E-Modul Kelas VIII Semester Genap 2
E-MODUL IPA CAHAYA DAN ALAT-ALAT OPTIK
Terintegrasi Ayat-Ayat al-Quran
SMP Kelas VIII
Ilmu Pengetahuan Alam
Disusun Oleh : Fazilla Hanum
Editor : Fazilla Hanum
Dosen Pembimbing : Dr. Zarkasih, M.Ag
Validator :
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 3
Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga E-Modul IPA Terintegrasi Ayat-Ayat al-Quran
dengan tema “Cahaya dan Alat-Alat Optik” dapat terselesaikan. E-Modul ini selain
untuk membantu dan memudahkan peserta didik dan guru dalam pembelajaran
IPA, juga bertujuan untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran IPA bagi
peserta didik. Tentunya e-Modul ini diharapkan mampu meningkatkan literasi
sains pada aspek kompetensi dan nilai keimanan (religiusitas) peserta didik. E-
Modul IPA ini disusun berdasarkan pada Kurikulum 2013 revisi.
E-Modul ini berusaha dirancang sesuai kebutuhan peserta didik dan guru
agar tercipta kegiatan pembelajaran yang lebih komunikatif dan optimal. Materi
pelajaran disajikan secara sederhana, terintegrasi dan modern, dan juga mengacu
pada penilaian pengetahuan (uji kompetensi dan evaluasi) dan keterampilan
(jelajah konsep dan kerja ilmiah).
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang
telah memberikan saran selama penyusunan e-Modul ini, semoga ini dapat
bermanfaat serta berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan. Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan e-Modul ini.
Untuk itu, kritik dan saran yang diberikan dan bersifat membangun akan penulis
terima sebagai bahan perbaikan e-Modul IPA ini untuk kedepannya.
Pekanbaru, Juni 2022
Penulis
E-Modul Kelas VIII Semester Genap i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. ii
PETA KONSEP.. ......................................................................................................................... iii
PENDAHULUAN......................................................................................................................... 1
A. Kompetensi Inti............................................................................................................... 1
B. Kompetensi Dasar .......................................................................................................... 1
C. Deskripsi..................................................................................................................................2
D. Petunjuk Penggunaan E-Modul................................................................................. 2
PEMBELAJARAN 1: CAHAYA....................................................................................................3
A. Sifat-sifat Cahaya ............................................................................................................ 4
B. Pemantulan Cahaya (Refleksi) .................................................................................. 9
C. Pembiasan Cahaya (Refraksi)...................................................................................18
Rangkuman............................................................................................................................26
Uji Kompetensi.....................................................................................................................27
PEMBELAJARAN 2: ALAT-ALAT OPTIK .......................................................................18
A. Indra Penglihatan Manusia dan Hewan................................................................30
B. Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari .............................................................35
Rangkuman............................................................................................................................41
Uji Kompetensi.....................................................................................................................42
EVALUASI .................................................................................................................................... 44
KUNCI JAWABAN DAN PEDOMAN PENSKORAN......................................................46
Kunci Jawaban......................................................................................................................46
Pedoman Penskoran ..........................................................................................................46
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................47
GLOSARIUM ...............................................................................................................................48
BIODATA PENULIS .................................................................................................................50
E-Modul Kelas VIII Semester Genap ii
Cahaya dan Alat-alat Optik
Cahaya Alat-alat Optik
Sifat-sifat Cahaya Indra Penglihatan Manusia
Bagian-bagian Mata
Pembentukan Bayangan Cacat Mata pada Manusia
pada Cermin Rabun Dekat (Hipermetropi)
Rabun Jauh (Miopi)
Cermin Datar Presbiopi
Cermin Cekung Astigmatisma
Cermin Cembung
Pembentukan
Bayangan pada Lensa
Indra Penglihatan Burung
Alat Optik dalam Kehidupan
Kamera
Kaca Pembesar( Lup)
Mikroskop Teleskop Bumi
Periskop
Teleskop
Teleskop Bintang
E-Modul Kelas VIII Semester Genap ii
PENDAHULUAN
A. Kompetensi Inti
11. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive dan proaktif
dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, mengarang) terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar
3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan
lengkung, serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia,
mata burung, dan prinsip kerja alat optik
4.12 Menyajikan hasil percobaan tentang pembentukan bayangan pada cermin dan
lensa
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 1
C. Deskripsi E-Modul
E-Modul ini disusun dengan menggunakan berbagai prinsip pembelajaran ideal
yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi. Berisi tentang materi Cahaya dan
Alat-Alat Optik, e-Modul ini didukung oleh ayat al-Quran beserta penjelasannya
yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Selain itu e-Modul ini juga
dilengkapi dengan simulasi virtual yang membuat pembelajaran semakin
menarik. Pembelajaran menggunakan e-Modul ini dapat menghantarkan kepada
pemahaman bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan informasi tentang
sains dalam al-Quran.
D. Petunjuk Penggunaan E-Modul
Sebelum peserta didik memulai mempelajari isi e-Modul ini, terlebih
dahulu perhatikan beberapa petunjuk penggunaan e-Modul berikut ini:
1. Bacalah dengan seksama bagian kompetensi inti, kompetensi dasar dan
deskripsi pada e-Modul ini agar peserta didik dapat memahami ruang
lingkup materi yang dibahas, target capaian, serta bagaimana teknis
mempelajarinya.
2. Mempelajari e-Modul secara berurutan agar memperoleh pemahaman
yang utuh. Catatlah kata-kata kunci yang dianggap penting atau kosa
kata yang kurang dipahami, kemudian lihat penjelasannya dari kamus
ataupun ensiklopedia
3. Untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman, pelajari
sumber-sumber lain yang relevan atau melakukan diskusi
4. Lakukan semua penugasan yang ada pada e-Modul untuk mendapatkan
pemahaman mengenai materi e-Modul dengan baik
5. Bila ada kesulitan untuk memahami materi e-Modul, Anda dapat
meminta bantuan teman, guru, atau orang yang anda anggap dapat
memberikan penjelasan lebih baik kepada anda
6. Selamat membaca dan mempelajari e-Modul ini
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 2
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 3
A. Sifat-sifat Cahaya
Cahaya sangat bermanfaat bagi kita. Cahaya membantu penglihatan kita sehingga
kita dapat mengamati semua benda yang berada disekitar kita. Benda bisa terlihat
akibat adanya cahaya yang memantulkan sinarnya sampai kepada mata kita, tanpa
cahaya maka benda tidak akan bisa terlihat sama sekali. Sumber cahaya itu adalah
matahari.
“Dan kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)” (QS. An-Naba’ : 13)
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang
diatasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih,
apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan)
barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai
cahaya sedikitpun.” (QS. An-Nur : 40)
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah,
adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalatnnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya)
seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak
berkahnya,(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan
tidakpula disebelah barat(nya) yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,
walaupun tidak disentuh. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing
kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 4
perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.” (QS. An-Nur : 35)
Dari ayat diatas dapat kita ketahui pentingnya cahaya dan cahaya itu datangnya
dari Allah yang dapat memberi petunjuk kepada alam semesta termasuk yang ada
di dalamnya dan sebagai sumber utama dari cahaya.
Cahaya memiliki beberapa sifat, yaitu dapat merambat lurus, dapat dipantulkan,
dapat dibiaskan, dan cahaya merupakan gelombang elektromagnetik.
1. Cahaya merambat lurus
Pernahkan kamu menyalakan lilin atau lampu di tempat gelap? jika
lilin atau lampu dinyalakan akan dihasilkan cahaya yang dapat
menerangi tempat yang gelap. Tahukah kamu bagaimanakah arah
rambatan cahaya tersebut? Agar mengetahuinya tontonlah video
berikut dengan meng klik/scan barcode di samping! Pojok Info
2. Cahaya dapat dipantulkan
Apakah kamu dapat membedakan benda-benda Abbas Ibnu Firnas
berdasarkan warnanya? Apa yang menyebabkan merupakan penemu kaca
demikian? Cahaya memiliki sifat dapat dipantulkan jika
menumbuk suatu permukaan bidang. Pemantulan yang dan penemu cara
pembuatan kaca silika
dan kaca murni tak
berwarna
terjadi dapat berupa pemantulan baur dan pemantulan
teratur. Pemantulan baur terjadi pada permukaan yang tidak rata. Misalnya
pemantulan cahaya yang terjadi di dalam ruang kelas. Ruang kelas terlihat terang
walaupun tidak terkena cahaya secara langsung. Pemantulan teratur terjadi pada
permukaan yang rata. Misalnya pemantulan berkas cahaya sejajar oleh permukaan
cermin datar. Pada pemantulan baur dan pemantulan teratur, sudut pantulan
cahaya besarnya selalu sama dengan sudut datang cahaya. (Perhatikan gambar
1.1)
Sumber: googleusercontent.com 5
Gambar 1.1 Pemantulan Baur dan Pemantulan Teratur
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
Hal tersebut adalah sesuai dengan hukum pemantulan cahaya yang dikemukakan
oleh Snellius. Snellius menambahkan konsep garis normal yang merupakan garis
khayal yang tegak lurus dengan bidang pantul. Garis normal berguna untuk
mempermudah kamu menggambarkan pembentukan bayangan oleh cahaya.
Snellius mengemukakan bahwa:
a) Sinar datang garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar
b) Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul
Sumber: rumuspintar.com
Gambar 1.2 Proses Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Kemampuan kamu untuk membedakan warna, tidak terlepas dari sifat cahaya.
Cahaya yang mengenai benda sebagian akan dipantulkan ke mata dan sebagian lagi
akan diserap benda sebagai energi. Misalnya cahaya yang mengenai benda terlihat
berwarna merah. Hal ini berarti spektrum cahaya merah akan dipantulkan oleh
benda, sedangkan spektrum warna lainnya akan diserap oleh benda tersebut.
3. Cahaya dapat dibiaskan
Cahaya akan dibiaskan ketika melalui dua medium yang memiliki kerapatan optik
yang berbeda. Kecepatan cahaya akan menurun saat dari udara memasuki air atau
medium yang lebih rapat. Semakin besar perubahan kecepatan cahaya saat melalui
dua medium yang berbeda, akan semakin besar pula efek pembiasan yang terjadi.
Namun, pembiasan tidak akan terjadi saat cahaya masuk dengan posisi tegak lurus
bidang batas kedua medium.
Sumber: rumushitung.com
Gambar 1.3 Pembiasan Berkas Cahaya dan Pembiasan pada Sendok di dalam Gelas Berisi Air
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 6
Jelajah Konsep 1
Hukum Snellius
Langkah Kerja:
1. Pastikan koneksi internet aktif
2. Scan/klik barcode disamping
3. Klik more tools
4. Letakkan busur di perbatasan medium tegak lurus dengan garis normal
5. Aturlah medium 1 menjadi material air dan medium 2 menjadi water
6. Klik angels yang terdapat pada sudut kiri bawah
7. Tempatkan sinar datang pada angka 30o
8. Tentukanlah besar sudut pantul dan sudut bias yang dihasilkan
4. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik
Tahukah kamu bagaimana peristiwa terjadinya Isra Mi’raj? Isra Mi’raj diartikan
sebagai perjalan kilat Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah dari Masjid Al-
Haram ke Masjid Al- Aqsa kemudian kelangit sampai ke Sidratul Muntaha (pohon
kearifan yang paling tinggi) dan kembali ke Mekkah, seluruhnya ditempuh dalam
waktu sepertiga malam. Perjalalan Nabi Muhammad SAW bersama Buraq, dengan
kecepatan melebihi kecepatan cahaya tentu hanya dengan teknologi antariksalah
pemahaman kita baru mendekati. Dalam hal ini Allah berfirman:
“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hambanya-Nya (Muhammad) pada
malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi
sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat’’. (Q.S Al-Isra’: 1)
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir Q.S Al-Isra ayat 1. Ayat ini menjelaskan tentang Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dimana beliau Isra’ dari mekkah ke madinah dengan
menaiki buraq dan kembali lagi ke madinah. Tetapi dalam ayat ini peneliti lebih
menekankan kepada mi’rajnya Nabi menggunakan buraq, dimana proses bolak
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 7
baliknya dari masjidil Aqsa menuju langit ketujuh berjumpa dengan Allah dan
kembali lagi ke Bumi untuk beberapa kali lebih banyak dari pada Nabi melakukan
Isra’. Perjalanan Nabi menggunkan buraq sangat cepat bahkan kecepatannya
melebihi kecepatan cahaya. Proses tersebut merupakan salah satu gelombang
elektromagnetik.
Contoh lain dari gelombang elektromagnetik adalah saat lilin yang dinyalakan di
sebuah ruangan yang gelap dan kemudian lilin tersebut dapat menerangi ruangan.
Selain itu matahari yang memancarkan gelombang cahayanya melalui ruang
angkasa (tanpa medium). Gelombang cahaya matahari memancar ke segala arah
sampai ke bumi meskipun melalui ruang hampa udara. Hal ini berarti gelombang
cahaya dapat merambat pada ruang kosong (hampa udara) tanpa adanya materi.
Agar mudah memahaminya, tontntonlah video berikut dengan cara meng
klik/scan barcode disamping. Berdasarkan frekuensinya, gelombang
elektromagnetik ada bermacam-macam. Berikut klasifikasi gelombang
elektromagnetik yang dikenal dengan spektum elektromagnetik.
Sumber: staticflick.com
Gambar 1.4 Spektrum Elektromagnetik
Sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia adalah bagian yang sangat kecil dari
spektrum elektromagnetik. Agar mudah memahaminya, perhatikan gambar 1.5
yang menunjukkan spektrum cahaya tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang
memiliki panjang gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata
manusia. Panjang gelombang cahaya tampak berkisar antara 400 nm sampai 700
nm, yang besarnya seratus kali lebih kecil daripada lebar rambut manusia. Warna
cahaya yang dapat kamu lihat tergantung pada panjang gelombang dari gelombang
cahaya yang masuk ke mata.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 8
Misalnya seperti cahaya hijau yang memiliki panjang gelombang sekitar 500 nm
akan dapat terlihat apabila benda-benda yang berwarna hijau menyerap semua
spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang kurang dari 500 nm dan lebih
dari 500 nm, serta hanya memantulkan spektrum cahaya yang memiliki panjang
gelombang 500 nm saja. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan
bahwa sebuah benda hanya akan memantulkan spektrum cahaya yang warnanya
sama dengan warna permukaan benda tersebut, sehingga kita dapat menghindari
dengan tepat warna-warna benda tersebut.
B. Pemantulan Cahaya (Refleksi)
Firman Allah dalam Q.S Nuh ayat 16 yang berbunyi:
“Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari
sebagai pelita?” (Q.S Nuh : 16)
Imam mufassir Al Baidhawi menafsiri ayat ini :
“Allah memberikan pengetahuan kepada kita, bahwasanya matahari bersinar
dengan dirinya sendiri, sementara bulan bersinar karena menerima pantulan sinar
matahari dan menyerapnya.”
Ayat lain yang mempertegas bahwa Matahari memiliki cahaya sendiri:
“(yaitu) bintang yang cahayanya menembus”. (QS. At- Thariq:3)
Kata Arab untuk Bintang adalah An-Najm dan cahayanya digambarkan dengan
Tsaqib, Dia menembus kegelapan dan menghabiskan diri nya sendiri. Jadi, bintang
adalah benda angkasa yang memiliki cahayanya sendiri. Dan salah satu dari
bintang adalah Matahari, berarti Mataharipun punya cahaya sendiri sama seperti
bintang lainnya.
Al-Qur’an membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari =
pelita (sumber cahaya). Karena Al Qur’an bukan ucapan manusia tapi firman Allah.
Matahari & Bulan, keduanya sama-sama menerangi, hanya saja matahari selain
menerangi ia juga membawa hawa panas serta menghasilkan cahaya sendiri,
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 9
adapun bulan memberi cahaya yang tidak ada panasnya dan hanya merupakan
pantulan dari matahari.
Contoh pemantulan cahaya yang sering kita lakukan adalah bercermin. Tahukah
kamu bahwa cermin yang kamu pakai untuk berkaca setiap hari adalah sebuah
cermin datar? Jika seberkas cahaya mengenai cermin datar maka cahaya tersebut
dipantulkan secara teratur. Peristiwa pemantulan cahaya pada cermin datar
menyebabkan pembentukan bayangan benda oleh cermin.
Allah berfirman dalam surat al-Furqan ayat 45 yang berbunyi:
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia
memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia
menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami
jadikan matahari sebagai petunjuk”. (Q.S al-Furqan : 45)
Penjelasan tafsir Jalalain terhadap ayat diatas adalah:
(Apakah kamu tidak memperhatikan) yakni tidak melihat (kepada) ciptaan
(Rabbmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang) mulai dari tenggelamnya
matahari sampai dengan hendak terbitnya (dan kalau Dia menghendaki) yakni
Rabbmu (niscaya Dia menjadikan bayang-bayang itu tetap) artinya tidak hilang
sekalipun matahari terbit (kemudian Kami jadikan matahari atasnya) yakni
bayang-bayang atau gelap itu (sebagai petunjuk) karena seandainya tidak ada
matahari maka niscaya bayang-bayang atau gelap itu tidak akan dikenal.
Hukum Snellius tentang pemantulan cahaya menyatakan bahwa:
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
b. Sudut datang dan sudut pantul cahaya sama besar.
1. Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Pembentukan bayangan pada cermin datar berprinsip pada hukum Snellius. Lihat
gambar 1.5 Sebuah benda AB terletak di depan cermin datar. Berkas cahaya sejajar
datang pada benda. Cahaya AN sejajar BP dan cahaya AM sejajar BO. Menurut
hukum Snellius, cahaya dari A yang datang ke cermin (M) dipantulkan kembali ke
A, sedangkan cahaya dari titik A yang menuju ke cermin (N) dipantulkan ke Q.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 10
Sumber: khazanahilmu.com
Gambar 1.5 Prinsip terbentuknya bayangan pada cermin datar
Sinar-sinar pantul (MA dan NQ) tidak berpotongan. Untuk mendapatkan bayangan,
kedua sinar pantul itu diperpanjang sehingga bertemu di titik A’.
Dengan cara yang sama, cahaya dari B yang datang menuju cermin (O) dipantulkan
kembali ke B. Adapun cahaya dari titik B yang menuju ke cermin (P) dipantulkan
ke R. Perpanjangan sinar pantul OB dan PR berpotongan di B’. Jika titik A’ dan B’
dihubungkan, akan terbentuk bayangan dengan sifat maya, sama tegak, jarak
bayangan sama dengan jarak benda, dan tinggi bayangan sama dengan tinggi
benda. Bayangan pada cermin datar terbentuk dari titik potong perpanjangan
sinar-sinar pantul sehingga disebut bayangan maya. Bayangan maya dapat dilihat
langsung oleh mata, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.
2. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung
Bagian yang dapat memantulkan cahaya pada cermin cekung berbentuk cekung.
Berkas cahaya sejajar yang mengenai bidang cermin cekung akan dipantulkan
membentuk berkas cahaya yang mengumpul. Cermin cekung disebut Cermin
Konvergen (pengumpul cahaya).
a. Bagian-bagian cermin cekung
Bagian-bagian cermin cekung meliputi titik pusat kelengkungan (P), titik pusat
optik (O), dan garis khayal yang menghubungkan titik pusat cermin dan titik pusat
optik yang disebut sumbu utama (SU). Jarak titik P sampai dengan titik O disebut
jari-jari kelengkungan cermin (R). Titik fokus atau titik api cermin (F) membagi
jari-jari cermin menjadi dua bagian sama panjang sehingga PF = OF. Jarak titik O
sampai titik F disebut jarak titik fokus cermin (f) sehinggan OF = ½ OP atau f = ½
R.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 11
S
Sumber: fisikazone.com
Gambar 1.5 Bagian-bagian cermin cekung
Cermin cekung dibagi menjadi 4 ruang. Ruang yang terletak antara titik pusat
optik (O) sampai dengan titik fokus (F) disebut ruang I. Ruang yang terletak
diantara titik fokus (F) sampai titik pusat kelengkungan cermin (P) disebut rung II.
Ruang yang berada diantara titik pusat kelengkungan cermin (P) sampai tak
terhingga disebut ruang III. Ruang antara titik pusat optik (O) sampai tak terhingga
disebut ruang IV (di belakang cermin).
Sumber: fisikazone.com
Gambar 1.6 Pembagian ruang pada cermin cekung
b. Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung
Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung ada tiga macam, yaitu:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus (F)
2) Sinar datang yang melalui titik fokus (F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama
3) Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan (M) akan dipantulkan kembali ke
titik pusat kelengkungan itu.
Sumber: bp.blogspot.com 12
Gambar 1.7 Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung
c. Lukisan bayangan pada cermin cekung
1) Benda berada pada jarak lebih dari R
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
Sumber: bukusekolah.net
Gambar 1.8 Pembentukan bayangan jika benda berada pada jarak lebih dari R pada cermin cekung
Bagaimana sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut,
bayangan yang terbentuk bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
2) Benda di titik fokus F
Sumber: kiprispdr.org
Gambar 1.9 Pembentukan bayangan jika benda berada pada titik fokus pada cermin cekung
Dimanakah letak bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut, tidak
terbentuk bayangan atau bayangan terletak di tempat yang jauh tak terhingga.
3) Benda diantara cermin dan F
Sumber: bukusekolah.net
Gambar 1.10 Pembentukan bayangan jika benda berada diantara titik fokus dan cermin cekung
Bagaimana sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar tersebut
bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Selain penggunaan
diagram sinar dan tiga sinar istimewa, agar mudah memahami letak benda dan
letak bayangan, kamu dapat memahami pembagian nomor pada cermin cekung.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 13
Sumber: fisikazone.com
Gambar 1.11 Pembagian ruang pada cermin cekung
Misalnya benda diletakkan pada jarak lebih dari M (ruang III)., bayangan yang
terbentuk akan berada pada jarak antara F dan M (ruang II). Hal ini disebabkan
menurut dalil Esbach jumlah ruang benda dengan ruang bayangan adalah sama
dengan 5 (R Benda + R bayangan = 5).
d. Rumus cermin cekung
Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan (s’), dan jarak fokus cermin (f)
secara matematis dirumuskan sebagai berikut,
+ = dengan f = R
dengan:
s = jarak benda (cm)
s’ = jarak bayangan (cm)
f = jarak fokus cermin (cm)
R = jari-jari kelengkungan cermin (cm)
Cermin cekung bersifat konvergen sehingga disebut cermin positif. Nilai f dan R
selalu positif. Apabila bayangan yang terjadi bersifat maya, maka jarak bayangan
bernilai negatif (s’ = (-)). Bayangan yang terbentuk oleh cermin cekung dapat
diperbesar atau diperkecil. Hal ini bergantung pada letak benda. Perbesaran (M)
bayangan pada cermin cekung dapat ditentukan dengan rumus berikut:
dengan:
M = perbesaran bayangan (..... kali) 14
h’ = tinggi bayangan (cm)
h = tinggi benda (cm)
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
Jelajah Konsep 2
Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung
Langkah Kerja:
1. Pastikan koneksi internet aktif
2. Scan/klik barcode disamping
3. Klik mirror, pilih cermin cekung dan ubah objek pensil menjadi arrow
4. Klik labels
5. Aturlah jarak fokus menjadi 80 cm dengan mengubah radius of
curvature menjadi 160 cm. Kemudian ukurlah dengan menggunakan
penggaris yang ada di pojok kanan atas
6. Aturlah jarak benda menjadi 120 cm dan tinggi benda menjadi 40 cm
7. Tentukanlah jarak bayangan, perbesaran bayangan dan tinggi bayangan
yang dihasilkan!
3. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung
Pada cermin cembung, permukaan bidang yang dapat memantulkan cahaya
berbentuk cembung. Titik pusat kelengkungan cermin cembung berada di
belakang cermin sehingga cermin ini disebut cermin negatif. Berkas cahaya sejajar
yang mengenai cermin cembung akan dipantulkan menyebar (divergen) sehingga
cermin cembung disebut juga cermin divergen.
a. Bagian-bagian cermin cembung
Pada dasarnya bagian-bagian cermin cembung sama seperti cermin cekung.
Perbedaannya, pada jari-jari kelengkungan cermin cembung berada di belakang
cermin.
Sumber: fisikazone.com
Gambar 1.12 Bagian-bagian cermin cembung
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 15
Nilai f = ½ R. Ruang pada cermin cembung juga terbagi menjadi empat ruang,
tetapi ruang untuk benda hanya ada satu, yaitu ruang IV. Ruang I adalah ruang
antara O dan F. Ruang II adalah ruang antara F dan P. Ruang III adalah ruang
antara dari P sampai tak terhingga dan ruang IV adalah ruang dari O sampai tak
terhingga.
b. Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung
1) Sinar datang yang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik fokus
2) Sinar datang yang menuju titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama
3) Sinar datang yang menuju pusat kelengkungan dipantulkan seolah-olah dari
titik pusat kelengkungan itu.
Sumber: bp.blogspot.com
Gambar 1.13 Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung
c. Lukisan bayangan pada cermin cembung
Lukisan bayangan pada cermin cembung hanya satu jenis, yaitu benda berada di
ruang IV di depan cermin cembung, karena ruang I, II dan III berada di belakang
cermin cembung. Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung selalu bersifat
maya, diperkecil, tegak, dan di ruang I.
Sumber: fismath.com 16
Gambar 1.14 Lukisan bayangan pada cermin cembung
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
d. Rumus cermin cembung
Hubungan antara jarak benda, jarak bayangan, jarak fokus, dan jari-jari
kelengkungan cermin cembung sama dengan cermin cekung, yaitu sebagai berikut:
+ = dengan f = R
dengan:
s = jarak benda (cm)
s’ = jarak bayangan (cm)
f = jarak fokus cermin (cm)
R = jari-jari kelengkungan cermin (cm)
Pada cermin cembung, nilai f dan R selalu negatif (f = (-), R = (-)). Hal ini
disebabkan titik fokus dan jari-jari cermin berada di belakang cermin cembung.
Seperti cermin cekung, perbesaran cermin cembung dinyatakan dengan rumus
berikut:
dengan:
M = perbesaran bayangan (.... kali)
h’ = tinggi bayangan (cm)
h = tinggi benda (cm)
Jelajah Konsep 3
Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cembung
Langkah Kerja:
1. Pastikan koneksi internet aktif
2. Scan/klik barcode disamping
3. Klik mirror, pilih cermin cembung dan ubah objek pensil menjadi arrow
4. Klik labels
5. Aturlah jarak fokus menjadi 90 cm dengan mengubah radius of curvature
menjadi 180 cm. Kemudian ukurlah dengan menggunakan penggaris yang
ada di pojok kanan atas
6. Aturlah jarak benda menjadi 80 cm
7. Tentukanlah jarak bayangan dan perbesaran bayangan yang dihasilkan!
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 17
C. Pembiasan Cahaya (Refraksi) Pojok Info
Pernahkah kamu menggunakan lup? Lup memiliki bagian Ibnu Sahl adalah
utama berupa lensa cembung yang berfungsi untuk seorang filsuf dari
memperbesar bayangan benda yang akan diteliti. Lensa
adalah benda bening yang memiliki permukaan berbentuk Andalusia yang
cekung atau cembung dan berfungsi untuk membiaskan menemukan hukum
cahaya. pembiasan cahaya
Lensa secara umum ada yang berbentuk cembung dan cekung. Jika dipegang, lensa
cembung bagian tengahnya lebih tebal dari bagian pinggir. Lensa cekung bagian
tengahnya lebih tipis dari bagian pinggirnya. Perhatikan Gambar 3.1!
Sumber: bukusekolah.net
Gambar 1.15 Lensa cembung dan lensa cekung
Hukum pembiasan Snellius menyatakan sebagai berikut:
1) Sinar datang, sinar bias, dan garis normal terletak pada satu bidang datar
2) Sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan
mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium lebih rapat ke
medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal. Sinar yang datang tegak
lurus bidang batas akan diteruskan tanpa dibelokkan (lihat gambar 3.2).
Sumber: dosenpintar.com
Gambar 1.16 Cahaya dari medium rapat ke kurang rapat, cahaya datang dari medium kurang rapat ke
rapat, dan cahaya yang datang tegak lurus bidang batas akan diteruskan
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 18
3) Perbandingan antara proyeksi sinar datang dan proyeksi sinar bias selalu tetap.
Tetapan ini disebut indeks bias.
Dalam surat an-Nur ayat 39 Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang kafir, amal perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah
yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila (air)
itu didatangi tidak ada apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah baginya. Lalu
Allah memberikan kepadanya perhitungan (amal-amal) dengan sempurna dan Allah
sangat cepat perhitungan-Nya”. (Q.S an-Nur : 39)
Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa:
(Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di
tanah yang datar) lafal Qii'ah adalah bentuk jamak dari lafal Qaa'un, yakni padang
sahara yang datar. Yang dimaksud dengan lafal Saraabun adalah pemandangan
yang tampak di kala matahari sedang terik-teriknya yang rupanya mirip seperti air
yang mengalir, atau lazim disebut fatamorgana (ia disangka) diduga (oleh orang
yang kehausan) yaitu orang yang dahaga (air, tetapi bila didatanginya air itu dia
tidak mendapatinya sesuatu apa pun) apa yang disangkanya itu, demikian pula
halnya orang kafir, ia menduga bahwa amal kebaikannya seperti sedekah, yang ia
sangka bermanfaat bagi dirinya, tetapi bila ia mati kemudian ia menghadap kepada
Rabbnya, maka ia tidak mendapati amal kebaikannya itu. Atau dengan kata lain
amalnya itu tidak memberi manfaat kepada dirinya. (Dan ia mendapatkan Allah di
sisinya) yakni di sisi amalnya (lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan
amal-amal dengan cukup) Allah memberikan balasan amal perbuatannya itu hanya
di dunia (dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya) di dalam memberikan
balasan-Nya.
1. Pembiasan Cahaya pada Lensa Cembung
Bentuk lensa cembung ada tiga macam, yaitu cembung-cembung (bikonveks),
cembung-datar (plan konveks), dan cembung-cekung (konkaf konveks). Ciri-ciri
lensa cembung adalah bagian tengah tebal dan bagian tepi tipis. Berkas cahaya
sejajar yang dikenakan pada salah satu sisi lensa cembung akan dibiaskan
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 19
mengumpul di satu titik, yaitu di titik fokus lensa. Lensa cembung bersifat
mengumpulkan cahaya (konvergen).
Sumber: pelajaran.co.id Sumber: bp.blogspot.com
Gambar 1.17 Bentuk-bentuk lensa cembung Gambar 1.18 Berkas cahaya yang keluar dari
lensa cembung
a. Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung ada tiga macam, yaitu:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus F1
2) Sinar yang datang melalui titik fokus F2 dibiaskan sejajar sumbu utama
3) Sinar yang datang melalui titik pusat optik akan diteruskan tanpa dibiaskan
Sumber: bp.blogspot.com
Gambar 1.19 Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
b. Melukis pembentukan bayangan pada lensa cembung menggunakan diagram
sinar
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 20
Bagaimanakah cara melukis pembentukan bayangan pada lensa? Jika sebuah
benda diletakkan di depan lensa cembung akan membentuk bayangan, seperti
ditunjukkan pada gambar 3.4
Sumber: materikimia.com
Gambar 1.20 Pembentukan bayangan oleh lensa cembung
Pembentukan bayangan pada lensa cembung membutuhkan sekurang-kurangnya
dua sinar istimewa. Sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cembung
bergantung pada posisi benda.
a. Rumus lensa cembung
Lensa cembung disebut lensa positif karena nilai jarak titik fokus dan jari-jari
kelengkungannya selalu positif (f = (+), R = (+)). Hubungan antara jarak benda,
jarak bayangan, dan jarak fokus lensa cembung secara matematis dinyatakan
dengan rumus sebagai berikut:
+ = dengan f = R
dengan:
s = jarak benda (cm)
s’ = jarak bayangan (cm)
f = jarak titik fokus lensa (cm)
R = jari-jari lensa (cm)
Perbesaran bayangan dinyatakan dengan rumus berikut:
dengan: 21
M = perbesaran bayangan (.... kali)
h’ = tinggi bayangan (cm)
h = tinggi benda (cm)
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
Kekuatan lensa menyatakan kebalikan dari nilai jarak fokus lensa. Satuan jarak
fokus lensa untuk perhitungan kekuatan lensa harus dinyatakan dalam meter.
Kekuatan lensa dirumuskan sebagai berikut:
P=
dengan:
P = kekuatan lensa atau daya lensa (dioptri)
f = jarak fokus lensa (cm)
Jelajah Konsep 4
Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cembung
Langkah Kerja:
1. Pastikan koneksi internet aktif
2. Scan/klik barcode disamping
3. Klik lens, pilih lensa cembung dan ubah objek pensil menjadi arrow
4. Klik labels
5. Aturlah jarak fokus menjadi 50 cm dengan mengubah radius of
curvature menjadi 50 cm. Kemudian ukurlah dengan menggunakan
penggaris yang ada di pojok kanan atas
6. Aturlah jarak benda menjadi 70 cm
7. Tentukanlah jarak bayangan, tinggi bayangan dan perbesaran bayangan
yang dihasilkan!
2. Pembiasan Cahaya pada Lensa Cekung
Adakah teman satu kelasmu yang memakai kacamata minus? Mengapa disebut
kacamata minus? Kacamata minus berarti bahan kacamata tersebut terbuat dari
lensa negatif atau lensa cekung. Bentuk lensa cekung juga ada tiga macam, yaitu
cekung-cekung (bikonkaf), cekung-datar (plan konkaf) dan cekung-cembung
(konveks-konkaf).
Sumber: bp.blogspot.com 22
Gambar 1.21 Bentuk-bentuk lensa cekung
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
Lensa cekung memiliki ciri bagian tepi menebal dan bagian tengah menipis. Berkas
cahaya sejajar yang dikenakan pada salah satu sisi lensa cekung akan dibiaskan
menyebar. Hal ini berarti lensa cekung bersifat divergen (menyebarkan sinar).
Lensa cekung juga disebut dengan lensa negatif.
Sumber: fisikaabc.com
Gambar 1.22 Berkas cahaya yang keluar dari lensa cekung
a. Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung digunakan untuk melukis bayangan yang
terjadi pada lensa cekung. Sinar-sinar istimewa tersebut adalah sebagai berikut:
1) Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah dari titik fokus F1
2) Sinar yang datang seolah-olah menuju ke titik fokus F2 dibiaskan sejajar sumbu
utama
3) Sinar yang datang melalui titik pusat optik akan diteruskan
Sumber: fisikaabc.com 23
Gambar 1.23 Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
b. Lukisan bayangan pada lensa cekung
Melukis bayangan pada lensa cekung dapat menggunakan sinar-sinar istimewa
pada lensa cekung. Posisi benda selalu berada di ruang IV di depan lensa cekung
sehingga bayangan yang terjadi selalu maya, diperkecil, sama tegak, dan berada di
ruang I.
Sumber: bp.blogspot.com
Gambar 1.24 Pembentukan bayangan oleh lensa cekung
c. Rumus lensa cekung
Lensa cekung bersifat menyebarkan sinar sehingga disebut lensa negatif. Oleh
karena itu, nilai jarak fokus (f) dan jari-jari kelengkungan (R) lensa cekung selalu
negatif (f = (-), R = (-)). Hubungan antara jarak benda, jarak bayangan, dan jarak
fokus lensa cekung dinyatakan dengan rumus berikut:
+ = dengan f = R
dengan:
s = jarak benda ke lensa (cm)
s’ = jarak bayangan ke lensa (cm)
f = jarak fokus lensa (cm)
R = jari-jari lensa (cm)
Perbesaran bayangan dan kekuatan lensa cekung dinyatakan dengan rumus
berikut:
P=
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 24
dengan:
M = perbesaran bayangan (.... kali)
h = tinggi benda (cm)
h’ = tinggi bayangan (cm)
P = kekuatan lensa (dioptri)
f = jarak fokus
Jelajah Konsep 5
Pembentukan Bayangan Pada Lensa Cekung
Langkah Kerja:
1. Pastikan koneksi internet aktif
2. Scan/klik barcode disamping
3. Klik lens, pilih lensa cekung dan ubah objek pensil menjadi arrow
4. Klik labels
5. Aturlah jarak fokus menjadi 40 cm dengan mengubah radius of
curvature menjadi 40 cm. Kemudian ukurlah dengan menggunakan
penggaris yang ada di pojok kanan atas
6. Aturlah jarak benda menjadi 60 cm
7. Tentukanlah jarak bayangan, tinggi bayangan dan perbesaran bayangan
yang dihasilkan!
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 25
Rangkuman
1. Sifat-sifat cahaya, diantaranya memiliki energi, arah rambatnya lurus, dapat
dipantulkan, dapat dibiaskan, dan dapat merambat dalam ruang hampa
2. Bunyi hukum pemantulan cahaya, yaitu (a) sinar datang, sinar pantul, dan
garis normal terletak pada satu bidang datar, serta (b) sudut datang cahaya
sama dengan sudut pantulnya
3. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah maya, sama besar,
sama tegak, jarak bayangan sama dengan jarak benda, dan posisi bayangan
berlawanan dengan posisi benda
4. Cermin cekung bersifat konvergen karena berkas cahaya sejajar yang
mengenai cermin cekung akan dipantulkan mengumpul ke satu titik fokus
5. Cermin cembung bersifat divergen karena berkas cahaya sejajar yang
mengenai cermin cembung akan dipantulkan menyebar
6. Pembiasan terjadi karena cahaya merambat melalui dua medium yang
berbeda kerapatannya
7. Bunyi hukum pembiasan cahaya, yaitu (a) sinar datang, sinar bias, dan garis
normal terletak pada satu bidang datar, serta (b) perbandingan proyeksi
sinar datang dan proyeksi sinar bias nilainya selalu tetap
8. Lensa cembung dan lensa cekung dimanfaatkan sebagai bahan untuk
membuat kacamata. Kacamata berlensa cembung untuk membantu
penglihatan penderita rabun dekat (hipermetropi), sedangkan kacamata
berlensa cekung untuk membantu penglihatan penderita rabun jauh (miopi).
Lensa cembung juga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat alat-alat
optik lainnya, seperti lup, mikroskop, teleskop, dan periskop
9. Beberapa ayat al-Quran yang menjelaskan cahaya dan sifat-sifat cahaya yaitu
(Q.S An-Naba: 1, Q.S An-Nur: 35, Q.S An-Nur: 40, Q.S Al-Isra’: 1), pemantulan
cahaya (Q.S Nuh: 16, Q.S Thariq: 3, Q.S Furqon: 45) pembiasan cahaya (Q.S
Nur: 39)
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 26
Uji Kompetensi
1. Lukisan bayangan pada cermin datar yang a. 60 cm
benar adalah …. b. 16 cm
c. 8 cm
d. 0,8 cm
5. Salah satu ayat al-Qur’an yang membahas
tentang pemantulan cahaya adalah...
a. Q.S an-Nur : 40
b. Q.S Nuh : 16
2. Sebuah benda berada di depan cermin c. Q.S an-Naba’ : 13
cekung sejauh 10 cm. Bila jari-jari cermin d. Q.S Yaasiin : 9
30 cm, maka sifat bayangannya adalah … 6. Sebuah benda terletak 30 cm di depan lensa
a. Nyata, diperkecil, dan terbalik cekung yang berjari-jari 30 cm. Jarak
bayangannya adalah …
b. Nyata, diperbesar, dan terbalik a. -10 cm
c. Maya, diperkecil, dan tegak b. 10 cm
d. Maya, diperbesar, dan tegak c. -15 cm
3. Sebuah benda berada 15 cm di depan cermin d. 15 cm
cembung. Bila titik fokus cermin 10 cm, 7. Fatamorgana merupakan peristiwa yang
maka jarak bayangannya …. terjadi akibat ….
a. 6 cm di depan cermin
b. 6 cm di belakang cermin a. Sinar matahari tertutup awan
c. 30 cm di depan cermin b. Sinar matahari dibiaskan melalui titik-titik
awan
d. 30 cm di belakang cermin c. Lapisan udara panas di dekat daratan
4.Bayangan setinggi 2 cm dibentuk oleh cermin membiaskan sinar matahari
cembung dari sebuah benda setinggi 10 cm. d. Sinar putih diuraikan oleh titik-titik hujan
Bila jarak fokus cermin 10 cm, maka jarak
benda adalah ….
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 27
8. Seseorang ingin melihat suatu benda yang a. Dapat dibiaskan
berada di depan mata pada jarak 25 cm. Jika b. Dapat diuraikan
jarak kornea mata ke retina adalah 2,5 cm, c. Dapat dipantulkan
maka panjang fokus sistem lensa-kornea d. Merambat lurus
agar benda terlihat paling jelas oleh mata 10. Salah satu ayat al-Qur’an yang membahas
orang tersebut adalah ….. cm. tentang pembiasan cahaya adalah....
a. 2,26
b. 2,24 a. Q.S an-Nur : 40
c. 3,52 b. Q.S Nuh : 16
c. Q.S Yaasiin : 9
d. 3,54 d. Q.S an-Nur : 39
9. Akibat rotasi Bumi, Bumi mengalami siang
dan malam. Hal ini menunjukkan bahwa
cahaya Matahari....
Penilaian Proyek: Spektrum Cahaya Matahari
Tujuan: Menyelidiki spektrum cahaya matahari
Alat dan Bahan:
1. Sebuah gelas bening yang licin
2. Kertas karton berukuran 20 cm x 5 cm yang bagian tengahnya berlubang dengan
ukuran 10 cm x 0,5 cm
3. Air
Cara Kerja:
1. Isi gelas dengan air hingga penuh, kemudian letakkan di depan jendela yang terbuka
dan mendapat cahaya matahari
2. Letakkan kertas karton berimpit dengan gelas pada posisi tegak
3. Amati spektrum warna cahaya matahari yang terbentuk oleh celah kertas karton
4. Warna-warna cahaya apa sajakah yang terbentuk dalam percobaanmu?
Buatlah laporan hasil penyelidikanmu
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 28
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 29
A. Indra Penglihatan Manusia dan Hewan
1. Indra Penglihatan Manusia
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
“Berpuasalah kalian dengan melihat hilal dan berbukalah (mengakhiri puasa)
dengan melihat hilal. Bila ia tidak tampak olehmu, maka sempurnakan hitungan
Sya’ban menjadi 30 hari” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist tersebut menjelaskan dalam menentukan bulan di langit, yaitu dengan cara
melihat dengan jelas. Apabila telah dilihat dengan jelas, maka bisa ditentukan penetapan
bulan dilangit. Proses menentukan bulan dilangit bisa dilihat dengan mata ataupun
dengan bantuaan alat optik. Salah satunya anugerah mata yang diberikan oleh Sang
Pencipta.
a. Bagian-Bagian Mata Manusia
Semua alat yang memanfaatkan lensa disebut alat optik. Mata merupakan alat
optik yang paling utama, sedangkan alat-alat optik yang lain merupakan alat bantu
penglihatan kita. Bagian mata yang berfungsi sebagai alat optik adalah lensa mata.
Perhatikan gambar penampang mata dan bagian-bagiannya berikut:
Sumber: gurupintar.com
Gambar 2.1 Bagian-bagian mata
Mata normal dapat melihat benda dengan jelas pada jarak dekat dan jarak jauh.
Hal ini terjadi karena lensa mata dapat melakukan akomodasi. Daya akomodasi
adalah kemampuan mata untuk mencembung atau memipihkan lensanya sehingga
sesuai dengan jarak benda. Pada saat melihat benda paling dekat, mata
berakomodasi maksimum. Sedangkan pada saat melihat benda yang paling jauh,
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 30
mata tidak berakomodasi. Akibatnya, saat melihat Pojok Info
benda-benda yang terletak jauh, mata tidak cepat lelah.
Titik dekat mata (punctum proximum = PP) adalah jarak Iris memberi warna pada
terdekat mata sehingga benda masih dapat terlihat jelas mata. Seperti sidik jari,
dengan mata berakomodasi maksimum. Untuk mata
normal PP = 25 cm. Titik jauh mata (punctum remotum = iris dapat digunakan
sebagai pengenal pribadi
dengan tingkat
keakuratan yang tinggi
PR) adalah jarak terjauh mata sehingga benda masih
terlihat jelas dengan mata tidak berakomodasi maksimum. Untuk mata normal PR
= tak terhingga.
Pada mata normal, benda yang terlihat selalu berada di ruang III sehingga
bayangan terbentuk di ruang II (retina) dengan sifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
Mata merupakan anugerah yang sangat indah dari Sang Maha Pencipta. Oleh sebab
itu patut kita syukuri atas segala pemberian oleh Sang Pencipta.
“Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka
dinding(pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat
melihat”. (Q.S Yaasiin:9)
Berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir Q. S. Yaasiin ayat 9. Ayat ini menjelaskan tentang
penglihatan, dimana Allah telah menciptakan mata untuk melihat hal kebaikan
akan tetapi mereka tidak dapat melihat langsung bagaimana petunjuk kebaikan.
Hanya saja mereka dapat merasakan manfaat kebaikan. Karena yang mereka lihat
yaitu berbagai kesesatan. Oleh sebab itu, mata telah Allah ciptakan untuk melihat
hal hal kebaikan.
b. Cacat Pada Mata Manusia
1) Hipermetropi (Rabun Dekat)
Hipermetropi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata cenderung memipih
sehingga titik dekat mata semakin jauh. Akibatnya, bayangan terbentuk di
belakang retina sehingga tampak kurang jelas. Penderita hipermetropi memiliki
titik jauh mata yang normal (PR = tak terhingga), tetapi titik dekat matanya lebih
dari 25 cm (PP 25 cm).
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 31
Penderita rabun dekat terbiasa melihat benda-benda yang jaraknya jauh sehingga
benda-benda yang dekat terlihat kurang jelas. Rabun dekat biasanya diderita oleh
para pengemudi atau sopir. Penderita hipermetropi dapat ditolong dengan
memakai kacamata berlensa cembung (positif). Kekuatan lensa kacamata yang
diperlukan dirumuskan sebagai berikut:
PH = -
dengan:
PH = Kekuatan lensa kacamata untuk hipermetropi (dioptri)
s = Jarak benda di depan kacamata (cm)
PP (Punctum Proximum) = Titik dekat mata seseorang (cm)
Sumber: ruangguru.com
Gambar 2.2 Diagram pembentukan bayangan pada penderita hipermetropi (a) sebelum dan (b) sesudah
menggunakaan kacamata berlensa cembung
2) Miopi (Rabun Jauh)
Miopi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata cenderung mencembung
sehingga titik jauh mata semakin dekat. Akibatnya, bayangan terbentuk di depan
retina. Penderita miopi memiliki titik dekat mata normal (PP = 25 cm), tetapi titik
jauh matanya kurang dari tak terhingga (PR tak terhingga).
Penderita miopi terbiasa melihat pada jarak dekat sehingga benda-benda yang
terletak di tempat yang jauh tampak kurang jelas. Miopi biasa diderita oleh
penjahit, ahli reparasi arloji, dan sebagian besar pelajar. Penderita miopi dapat
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 32
ditolong dengan memakai kacamata berlensa cekung (negatif). Kekuatan atau daya
lensa kacamata yang diperlukan dirumuskan sebagai berikut:
PM = -
dengan:
PM = Daya lensa untuk miopi (dioptri)
PR (Punctum Remotum) = titik jauh mata (cm)
Sumber: fisikaabc.com
Gambar 2.3 Diagram pembentukan bayangan pada penderita miopi (atas) sebelum dan (bawah) sesudah
memakai kacamata berlensa cekung
3) Presbiopi (Mata Tua)
Presbiopi adalah cacat mata yang disebabkan menurunnya daya akomodasi mata
akibat melemahnya kerja otot mata saat memasuki usia lanjut. Titik dekat
penderita presbiopi lebih dari 25 cm (PP 25 cm), sedangkan titik jauhnya kurang
dari tak terhingga (PR tak terhingga). Dengan demikian, penderita presbiopi
tidak dapat membaca dengan jelas pada jarak 25 cm, sekaligus tidak dapat melihat
dengan jelas benda-benda pada jarak jauh.
Penderita presbiopi dapat ditolong dengan memakai kacamata berlensa rangkap
(bifokal). Kacamata ini terbuat dari lensa cekung dan lensa cembung. Lensa cekung
digunakan untuk melihat benda-benda yang berjarak jauh, sedangkan lensa
cembung digunakan untuk melihat benda-benda yang berjarak dekat.
4) Astigmatisma
Astigmatisma atau dikenal dengan istilah silinder adalah sebuah gangguan pada
mata karena penyimpangan dalam pembentukan bayangan pada lensa. Hal ini
disebabkan oleh cacat lensa yang tidak dapat memberikan gambaran atau
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 33
bayangan garis vertikal dengan horizontal secara bersamaan. Penglihatan si
penderita menjadi kabur. Untuk mengatasi gangguan ini, dapat menggunakan
lensa silindris.
2. Indra Penglihatan Burung
Mata burung pada umumnya berada di samping kiri dan kanan kepalanya sehingga
memiliki bidang pandang yang lebih luas. Burung-burung tertentu, contohnya
elang, memiliki penglihatan yang sangat tajam dan dapat fokus pada suatu benda,
misalnya hewan yang akan dimangsanya.
Bidang pandang penglihatan elang lebih luas karena elang memiliki penglihatan
binokuler. Jika dibandingkan dengan mata manusia, penglihatan manusia terbatas
pada bidang tertentu (bidang bagian depan mata) karena mata manusia berada di
bagian depan muka. Gambar 4.4 menunjukkan bidang pandang antara mata
manusia dan bidang pandang mata burung elang.
Sumber: docplayer.info
Gambar 2.4 Bidang pandang mata burung lebih luas
Mata elang dengan bidang pandang yang lebih luas memiliki banyak keuntungan,
diantaranya elang dapat melihat mangsa yang sangat jauh dengan jelas. Misalnya,
elang mampu melihat seekor ikan dalam air dari udara sehingga dengan cepat
elang tersebut dapat menangkap ikan tersebut dengan mudah dengan bantuan
cakarnya yang kuat dan tajam.
Benda-benda yang terlihat oleh elang (misalnya hewan yang akan dimangsa)
terletak di depan lensa mata elang. Cahaya yang datang dari benda/hewan yang
akan dimangsa elang masuk ke dalam lensa mata elang, kemudian dibiaskan oleh
lensa mata sehingga terbentuk bayangan tepat di retina mata elang. Prinsip
terbentuknya bayangan yang terjadi pada mata elang sama dengan prinsip
terbentuknya bayangan pada lensa cembung sebagai berikut.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 34
Sumber: ruangguru.com
Gambar 2.5 Diagram pembentukan bayangan pada mata elang
Keterangan:
M2, M1 = titik pusat lensa mata elang
F2, F1 = titik fokus lensa mata elang
Hewan yang akan dimangsa oleh elang terletak di ruang III di depan lensa mata
sehingga terbentuk bayangan di ruang II (antara titik fokus dan titik pusat lensa) di
belakang lensa mata elang dengan sifat bayangan nyata, terbalik, diperkecil, dan
tepat terbentuk di retina mata elang.
B.Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Kamera
Kamera merupakan salah satu alat optik karena kamera memanfaatkan lensa
untuk membantu proses pembentukan bayangan pada kamera. Komponen utama
kamera adalah lensa, aperture, dan pelat film (pada kamera analog). Lensa pada
kamera berfungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk ke kamera, aperture
berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke kamera dan pelat film
berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan. Agar kamu lebih
paham dengan cara kerja kamera, tontonlah video berikut dengan
cara meng klik/scan barcode di samping!
Sumber: bp.blogspot.com Pojok Info
Gambar 2.6 Kamera dan bagian-bagiannya
Ibnu al-Haitham
merupakan Ilmuwan
dari Basra yang
merupakan penemu
kamera obscura
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 35
Kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera bergantung pada susunan lensa yang
terdapat pada kamera tersebut. Semakin banyak lensa yang digunakan pada
kamera, kualitas gambar yang dihasilkan semakin baik. Pada kamera yang
memiliki sistem lensa agar bayangan dapat terbentuk tepat di pelat film, jarak
antara lensa dan film diubah-ubah dengan cara memutar pengatur fokus lensa.
Prinsip terbentuknya bayangan pada kamera dapat dijelaskan dengan diagram
pada gambar 2.7. Benda yang akan diambil gambar (difoto) diletakkan di ruang III
di depan lensa kamera. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur jarak fokus
lensa objektif. Bayangan yang terbentuk terjadi di pelat film (di ruang II) dengan
sifat nyata, diperkecil, dan terbalik.
Sumber: fisikaabc.com
Gambar 2.7 Diagram pembentukan bayangan pada kamera
Bagian-bagian pada kamera memiliki kesamaan fungsi dengan bagian-bagian mata
untuk menangkap bayangan benda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut:
Tabel 1.1 Bagian-bagian pada mata dan kamera
Mata Kamera Fungsi
Lensa Mata Lensa kamera Mengatur pembiasan cahaya
Pupil Aperture dan diafragma Mengatur intensitas cahaya
yang masuk
Retina Film Tempat terbentuknya
bayangan
2. Lup (Kaca Pembesar)
Pernahkah kamu melihat film yang mengisahkan tentang detektif? ketika detektif
tersebut mengungkap suatu kasus maka mereka ada yang membawa suatu benda
di tangannya. Apakah benda itu? Apa fungsi benda tersebut?
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 36
Perhatikan gambar 2.8 agar kamu dapat menjawab Pojok Info
pertanyaan diatas. Lup digunakan untuk mengamati objek
yang berukuran kecil sehingga tampak lebih besar. Lup biasa Rogen Bacor adalah
digunakan oleh ahli reparasi arloji dan arkeolog ketika filsuf Inggris
mereka bekerja. Lup terbuat dari sebuah lensa cembung penemu kaca
pembesar (lup)
yang memiliki jarak fokus tertentu.
Seberapa besar suatu objek terlihat dengan mata, dan seberapa jelas kita dapat
melihat bagian-bagian kecil pada objek tersebut? Hal ini bergantung pada ukuran
bayangan objek pada retina. Ukuran bayangan bergantung pada sudut pada mata
(lup) yang berhadapan dengan objeknya. Agar mata tidak mudah
lelah saat menggunakan lup, letakkan benda tepat di titik fokus lup,
sehingga mata tidak berakomodasi. Perhatikan gambar 2.8! dan
tontonlah video dengan cara klik/scan barcode disamping!
Sumber: googleusercontent.com
Gambar 2.8 (a) Pengamatan menggunakan lup dengan mata berakomodasi maksimum,
(b) pengamatan menggunakan lup dengan mata tidak berakomodasi
3. Mikroskop
Kamu tentu sudah mahir menggunakan mikroskop untuk mengamati benda-benda
yang berukuran sangat kecil. Bagaimana cara kerja mikroskop sehingga dapat
menampilkan bayangan yang diperbesar? Mikroskop memiliki dua lensa, yaitu
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 37
lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif mengarah ke Pojok Info
benda atau objek yang diamati, sedangkan lensa okuler
adalah lensa yang berada di dekat mata pengamat. Antoni Van
Benda yang akan diamati dengan mikroskop ditempatkan di Leeuwenhoek
ruang II di depan lensa objektif dengan cara mengatur jarak merupakan penemu
mikroskop
antara lensa objektif dan benda yang akan diamati sehingga
bayangan terletak di ruang III lensa objektif. Jarak fokus lensa okuler lebih besar
daripada jarak fokus lensa objektif (fok fob)
Bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif berfungsi sebagai benda bagi lensa
okuler dan berada di ruang I lensa okuler (antara O dan Fok). Dengan demikian,
bayangan akhir yang terjadi terbentuk di ruang IV di depan lensa okuler dengan
sifat maya, terbalik, dan diperbesar.
Sumber: kejarcita.id
Gambar 2.9 Mikroskop dan pembentukan bayangan pada mikroskop
4. Teleskop
Teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang
letaknya sangat jauh agar terlihat lebih dekat. Teleskop ada dua macam, yaitu
teleskop bumi dan teleskop bintang.
a. Teleskop bumi
Teleskop bumi tersusun dari tiga lensa cembung, yaitu lensa objektif, lensa okuler,
dan lensa pembalik yang diletakkan diantara lensa objektif dan lensa okuler. Lensa
pembalik berfungsi untuk membalik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif
sehingga bayangan akhir yang terbentuk sama tegak seperti benda aslinya. Fungsi
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 38
lensa pembalik dapat diganti dengan sepasang prisma siku- Pojok Info
siku yang diletakkan diantara lensa objektif dan lensa okuler.
Benda yang diamati teleskop bumi terletak di ruang III Galileo Galilei
sehingga bayangan terbentuk di ruang II dibelakang lensa merupakan penemu
teleskop
objektif dengan sifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
Bayangan lensa objektif berfungsi sebagai benda bagi lensa pembalik dan berada
di titik 2Fp lensa pembalik sehingga membentuk bayangan yang bersifat maya,
terbalik, dan sama besar. Bayangan lensa pembalik berfungsi sebagai benda bagi
lensa okuler sehingga dibiaskan membentuk bayangan akhir yang lebih besar dan
sama tegak seperti benda aslinya.
Sumber: bp.blogspot.com
Gambar 2.10 Teleskop bumi
b. Teleskop Bintang
Teleskop bintang digunakan untuk mengamati benda-benda di langit. Teleskop
bintang memiliki jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa
okuler (fob fok). Pengamatan benda langit dengan teleskop bintang dilakukan
dengan mata tidak berakomodasi sehingga mata tidak cepat lelah. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara mengatur agar bayangan lensa objektif terletak di titik
fokus lensa okuler.
Sumber: bp.blogspot.com 39
Gambar 2.11 Teleskop bintang
E-Modul Kelas VIII Semester Genap
5. Periskop
Periskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda di
permukaan laut, misalnya pada kapal selam. Periskop tersusun dari lensa objektif,
lensa okuler dan sepasang prisma siku-siku sama kaki. Mula-mula cahaya yang
berasal dari benda masuk ke lensa objektif, kemudian dibiaskan menuju prisma
pertama. Sinar dari prisma pertama dipantulkan sempurna menuju prisma kedua,
kemudian menuju lensa okuler sehingga pengamat dapat melihat benda yang
diamatinya.
Sumber: dosenpendidikan.co.id
Gambar 2.12 Periskop
Selain alat-alat optik diatas, juga masih ada alat-alat optik yang lain, misalnya
episkop, diaskop, overhead projector, dan proyektor film bioskop. Episkop adalah
alat optik yang digunakan untuk memproyeksikan gambar tidak tembus cahaya.
Diaskop digunakan untuk memproyeksikan gambar diapositif. Overhead projector
digunakan untuk memproyeksikan gambar tembus cahaya atau transparan.
Sedangkan proyektor film bioskop digunakan untuk memproyeksikan film
bioskop.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 40
Rangkuman
1. Alat optik yang paling utama adalah mata, sedangkan alat-alat optik
yang lain merupakan alat bantu penglihatan manusia
2. Kemampuan mata untuk menebal atau memipihkan lensanya agar
sesuai jarak benda disebut daya akomodasi
3. Miopi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata cenderung
mencembung sehingga titik jauh mata semakin dekat. Akibatnya,
bayangan terbentuk di depan retina. Miopi dapat ditolong dengan
memakai kacamata berlensa cekung
4. Hipermetopi adalah cacat mata yang disebabkan lensa mata cenderung
memipih sehingga titik dekat mata semakin menjauh. Akibatnya,
bayangan terjadi di belakang retina. Hipermetropi dapat ditolong
dengan memakai kacamata berlensa cembung
5. Penglihatan elang sangat tajam dan memiliki bidang pandang yang
lebih luas karena mata elang terdapat di sisi kanan dan kiri kepalanya.
Selain itu, elang memiliki mata binokuler
6. Mata dan kamera membentuk bayangan yang sifatnya sama, yaitu
nyata, terbalik, dan diperkecil
7. Kamera adalah alat optik yang digunakan untuk membuat gambar foto
(gambar negatif), lup digunakan untuk mengamati benda-benda kecil,
dan mikroskop digunakan untuk mengamati benda-benda yang
berukuran sangat kecil
8. Teleskop ada dua macam, yaitu teleskop bumi dan teleskop bintang.
Teleskop bumi digunakan untuk mengamati benda-benda di
permukaan bumi, sedangkan teleskop bintang digunakan untuk
mengamati benda-benda di angkasa
9. Periskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-
benda yang berada di permukaan laut, misalnya digunakan kapal
selam.
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 41
Uji Kompetensi
1. Fakta yang benar tentang hubungan antara 3. Edo menderita miopi sehingga dia tidak
cahaya dan kemampuan mata untuk melihat dapat melihat benda yang berada pada jarak
benda adalah …. jauh dengan jelas. Jenis lensa untuk
a. Mata dapat melihat benda karena benda membantu penglihatan Edo adalah …
memiliki kemampuan menyerap cahaya a. Lensa tipis
yang diterima b. Lensa ganda
b. Mata dapat melihat benda karena benda c. Lensa cekung
memantulkan cahaya yang diterimanya, d. Lensa cembung
sehingga cahaya masuk ke mata
c. Mata dapat melihat benda karena cahaya 4. Pasangan yang tepat antara lensa yang
yang mengenai benda dibiaskan terpadat pada mikroskop dan bayangan yang
d. Mata dapat melihat benda karena saraf- dibentuk oleh lensa adalah …
saraf mata memiliki kemampuan untuk a. Lensa objektif = bayangan maya dan
melihat benda, sehingga kemampuan diperbesar; lensa okuler = bayangan
mata untuk melihat tidak ada maya dan diperbesar
hubungannya dengan cahaya b. Lensa objektif = bayangan nyata dan
diperbesar; lensa okuler = bayangan
2. Berikut ini proses perjalanan cahaya pada nyata dan diperbesar
mata hingga terbentuk bayangan benda c. Lensa objektif = bayangan nyata dan
adalah …. diperkecil; lensa okuler = bayangan maya
a. Pupil – kornea – iris – lensa mata (cahaya dan diperbesar
membentuk bayangan) – bayangan d. Lensa objektif = bayangan nyata dan
ditangkap retina diperbesar; lensa okuler = bayangan
b. Pupil – iris – kornea – lensa mata (cahaya maya dan diperbesar
membentuk bayangan) – bayangan
ditangkap retina 5. Seseorang ingin melihat suatu benda yang
c. Kornea – pupil – iris – lensa mata (cahaya berada di depan mata pada jarak 25 cm. Jika
membentuk bayangan) – bayangan jarak kornea mata ke retina adalah 2,5 cm,
ditangkap retina maka panjang fokus sistem lensa-kornea
d. Kornea – pupil – lensa mata (cahaya agar benda terlihat paling jelas oleh mata
membentuk bayangan) – bayangan orang tersebut adalah ….. cm.
ditangkap retina
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 42
a. 2,26 c. 3,52 c. Membentuk bayangan maya di dekat mata
b. 2,24 d. 3,54 d. Membentuk bayangan maya di titik jauh
mata
6. Pada cacat mata hipermetropi, bayangan dari 9. Seorang anak tidak dapat melihat dengan
benda-benda yang dekat akan jatuh … retina jelas lebih dari 3 m. Agar anak itu dapat
melihat normal, maka harus menggunakan
a. Pada retina c. Di belakang lensa …
a. Cembung dan berkekuatan +11/3 dioptri
b. Di depan d. Di luar b. Cembung dan berkekuatan -11/3 dioptri
c. Cekung dan berkekuatan -11/3 dioptri
7. Orang yang mempunyai cacat mata miopi d. Cekung dan berkekuatan +11/3 dioptri
dapat ditolong dengan lensa …. 10. Salah satu ayat al-Qur’an yang menjelaskan
tentang alat optik mata adalah...
a. Cekung c. Cekung-cembung a. Q.S an-Nur : 40 c. Q.S Yasiin : 9
b. Q.S Nuh : 16 d. Q.S an-Nur: 39
b. Cembung d. Datar
8. Kacamata negatif dapat digunakan untuk
membantu orang yang mempunyai cacat
mata rabun jauh, sebab …
a. Bersifat mengumpulkan sinar
b. Bersifat menajamkan sinar
Penilaian Proyek: Membuat Lup
Alat dan Bahan:
1. Sebuah lensa cembung
2. Lem kca/lem besi
3. Gunting seng
4. Sebuah kaleng bekas (diameter kaleng hampir sama dengan diameter lensa)
Cara Kerja:
1. Buang tutup dan alas kaleng sehingga kaleng menyerupai pipa
2. Gunting pipa tersebut dengan tinggi 3 cm, kemudian pasangkan lensa dengan
lem pada lingkaran logam tersebut dan lipat bagian tepi kaleng
3. Agar mudah digunakan, beri lup buatanmu tersebut sebuah gagang
4. Lup buatanmu siap digunakan
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 43
Evaluasi
1. Berlian tampak berkilauan, Hal ini terjadi 6. Titik jauh mata seseorang tak terhingga,
karena adanya....
a. Pemantulan sempurna tetapi titik dekatnya bergeser lebih jauh dari
b. Pembiasan cahaya
c. Pembelokan cahaya titik dekat normal. Hal ini menunjukkan
d. Pemantulan cahaya
bahwa orang tersebut menderita...
a. Hipermetropi c. Miopi
b. Presbiopi d. Emetropia
2. Bayangan yang dibentuk oleh cermin datar 7. Seseorang yang dapat menderita presbiopi
bersifat....
a. Nyata. tegak, diperbesar adalah...
b. Nyata, terbalik, diperbesar
c. Maya, sama tegak, sama besar a. Tukang arloji c. Lansia
d. Nyata, sama tegak, sama besar
b. Sopir d. Pelajar
3. Sebuah bayangan terjadi pada jarak 12 cm di 8. Sebuah tongkat berdiri di depan lensa
cekung pada jarak 40 cm. Apabila bayangan
depan cermin cekung yang berjari-jari 16 terbentuk pada jarak 25 cm di depan lensa,
kekuatan lensa tersebut adalah....
cm. Jarak benda tersebut adalah.... a. – 3/2 dioptri c. + 2/3 dioptri
b. – 2/3 dioptri d. + 3/2 dioptri
a. 4,8 cm c. 8 cm
b. 6 cm d. 24 cm
4. Sebuah lilin berada 40 cm di depan lensa 9. Mata burung pada umumnya terletak di
bagian sisi kanan dan kiri kepalanya. Hal ini
cembung. Apabila bayangan yang terjadi 60 memiliki keunggulan dibandingkan dengan
mata manusia, yaitu...
cm di belakang lensa, jari-jari kelengkungan a. Bidang pandang lebih luas
b. Dapat melihat lebih jauh
lensa tersebut adalah.... c. Jarak pandang lebih pendek
d. Dapat melihat dalam gelap
a. 24 cm c. 96 cm
b. 48 cm d. 120 cm
5. Bagian mata yang berfungsi untuk
mencembungkan dan memipihkan lensa
mata adalah...
a. Saraf mata c. Otot Bersilia
b. Diafragma d. Retina
E-Modul Kelas VIII Semester Genap 44