lintang utara pagi, senja dan mimpinya allyssa
pagi, senja dan mimpinya a book by allyssa naura gadis yang mempunyai impian menjadi seorang pelukis ternama cover inspired by the book “what to do when i’m gone” by suzy hopkins & halue bateman
1
prolog “bu, ibu bisa dateng kan nanti ke galeri seni yang udah aku kirim undangannya??” “ bisa nak, ibu pastikan bisa dateng ngeliat hasil karya kamu dipajang nanti nak “ Saut ibuku di sebrang sana. “oke deh bu, nanti ajak adek sama ayah ya bu kalau mereka berkenan” Jawabku dengan permintaan yang mungkin mustahil, pasalnya aku dengan ayahku tidak begitu dekat semenjak aku bersikeras untuk masuk ke dunia seni dan kuliah di jurusan DKV itb, karena beliau merasa menjadi seorang seniman itu tidak ada gunanya. “iya sayang, tenang nanti pasti ibu ajak kok, tapi kamu jangan lupa pulang kerumah lho ya, jangan makan junkfood terus, tidur nya yang teratur ya nak” ucap ibu dengan intonasi lembut menenangkan, ibu yang selalu tau tentang kebiasaanku. “siap bu tapi beneran lho ya datenggg nantiiii “ Tanyaku lagi untuk memastikan kembali, haha emang aku anak nya kurang percayaan. “iya anak ibu siappp, ibu matikan ya nak telfonnya, sudah waktu ashar ini. sampai jumpa nanti lagi ya Lintang” ucap ibu sebelum mengakhiri telfon nya 2 jumat, 11 maret 2021
Menurutku waktu selalu pagi, dari potongan 24 jam dalam sehari, aku paling menyukai pagi diantara waktu waktu yang lainnya tapi aku juga sangat menyukai senja sih hehe, namun bagiku pagi itu indah. Ketika harapan harapan baru merekah bersama embun pagi, ketika janji janji baru muncul dan datang bersama dengan kicauan burung kenari pagi hari dan suara ayam tetangga yang terus berkokok. Senyap sekali, hanya terdengar suara hembusan pendingin ruangan yang berasal dari kamarku yang tidak sebegitu luas ini. Hai semuanya Namaku Anargya Lintang Utara. Sebut saja Lintang. Nama yang unik bukan, aku saja heran mengapa di namaku ada Utara nya padahal aku sendiri saja lahir di Jogja yang jelas jelas saja itu Jawa Tengah. Aku dan keluargaku tinggal di Dago, kota Bandung. Namun sekarang aku tinggal di kosan yang dekat dengan kampusku 3 Selamat pagi
Aku tumbuh besar di kota bandung, yaa mungkin sudah sekitar 8 tahun aku tinggal disini, sedari kecil hidupku kuhabiskan dengan melukis, melukis, melukis dan melukis. Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara, aku mempunyai adik perempuan. Ia masih berumur 8 tahun yang duduk di bangku kelas 3 sd, beda 11 tahun denganku, aku dan keluargaku pindah ke kota bandung sejak adikku lahir dan pekerjaan ayahku yang mengharuskan kami pindah. Lintang, seorang gadis yang sedari kecil bermimpi menjadi pelukis yang terkenal dan bisa memamerkan hasil karya nya di galeri seni yang ada di kota ini. Mungkin mimpi nya untuk bisa jadi seperti bapak Affandi kusuma, raden saleh, basuki abdullah, hahaha mimpiku terlalu besar bukan, namun apa salah nya bercita cita setinggi itu? mereka adalah tokoh inspiratif ku. 4
Scarlett cafe, 21 FEBRUARI hanya ada suara rintikan hujan yang turun. Sabtu siang ini kuhabisi di Cafe yang berada tidak jauh dari kampusku, yang awalnya hanya berniat ingin mampir sejenak setelah menghadiri kelas untuk take away minuman, namun harus menunggu begitu lama karena hujan lebat terus turun di kota bandung ini. Seorang pria tinggi dengan rambut pendek acak-acakan yang sedikit basah dan kamera yang terkalung di lehernya mendorong pintu masuk dan terkesiap sejenak dengan suasana yang sangat senyap di dalam Cafe ini. Aku termenung sesaat. Sekelebat memori pun muncul. "Ah betul, sepertinya dia itu adalah orang yang pernah ada di pameran kampus waktu itu gak sih?" Ah lupakan lah, tak mau ribet dengan pikiran itu. Aku hanya diam termenung sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan di sela sela liburan semester kuliahku yang akan mulai senin depan ini, tidak ada kegiatan sangat membuatku bosan, sungguh bosan. Sebenarnya aku ingin pulang kerumah menemui ibuku, aku sangat kangen dengan keluargaku, pasalnya sudah 2 bulan kami tidak berjumpa. Bukan karena kosan ku yang jauh dari rumah, tetapi karena ayah ibuku yang selalu sibuk bekerja, jika aku pulang kerumah juga pasti jarang ada waktu dengan mereka, adikku saja lebih sering menghabiskan waktu di rumah Oma dan Opaku 5
Suara ketukan meja menyadarkanku dari lamunanku, kaget sampai sampai pensil digenggamanku terjatuh dari atas meja. “kaya abis ngeliat hantu aja sih” Ucap seorang pemuda tadi yang tiba tiba ada di depan mejaku, jujur aku kaget beneran kayak melihat hantu sih, gak salah juga. “halloo??? kok diem aja" Saut dari pemuda tersebut " eh sorry sorry, kenapa kak ???” Jawabku dengan heran, pasalnya dia terlihat sangat sok asik, aku kan canggung. “engga, tadi saya ngeliat kamu sedang gambar sketsa lukis, bagus juga, anak dkv ya???” “oh iya kak lagi iseng iseng aja, hehe” Jawabku dengan senang karena tiba tiba dipuji begini sama cowok ganteng, siapa coba yang engga senang?? “ohh, ini sendiri aja ga, boleh ga saya gabung sama kamu sebentar, kebetulan saya alumni dkv itb juga, boleh ya?” Tanya nya dengan penuh harap, jujur aku bingung mengapa pria ini tiba tiba ingin gabung duduk denganku, jujur canggung juga sih. ”oh boleh kak silahkan, saya juga lagi gabut terus sendiri juga sih” langsung kujawab dengan senang hati dengan senang hati, lumayan bisa duduk sama cowok cakep, hehe. “owh okee, kebetulan kamu angkatan berapa di itb” “saya angkatan 20 kak, ini ngomong nya santai aja gapapa kak? “ “ooh gapapa santai ajaa” jawabnya dengan senyum yang terukir di wajahnya sampai-sampai matanya pun ikutan ilang. duh manisnyaa ciptaanmu tuhann 6
“kebetulan kemaren saya ngeliat kamu di pameran kampus nama kamu Anargya bukan?” “oh iya kak tapi panggil aja Lintang kak, kebetulan kenapa ya kak ?” Tanya ku sambil mengernyitkan dahiku, pasalnya aku heran aku tidak kenal pria ini namun dia bisa mengenalku??? “owh ini kemaren karna saya ngeliat lukisan kamu dan kelompok kamu di pameran kampus, saya tertarik dengan lukisan lukisan kamu, karna kebetulan kita ketemu, saya mau mengundang kamu juga untuk mengikuti pameran nasional nanti, mungkin terlalu ngedadak ya, tapi nanti bakal ada pameran di Roemah seni sarasvati , walau bukan seberapa, tapi saya ingin ngajak kamu bergabung dan ikut memamerkan hasil karya kamu Lintang. Kalo kamu bersedia dan mau bergabung, saya dengan senang hati sekali Lintang.” ucapnya dengan panjang yang membuatku tertegun sekejap Jujur aku bingung sekaligus senang, karna ini mungkin bisa jadi salah satu peluangku untuk memajang hasil karyaku dan dilihat orang banyak, rasa degdegan membuncah di dadaku, padahal belum aku jawab namun rasa campur aduk senang tegang dan gembira. “ini serius kak, ga bercanda??? saya diundang betulan kak????” Tanyaku dengan heran. “serius Lintang, saya dari kemaren coba menghubungi kamu lewat Email, tapi kayaknya belom kamu lihat ya??” “eh sorry kak belom kayaknya, tapi saya sangat amat bersedia kak untuk gabung sambil ngisi waktu liburan juga kak lumayan ada kegiatan” Jawabku dengan penuh semangat. 7
“Owh yaudah Lintang nanti saya hubungi kamu lagi ya, jangan lupa lho Email nya dibaca” “oh baik kak nanti saya baca hehe, tapi ini serius kan kak? ” “ serius Lintang, tapi punten saya buru buru Lintang, tadi niatnya mau take away aja cuman gara gara ngeliat kamu jadi saya samperin saja, saya duluan lah ya Lintang” ucap pria tersebut yang sampai sekarang saja aku tidak tau namanya. “oh iya kak silahkan, tapi btw namanya siapa ya kak? hehe aku belom tau tadi” “oh nama saya Malio, Lintang” " oh okay kak Malio" “ yaudah saya duluan yaa, nanti jangan lupa dibaca email nya yaa” Ucapnya sambil beranjak dari tempat duduk. “ok kak hati-hati “ Sautku mengakhiri obrolan singkat kami Malio, pria tadi yang menghampiri Lintang sudah 1 jam pergi dari Cafe ini, namun rasa deg degan terus membuncah di hati Lintang, rasa tak sabar, campur aduk tak karuan, rasanya sungguh senang sekali, tidak menyangka gadis yang cuman sering bermimpi karya nya bakal dipajang di galeri seni tiba tiba di undang untuk bergabung di pameran itu nanti, bahkan dengan cara segampang ini??? Lintang mencoba menyibukkan diri dengan membuka laptopnya agar tidak disangka orang gila yang sedang senyum senyum sendiri, namun rasa senang dihati tak kunjung mereda, jadi ia memutuskan untuk pulang saja, lagipula hujan sudah lumayan reda. 8
9 Sudah 1 minggu sejak kejadian aku bertemu dengan Malio alumni dari jurusanku di kampus. Aku sudah mulai memikirkan konsep untuk lukisanku, Namun baru kuketahui untuk memamerkan lukisan di galeri seni ternyata banyak sekali kriteria dan perjuangannya jika dilihat dari senior senior-ku yang sudah pernah memajang hasil karya mereka di museum atau galeri seni. Sudah beberapa hari terakhir ini aku tidak bisa melihat senja karena Bandung terus diguyur hujan, biasa nya saat aku masih duduk dibangku Sma, aku hanya duduk di rooftop rumahku menyatukan diriku dengan palet dan kuas sambil melihat semburat matahari yang akan tenggelam. Hujan deras yang terus terusan mengguyur kota Bandung menghancurkan lukisanku dan harapannya. Aku sama sekali tidak bisa mendapatkan ide jika tidak melihat senja, sungguh menyedihkan bukan. Jujur aku sangat putus asa, sudah 3 minggu terlewati. Sebenarnya, kata menyerah selalu muncul di benakku. Pasalnya, aku tidak menyangka akan sesusah ini. Jam tidur jadi tidak teratur, makanku jadi tidak sehat karena akhir akhir ini aku hanya memesan junkfood dari delivery online. Namun kemudian beberapa hari terakhir ini aku mendapatkan banyak dukungan dari teman temanku serta ibuku. Yang tadi nya kata menyerah hampir terucap dari bibirku, disanggahkan oleh dukungan dari ibuku dengan kata-kata nya yang menenangkan. Tak jarang juga Malio datang ke studio lukis yang ada di kampus untuk menemaniku melukis, lumayan juga ternyata dukungan dari cowo ganteng, hehe jadi baper :D
Hari ini, hari dimana lukisan ku di pamerkan bersama lukisan para pelukis lainnya. Perasaan campur aduk tentu sangat amat membuncah di hatiku. Aku merasa tidak pede dengan hasil karyaku, pasalnya aku sangat kagum dengan hasil karya orang orang yang ada disini. Meski ketegangan sudah dilalui Lintang, batas waktu yang tidak ia sadari terus berjalan, sudah tiga minggu semenjak undangan yang ia terima. Namun lukisan Lintang belum mencapai garis finish sama sekali, ia sudah berusaha sekuat tenaga yang ia punya tetapi tenggat waktu pameran sudah didepan mata. Dalam dua hari ia harus mengirimkan hasil karya lukisan nya ke galeri seni. Namun malam ini ia berjanji tidak akan tidur dan segera menyelesaikan lukisannya, toh juga kalo sudah siap besok ia bisa beristirahat kan sambil menunggu hari-h tiba. Sebelum ketegangan berakhir, Lintang dapat menyelesaikan lukisan nya dengan perasaan campur aduk antara kelelahan dan lega lukisan ia bisa selesai juga. Meskipun lukisan Lintang tidak memenangkan pameran, lukisannya menjadi salah satu inspirasi bagi banyak orang yang hadir. Lukisan Lintang membawa pesan tentang keindahan dan keteguhan dalam menghadapi cobaan, meskipun sudah mau menyerah, tapi dukungan dari orang sekitar bisa membuat kita bangkit dan kembali memperjuangkan jalannya agar bisa sampai akhir. 10
Tepuk tangan bak dikomando menggema bagai dengung lebah di galeri seni ini. Aku tersenyum lepas, lega karna pameran lukisanku beserta yang lainnya akhirnya selesai juga. Dengan apresiasi dari orang orang sangat membayar kerja kerasku beberapa mingguu terakhir ini, untung saja aku tidak jadi menyerah. Awalnya aku hampir saja putus asa untuk acara ini, namun jika bukan dari bantuan dan dukungannya kak Malio mungkin belum tentu aku bisa berada di tempat ini sekarang #udahterlanjurbaper, hehe. Tubuhku membungkuk lunglai di toilet ketika mendapati kedua orang tuaku serta adikku yang tidak tampak diantara hadirin tamu di gallery ini. Pasalnya, ibu sudah menjanjikanku untuk datang dan memberikan dukungan penuh atas beberapa hasil karyaku, sebenarnya aku tidak terlalu kaget dengan kejadian seperti ini, ini selalu saja terulang kembali. Kunci nya pasti selalu ayah yang tidak mau menghadiri acara acara seperti ini. Aku sudah paham sekali ciri ayahku, huhh sudahlah aku tidak terlalu memikirkannya. “keren Lintang, kamu hebat bisa sampai disini, mungkin karena kriteria yang harus dipenuhi memang sangat banyak, tidak sedikit lho yang seumuran kamu menyerah untuk bisa sampai disini, tapi kamu keren banget Lintang, saya bangga sama kamu” ucap Malio yang tiba tiba ada disampingku saat aku sedang bersiap siap untuk pulang, pas sekali waktunya, padahal baru saja aku ingin mencari nya. 11
“ gapapa Lintang, semua pasti ada naik turunnya, kamu sudah bagus lho bisa sampai disini, mungkin di lain waktu kamu bisa sampai yang nasional bahkan internasional, gapapa udah begini saja bilang makasih aja udah cukup bagi saya, karna saya tau mimpi kamu dari kecil itu untuk bisa majang lukisan di galeri seni seperti yang biasa kamu lihat bersama ibu kamu di galeri-galeri seni waktu kamu kecil “ ucap Malio dengan senyum yang terukir di wajahnya. aduh jangan senyum dong meleleh ni aku (emang dasar lintang ini hadeh hadehhh) “ aduh kak jangan gapapa gapapa aja dong kan aku nya yang jadi keenakan, hehe” jawabku dengan nada bercanda karena emang bercanda juga sih hehe “ udah lah Lintang santai aja, kayak sama siapa aja” saut Malio dengan sedikit tawa diakhirnya. aduh jangan kayak gini dong nanti aku kepedean mampus hehe. “oh iya ini kak Malio langsung pulang atau gimana kak? “ tanyaku. “ eh kak, iya akhirnya nama aku bisa ada disini juga, tapi aku kan bisa ada disini juga berkat kakak, makasih banyak ya kak karna udah bantu aku banyak untuk bisa berhasil majang hasil karyaku, makasih juga buat waktu nya udah sering liatin progres lukisan lukisan aku kak, aduh aku jadi gak enak, jadi bingung mau ngucapin makasih gimana lagi kak hehehe” jawabku dengan penuh rasa terimakasih, karena mungkin jika tidak ada kak Malio, aku udah menyerah, dukungan dari beliau sangat berarti bagiku. 12
“ kayak nya belom deh, mau ketemu sama yang lain dulu juga, ini kamu mau pulang kan ya??? udah engga ada yang ketinggalan kan?? “ tanya nya memastikan, duh perhatian banget sih kan jadi baper hehe. “ oh iya kak, enggak udah kok udah siap semua engga ada yang ketinggalan, tinggal nunggu taksi online aku dateng aja “ “ owh yaudah Lintang saya lanjut dulu ya, kamu hati-hati pulang nya, udah sore juga, kabarin nanti kalau udah sampai yaa “ “ oh iya kak punten yah aku pulang duluan “ “ okay lintang, hati-hati yaa” ucap nya sambil beranjak pergi dari tempat kami mengobrol. “ iya kak, mari kak” Ucapku mengakhiri percakapan singkat itu, gamau lama lama takut makin baper soalnya haha. Aku harus segera pulang, pasalnya sebentar lagi akan turun hujan, huh lagi lagi aku tidak bisa melihat senja di Bandung ini. 13
epilog Sudah dua tahun sejak pameran pertamaku yang dilaksanakan di roemah seni itu yang berjalan lancar. Kini aku sendiri sudah lulus dari kampusku dan sudah mulai aktif mengikuti pameran pameran seni yang berada diluar kota sekalipun. Tidak lagi cemas akan semua ketakutan yang datang saat mau melukis, sekarang aku sudah lebih santai saat ingin menuangkan perasaan hatiku melalui kuas dan kanvas. Kini Bandung sudah tidak sering lagi turun hujan, atau memang sepertinya bukan musimnya. Namun itu sangat membuatku senang karena bisa menyaksikan senja di sore hari bersama partner melukisku, kak Malio :D Kini aku dan ayahku sudah mulai kembali dekat, mungkin ia bangga karena anak nya sekarang sudah berhasil mencapai mimpinya. Sebenarnya setelah pameran pertamaku yang saat aku masih kuliah itu kedekatan kami sudah terjalin dengan baik kembali. Sekarang aku juga sudah mempunyai studio lukis sendiri yang sudah seperti rumah keduaku, tak lagi harus menumpang di studio kak Malio jika ingin melukis untuk mengejar target pameran :d hehe. Yap benar sesuai harapanku hehe aku dan kak Malio mulai dekat setelah pameran seni pertamaku itu, tidak sia sia ternyata tangisanku saat ingin menyerah di pameran pertamaku, hehe berkat kak Malio juga lho itu :D 14
Pesan moral atau kisah inspiratif yang dapat kita ambil dari kisah Lintang itu ialah kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita harus menikmati segala proses perjuangan, tidak semua nya langsung instan seperti apa yang kita mau dan kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan atau peluang besar hanya karena rasa capek kita sendiri, mungkin kata putus asa selalu muncul di pikiran kita, tapi bukalah mata kalian dan lihatlah sekeliling kalian, banyak sekali yang mendukung kita untuk kita bisa terus maju dan mencapai hasil yang kita inginkan, jika kita berhasil, banyak yang akan bangga kepada kita termasuk diri kita sendiri. fin 15
profil penulis Hai aku allyssa naura dari kelas 9.5 makasih buat teman teman yang sudah meluangkan waktu nya untuk membaca buku digitalku yang keren banget ini (pede aja dulu) hehe egk ff kt hrs pede karena kt pede. Oke yuyur enih ak bwat nya sampe jam 3 pagi ril no fek tanya sjh kepada followers secc acc instagram aku and bubup aQ hwehwheh. Terimakaciw untuk mba niki karena lagu lagu kamu sudah menemani aku begadang dan mba raissa anggiani serta mas arash buana makasih juga loooo pokoknya makasih kepada playlist spotify-ku yang sudah menemani untung iklan podcast horror nyh udah egk ada yh dan bubub aq jeyun mks jg. Udah ah aku ngantuk mw bobo dulu hehe makasih kawan kawan aq yg sgt ak cintai dengan seperempat hati :D. PLS UDH aku nulis ini aja udah kayak orang bener ckckck aslinya ga bener soalnyh dahlah bay aq capek guis. oh iya disclaimer ini ide-ku sendiri ya guis aku tdk kopas dan untuk design aku memang terinspirasi dari bbrp buku karya penulis penulis yang keren keren tapi ak egk copas pls..... nama: Allyssa naura binti ayahku kelas: 9.5/ IX.V lahir: Batam, 23 juni 2008 hobby: Scroll tiktok, buka kulkas buat nyari cemilan, mondar mandir dirumah, scroll shopee tapi masukin ke keranjang aja 16 @allyssaanr
lintang utara dan mimpi mimpinya yang sudah tercapai tentang pagi.... tentang senja..... tentang pertemuan.... tentang perjuangan.... tentang keberhasilan.... dan tentang Lintang & Malio