kaitan antara satu komponen - komunikasi dengan
komponen lainnya (Soejanto, 2005: 27). Pola komunikasi
adalah bentuk atau pola hubungan antara dua orang atau
lebih dalam proses pengiriman dan penerimaan pesan
yang mengaitkan dua komponen, yaitu gambaran atau
rencana yang meliputi langkah-langkah pada suatu
aktivitas, dengan komponen-komponen yang merupakan
bagian penting atas terjadinya hubungan komunikasi
antar manusia atau kelompok dan organisasi.
2. Media
2.1. Pengertian Media
Secara etimologi, kata “media” merupakan bentuk
jamak dari “medium”, yang berasal dan Bahasa Latin
“medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa
Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara”
atau “sedang” sehingga pengertian media dapat
mengarah pada sesuatu yang mengantar atau
meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi
pesan) dan penerima pesan. Media dapat diartikan
sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan
dalam suatu proses penyajian informasi (AECT,
1977:162).
2.2. Pengertian Media Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa itu media, maka kita dapat
merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini :
a. Syaiful Bahri Djamarah
Media adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan
sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan.
b. Arif S. Sadirman
Media adalah segala alat fisik yang dapat penyajikan
pesan dan merangsang siswa untuk belajar.
c. Ahmad Rohani
Media adalah segala sesuatu yang dapat ditangkap
oleh indera manusia dan berfungsi sebagai perantara,
sarana, atau alat untuk proses komunikasi.
d. Leslie J. Briggs
Media adalah suatu alat yang secara fisik digunakan
untuk menyampaikan isi materi. Media dapat berupa
video, gambar, buku, televisi, dan lain sebagainya.
e. Santoso S. Hamijaya
Media adalah segala bentuk perantara yang
digunakan seseorang untuk menyampaikan pesan
sehingga sampai kepada penerimanya.
2.3. Fungsi Media
Seperti yang disebutkan di paragraf awal, penggunaan
istilah “media” dapat digunakan pada berbagai bidang,
misalnya media informasi, media pembelajaran, dan
lainnya. Secara umum, suatu media memiliki fungsi yang
sama, beberapa diantaranya adalah:
a. Sebagai sarana informasi kepada masyarakat.
b. Membantu mengatasi keterbatasan ruang, waktu,
dan daya indera.
c. Sebagai sarana untuk mengekspresikan pendapat,
ide, dan gagasan kepada khalayak.
d. Sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan,
relaksasi, dan pengalihan perhatian dari ketegangan
sosial.
e. Sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat secara
umum, dan bagi para siswa secara khusus.
f. Sebagai sarana untuk melakukan pengawasan atau
kontrol sosial bagi masyarakat.
2.4. Jenis – Jenis Media
Pada dasarnya jenis dan bentuk media ada banyak
sekali. Menurut Rudi Bretz (Media Pembelajaran,
2008:52) beberapa jenis media adalah sebagai berikut:
a. Media Audio
Pengertian media audio adalah jenis media yang
melibatkan indera pendengaran (telinga) yang
memanipulasi kemampuan suara. Pesan yang dapat
disampaikan dalam media audio adalah pesan verbal
(bahasa lisan atau kata-kata) dan pesan non-verbal
(musik, vokalisasi, bunyi-bunyian lainnya).
b. Media Visual
Media visual adalah jenis media yang melibatkan
indera penglihatan (mata). Beberapa media visual
diantaranya:
• Media Visual Verbal
Media visual yang berisi pesan verbal atau pesan
linguistik berbentuk tulisan. Misalnya buku, majalah,
surat kabar, dan lainnya.
• Media Visual Grafis
Media visual yang berisi pesan non-verbal
dimana pesan berupa simbol-simbol atau unsur-
unsur grafis. Misalnya sketsa, foto, gambar,
diagram, peta, dan lainnya.
• Media Visual non-cetak
Media visual yang berisi pesan dalam bentuk tiga
dimensi. Misalnya diorama, miniatur, model, mock
up, dan specimen.
c. Media Audio Visual
Media audio visual adalah jenis media yang
melibatkan indera pendengaran dan indera
penghlihatan secara bersamaan dalam satu proses.
Pesan yang disalurkan pada jenis media ini bersifat
verbal dan non-verbal. Misalnya film drama, film
dokumenter, dan lain-lain.
3. Media Sosial
Menurut Ahli P.N. Howard dan M.R Parks (2012) Media
sosial adalah media yang terdiri atas tiga bagian, yaitu :
Insfrastruktur informasi dan alat yang digunakan untuk
memproduksi dan mendistribusikan isi media, Isi media dapat
berupa pesan- pesan pribadi, berita, gagasan, dan produk-
produk budaya yang berbentuk digital, Kemudian yang
memproduksi dan mengkonsumsi isi media dalam bentuk
digital adalah individu, organisasi, dan industri. Media sosial
merupakan sebuah media online dimana para penggunanya
bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi, baik itu sebagai
penyebar informasi biasa disebut dengan (User) atau sebagai
penerima informasi. Media sosial berfungsi sebagai sebuah
saluran atau sarana pergaulan sosial yang dilakukan secara
online tentunya melalui jaringan internet. Media sosial sendiri
memiliki beberapa ciri atau karakteristik khusus. Pesan tidak
hanya bisa disampaikan untuk perorangan saja melainkan
bisa dikirimkan ke banyak orang. Selain itu, penyampaian
yang diberikan cenderung lebih cepat dari media-media
lainnya.
Media sosial juga memiliki peran dan fungsinya, salah
satu contohnya sebagai alat atau media informasi, hiburan,
promosi, dll. Penyampaian yang dapat dilakukan secara cepat
melalui media sosial memiliki keuntungan yang dapat
membantu seseorang mempromosikan bisnisnya atau
memberikan pesan bersifat informatif dan mengedukasi. Saat
ini ada banyak sekali jenis media sosial yang aktif digunakan,
diantaranya seperti facebook, twitter, youtube, E-Book Series
dan instagram. Jika media tradisional menggunakan media
cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan
internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk
berpartisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback
secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi
dalam waktu yang cepat dan tidak terbatas.
Saat ini teknologi internet dan mobile phone semakin
berkembang maju, secara tidak langsung media sosial juga
ikut bertumbuh dengan pesat. Misalnya kini untuk bisa
mengakses media sosial seperti facebook dan instagram
dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan
menggunakan sebuah mobile phone. Demikian dampak
cepatnya seseorang bisa mengakses media sosial dan
mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus
informasi tidak hanya terjadi di negara-negara maju,
melainkan juga terjadi di Indonesia. Semakin pesatnya
perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang
bisa memiliki media sendiri. Seorang pengguna media sosial
bisa mengakses dan menggunakan sosial media dengan
jaringan internet bahkan dengan akses yang lambat
sekalipun, tanpa biaya besar, dan tanpa alat yang mahal.
4. Instagram
4.1. Pengertian Instagram
Instagram berasal dari kata “instan” atau “insta”, seperti
kamera polaroid yang dulu lebih dikenal dengan “foto
instan” (http://.id.wikipedia.org./wiki/instagram). Instagram
juga dapat menampilkan foto-foto secara instan dalam
tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari
kata “telegram”, dimana cara kerja telegram adalah untuk
mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat.
Begitu pula dengan Instagram yang dapat mengunggah
foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga
informasi yang disampaikan dapat diterima dengan cepat.
Oleh karena itulah Instagram berasal dari kata “instan-
telegram” (Putri, 2013:14).
Menurut Bambang, Instagram adalah sebuah aplikasi
dari Smartphone yang khusus untuk media sosial yang
merupakan salah satu dari media digital yang mempunyai
fungsi hampir sama dengan twitter, namun perbedaannya
terletak pada pengambilan foto dalam bentuk atau tempat
untuk berbagi informasi terhadap penggunanya.
Instagram juga dapat memberikan inspirasi bagi
penggunanya dan juga dapat meningkatkan kreatifitas,
karena Instagram mempunyai fitur yang dapat membuat
foto menjadi lebih indah, lebih artistik dan menjadi lebih
bagus (Atmoko, 2012:10).
4.2. Sejarah Instagram
Welcome To Instagram, inilah kalimat pembuka yang
ditulis oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger di blog
resminya pada 6 Oktober 2010, yang menandai lahirnya
aplikasi photo sharing revolusioner Instagram. Di startup
yang didirikannya yaitu perusahaan Burbn, inc. Kevin
Systrom dan Mike Krieger bekerja keras untuk
mewujudkan layanan jejaring sosial berbasis fotografi
sesuai impiannya. Steve Jobs pendiri (Apple), Bill Gates
pendiri (Microsoft), Mark Zuckerberg pendiri (Facebook),
Matt Mullenweg pendiri (Wordpress), google dan
sebagainya adalah para inovator teknologi kelas dunia
yang telah mengembangkan produk revolusioner sejak
usia muda (Atmoko, 2012:10).
Kevin adalah sarjana lulusan Stanfrod University pada
tahun 2006 dengan jurusan Management Science &
Engineering. Kevin mulai mengenal startup sejak magang
di Odeo yang kemudian bernama Twitter. Dua tahun
setelah itu, kevin bekerja di google yang mengerjakan
gmail, google reader, dan lainnya termasuk tim Corporate
Development. Setelah keluar dari google, Kevin bekerja di
perusahaan Nextstop, ditempatkan di bagian pemasaran
dan melakukan banyak hal mengenai engineering. Di
perusahaan ini, Kevin menuangkan ide-idenya dengan
belajar bagaimana membuat program, salah satu ide yang
paling menarik perhatiannya adalah mengombinasikan
elemen FourSquare (Check in) dengan elemen Mafia
Wars. Kemudian lahirlah nama Burn. Kevin kemudian
membangun sebuah prototipe dari ide HTML dan
menyerahkannya kepada beberapa teman. Dalam waktu
dua minggu Mike Krieger masuk ke dalam tim Burn, Mike
merupakan alumni dari Standford University dengan
jurusan Symbolic Systems dengan fokus pada Human
Computer Interaction. Selama masa kuliah, Mike magang
di Microsoft untuk tim Power Point dan Foxmarks
(Xmarks) sebagai Softwere developer.Burbn,Inc.
merupakan teknologi starup yang hanya berfokus
padapengembangan aplikasi untuk telepon genggam
berbasis HTML5 yang digunakan untuk check in lokasi,
mendapatkan poin untuk hang out dengan teman, posting
foto, dan update status. Pada mulanya Burbn, inc.
Memiliki fokus yang terlalu banyak di dalam HTML5
Mobile (Hiper text markup languange 5), namun kedua
CEO (Chief Executive Officer). Kevin Systrom dan Mike
Krieger sekarang hanya memfokuskan pada satu hal saja
(Lubis, 2014:51). Dan membuat sebuah versi prototipe
pertama dari Burbn, yang berfokus pada foto saja. Namun
di dalamnya masih banyak kendala dan belum sempurna,
sehingga Kevin dan Mike memutuskan untuk kembali
menciptakan versi asli Burn. Versi Burbn yang sudah final
adalah aplikasi yang dapat digunakan didalam iphone,
yang dimana isinya terlalu banyak fitur-fitur. Sulit bagi
Kevin Systrom dan Mike Krieger untuk mengurangi fitur-
fitur yang ada dan memulai lagi dari awal, namun Kevin
dan Mike hanya memfokuskan pada bagian foto,
komentar dan juga kemampuan untuk menyukai sebuah
foto, itulah yang akhirnya yang menjadi awal mula
munculnya media sosial Instagram. Karena passion Kevin
di bidang fotografi, ternyata tren pengguna Burn lebih
banyak memanfaatkan fitur photo sharingdibandingkan
fitur lainnya. Akhirnya yang tersisa adalah sebuah
prototipe aplikasi photo sharing (Atmoko, 2012:7).
Instagram membutuhkan proses sekitar satu minggu
untuk mencari nama baru yang sesuai dengan semangat
dari aplikasi tersebut. Kevin dan Mike mengombinasikan
aspek “right here right now” dengan ide merekam sesuatu
dalam kehidupan pengguna. Karakteristik lain yang
dibutuhkan adalah nama tersebut harus dieja dengan
mudah oleh semua orang. Maka, ditemukanlah nama
Instagram.
Kevin dan Mike selama delapan minggu melakukan
perbaikan Burn untuk bertransformasi menjadi Instagram
(IG) yang hanya fokus ke layanan berbagai foto, dan
menganalisis kelebihan dan kekurangannya, dari analisis
tersebut, ada tiga hal yang menjadi dasar Kevin dan Mike
mengembangkan aplikasi ini. Pertama, foto mobile terlihat
kurang memuaskan. Meskipun jumlah megapiksel pada
kamere ponsel terus naik, kebanyakan foto mobile tidak
memiliki mood dan tone, Instagram berupaya untuk
mengubahnya dengan cara sederhana untuk foto
menggunakan beberapa preset filter hanya dengan satu
klik. Salah satu yang dijadikan ciri khas adalah membuat
efek filter, pembuatan filter ini merupakan kombinasi dari
banyak metode yang berbeda. Kedua, kesulitan untuk
berbagai kesemua teman-teman, IG (Instagram)
kemudian membuat cara yang sangat sederhana untuk
berbagai foto tidak hanya dengan pengikutnya dalam
komunitas Instagram, tetapi juga dengan Facebook,
Twitter, Flickr, dan Tumblr. Semuanya hanya dengan satu
klik. Ketiga, butuh waktu yang sangat lama untuk upload
foto dan melihatnya pun sangat lambat, Instagram
berupaya membuat pengalaman mengunggah, berbagi,
dan melihat foto sehalus dan secepat mungkin dengan
perangkat iphone terbaru atau yang lama sekalipun.
Karakteristik berikutnya adalah menciptakan format
tampilan foto. Foto persegi dipilih karena sangat baik
ketika ditampilkan dalam format feed. Saat pembuatan
aplikasi ini, Kevin dan Mike berfokus hanya di iphone.
Peluncuran Instagram pertama kali berlangsung sukses
karena tidak menggunakan iklan, hanya mengandalkan
viral marketing yang berhasil menjaring 25 ribu pengguna
di hari pertama. Di masa-masa awal ini, Kevin dan Mike
hanya menggunakan kotak kecil di pengelolaan data
center untuk menyimpan foto-foto dari pengguna. Dalam
waktu seminggu saja, penggunanya telah berjumlah 100
ribu orang. Maka dengan cepat pula Kevin dan Mike
melakukan upgrade. Seluruh situs Instagram dipindah ke
layanan berbasis Cloud Amazon yang lebih kredibel.
Dalam waktu singkat buzz di jejaring sosial terutama
twitter membuat aplikasi ini semakin populer karena
berada di trending topic dalam waktu yang cukup lama.
Dalam waktu sekitar 2,5 bulan pengguna Instagram
dengan cepat telah meningkat menjadi satu juta orang.
Selama lebih dari setahun, Instagram hadir secara
ekslusif di platform IOS. Kini Instagram mendapatkan
kedudukan istimewa dari Apple, App Store telah beberapa
kali memberikan apresiasi kepada Instagram, seperti
masuk dalam featured app, top free app untuk kategori
fotografi, dan puncaknya adalah diberikannya
penghargaan sebagai App Of The Year 2011. App Store
adalah layanan katalog aplikasi digital yang disedikan
oleh Apple untuk perangkat IOS yang terdiri dari iphone,
ipad touch dan ipad.
Instagram menjadi layanan photo sharing yang handal
dengan sejuta pengguna. Kevin dan Mike mulai
menempatkan ke platform lain yaitu Android, karena
platform buatan google ini relatif baru namun sekarang
menjadi terbesar di dunia. Masuk ke platform buatan
google berarti menjangkau lebih banyak lagi pengguna di
seluruh dunia. Pada tanggal 3 April 2012 menjadi hari
bersejarah bagi Instagram karena telah sukses berada
platform di android. Jumlah pengguna Instagram
sebelumnya berjumlah 30 juta bertambah 1 juta hanya
dalam 12 jam dan terus meningkat. Hal ini yang membuat
nilai harga Instagram sebagai layanan photo sharing dan
Burbn sebagai perusahaan semakin tinggi. Pada tanggal
1 mei 2012 jumlah pengguna menjadi 50 juta dan terus
bertambah 5 juta tiap minggunya. Hanya berselang 9 hari
setelah booming kehadirannya di android, perusahaan ini
diakuisi oleh facebook (Atmoko, 2012: 12).
Instagram banyak penggunanya karena kemudahan
dan kecepatannya dalam berbagai foto yang diambil
bergaya retro yang menarik. Pengguna dapat
memanfaatkan 17 filter foto yang mengubah warna dan
memberi kesan foto yang berbeda. Instagram
memberikan cara baru berkomunikasi di jejaring sosial
melalui foto. Konsep jejaring sosial dengan “follow”, “like”
foto dan “popular” yang menjadikan Instagram semakin
banyak penggunanya. Pengguna Smartphone menjadi
lebih gemar memotret. Namun tujuan dibuatnya Instagram
bukanlah hanya sebuah aplikasi foto, melainkan sebuah
cara baru berkomunikasi lewat gambar dan merupakan
komunikasi yang berbeda. Karena aplikasi pengolah foto
adalah sebuah alat (Atmoko, 2012, 13).Instagram resmi
lahir dan dirilis untuk platform IOS pada tanggal 6 Oktober
2010. Sebanyak 25 ribu pengguna berhasil terjaring untuk
mendaftar di hari pertama. Pada tanggal 13 Oktober 2010
pengguna mencapai 100 ribu, pada tanggal 21 Desember
2010 Instagram mencapai 1 juta pengguna, kemudian
Instagram mengeluarkan fitur hashtag atau tagar pada
tanggal 27 Januari 2011 agar memudahkan pengguna
untuk menemukan foto dan pengguna lainnya, pengguna
bertambah menjadi 1,75 juta pada tanggal 02 Februari
2011 dan foto-foto Instagram mendapatkan like sebanyak
78 juta dan tanggal 15 Februari mencapai 2 juta. Pada
tanggal 12 juli dalam waktu 8 bulan telah berhasil memiliki
5 juta pengguna dan 100 juta foto yang diunggah di
Instagram. Dibandingkan dengan Flickr yang perlu waktu
2 tahun untuk mencapai rekor ini. Instagram merilis versi
2.0 pada tanggal 20 September 2011 dengan fitur yang
live filter, instan tilt shift dan resolusi tinggi.
4.3. Fitur – Fitur Instagram
Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan
mengambil gambar atau foto yang menerapkan filter
digital untuk mengubah tampilan efek foto, dan
membagikannya ke berbagai layanan media sosial,
termasuk milik Instagram sendiri. Instagram memiliki lima
menu utama yang semuanya terletak dibagian bawah
(Atmoko, 2012:28) yaitu sebagai berikut :
A. Home Page
Home page adalah halaman utama yang
menampilkan (timeline) foto-foto terbaru dari sesama
pengguna yang telah diikuti. Cara melihat foto yaitu
hanya dengan menggeser layar dari bawah ke atas
seperti saat scroll mouse di komputer. Kurang lebih 30
foto terbaru dimuat saat pengguna mengakses
aplikasi, Instagram hanya membatasi foto-foto terbaru.
B. Comments
Sebagai layanan jejaring sosial Instagram
menyediakan fitur komentar, foto-foto yang ada di
Instagram dapat dikomentar di kolom komentar.
Caranya tekan ikon bertanda balon komentar di bawah
foto, kemudian ditulis kesan-kesan mengenai foto
pada kotak yang disediakan setelah itu tekan tombol
send.
C. Explore
Explore merupakan tampilan dari foto-foto
populer yang paling banyak disukai para pengguna
Instagram. Instagram menggunakan algoritma rahasia
untuk menentukan foto mana yang dimasukkan ke
dalam explore feed.
D. Profil
Profil pengguna dapat mengetahui secara detail
mengenai informasi pengguna, baik itu dari pengguna
maupun sesama pengguna yang lainnya. Halaman
profil bisa diakses melalui ikon kartu nama di menu
utama bagian paling kanan. Fitur ini menampilkan
jumlah foto yang telah diupload, jumlah follower dan
jumlah following.
E. News Feed
New feed merupakn Fitur yang menampilkan
notifikasi terhadap berbagai aktivitas yang dilakukan
oleh pengguna Instagram. News feed memiliki dua
jenis tab yaitu “Following” dan “News”. Tab “following”
menampilkan aktivitas terbaru pada user yang telah
pengguna follow, maka tab “news” menampilkan
notifikasi terbaru terhadap aktivitas para pengguna
Instagram terhadap foto pengguna, memberikan
komentar atau follow maka pemberitahuan tersebut
akan muncul di tab ini.
Menurut Atmoko, ada beberapa bagian yang
sebaiknya diisi agar foto yang di unggah lebih
mempunyai makna informasi, bagian-bagian tersebut
yaitu :
• Judul
Judul atau caption foto bersifat untuk memperkuat
karakter atau pesan yang ingin disampaikan pada
pengguna tersebut.
• Hashtag
Hashtag adalah sysmbol bertanda pagar (#), fitur
pagar ini sangatlah penting karena sangat
memudahkan pengguna untuk menemukan foto-foto
di Instagram dengan hashtag tertentu.
• Lokasi Fitur l
Lokasi adalah fitur yang menampilkan lokasi dimana
pengguna pengambilannya. Meski Instagram disebut
layanan photo sharing, tetapi Instagram juga
merupakan jejaring sosial. Karena pengguna bisa
berinteraksi dengan sesama pengguna. Ada
beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di
Instagram, yaitu sebagai berikut :
o Follow
Follow adalah pengikut, dari pengguna
Instagram pengguna satu agar mengikuti atau
berteman dengan pengguna lain yang
menggunakan Instagram.
o Like
Like adalah suatu ikon dimana pengguna
dapat menyukai gambar ataupun foto pada
Instagram, dengan cara menekan tombol like
dibagian bawah caption yang bersebelahan
dengan komentar. Kedua, dengan double tap
(mengetuk dua kali) pada foto yang disukai.
o Komentar
Komentar adalah aktivitas dalam memberikan
pikirannya melalui kata-kata, pengguna bebas
memberikan komentar apapun terhadap foto,
baik itu saran, pujian atau kritikan.
o Mentions
Fitur ini adalah untuk menambah pengguna
lain, caranya dengan menambah tanda
arroba (@) dan memasukan akun instagram
dari pengguna tersebut.
5. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) JAKARTA
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup
terbesar di Indonesia, dengan jumlah anggota sebanyak 487
organisasi dari unsur organisasi non pemerintah dan
organisasi pencinta alam, serta 203 anggota individu yang
tersebar di 28 propinsi di Indonesia. Sejak tahun 1980 hingga
saat ini, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya
penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia.
WALHI bekerja untuk terus mendorong terwujudnya
pengakuan hak atas lingkungan hidup, dilindungi serta
dipenuhinya hak asasi manusia sebagai bentuk tanggung
jawab Negara atas pemunuhan sumber-sumber kehidupan
rakyat.
WALHI menyadari bahwa perjuangan tersebut dari hari
kehari semakin dihadapkan dengan tantangan yang berat,
terutama yang bersumber pada semakin kukuhnya dominasi
dan penetrasi rezim kapitalisme global melalui
agenda‐agenda pasar bebas dan hegemoni paham
liberalisme baru (neo‐liberalism), dan semakin menguatnya
dukungan dan pemihakan kekuatan politik dominan di dalam
negeri terhadap kepentingan negara‐negara industri atau
rejim ekonomi global. Rezim kapitalisme global menempatkan
rakyat, lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan
rakyat, bahkan bumi sebagai tumbal akumulasi kapital.
Eksploitasi dan pengerukan sumber daya alam yang tiada
habisnya yang berujung pada krisis lingkungan hidup, telah
mempengaruhi tatanan kehidupan ekonomi, sosial dan
budaya dan pada akhirnya meningkatkan ancaman
kerentanan keselamatan dan kehidupan seluruh warga
negara, baik di perdesaan maupun perkotaan.
Di tengah tantangan perjuangan penyelamatan
lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat yang
begitu berat, dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan luas
untuk secara bersama-sama memperjuangkan keadilan
ekonomi, sosial dan ekologis untuk generasi hari ini dan
generasi mendatang. WALHI memastikan dirinya menjadi
bagian utama dari gerakan ini.
WALHI Jakarta berdiri setelah diselenggarakan
Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) DKI Jakarta
pada tanggal 3 Juli 1989 sebagai respon dari isu
desentralisasi WALHI yang merupakan hasil kesepakatan
Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH IV) tanggal 1 –
5 Juni 1989 di Sawangan – Bogor. WALHI Jakarta lahir
setelah ada kesepakatan untuk membangun WALHI daerah,
sebagai konsekuensi logis dari perjuangan demokratisasi dan
desentralisasi oleh WALHI.
Pada Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH)
2018 yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi
yang dilaksanakan sekali dalam 4 (empat) tahun pada 2-3
Agustus bertempat di Ruang Pertemuan YLBHI, WALHI DKI
Jakarta saat ini beranggotakann 32 anggota lembaga forum.
Dalam PDLH tersebut salah satu agendanya adalah memilih
fungsionaris WALHI DKI Jakarta periode 2018-2022, antara
lain Tubagus Soleh Ahmadi (Sebagai Direktur Eksekutif), dan
4 (empat) Dewan Daerah yakni Puspa Dewi, Reynaldo
Sembiring, Nelson Nikodemus Simamora, dan Adrie
Charviandi.
Pada Pertemuan Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup
(KDLH) 2019, yang diselenggarakan di Bina Desa, anggota
WALHI DKI Jakarta berjumlah 27 anggota lembaga, yakni:
• Agrawitaka Univ. Moestopo
• KPA Arkadia UIN Jakarta
• Bina Desa
• Cicera Univ. Pancasila
• GPA Cheby AIS
• ICEL
• Kapa FT UI
• Kempala Univ. Terbuka
• KMPA Eka Citra – UNJ
• KMPA Manunggal Bhawana ITI
• LBH APIK
• LBH Jakarta
• LP3ES
• Magipala Poltekes Jakarta
• Marpala UBK
• Mateksapala Poltekes Jakarta
• PAN Indonesia
• PBHI
• PMK HKBP
• PKBI Jakarta
• P3M
• KMPLHK Ranita
• Solidaritas Perempuan
• SPA
• Yakoma PGI
• YLBHI
• YLKI
C. KERANGKA KONSEPTUAL
Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau
kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainya dari
masalah yang ingin diteliti. Kerangka konsep ini gunanya untuk
menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar tentang
suatu topik yang akan dibahas. Kerangka ini didapatkan dari
konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai landasan penelitian yang
didapatkan pada tinjauan pustaka atau kalau boleh dikatakan
oleh penulis merupakan ringkasan dari tinjauan pustaka yang
dihubungkan dengan garis sesuai variabel yang diteliti.
Dasar konsep yang peneliti ambil adalah bagaimana sebuah
organisasi WALHI Jakarta dapat mensosialisasikan terkait
dengan isu lingkungan yang terjadi kepada masyarakat Jakarta.
Strategi yang dilakukan sejalan dengan pendapat para ahli
tentang Komunikasi Massa, seperti yang disampaikan oleh
Bittner “massa communication is messeges communicated
through a mass medium to a large number of people” Yang
berarti Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan
melalui media massa pada sejumlah besar orang. (Rakhmat,
seperti yang disitir Komala, dalam Karnilh, dkk. 1999) Romli,
(2016:1). Dan berhubungan dengan pengertian dari media sosial
yang disimpulkan oleh Dr.Rulli Nasrullah M.Si dalam buku Media
Sosial ( 2016 ; 13 ) yaitu bahwa Media Sosial merupakan medium
di internet yang memungkinkan penggunanya mempresentasikan
dirinya maupun berinterakasi, bekerjasama, saling berbagi,
berkomunikasi dengan pengguna lainnya, dan membentuk ikatan
sosial secara virtual.”
Maka dari itu peneliti mencoba bagaimana proses komunikasi
massa terkait proses mensosialisasikan terkait isu lingkungan
yang dilakukan oleh WALHI JAKARTA untuk mempengaruhi
masyarkat Jakarta. Komunikasi massa sendiri menurut Harold D.
Lasswell, yaitu: “Who says what in which channel to whom with
what effect?” Yang menunjukan bahwa ada lima unsur dasar
dalam komunikasi, yakni:
1. Who (siapa):Komunikator, orang yang menyampaikan
pesan.
2. Say What (mengatakan apa): Pesan, pernyataan yang
didukung oleh lambang, dapat berupa ide atau gagasan.
3. In Which Channel (saluran): Media, sarana, atau saluran
yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya
atau banyak jumlahnya.
4. To Whom (kepada siapa): Komunikan, orang yang
menerima pesan.
5. Whith what effect (dampak): Effek, dampak sebagai
pengaruh dari pesan atau dapat juga dikatakan sebagai
hasil dari proses komunikasi. Romli, (2016:8)
D. MODEL PENELITIAN
Untuk model penelitian yang dilakukan penulis menggunakan
model penelitian kualitatif deskriptif. Dengan model penelitian
sebagai berikut :
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Dimana peneliti bermaksud menggambarkan dan menjelaskan
secara terperinci mengenai fenomena yang ada melaui
wawancara mendalam dan dapat menggunakan kuesioner
sebagai instrumen pendukung. Fenomena yang dimaksud ialah
bagaimana WALHI JAKARTA dalam penggunaan media
instagram dapat mempengaruhi seseorang terkait dengan isu
lingkungan yang terjadi.
B. Operasional Konsep
Operasiona Konsep adalah serangkaian langkah-langkah
prosedur dan sistematis yang menggambarkan kegiatan demi
mendapatkan eksistensi empiris pada suatu konsep dengan
tujuan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan
pengukuran. Berikut langkah operasional konsep yang peneliti
lakukan :
1. Kampanye Sosial
Dikutip dari Indonesiastudents.com (2017) kampanye
sosial adalah kegiatan berkampanye yang dilakukan oleh
seseorang dengan serangkaian tindakan untuk
mengkomunikasikan pesan yang biasanya berisi tentang
masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Kampanye
sosial merupakan kampanye yang bersifat non komersial
karena tujuannya adalah perubahan agar masyarakat
menjadi lebih baik.
2. Sosialisasi
Ahmadi (1991:10) berpendapat bahwa sosialisasi
merupakan sebuah proses belajar dimana dalam proses
sosialisasi itu individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-
ide, nilai-nilai dan tingkah laku dalam masyarakat di mana
ia hidup. Semua sikap dan kecakapan yang dipelajari
dalam proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan
secara sistematis dalam pribadinya. Sedangkan dari segi
masyarakat sosialisasi adalah cara untuk menyalurkan
sebuah kebudayaan dan cara seorang disesuaikan dan
diorganisir sehingga bisa mempunyai kesadaran identitas
dan memiliki sebuah nilai yang diharapkan.
3. Media Visual
Klingemann dan Rommele dalam Venus (2012:84)
mendefinisikan saluran atau media kampanye sosial
merupakan segala bentuk perantara untuk menyampaikan
pesan kampanye kepada khalayak sasaran. Sedangkan
media visual kampanye adalah bentuk penyampaian pesan
kampanye kepada khalayak sasaran menggunakan
gambar, foto dan segala sesuatu yang dapat dilihat oleh
indra penglihatan. Peranan media adalah menghubungkan
pesan dari komunikator kepada khalayak sasaran sehingga
pesan dapat diterima dengan baik oleh khalayak sasaran.
4. Linkungan Hidup
Emil Salim, mendefinisikan lingkungan hidup sebagai
berikut : “lingkungan hidup diartikan sebagai benda,
kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang
yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup
termasuk kehidupan manusia”. (Emil Salim, Lingkungan
Hidup dan Pembangunan, Mutiara, Jakarta, 1982, hlm 34.)
C. Teknik Pengumpulan Data
Dalam teknik pengumpulan data dan berbagai informasi,
peneliti menggunakan beberapa teknik, antara lain :
1. Kuesioner
Teknik pengumpulan data melalui kuesioner adalah proses
pengumpulan data secara primer dan efisien dengan
merumuskan seperangkat pertanyaan secara tertulis sesuai
dengan variable – variable yang akan diukur untuk dijawab
responden. Dengan bertujuan untuk memperoleh informasi
yang relevan dengan tujuan penelitian dengan reliabilitas dan
validitas setinggi mungkin. Teknik Kusioner di buat melalui
perantara google form kemudian di bagikan kepada follower
akun instagram WALHI JAKARTA.
2. Wawancara
Teknik mengumpulan data sama halnya dengan kuesioner
nama dalam bentuk lisan dimana terdapat sebuah dialoh yang
dilakukan oleh pewancara untuk mendapatkan suatu informasi
dari yang diwawancara. Wawancara digunakan oleh peneliti
untuk menilai keadaan suatu lingkungan atau seseorang.
Wawancara dilakukan secara daring melalui aplikasi video call
atau google meet kepada followers dan non-followers akun
instagram WALHI JAKARTA.
3. Observasi
Teknik pengumpulan data dengan observasi adaa melalui
proses pengamatan dan pencatatan perilaku subjek, objek
atau kejadian sistematik tanpa adanya kuesioner dan
wawancara terhadap suatu penelitian. Observasi meliputi
bagaimana segala hal yang menyangkut aktivitas sebelum
terpengaruh dan sesudah terpengaruh. Oleh karena itu
peneliti menggunakan teknik ini untuk mengetahui bagaimana
perilaku suatu subjek sebelum dan setelah terpengaruh dari
sosialisasi yang diberikan oleh akun instagram WALHI
JAKARTA.
4. Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan penelusuran dan perolehan
data yang diperlukan melalui data yang telah tersedia.
Biasanya berupa data statistic, agenda kegiatan, produk
keputusan atau kebijakan, sejarah, dan hal lainnya yang
berkait dengan penelitian. (Hikmat, 2011 : 83) Dokumentasi
merupakan salah satu metode pengumpulan data yang tidak
ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Dokumentasi
sendiri berperan dalam proses pengumpulan data yang
berupa bukti dan keterangan seperti gambar, foto, rekaman,
dll. Dokumen yang dimaksud diantaranya adalah foto-foto
yang digunakan untuk mengambil gambar informan dan
melakukan wawancara.
D. Penentuan Informan
Dalam penentuan informan, peneliti hanya menentukan hanya
beberapa orang yang memiliki peran penting dalam organisasi
serta beberapa aktivis lingkungan dan mahasiswa jakarta yang
bukan followers. Sehingga peneliti mendapatkan data data yang
penting dan akurat dari berbeda sudut pandang. Adapun Kriteria
yang di pilih sebagai berikut :
1. Eksekutif Daerah Walhi Jakarta - Tubagus Soleh Ahmadi
2. Aktivis Lingkungan – Farah Ismah Nisrina
3. Aktivis Lingkungan – Muhammad Yos Cesar
4. Aktivis Lingkungan – Muhammad Andreza Maraldo
5. Mahasiswa Institut Stiami – Adi Sumarta
6. Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta – Rifai Muzakki
Dalam proses wawancara, penulis menggunakan pendekatan
personal dengan para informan dengan cara membina hubungan
yang baik dengan mereka. Pada tahap awal, peneliti mencoba
untuk menghubungi para informan secara tatap muka langsung,
yang bertujuan untuk menyampaikan maksud penelitian dan
menanyakan berkenan tidaknya mereka untuk menjadi sumber
informan bagi peneliti terkait pengaruh instagram walhi jakarta
dalam mensosialisasikan terkait isu lingkungan. Setelah
menghubungi informan penulis melakukan pertemuan secara
daring dengan waktu yang sudah di tentukan bersama.
E. Teknik Analisis Data
Analisis data pada penelitian kualitatif adalah proses mencari
dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil
kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi serta bahan
bahan lain sehingga lebih mudah dipahami dan dapat di
informasikan kepada orang lain. Teknik. (Sugiyono, 2018, hlm.
334). Teknik analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu
berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan
menjadi suatu pola hubungan tertentu atau menjadi hipotesis.
Kemudian berdasarkan hipotesis tersebut akan dicarikan data
lagi secata berulang-ulang hingga dapat disimpulkan
bahwasanya hipotesis tersebut dapat diterima atau tidak.
Analisis data versi Miles dan Huberman, bahwa ada tiga alur
kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan atau verifikasi :
1. Reduksi Data
Yaitu proses pengumpulan data melalui proses pemilihan
beberapa masalah, pemusatan perhatian dan
penyederhanaan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data,
dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusuri
tema, menulis memo, dan lain sebagainya, dengan maksud
menyisihkan data atau informasi yang tidak relevan, kemudian
data tersebut diverifikasi.
2. Penyajian Data
Mendeskripsikan dari beberapa informasi yang didapat
kemudian disusun dan menciptakan suatu kesimpulan dan
tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks
naratif, dengan tujuan dirancang guna menggabungkan
informasi yang tersusun dalam bentuk yang padu dan mudah
dipaham.
3. Penarikan Kesimpulan
Penelitian dapat dikatakan berhasil apabilan telah mencapai
tahap kesimpulan dan melakukan vertifikasi, baik dari segi
makna maupun kebeneran kesimpulan. Dalam merumuskan
makna peneliti harus memiliki data yang telah diuji
kebenarannya, kecocokan, dan kekokohannya. Peneliti harus
menyadari bahwa dalam mencari makna, ia harus
menggunakan pendektan emik, yaitu dari kacamata key
information, dan bukan penafsiran makna menurut pandangan
peneliti (pandangan etik). (Husaini, 2009 : 85-89)
Pada penelitian ini, langkah pertama yang dilakukan peneliti
adalah membaca dan menkaji referensi yang berkaitan dengan
penelitian ini melalui buku, skripsi, internet, jurnal, dan studi
pendahuluan dengan mewawancarai beberapa informan untuk
mendapat data dan sumber informasi. Untuk selanjutnya peneliti
mengajukan beberapak judul yang kemudian diterima dan untuk
dijadikan suatu proposal penelitian. Untuk selanjutnya penulis
melakukan konsultasi dengan pembimbing, agar penelitian yang
dilakukan mendapat arahan dari pembimbing yang sudah
pengalaman. Setelah judul dan topik sudah di ajukan kepada
pembimbing dan disetujui oleh pembimbing, penulis menyiapkan
proposal penelitian. Untuk selanjutnya penulis kemudian
melakukan wawancara secara mendalam dengan informan yang
sudah dipilih. Seluruh wawancara yang dilakukan penulis
kemudian direkam dan di tulis dalam buku catatan. Dari hasil
wawancara dengan informan dibuat transkripnya sesuai dengan
pedoman penulisan hasil wawancara. Penulis kemudian
menyusun sistematika laporan berdasarkan data-data. Setelah
menyusun sistematika laporan, penulis menulis laporan/
membuat deskripsi hasil penelitian dan melakukan analisis
dengan menggunakan teori dan konsep-konsep yang relevan
dengan temuan.
Tahun 2021
No Kegiatan September Oktober November Desember
Penelitian 2021 2021
2021 2021
12341234 12341234
1 Penyusunan Proposal
2 Studi Pendahuluan
3 Pengumpulan
Referensi
4 Penulisan Bab I-III
5 Pengumpulan Data
6 Analisis Data
7 Penulisan Bab IV-V
8 Penyusunan Skripsi
F. Lokasi dan Jadwal Penelitian
Untuk Lokasi dan Jadwal penelitian dilakukan dengan dua cara
yaitu secara luring dan daring. Luring mendatangi langsung lokasi
penelitian yaitu kantor eksekutif daerah jakarta di Jl. Mampang
Prapatan XV No.6, RT.8/RW.6, Pancoran, Kec. Pancoran, Kota
Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12790 Jakarta
Selatan 12790. Dan waktu penelitiannya sebagai berikut :