (Asiatis)

Sama seperti flora, persebaran fauna di Indonesia bagian barat juga memiliki corak yang hampir
sama dengan benua Asia karena pengaruh kondisi permukaan bumi pada zaman pleistosen dimana
wilayah Indonesia bagian barat masih tergabung menjadi satu daratan dengan benua Asia. Wilayah
ini meliputi bagian pulau Sumatera, Jawa sampai daerah Kalimantan dimana banyak kita jumpa
beragam jenis mamalia, reptil, burung, serangga sampai beragam jenis ikan. Banyak hewan
endemik Indonesia dapat kita jumpai pada wilayah ini seperti badak bercula satu, orang utan,
siamang, tapir, ikan pesut mahakam, dan banyak lainnnya.

20 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Sumber : https://satujam.com/fauna-indonesia-bagian-barat/
Gambar 8. Fauna wilayah bagian barat (Asiatis)

2. Fauna Indonesia Bagian Tengah (Peralihan)

Fauna wilayah ini juga sering disebut fauna kawasan Wallace dan merupakan fauna peralihan
antara fauna jenis Asiatis dengan Australis. Wilayah ini meliputi kawasan pulau Sulawesi dan
sekitarnya. Pada wilayah ini juga dapat dijumpai beberapa jenis fauna endemik atau fauna khas
Indonesia seperti komodo, anoa, babi rusa, burung maleo, dan monyet hantu (tarsius).

Sumber : https://rumusguru.com/persebaran-fauna-di-indonesia/
Gambar 9. Fauna wilayah bagian tengah (Peralihan)

3. Fauna Indonesia Bagian Timur (Australis)

Jenis fauna di wilayah indonesia bagian timur memiliki banyak persamaan dengan jenis fauna
di bagian benua Australis dengan jenis hewan seperti kanguru, walaby, beragam jenis primata dan
burung serta reptil. Wilayah ini meliputi bagian Papua dan daerah sekitarnya. Beberapa jenis fauna
endemik Indonesia di wilayah bagian timur di antaranya burung cendrawasih, kasuari, nuri sayap
hitam, merak gouravictori, kanguru pohon mantel emas, dan hiu karpet berbintik.

21 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

sumber : https://rumusguru.com/persebaran-fauna-di-indonesia/

Gambar 10. Fauna wilayah bagian timur (Australis)

C. Persebaran Flora dan Fauna di Kalimantan

Sejauh ini diketahui terdapat sekitar 25.000 jenis flora di Indonesia atau sekitar 10% dari
seluruh flora di dunia. Begitu juga dengan fauna, terdapat lebih dari 500 jenis mamalia, 1.500 lebih
jenis burung, 600 jenis reptil, 250 jenis amfibi, dan 100 jenis kupu-kupu serta begitu banyak flora
dan fauna endemik (hanya terdapat di Indonesia) selain yang diatas. Seperti flora dan fauna khas
yang ada di pulau kallimantan khususnya. Berikut adalah jenis flora dan fauna yang ada di pulau
kalimantan.

Jika kita berbicara mengenai biodeversitas yang ada di alam, maka Indonesia adalah salah satu
negara yang memiliki banyak sekali biodeversitas yang sangat menarik. Indonesia sendiri
merupakan salah satu negara dengan dengan tingkat keanekaragaman biodiversitas yang cukup
tinggi di dunia. Hal dapat dilihat dari persebaran keanekaragaman hayati di indonesia.
Keanekaragaman tersebut ditambah dengan adanya garis khayal yang membagi yaitu garis wallace
dan garis weber yang semakin membuat hewan yang ada lebih beragam. Garis tersebut membagi
indonesia menjadi bagian-bagian dengan flora dan fauna yang sangat khas. Kali ini kita akan
membahas mengenai beberapa flora dan fauna kalimantan yang cukup menarik. ada banyak sekali
deretan flora endemik kalimantan dan fauna yang sangat khas. Ada beberapa flora dan fauna yang
harus kalian ketahui keberadaannya.

1. Flora khas di pulau Kalimantan

Keberadaan hutan sangat penting bagi Bumi, karena dengan adanya hutan yang ditumbuhi
pepohonan, maka bisa menjadi paru-paru dunia. Sebutan paru-paru dunia diberikan untuk hutan
karena peran pohon yang menyerap karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen. Selain
itu, hutan juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis flora dan fauna. Hal ini membuat hutan,
salah satunya hutan tropis memiliki berbagai keanekaragaman hayati. Khususnya di Kalimantan,
karena itulah kita juga perlu mempelajari dan mengetahui flora apa saja yang ada di pulau
Kalimantan.

Berikut ini adalah beberapa jenis flora yang ada di pulau Kalimantan :

22 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

A) Anggrek Hitam

Anggrek hitam termasuk dalam spesies anggrek yang banyak tumbuh di semenanjung
Malaya, Kalimantan, hingga daratan Papua. Saking terkenalnya, anggrek yang mempunyai
nama latin Coelogyne pandurata ini menjadi maskot kota Kalimantan Timur. Habitat anggrek
hitam ini mulai menyusut dikarenakan penurunan jumlah hutan yang kian menurun. Itu
diperparah dengan ulah-ulah kolektor dan pedagang nakal yang memperjualbelikan tanaman ini
secara massal. Diberi nama anggrek hitam, karena anggrek satu ini memiliki kelopak yang
berbentuk lidah berwarna hitam dengan sedikit corak berwarna hijau dan berbulu. Bunga jenis
ini cukup harum dan biasa mekar pada pertengahan bulan Maret hingga Juni.

Pada alam liar, anggrek hitam Kalimantan biasa hidup di pepohonan tua yang berada di
sekitar pantai atau rawa, dengan durasi mekar selama 5 sampai 6 hari. Bunga eksotik ini bisa
tumbuh hingga mencapai 40-60 cm dan tumbuh merambat pada pepohonan yang bisa mencapai
5 meter tingginya. Selain itu, bunga anggrek hitam Kalimantan memiliki aroma yang sama
seperti bunga anggrek pada umumnya, sedangkan untuk bunga anggrek hitam Papua memiliki
bau yang lebih semerbak dan memiliki bau khas unik yang hanya dimiliki anggrek hitam Papua
ini.

Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/07/03/capai-jutaan-rupiah-simak-perbedaan-dari-
anggrek-hitam-papua-dan-kalimantan

Gambar 11. Anggrek Hitam Kalimantan

B) Pohon Ulin

Ulin adalah salah satu jenis kayu hutan tropikal basah yang tumbuh secara alami di wilayah
sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Kayu Ulin juga tersebar di kawasan Asia Tenggara,
seperti Pulau Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan Kepulauan Sulu, Sabah, Serawak dan Pulau
Palawan di Filipina diawal tahun 1900-an. Pohon Ulin memiliki nama ilmiah Eusideroxylon
zwageri, pohon ini disebut pohon besi karena merupakan kayu terkuat dari habitat aslinya, Pulau
Kalimantan, kayu ulin juga sangat tahan lama dalam penggunaannya, dan tahan rayap.

Karena terkenal kuatnya, kayu Ulin biasanya digunakan sebagai bahan baku utama untuk
membuat rumah bagi warga Kalimantan yang bermukim di daerah rawa dan perairan. Bahkan,
hampir semua bagian rumah dibuat dengan kayu kuat ini. Atapnya juga dibuat dari potongan tipis

23 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

kayu ulin, disebut atap sirap. Kayu besi ini juga dimanfaatkan sebagai bangunan kontruksi
jembatan, tiang listrik, papan lantai, bantalan rel, pancang dermaga, saluran air, juga lambung
kapal.

Kayu ulin bisa tetap utuh ratusan bahkan sampai ribuan tahun. Bahkan jika terpendam di tanah
tentu usianya lebih lama dibanding di udara terbuka, karena pengaruh cuaca. Tak heran jika di
Kalimantan banyak ditemukan batang kayu ulin yang terpendam di tanah namun masih utuh
sampai sekarang.

Tinggi pohon bisa mencapai hingga 35-50 m dengan panjang batang bebas cabang 5-20 m,
berdiameter 60-80 cm dan juga bisa mencapai hingga 120 cm yang pada saat ini semakin sulit
didapatkan di hutan. Kayu ini juga tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban dan pengaruh air
laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan khas, agak terpisah dari pepohonan lain dan dikelilingi
jalur jalan melingkar dari kayu ulin. Di bagian bawah pohon ulin terdapat bagian yang berlobang.

Sumber : https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/753/pohon-ulin-si-pohon-besi-terkenal-di-kalimantan

Gambar 12. Pohon Ulin

C) Tengkawang Tungkul

Pohon tengkawang tungkul atau meranti merah memiliki nama ilmiah Shorea stenoptera dari
keluarga Dipterocarpaceae. Masyarakat Dayak menyebutnya tembawang. Tengkawang juga
dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama borneo tallow nut atau illepe nut green butter. Pohon
tengkawang tungkul, dapat mencapai tinggi 30 m dengan garis tengah sekitar 60 cm. Batangnya
tegak, lurus, tidak berbanir. Permukaan batangnya berwarna abu-abu serta berbercak-bercak. Daun
tengkawang tungkul tunggal, tebal, kaku, besar, bulat panjang. Buahnya bundar telur, berbulu
tebal, bersayap.

Pohon tengkawang tungkul menghasilkan kayu ringan. Biasanya kayunya dimanfaatkan untuk
konstruksi ringan, yaitu kayu lapis, perabot rumah tangga, dinding rumah, dan bahan kertas.
Penanaman tengkawang tungkul oleh rakyat di Kalimantan Barat dilakukan dengan biji dan setelah
berumur 8 atau 9 tahun baru tampak berbunga serta berbuah. Produksi buah bagus pada umur
pohon sekitar 12 tahun lebih. Buahnya dapat dipakai sebagai sumber penghasil minyak nabati.

Pohon tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatera. Pohon
tengkawang terdiri atas belasan spesies, di antaranya tengkawang tungkul, tengkawang layar,

24 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

tengkawang rambai, tengkawang terendak, tengkawang tengkal, tengkawang bungkus,
tengkawang majau, tengkawang gunung, dan tengkawang pinang. Pohon-pohon tengkawang yang
telah tua dan tidak lagi produktif biasanya ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Kayu
tengkawang dalam dunia perdagangan umumnya tergolong ke dalam kayu meranti merah.

Sumber : http://www.satuharapan.com/read-detail/read/tengkawang-tungkul-maskot-kalimantan-pelembab-
alami-kulit

Gambar 13. Pohon Tengkawang Tungkul

D) Pasak Bumi
Pasak Bumi atau biasa disebut Tongkat Ali merupakan salah satu Tumbuhan Endemik di

Kalimantan Timur. di Indonesia dan Malaysia, akar dari tanaman pasak bumi ini direbus dalam
air, lalu air rebusan tersebut dikonsumsi untuk pemulihan pasca melahirkan, serta
menghilangkan demam, cacing usus, disentri, diare, gangguan pencernaan, dan penyakit
kuning.

Eurycoma longifolia merupakan salah satu tanaman yang tumbuh liar di hutan-hutan Indonesia.
Pada umumnya berbentuk semak atau pohon dengan tinggi dapat mencapai 10 meter. Daunnya
berbentuk majemuk menyirip ganjil, batang berwarna kuning, kulit batang keras, dan terasa sangat
pahit. Tingginya bisa mencapai 15 meter dengan diameter pohon mencapai 20 sentimeter. Pasak
bumi jarang sekali mencapai daerah yang terletak di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut.
Pasak bumi memiliki tipe daun majemuk berbentuk lanset atau bundar telur dengan ujung sedikit
meruncing. Corak perbungaannya bertipe malai dengan warna merah dan seluruh bagian bunga
berbulu halus. Buahnya berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi kuning kemerahan saat
masak. Akarnya tunggang dan tumbuh tegak lurus menusuk ke dalam tanah.

25 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Sumber : https://www.greeners.co/flora-fauna/pasak-bumi-tanaman-obat-tradisional-penambah-stamina/
Gambar 14. Pasak Bumi

E) Akar Karak
Salah satu pohon yang memiliki tinggi 14 meter dan diameter 15 centimeter. Pohon ini

memiliki Batang yang terlihat putih dan akan bergetah jika disentuh. Pohon akar karak ini hanya
dapat ditanam pada ketinggian 1700 mdpl. Atau ditanam di lereng bukit dan dekat aliran sungai.
Penyebarannya yaitu Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand. Sedangkan di Indonesia pohon
ini berada di Sumatera dan Kalimantan.

Sumber : https://belajargiat.id/tumbuhan-langka-di-indonesia/#:~:text=13.%20Akar%20karak,-
sumber%20gambar%3A%20esteem&text=Salah%20satu%20pohon%20yang%20memiliki%20tinggi%2014

%20meter%20dan%20diameter,bukit%20dan%20dekat%20aliran%20sungai.
Gambar 15. Pohon Akar Karak

2. Fauna khas di pulau Kalimantan

Sebagai negara besar dengan ribuan pulau dan luas wilayah mencapai 735.400 mil persegi,
Indonesia dikenal memiliki beragam jenis flora dan fauna dengan karakter. Dari ribuan jenis
satwa yang ada di Indonesia, kurang lebih sekitar 294 jenis flora fauna yang sudah masuk ke
dalam daftar spesies yang terancam punah.

Berikut ini adalah fauna yang ada di pulau Kalimantan :

A) Orang Utan
Orangutan adalah satu-satunya kera besar endemik yang kini hanya tersisa di Pulau Sumatera

dan Kalimantan. Di hutan-hutan wilayah ini, orangutan adalah salah satu penjaga ekosistem yang
berperan sangat vital. Terdapat tiga jenis orangutan di Indonesia, yaitu orangutan Kalimantan
(Pongo pygmaeus), orangutan Sumatera (Pongo abeli), dan orangutan Tapanuli (Pongo
tapanuliensis). Namun, populasinya terus menurun. Sebagai spesies payung, aktivitas orangutan
akan memengaruhi ekosistem di sekitarnya. Orangutan adalah spesies pemakan buah dengan

26 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

daerah jelajah yang luas. Yang jantan daerah jelajahnya bisa mencapai 46 hektar, sementara yang
betina 12 hektar.

Sumber : https://klasika.kompas.id/baca/peran-vital-orangutan/
Gambar 15. Orang Utan Kalimantan

B) Penyu Hijau
Penyu hijau atau Chelonia mydas merupakan salah satu spesies penyu terbesar di lautan. Fauna

ini juga satu-satunya herbivor dalam keluarga penyu dan kini dalam keadaan terancam punah.
Nama penyu hijau bukan dilihat dari cangkangnya, tetapi dari tulang rawan dan lemak di tubuh
mereka. Secara morfologi, penyu ini dapat memiliki panjang hingga 4 kaki atau sekitar 122
sentimeter dengan berat sebesar 190 kilogram. Mereka juga mampu memproduksi 115 telur di
sarangnya dan tiap telur membutuhkan proses inkubasi selama 60 hari. Penyu laut besar ini
memiliki habitat di lautan tropis dan sub-tropis. Di perairan terbuka, spesies ini sangat jarang
terlihat. Namun, mudah ditemukan di perairan yang cukup dangkal, seperti di dalam terumbu
karang, teluk, dan ceruk, kecuali saat bermigrasi. Penyu ini juga tertarik pada laguna yang
memiliki banyak rumput laut dan ganggang. Begitu penyu hijau menetas dan masuk ke lautan,
jarang ada yang kembali ke daratan. Mereka memilih untuk tinggal di sekitar pulau atau pantai
dan menetap di perairan laut dangkal hingga musim kawin. Saat penyu betina berkembang biak,
mereka akan melakukan migrasi panjang ke pantai yang disukai atau tempatnya dilahirkan.

Sumber : https://www.greeners.co/flora-fauna/penyu-hijau-spesies-penyu-terbesar-di-lautan/
Gambar 16. Penyu Hijau

27 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

C) Pesut Mahakam
Pesut Mahakam adalah ikan air tawar yang memiliki kepala berbentuk bulat dengan ukuran

kedua mata yang kecil. Ikan ini berkulit abu-abu dengan warna lebih pucat di bagian bawahnya,
serta tidak memiliki pola-pola khas ditubuhnya. Bentuk sirip dada lebar serta membundar, dan
ia hanya bergerak dalam kawasan kecil. Pesut Mahakam hidup di dalam air yang mengandung
lumpur, namun pesut merupakan ahli dalam mendeteksi serta menghindari adanya rintangan-
rintangan yang dapat membahayakan dirinya. Karena pandangan Pesut Mahakam tidak terlalu
baik.

Pesut mahakam saat ini menjadi kritis, karena populasinya yang terus menurun akibat lalu
lintas di perairan Sungai Mahakam yang kian padat, serta tingginya tingkat erosi dan juga
pendangkalan Sungai akibat pengelolaan hutan disekitar Sungai Mahakam. Kondisi dan
keberadaan ikan pesut mahakam diperkirakan dalam kondisi terancam punah.

Sumber : https://ibukotakita.com/dihuni-beragam-fauna-ini-5-satwa-endemik-kalimantan/
Gambar 17. Pesut Mahakam

D) Owa Kalimantan
Owa Kalimantan adalah satwa yang memiliki tubuh berukuran sedang. Ukuran kepala dan

tubuh owa jantan dewasa sekitar 462 milimeter (mm) hingga 475 mm, sedangkan betina
memiliki ukuran yang lebih besar sekitar 495 mm-496 mm. Owa jantan memiliki berat tubuh
antara 4,9kg hingga 6,5 kg, sementara berat sang betina bisa mencapai 5,9 kg hingga 6,8 kg.
Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) hingga saat ini, owa
Kalimantan kini berada dalam status kritis. Hal ini disebabkan karena berkurangnya luas hutan
rawa gambut yang merupakan habitat asli satwa endemik Kalimantan ini.

28 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Sumber : https://ibukotakita.com/dihuni-beragam-fauna-ini-5-satwa-endemik-kalimantan/
Gambar 18. Owa Kalimantan

E) Burung Enggang
Di dunia, terdapat 57 spesies enggang yang tersebar di Asia dan Afrika, 14 di antaranya ada di

Indonesia. Dari 14 spesies tersebut, 3 di antaranya termasuk spesies endemik yang tidak terdapat
di negara lain. Dari berbagai spesies yang ada, enggang gading adalah yang terbesar dan menjadi
target para pemburu liar karena paruhnya amat mahal. Burung yang panjangnya bisa mencapai
150 cm ini juga menjadi lambang kesetiaan dan kerukunan. Hal ini berangkat dari cara hidupnya
yang unik. Burung enggang hidup berpasang-pasangan dan tidak dapat hidup tanpa pasangannya.

Burung enggang betina suka bertelur di lubang pohon. Sarangnya ditutupi lumpur dan hanya
menyisakan sedikit lubang. Saat mengerami telurnya, enggang betina tinggal di dalam sarang.
Selama waktu pengeraman yang berlangsung lama ini (sekitar 4 bulan), enggang jantan akan
memberi makan enggang betina melalui lubang kecil tersebut. Sekarang, burung yang berperan
dalam penyebaran benih pohon di hutan ini menjadi burung yang sangat langka dan sangat sulit
ditemui di hutan Kalimantan. Penyusutan populasi enggang berakibat pada pelambatan
pertumbuhan benih-benih pohon.

Habitat burung ini sebagian telah rusak oleh penebangan liar dan pengalihan hutan menjadi
perkebunan kelapa sawit. Belum lagi ulah para pemburu liar. Reproduksi enggang sendiri makan
waktu cukup lama. Harga paruh dan bulu burung enggang yang sangat mahal menarik orang untuk
memburunya.

Sumber : https://kalimantantoday.com/2016/08/29/kalbar-jadi-pusat-konservasi-burung-enggang/
Gambar 19. Burung Enggang

29 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Penugasan 2, Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Tujuan : Membuat peta persebaran flora dan fauna di Indonesia dan menempatkan hewan dan
tumbuhan endemik dan langka berdasarkan persebarannnya.
Media : Berbagai sumber referensi yang terkait
Langkah-langkah :

1. Carilah referensi yang terkait dengan peta persebaran flora dan fauna
2. Gambarlah peta tersebut pada kertas gambar A5
3. Identifikasilah hewan dan tumbuhan khas dan langka yang terdapat di daerah Anda dan

tempelkan pada peta yang telah Anda buat
4. Tuliskan pendapat Anda mengapa hewan/tumbuhan tersebut langka dan upaya apa yang

dapat dilakukan untuk mencegah kepunahannya.

30 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Rangkuman

1. Persebaran dan jenis flora dan fauna yang ada di indonesia juga dipengaruhi oleh
pemisahan oleh garis khayal yaitu, garis Wallace dan garis Weber.

2. Garis Wallace merupakan suatu garis imajiner yang membagi kepulauan Indonesia ke
dalam dua daerah. Garis tersebut ditarik melalui kepulauan Melayu, di antara
Kalimantan (Borneo) dan Sulawesi (Celebes) dan di antara Bali dan Lombok.

3. Garis Weber merupakan suatu garis imajiner yang menetapkan batas penyebaran
hewan dari Australia ke Indonesia bagian Timur.

31 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Uji Kompetensi 2

Kerjakan di buku tugasmu!
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Kemiripan fauna Indonesia bagian barat dengan benua Asia dan fauna Indonesia timur dengan
Australia disebabkan oleh faktor ....
A. cuaca
B. biotik
C. geologi
D. edafik
E. topografi

2. Unsur klimatik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah ….
A. Temperature dan relief
B. Relief dan tanah
C. Tanah dan udara
D. Tanah dan batuan
E. Kelembaban dan temperatur

3. Di bawah ini merupakan macam-macam hewan Indonesia bagian barat, kecuali ….
A. Harimau
B. Gajah
C. Anoa
D. Badak
E. Siamang

4. Hutan dengan ciri pohonnya berdaun lebat, sehingga matahari tidak dapat menembus ke
celah-celah daun sampai ke tanah disebut . . .
A. Hutan hujan tropis
B. Hutan musim
C. Hitan taiga
D. Hutan gugur
E. Tundra

32 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

5. Perhatikan gambar

Contoh fauna wilayah P adalah ....
A. komodo
B. tapir
C. kasuari
D. anoa
E. gajah

6. Persebaran flora dan fauna di muka bumi tidak merata. Hal ini menandakan bahwa ….
A. Beberapa jenis fauna telah punah akibat bencana alam dan seleksi alam
B. Terdapat hubungan yang sangat erat antara flora dan fauna
C. Tidak semua flora dan fauna dapat hidup dan berkembang pada wilayah tertentu
D. Topografi/ketinggian tempat merupakan rintangan bagi flora dan fauna untuk menyebar.
E. Jenis tanah merupakan faktor utama bagi flora dan fauna untuk hidup dan berkembang

7. Fauna endemik dari wilayah Indonesia adalah ….
A. Gajah, badak, dan komodo
B. Banteng, komodo, dan anoa
C. Kelinci, gajah, dan komodo
D. Orang utan, anoa, dan komodo
E. Banteng, burung maleo, dan jerapah

8. Tanaman mangrove banyak terdapat di daerah tropis. Tanaman mangrove berfungsi untuk ….
A. menahan erosi air laut
B. tempat memancing
C. sumber kayu
D. tempat hidup ikan
E. sumber makanan
9. Wilayah persebaran flora dan fauna yang termasuk bagian tengah (peralihan) adalah ….
A. Papua
B. Sumatra
C. Pulau-pulau kecil di sekitar pulau Jawa

33 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

D. Kalimantan
E. Sulawesi
10. Berikut ini merupakan jenis hewan khas daerah peralihan adalah ….
A. sapi
B. gajah
C. kasuari
D. anoa
E. harimau
B. Tulislah jawaban dari pertanyaan berikut ini!
1. Sebut dan jelaskan pembagian flora dan fauna yang ada di Indonesia?
2. Apa sajakah jenis flora dan fauna khas pulau Kalimantan?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan fauna endemik, dan sebutkan fauna endemik di Indonesia?
4. Apa makna Burung Enggang bagi masyarakat Suku Dayak?
5. Kayu kamper dan Meranti tumbuh sangat baik di daerah mana?

34 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

UNIT 2, KEANEKARAGAMAAN HAYATI
• Materi 1, Keunikan Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Keunikan Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat
ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke
selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di
daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis. Hutan
hujan tropis merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Persebaran
hutan hujan tropis di Indonesia berada di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi,
dan Papua. Keberagaman flora dan fauna di Indonesia termasuk tinggi di dunia, jauh lebih tinggi
daripada Amerika Selatan dan Afrika yang juga beriklim tropis. Berdasarkan negara, lima negara
terluas yang memiliki hutan hujan tropis berturut-turut adalah sebagai berikut; Brasil, Republik
Demokratik Kongo, Indonesia, Peru dan Kolombia.

Sumber : https://id.fsc.org/id-id/program-fsc-indonesia/hari-ini-aku-belajar-hiab/hutan-hujan-
tropika#:~:text=persebaran%20hutan%20hujan%20tropis%20di,Afrika%20yang%20juga%20beriklim%2

0tropis.
Gambar 20. Hutan Hujan Tropis

35 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Peta Konsep

Keanekaragaman Keunikan Hutan Hutan Hujan Tropis
Hayati Hujan Tropis di Indonesia

Hutan Hujan Tropis
di Kalimantan

Kata kunci

➢ Keanekaragaman hayati, keunikan, hutan hujan tropis

36 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

A. Keunikan Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki iklim tropis. Keberadaannya berada di
antara sejajar dengan garis khatulistiwa. Daerah ini memiliki banyak sekali keistimewaan. Salah
satunya adalah memiliki 2 musim yang akan terbagi sempurna. Seperti musim penghujan dan
musim panas yang terjadi sepanjang tahun. Selain itu, dengan keberadaanya yang selalu
mendapatkan sinar matahari menjadikan negara kita mudah untuk beradaptasi. Karena musimnya
tidak terlalu ekstrim dan terkesan mudah untuk beradaptasi. Jadi tidak heran jika banyak hewan
dan tumbuhan yang beraneka ragam. Mereka bisa bertahan dan menyesuaikan diri di tengah iklim
tropis ini.

Jika di bandingkan dengan hewan hewan yang ada di dunia, Indonesia merupakan negara yang
kaya akan keanekaragaman hayati berbagai macam flora dan fauna asli Indonesia. Banyak hewan
yang hanya bisa tinggal dan berada di Indonesia. Ada banyak hewan yang hanya bisa di temui di
Indonesia. Misalnya adalah komodo, badak bercula satu, gajah sumatra, burung cendrawasih, dan
lain sebagainya. Selain dari bangsa fauna, juga ada keaneka ragaman dari bangsa flora. Banyak
sekali tanaman yang sangat indah di Indonesia. Menariknya adalah tanaman tersebut hanya bisa
di temui di Indonesia. Misalnya adalah bunga bangka, bunga raflessia arnoldi, bunga anggrek
tanduk rusa, dan lain sebagainya. Lalu apa yang dinamakan dengan bioma ? Apakah ada
hubungannya dengan hutan ? dan dengan Iklim di Indonesia yang tropis, apakah juga ada
pengaruhnya ?.

1. Bioma Hutan Hujan Tropis

Jika di artikan dengan iklim dan juga wilayah geografis memiliki makna suatu yang mempunyai
karakteristik geografis dengan iklim yang serupa. Sama halnya dengan komunitas tumbuhan,
hewan, komunitas organisme yang tinggal di tanah, termasuk pula bakteri, virus, serta seluruh
ekosistem yang ada di dalamnya. Dalam bioma tidak membahas perbedaan genetik, takson, atau
peristiwa historikal. Namun mereka akan di tentukan dengan struktur tumbuhan yang ada, misal
antara pepohonan satu dengan yang lain, semak semak dan juga rumput rerumputan. Lalu jenis
dedaunan, seberapa jauh jarak antar tumbuhan serta iklim yang ada di sana.

Adanya interaksi antara satu unsur dengan unsur lainnya juga terjadi dalam satu bioma.
Misalnya antara air, iklim, organisme dengan tanah yang hidup dalam satu lingkungan yang sama.
Hal ini akan menjadi suatu komunitas yang klimaks, di mana terdapat berbagai macam populasi
hidup di dalamnya. Dengan adanya komunitas yang klimaks berguna sebagai penanda suatu
daerah, bahwa di sana terdapat vegetasi yang mendominasi. Karena sudah terjadi suatu interaksi,
maka komunitas di sana akan stabil.

Banyak sekali macam bioma yang ada. Di sesuaikan dengan wilayah dan komunitas yang ada
didaerah tersebut. Dilihat dari karakteristiknya ada 7 jenis bioma, yakni :

1) Bioma stepa atau bioma padang rumput
2) Bioma tundra atau bioma yang ada di kutub
3) Bioma taiga atau bioma yang tersusun atas satu spesies
4) Bioma gurun atau bioma yang ada di gurun atau di padang pasir
5) Bioma hutan hujan tropis atau bioma hutan basah atau lembab
6) Bioma hutan gugur atau bioma yang ada di iklim sedang

37 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

7) Bioma sabana atau bioma padang rumput yang di selingi dengan kelompok semka dan
pohon

Sedangkan yang di maksud dengan bioma hutan hujan tropis adalah bentuk suatu bioma berupa
hutan, yang mana keadaanya selalu lembab atau basah. Biasanya banyak di temui didaerah yang
di lewati oleh garis lintang khatulistiwa, yakni berada dalam lintang 0⁰ sampai dengan 10⁰
melintang dari utara ke selatan. Biasanya pada daerah ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi.
disebut dengan bioma hutan hujan tropis, karena lokasinya berada pada iklim tropis yang memiliki
curah hujan tinggi serta selalu mendapatkan penyinaran matahari sepanjang tahun. Bioma hutan
hujan tropis ini banyak ditemui di daerah benua di dunia seperti Asia, Australia, Afrika, Amerika
Selatan dan Tengah, Kepulauan Pasifik serta Mexico.

Ciri ciri dari bioma hutan hujan tropis :

1) Curah hujan, yang paling membedakan bioma hutan hujan tropik dengan beberapa bioma
lainnya adalah tingkat curah hujan. Sebab dalam bioma hutan hujan tropik ini memiliki
curah hujan yang cenderung tinggi. Bahkan total curah hujan yang ada pada hutan hujan
tropik ini lebih dari 2000 mm per tahunnya. Oleh karena itu, dinamakan dengan bioma
yang lembab dan basah. Sepanjang tahunnya, hutan yang hidup di daerah ini selalu
mendapatkan hujan. Biasanya tanaman dan hewan yang ada pada bioma ini memiliki
keanekaragaman yang luar biasa banyaknya. Sebab pada iklim inilah pohon dan hewan
paling mudah beradaptasi.

2) Banyak pohon yang tinggi, banyak pepohonan yang bisa tumbuh subur dan makmur di
hutan ini. Dibuktikan dengan banyaknya pohon-pohon tinggi. Pohon-pohon tersebut dapat
tumbuh dengan baik. Jika di ukur, tinggi dari pohon-pohon ini bisa mencapai 20 meter
sampai dengan 40 meter. Meskipun sinar matahari selalu tampak, tetapi sinar matahari
tersebut sulit menembus karena sinarnya selalu terhalang oleh dahan-dahan pohon.

3) Sinar matahari yang tidak mencapai tanah, ini bukan berarti bahwa bioma hutan hujan
tropis tidak mendapatkan sinar matahari. Justru mereka selalu mendapatkan penyinaran
matahari sepanjang tahun. Hanya saja tidak bisa sampai menembus dasar hutan. Sehingga
berada di bawah pepohonan akan tampak waktunya selalu sama. Karena sinar matahari
yang menyinari terhalang oleh pepohonan, oleh ranting, dahan, dan dedaunan.

4) Pohon memiliki daun yang lebat, karena adanya sinar matahari sepanjang tahun, maka
pertumbuhan pohon-pohon yang ada di sini cukup baik. Mereka bisa berfotosintesis
dengan sempurna. Sehingga nutrisinya terpenuhi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya pohon
yang menjulang sampai ke angkasa. Juga pada dedaunan yang lebat, menghalangi sinar
matahari yang masuk. Warna dari dedaunannya juga hijau menyegarkan itulah salah
satu keunikan hutan hujan tropis.

5) Memiliki iklim yang mikro di lingkungannya, pohon-pohon yang ada didalam hutan
hujan tropis memiliki iklim yang mikro. Ini biasanya di temukan pada sekitar permukanan
tanah. Selain itu pada pepohonan juga ada pula, yakni berada di bawah kanopi daun. Hal
ini membuat dedaunan yang ada pada pohon-pohon berbentuk seperti tudung. Dapat
memayungi tanaman yang ada di bawahnya.

38 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

2. Manfaat dan Fungsi Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis mempunyai vegetasi flora dan fauna yang sangat beragam. Bahkan hampir
2/3 hewan-hewan yang ada di dunia ini berasal dari hutan hujan tropis. Artinya hutan hujan
tropis merupakan habitat yang cocok bagi flora dan fauna. Selain itu, dengan banyakanya spesies
tumbuhan yang ada didalam hutan hujan tropis, oksigen yang dihasilkan dapat memenuhi 40%
oksigen yang ada di dunia. Berbicara soal oksigen, tidak lengkap kalau tidak membahas dari sisi
karbon dioksida. Dengan produksi oksigen yang banyak tersebut, itu artinya penyerapan kadar
karbon dioksidanya juga tinggi, dengan penyerapan karbon dioksida yang tinggi itu hutan hujan
tropis akan menjaga bumi kita dari polusi. Iklim pun akan stabil dan global warming bisa dicegah.

Di samping itu, banyaknya pohon yang ada di hutan hujan tropis akan membuat penyerapan air
menjadi lancar. Hasilnya, banjir dan tanah longsor bisa dicegah dengan baik. Hutan hujan tropis
juga menjadi sumber penghidupan mereka yang ada di pedalaman. Hasil-hasil berupa kayu, madu,
getah, dan lain sebagainya dapat dijadikan nilai ekonomis. Tentu, selama pemanfaatannya
melakukan penghitungan terlebih dahulu. Bukan sembarang tebang sampai habis.

Hewan dan tumbuhan yang ada di dalamnya juga bermanfaat bagi pengobatan. Bahkan ¼
pengobatan alami berasal dari hutan hujan tropis. Salah satu spesiesnya, misalnya. Kelelawar
vampir yang air liurnya dapat dijadikan obat pencegah penyakit jantung. Quinine yang dihasilkan
oleh pohon Cinchona juga dapat menjadi alternatif pengobatan malaria. Di samping itu, hutan
hujan tropis juga seringkali dijadikan tempat wisata dan lokasi penelitian.

Dari segi akademik, para ahli juga seringkali melakukan penelitian di hutan hujan tropis demi
mengeksplor flora maupun fauna yang ada di sana. Satu hal yang perlu diingat adalah, hutan hujan
tropis yang ada di dunia semakin sedikit dan cenderung daerah yang belum terjamah.

B. Hutan Hujan Tropis di Kalimantan

Pulau Kalimantan adalah salah satu paru-paru dunia karena luas hutannya, yaitu sekitar 40,8
juta hektar. Sayangnya laju deforestasi di Kalimantan demikian cepatnya. Menurut data yang
dikeluarkan Departemen Kehutanan, angka deforestasi di Kalimantan pada 2000 sampai dengan
2005 mencapai sekitar 1,23 juta hektare. Artinya sekitar 673 hektare hutan di Kalimantan
mengalami deforestasi setiap harinya pada periode tersebut. Luas hutan di seluruh provinsi yang
ada di Kalimantan mencapai sekitar 40,8 juta hektare. Sementara itu menurut Greenpeace, hutan
di Kalimantan hanya tersisa 25,5 juta di tahun 2010.

39 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Sumber : https://id.fsc.org/id-id/program-fsc-indonesia/hari-ini-aku-belajar-hiab/hutan-hujan-
tropika#:~:text=persebaran%20hutan%20hujan%20tropis%20di,Afrika%20yang%20juga%20beriklim%2

0tropis.

Gambar 21. Hutan Tropis

Jenis-jenis hutan hujan tropis Kalimatan :

1. Taman Nasional Kayan Mentarang

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) memiliki luas 1.271.696,56 hektar (berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.4787/Menhut-VII/KUH/2014) yang terletak di
2 (dua) kabupaten, yakni Kabupaten Malinau dan Nunukan. Secara administrasi kecamatan,
kawasan TNKM yang berada di Kabupaten Malinau meliputi wilayah Kecamatan Kayan Hilir,
Kecamatan Pujungan, Kecamatan Bahau Hulu, Kecamatan Sungai Tubu, dan Kecamatan
Mentarang Hulu. Sedangkan secara administrasi kecamatan, kawasan TNKM yang berada di
Kabupaten Nunukan meliputi Kecamatan Krayan Selatan, Kecamatan Krayan dan Kecamatan
Lumbis Ogong. Kawasan TNKM mencakup 11 (sebelas) wilayah adat besar, yaitu Lumbis Hulu,
Krayan Hulu, Krayan Tengah, Krayan Hilir, Krayan Darat, Mentarang Hulu, Tubu, Hulu Bahau,
Pujungan, Kayan Hilir dan Kayan Hulu.

Secara geografis, TNKM berada pada 40 07’ 38,94” s/d 20 08’ 48,12’’ Lintang Utara dan 1150
54’ 06,27” s/d 1140 48’ 38,90’’ Bujur Timur . Taman Nasional ini berbentuk panjang menyempit
dan mengikuti batas internasional dengan negara bagian Malaysia (Sabah dan Serawak). TNKM
merupakan kawasan konservasi terbesar di Pulau Kalimantan dan termasuk salah satu yang
terbesar di wilayah Asia Pasifik. Berdasarkan sistem Koppen, iklim di bagian kawasan Taman
Nasional yang memiliki elevasi lebih rendah diklasifikasikan sebagai tipe A atau iklim tropis
hujan tanpa musim kemarau serta suhu tinggi di sepanjang tahun walaupun tidak terdapat stasiun
meteorologi pada daerah yang memiliki elevasi yang tinggi. Wilayah Taman Nasional secara
keseluruhan termasuk tipe A atau Agroklimatik paling basah di Indonesia (Oldeman et al., 1980
dalam RPTNKM 2001-2025 Buku II).

Pola curah hujan ditentukan oleh angin musim kering yang datang dari arah tenggara (bulan
Mei – Oktober) dan angim musim hujan dari arah barat laut (bulan Nopember – April). Periode
paling basah terjadi pada bulan Nopember – Februari dan periode paling kering terjadi pada bulan
Juli – Oktober. Penyebaran curah hujan di dalam
Taman Nasional sangat kompleks. Daerah-daerah paling kering terdapat di daerah pedalaman dan
lembah-lembah sepanjang hulu Sungai Kayan dengan curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.
Sedangkan di daerah lainnya curah hujan rata-rata berkisar antara 3000-4000 mm/tahun.

Keadaan angin di wilayah TNKM biasanya relatif kecil, berhembus dari arah tenggara pada
bulan Mei – Oktober serta dari arah barat laut pada bulan Nopember – April. Kawasan ini tidak
terpengaruh oleh topan tropis karena lokasinya berdekatan dengan garis khatulistiwa. Pada daerah-
daerah berbukit biasanya tertutup oleh awan hampir sepanjang tahun, sehingga radiasi sinar
matahari untuk fotosintesis berkurang. Dengan bertambahnya elevasi, keadaan iklim menjadi lebih
dingin dan lembab. Setiap kenaikan elevasi sebesar 1000 meter akan terjadi penurunan suhu rata-
rata sekitar 5 0C atau setara dengan pergeseran sejauh 100 dari khatulistiwa. Curah hujan yang

40 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

lebih tinggi pada salah satu sisi gunung atau punggung bukit sering kali berpengaruh terhadap tipe
dan struktur vegetasi.

2. Taman Nasional Betung Kerihun

Taman Nasional Betung Kerihun dibagi dalam empat wilayah, yakni DAS Embaloh, DAS
Sibau, DAS Mendalam, dan DAS Kapuas. Masing-masing wilayah memiliki daya tarik sendiri.
Dengan bentang alam yang luas dan unik ini Taman Nasional Betung Kerihun menyimpan
kekayaan keanekaragaman hayati yang begitu tinggi. Potensi kawasan taman nasional tersebut
sangat besar. Di dalamnya ada berbagai jenis keanekaragaman hayati, potensi hidrologi, potensi
jasa wisata. Tidak kurang ada 1.216 jenis flora dan tidak kurang dari 75 spesies diantaranya spesies
yang endemik Pulau Kalimantan. Dari jenis fauna tidak kurang ada 48 jenis mamalia. Mamalia
besar yang ada adalah orang utan, beruang madu.

Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun juga terdiri dari berbagai jenis ekosistem, termasuk
hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan hutan lumut. Ketinggian kawasan ini terletak antara
30-1960 meter di atas permukaan laut. Di kawasan tersebut juga terdapat beragam tanaman obat.
Setidaknya ada 12 jenis jamur yang tercatat yang dikoleksi taman nasional. Tanaman paku-pakuan
ada sekitar 133 jenis yang telah teridentifikasi. Keanekaragaman lumut tergolong lengkap, jika
beruntung bisa melihat bunga bangkai yang sedang mekar. Selain itu ada beragam jenis anggrek
yang ditemui di kawasan tersebut. Untuk fauna selain ada orang utan yang menjadi satwa kunci
dan primadona, juga bisa ditemui satwa lain seperti owa, hewan jenis amphibi, burung, ikan atau
reptil.

Dikukuhkan menjadi Cagar Biosfer Baru Pada Juli 2018, Taman Nasional Betung Kerihun,
Taman Nasional Danau Sentarum dan Kapubaten Kapuas Hulu dikukuhkan UNESCO sebagai
Cagar Biosfer baru dengan nama Cagar Biosfer Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu. Status
cagar biosfer menegaskan pengakuan dunia internasional dan penyemangat untuk terus
melestarikan dan menjaga Bumi Uncak Kapuas dari kerusakan akibat ulah manusia. Cagar Biosfer
adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama program Man and The Biospher
(MAB-UNESCO). Di mana untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan
pembangunan berkelanjutan, berdasarkan atas upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang
handal.

3. Hutan Lindung Sungai Wain

Udara segar dan bersih tercium, saat memasuki kawasaan Hutan Lindung Sungai Wain
(HLSW) yang terletak 15 kilometer dari pusat kota Balikpapan. Jenis pohon yang dominan di
hutan ini antara lain Bangkirai, (Shorea Laevis), Ulin (eusideroroxylon zwageri) dan Gaharu
(aquilaria malaccensis). Selain dari jenis pohon kanopi tersebut, hutan lindung ini juga
mempunyai keragaman jenis yang tinggi untuk jenis epifit (anggrek dan pakis) serta tumbuhan
merambat (liana) lainnya. Luas HLSW sekitar 9,782 hektar dan memiliki dua Daerah Aliran
Sungai (DAS) yang menjadi daerah tangkapan air bagi kota Balikpapan. Dahulu, hutan lindung
tersebut hanya diperuntukan bagi peneliti yang akan meneliti flora dan fauna yang terdapat di

41 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

hutan lindung. Namun saat ini pihak pengelola, mulai membuka diri dengan menggunakan
sebagian zona depannya untuk pendidikan dan ekowisata.

Hal ini dilakukan karena pentingnya mengetahui manfaat dan kegunaan hutan lindung bagi
masyarakat, terutama masyarakat Balikpapan. Kendati relatif kecil, hutan ini tetap menjadi incaran
pembalak liar. Ancaman lainnya yang semakin menghantui hutan lindung, yakni maraknya
ekspansi modal dan pembangunan. Beberapa daerah di kawasan yang dekat dengan hutan lindung,
saat ini telah mulai banyak muncul industri dan pemukiman, seperti kawasan industri Kariangau
yang hanya berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari hutan lindung, selanjutnya aktifitas
tambang batubara hingga rencana pembangunan jembatan Pulau Balang.

Meskipun HLSW sering terdengar, namun setiap bulannya masih sedikit wisatawan yang
datang ke hutan lindung. Apalagi untuk wisatawan lokal, jarang sekali mampir ke hutan lindung.
Sementara itu, penawaran kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan
mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat
lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan, atau biasa di sebut ekowisata, telah dilakukan
pihak pengelola hutan lindung. Lindung selalu melakukan pengamatan, di kawasan ekowisata.
Pengamatan yang dilakukan seperti pengamatan flora maupun fauna yang ada di sekitar jalur
ekowisata. Hal tersebut untuk mengetahui titik-titik dimana terdapat fauna maupun flora di
kawasan jalur ekowisata.

Saat ini pihak pengelola hutan lindung mencoba mengajukan hutan ini agar menjaid bagian dari
program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation atau disingkat REDD+.
Yaitu suatu mekanisme global yang bertujuan untuk memperlambat perubahan iklim dengan
memberikan kompensasi kepada negara berkembang untuk melindungi hutannya. Dan saat ini
berkembang dengan tambahan konservasi dan pengelolaan hutan secara lestari, pemulihan hutan
dan penghutanan kembali, serta peningkatan cadangan karbon hutan.

4. Taman Nasional Kutai

Taman Nasional Kutai atau lebih sering disebut sebagai TNK merupakan taman nasional yang
terletak di Kabupaten Kutai Timur serta sebagian wilayah dari Kota Bontang. Total luas lahan TN
Kutai sebesar 192.709,55 ha. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki
ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu
pengerahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Secara administrasi TNK terletak di tiga wilayah, yaitu kabupaten Kutai Timur, kabupaten
Kartanegera, dan Kota Bontang. Adapun letak geografisnya berada pada 0°7’54’’ – 0°33’53’’ LU
dan 116°58’48’’ – 117°35’29’’ BT. Berdasarkan hasil citra radar yang diolah pada tahun 2005,
Taman Nasional Kutai memiliki topografi datar sebesar 92% dari seluruh kawasan, sementara
topografi bergelombang sebesar 8% berupa perbukitan.

Kondisi geologis kawasan taman nasional ini terbagi menjadi tiga, yaitu di area pantai berupa
terumbu karang dan batuan sedimen alluvial induk, pada area tengah berupa batuan miosen atas,
serta bagian barat berupa batuan sedimen bawah. Sementara itu, jenis tanah yang dapat ditemukan
di area daratan adalah tanah alluvial dan organosol gleihumus. Pada area pegunungan lipatan dan

42 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

bukit adalah tanah podsolik merah kuning. Sedangkan di pegunungan patahan adalah jenis tanah
podsolik, litosol, dan latasol.

Berdasarkan klasifikasi dari Schmidt dan Ferguson, iklim TNK adalah tipe B dengan nilai Q
antara 14,3 % hingga 33,3 %. Curah hujan rata-rata dalam setahun adalah 1543,6 mm. Suhu rata-
rata adalah 26 derajat celcius dengan kelembaban 67% – 9% serta kecepatan angin normal rata-
rata sebesar 2 – 4 knot/jam. Beberapa sungai yang mengalir di kawasan ini adalah Sungai Palakan,
Sungai Banu Muda, Sungai Teluk Pandan, Sungai Melawan, dan berbagai sungai lainnya.

Ada beberapa tipe ekosistem yang dapat ditemukan di kawasan taman nasional ini. Pertama
adalah hutan Dipterocarpaceae campuran di bagian timur. Selain itu, ada hutan Ulin-Meranti-
Kapur yang berada di bagian barat. Di sepanjang pantai Selat Makassar terdapat vegetasi hutan
mangrove dan tumbuhan pantai. Tidak hanya itu, terdapat pula vegetasi hutan rawa air tawar,
vegetasi hutan kerangas, dan vegetasi hutan tergenang ketika terjadi banjir.

43 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Penugasan 1, Keunikan Hutan Hujan Tropis di Indonesia

Tujuan : Mengetahui keunikan hutan hujan tropis yang ada di indonesia.
Media : Keunikan hutan di sekitar tempat tinggal.
Langkah-langkah:

1. Amatilah hutan yang terdapat di sekitar tempat tinggal Anda
2. Identifikasilah keunaikan apa yang ada di hutan yang terdapat di sekitar tempat tinggal

Anda.
3. Tuliskan manfaat dan keunikan dari hutan yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.
4. Buatlah tulisan berupa esaay tentang keunikan yang telah Anda dapatkan dari hasil

identifikasi yang telah Anda lakukan.

44 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Rangkuman

1. Ciri-ciri hutan tropis sendiri terletak di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia
bagian Utara, Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian Amerika Selatan.
Wilayah Indonesia menjadi salah satu wilayah yang menjadi tempat hutan hujan tropis
tersebut. Hutan hujan tropis ini berada di wilayah dengan curah hujan 2.000-11.000 mm
pertahun, dengan rata-rata suhunya 25 derajat celcius.

2. Jumlah spesies pohon di hutan hujan tropis lebih besar daripada spesies pohon lainnya.
Karena salah satu spesies hutan terbesar di Kalimantan memiliki lebih dari 40.000 spesies
tanaman.

3. Keunikan hutan hujan tropis Indonesia terletak pada kekayaan spesies Indonesia sehingga
kita harus memiliki cara untuk melestarikan kelestarian hutan. Jenis-jenis pohon di hutan
hujan tropis Indonesia lebih banyak daripada hutan hujan tropis di beberapa negara.

45 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Uji Kompetensi 1

Kerjakan di buku tugasmu!

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Interaksi antara suhu, kelembaban, angin altitudinal, latitudinal dan topografi menghasilkan
daerah iklim yang luas dinamakan...

A. Biosfer
B. Bioma
C. Ekosistem
D. Vegetasi
E. Ekologi

2. Penyebaran bioma secara urut adalah....
A. Gurun-hutan gugur-hutan hujan tropis-savana-taiga-tundra
B. Gurun-padang rumput-hutan gugur-hutan hujan tropis-taiga-tundra
C. Gurun-savana-hutan gugur-hutan hujan tropis-tundra-taiga
D. Gurun-padang rumput-hutan hujan tropis-hutan gugur-tundra-taiga
E. Gurun-savana-hutan hujan tropis-hutan gugur-taiga-tundra

3. Salah satu fungsi pengaturan dari hutan hujan tropis adalah….
A. Menyediakan lapangan kerja
B. Sebagai habitat tempat hidup berbagai hewan
C. Memperbaiki nilai estetis dan bentang alam
D. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
E. Perdagangan internasional

4. Keberadaan hutan pada suatu wilayah terhadap curah hujan berkaitan dengan proses….
A. Transpirasi
B. Evaporasi
C. Respirasi
D. Evapotranspirasi
E. Presipitasi

5. Pengaruh tidak langsung keberadaan hutan tropis terhadap suhu terjadi karena….
A. Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menyerap sinar matahari
B. Tumbuhan melakukan proses evaporasi
C. Tumbuhan memiliki kemampuan menyerap senyawa CO2
D. Seluruh komponen di hutan kecuali tumbuhan mengalami proses transpirasi
E. Sebagai sumber kehidupan bagi fauna

6. Keberadaan hutan hujan tropis akan membantu proses konservasi tanah dan air, karena….
A. Menurunkan laju inflasi
B. Mempercepat aliran permukaan

46 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

C. Mempertahankan sifat fisik, kimia, dan biologis tanah
D. Mempercepat proses dekomposi di lantai tanah
E. Dapat memperbaiki pH tanah

7. Hutan dengan ciri pohonnya berdaun lebat, sehingga matahari tidak dapat menembus ke celah-
celah daun sampai ke tanah disebut . . .
A. Hutan hujan tropis
B. Hutan musim
C. Hutan taiga
D. Hutan gugur
E. Tundra

8. Liana merupakan jenis tumbuhan khas yang hidup pada bioma ….
A. Hutan musim
B. Hutan konifer
C. Hutan sabana
D. Hutan hujan tropis
E. Stepa

9. Karakteristik vegetasi di hutan hujan tropis berbeda dengan karaktersitik vegetasi di gurun.
Setiap kawasan tersebut mempunyai jenis fauna khas. Kedua fakta tersebut berkaitan dengan...
A. Perbedaan topografi sebagai media pertumbuhan flora
B. Daya adaptasi tanaman di daerah tropis terhambat
C. Kesuburan tanah bagi habitat berbagai jenis fauna
D. Tumbuhan sebagai sumber makanan bagi fauna
E. Curah hujan selalu tinggi di daerah ekuator

10. Perhatikan karektristik hutan berikut!
(1) Terbentuk kanopi oleh lebatnya daun
(2) Di bagian dalam udaranya lembab
(3) Pepohonannya besar dan tinggi
Karakteristik hutan tersebut menunjukkan bioma...
A. Hutan musim
B. Hutan konifer
C. Hutan peluruh
D. Hutan mangrove
E. Hutan hujan tropis

B. Tulislah jawaban dari pertanyaan berikut ini!

1. Apa yang dimaksud dengan Hutan Hujan Tropis ?
2. Sebutan ciri-ciri dari Hutan Hujan Tropis ?
3. Sebut dan jelaskan manfaat dari adanya Hutan Hujan Tropis ?
4. Sebut dan jelaskan fungsi dari Hutan Hujan Tropis ?
5. Sebutkan apa saja Hutan Hujan Tropis yang ada di Kalimantan dan jelaskan salah satu keunikan

dari Hutan Hujan Tropis di Kalimantan ?

47 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

UNIT 3, KEANEKARAGAMAN HAYATI
• Materi 1, Pemanfaatan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Keanekaragaman hayati Indonesia adalah sumber daya yang penting bagi pembangunan
nasional. Sifatnya yang mampu memperbaiki diri merupakan keunggulan utama untuk dapat
dimanfaatkan secara berkelanjutan. Sejumlah besar sektor perekonomian nasional tergantung
secara langsung ataupun tak langsung dengan keanekaragaman flora-fauna, ekosistem alami, dan
fungsi-fungsi lingkungan yang dihasilkannya. Konservasi keanekaragaman hayati, dengan
demikian sangat penting dan menentukan bagi keberlanjutan sektor-sektor seperti kehutanan,
pertanian, dan perikanan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri dan kepariwisataan, serta sektor-
sektor lain yang terkait dengan sektor tersebut.

Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/manfaat-keanekaragaman-hayati/
Gambar 22. Manfaat Keanekaragaman Hayati

48 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C

Peta Konsep Pemanfaatan Manfaat
Keanekaragaman Keanekaragaman
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Hayati Hayati

Pelestarian
Keanekaragaman

Hayati

Kata Kunci

➢ Keanekaragaman, manfaat, pelestarian, kekayaan

49 | M o d u l B i o l o g i P a k e t C


Click to View FlipBook Version