BIOTEKNOLOGI
KONVENSIOANAL
KELAS 9
SEMESTER GENAP
Indikator Pencapaian Kompetensi
Menganalisis produk bioteknologi konvensional dalam
memenuhi kebutuhanpangan di kehidupan sehari hari
Menganalisis organisme yang berperansebagai agen
bioteknologi konvensional dan produkyang dihasilkan
Menerapkan konsepbioteknologi konvensional
dalamkehidupan sehari-hari
1
Pengantar
Pernah mendengar istilah bioteknologi? Wah,
bioteknologi itu apanya biologi, ya? Atau jangan-jangan itu
teknologi yang hidup? Bukan ya, jadi bioteknologi adalah
teknologi yang memanfaatkan makhluk hidup baik sebagian
atau keseluruhan untuk menghasilkan barang atau jasa, dan
lazimnya ditujukan untuk kepentingan manusia.
Dengan pengertian tersebut, bisa kita pahami bahwa
bioteknologi membantu pemenuhan kebutuhan hidup kita,
baik barang atau jasa melalui pemanfaatan teknologi pada
makhluk hidup. Misal kebutuhan kita pada makanan yang
bergizi, yang bisa disimpan waktu lama, atau yang terasa
lezat untuk kita makan sehari-harinya.
Bioteknologi sendiri dibagi menjadi 2, yaitu
bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Nah
di artikel kali ini, kita mengenal bioteknologi konvensional
dulu, ya!
2
A. Pengertian Bioteknologi konvensional
Berdasarkan namanya, konvensional adalah sesuatu yang lazim,
tradisional, atau mengikuti yang sudah ada. Bioteknologi
konvensional memanfaatkan mikroorganisme secara utuh dan tidak
bisa diproduksi dalam jumlah yang sangat besar.
Oleh karena itu, meskipun produk bioteknologi konvensional bisa
diproduksi secara massal melalui pabrik, tetapi tidak bisa diproduksi
dalam jumlah besar, karna faktor mikroorganisme tadi guys! Selain
itu, bioteknologi konvensional juga dilakukan tanpa adanya
fertilisasi, tetapi menggunakan teknik fermentasi. Baru tahu, kan?
Apa itu fermentasi? Nah, fermentasi ini sendiri memiliki
beberapa prinsip yang harus kamu ketahui. Dengan melakukan
proses fermentasi, maka akan terjadi perubahan sifat substrat dan
senyawa kompleks terpecah menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Selain itu, fermentasi juga menghasilkan senyawa asam dan gas,
lho! Nah, perubahan sifat dan senyawa baru inilah yang merupakan
hasil dari proses bioteknologi!
Sampai sini sudah lumayan terbayang kan? Yuk, kita lanjut bahas
lebih detail karakteristik dari bioteknologi konvensional!
3
Gambar1. Karakteristik Bioteknologi Konvensional
https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-bioteknologi-konvensional
Karakteristik Bioteknologi
Konvensional
Menggunakan alat Pengolahan dalam bioteknologi konvensional umumnya
tradisional dan menggunakan alat-alat sederhana yang bisa mudah kita
sederhana temui. Misalnya ember, panci, gelas, toples, dan
baskom. Contoh pengolahan bioteknologi konvensional
dengan alat sederhana seperti pembuatan yoghurt. Alat
yang digunakan yakni panci, toples, alat pengaduk dan
termometer.
4
Menggunakan cara yang
sederhana
Proses pengerjaan dalam bioteknologi konvensional juga
terbilang sederhana. Cara mengolah bahan-bahan cukup
mudah dan tidak terlalu rumit
Karena prosesnya yang dilakukan dengan Tidak memerlukan keahlian
cara yang sederhana, maka dari itu khusus
bioteknologi konvensional bisa dikerjakan
oleh siapa saja dan tidak memerlukan
keahlian khusus. Misalnya kembali lagi pada
contoh cara membuat yoghurt, kita hanya
perlu mencampur bakteri tertentu ke dalam
susu, untuk selanjutnya disimpan untuk
waktu tertentu.
Melibatkan mikroorganisme
secara langsung dan utuh
Proses bioteknologi konvensional, sepenuhnya bergantung
pada peran mikroorganisme. Misalnya saat membuat
yoghurt, bakteri Lactobacillus bulgaricus membantu proses
pembuatan yoghurt.
5
Menggunakan prinsip
fermentasi
Prinsip utama dari karakteristik bioteknologi konvensional,
yakni fermentasi. Fermentasi adalah proses yang
menghasilkan energi untuk memecah senyawa kompleks
menjadi senyawa sederhana, dalam keadaan minim atau
tanpa oksigen. Melalui proses fermentasi ini, kemudian
diperoleh produk akhir bioteknologi konvensional, yakni
berupa produk utama atau produk sampingannya.
Proses biokimia dan genetik
terjadi secara alami
Dalam proses bioteknologi konvensional, tidak ada
manipulasi genetik yang terjadi. Misalnya pada
contoh pembuatan yoghurt, bakteri yang dicampurkan
pada susu, melakukan proses fermentasi yang terjadi
secara alami.
6
Kondisi lingkungan
dimanipulasi
Jika dari segi proses biokimia terjadi secara alami, salah
satu hal yang bisa dimanipulasi hanya kondisi
lingkungannya. Seorang yang memproses bioteknologi
konvensional, dapat memanipulasi melalui media tempat
mikroorganisme tumbuh. Selain itu, masa inkubasi serta
konsentrasi mikroorganisme yang digunakan juga bisa
disesuaikan.
Skala produksi umumnya
lebih kecil
Karakteristik terakhir dari bioteknologi konvensional,
yakni skala produksinya yang relatif lebih kecil dari
bioteknologi modern. Karena prosesnya bergantung
pada proses fermentasi dan bantuan dari
mikroorganisme, maka skala produksi dari bioteknologi
konvensional umumnya tidak dapat dilakukan secara
massal.
7
Produk Bioteknologi Konvensional
Nah, setelah mengetahui informasi mengenai bioteknologi konvensional,
kamu penasaran nggak sih, apa saja contoh produk dari bioteknologi
konvensional? MSG atau yang kita kenal micin itu, ternyata hasil produk
bioteknologi konvensional, lho!
https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-bioteknologi-konvensional
8
Ternyata tanpa kita sadari, produk bioteknologi konvensional ini
banyak banget, ya. Selain itu, produknya juga bisa kamu temukan di
pasar atau supermarket di dekat rumahmu. Berikut daftar contoh
bioteknologi konvensional:
Tempe
Makanan kesukaan kita ini dibuat dari kedelai yang melalui
proses fermentasi oleh mikroorganisme jamur kapang, atau
Rhizopus sp.
Kecap
kecap merupakan produk bioteknologi konvensional, yang
dibuat dari kedelai hitam yang difermentasi dengan
mikroorganisme Aspergillus wentii atau Aspergillus oryzae
Roti
Roti merupakan produk bioteknologi yang paling
membantu pemenuhan kebutuhan pangan manusia,
lho. Roti diproses melalui tepung terigu, yang melalui
proses fermentasi dengan bakteri Saccharomyces
cerevisiae
9
Tape
Suka dengan cemilan unik satu ini? Tape
merupakan makanan fermentasi paling populer
nih. Dibuat dengan singkong, yang kemudian
diproses fermentasi alkohol dengan
mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae
Acar atau sayuran fermentasi
Salah satu pelengkap yang bikin nasi gorengmu jadi
seger dan gak enek. Acar adalah salah satu produk
bioteknologi konvensional yang paling mudah dibuat, dan
sering kita temui. Acar dibuat dari sayuran yang diproses
fermentasi dengan larutan cuka dan garam, serta dibantu
oleh mikroorganisme Lactobacillus plantarum,
Streptococcus, Pediococcus.
10
Mentega
Produk ini dibuat dari krim susu yang kemudian
difermentasi dengan mikroorganisme Streptococcus
lactis. Mentega ini berbeda dengan margarin yang
dibuat dari minyak kelapa
Keju
Keju ini salah satu produk dari bioteknologi konvensional.
Keju berawal dari susu yang kemudian difermentasi dengan
bakteri Penicillium camemberti, atau bakteri
mikroorganisme lainnya.
Nata de Coco
Siapa yang suka minuman kenyal yang segar ini? Nata de
coco adalah produk bioteknologi yang dibuat dari air
kelapa, yang difermentasi dengan bakteri Acetobacter
xylinum
11
CONTOH PROSES PEMBUATAN TEMPE
12
Kelebihan dan Kekurangan Bioteknologi
Konvensional
Kelebihan
Menggunakan bahan yang harganya relatif murah
dan mudah didapat.
Teknologi yang digunakan juga tergolong
sederhana.
Tidak memiliki dampak negatif jangka panjang,
serta bisa meningkatkan nilai gizi makanan
Kekurangan
Tidak adanya perbaikan masalah genetik dan
tidak bisa mengatasi masalah genetik yang sudah
ada sebelumnya.
Proses bioteknologi juga sangat mudah
dipengaruhi oleh kondisi alam, antara lain suhu
dan hama di lingkungan tersebut.
13
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018.
Buku Siswa Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018.
Buku guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-
bioteknologi-konvensional
14