The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Kesetaraan Bahasa Indonesia Paket B Materi Cerita Rakyat Fabel Lagenda

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by PENDIDIKAN MASYARAKAT, 2020-12-09 22:58:50

06_BAHASA INDONESIA_TRISKA RAHAYU VERALION

Modul Kesetaraan Bahasa Indonesia Paket B Materi Cerita Rakyat Fabel Lagenda

[Type the
document
title]

[Type the document
subtitle]

User

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia-
Nya, saya dapat menyelesaikan penulisan MODUL CERITA RAKYAT PAKET B. Dalam
modul ini warga belajar diajak untuk mengetahui dan memahami jenis,macam dan karakteristik
dalam cerita rakyat yang ada didaerah masing masing terutama untuk Kalimantan.

Oleh karena itu, dalam modul ini setiap kegiatan pembelajaran nya memuat tentang
uraian materi. Sebagai tolak ukur apakah warga belajar mampu memahami materi yang
disajikan, di setiap akhir kegiatan pembelajaran juga dilengkapi dengan tugas dan latihan.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan modul ini.

Untuk itu, kritik dan saran kesempurnaan modul ini sangat diharapkan. Penulis
berusaha menyusun modul ini sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan tutor sehingga
terdapat kegiatan belajar-mengajar yang lebih komunikatif dan optimal.Semoga modul ini
dapat memberi manfaat dalam menambah pengetahuan dalam cerita rakyat didaerah setempat.

Berau, 28 November 2020

Triska Rahayu V

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 3

DAFTAR ISI

Halaman Cover

Kata Pengantar .................................................................................................. 3

Daftar Isi .............................................................................................................. 4

Petunjuk Penggunaan Modul .......................................................................... 6

Kompetensi Dasar dan Indikator .......................................................................... 6

Tujuan Pembelajaran ...................................................................................... 7

Pengantar Modul .................................................................................................. 7

Unit 1 CERITA FABEL RAKYAT KALIMANTAN ...................................... 9

A. Berkenalan Dengan Cerita Fabel .............................................................. 9

1. Mengenal Cerita Fabel .......................................................................... 9

2. Jenis Jenis Cerita Fabel .......................................................................... 11

3. Ciri Ciri Cerita Fabel .......................................................................... 13

B. Karakteristik Cerita Fabel .......................................................................... 14

1. Unsur Unsur Cerita Fabel .............................................................. 14

2. Strurktur Cerita Fabel .......................................................................... 18

3. Teknik Penggambaran dan Pemeranan Tokoh Cerita Fabel.............. 20

4. Kebahasaan Cerita Fabel .............................................................. 21

Tugas 1 .................................................................................................. 22

Tugas 2 .................................................................................................. 22

Evaluasi 1 .................................................................................................. 23

Unit 2 CERITA LAGENDA RAKYAT KALIMANTAN...................................... 26

A. Berkenalan Dengan Cerita Lagenda .................................................. 26

1. Mengenal Cerita Lagenda .............................................................. 26

2. Jenis Jenis Cerita Lagenda .............................................................. 29

3. Ciri Ciri Cerita Lagenda .............................................................. 29

B. Karakteristik Cerita Lagenda .............................................................. 30

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 4

1. Unsur Unsur Cerita Lagenda .............................................................. 30

2. Struktur Cerita Lagenda .............................................................. 31

3. Teknik Penggambaran dan Pemeranan Tokoh Cerita Lagenda......... 32

4. Kebahasaan Cerita Lagenda .............................................................. 34

Tugas 1 .................................................................................................. 36

Tugas 2 .................................................................................................. 36

Evaluasi 2 .................................................................................................. 36

Evaluasi Akhir ................................................................................................. 39

Kunci Jawaban .................................................................................................. 45

Glosarium .................................................................................................. 51

Daftar Pustaka .................................................................................................. 52

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 5

A. PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR
Sebagai peserta didik, modul ini mempelajari secara bertahap dan berurutan,

yaitu dimulai dari materi pembelajara yang disajikan pada unit 1-2.Setelah selesai
mempelajari meteri pembelajaran yang di uraikan pada unit 1-2 dan mengajarkan soal-
soal pelatihannya serta peserta didik benar-benar memahami materi pembelajarannya,
untuk mempelajari materi pembelajaran yang di sajikan pada unit 1-2 dan seterusnya.

Selain penjelasan mengenai materi, modul ini juga dilengkapi dengan latihan
untuk menguji pemahaman dan penguasaan kalian terhadap materi yang telah
dipelajari. Coba kalian perhatikan petunjuk penggunaan modul berikut dengan baik
agar dapat memahami isi modul ini.
1. Bacalah pengantar modul untuk mengetahui gambaran isi modul.
2. Bacalah tujuan yang ingin dicapai setelah mempelajari modul.
3. Pelajari modul secara berurutan agar memperoleh pemahaman yang utuh.
4. Ikuti semua tahapan dan aktivitas penugasan yang terdapat pada modul
5. Jika mengalami kesulitan bisa bertanya pada tutor kalian.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi Dasar Indikator

3.15Mengidentifikasi 3.15.1 Mengidentifikasi isi fabel/ lagenda daerah

informasi tentang setempat yang dibaca dan atau didengar

fabel/lagenda daerah

setempat yang dibaca dan / 3.15.2 Menanggapi isi text fabel/lagenda yang

didengar dibaca dan/ didengar dengan realitas kehidupan

4.15 Menceritakan kembali 4.15.1 Menentukan pokok pokok isi cerita fabel/

isi ceita fabel/lagenda lagenda daerah setempat

daerah setempat yang
4.15.2 Menceritakan kembali isi cerita fabel /

dibaca atau didengar lagenda yang dibaca atau didengar

3.16 Menelaah struktur dan 3.16.1 menelaah struktur teks fabel/lagenda daerah
kebahasaan fabel/ lagenda setempat (orientasi, komplikasi resolusi, koda)

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 6

daerah setempat yang 3.16.2 Menelaah kebahasaan fabel/lagenda daerah

dibaca dan didengar setempat yang dibaca atau didengar

4.16 Memerankan isi fabel / 4.16.1 Menentukan tokoh dan penggambaran
lagenda daerah setempat watak tokoh dari fabel / lagenda yang didengar
yang dibaca dan didengar atau dibaca

4.16.2 Menyusun drama berdasarkan isi

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menggunakan modul ini, warga belajar mampu :
1. Mengiddntifikasi isi fabel/lagenda daerah setempat yang dibaca atau didengar
2. Memberikan tanggapan pada isi text fabel/lagenda yang dibaca / didengar
3. Menentukan pokok pokok isi cerita fabel/ lagenda daerah setempat
4. Menceritakan kembali isi cerita fabel / lagenda yang dibaca atau didengar
5. Menelaah struktur text fabel/lagenda daerah setempat
6. Menelaah kebahasaan yang digunakan dalam fabel / lagenda daerah setempat
7. Menentukan tokoh dan penggambaran watak tokoh dari fabel/lagenda yang dibaca
atau didengar
8. Menyusun isi text fabel / lagenda

D. PENGANTAR MODUL
Modul cerita rakyat kalimantan ( fabel/lagenda ) ini berisikan materi mengenai

isi dari fabel/lagenda daerah setempat, bagaimana menentukan pokok pokok isis cerita
fabel/ lagenda dari daerah setempat, dan juga menceritakan kembali isi cerita fabel /
lagenda yang telah dibaca atau didengar sebelumnya.

Modul ini disusun bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan tentang
cerita rakyat lebih mendalam dan setelah itu kalian akan menceritakan kembali cerita
rakyat yang telah dibaca. Setelah mempelajari modul ini secara mandiri diharapkan
anak-anak sekalian mampu memahami isi teks secara keseluruhan. oleh sebab itu perlu
kalaian ketahui bahwa perlunya kemauan yang besar untuk belajar memahami isi cerita
rakyat secara keseluruhan dan diharapkan tugas mandiri ini mampu menumbuhkan
minat belajar yang tinggi dari anak-anak sckalian dalam pembelajaran bahasa Indonesia
ini

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 7

Anda juga dapat mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang
beruntutan. Jangan memaksa diri sebelum benar-benar menguasai modul ini agar dapat
lebih dimengerti dan dapat lebih mudah mengerti. Karena masing-masing dari materi
pembelajaran saling berkaitan.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 8

UNIT 1 CERITA FABEL RAKYAT KALIMANTAN

Tahukah kamu apa itu cerita rakyat ? pernahkah kalian membaca cerita rakyat ? apa yang
kalian ketahui tentang cerita rakyat ?

Gambar 1.1 cerita rakyat nusantara (sumber: Gambar1.2 asal usul pesut mahakam (sumber:
http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/177- http://ilmukuadrat.blogspot.com/2016/01/cerita-asal-
Legenda-Pesut-Mahakam# ) usul-pesut-mahakam.html)

Cerita Rakyat merupakan adanya suatu cerita yang tumbuh di setiap daerah dan menceritakan
asal atau legenda suatu daerah. Cerita yang berasal dari komunitas dan tumbuh di kalangan
komunitas. Cerita rakyat disampaikan melalui lisan dan secara turun-temurun berkembang,
maka dapat dikatakan bahwa cerita ini sebagai bentuk sastra lisan. Cerita rakyat pada masa
lampau memiliki ciri khas disetiap daerah, yang mempunyai kultur budaya yang beraneka
ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing. Adapula
jenis jenis dari cerita rakyat yakni ; diantaranya cerita fabel, lagenda, pelipur lara, jenaka, mite
,sage, epos dan hikayat. Selanjutnya kita akan membahsa lebih dalam menegnai ceita rakyat
jenis fabel dan lagenda.

A. BERKENALAN DENGAN CERITA FABEL KALIMANTAN
Apakah kamu tahu apa itu fabel ? apakah kamu pernah membaca fabel dari daerah
kalimantan ? judul fabel apa yang pernah kamu baca ?

1. Mengenal Cerita Fabel

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 9

Fabel atau cerita binatang merupakan salah satu jenis dongeng yang mengisahkan

tentang kehidupan binatang berwatakkan seperti manusia. Hal yang membedakan

adalah tokohnya, yaitu binatang. Fabel sering juga disebut cerita moral.

Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan manusia dengan segala

karakternya. Karakter binatang binatang dalam fabel ada yang baik dan ada yang tidak

baik, ada yang mempunyai sifat jujur, pintar,dan suka menolong. Ada juga yang

berkarakter angkuh, pelit, licik, sombong, dan ingin menang sendiri. Kalimantan sendiri

juga memiliki banyak cerita fabel yang diangkat dari cerita cerita zaman dulu dan kisah

kisah yang telah terjadi didaerah kalimantan sendiri.
Bacalah cerita fabel “ Tupai dan Ikan Gabus” dari Kalimantan Barat ”, berikut ;

TUPAI DAN IKAN GABUS

Alkisah pada zaman dahulu bersahabat dua ekor binatang yaitu Tupai & Ikan Gabus.Mereka tinggal
di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat. Telah lama mereka berteman baik dan saling tolong
menolong jika temannya mendapat masalah. Suatu hari Tupai tidak menemukan temannya, ikan
Gabus, di tempat mereka biasa bertemu. Akhirnya Tupai mengunjungi rumah Ikan Gabus.Tupai
akhirnya mendapati bahwa ternyata ikan Gabus tengah sakit keras. Badan ikan Gabus terlihat
lemah karena sudah lama tak mau makan. Ia kehilangan nafsu makan. Tupai membujuk temannya
agar mau makan, tapi Ikan Gabus tidak berselera makan.Ikan Gabus mengatakan bahwa sakitnya
hanya bisa diobati dengan memakan hati Ikan Yu. Tupai kemudian menawarkan bantuan pada
sahabatnya untuk mencari hati Ikan Yu walaupun ia tahu Ikan Yu merupakan ikan paling ganas di
telaga.Tupai Dan Ikan Gabus Bersahabat Baik
"Hai teman rupanya engkau tengah sakit keras. Engkau harus makan agar bisa sembuh. Aku akan
membantumu mencari hati Ikan Yu?" Tupai menawarkan bantuan.
“Tapi, Ikan Yu adalah ikan yang paling ganas di telaga." kata Ikan Gabus.
"Tak apa-apa, engkau kan teman baikku. Aku akan mencari akal." kata Tupai lagi.

(Gambar 1.3 Tupai dan Ikan Gabus (sumber: https://dongengceritarakyat.com/cerita-dongeng-singkat-fabel/)

Tupai kemudian berpikir keras agar bisa mendapatkan hati Ikan Yu. sebenarnya ia sangat takut
dengan keganasan Ikan Yu. Walaupun Ikan Yu sangat ganas tapi Tupai harus mendapatkan hati Ikan
Yu demi kesembuhan temannya. Akhirnya ia mendapatkan akal untuk menggunakan buah kelapa
agar bisa masuk ke tubuh Ikan Yu. Tupai memanjat sebuah pohon kelapa, melubangi sebuah kelapa
hingga airnya habis keluar, kemudian ia memasuki buah kelapa tersebut dan menceburkannya ke
dalam telaga. Tupai terombang-ambing di telaga menaiki buah kelapa yang telah ia lubangi. Tidak
lama kemudian muncul Ikan Yu.Ikan tersebut langsung menelan buah kelapa yang dinaiki

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 10

Tupai.Tupai berlindung di dalam buah kelapa dari taring Ikan Yu yang sangat tajam bagai pisau.
Setelah berada di dalam perut Ikan Yu, Tupai segera menjulurkan tangannya keluar dari buah
kelapa.
Tupai berusaha mengambil hati Ikan Yu. Perbuatan Tupai tersebut membuat Ikan Yu merasa
kesakitan. Setelah lama meronta-ronta, akhirnya Ikan Yu sudah tidak tahan menahan rasa sakitnya.
Ikan Yu akhirnya mati menggelepar terdampar di pinggir telaga. Setelah merasa aman dengan
kematian Ikan Yu, Tupai segera keluar dari perut Ikan Yu dengan membawa hatinya. Ia segera pergi
ke rumah Ikan Gabus untuk menyerahkan hati Ikan Yu.
Ikan Gabus Sembuh Dari Sakit
"Hai Ikan Gabus bagaimana kondisimu? Ini aku bawakan hati Ikan Yu. Semoga dengan memakannya
engau akan sembuh." kata Tupai pada Ikan Gabus.
"Benarkah engkau berhasil mengambil hati Ikan Yu yang sangat ganas? Engkau memang temanku
yang paling baik hai Tupai. Aku sangat berterima kasih padamu." kata Ikan Gabus.
Kemudian Ikan Gabus segera memakan hati Ikan Yu.
Setelah memakan hati Ikan Yu, tak lama kemudian Ikan Gabus pun sembuh dari sakitnya. Tupai
berhasil membantu temannya dengan menggunakan akalnya, walaupun hal itu nyaris
membunuhnya.

Pernahkah kamu membaca fabel dari daerahmu ? Judul fabel apa yang pernah

kamu baca? Tuliskan judul judul fabel dan asal daerah yang pernah kamu baca

pada kolom dibawah ini :

1. ......................................................................................

2. ......................................................................................

3. ......................................................................................

4. Dst,

2. Jenis Jenis Cerita Fabel

Didalam cerita fabel memiliki beberapa jenis ceritayang ada, yakni klasik dan modern.
Sebelumnya silahkan baca dan cermati fabel dibawah ini.

(fabel : tobi bekantan penakut, kalimantan selatan)

TOBI BEKANTAN PENAKUT

Tobi adalah anak bekantan yang pemalu. Ia lebih suka duduk di bawah pohon dan makan buah-
buahan yang dibawakan ibunya dari pada bermain dengan teman-temannya yang riang gembira
saling berkejar-kejaran melompat dari satu pohon ke pohon lain.
“Apa kau tidak ingin bisa memetik buah sendiri Tobi,” tanya ibunya cemas melihat anaknya yang
sudah besar tapi masih belum berani juga memanjat pohon.
“Aku takut bu.”
“Apa yang kau takutkan, kau ini sudah besar, bukan lagi bekantan kecil. Kau lihat teman-
temanmu yang bergelantungan disana itu. Mereka melompat berkali-kali begitu lincahnya tapi

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 11

tidak pernah jatuh.” Rupanya Tobi kesal karena ibunya terus membujuknya,” Sudah aku katakan
aku takut jatuh, lagi pula aku tidak bisa memanjat pohon kenapa ibu memaksa aku terus.”
“Tobi, kau kan belum pernah mencoba memanjat pohon, jadi bagaimana kau bisa bilang tidak
bisa.” “Cukup bu, jangan paksa aku terus.”

(Gambar 1.4 tobi bekanta penakut, sumber: http://ceritamanis-pernikcantik.blogspot.com/2009/04/tobi-si-
bekantan-penakut.html)

Begitulah setiap ibunya meminta Tobi untuk belajar memanjat pohon selalu berakhir dengan
kecewa. Tapi bagaimanapun juga ibu Tobi akan selalu mencari cara agar anaknya mempunyai
keberanian untuk memanjat pohon seperti bekantan yang lain. Karena menurut ibu Tobi
memanjat pohon itu adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh bekantan sejak lahir, jadi
tidak perlu dipelajari untuk bisa melakukannya, yang diperlukan hanyalah membiasakan diri.
Pada suatu hari ibu Tobi jatuh sakit, tak ada yang mencari makan hari itu. Tobi hanya bisa
menangis disamping ibunya, bukan menagisi ibunya melainkan karena dirinya lapar.
“Seandainya kau bisa memanjat, pastilah kita tidak akan kelaparan hari ini Tobi,” kata ibunya
dengan sedih.
Bukannya malu dan mengakui kelemahannya tapi Tobi malah marah,” kenapa ibu malah
menyalahkanku, tidak akan ada satu binatang pun yang bisa membuatku bisa memanjat pohon
karena memang aku takut.”
Setelah berkata demikian Tobi keluar rumah dan menangis sedih di bawah pohon. Kanti seekor
bekantan teman Tobi datang menghampiri dan mencoba menghiburnya.
“Apa yang kau lakukan disini, kenapa kau menangis.” Tanya Kanti.
“Ibuku sedang sakit sehingga tak ada yang menacari makanan, sekarang kami berdua kelaparan.”
“Aku tahu kau takut memanjat pohon, kalau begitu tunggulah disini sebentar. Aku akan
membawakan makanan untuk kalian.”
Kanti memanjat dan bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain secepat kilat. Tak lama
kemudian ia datang membawakan Tobi buah-buahan yang sangat banyak.
“Terima kasih Kanti, kau telah meolong aku dan ibuku. Aku tak akan pernah melupakan
kebaikanmu.” Tobi sangat gembira menerima buah-buahan dari Kanti.
Selang beberapa lama kemudian, disuatu sore Tobi mendengar suara bekantan yang merintih
minta tolong. Suara itu sayup-sayup terdengar namun Tobi hafal benar bahwa itu adalah suara
Kanti, teman baiknya. Ia pun segera keluar rumah menuju arah suara itu.
“Tobi…………..tolong lepaskan aku dari sini.”teriak Kanti begitu dirinya melihat Tobi.
Melihat Kanti terperangkap jaring yang dipasang oleh pemburu diatas pohon,tanpa berpikir
panjang lagi Tobi langsung memanjat pohon dan dengan cepat bergelantungan dari satu pohon
ke pohon yang lain hingga ia sampai pada pohon tempat Kanti terperangkap.
Tobi lupa akan rasa takutnya dan ia juga lupa bahwa ia belum pernah memanjat pohon
sebelumnya. Yang ada dalam pikiran Tobi saat itu hanyalah keinginan untuk menyelamatkan
Kanti. Dengan cekatan Tobi melepaskan jaring yang membelenggu Kanti kemudian menolongnya
menuruni pohon. Sesampainya di bawah barulah Tobi menyadari apa yang telah dilakukannya.
“Aku bisa memanjat Kanti.”kata Tobi takjub.
“Jujur Tobi, aku sendiri belum pernah melihat bekantan lain memamnjat pohon secepat yang kau
lakukan tadi. Ternyata selama ini ketakutanmu itu tidak beralasan Tobi.” Kanti mencoba

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 12

memebesarkan hati Tobi.
“Mulai sekarang aku tidak takut memanjat pohon lagi. Terima kasih Kanti, ini semua berkat
kamu.”
“Seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena kau telah menyelamatkanku.”
Kita akan tahu kemampuan kita setelah mencobanya. Jadi jangan pernah takut sebelum
mencoba

Terdapat dua jenis cerita dalam fabel. Sebenarnya jenis ini hanya dibedakan
berdasarkan kurun waktu pembuatannya. Kedua jenis tersebut adalah:

a. Fabel Modern
Cerita yang muncul karena sengaja ditulis dengan kurun waktu yang belum relatif
lama. Cerita fabel ini dibuat sebagai sebuah ekspresi kesastraan. Ciri-ciri dari fabel
modern adalah karakter pada setiap tokohnya unik, ceritanya bervariasi bisa
panjang atau pendek, tema lebih rumit dan terkadang berupa epik.
b. Fabel Klasik
Cerita yang memang sudah dikenal sejak zaman dulu yang tidak diketahui jelas
kapan waktu munculnya. Cir-ciri dari fabel klasik adalah tema lebih sederhana,
cerita pendek, banyak terdapat pesan-pesan moral dan sifat hewani dari tokoh
masih sangat melekat. Kisah kancil dan buaya merupakan salah satu contoh dari
fabel klasik.

Setelah membaca penjelasan tentang jenis fabel diatas, menurut kamu “ Tobi Bekantan
Penakut” masuk didalam jenis cerita fabel yang mana ? Tuliskan jawabanmu dikolom
bawah ini.

........................................................................................................

3. Ciri Ciri Cerita Fabel

Meskipun memiliki beberapa ciri, mengenali fabel adalah sesuatu yang cukup mudah
untuk dilakukan. Karakter yang terdiri dari hewan-hewan menjadikan cerita fabel
menjadi berbeda dengan cerita fiksi lain. Selain menceritakan hewan berkarakter
layaknya manusia, fabel juga punya ciri-ciri lain. Adapun beberapa ciri-ciri yang
dimiliki oleh cerita fabel antara lain sebagai berikut:

- Bersifat fiksi.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 13

- Tokoh-tokoh karakter yang berperan di dalam fabel para binatang.
- Watak tokoh para bnatang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk(seperti

watak manusia).
- Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat.

Rangkaian sebab-akibat diurutkan dari awal sampai akhir. Menunjukkan
penggambaran moral
- Fabel menggunakan latar alam (hutan, sungai, kolam, dll).
- Ciri bahasa yang digunakan, yaitu kalimat naratif, kalimat langsung, menggunakan
kata sehari-hari dalam situasi tidak formal (bahasa percakapan).
- Mengandung amanat serta pesan berharga untuk pembaca.

B. KARAKTERISTIK CERITA FABEL
1. Unsur Unsur Cerita Fabel
Fabel memiliki komponen-komponen membangun. Komponen tersebut dinamakan
unsur pembangun. Pada kegiatan belajar ini kita akan bahas mengenai unsur
pembangunan fabel. Agar kamu mempunyai gambaran mengenai fabel, simak
penjelasannya berikut ini.
a. Tema
Tema pada fabel biasanya mengusung tentang hubungan sosial . Fabel biasanya
menggunakan latar alam (hutan, sungai dll). Tema merupakan makna yang
terkandung dalam cerita. Oleh karena itu, untuk mencari tema sebuah fabel kamu
harus mengetahui dan memahami keseluruhan isi cerita terlebih dahulu.
b. Latar / Setting

Latar/setting merupakan salah satu unsur pembangun fabel yang merujuk pada
tempat, waktu, dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa di dalam sebuah fabel .
Latar dibedakan menjadi tiga yaitu:

1.) Latar tempat

Merujuk pada tempat atau lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan

dalam sebuah fabel. Latar tempat dapat berupa tempat dengan nama tertentu,

inisial, atau tempat tertentu tanpa nama yang jelas. Latar tempat dalam

sebuah fabel terkadang lebih dari satu tempat, tergantung jalan ceritanya.

Contoh latar tempat yaitu dirumah, disungai, dihutan dan lain lain.

2.) Latar waktu

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 14

Dalam fabel, pastilah terdapat informasi kapan peristiwa itu terjadi. Kapan

waktu terjadinya peristiwa dalam fabel itulah yang disebut dengan latar

waktu. Contoh latar waktu yaitu siang hari/, kemarin dan lain lain

3.) Latar Suasana

Latar suasana berhubungan suasana yang diceritakan dalam fabel. Contoh

dari latar sosial yaitu gembira, sedih dan lain lain Agar kamu lebih
memahami tentang latar dalam fabel, perhatikan penggalan fabel “ Kutukan
Raja Pulau Mintin” dari Kalimantan Tengah berikut ini!

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan kecil di Pulau Mintin, Kalimantan Tengah. Kerajaan
itu dipimpin oleh raja yang arif bijaksana. Kehidupan rakyatnya terjamin dan
sejahtera. Rakyat sangat mencintai raja dan permaisuri. Suatu saat, permaisuri
terserang penyakit aneh dan akhirnya meninggal dunia.Raja sangat berduka cita. Ia
menjadi kehilangan semangat dalam menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, ia
bermaksud untuk pergi berlayar guna menghapus kesedihan hatinya.

Hari berganti hari, tingkah laku Naga semakin menjadi-jadi. Bersama para
pengawalnya, ia bahkan mendatangi rumah-rumah penduduk dan memaksa
mereka untuk membayar pajak yang besar. Mendengar tindak tanduk Naga, Buaya
menjadi sangat marah. Tanpa membuang waktu ia mendatangi Naga lalu
menegurnya. “Naga, apa yang kau lakukan? Bukankah kau seharusnya
menjalankan amanah yang diberikan Ayah?”

Dari penggalan tersebut, kamu dapat melihat ada latar waktu, latar tempat dan
latar sosial. Ayo tulis jawabanmu pada tabel berikut!

No Latar Bukti Text
1. Latar Tempat

2. Latar Waktu
3. Latar Suasana

c. Tokoh dan penokohan/ Perwatakan
Seperti halnya dalam dunia nyata, fabel juga memiliki tokoh. Tokoh dalam fabel
merupakan hewan atau binatang yang menjadi pelaku peristiwa.

d. Amanat / Nasihat

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 15

Setiap peristiwa yang kita alami pasti memiliki hikmah yang dapat dipetik.

Nasihat bisa saja merupakan hikmah yang dapat kita petik agar di masa

mendatang, kesalahan yang kita buat tidak terulang kembali. Sekarang

bagaimana jika peristiwa atau kejadian itu terjadi di dalam fabel? Bagaimana

nasihat tersebut disampaikan? Siapa yang menyampaikan nasihat itu?

Nasihat juga dapat disampaikan melalui fabel. Nasihat disampaikan melalui

peristiwa yang terjadi di dalam fabel itu sendiri. Nasihat yang terdapat dalam

cerita dapat disebut dengan amanat, hikmah, atau pesan moral. Amanat dapat

disampaikan secara tersurat atau tersirat. Tentu kamu masih mengingatnya

dengan baik, bukan? Pembaca harus dapat menyimpulkan atau mengambil

hikmah dari cerita yang dibacanya.

Agar kamu lebih memahami tentang amanat yang ada dalam fabel, perhatikan
fabel “ Kutukan Raja Pulau Mintin” dari Kalimantan Tengah berikut

KUTUKAN RAJA PULAU MINTIN

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan kecil di Pulau Mintin, Kalimantan Tengah. Kerajaan itu
dipimpin oleh raja yang arif bijaksana. Kehidupan rakyatnya terjamin dan sejahtera. Rakyat
sangat mencintai raja dan permaisuri. Suatu saat, permaisuri terserang penyakit aneh dan
akhirnya meninggal dunia. Raja sangat berduka cita. Ia menjadi kehilangan semangat dalam
menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, ia bermaksud untuk pergi berlayar guna
menghapus kesedihan hatinya.
Saat mengutarakan rencananya, penasihat kerajaan bertanya, “Lalu siapakah yang akan
menjalankan pemerintahan selama Tuan pergi?” Raja berpikir sejenak, lalu menjawab,
“Kukira putra kembarku, Naga dan Buaya, mampu menjalankan tanggung jawab ini. Tolong,
bantu mereka jika menghadapi kesulitan.” Sang penasihat mengangguk tanda mengerti.
Setelah itu, Raja memanggil kedua putra kembarnya. “Anak-anakku, Ayahanda akan pergi
berlayar sejenak. Sepeninggal ibu kalian, Ayah merasa kehilangan semangat hidup. Jadi Ayah
pikir, ada baiknya jika Ayah pergi sejenak menenangkan diri. Untuk itu, Ayah minta kalian
untuk menjalankan pemerintahan selama kepergian ayah,” pesannya. Meski Naga dan Buaya
adalah kembar, sifat keduanya sangat bertolak belakang. Buaya yang bersifat baik dan
pemurah, menjawab permintaan ayahnya, “Jangan khawatir, Ayah. Pergilah, Ananda
berharap Ayah selamat dalam perjalanan dan pulang dalam keadaan yang lebih baik.”
Sedangkan Naga yang sifatnya bertolak belakang dengan adiknya, merasa kalau permintaan
ayahnya itu sebagai beban.
“Hmm, tapi tak apalah. Jika Ayah tak ada, aku bisa menggunakan harta kerajaan untuk
bersenang-senang,” pikirnya dalam hati.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 16

(Gambar1.5 kutukan raja pulau mintin, sumber : Contoh Cerita Dongeng : Kutukan Raja Mintin
(dongengceritarakyat.com) )

Ya, Naga memang senang berfoya-foya, ia tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain.
Setelah Raja berangkat, Naga mulai berulah. la tak mau mendampingi Buaya menjalankan
pemerintahan. Sehari-hari, kerjanya hanya tidur-tiduran dan bersenang-senang. Ia bahkan
memaksa penasihat kerajaan untuk memberinya uang setiap hari. Dan semua uang itu ia
habiskan untuk berjudi. Karena kesal dengan tingkah laku kakaknya Buaya lalu menghadap
penasihat kerajaan untuk menegur Naga.
Namun, Naga tak mengindahkan segala nasihat. Ia bahkan mengancam akan melaporkan
penasihat kerajaan pada ayahnya. “Aku akan bilang pada ayah bahwa kau yang menghambur-
hamburkan uang kerajaan. Ayah pasti lebih percaya pada anaknya sendiri,” kata Naga dengan
sombong. Penasihat kerajaan pun tak berani menasihati Naga lagi.
Hari berganti hari, tingkah laku Naga semakin menjadi-jadi. Bersama para pengawalnya, ia
bahkan mendatangi rumah-rumah penduduk dan memaksa mereka untuk membayar pajak
yang besar. Mendengar tindak tanduk Naga, Buaya menjadi sangat marah.
Tanpa membuang waktu ia mendatangi Naga lalu menegurnya. “Naga, apa yang kau lakukan?
Bukankah kau seharusnya menjalankan amanah yang diberikan Ayah?” Sambil tertawa-tawa,
Naga mengejeknya, “Buaya, kau memang pengecut. Apa gunanya jadi raja jika tak bisa
bersenang- senang? Ha… ha… ha…,”
Buaya tak tahan lagi. Ia bertekad untuk menghentikan segala tindak-tanduk Naga. Namun,
Naga pasti tak akan menyerah begitu saja. Dengan segenap kekuatannya, ia melawan Buaya.
Pertempuran pun tak terelakkan. Dengan membawa pasukan masing-masing, mereka
bertempur habis-habisan. Korban pun berjatuhan. Banyak pengawal yang mati sia-sia.
Di tengah perjalanannya, hati Raja gundah- gulana. Ia merasa sesuatu sedang terjadi di
kerajaaannya. Beliau lalu memerintahkan awak kapal untuk pulang. Firasatnya benar.
Sesampainya di kerajaan, ia melihat mayat bergelimpangan di mana-mana. Belum hiiang rasa
herannya, la melihat kedua putra kernbarnya sedang bertarung. “Apa-apaan ini?” teriaknya.
Naga dan Buaya serentak menoleh pada ayahnya. Mereka Iangsung menghentikan
pertarungan.
Buaya menghampiri raja dan berkata, “Ampun Ayah, Ananda hanya ingin menghentikan
tindakan Naga yang semena-mena.”
“Bohong! Ia iri padaku Ayah. Ia ingin menjadi raja tunggal. Ia ingin membunuhku,” teriak
Naga.Apa pun itu, kalian telah menyia-nyiakan kepercayaan Ayah pada kaIian. Lihatlah,
berapa banyak korban yang jatuh gara-gara ulah kalian?” jawab raja dengan marah.
Langit menghitam dan petir menggelegar ketika raja berteriak meluapkan amarahnya. “Demi
ibumu, aku harus menghukum kalian! Buaya, jadilah kau seekor buaya. Ayah tahu tujuanmu

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 17

baik, melindungi rakyat. Tapi kau juga menyengsarakan mereka, maka tinggallah di pulau ini

dan jagalah rakyat dari serangan musuh!”

SekeStika berubahlah Buaya menjadi seekor buaya yang diiringi suara petir yang terus
menggelegar. Melihat adiknya berubah menjadi buaya, Naga pun ketakutan. “Ampun Ayah,

maaefkan aku.”Raja memandang anaknya dengan rasa penyesalan. “Naga, jadilah kau naga

yangt sesungguhnya. Karena kesalahanmu, semuanya menjadi kacau. pergilah dari pulau ini,
tinggallah di Sungai Kapuas. Tugasmu adalah menjaga Sungai Kapuas agar tidak ditumbuhi

cendeowan bantilung!”

tDinaglaglmal sekejap, Naga pun berubah menjadi seekor naga. la pergi meninggalkan ayahnya dan
di Sungai Kapuas seumur hidupnya.

a

Setelah membaca cerita fabel “Kutukan Raja Pulau Mintin” diatas, fabel

tersebut memberikan pelajaran kepada kita, bukan? Amanat apa yang dapat kalian

ambil dari cerita diatas ? Tulis jawabanmu pada kolom dibawah ini.

1. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4. Dst

2. Struktur Cerita Fabel
Tahukah kamu apa saja struktur cerita fabel? Fabel memiliki struktur yang membuat
terbentuknya sebuah fabel. Struktur tersebut terdiri dari empat bagian sebagai
berikut.

orientasi komplikasi resolusi koda

a. Orientasi
Bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu
b. Komplikasi
Bagian yang dimana tokoh (biasanya tokoh utama) menemui suatu permasalahan
yang kompleks dan menjadi puncak masalah dalam cerita tersebut. Bagian ini juga
bisa disebut inti dari cerita.
c. Resolusi

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 18

Bagian yang dimana si tokoh yang ada mampu menyelesaikan atau memiliki
solusi atas masalah yang dihadapinya..
d. Koda
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran
yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Bagaimana, sudah jelas bukan, mengenai bagian dari struktuf fabel? nah agar lebih
memahami tentang struktur fabel, perhatikan dan baca cerita fabel dibawah ini, agar
kamu bisamenentukan struktur bagian dari fabel.

( fabel : si bekantan, kalimantan selatan )

SI BEKANTAN

Disebuah hutan yang ada di sebuah pulau yang bermama Pulau Kambang, tinggalah bermacam-
macam natang, ada monyet, ular, dan berbagai macam burung Di hutan pulau Kambang ini juga
terdapat salah satu binatang yang merupakan maskot Kalimantan Selatan yaitu Monyet
Bekantan.

(Gambar1.6 si bekantan, sumber : https://paud-anakbermainbelajar.blogspot.com/2018/03/dongeng-si-
bekantan-dalam-tiga-bahasa.html)

Di kisahkan seperti tahun-tahun sebelumnya, di hutan pulau Kambang selalu diadakan lomba
memanjat pohon, selain lomba memanjat juga lomba bergelantungan dan satu pohon ke pohon
yang lainnya
Semua binatang asik membicarakan tentang lomba tersebut "Teman-teman bolehkan aku ikut
perlombaan tersebut?"kata seekor bekantan yang biasa dipanggil Tantan.
Seekor monyet hitam menjawab, "Tidak boleh sebaiknya kamu makan saja sana, badan gendut
begitu, kamu pasti tidak bisa memanjat dan bergelantungan, kamu pasti akan jatuh."begitu kata
monyet Tantan menjadi sedih.
Lalu sebuah pohon Kasturi berbisik, "Tantan tidak usah didengar perkataan monyet tadi ya,
kalau mau ikut lomba, berlatih ya !! kamu pasti bisa I Kalau atau menang itu tidak penting,
semangatmu untuk ikut lomba itu sangat penting"
Pagi dan sore Tantan memacu semangatnya untuk berlatih memanjat dan bergelantungan di

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 19

pohon Kasturi sahabatnya. Sedang asyik berlatih datanglah monyet, dengan sombong lalu
berkata, "Eee sudah kubilang tidak usah ikut, malah nekat, kamu pasti kalah, karena badanmu
gendut pasti kamu jatuh"begitu ejek monyet kepada Tantan.
Bekantan hanya diam saja mendengar ejekan monyet, ia terus saja berlatih dengan giat dan
penuh semangat, karena kesal tidak dipedulikan, monyet pun pergi menjauh.
Beberapa han kemudian, periombaan memanjat pohon dilaksanakan. Monyet dengan percaya
diri bersiap-siap untuk mengikuti perlombaan. Pohon Kasturi memberi aba-aba, "Satu dua. tiga
Wuss.wuss .Tantan dan Monyet langsung memanjat pohon dengan semangat.
Awalnya Tantan dan Monyet terlihat sama-sama cepat, mereka hampir bersamaan memanjat
pohon, tetapi lama kelamaan Tantan terlihat semakin cepat memanjat pohon, dan monyet
mulai tertinggal ia pun menjadi panik melihat itu Gerakannya telihat menjadi kacau dan semakin
tertinggal jauh Monyet kaget dan tidak menyangka kalau Tantan bisa memanjat pohon secepat
itu. membuat konsentrasinya jadi buyar seketika
Akhimya Tantan dengan mudah menyelesaikannya perlombaannya dan menjadi
pemenang"Alhamdulillah "kata Tantan penuh rasa sukur dan bahagia. Akhirnya monyet
menyadani kesalahannya"Selamat ya Tantan, kau kalah cepat darimu "kata monyet dengan
malu-malu."Maafkan aku juga ya, selama ini selalu mengejek kamu, termyata kamu juga pandal
memanjat dengan cepat "Lalu tantan menjawab,"lya sudah aku maafkan kok, tapi jangan
diulangi lagi ya "Sejak saat itu tantan dan monyet menjadi teman yang baik. mereka lalu
bermain bersama dengan teman-teman lainnya.

3. Penggambaran dan Pemeranan Tokoh Cerita Fabel
Tokoh dalam fabel merupakan hewan atau binatang yang menjadi pelaku peristiwa.
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam fabel dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.
Mari kita pelajari beberapa jenis tokoh dalam cerita.

a. Tokoh dilihat dari tingkat pentingnya dalam sebuah cerita dibedakan menjadi 2
yaitu:

1). Tokoh Utama, ialah tokoh yang penting dan ditampilkan terus menerus
sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita.

2). Tokoh Tambahan, ialah tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa
kali dalam cerita, dan mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek

b. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dibedakan menjadi:

1). Tokoh Protagonis Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi. Tokoh
yang menampilkan sesuatu sesuai dengan pandangan kita, harapan-harapan kita
sebagai pembaca.

2). Tokoh Antagonis Tokoh penyebab terjadinya konflik dan ketegangan yang
dialami oleh tokoh protagonis.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 20

Selain tokoh, terdapat pula istilah penokohan atau sering pula disebut perwatakan
yakni pelukisan gambaran yang jelas tentang tokoh yang ditampilkan dalam sebuah
cerita. Pengarang dapat melukiskan atau menggambarkan tokoh dalam ceritanya
dengan dua teknik.

a. Teknik Analitik

Pelukisan tokoh dengan teknik ini adalah pengarang langsung memberikan
deskripsi, uraian, atau penjelasan. Pengarang menghadirkan tokoh langsung
disertai deskripsinya seperti sifat, tingkah laku, atau ciri fisiknya.

b. Teknik Dramatik
Teknik pelukisan tokoh ini berbanding terbalik dengan teknik sebelumnya. Pada
teknik dramatik atau sering juga disebut teknik dramatis, pelukisan tokoh secara
tidak langsung. Pengarang membiarkan tokoh dalam cerita menunjukkan dirinya
sendiri melalui aktivitas yang dilakukan atau peristiwa yang terjadi. Teknik ini
menuntut pembaca dapat menyimpulkan sendiri watak atau karakter sang tokoh.

4. Kebahasaan Cerita Fabel
Kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan yang biasa dipergunakan dan menjadi
ciri-ciri dalam sebuah naskah cerita fabel yakni menggunakan kata kerja,
menggunakan kata sandang Si dan Sang, menggunakan kata keterangan tempat dan
waktu, penggunaan kata hubung lalu, kemudian, dan akhirnya, untuk lebih jelasnya
memahami kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan yang dipergunakan dalam
teks cerita fabel kalian dapat membaca penjelasan berikut ini!
a. Kata Kerja

Salah satu kaidah ataupun unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel
menggunakan kata kerja. Kata kerja didalam cerita fabel dibagi menjadi dua

bagian, yakni kata kerja aktif transitif serta kata kerja aktif intransitif. Kata Kerja
Aktif Transitif, ialah kata kerja aktif yang memerlukan objek didalam kalimat,

contohnya mengangkat, memegang. Kata Kerja Aktif Intransitif, ialah kata kerja
aktif yang tidak memerlukan objek didalam kalimat, contohnya diam.

b. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
Didalam teks cerita fabel sering sekali mempergunakan kata sandang Si dan Sang.

Berikut contoh dari penggunaan kata sandang Si serta Sang yang terdapat didalam
teks cerita fabel. Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang

diikutinya.
c. Penggunaan Kata Keterangan Tempat serta Waktu

Didalam teks cerita fabel biasa dipergunakan kata keterangan tempat ataupun kata
keterangan waktu agar suasana lebih hidup, sebagai keterangan tempat biasa

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 21

dipergunakan kata depan di, sedangkan untuk keterangan waktu biasa
dipergunakan kata depan pada ataupun kata yang dapat menunjukkan informasi
waktu.
d. Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, serta Akhirnya
Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang mirip. Kedua kata tersebut
dipergunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya
biasa dipergunakan dalam menyimpulkan atau mengakhiri informasi didalam
paragraf ataupun dalam teks.

TUGAS 1

Setelah kamu membaca dan memahami materi tentang cerita fabel diatas, pastinya kamu
sudah dapat membedakan berbagai struktur dalam cerita fabel. Tentukanlah struktur
fabel menggunakan cerita “Si Bekantan” yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan
beserta alasanmu.

Bagian Fabel Bukti Text
Orientasi

Komplikasi
Resolusi
Koda

TUGAS 2

Dari fabel tersebut, ada beberapa. Nah menurut kamu bagaimana watak dari kedua
tokoh tersebut? Karakter apa yang digunakan pengarang dalam menggambarkan kedua
tokoh tersebut? Tulis jawabanmu pada tabel!

No Tokoh Penggambaran Bukti dalam Text
1. Karakter Tokoh

2.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 22

3.

EVALUASI I

Jawablah pertaanyaan dibawah ini dengan benar, dengan memberikan tanda silang atau
centang pada huruf A,B,C,D atau E pada lembar yang telah disediakan dibawah ini !!!

1. Manakah urutan struktur dari cerita fabel yang benar dibawah ini . . . .
a. Koda, orientasi, komplikasi, resolusi
b. Resolusi ,koda, komplikasi, orientasi
c. Orientasi ,resolusi , komplikasi , koda
d. Orientasi , komplikasi , resolusi, koda

2. Makna yang terkandung dalam cerita, biasanya menggunakan alam (hutan, sungai dll)
penjelasan dari . . . .
a. Latar
b. Waktu
c. Tema
d. Plot

3. Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang
dapat dipetik dari cerita tersebut. Pernyataan tersebut merupaan penjelasan dari . . . .
a. Orientasi
b. Resolusi
c. Komplikasi
d. Koda

4. Cerita yang tumbuh di setiap daerah dan menceritakan asal atau legenda suatu daerah.
Cerita yang berasal dari komunitas dan tumbuh di kalangan komunitas adalah . . . .
a. Cerita kota
b. Cerita negara
c. Cerita rakyat
d. Cerita warisan

5. Di bawah ini yang bisa dibuat menjadi sebuah fabel adalah . . . .
a. Andi membolos dan ketahuan guru

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 23

b. Andi memelihara beberapa ekor kucing di rumahnya

c. Rina bertengkar dengan kakaknya

d. Kancil melawan saat diterkam oleh sang buaya

6. Penjelasan yang benar mengenai cerita fabel adalah . . . .

a. Fabel merupakan salah satu jenis dongeng yang mengisahkan tentang kehidupan

binatang berwatakkan seperti manusia. Hal yang membedakan adalah tokohnya,

yaitu binatang.

b. Fabel merupakan cerita yang mengisahkan tentang kehidupan manusia berwatakkan

seperti binatang.

c. Fabel merupakan cerita yang mengisahkan tentang kehidupan pahlawan pahlawan

dizaman dahulu.

d. Fabel merupakan cerita yang mengisahkan tentang kehidupan tumbuhan

berwatakkan seperti manusia.

7. Dibawah ini manakah cerita yang dapat dijadikan sebagai cerita fabel . . . .

a. Kayla dan Syafira sahabat sejati

b. Erwin menyukai buah mangga

c. Kucing oren yang dirawat Yudha

d. Lebah yang iri dengan belalang

8. Tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik dan ketegangan antar tokoh adalah . . . .

a. Protagonis

b. Tritagonis

c. Antagonis

d. Utama

e. Tambahan

9. 1.) Dahulu kala, ada sebuah kerajaan kecil di Pulau Mintin, Kalimantan Tengah.

2.) Pagi dan sore Tantan memacu semangatnya untuk berlatih memanjat dan

bergelantungan di pohon Kasturi sahabatnya.
3.) Buaya menghampiri raja dan berkata, “Ampun Ayah, Ananda hanya ingin

menghentikan tindakan Naga yang semena-mena.”

4.) Akhimya Tantan dengan mudah menyelesaikannya perlombaannya dan menjadi

pemenang

Kalimat yang mengandung kata keterangan tempat adalah . . . .

a. 1 dan 4

b. 2 dan 4

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 24

c. 1 dan 3
d. 1 dan 2
10. Kutipan teks cerita dibawah ini termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian . . . .

Disebuah hutan yang ada di sebuah pulau yang bermama Pulau Kambang, tinggalah
bermacam- macam natang, ada monyet, ular, dan berbagai macam burung Di hutan
pulau Kambang ini juga terdapat salah satu binatang yang merupakan maskot
Kalimantan Selatan yaitu Monyet Bekantan.

a. Koda
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Orientasi

ISIAN !

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan dengan benar sesuai pemahaman kamu !!

1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang ceita fabel ?
2. Jelaskan struktur dalam cerita fabel ?
3. Jelaskan pembagian latar yang ada dalam cerita fabel ?
4. Sebutkan judul cerita fabel yang berasal dari kalimantan ?
5. Apa yang dimaksud dengan amanat dalam cerita fabel ?

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 25

UNIT 2 CERITA LAGENDA RAKYAT KALIMANTAN

A. BERKENALAN DENGAN CERITA LAGENDA KALIMANTAN
Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan cerita lagenda ? apakah kalian pernah
membaca atau mendengar cerita tentang lagenda dari Kalimantan ? Materi ini kita akan
membahas apa itu cerita lagenda, apasaja bentuknya dan cerita cerita lagenda yang
berasal dari kalimantan. Bacalah cerita lagenda asal Kalimantan Barat dibawah ini.

Lagenda Batu Menangis

(Gambar 1.1 batu menangis, sumber: https://www.lastafella.com/legenda-batu-menangis-cerita-
rakyat-kalimantan-bar )

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu bersama anak perempuannya yang bernama
Darly. Darly adalah seorang gadis cantik dengan tubuh yang putih dan indah. Namun sayang
sikap dan sifatnya tidak seanggun wajahnya
Dahulu mereka hidup berkecukupan, namun setelah ayah Darly meninggal, sang ibu harus
bekerja keras di ladang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.Karena setiap hari bekerja
di ladang, kulitnya jadi kian gelap dan menjadi kurus. Bagi seorang ibu, apapun dilakukan demi
kebahagiaan anaknya.
Namun apa yang dilakukan Darly?? Dia tidak mau membantu ibunya. Kerjanya hanya
berdandan dan enggan keluar rumah karena takut kulitnya gelap seperti ibunya
Suatu hari ibu Darly hendak bekerja sampai sore di ladang sebab musim panen sudah tiba. Ia
pun meminta bantuan kepada Darly
"Darly, bisakah kamu memasak hari ini nak…, ibu tidak bisa pulang siang ini, karena harus
menyelesaikan panen. Jika sudah selesai, tolong antarkan ke ladang untuk ibu"? Kata ibunya,
Darly yang sedang menyisir rambutnya dengan santai menjawab
"Tidak mau bu, kalau aku masak nanti rambutku bau tungku dan aku tidak mau ke ladang
nanti kulitku menjadi gelap"
Mendengar jawaban anaknya, ia hanya menahan nafas berusaha memahami ketidak mauan
sang anak dan ia pun beranjak pergi ke ladang. Sembari melakukan pekerjaannya di ladang, ia
teringat dengan anaknya dan merasa sedih lantaran satu-satunya anak yang disayanginya
memiliki sifat pemalas. Ia pun ber’doa di dalam hati “Ya tuhan, tolong ubah anakku, lepaskan
dia dari sifat malasnya”
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan di ladang, ibu Darly pulang dengan rasa letih dan
lapar, namun sesampai di rumah, tidak ada satu makananpun yang bisa disantap

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 26

Melihat ibunya kembali, dengan suara lantang Darly berkata
"Ibu kemana aja sih, masa tidak ada makanan di rumah. Aku kan lapar, seharian tidak
makan"!!!
Mendengar anaknya berkata kasar seperti itu, si ibu terdiam hampir tidak percaya dengan apa
yang baru saja dikatakan oleh anaknya. Ia pun menoleh ke arah Darly bermaksud untuk
memarahi si anak tapi ternyata Darly sudah tidak ada (mengunci diri di kamar). Singkat cerita,
keesokan harinya si ibu pergi ke pasar untuk menjual hasil panen dan pulang dengan
membawa sejumah uang. Mengetahui ibunya memiliki uang, Darly datang menghampiri
ibunya dan berkata dengan sedikit manja
Buu..., Bedakku habiis., tolong belikan ya bu...
Ya.., tapi besok ya nak, sekarang sudah soreJawab si ibu
Keseokan harinya, Darly tampak lain dari biasanya. Ia tampak sangat cantik dan ceria dengan
pakaian terbaiknya. Melihat anaknya yang ceria, si ibupun ikut merasakan kebahagiaan
Singkat cerita mereka pun berjalan menuju ke pasar. Di tengah perjalanan, tidak jauh dari
pasar, Darly bertemu dengan teman wanitanya dan teman tadi bertanya kepada Darly
Hai Darly.., kamu mau kemana?? Ehmm, dia siapa Darly? ibumu yaa??
Ternyata si teman tadi tidak mengetahui kalau ternyata Darly memiliki seorang ibu yang kotor
dan jelek. Karena merasa malu, Darly menjawab dengan berbisik kalau yang bersamanya
adalah pembantunya.
Sayangnya sang ibu tetap mendengar apa yang diucapkan Darly. Betapa sedih dan terlukanya
hati seorang ibu yang tidak mau mengakui ibunya sendiri.. Tidak ingin ribut dan dilihat oleh
orang banyak, si ibu berusaha menahan amarah dan perjalananpun dilanjutkan. Sampai di
tengah pasar, kembali Darly bertemu salah seorang temannya dan entah kenapa selalu
menanyakan hal yang sama. Untuk yang kedua kalinya Darly berbohong kepada temannya
dengan mengatakan bahwa yang bersamanya bukanlah ibunya melainkan pembantunya
Sang ibu tidak kuasa lagi menahan rasa sedih bercampur amarah.
Dengan bercucuran air mata, sang ibu ber’doa dalam hati
"Ya Tuhan...hamba sudah tidak kuat lagi dengan sikap anak hamba. Tolong kiranya Engkau
(Tuhan) menghukumnya agar dia menjadi jera"
Tidak berapa lama kemudian, tiba-tiba tubuh Darly gemetar dan ia pun menjerit minta tolong
kepada ibunya
Ibu-nya pun menghampiri Darly. Sementara itu bagian kaki Darly sudah menjadi batu dan
secara perlahan terus ke bagian tubuh Darly yang lain
Darly hanya bisa menjerit dan menangis memohon ampun. Ibu-nya pun merasa iba, tapi
semua sudah terlambat dan pada akhirnya seluruh bagian tubuh Darli menjadi batu.

1. Mengenal Cerita Lagenda

Cerita legenda adalah cerita-cerita semihistoris yang memaparkan perbuatan para

pahlawan, perpindahan penduduk, terciptanya adat kebiasaan lokal, dan yang

istimewa selalu berupa campuran antara realisme dan yang supernatural dan luar

biasa. Legenda dapat memuat keterangan-keterangan langsung atau tidak langsung

tentang sejarah , kelembagaan, hubungan, nilai, dan gagasan-gagasan. Legenda

ditokohi manusia, yang mempunyai kekuatan luar biasa, dan seringkali juga dibantu

makhluk-makhluk ajaib. Selain itu, legenda bersifat sekuler (keduniawian), terjadi

pada masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 27

kenal. Legenda berisi cerita yang mengisahkan sejarah satu-satu tempat atau

peristiwa zaman silam. Ia mungkin berkisah tentang seo rang tokoh, keramat dan

sebagainya. Setiap penempatan yang bersejarah lama mempunyai legendanya

sendiri.

Baca dan simak cerita lagenda dibawah ini . . . . .

(lagenda : lagenda danau lipan, kalimantan timur)

LAGENDA DANAU LIPAN

Konon, di suatu waktu, Muara Kaman merupakan lautan. Di sana berdirilah sebuah kerajaan
dengan Bandar di tepi laut yang ramai. Tersebutlah seorang puteri cantik bernama Puteri Aji
Berdarah Putih. Kata yang empunya cerita, disebut demikian karena jika sang Puteri memakan
sirih, maka air sepah berwarna merah yang ditelannya akan terlihat saat mengalir. Kecantikan
itu tersebar ke seantero negeri dan kerajaan di luarnya.
Alkisah, ketenaran sang Puteri sampai juga ke telinga seorang Raja Cina dari negeri seberang.
Maka sang Raja Cina segera membaw abala tentara mengarungi lautan dengan sebuah jung
besar untuk melamar Puteri Aji Berdarah Putih.Kehadiran sang Raja Cina disambut dengan
meriah. Puteri nan jelita menyambut sang tamu dengan pesta makan yang meriah. Tarian-tarian
dan nyanyian disajikan juga untuk menambah meriahnya pesta. Alangkah gembiranya sang Raja
menerima sambutan yang demikian meriah itu. Sang Puteri jelita memang tahu bahwa
kehadiran Raja Cina itu tak lain adalah untuk mempersuntingnya. Akan tetapi begitu melihat
gerak-gerik dan cara melahap makanan, Sang Puteri sontak menjadi jijik tak terkira. Alangkah
tidak lazimnya cara makan Raja Cina itu yang tidak bedanya dengan cara anjing menyantap
makanan.
Bukan saja saja sang Puteri merasakan jijik, bahkan ketika lamaran diajukan, sang Puteri juga
merasa terhina. Tentu saja tidak sepantasnya raja terhormat punya tabiat seperti b inatang.
Lamaran itu bagaikan tamparan bagi sang Puteri.

(Gambar 2.2 lagenda danau lipan,sumber:https://dongengceritarakyat.com/legenda-rakyat-nusantara-
cerita-asal-muasal-danau-lipan/)

Namun, penolakan disertai murka itu juga ditanggapi amarah pula oleh Raja Cina. Ia sakit hati.
Darah mengalir ke ubun-ubun saat menghadapi rasa malu yang luar biasa itu. Tangannya
menggenggam seolah ingin dihantamkan pada apa saja yang ada di hadapannya.
Sepulang dari sana, ia memerintahkan panglima perangnya untuk menyerang kerajaan Puteri Aji
Berdarah Putih. Pertempuran pun tak dapat dielakkan. Beribu-ribu prajurit Raja Cina merangsek
bagaikan gelombang laut yang ganas.
Menghadapi serangan itu, prajurit sang Puteri jelita tak mau kalah. Gempuran dahsyat itu
ditandinginya dengan kegagahberanian yang luar biasa. Makin lama sang Puteri cemas melihat
gelombang serangan prajurit Raja Cina yang tak bisa ditandingi tentara perangnya yang

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 28

jumlahnya jauh lebih sedikit. Puteri takut tak lama lagi tentaranya akan tumpas.
Maka, sebagai titisan raja sakti ia pun mulai bangkit di saat tindasan makin berat. Ia mengambil
kinang dari wadahnya. Kemudian ia mengunyah sirih sambil mengucapkan mantera-mantera
sakti. Mulutnya berkomat-kamit dan matanya yang indah terpejam. Tak lama kemudian sang
Puteri menyemburkan sepah-sepah sirih ke segala penjuru arah.
Ajaib! Sepah-sepah itu tiba-tiba menjelma jutaan lipan ganas yang menyerang barisan besar
prajurit Raja Cina. Lipan-lipan itu kini menjadi barisan tentara yang mengambil alih barisan para
tentara Puteri Aji yang mulai terdesak.
Dalam waktu sekejap tentanra Raja Cina lumpuh oleh keganasan lipan-lipan itu. Sebagian yang
tersisa lari tunggang langgang meninggalkan daerah itu. Namun serang lipan-lipan itu memburu
hingga sampai ke laut, tempat prajurit menyelamatkan diri di jungnya. Perahu mereka pun
tenggelam. Seluruh laskar Raja Cina tumpas.Tempat yang menenggelamkan jung Raja Cina itu
menjadi padang luas yang menyatu dengan laut. Syahdan, tempat itu hingga kini disebut Danau
Lipan

2. Jenis Jenis Cerita Lagenda

Dalam cerita legenda ini terbagi menjadi empat jenis yaitu :

a. Legenda Keagamaan
Legenda yang ceritanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan disebut
dengan legenda keagamaan. Legenda ini misalnya legenda tentang orang-orang
tertentu. Kelompok tertentu misalnya cerita tentang para penyebar Islam di
Jawa.Kelompk orang-orang ini di Jawa. Kelompok orang-orang ini di Jawa
dikenal dengan sebutan walisongo, mereka ialah manusia biasa, tokoh yang
memang benar-benar ada, akan tetapi dalam uraian ceritanya ditampilkan
sebagai figure-figur yang memiliki kesaktian. Kesaktian yang mereka miliki
digambarkan di luar batas-batas manusia biasa

b. Legenda Alam Gaib
Legenda alam gaib yang merupakan legenda yang berbentuk kisah yang
dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Fungsi legenda
semacam ini ialah untuk meneguhkan kebenaran “ takhyul ” atau kepercayaan
rakyat. Jadi legenda alam gaib ialah cerita-cerita pengalaman srang dengan
makhluk-makhluk gaib, hantu-hantu, siluman, gejala-gejala gaib dan
sebagainya

c. Legenda Perorangan
Legenda perorangan merupakan cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang
dianggap benar-benar terjadi.

d. Legenda Lokal ( Setempat )
Legenda lokal ialah legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya
gunung, bukit, danau dan sebagainya.

3. Ciri Ciri Cerita Lagenda

Dalam cerita lagenda juga memiliki ciri ciri tersendiri dari ceitanya yang membedakan

dengan cerita cerita yang lainnya, yakni sbb :

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 29

a. Bersifat sekuler ( keduniawian ) terjadinya pada masa yang belum begitu lampau
dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Tokoh utama dalam
legenda adalah manusia.

b. Sejarah, kolektif maksudnya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena
seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.

c. Bersifat migration yakni dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas didaerah-
daerah yang berbeda.

d. Bersifat siklus yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau
kejadian tertentu

e. Ceritanya sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi.

B. KARAKTERISTIK CERITA LAGENDA

1. Unsur Unsur Cerita Lagenda
Cerita fabel dan lagenda sebenarnya memiliki unsur dan karakteriskik yang hampir
sama, hanya saja cerita fabel bercerita tentang hewan sedangkan cerita lagenda
bercerita tentang kejadian di zaman dahulu yang pernah terjadi dan memiliki tokoh
manusia. Berikut unsur yang ada didalam cerita lagenda sbb :
a. Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita
sehingga dapat diketahui karakter atau sifat para tokoh itu. Penokohan dalam
cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan,
amanat, moral, atau sesutu yang ingin disampaikan. Salah satu unsur
tokoh dalam sebuah cerita rakyat adalah tokoh utama yang menjadi pusat
perhatian pembaca pada cerita rakyat yang dibaca. Tokoh utama adalah
tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam cerita rakyat yang
bersangkutan, ia merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan dan
yang paling sering muncul dan dijadikan sebagi tokoh yang dilebihkan
perannya dalam cerita rakyat tersebut.
b. Peristiwa dan Alur
hubungan antara satu peristiwa atau sekelompok peristiwa dengan peristiwa
yang lain disebut dengan alur. Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh
tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan
oleh para pelaku dalam suatu cerita.
c. Latar
Latar merupakan unsur suatu karya sastra yang keberadaannya turut
menentukan isi dan jalan cerita sebuah roman. Pada hal ini latar diartikan
sebagai ketentuan tempat, waktu dan lingkungan sosial tempat terjadinya
suatu peristiwa dalam sebuah karya sastra.
Agar dapat lebih mengerti, perhatikan panggalan cerita lagenda cerita dibawah
!
(lagenda : kalimantan timur, lagenda sungai mahakam)

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 30

Dahulu, di sekitar hulu Sungai Mahakam, terdapat sebuah pondok besar yang dihuni
oleh tiga orang bersaudara. Saudara tertua seorang gadis bernama Siluq, saudara
kedua bernama Ayus, serta yang paling bungsu bernama Ongo. Mereka memiliki
tabiat dan keahlian yang berbeda-beda, kecuali si bungsu yang masih kecil. Siluq
adalah gadis yang gemar melakukan bebelian (ritual adat) dan bedewa (memuja
dewa) untuk mencari kesaktian. Hampir setiap hari dan malam hari gadis itu
bersemedi sehingga terkadang lupa makan dan minum.

d. Gaya Bahasa
Gaya bahasa dalam karya sastra naratif merupakan bentuk-bentuk
ungkapan yang digunakan oleh pengarang untuk menyempaikan ceritanya
(Atmazaki, 2007:107). Sebagai media ekspresi karya sastra, gaya bahasa yang
digunakan oleh pengarang, meskipun tidaklah terlalu luar biasa, adalah unik
selain dekat dengan watak dan jiwa penyair juga menjadikan bahasa yang
digunakan berbeda dalam makna dan kemesraannya

e. Tema dan Amanat
Tema adalah suatu gagasan sentral. Gagasan sentral yang dimaksud adalah
topik atau pokok pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai oleh pengarang
dengan topiknya ,dan juga amanat merupakan nasihat atau hal baik yang ada
dalam cerita disampaikan secara tersurat atau tersirat

2. Sturktur Cerita Lagenda
Cerita lagenda memiliki struktur cerita yang sama dengan cerita dalam fabel,
berikut penjelasannya secara singkat :
a. Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi
pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh,
maupun latar tempat dan waktu.
Agar kamu lebih memahami tentang orientasi dalam fabel, perhatikan
penggalan cerita lagenda “Asal Mula Anak Sungai Mahakam dari
Kalimantan Timur” berikut ini!

Dahulu, di sekitar hulu Sungai Mahakam, terdapat sebuah pondok besar yang dihuni
oleh tiga orang bersaudara. Saudara tertua seorang gadis bernama Siluq, saudara
kedua bernama Ayus, serta yang paling bungsu bernama Ongo. Mereka memiliki
tabiat dan keahlian yang berbeda-beda, kecuali si bungsu yang masih kecil. Siluq
adalah gadis yang gemar melakukan bebelian (ritual adat) dan bedewa (memuja
dewa) untuk mencari kesaktian.

b. Komplikasi, merupan klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang
dialami tokoh.
Nah agar lebih memahami tentang komplikasi dalam cerita lagenda,
perhatikan contoh berikut ini ya! sebelumnya mari kita baca terlebih dahulu
panggalan cerita dari lagenda “Asal Mula Anak Sungai Mahakam” berikut
ini!

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 31

Sementara itu, Siluq baru saja selesai bebelian. Ia kemudian menuju ke dapur untuk
memastikan apakah nasinya sudah tanak atau belum. Begitu ia membuka penutup
panci itu, dilihatnya masih ada beberapa lembar daun padi yang tersisa.
“Hai, bukankah seharusnya nasi ini sudah matang semua? Tapi, kenapa masih ada
beberapa lembar daun padi yang tersisa?” gumam Siluq dengan heran, “Ini pasti
perbuatan Ayus. Anak itu telah melanggar pesanku.”
Siluq terlihat sangat marah. Karena perilaku adiknya itu, kini kesaktiannya memasak
daun padi menjadi nasi telah hilang. Dengan kesal, ia segera menghampiri Ayus yang
sedang duduk beristirahat di samping pondok mereka.
“Hai, Ayus. Kamu telah melanggar pesanku. Tidak ada lagi gunanya kita tinggal
bersama. Lebih baik aku pergi dari sini. Aku akan tinggal di dekat pusat air. Di sana aku
dapat bebas bebelian dan bedewa tanpa ada yang mengganggu,” kata Siluq.

c. Resolusi, berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.

Perhatikan contoh berikut ini ya! sebelumnya mari kita baca terlebih dahulu
panggalan cerita dari lagenda “Asal Mula Anak Sungai Mahakam” berikut
ini!

Sementara itu, rakit yang tumpangi Siluq terus melaju hingga akhirnya tiba di muara
Sungai Mahakam. Ayus tidak mampu lagi membuat bendungan karena tidak ada lagi
batu-batu besar di daerah itu. Dengan kekuatannya, ia menambak kuala sungai
dengan mengambil lumpurnya dan mencabut nipah-nipah yang tumbuh di pinggir
sungai. Nipah-nipah tersebut kemudian ditanam pada tambak buatannya sehingga
terbentuklah hutan nipah. Setelah itu, Ayus menunggu rakit Siluq melewati tempat
itu.
Tak berapa Ayus menunggu, dari kejauhan tampaklah rakit Siluq sedang melaju ke
hilir. Ketika rakit itu hendak melewati hutan nipah buatan Ayus, ayam jantan Siluq
berkokok. Tak ayal, hutan nipah itu pun hancur sehingga terbentuklah aliran-aliran
sungai yang kini bernama Kuala Bayur, Kuala Berau, dan sejumlah delta di Kuala
Mahakam.

d. Koda, merupakan bagian akhir dari cerita. Biasanya berisi pesan dan amanat
yang ada pada cerita fabel tersebut.

Usai berpesan, Suliq dan rakitnya tiba-tiba menghilang dan muncul kembali di pusat
air. Alangkah terkejutnya Ayus saat menyaksikan peristiwa itu. Ia benar-benar tak
kuasa menahan kepergian kakaknya. Ia pun merasa menyesal karena telah melanggar
janjinya.
Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah bahwa orang yang suka
mengingkari janji seperti Ayus akan menerima balasannya. Karena telah melanggar
janji, Ayus pun harus berpisah dengan kakaknya.

3. Penggambaran dan Pemeranan Tokoh Cerita Lagenda
Tokoh dalam suatu cerita memegang peranan penting, karena tanpa ada tokoh tidak
akan berkembang suatu cerita. Dengan mempelajari perwatakan, kita dapat
mengetahui pola tingkah laku manusia dan dapat dijadikan bagi pembelajaran
hidup. Penggambaran tokoh atau karakter tokoh dapat dilihat berdasarkan
pemaparan secara langsung ataupun tidak langsung oleh pengarangnya. Karakter
juga berkaitan dengan istilah kepribadian, yang diartikan sebagai totalitas nilai yang

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 32

mengarahkan manusia dalam mejalani hidupnya. Jadi karakter berkaitan dengan
sistem nilai yang dimiliki oleh seseorang. Berikut adalah beberapa karakter yang
sering ada didalam cerita lagenda :
a. Karakter Perwatakan

Ada beberapa karakter perwatakan tokoh yaitu:

1.) Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang wataknya disukai pembacanya. Biasanya,
watak tokoh semacam ini adalah watak yang baik dan positif, seperti dermawan,
jujur, rendah hati, pembela, cerdik, pandai, mandiri, dan setia kawan.

2.) Antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang wataknya dibenci pembacanya. Tokoh ini
biasanya digambarkan sebagai tokoh yang berwatak buruk dan negative, seperti
pendendam, culas, pembohong, menghalalkan segala cara, sombong, iri, suka
pamer, dan ambisius. Meskipun demikian, ada juga tokoh-tokoh antagonis yang
bercampur dengan sifat-sifat yang baik.

3.) Figuran

Tokoh figuran adalah tokoh yang mendampingi tokoh utama/protagonis,
umumnya tokoh figuran bersifat pelengkap dan tidak terlalu memegang peranan
penting dan hanya mendukung tokoh utama.

4.) Tritagonis

Tokoh tritagonis adalah pelaku yang membantu dalam suatu cerita, baik tokoh
protagonis maupun antagonis.Penyajian watak dan tokoh serta penciptaan citra
tokoh terdapat beberapametode, masing-masing dengan kelebihan dan
kekurangannya. Ada kalanya Pengarang melalui penceritaan mengusahakan sifat-
sifat tokoh, pikiran, hasratdan perasaannya.

b. Karakter Perwatakan Tokoh

Setiap tokoh dalam novel biasanya memiliki watak yang berbeda, pengarang
dapat mengemukakan watak tokoh dengan metode langsung dan metode tidak
langsung.

1.) Motode Langsung

Apabila pengarang mengomentari watak “sifat-sifat dasar” tokoh ceritanya itu
secara langsung, seperti menyebutkan bahwa tokohnya itu mempunyai kebiasaan
yang buruk “suka marah, kasar, serakah, dengki dan sebagainya” atau baik
“bijaksana, suka menolong, rendah hati dan sebagainya”.

2.) Metode Tidak Langsung 33
Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan

Bila pengarang mengungkapkan watak tokoh ceritanya hanya melalui penyajian
pikiran, percakapan “dialog” dan lakuan “tindakan-tindakan/tingkah laku”
tokohnya, melalui metode ini, pengarang mengharapkan pembaca dapat
menyimpulkan sendiri tentang watak tokoh ceritanya melalui ucapan dan tingkah
laku tokoh.

(lagenda : Sangi Sang Pemburu, Kalimantan Tengah)

Legenda Sangi Sang Pemburu

Syahdan di daerah aliran Sungai Mahoroi hiduplah seorang lelaki bernama Sangi. Ia dikenal
sebagai pemburu tangguh. Piawai ia menyumpit. Sangat jarang sumpitannya meleset dari
sasaran yang dibidiknya.Pada suatu hari ia kembali berburu di hutan. Ketika itu Sangi
merasakan keanehan yang sangat mengherankannya. Sama sekali ia tidak melihat seekor
hewan buruan. Tidak juga hewan-hewan besar maupun hewan-hewan kecil. Karena tidak juga
menemukan hewan buruan setelah berusaha keras mencari, Sangi pun berniat pulang kembali
ke rumahnya. Hatinya kesal berbaur sedih. Serasa untuk pertama kali dalam perburuannya,
Sangi pulang dengan tangan hampa.
Dalam perjalanan pulangnya, Sangi melewati pinggir sungai. Terbelalak ia ketika melihat
kondisi pinggir sungai itu yang terlihat keruh. Sangi mengerti, itu pertanda ada babi hutan
yang baru saja minum air dari sungai itu. Dengan hati-hati Sangi meneliti. Benar dugaannya. Ia
menemukan jejak-jejak kaki babi hutan di tanah di dekat sungai itu. Sangi pun bergegas
mengikuti jejak kaki tersebut.

(Gambar 2.3 sangi sang pemburu, sumber: http://ceritarakyattelo.blogspot.com/2016/06/legenda-sangi-
sang-pemburu.html)

Sangi akhirnya menemukan babi hutan itu. Namun, sangat mengerikan keadaannya. Sebagian
tubuh babi hutan itu telah berada di dalam mulut seekor ular raksasa!
Sangi hanya terdiam, tidak sempat ia berlari atau bersembunyi.
Sementara itu si ular raksasa terus berusaha menelan mangsanya. Beberapa kali ia berusaha
namun babi hutan itu tidak juga berhasil ditelannya. Akhirnya dikeluarkannya lagi tubuh babi
hutan itu. Pandangan galaknya segera tertuju kepada Sangi. Seketika itu si ular raksasa
menjelma menjadi seorang pemuda gagah berwajah tampan. Ia berjalan tenang menghampiri
Sangi. Katanya seraya memegang tangan Sangi, “Telanlah utuh-utuh babi hutan itu!”
Sangi sangat terkejut. “Aku … aku tidak bisa melakukannya …”
“Cepat lakukan!” bentuk si pemuda.
Sangi menurut. Ditangkapnya babi hutan itu dan kemudian menelannya. Sangat
mengherankan, ia mampu menelan tubuh babi hutan itu utuh-utuh!
“Karena engkau telah melihatku ketika menelan babi hutan, maka kini engkau pun menjadi
ular jadi jadian!” kata si pemuda.
Si pemuda jelmaan ular itu lantas menjelaskan bahwa Sangi yang telah menjadi ular jadi jadian
itu akan dapat hidup abadi dan mempertahankan kemudaannya. “Semua itu akan terjadi jika

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 34

engkau dapat menjaga rahasiamu ini. Sekali rahasiamu ini engkau buka, maka engkau akan
menjadi ular raksasa! Engkau paham?”
Sangi berjanji untuk tidak sekali-kali membocorkan rahasia dirinya itu. Jika diminta memilih, ia
tidak ingin menjadi ular raksasa. Ia tetap ingin menjadi manusia. Sangat senang pula ia jika
dapat hidup abadi dan mempertahankan kemudaannya jika ia mampu menjaga rahasia besar
dirinya itu sesuai pesan si pemuda jelmaan ular raksasa.
Sejak saat itu Sangi senantiasa menutup rapat-rapat rahasianya. Kepada siapa pun juga ia
tidak mengungkapkannya. Termasuk kepada istri dan anak-anaknya maupun juga kerabat
dekatnya. Namun, anak-anak Sangi yang merasa keheranan dan penasaran. Sejak mereka
masih kanak-kanak hingga dewasa dan akhirnya tua, mereka mendapati ayah mereka tetap
muda. Ayah mereka tetap seperti pemuda meski umurnya telah mencapai seratus lima puluh
tahun!
Berawal dari keheranan dan penasaran itu anak-anak Sangi pun berulang-ulang bertanya pada
Sangi, mengapa Sangi tetap terlihat muda meski telah sangat panjang usianya.
Semula Sangi masih dapat menjaga rahasianya dengan mengemukakan berbagai alasan.
Namun, karena keluarganya terus mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut,
jengkel pula Sangi dibuatnya. Sangi yang tidak tahan lagi akhirnya membuka rahasia dirinya.
Akibatnya, tubuh Sangi mengalami perubahan. Sangi berubah menjadi ular raksasa. Dengan
kemarahan yang meluap, Sangi pun mengutuk, “Kalian semua akan mati seluruhnya dalam
waktu singkat dalam pertikaian antar sesamamu!”
Sangi kemudian mengambil harta kekayaannya yang berupa keping-keping emas yang
disimpannya dalam sebuah guci besar. Ia lantas menuju Sungai Kahayan dan memutuskan
menjadi penjaga Sungai Kahayan di bagian hulu. Seketika tiba di pinggir Sungai Kahayan, Sangi
menyebarkan emas-emas miliknya seraya mengemukakan kutukannya, “Siapa saja yang
berani mendulang emas di daerah ini, maka ia akan mati tak lama setelah itu! Emas hasil
dulangannya akan dipergunakan untuk mengupacarakan kematiannya!”
Maka sejak saat itu anak Sungai Kahayan tempat di mana Sangi menjaga itu kemudian disebut
Sungai Sangi. Sungai itu sangat dikeramatkan orang. Mereka tidak berani mendulang emas di
tempat itu meski mereka meyakini emas sebesar labu kuning banyak terdapat di sana.
Semuanya takut terkena kutukan Sangi. Ketakutan mereka tampaknya beralasan, karena tidak
sedikit dari penduduk yang mengaku pernah melihat ular raksasa sedang duduk bersantai di
atas bongkahan batu sungai saat bulan purnama di musim kemarau. Mereka yakin, ular
raksasa itu adalah jelmaan Sangi.

4. Kebahasaan Cerita Lagenda

Pronomina (kata ganti) Adalah kata yang dipakai untuk sebagai pengganti benda

dan memberi nama seseorang atau sesuatu dengan tidak langsung

a. Frasa Adverbial: Adalah kata yang menggambarkan peristiwa atau kejadian,

waktu dan tempat contoh pada suatu hari, disuatu hari, disuatu tempat

b. Verb Material: Adalah kata yang fungsinya sebagai petunjuk kegiatan yang

dijalankan partisipan, menggambarkan aktivitas fisik atau kejadian, contohnya

adalah menulis, mengepel, menyapu dan lain sebagainya.

c. Konjungsi Temporal atau Kata hubung waktu: Adalah kata penghubung yang

fungsinya menata urutan peristiwa yang diceritakan. Seringkali banyak

memakai kata penghubung temporal.

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 35

TUGAS 1
Mari kita menentukan ciri kebahasan dalam cerita lagenda !

Setelah mempelajari materi diatas, kamu pasti sudah dapat menentukan bagian/struktur
yang ada didalam teks cerita lagenda, kali ini kalian akan menentukan kebahsaan yang
digunakan dalam teks tersebut. Isilah jawaban kalian sesuai dengan tabel di bawah !!
Sesuaikan dengan cerita lagenda Danau Lipan dari Kalimantan Timur.

Struktur Ciri Kebahasaan Bukti Teks
Orientasi
Komplikasi
Resolusi

Koda

TUGAS 2

Yuk belajar menentukan tokoh dalam cerita lagenda !!!

Setelah membaca cerita diatas, menurut kamu bagaimana karakter tokoh yang ada
didalam cerita tersebut ? Jelaskan watak tokoh didalam cerita tersebut !!

Nama Tokoh Karakter Tokoh

Sangi

Istri Sangi

Anak Sangi

Dst . . . . .

EVALUASI II

Jawablah pertaanyaan dibawah ini dengan benar, dengan memberikan tanda silang atau
centang pada huruf A,B,C,D atau E pada lembar yang telah disediakan dibawah ini !!!

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 36

1. Cerita yang mengisahkan sejarah satu-satu tempat atau peristiwa zaman silam yang
mungkin berkisah tentang seo rang tokoh, keramat dan sebagainya disetiap penempatan
yang bersejarah lama, disebut . . . .
a. Cerita rakyat
b. Cerita fabel
c. Cerita lagenda
d. Cerita zaman dahulu

2. Dalam cerita, menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan,
amanat,moral,atau sesutu yang ingin disampaikan yang menjadi pusat perhatian
pembaca pada cerita yang dibaca, ialah . . . .
a. Latar
b. Amanat
c. Tema
d. Tokoh

3. Legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya gunung, bukit, danau dan
sebagainya disebut ?
a. Lagenda keagamaan
b. Lagenda alam gaib
c. Lagenda tempat
d. Lagenda perorangan

4. Tokoh yang sebagai pelaku membantu dalam suatu cerita, baik tokoh protagonis
maupun antagonis adalah . . . .
a. Protagonis
b. Figuran
c. Tritagonis
d. Antagonis

5. Karya sastra naratif yang merupakan bentuk-bentuk ungkapan yang digunakan oleh
pengarang untuk menyempaikan cerita adalah . . . .
a. Gaya bahasa
b. Gaya model
c. Gaya pakaian
d. Gaya cerita

6. Ciri ciri dari cerita lagenda adalah . . . .
a. Tokoh utama adalah binatang
b. Terjadi dimasa sekarang
c. Terjadinya pada masa lampau
d. Cerita yang telah dikarang

7. Penjelasan yang tepat untuk menggambarkan tokoh antagonis adalah . . . .
a. Tokoh yang mendampingi tokoh utama/protagonis
b. Tokoh yang membantu dalam suatu cerita
c. Tokoh yang wataknya disukai pembacanya
d. Tokoh yang wataknya dibenci pembacanya

8. Apasaja karakter perwatakan tokoh dalam cerita lagenda
a. Antagonis, protagonis, tritagonis, figuran

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 37

b. Antagonis, binatang, figuran, tumbuhan
c. Peran pembantu, figuran, tumbuhan
d. Tumbuhan, figuran protagonis, binatang
9. Perhatikan potonngan cerita dibawah ini !

Sementara itu, rakit yang tumpangi Siluq terus melaju hingga akhirnya tiba di muara Sungai
Mahakam. Ayus tidak mampu lagi membuat bendungan karena tidak ada lagi batu-batu
besar di daerah itu. Dengan kekuatannya, ia menambak kuala sungai dengan mengambil
lumpurnya dan mencabut nipah-nipah yang tumbuh di pinggir sungai. Nipah-nipah tersebut
kemudian ditanam pada tambak buatannya sehingga terbentuklah hutan nipah. Setelah itu,
Ayus menunggu rakit Siluq melewati tempat itu.
Potongan cerita diatas merupakan bagian dari . . . . struktur cerita lagenda.
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda
10. Perhatikan potongan cerita dibawah ini !!

Syahdan di daerah aliran Sungai Mahoroi hiduplah seorang lelaki bernama Sangi. Ia dikenal
sebagai pemburu tangguh. Piawai ia menyumpit. Sangat jarang sumpitannya meleset dari
sasaran yang dibidiknya.
Potongan cerita diatas merupakan bagian dari . . . . struktur cerita lagenda.
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda

ISIAN !

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan dengan benar sesuai pemahaman kamu !!

1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang ceita lagenda !

2. Jelaskan ciri ciri dari cerita lagenda !

3. Jelaskan pembagian jenis dalam cerita lagenda !

4. Sebutkan judul cerita lagenda yang berasal dari kalimantan !

5. Jelaskan perbedaan karakter tokoh protagonis dan antagonis !

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 38

EVALUASI AKHIR

a
Pilihlah jawaban yang tepat dan benar dengan memberikan tanda silang atau centang

pada huruf A,B,C,D atau E pada lembar yang telah disediakan dibawah ini !!!

1. Cerita fiksi yang menceritakan kehidupan binatang yg digambarkan berperilaku
menyerupai manusia disebut...
a. cerpen
b. novel
c. dongeng
d. fabel

2. Bagian awal dari sebuah cerita fabel disebut...
a. orientasi
b. resolusi
c. Koda
d. klimaks

3. Tokoh yang mendukung cerita disebut tokoh...
a. Pendukung

b. tritagonis
c. protagonis
d. antagonis

4. Percakapan antara dua orang atau lebih disebut...
a. diskusi
b. wawancara
c. debat
d. dialog

5. Fabel disebut juga dengan teks cerita....
a. fiksi
b. moral
c. hiburan
d. khayal

6. Tokoh fabel biasanya menggunakan tokoh...
a. antagonis
b. kedua pelaku utama
c. pertama pelaku utama
d. protagonis

7. Ciri bahasa yang digunakan dalam fabel adalah....

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 39

a. kalimat yang singkat, jelas, padat

b. kalimat baku, tidak baku

c. kalimat langsung, dan tidak langsung

d. Kalimat naratif, kalimat langsung, dan menggunakan kata sehari-hari.

8. Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, fabel dibedakan menjadi....

a. Fabel alami dan fabel adaptasi.

b. Fabel alami dan fabel tidak alami.

c. Fabel Fabel koda dan tanpa koda.

d. Fabel adaptasi dan fabel koda.
9. cerita fabel “ SI BEKANTAN “ berasal dari daerah ?

a. Sulawesi Selatan

b. Jawa Timur

c. Jakarta

d. Kalimantan Selatan
10. Cerita Fabel “ TUPAI DAN IKAN GABUS” berasal dari daerah ?

a. Yogyakarta

b. Jawa Barat

c. Kalimantan Barat

d. Surabaya

11. Anak kecil itu sangat keras tangisnya, sehingga diberi pula kaki yang besar untuk
dimakan. Unsur yang menonjol pada penggalan cerita rakyat di atas adalah ....
a. setting
b. gaya bahasa
c. tema
d. pesan
e. Penokohan

12. Unsur tempat, waktu, suasana, budaya, adat, dan situasi yang melatarbelakangi
terjadinya cerita disebut ...
a. latar
b. tema
c. amanat

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 40

d. alur
e. Plot
13. Bagaimana sifat tokoh “Sangi’ dalam cerita lagenda Sangi Sang Pemburu ?
a. Baik Hati
b. Suka Menolong
c. Sombong
d. Rajin
14. Dalam ceririta lagenda danau lipan, karakter apa yang dimiliki oleh “ sang puteri” ?
a. Antagonis
b. Protagonis
c. Figuran
d. Tritagonis
15. Perhatikan potongan cerita dibawah ini !

Alkisah di sebuah desa yang bernama Malinau di Kalimantan Selatan, hiduplah dua
orang pemuda bernama Bujang Alai dan Bujang Kuratauan. Kedua pemuda itu selalu
hidup bermusuhan karena sifat mereka yang sangat bertentangan.
Setelah membaca potongan cerita diatas, termasuk dalam struktur ceita lagenda bagian
?
a. Awalan
b. Koda
c. Orientasi
d. Resolusi
16. Cerita lagenda DANAU LIPAN berasal dari daerah ?
a. Kalimantan timur
b. Medan
c. Jakarta
d. Padang
17. Manakah cerita lagenda yang berasal dari kalimantan selatan ?
a. Sangi sang pemburu
b. Mandin tangkaramin
c. Lagenda sungai mahakam
d. Asal usul anak sungai mahakam
18. Perhatikan potongan cerita lagenda dibawah ini!

Dahulu, di sekitar hulu Sungai Mahakam, terdapat sebuah pondok besar yang dihuni oleh tiga
orang bersaudara. Saudara tertua seorang gadis bernama Siluq, saudara kedua bernama Ayus,
serta yang paling bungsu bernama Ongo. Mereka memiliki tabiat dan keahlian yang berbeda-
beda, kecuali si bungsu yang masih kecil. Siluq adalah gadis yang gemar
melakukan bebelian (ritual adat) dan bedewa (memuja dewa) untuk mencari kesaktian.
Hampir setiap hari dan malam hari gadis itu bersemedi sehingga terkadang lupa makan dan
minum.
Dalam potongan cerita tersebut menunjukkan ?
a. Alur

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 41

b. Penokohan
c. Latar
d. Gaya bahasa
19. Perhatikan potongan cerita dibawah ini !
Dalam waktu sekejap tentanra Raja Cina lumpuh oleh keganasan lipan-lipan itu. Sebagian yang
tersisa lari tunggang langgang meninggalkan daerah itu. Namun serang lipan-lipan itu
memburu hingga sampai ke laut, tempat prajurit menyelamatkan diri di jungnya. Perahu
mereka pun tenggelam. Seluruh laskar Raja Cina tumpas.Tempat yang menenggelamkan jung
Raja Cina itu menjadi padang luas yang menyatu dengan laut. Syahdan, tempat itu hingga kini
disebut Danau Lipan.
Dalam potongan cerita diatas termasuk struktur cerita ?
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda
20. Perhatikan potongan cerita lagenda dibaawah !

Konon, di suatu waktu, Muara Kaman merupakan lautan. Di sana berdirilah sebuah kerajaan
dengan Bandar di tepi laut yang ramai. Tersebutlah seorang puteri cantik bernama Puteri Aji
Berdarah Putih. Kata yang empunya cerita, disebut demikian karena jika sang Puteri memakan
sirih, maka air sepah berwarna merah yang ditelannya akan terlihat saat mengalir. Kecantikan
itu tersebar ke seantero negeri dan kerajaan di luarnya.
Dalam potongan cerita diats termasuk dalam struktur cerita ?
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. koda

ISIAN

1. Setelah kamu mengetahui tentang apa itu cerita fabel dan lagenda, jelaskan perbedaan
antara keduanya !

2. Jelaskan secara singkat terjadinya lagenda danau lipan !

Baca dan pahami cerita lagenda dari Kalimantan Selatan dibawah ini dengan teliti, untuk
menjawab soal no 3 dan 4

Mandin Tangkaramin

Alkisah di sebuah desa yang bernama Malinau di Kalimantan Selatan, hiduplah dua orang pemuda
bernama Bujang Alai dan Bujang Kuratauan. Kedua pemuda itu selalu hidup bermusuhan karena

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 42

sifat mereka yang sangat bertentangan.
Bujang Alai merupakan putra seorang kaya dan berwajah tampan. Namun sayang kelebihannya itu
membuatnya tumbuh menjadi pemuda yang angkuh. Sementara Bujang Kuratauan memiliki wajah
yang biasa biasa saja dan berasal dari keluarga sederhana.

(Gambar2.4 mandin tangkaramin, sumber: http://alkisahrakyat.blogspot.com/2015/12/cerita-mandin-
tangkaramin-cerita-rakyat.html)

Kemanapun ia pergi, Bujang Alai senantiasa menyelipkan keris di pinggangnya. Pemuda itu selalu
berusaha menunjukkan kepada semua orang siapa dirinya. Tak jarang ia berlaku sewenang wenang
terhadap orang lain, utamanya warga kampungnya yang miskin. Sampai saat ini tak ada
seorangpun yang berani melawannya karena mereka takut kepada ayah Bujang Alai.
Berbeda dengan Bujang Alai, Bujang Kuratauan merupakan sosok pemuda yang sopan dan hormat
terhadap siapa saja. Pemikirannya yang cermerlang membuatnya disegani warga walaupun usianya
masih muda. Bujang Kuratauan juga selalu membawa senjata berupa parang bungkul jika
bepergian. Hal itu ia lakukan semata mata untuk membela diri. Beberapa kali Bujang Alai mencari
gara gara supaya berkelahi dengannya.
Pada suatu ketika, Desa Malinau gempar. Sebuah keluarga kehilangan anak gadisnya yang tiba tiba
lenyap begitu saja. Warga desa telah membantunya mencari ke seluruh pelosok kampung, bahkan
sampai ke hutan, namun tak ada jejak sang gadis sedikitpun. Orang tua sang gadis yang mulai putus
asa tak berhenti menangis.
Ditengah kegemparan yang melanda kampung Malinau, tiba tiba Bujang Alai berkata dengan
lantangnya.
“Di rumahku ada seorang gadis yang kusembunyikan. Siapa saja boleh menjemput gadis itu setelah
berhasil menahan mata kerisku”, suaranya terdengar pongah.
Semua warga tak menyangsikan bahwa ucapannya itu ditujukan kepada Bujang Kuratauan.
“Apa maksudmu siapa saja boleh menjemput gadis itu ?’, tanya Bujang Kuratauan yang panas hati
mendengar ucapan Bujang Alai. “Lepaskan gadis itu dan kembalikan pada orang tuanya”, teriaknya
dengan suara keras.
Bujang Alai tersenyum senang. Ia merasa pancingannya kali ini berhasil.
“Sebentar lagi orang ini akan menyerangku”, pikirnya. “Aku punya kesempatan untuk
menghabisinya”. Bayangan kemenangan membuat senyum Bujang Alai semakin lebar.
“Kalau kau ingin membawa gadis itu kepada orang tuanya, hadapi aku dulu”, tantang Bujang Alai.
Pemuda itu segera mencabut kerisnya dan mengambil posisi siap menyerang. Bujang Kuratauan tak
mampu menahan emosinya lagi. Segera saja ia mengeluarkan parang bungkul yang selalu
dibawanya. Perkelahianpun tak terelakkan lagi.
Bujang Alai dan Bujang Kuratauan bertempur dengan sengit. Mereka saling menyerang. Kedua
pemuda itu sama sama tangguh. Mereka berhasil menangkis setiap serangan yang dilancarkan
lawan. Karena hari sudah petang, Bujang Alai menantang Bujang Kuratauan untuk melanjutkan
pertarungan mereka esok pagi.
“Aku akan melayani dimana saja dan kapan saja kau hendak bertarung denganku”, jawab Bujang
Kuratauan tegas. Ia sungguh tak dapat menerima tindakan Bujang Alai menyembunyikan anak gadis

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 43

orang seenaknya.
“Baik kalau begitu, esok pagi kutunggu kau di Mandin Tangkaramin”, ujarnya sambil berlalu.
Mandin Tangkaramin merupakan air terjun yang terletak tak jauh dari Desa Malinau. Air terjun itu
tak terlalu tinggi dan dikelilingi hutan lebat. Dibawahnya terdapat banyak bongkahan batu besar
dan kecil. Tak lama setelah fajar menyingsing, Bujang Alai dan Bujang Kuratauan telah tiba disitu.
Pertarungan segera dilanjutkan. Parang bungkul dan keris yang beradu menghasilkan bunyi
berdentang dan percikan api. Bujang Alai dan Bujang Kuratauan mengeluarkan segenap keahlian
yang mereka miliki. Setelah bertarung cukup lama, kedua pemuda terlihat mulai kelelahan.
Mungkin karena keinginannya untuk segera menghabisi lawannya, Bujang Alai mulai kehilangan
kendali. Ia menyerang Bujang Kuratauan membabi buta. Kerisnya disabet tanpa henti sampai ia
kehabisan tenaga. Satu saat pantulan sinar matahari dari kerisnya menyilaukan matanya. Bujang
Alai sempat lengah. Pada saat itulah parang bungkul milik Bujang Kuratauan menghantam
tubuhnya dengan keras. Tubuh Bujang Alai terhuyung dan tersungkur. Ia mati seketika.
Berita terbunuhnya Bujang Alai dalam pertarungan melawan Bujang Kuratauan segera menyebar di
Desa Malinau dan sekitarnya. Keluarga Bujang Alai tak dapat menerima kematiannya. Ayahnya
sangat terpukul mendapati putranya mati dengan tubuh lebam karena hantaman parang bungkul
Bujang Kuratauan. Iapun berniat menuntut balas dengan berencana menyerang Bujang Kuratauan
dan keluarganya.
Bujang Kuratauan bukan tak tahu keluarga Bujang Alai akan menuntut balas. Apalagi desas desus
yang terdengar kalau rumahnya akan diserang semakin santer. Oleh karena itu Bujang Kuratauan
dan ayahnya segera mengatur siasat.
Setelah beberapa hari menunggu, tibalah saat yang dinanti. Bujang Kuratauan dan keluarganya
yang tak pernah tidur di rumah sejak kejadian itu segera menjalankan siasat mereka begitu
mendengar suara ramai dari kejauhan. Seluruh anggota keluarga Bujang Kuratauan menyalakan
obor dan berlari sambil memegangnya.
“Ayo cepat..”, teriak ayah Bujang Kuratauan yang memimpin di depan. Pengalamannya keluar
masuk hutan membuatnya tahu persis arah yang dituju meski dalam kegelapan. Keluarga Bujang
Alai terus berlari mengikuti obor yang dibawa keluarga Bujang Kuratauan. Rasa marah membuat
mereka berlari kencang tanpa lelah.
“Sekaraaaangg…..”, teriak ayah Bujang Kuratauan. Seluruh anggota keluarga segera mengikutinya
melempar obor yang mereka pegang. Keluarga Bujang Alai yang berlari mengejar obor tak melihat
dimana mereka berada.
“Aaaaaaaaaa….…..”, terdengar teriakan keluarga Bujang Alai yang jatuh ke dasar sungai.
Rupanya ayah Bujang Kuratauan dan keluarganya membuang obor mereka ke dasar sungai tempat
jatuhnya air terjun Mandin Tangkaramin.
Tubuh seluruh anggota keluarga Bujang Alai dan para pengikutnya yang jatuh terhempas
menghantam batu batu tajam di dasar sungai. Cucuran darah yang mengalir membuat batu batu
disitu berwarna merah. Sampai kini masyarakat sekitar percaya bongkahan batu besar berwarna
merah seperti kulit manggis yang masak merupakan batu yang terkena darah keluarga Bujang Alai.
Mereka menyebutnya Manggu Masak.
Pesan moral dari cerita rakyat Kalimantan Selatan ini adalah jangan berlaku sombong dan sesuka
hati. Orang yang jahat akan mendapat balasan dari kejahatannya.

3. Potongan cerita manakah yang menunjukkan bagian komplikasi ?

4. Potongan cerita manakah yang menunjukkan bagian koda ?

5. Jelaskan kebahasaan dalam cerita fabel dan cerita lagenda ?

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 44

KUNCI JAWABAN

• Evalusi 1

Pilihan Ganda

1. C 6. B
2. A 7. D
3. D 8. C
4. C 9. D
5. D 10. D

Isian

1. Fabel atau cerita binatang merupakan salah satu jenis dongeng yang mengisahkan
tentang kehidupan binatang berwatakkan seperti manusia.

2. Struktur Cerita Fabel
- Orientasi
Bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu
- Komplikasi
Bagian yang dimana tokoh (biasanya tokoh utama) menemui suatu permasalahan yang
kompleks dan menjadi puncak masalah dalam cerita tersebut. Bagian ini juga bisa
7disebut inti dari cerita.
- Resolusi
Bagian yang dimana si tokoh yang ada mampu menyelesaikan atau memiliki solusi atas
masalah yang dihadapinya.
- Koda
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang
dapat dipetik dari cerita tersebut.

3. Latar dibedakan menjadi tiga yaitu:
a. Latar tempat
Merujuk pada tempat atau lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam
sebuah fabel.
b. Latar waktu
Dalam fabel, pastilah terdapat informasi kapan peristiwa itu terjadi. Kapan waktu
terjadinya peristiwa dalam fabel itulah yang disebut dengan latar waktu. \
c. Latar Suasana
Latar suasana berhubungan suasana yang diceritakan dalam fabel.

4. Judul cerita fabel kalimantan

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 45

- Tupai dan Ikan Gabus dari Kalimantan Barat
- Tobi bekantan penakut, kalimantan selatan
- Kutukan Raja Pulau Mintin Kalimantan Tengah
- Si bekantan, kalimantan selatan
5. Amanat disebut juga dengan nasihat juga dapat disampaikan melalui fabel. Nasihat
disampaikan melalui peristiwa yang terjadi di dalam fabel itu sendiri. Nasihat yang
terdapat dalam cerita dapat disebut dengan amanat, hikmah, atau pesan moral. Amanat
dapat disampaikan secara tersurat atau tersirat.

• Evaluasi 2

Pilihan Ganda

1. C 6. C
2. D 7. D
3. C 8. A
4. C 9. C
5. A 10. A

Isian

1. Cerita Lagenda berisi cerita yang mengisahkan sejarah satu-satu tempat atau peristiwa
zaman silam. Ia mungkin berkisah tentang seo rang tokoh, keramat dan sebagainya.
Cerita legenda adalah cerita-cerita semihistoris yang memaparkan perbuatan para
pahlawan, perpindahan penduduk, terciptanya adat kebiasaan lokal, dan yang istimewa
selalu berupa campuran antara realisme dan yang supernatural dan luar biasa.

2. - Bersifat sekuler.
- Tokoh utama dalam legenda adalah manusia.
- Sejarah, kolektif maksudnya sejarah yang banyak mengalami distorsi karena
seringkali dapat jauh berbeda dengan kisah aslinya.
- Bersifat migration yakni dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas didaerah-
daerah yang berbeda.
- Bersifat siklus yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian
tertentu
- Ceritanya sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi.

3. Terbagi menjadi empat jenis yaitu :
a. Legenda Keagamaan

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 46

Legenda yang ceritanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan disebut dengan
legenda keagamaan.Kesaktian yang mereka miliki digambarkan di luar batas-batas
manusia biasa
b. Legenda Alam Gaib
Legenda alam gaib yang merupakan legenda yang berbentuk kisah yang dianggap
benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang, legenda alam gaib ialah cerita-
cerita pengalaman seorang dengan makhlsuk-makhluk gaib, hantu-hantu, siluman,
gejala-gejala gaib dan sebagainya.
c. Legenda Perorangan
Legenda perorangan merupakan cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap
benar-benar terjadi.
d. Legenda Lokal ( Setempat )
Legenda lokal ialah legenda yang berhubungan dengan nama tempat terjadinya
gunung, bukit, danau dan sebagainya.
4. Judul Cerita lagenda kalimantan :
- lagenda danau lipan, kalimantan timur
- lagenda sungai mahakam, kalimantan timur
- Sangi Sang Pemburu, Kalimantan Tengah
- Asal Mula Anak Sungai Mahakam, kalimantan timur
- Mandin Tangkaramin
5. Tokoh protagonis adalah tokoh yang wataknya disukai pembacanya. Biasanya, watak
tokoh semacam ini adalah watak yang baik dan positif, seperti dermawan, jujur, rendah
hati, pembela, cerdik, pandai, mandiri, dan setia kawan, sedangkan tokoh antagonis
adalah tokoh yang wataknya dibenci pembacanya. Tokoh ini biasanya digambarkan
sebagai tokoh yang berwatak buruk dan negative, seperti pendendam, culas,
pembohong, menghalalkan segala cara, sombong, iri, suka pamer, dan ambisius.
Meskipun demikian, ada juga tokoh-tokoh antagonis yang bercampur dengan sifat-sifat
yang baik.

• Evaluasi Akhir 3. A
Pilihan Ganda 4. D

1. D 47
2. A

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan

5. A 13. C
6. B 14. B
7. C 15. C
8. A 16. A
9. D 17. B
10. C 18. C
11. B 19. D
12. A 20. A

Isian

1. Cerita fabel termasuk dalam cerita fiksi, yang kisahnya bukan dari dunia nyata. Cerita
legenda termasuk dalam cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya
dengan peristiwa sejarah. Sedangkan tokoh dalam cerita fabel adalah hewan dan latar
yang berperilaku menyerupai manusia. Tokoh dalam cerita fabel adalah manusia dan
latar yang ada di dunia nyata.

2. Dahulu didaerah kalimantan timur,terdapat suatu kerajaan yang rajanya mempunyai
putri yang jelita namanya putri aji bedarah putih,diberi nama demikian karena bila
sang putri ini makan sirih dan menelan air sepahnya,maka terlihat air sirih itu
mengalir melalui kerongkongannya.Suatu hari datanglah raja dari cina ingin
mempersunting sang putri yang jelita ini dan sang putri ingin melihat tingkah laku
sang raja cina.Ia terkejut ketika melihat sang raja makan dengan menyesap,langsung
dengan mulut seperti anjing. "sungguh,saya merasa terhina bila berjodoh dgn orang
yang cara makannya sepertiga anjing" jawab tuan putri. Akhirnya sang raja cina
marah dan langsung menyerang kerajaan sang putri. Banyak prajurit tewas dan
akhirnya, putri mengambil tindakan "kalau aku titisan raja sakti maka jadilah sepah ku
sebagai lipan yang memusnahkan raja cina dan bala tentaranya.Tempat Raja Cina
tenggelam kemudian lautnya mendangkal kemudian menjadi daratan dengan padang
luas itulah kemudian disebut dengan danau lipan.

3. Komplikasi

Berita terbunuhnya Bujang Alai dalam pertarungan melawan Bujang Kuratauan
segera menyebar di Desa Malinau dan sekitarnya. Keluarga Bujang Alai tak dapat
menerima kematiannya. Ayahnya sangat terpukul mendapati putranya mati dengan
tubuh lebam karena hantaman parang bungkul Bujang Kuratauan. Iapun berniat
menuntut balas dengan berencana menyerang Bujang Kuratauan dan
keluarganya.Bujang Kuratauan bukan tak tahu keluarga Bujang Alai akan menuntut

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 48

balas. Apalagi desas desus yang terdengar kalau rumahnya akan diserang semakin
santer. Oleh karena itu Bujang Kuratauan dan ayahnya segera mengatur
siasat.Setelah beberapa hari menunggu, tibalah saat yang dinanti. Bujang Kuratauan
dan keluarganya yang tak pernah tidur di rumah sejak kejadian itu segera
menjalankan siasat mereka begitu mendengar suara ramai dari kejauhan. Seluruh
anggota keluarga Bujang Kuratauan menyalakan obor dan berlari sambil
memegangnya.

4. Koda

Rupanya ayah Bujang Kuratauan dan keluarganya membuang obor mereka ke dasar
sungai tempat jatuhnya air terjun Mandin Tangkaramin.Tubuh seluruh anggota
keluarga Bujang Alai dan para pengikutnya yang jatuh terhempas menghantam batu
batu tajam di dasar sungai. Cucuran darah yang mengalir membuat batu batu disitu
berwarna merah. Sampai kini masyarakat sekitar percaya bongkahan batu besar
berwarna merah seperti kulit manggis yang masak merupakan batu yang terkena
darah keluarga Bujang Alai. Mereka menyebutnya Manggu Masak.

5. A. Kebahasaan fabel
1. Kata Kerja
Salah satu kaidah ataupun unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel
menggunakan kata kerja. Kata kerja didalam cerita fabel dibagi menjadi dua
bagian, yakni kata kerja aktif transitif serta kata kerja aktif intransitif.
2. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang
Contoh dari penggunaan kata sandang Si serta Sang yang terdapat didalam teks
cerita fabel. Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya.
3. Penggunaan Kata Keterangan Tempat serta Waktu
Didalam teks cerita fabel biasa dipergunakan kata keterangan tempat ataupun kata
keterangan waktu agar suasana lebih hidup, sebagai keterangan tempat biasa
dipergunakan kata depan di, sedangkan untuk keterangan waktu biasa
dipergunakan kata depan pada ataupun kata yang dapat menunjukkan informasi
waktu.
4. Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, serta Akhirnya

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 49

Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang mirip. Kedua kata tersebut
dipergunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya
biasa dipergunakan dalam menyimpulkan atau mengakhiri informasi didalam
paragraf ataupun dalam teks.
B, Kebahasaan lagenda
1. Frasa Adverbial: Adalah kata yang menggambarkan peristiwa atau kejadian,

waktu dan tempat contoh pada suatu hari, disuatu hari, disuatu tempat
2. Verb Material: Adalah kata yang fungsinya sebagai petunjuk kegiatan yang

dijalankan partisipan, menggambarkan aktivitas fisik atau kejadian, contohnya
adalah menulis, mengepel, menyapu dan lain sebagainya.
3. Konjungsi Temporal atau Kata hubung waktu: Adalah kata penghubung yang
fungsinya menata urutan peristiwa yang diceritakan. Seringkali banyak
memakai kata7 penghubung temporal

Cerita Rakyat (fabel – lagenda) Kalimantan 50


Click to View FlipBook Version