The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yadaaisyah, 2022-11-11 01:19:09

Bab III Metodologi Penelitian

Bab III Metodologi Penelitian

Bab III Metodologi Penelitian.

Pada bab ini diuraikan mengenai cara yang akan digunakan untuk
membuktikan hipotesa atau untuk memberi hasil yang berguna untuk
memecahkan masalah.

1. Menentukan Data dan Sumber Data

Data merupakan hasil pencatatan peneliti, baik yang berupa fakta
maupun angka yang dapat dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi
(Subroto, 2007).Data masih merupakan bahan yang belum diolah atau
bahan mentah yang masih memerlukan tindak lanjut, sehingga dapat
diinterpretasikan atau dianalisis dalam usahan untuk memberikan suatu
kesimpulan dari suatu penelitian (Ginting, 2007).

Data dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok:

1. Menurut cara memperolehnya: (a). Data primer, yaitu data hasil
pengukuran, pengamatan, percobaan yang dilakukan sebagai upaya
untuk mencapai tujuan penelitian. (b). Data sekunder yaitu data dari
pihak lain yang telah tersedia sebelumnya dan digunakan sebagai
penunjang penelitian.

2. Menurut bentuknya: (a). Data kualitatif, yaitu data yang
berhubungan dengan fakta atau peristiwa secara deskriptif yang tidak
mengandung angka. (b). Data kuantitatif, yaitu data yang
mengandung angka-angka dari hasil pengukuran atau pengamatan.

3. Menurut kualitasnya: (a). Data mentah, yaitu data asli hasil
pengukuran atau pengamatan yang belum mengalamai
pengolahan/perhitungan/interpretasi. (b). Data matang, data hasil
penghitungan/pengolahan.

Secara umum sumber data dapat diklasifikasikan menurut bentuknya
menjadi:

✓ Benda nyata, mencakup barang hidup seperti manusia,hewan,tumbuhan dan
barang mati seperti tanah,air,angin.

✓ Peristiwa/gejala, mencakup gejala alami seperti longsor,banjir,gempa dan
gejala non-alami seperti transformasi/rekayasa genetika,mutasi buatan.

✓ Abstrak mencakup perasaan, kepercayaan.
✓ Dokumen, mencakup dokumen dalam hardcopy seperti buku,jurnal,laporan

penelitian dan softcopy seperti dokumen dalam internet.

2. Menentukan Teknik Pengumpulan Data dan Penentuan Sampel

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara mana
yang cocok untuk suatu penelitian tergantung pada bidang penelitian yang
dilakukan, apakah itu bidang social atau bidang IPA dan teknik. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan cara:
1. Kuesioner/Angket, yaitu daftar pertanyaan yang disusun sedemikian

rupa, terstruktur dan terencana. Kuesioner bias menggunakan kalimat
tanya terbuka (jawabannya diserahkan sepenuhnya kepada responden);
dan dapat pula kombinasi keduanya. Sedangkan angket biasanya
menggunakan pernyataan dengan opsi jawaban yang sudah tersedia.
2. Wawancara/interview, yaitu komunikasi langsung antara peneliti dan
responden. Komunikasi berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam
hubungan tatap muka, sehingga gerak dan mimik responden merupakan
pola media yang melengkapi kata-kata verbal. Agar wawancara terfokus,
sebelumnya perlu disiapkan panduan wawancara.
3. Jajak pendapat/polling, yaitu survey mengenai pendapat atau pandangan
yang dilakukan dengan menggunakan teknik sampel. Jajak pendapat
biasanya dirancang untuk mendapatkan gambaran tentang
pandangan-pandangan suatu populasi dengan mengajukan serangkaian

pertanyaan kepada beberapa orang yang dianggap mewakili populasi dan
kemudian menyimpulkan jawaban-jawabannya sebagai gambaran dari
kelompok yang lebih luas.
4. Observasi, adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu obyek dengan
sistematika fenomena yang diselidiki. Observasi dapat dilakukan di
lapangan maupun di laboratorium.
5. Percobaan / eksperimen, data yang didapat dari cara ini adalah data yang
timbul dari manipulasi beberapa variabel dari suatu sistem. Teknik ini
dapat dilakukan di lapangan maupun di laboratorium.
6. Dokumentasi, studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan yang
ditujukan kepada subyek penelitian. Dikarenakan dokumen-dokumen
yang telah ada ini pada awalnya tidak selalu ditujukan untuk penelitian,
maka penggunaannya sangat selektif.

Tiga teknik pertama di atas sering digunakan pada bidang ilmu-ilmu
sosial, sementara tiga teknik terakhir sangat lazim diterapkan pada ilmu
pengetahuan alam dan teknik. Untuk mendapat informasi mengenai suatu
populasi tidak perlu seluruh anggota populasi diamati. Hal ini tidak efisien,
menyita banyak waktu dan biaya. Oleh karenanya cukup mengambil dan
mengamati beberapa anggota populasi, hal ini disebut teknik sampling.
Dengan cara pengambilan sampel ini diharapkan hasil yang diperoleh dapat
menggambarkan sifat populasi yang bersangkutan. Untuk dapat mencapai
tujuan tersebut, maka cara-cara pengambilan sebuah sampel harus
memenuhi syarat-syarat tertentu.

Teknik dasar pengambilan sampel yang sering digunakan adalah :

A. Acak Sederhana (Simple Random Sampling). Setiap obyek dalam populasi
memiliki peluang yang sama untuk diambil, contoh : mengambil batang lidi
dari ikatan sapu lidi untuk menghitung panjang rata-rata batang lidi pada
ikatan sapu lidi.

B. Acak Sistematis (Systematic Random Sampling). Obyek dalam populasi
dibayangkan dalam suatu barisan, kemudian setiap satuan tertentu diambil 1
obyek secara sistematik, contoh: untuk mengetahui rasa manis kue dari
pabrik kue, tidak perlu seluruh kue dirasakan. Pertama tama mengambil kue
secara acak, misalnya produksi kue yang ke-5.Kemudian sampel kue
berikutnya diambil produksi kue yang ke 25,45,65,85 dan seterusnya.

C. Acak Berlapis (stratified random Sampling). Diterapkan bila suatu populasi
dianggap terbagi atas tingkatan,contoh: untuk mengetahui mata pelajaran
yang diminati pelajar, maka perlu dibagi menjadi beberapa strata yaitu pelajar
SD,SMP,dan SMA. Hal ini dilakukan bila diyakini bahwa tiap-tiap strata
memiliki kecendrungan tersendiri dalam menyikapi suatu mata pelajaran.

D. Acak Bergorombol (Cluster Random Sampling). Gerombol atau cluster

berbeda dengan strata. Pada gerombol tidak terlihat tingkatan/strata,

namun diyakini gerombol ini memiliki karakter tersendiri. Contoh: untuk

mengetahui pendapatan seseorang yang berumur 30-50 tahun, perlu dibuat

gerombol.Misalkan saja gerombol pegawai negeri sipil,gerombol

pengusaha,gerombol konsultan,gerombol pemulung dan

seterusnya.Kemudian dari setiap gerombol ini diambil sampel dengan acak.

E. Bertujuan (Purpossive Sampling). Teknik ini dilakukan dengan pengambilan
sampel dengan sasaran tertentu atau dengan sengaja, Contoh : bila seseorang
ingin meneliti factor apa saja yang dapat mempengaruhi kesuksesan suatu
badan usaha.Kemudian diambilnya sampel berupa dua buah warung yang
identik namun keadaannya berbeda, yang satunya lebih laku yang satu nya
sepi pengunjung. Kemudian si peneliti menitik beratkan perhatiannya
kepada kemampuan mengatur si pengelola warung.

F. Bola Salju (snowball sampling). Teknik ini dilakukan bila pengambilan
sampel secara non teknis sulit, namun disinyalir sampel ini sebenarnya
relative banyak.Contoh : untuk mengetahui factor apa saja penyebab
seorang pelajar menyontek setiap kali ujian / ulangan akan kesulitan mencari
sampel / respondennya. Sebab kemungkinan besar tidak ada pelajar yang
akan mengakui tindakan ini dengan terbuka. Maka dicarilah dahulu
seseorang yang sudah dikenal diantara teman-temannya memang suka
mencontek. Dari pelajar inilah nantinya ditanyakan siapa lagi pelajar yang
suka mencontek. Pencarian sampel dilakukan terus dengan cara ini hingga
didapatkan sampel dalam jumlah yang memadai.

3. Menyiapkan instrumen / alat penelitian

Dalam penelitian eksperimental, kita harus menentukan alat dan bahan yang
akan digunakan. Keterbatasan dalam persiapan alat , bahan dan biaya yang tersedia
harus diperhitungkan karena hal tersebut akan memengaruhi kesahihan
(kevalidan)data yang akan kita ambil. Sebagai contoh kalau kita ingin mengukur
pengaruh suhu air terhadap pertumbuhan ikan, tentunya kita harus menggunakan
thermometer.

4. Pengumpulan, Pengolahan dan Analisa data

Setelah semua persiapan dilakukan, maka langkah berikutnya adalah
pengumpulan data. Misalnya dalam penelitian sosial, pengumpulan data dilakukan
dengan menyebarkan kuisoner / angket atau melakukan wawancara kepada
responden yang terpilih sebagai sampel. Sedangkan dalam penelitian seksperimen,
pengumpulan data dilakukan dengan mencatat hasil pengamatan dalam jangka
waktu tertentu. Selanjutnya, data mentah hasil kuisoner / angket atau hasil
pencatatan eksperimen diolah baik secara manual maupun menggunakan program
komputer (seperti SPSS). Pengolahan data dilakukan untuk memudahkan analisis.
Pada tahap analisis inilah hipotesis diuji kebenarannya.

Untuk menganalisis data dikenal beberapa teknik analisis, antara lain :

✓ Analisis hubungan : simetris timbal balik, asimetris

Hubungan dikatakan simetris bila didapati dua variable yang tampaknya
memiliki hubungan.Tapi sebenarnya salah satu dari variable itu tidak
dipengaruhi atau disebabkan oleh variable yang lainnya.

❖ Contohnya : seorang atlet yang jantungnya berdebar dengan cepat
(variabel1) disertai dengan keringat yang deras (variable2). Dari
keadaan ini tidak bisa dikatakan bahwa seorang dapat berkeringat
dengan deras bila jantungnya berdetak dengan cepat. Hubungan
dikatakan timbal balik bila variabel1 dapat menjadi sebab akibat bagi
variabel2 begitu pula sebaliknya.

❖ Contohnya : orang yang berpendidikan tinggi variabel1 cenderung
dapat memiliki pendapatan yang lebih baik (variabel2). Hubungan
dikatakan asimetris bila variable1 dapat mempengaruhi variabel2
namun tidak sebaliknya.

❖ Contohnya : anak yang cerdas (variabel1) dapat dengan mudah
menamatkan pendidikan SMP (variabel2) namun setiap anak yang
dapat menamatkan pendidikan SMP belum dapat dikatakan cerdas.

✓ Analisis perbedaan.

Hal ini dilakukan saat ditemukan hasil eksperimen yang berbeda dengan
teori.Adanya perbedaan antara hasil eksperimen dan teori juga menunjukan
adanya hubungan antara variable-variabel yang diamati, bukan berarti
variable-variabel ini tidak berhubungan .untuk itulah harus dicari
penjelasannya.

✓ Analis Pengaruh

Kata pengaruh disini menunjukan adanya hubungan antara variable yang
diamati, yaitu variable yang memberi pengaruh dan variable yang dipengaruhi.
Variable yang memberi pengaruh dapat juga digunakan sebagai control atas
suatu perlakuan.

Hasil analisis data pada umumnya dapat disajikan dalam bentuk grafik, table,
gambar maupun prototype.Hasil penelitian yang melibatkan dua variable yang
saling mempengaruhi atau yang memiliki hubungan, pada umumnya disajikan
dalam bentuk grafik.Sementara hasil penelitian dengan variable yang banyak (lebih
dari tiga variable) dari sampel dengan jumlah yang banyak dapat disajikan dalam
bentuk table. Presentasi gambar digunakan dalam menyajikan hasil penelitian (yang
berukuran kecil) dari satu proses. Gambar prototype disajikan sebagai rancangan
eksperimen yang telah dilakukan.


Click to View FlipBook Version