MODUL AJAR SEJARAH RESTORASI MEIJI DAN PERANG DUNIA II FASE F (KELAS XI) SEMESTER GENAP ALOKASI WAKTU (2 KALI PERTEMUAN) PENYUSUN : TIM MGMPS SEJARAH SMA NEGERI 1 MENGANTI GRESIK TAHUN PELAJARAN 2022-2023
Nama Penyusun/Institusi/Tahun MGMPS Sejarah/ SMA Negeri 1 Menganti/ 2023 Jenjang Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) Fase/Kelas F / XI (Sebelas) Alokasi waktu (menit) 4 x 45 menit Domain Konsep dan Berpikir Sejarah Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mampu Menganalisis keterkaitan Restorasi Meiji, kemajuan industri, perluasan pasar, dengan keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II Kata Kunci Restorasi Meiji, Perang Dunia II Pengetahuan/Keterampilan Prasyarat Konsep dan Berpikir Sejarah Profil Pelajar Pancasila Berpikir Kritis Kreatif Mandiri Sarana Prasarana Komputer/Laptop LCD Proyektor PPT/Video Buku Paket Papan tulis Spidol Target Siswa Regular/tipikal Jumlah Siswa 36 siswa Ketersediaan Materi Pengayaan untuk siswa berpencapaian tinggi : Ya / Tidak Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk siswa yang sulit memahami konsep : Ya/ Tidak Moda Pembelajaran Tatap Muka (TM) Model Pembelajaran Kooperatif Learning Materi ajar, alat, dan bahan Materi ajar: Lembar Kerja Siswa (LKS) Lembar Asesmen Buku teks pelajaran Alat dan bahan : Buku tulis Alat tulis dll Kegiatan pembelajaran utama Pengaturan siswa: Individu Berkelompok ( 2-4 siswa) Metode: Diskusi Presentasi Asesmen Asesmen Individu : Tertulis Asemen kelompok : Performa dalam presentasi hasil Persiapan Pembelajaran Waktu 90 menit Membaca materi pembelajaran Menyiapkan dan mencoba LKS/Lembar Asesmen Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran
Pemahaman Bermakna Penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung dalam waktu yang cukup singkat, yaitu hanya sekitar 3,5 tahun. Penjajahan itu berlangsung dalam konteks Perang Asia Timur Raya yang merupakan bagian dari Perang Dunia II. Sejak Restorasi Meiji pada abad ke-19, Jepang mengalami kemajuan yang pesat di bidang ekonomi, terutama industri. Jepang memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke Taiwan, Tiongkok, dan Korea. Pertanyaan Pemantik Bagaimana periode penjajahan Jepang berlangsung di Indonesia? Bagaimana dampak penjajahan Jepang di Indonesia dan relevansinya di masa kini?Bagaimana periode kolonialisme berlangsung di Indonesia?
RINGKASAN MATERI : BAHAN BACAAN PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA A. Restorasi Meiji: Awal Modernisasi Jepang Sebelum menjadi negara Jepang merupakan negara feodalis. Mengapa feodalis? Sebab, kekuasaan politik dan ekonomi dipegang oleh kaisar, shogun (semacam panglima militer), dan daimyo (semacam tuan tanah/raja lokal). Kekuasaan itu terbentuk secara hierarki dengan puncak kekuasaan di tangan kaisar, sedangkan kekuasaan pemerintahan dipegang oleh seorang shogun.Wilayah itu sebagai penghasil bahan-bahan yang sangat diperlukan dan digemari oleh bangsa-bangsa Eropa. Bahan-bahan yang dimaksudkan itu adalah rempah-rempah seperti cengkih, lada, dan pala. Tahun 1639, Shogun Tokugawa menjalankan kebijakan Sakoku (negara tertutup). Melalui kebijakan ini, orang asing dilarang masuk ke Jepang dan sebaliknya orang Jepang dilarang berhubungan dengan orang selain Jepang. Namun, pada kenyataannya, Belanda, Cina, serta Korea tetap berhubungan dengan Jepang.Petualangan, Penjelajahan, dan Perebutan Hegemoni Mengapa Jepang menerapkan kebijakan Sakoku (tertutup) dengan bangsa lain? Ada dua alasan. Alasan pertama, pemerintahan Shogun Tokugawa terancam dengan kehadiran misionaris dari Spanyol dan Portugis yang menyebarkan agama Katolik. Mereka dituduh ikut campur urusan dalam negeri. Contohnya, ketika perang antar-shogun mereka memperkenalkan senjata api dan meriam terhadap salah satu shogun, sedangkan senjata orang Jepang berupa pedang (katana). Penyebaran agama yang dilakukan oleh Spanyol dan Portugis juga dituding mengancam kebudayaan asli Jepang. Alasan kedua ialah mempertahankan supremasi Tokugawa atas pesaingnya, Daimyo Tozama. Daimyo Tozama adalah daimyo di bawah Shogun Tokugawa, tetapi secara ekonomi lebih sejahtera karena menjalin hubungan dengan bangsa asing. Apabila Daimyo Tozama tetap bekerja sama dengan bangsa asing, maka dikawatirkan mereka menjadi kuat sehingga mengancam kekuasaan Tokugawa. Pada abad ke-19 (1854), kebijakan Sakoku mulai surut. Tahun 1854, kapal perang Amerika Serikat (kapal hitam) yang dipimpin oleh Komodor Matthew C. Perry menyerang Jepang sehingga memaksa pemerintahan Shogun Tokugawa menandatangani Konvensi Kanagawa pada tahun 1854. Konvensi itu pada intinya menyebutkan bahwa Jepang harus membuka diri dengan bangsa asing sehingga mengakhiri kebijakan tertutup Jepang yang telah berlangsung 200 tahun. Meskipun demikian, hasil Konvensi Kanagawa dianggap menjatuhkan harga diri dan martabat mereka sehingga tersebar sentimen anti-Barat, bahkan terjadi peperangan yang kemudian dimenangkan oleh Barat. Karena adanya konflik dan rasa tidak puas tersebut,
Barat menganggap Tokugawa adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Untuk itu, keshogun-an Tokugawa dihapus dan kekuasaan Jepang sepenuhnya di tangan kaisar, yaitu Kaisar Komei. Kemajuan Barat dan terbukanya pelabuhan-pelabuhan di Jepang yang semakin ramai menyadarkan Jepang betapa terbelakangnya mereka dibanding dengan negara-negara Barat sehingga Jepang bertekad untuk mengejar ketertinggalan. Pada masa pemerintahan Kaisar Meiji (anak dari Kaisar Komei), kesadaran mengejar ketertinggalan mulai terwujud melalui berbagai langkah perubahan besar yang dikenal dengan Restorasi Meiji (1868-1912). Kata “Meiji” berarti “kekuasaan pencerahan”. Pencerahan yang dimaksud adalah kombinasi kemajuan Barat dengan nilai-nilai tradisional Jepang. Dengan misi inilah Jepang mengutus pejabat untuk belajar ke Amerika dan Eropa, yang disebut misi Iwakura. Sebagai hasil misi Iwakura, Jepang memutuskan untuk mengadopsi sistem politik, hukum, dan militer dari dunia Barat. Restorasi Meiji kemudian mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri modern sekaligus menjadi kekuatan militer dunia. Berikut ini adalah beberapa bidang garapan Tenno Meiji yang tercakup dalam gerakan pembaruan itu. a. Bidang Perindustrian Dengan mengadopsi teknologi dari Barat, Jepang membangun industri-industri seperti pabrik senjata, galangan kapal, peleburan besi, dan lain sebagainya. Hasil produksi ini dijual ke pasar internasional dengan harga relatif murah dibandingkan harga penjualan produk yang sama di dalam negeri. Kebijakan ini disebut dumping. Hal ini membuat industri dalam negeri Jepang berkembang pesat. b. Bidang Perdagangan Jepang membangun bank-bank yang memungkinkan orang untuk meminjam uang agar berinvestasi. Jepang membangun pelabuhan-pelabuhan dan kapal-kapal dagang sehingga perdagangan mengalami kemajuan pesat. c. Bidang Militer Jepang gencar membangun angkatan perangnya. Tahun 1873, Jepang menerapkan kebijakan wajib militer. Jepang juga memesan sebuah kapal perang modern dari Belanda dan untuk mempelajari ilmu kelautan, Jepang mengirim 16 mahasiswa untuk belajar di Belanda. Jepang meniru sistem dan strategi dari Jerman dan Inggris. Dalam waktu singkat, Jepang telah memiliki tentara yang kuat, modern, dan tangguh. d. Bidang Pendidikan Jepang menerapkan wajib belajar bagi generasi mudanya. Mereka dididik untuk merasa memiliki rasa cinta kepada tanah airnya, semangat pantang menyerah dan berani mati (bushido), serta hormat dan tunduk kepada Kaisar. Pemerintah Jepang juga mengirim mahasiswa untuk menimba ilmu-ilmu Barat.
e. Bidang Sosial Menghapus sistem kasta di Jepang. Saat itu, Jepang mempunyai empat kasta. Kasta pertama adalah kelas kaum terpelajar, kasta kedua adalah petani, kasta ketiga adalah seniman, dan kasta keempat adalah pedagang. Selain itu, pemerintah juga melarang adat istiadat yang bersifat feodalis seperti laki-laki memperlihatkan dan memakai kimono, laki-laki memanjangkan dan mengucir rambut serta ke mana-mana membawa pedang panjang dan pedang pendek yang menjadi ciri khas kelas samurai. f. Bidang Hukum Sistem hukum dan konstitusi mengikuti model Jerman. Sebagai akibat dari industrialisasi itu, Jepang kemudian menjadi satu-satunya kekuatan besar negara non-Barat di dunia sekaligus kekuatan utama di Asia Timur dan Asia Tengara dalam waktu 40 tahun. B. Kemajuan Industri Perluasan Pasar Industri, Dan Keterlibatan Jepang Pada PD II Jepang sebagai negera industri sebagaimana negara-negara Barat mempunyai tiga tantangan, yakni 1) pasokan bahan mentah yang stabil, 2) jalur pelayaran yang aman, dan 3) pasar bagi hasilhasil industrinya. Pada saat yang bersamaan, kepercayaan diri militer Jepang yang didukung kemajuan ekonomi membangkitkan rasa bangga terhadap negaranya. Nasionalisme ini berkembang menjadi nasionalisme radikal dalam bentuk keinginan sebagian warga agar Jepang menjadi negara imperialis. Faktor ekonomi (gold) dan faktor kejayaan (glory) inilah yang mendorong Jepang menduduki (menjajah) berbagai negara di Asia termasuk Indonesia menjelang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Pada tahun 1894, Jepang membangun imperium yang sangat luas, meliputi Taiwan, Korea, Manchuria, serta Cina bagian Utara. Pada tahun 1894 dan 1895, Jepang terlibat perang dengan Cina (Perang Sino). Perang ini diawali oleh pemberontakan petani terhadap pemerintahan Korea. Merasa terdesak, pemerintah Korea meminta bantuan kepada Dinasti Qing dari Cina. Karena sejak lama Jepang ingin menguasai Korea, maka Jepang memanfaatkan situasi itu untuk menginvansi Korea. Karena Korea sekutunya Cina, maka Cina protes sehingga antara Jepang dengan Cina terlibat perang. Perang akhirnya dimenangkan Jepang dan kemudian membentuk pemerintahan boneka di Seoul. Kekalahan Cina terhadap Jepang ditandai dengan Perjanjian Shimonoseki yang isinya menyebutkan bahwa Semenanjung Liaodong dan Taiwan diserahkan kepada Jepang. Rusia, Jerman, dan Prancis yang semula menduduki Semenanjung Liaodong akhirnya mundur. Namun, karena Perjanjian Shimonoseki dianggap tidak sah, maka Rusia kembali menduduki Semenanjung Liaodong yang strategis itu. Untuk pertahanannya, Rusia kemudian mendirikan Benteng Port Arthur di situ dan menjadikan pangkalan angkatan lautnya di Pasifik. Tindakan Rusia ini membuat Jepang marah sehingga memicu perang Jepang dengan Rusia yang bernama “Perang Rusia-Jepang” pada tahun 1894 dan 1895. Dalam perang itu,
tidak terduga Rusia kalah sehingga harus menandatangani Perjanjian Portsmouth yang diselenggarakan di Amerika Serikat dengan difasilitasi Presiden Roosevelt. Jenderal yang berjasa dalam kemenangan Jepang atas Rusia adalah Laksamana Togo Heihachiro. Isi Perjanjian Portsmouth yakni Jepang mendapatkan Pulau Shakalin dan daerah ManchuriaTindakan Rusia ini membuat Jepang marah sehingga memicu perang Jepang dengan Rusia yang bernama “Perang Rusia-Jepang” pada tahun 1894 dan 1895. Dalam perang itu, tidak terduga Rusia kalah sehingga harus menandatangani Perjanjian Portsmouth yang diselenggarakan di Amerika Serikat dengan difasilitasi Presiden Roosevelt. Jenderal yang berjasa dalam kemenangan Jepang atas Rusia adalah Laksamana Togo Heihachiro. Isi Perjanjian Portsmouth yakni Jepang mendapatkan Pulau Shakalin dan daerah Manchuria. Kemenangan Jepang atas Rusia ini membangkitkan kepercayaan dan harga diri Jepang. Ternyata, bangsa Asia (ras Mongoloid) dapat mengalahkan bangsa Barat (ras Kaukasoid). Dampaknya, selain wilayah kekuasaannya semakin luas, juga muncul ambisi tersembunyi yang tidak hanya ingin menguasai Asia, tetapi juga mengalahkan bangsabangsa Barat lainnya. Ketika Prancis menyerah kepada pasukan Nazi Jerman di Eropa tahun 1941, Jepang memanfaatkannya dengan menginvansi wilayah jajahan Prancis di Indocina yang meliputi Kamboja, Laos, dan Vietnam. Pada saat yang bersamaan (tahun 1941), Jerman menginvansi Rusia. Sebelumnya, pada tahun 1940, terjadi kesepakatan “Pakta Tripartit”, yaitu bersatunya fasisme Jepang, Italia, dan Jerman dalam “kekuatan poros” yang kemudian hari bersama sama melawan “kekuatan Sekutu” yang terdiri dari AS, Inggris, dan Prancis dalam Perang Dunia II. Meski tidak memiliki kepentingan di Indocina (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sikap agresi Jepang membuat Amerika Serikat menjadi geram. Pada tahun 1941, Amerika membidani persekutuan yang disebut ABDACOM (America, British, Dutch, Australian Command) untuk menghadapi keagresifan Jepang. Selain membuat organisasi, Presiden Roosevelt juga menerapkan embargo baja dan besi tua kepada Jepang yang kemudian diikuti dengan pembekuan semua aset-aset Jepang. Embargo baja dan besi tua ini sungguh memukul telak Jepang karena peralatan militernya semua terbuat dari baja dan besi tua. Seperti belum cukup, Amerika segera mengembargo minyak bumi terhadap Jepang. Minyak bumi merupakan penopang utama industri-industri militer Jepang. Embargo minyak bumi ini membuat industri militer Jepang menjadi kesulitan sehingga Jepang dihadapkan pada dua pilihan, hidup atau mati. Jepang bukannya menyerah dengan situasi, tetapi semakin berambisi menguasai minyak bumi Asia Selatan (India, Bangladesh, Pakistan, dan lain-lain) serta Asia Tenggara (Vietnam, Filipina, Indonesia, dan lain-lain) untuk mengatasi embargo minyak bumi Amerika Serikat.
Sebagian wilayah yang menjadi sasaran Jepang itu merupakan jajahan Belanda, termasuk Indonesia, sehingga Jepang harus menghadapi kekuatan militer terbesar saat itu, yaitu Amerika Serikat. Di bawah ABDACOM, Amerika Serikat bertanggung jawab melindungi kepentingankepentingan Belanda di Indonesia. Menyerang Indonesia dianggap menyerang ABDACOM. Untuk mengatasi kekuatan militer itu, Jepang mengambil keputusan, yakni harus terlebih dahulu melumpuhkan Amerika Serikat. Sasaran yang paling dekat di Asia adalah pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Asia Pasifik, yaitu di Pearl Harbour, Hawaii. Maka, secara mendadak tanpa ultimatum terlebih dahulu, Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Dengan serangan ini, Jepang telah mengawali perang Pasifik. Setelah menghancurkan Pearl Harbour, Jepang menduduki Filipina pada 10 Desember 1941, Burma pada 16 Desember 1941, dan pada 11 Januari 1942 Jepang mendarat di Indonesia dengan menguasai Kalimantan lalu menyusul Sumatra dan Jawa. Setelah Jawa dikuasai, Jepang mengendalikan seluruh wilayah Indonesia dalam waktu singkat. Perang yang dilancarkan Jepang di Asia Tenggara dan di Lautan Pasifik ini dikenal dengan Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik.
KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Peserta didik mengucapkan salam, kemudian guru meminta seorang peserta didik memimpin doa sebagai bentuk syukur telah diberikan kesehatan dan kesempatan untuk belajar dan mendoakan juga orang tua kerabat dan orang-orang yang di rumah sakit. Ini dilakukan untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan peserta didik sebagai wujud Pelajar Pancasila. Guru datang dengan suasana ceria dan mengucapkan salam sambil menyapa kelas. Jika jam pertama pengkondisian zona alfa sudah cukup. Jika pembelajaran dilakukan pada jam kedua atau jam setelahnya, guru dapat melakukan pengkondisian zona alfa dengan tebaktebakan gambar tokoh Perang Dunia II, permainan seperti pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru meminta peserta didik mengikuti apersepsi tentang pengaruh Hitler, dengan bertanya “Apa yang kalian ketahui tentang Hitler?” Guru meminta peserta didik menjawab pertanyaan guru “Bagaimana dampak yang diakibatkan dari peperangan terhadap negara pelaku perang?” Guru meminta peserta didik menjawab lagi pertanyaan guru tentang “Bagaimana akibat yang ditimbulkan jika perang terjadi di seluruh Eropa?” dengan mengaitkannya dengan kondisi di negara jajahan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang terancam oleh Jepang. Guru meminta peserta didik menyimak penjalasan guru tentang jatuhnya Asia Timur dan Asia Tenggara ke tangan Jepang. Guru meminta peserta didik secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas 2 tentang ekspansi Jepang ke wilayah Asia Timur Raya. Refleksi pola 321 (tiga hal yang dipelajari hari ini, dua hal yang akan diperdalam, satu hal nilai moral yang bisa diambil untuk keseharian). Refleksi sebaiknya ditulis di buku catatan. Kemudian guru menawarkan agar beberapa peserta didik menyampaikan refleksi mereka. Upayakan agar model refleksi ini sering dilakukan dan peserta didik yang menyampaikan dapat berbeda di setiap pertemuan. Guru menyampaikan penjelasan tentang rencana kegiatan pembelajaran berikutnya, yakni materi tentang pengaruh Perang Dunia II terhadap Jatuhnya Hindia Belanda ke Jepang. Doa dan salam. Kegiatan Pendahuluan: Kegiatan Inti: Kegiatan Penutup:
Pertemuan Kedua Peserta didik menyampaikan salam kepada guru yang datang, kemudian guru meminta satu orang peserta didik memimpin doa sebagai bentuk syukur karena telah diberikan kesehatan dan kesempatan untuk belajar. Jika sekolah memakai sistem berpindah (moving class) maka sebaiknya guru berada di pintu masuk kelas untuk menyambut kedatangan peserta didik. Kegiatan ini sudah merupakan bagian dari pengondisian zona alfa. Jika kelas tetap ( fixed class) guru dapat datang dengan suasana ceria dan mengucapkan salam, sambil menyapa kelas jika jam pertama pengkondisian zona alfa sudah cukup. Namun jika jam kedua atau jam setelahnya, guru dapat melakukan ice breaking atau latihan tarik napas panjang. Guru melakukan apersepsi warmer dengan bertanya, “Bagaimanakah reaksi bangsa Barat atas ekspansi Jepang?” Guru memulai pembahasan dengan cara mengaitkan apersepsi di atas. Guru menjelaskan reaksi Bangsa Barat terhadap ekspansi yang dilakukan oleh Jepang. Guru menjelaskan secara ringkas reaksi Barang Barat terhadap ekspansi yang dilakukan oleh Jepang yang berpengaruh pada jatuhnya kekuasaan Belanda atas Indonesia ke tangan Jepang. Guru bertanya kepada peserta didik mengenai reaksi bangsa Asia terhadap apa yang dilakukan oleh Jepang. Peserta didik mengajukan pertanyaan atau tanggapan untuk memperdalam penjelasan guru. Guru menyampaikan kesimpulan seraya menampilkan foto penyerahan Hindia Belanda kepada oleh Belanda kepada Jepang. Peserta didik diminta secara mandiri melakukan Aktivitas 3 tentang keterkaitan peristiwa di tingkat regional dan global dengan jatuhnya Hindia Belanda pada tahun 1942. Refleksi: guru meminta peserta didik memberikan kesan tentang materi. Misalnya, dengan bertanya, “Sampaikan satu kata tentang pembelajaran hari ini!” Guru menyampaikan materi berikutnya, yakni “Penjajahan Jepang di Indonesia”. Doa dan salam. Kegiatan Pendahuluan: Kegiatan Inti: Kegiatan Penutup:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas, misalnya: 1. Apakah semua siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran? 2. Kesulitan apa yang dialami? 3. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar? 4. Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada diri siswa? 5. Apakah kegiatan pembelajaran ini bisa membangun kesadaran siswa tentang pentingnya mempelajari peristiwa global dan regional yang memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang terjadi secara nasional? 1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran) Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan pertanyaan: Pertanyaan Jawaban ya tidak 1. Apakah kalian tahu tentang Perang Dunia II? 2. Apakah kalian mengetahui tentang Restorasi Meiji? 3. Apakah kalian mengetahui tentang strategi yang dilakukan Jepang untuk dapat menguasai wilayah Indonesia? 2. Asesmen Formatif ( Selama Proses Pembelajaran) Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis. Tes Tidak Tertulis Tes Lisan Menilai kemampuan peserta didik dalam menguasai materi Perang Dunia II, Restoraji Meiji, Keterkaitan Peristiwa Global dan Tegional dengan Jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang. Diskusi Menilai kemampuan siswa dalam menginformasikan secara lisan hasil diskusi. Penilaian Keterampilan mengatur jalannya diskusi Tes (Presentasi hasil diskusi) Sikap (dengan observasi tentang profil pelajar pancasiala kerjasama dan tanggung jawab) Refleksi Guru: Assesmen
Nama Siswa : .................. Kelas : .................. Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi 1. Bagian manakah yang menurutmu paling sulit dari pelajaran ini? 2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu? 3. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami pelajaran ini? 4. Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa bintang akan kamu berikan pada usaha yang telah kamu lakukan? ABDACOM (America, British, Dutch, Australian Command), tentara gabungan pada Perang Dunia II untuk menghadapi Jepang yang bermarkas di Lembang Tirani, bentuk tindakan atau kekerasan yang sewenang-wenang. Sardiman AM, dan Amurwani Dwi Lestariningsih. 2017. Sejarah Indonesia Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Safitry, Martina. Dkk. 2021. Sejarah Kelas XI SMA/SMK. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Pengayaan Remedial 1. Hanya untuk peserta didik yang memiliki nilai formatif individu minimal = 85 2. Setelah membaca link literasi peserta didik dapat lebih memahami Restorasi Meiji terhadap kemajuan Jepang yang berdanpak pada imperialisme Jepang, keberhasilan Jepang mendarat di Tarakan 3. berdasarkan informasi-informasi lain yang relevan 4. Tugas bisa tertulis atau lisan dengan media digital atau non digital 1. Hanya untuk peserta didik yang nilainya kurang dari Kriteria Minimal 2. Setelah melihat link yang diberikan, peserta didik dapat memahami lebih dalam tentang propaganda saudara tua, keterlibatan Sukarno dalam rumusha (saling memanfaatkan antara Jepang dan Sukarno), penolakan Sekere yang memicu perlawanana, dan organisasi-organisasi bentukan Jepang 3. Tugas bisa tertulis atau lisan dengan Refleksi untuk Siswa GLOSARIUM DAFTAR PUSTAKA PENGAYAAN DAN REMEDIAL Mengenal Rempah-Rempah Asli Indonesia Tugas Tahukah kalian wilayah mana saja yang memiliki rempah-rempah asli Indonesia? Buat diskusi kelompok untuk mengidentifikasi rempah-rempah asli dari daerah kalian. Pengetahuan mengenai kegunaan rempah-rempah menjadi sebuah hal yang penting mengingat manfaatnya yang sangat beragam. Pada situasi pandemi, pengetahuan tentang pengobatan lokal menjadi alternatif yang sangat membantu masyarakat untuk menjaga kesehatan. Petunjuk Kerja Presentasikan hasil diskusi kalian kepada guru dan teman-teman agar informasi mengenai kebermanfaatan rempah-rempah dan obat-obatan asli Indonesia dapat diketahui secara luas.
Link literasi; https://www.minews.id/kisah/pengaruhrestorasi-meiji-terhadap-kemajuan-jepang https://lensabudaya.com/restorasi-meijilatar-belakang-dan-dampaknya/ https://tirto.id/sejarah-jepang-mendaratdan-betapa-loyonya-knil-di-tarakan-dckd media digital atau non digital Mengetahui, Kepala SMA Negeri 1 Menganti Ainur Rofiq, S.Pd., M.Pd. NIP. 19700708 199802 1 005 Gresik, 05 Januari 2023 Guru Mata Pelajaran Niken Saraswati, S.Pd. NIP. 19940218 201903 2 011
LEMBAR AKTIVITAS 2 Ekspansi Menuju Selatan Pada pertengahan 1920-an setelah Perang Dunia Pertama, industri-industri semakin berkembang sejalan dengan kemajuan ekonomi yang diperoleh Jepang. Industri ini terutama adalah perkapalan dan tekstil. Hal ini menimbulkan munculnya para Zaibatsu (klan atau keluarga pengusaha besar seperti Mitsubishi, Sumimoto, Mitsui) yang menginginkan ruang lingkup yang lebih besar lagi dalam pemasaran. Ditambah lagi dengan negara Jepang sendiri yang sudah penuh sesak dengan pabrik dan industri yang bermunculan, sehingga mereka melakukan tekanan kepada pemerintah untuk dapat melakukan perluasan wilayah secepat-cepatnya. Hal ini kemudian didukung dan diamini oleh beberapa kalangan militer yang berpandangan nasionalis chauvinis yang berkeinginan untuk melakukan ekspansi terhadap daerah-daerah yang dianggap memberikan sumber daya yang cukup bagi perkembangan ekonomi dan industri Jepang. Sumber: Padiatra, A.M. (2020). Jejak Sakura di Nusantara: Pasang Surut Hubungan Jepang – Indonesia Tahun 1800-an-1974. Sasdaya: Gadjah Mada Journal of Humanities, 4 (1), 1 – 12, https://doi.org/10.22146/ sasdayajournal.54570 Mengapa Jepang Menjajah? Untuk mengetahuinya, kita harus memahami situasi masyarakat Jepang pada 1920-an. Masa antara Perang Dunia I dan II sangat krusial terhadap perkembangan sejarah selanjutnya. Dilihat dari situasi politik dalam negeri Jepang, tahun 1920-an adalah zaman Taisho Democracy. Pada masa ini demokrasi parlementer mulai berkembang. Namun, keadaan ekonomi buruk karena produksi pertanian turun. Kemiskinan membelit seluruh desa di Jepang. Akibatnya, sosialisme mulai menguat dan timbul banyak konflik antara tuan tanah dan petani atau antara pengusaha dan buruh. Pada zaman itu dunia berada di bawah Versailles Settlement. Salah satu isu yang penting dalam perjanjian ini adalah usaha memperkecil kekuatan militer setiap negara besar, pada khususnya membatasi tonase kapal perang masing-masing negara. Dalam Perjanjian Washington tahun 1922, Jepang didesak menerima rasio 10:10:6 antara Inggris, Amerika, dan Jepang. Angkatan Laut Jepang menerima keputusan ini dengan sangat kecewa dan tidak puas. Di antara sebagian opsir muda tentara Jepang muncul rasa tidak puas terhadap pemerintah sipil sekaligus khawatir akan situasi politik internasional. Di bawah pengaruh pemimpin ultranasionalis seperti Okawa Shumei dan Kita Ikki, mereka mulai bersikap fasis. Sumber: Kurasawa, A. (2016). Masyarakat & Perang Asia Timur Raya: Sejarah dengan Foto yang Tak Terceritakan. Jakarta: Komunitas Bambu, halaman 2. Tugas: Berdasarkan bacaan di atas, identifikasilah berbagai alasan Jepang melakukan ekspansi ke wilayah Asia Timur Raya! Menurut kalian, alasan manakah yang lebih kuat dalam mendorong ekspansi Jepang? Mengapa demikian? Petunjuk Kerja: Kerjakanlah secara mandiri (individu) di buku tulis kalian! Diskusikan temuan kalian di kelas! Kalian dapat menggunakan sumber lain untuk mengerjakan tugas ini! Tugas: • Berdasarkan bacaan pada subbab ini, buatlah peta konsep yang menunjukkan keterkaitan peristiwa di tingkat regional dan global dengan jatuhnya Hindia Belanda pada tahun 1942! Petunjuk Kerja: • Kerjakan tugas secara (mandiri) individu di buku tulis atau media lainnya! • Peta konsep dapat dibuat berwarna agar lebih menarik. • Kalian boleh menggunakan berbagai sumber sejarah primer atau sekunder sebagai tambahan sumber untuk menyusun peta konsep.
Lembar Aktivitas 3