A. PENDAHULUAN
Kegiatan belajar tentang Apresiasi dan Kreasi Sastra Anak ini akan
membahas: konsep sastra anak, genre atau jenis sastra anak di SD, cara
menyusun contoh jenis sastra anak puisi, prosa, dan drama, Dengan
bahasan tersebut diharapkan modul ini dapat membekali peserta didik
pemahaman tentang jenis sastra anak di SD, cara menyusun contoh jenis
sastra anak puisi, prosa, dan drama
Materi modul ini terdiri atas: (1) jenis sastra (puisi, prosa, dan drama); (2)
unsur intrinsik puisi; (3) unsur intrinsik prosa; dan (4) unsur intrinsik drama.
Selain empat materi tersebut, dalam modul ini dibahas pula, cerita yang
sesuai dengan anak sekolah dasar serta contoh-contoh buku untuk siswa
sekolah dasar.
1. Peta Konsep
APRESIASI DAN Unsur Intrinsik Buku gambar
KREASI SASTRA Puisi Fiksi Realistik
Fiksi Sejarah
ANAK Unsur Intrinsik
Prosa Fiksi Ilmu
Cerita Fantasi
Unsur Intrinsik
Drama Biografi
Puisi
Jenis Sastra
Anak
Ket :
: Mempelajari tentang
: Terdiri atas
2. Deskripsi
Sastra anak mencakupi semua jenis penulisan kreatif dan
imajinatif yang khusus untuk dibaca dan menghibur anak-anak. Dengan
demikian sastra anak menawarkan kesenangan dan pemahaman bagi
anak-anak. Sastra anak erat kaitannya dengan dunia anak-anak dan
bahasa yang digunakannya pun sesuai dengan perkembangan
intelektual dan emosional anak.Secara konseptual, sastra anak-anak
tidak jauh berbeda dengan sastra orang dewasa (adult literacy).
Keduanya sama pada wilayah sastra yang meliputi segala kehidupan
dengan perasaan, pikiran, dan wawasan kehidupan. Perbedaannya
terletak dalam fokus pemberian gambaran kehidupan yang bermakna
bagi anak dalam suatu karya.
Apresiasi anak di sekolah dasar dibagi dua yaitu apresiasi sastra
secara reseptif dan apresiasi sastra secara ekspresif/produktif.
Apresiasi
sastra anak secara reseptif adalah kegiatan mengapresiasi dengan
teori resepsi pada sebuah karya. Apresiasi ekspresif/produktif
merupakan apresiasi karya sastra yang menekankan pada proses
kreatif dan penciptaan.
3. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran yang harus diraih melalui telaah materi modul ini
adalah:
a. Menjelaskan unsur instrinsik puisi
b. Menjelaskan unsur intrinsik prosa
c. Menjelaskan unsur instrinsik drama
d. Menjelaskan jenis- jenis sastra anak
B. URAIAN MATERI
1. Unsur Intrinsik Puisi
Ayo berdiskusi !!
Hari ini nenek merayakan ulang tahun yang ke 60 tahun. Semua anggota
keluarga memberikan kado kepada nenek sebagai hadiah ulang tahun. Satu
persatu mereka memberikan kado ulang tahun sambil mengucapkan selamat
ulang tahun kepada nenek. Akan tetapi kamu lupa menyiapkan kado ulang
tahun untuk nenek. Sebagai gantinya nenek meminta kamu untuk membuat
sebuah puisi untuk nenek. Nenek akan marah jika kamu tidak mengabulkan
permintaannya. Apa yang akan kamu lakukan? Dapatkan kamu membuat
sebuah puisi untuk nenek pada saat itu juga? Diskusikan bersama temanmu !
Ayo membaca !!
Unsur intrinsik dalam puisi adalah unsur yang terdapat didalam karya sastra
puisi.
Berikut ini adalah unsur intrinsik dalam puisi :
1. Tema, yaitu gagasan pokok yang dikemukakan penyair dalam puisinya
2. Rasa, yaitu dapat diartikan emosional seorang penyair dalam menulis puisi.
3. Nada, yaitu dalam puisi seseorang dapat menangkap sikap penyair lewat
intonasi atau nada saat menyampaikan puisi.
4. Amanat, yaitu pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada
pembaca, pendengar, atau penonton.
5. Diksi (Pilihan kata), yaitu hal yang penting untuk keberhasilan menulis puisi
yang dicapai dengan mengintensifkan pilihan kata.
6. Imajeri, yaitu suatu kata atau kelompok kata yang digunakan untuk
mengungkapkankembali kesan-kesan panca indra dalam jiwa kita.
7. Pusat pengisahan atau titik pSaudarang, yaitu cara penyampaian cerita,
ide, gagasan, atau kisahan cerita.
8. Gaya bahasa, yaitu cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara
khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakai
bahasa.
9. Ritme atau irama, yaitu totalitas tinggi rendahnya suara, panjang pendek,
dan cepat lambatnya suara waktu membaca puisi yang dibentuk oleh
pengaturan larik.
10. Rima atau sajak, yaitu persamaan bunyi yang dapat terjadi di awal, tengah,
dan akhir.
Berdasarkan bacaan diatas jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apa saja unsur intrinsik dalam puisi?
2. Dalam kegiatan diskusi sebelumnya apa tema yang sesuai ?
3. Mengapa kita perlu mengetahui unsur – unsur intrinsik puisi?
Ayo berkarya !!
Buatlah sebuah puisi dengan tema “Benda – benda di sekitar kita” dengan
urutan kegiatan sebagai berikut :
1. Pilihlah benda apa saja yang ada disekitarmu
2. Tuliskan ciri – ciri benda tersebut sebanyak – banyaknya
3. Urutkan ciri – ciri tersebut menjadi urutan yang sesuai
4. Ubahlah kata – kata yang bias diubah dengan kata yang lebih indah
maknanya
5. Berilah judul pada puisi tersebut
6. Bacalah puisi yang sudah jadi di depan kelas
2. Unsur Intrinsik Prosa
Ayo Menyimak !!
Simaklah cerita yang dibacakan oleh gurumu
Hikayat Si Miskin
Suatu hari, sepasang suami istri yang dikutuk menjadi miskin, melahirkan
seorang anak yang bernama Marakarma. Sejak anak itu lahir, keduanya pun
mulai hidup berkecukupan. Suatu saat, seorang ahli nujum meramalkan
bahwa Marakarma akan membawa sial bagi keluarganya. Ayah Murakarma
pun meyakini hal tersebut dan sang anak pun dibuangnya ke suatu tempat.
Sejak anaknya dibuang, hidup Ayah Murakarma justru semakin miskin lagi
melarat.
Di tempat lain, Murakarma yang terbuang belajar berbagai kesaktian di
tempat pembuangannya. Tanpa sebab yang jelas, dia dituduh telah
melakukan pencurian, dan dia pun dibuang ke lautan dan terdampar di
pantai. Saat terdampar di pantai, dia bertemu dengan seorang putri yang
bernama Putri Cahaya. Sang putri tersebut telah menyelamatkan hidup
Murakarma. Sejak saat itu, Murakarma pun mencoba pulang ke kampung
halamannya. Selama di perjalanan, dia pun mendapatkan kesialan demi
kesialan, sekaligus keberuntungan demi keberuntungan.
Berdasarkan bacaan diatas jawablah pertanyaan berikut ini
1. Siapa saja tokoh dalam cerita diatas?
2. Bagaimana sifat ayah Murakama?
3. Apa pesan yang bisa di ambil dari cerita diatas?
Ayo Membaca !!
Prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang disampaikan
menggunaakan narasi.
Adapun unsur-unsur intrinsik yang ada dalam karya sastra berbentuk prosa
mencakup sebagai berikut:
1) Plot atau alur cerita, yaitu urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita
2) Penokohan,yaitu cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan
karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
3) Latar atau setting,yaitu segala keterangan, petunjuk, pengacuan yang
berkaitan dengan waktu, ruang, suasana dan situasi terjadinya peristiwa dalam
cerita.
4) Tema, yaitu gagasan,ide,atau pikiran utama yang mendasari suatu karya.
5) Pesan atau amanat, yaitu ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan
oleh pengarang melalui karyanya.
6) Sudut pSaudarang, yaitu cara memSaudarang dan menhadirkan tokoh-tokoh
cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu.
7) Konflik, yaitu penyajian tikaian dalam sebuah cerita.
Ayo Berdiskusi !!
Carilah unsur – unsur cerita “ Hikayat si Miskin “ diatas, dan diskusikan
bersama kelompokmu !
3. Unsur Intrinsik Drama
Apakah kamu suka
menonton televisi?
Tayangan apa yang
kamu suka?
Adakah tayangan
televise yang
termasuk drama?
Bagaimana kamu
tahu kalau itu
drama?
Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud
dipertunjukkan.
Di dalam drama terdapat unsur-unsur instrinsik. Unsur-unsur instrinsik
tersebut terbagi atas dua, diantaranya adalah unsur pertunjukan dan unsur
cerita. Diantara unsur pertunjukan adalah:
1) Pemain (aktor), yaitu orang yang memeragakan peran di dalam cerita.
2) Pentas, yaitu panggung tempat tempat pertunjukn drama.
3) Sutradara,yaitu pemimpin dalam pementasan drama yang juga
bertanggung jawab dalam kesuksesan pementasan drama dan membuat
perencanaan yang matang.
4) Penonton
Sementara itu, yang termasuk ke dalam unsur cerita, diantaranya adalah:
1) Perwatakan atau karakter tokoh, yaitu keseluruhan ciri-cirijiwa seseorang
tokoh dalamlakon drama. Karakter ini diciptakan oleh penulis lakon untuk
diwujudkan oleh para pemain drama.
2) Dialog, yaitu ciri khas dari suatu drama yaitu berupa naskah tersebut
berbentuk percakapan atau dialog yang harus memperhatikan ragam lisan
yang komunikatif.
3) Latar, yaitu tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah
drama.
4) Alur, yaitu rangaian peristiwa yang membentuk suatu kesatuan cerita
dalam drama.
Ayo Membaca !!
Bacalah naskah drama dibawah ini !
Sinopsis Drama
Dina diminta ibunya untuk mengantarkan barang titipan tantenya. Dina meminta
Winda untuk menemaninya kerumah tantenya. Ditengah perjalanan, motor Dina
bannya kempes dan tidak ada bengkel disekitar jalan yang mereka lewati.
Secara kebetulan, Astrid dan Hesti melihat mereka saat sedang mendorong
motor. Astrid pun memberikan pertolongan kepada Winda dan Dina dengan
cara mendorong motor secara bergantian hingga sampai disebuah bengkel.
Dialog Drama
Dina : Win, besok pagi kan libur sekolah.. kamu ada waktu nggak untuk
nemenin aku ke rumah tanteku?
Winda : Besok? aku belum tahu ya.. emangnya kamu ada perlu apa kerumah
tante kamu?
Dina : Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.
Winda : Emangnya barang apa?
Dina : Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa
nggak?
Winda : sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak
permintaan Dina.
Winda : Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? aku
kerumah kamu atau kamu yang kerumahku?
Dina : Terserah kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu.. kalau kamu mau mending
kamu aja yang kerumah aku.
Winda : Ya sudah, besok jam 8.30 aku kerumah kamu, terus kita langsung
kerumah tante kamu.
Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si Dina yang
jaraknya sekitar 20 km dari rumah Dina. Pas ditengah-tengah jalan moto yang
dikendarai Dina bannya bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban disekitar
situ.
Dhussss… bunyi ban motor Dina
Dina : Aduh.. gimana nih, bannya bocor? kayaknya pecah nih ban!
Winda : Gimana ya.. nggak ada bengkel tambal ban lagi disini.
Mereka bedua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi
tubuh mereka. Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah
mobil box yang menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan
jasa pengangkutan motor hingag ke bengkel tedekat kepada Dina.
Sopir mobil box : Kenapa non? bannya bocor ya?
Dina : Iya. bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel
nggak?
Sopir mobil box : bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?
Dina : Kok mahal amat, bang? 50 ribu ya?
Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan
mendorong motor mereka.
Sopir mobil box : Murah amat non.. ya sudah kalau nggak mau.
Setelah mendorong moto selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat
Winda, yaitu Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya
bernama Hesti.
Astrid : Stop.. stop, hes…
Hesti : Kenapa kak? ada apa?
Astrid : Itu kayknya Winda deh.. Win… Win…
Winda : Eh itu Astrid..
Astrid : Motor kamu bocor bannya? kasihan sekali.. kamu mau kemana nih?
Winda : Nih aku mau nganterin Dina kerumah tantenya. Nggak tahu nih,
bengkel kayaknya masih jauh.. aku udah capek banget dorong motor dari tadi.
Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga
tidak bisa berbuat banyak karena disekitar itu memang cukup sepi.
Astrid : Aduh.. gimana ya.. ok, gini aja.. kalian kan sudah capek banget nih.
Sekarang biar aku yang dorong moto kamu, terus kamu bawa motor aku sambil
ngikutin dari belakang.
Winda : Emang kamu nggak kecapekan entar? berat lo dorong motor ini..
Astrid: Ya tentu saja kau bakal capek, makanya kita gantian gitu..
Motor tersebut didorong oleh mereka berempat secara bergantian hingga
akhirnya mereka tiba diasalah satu bengkel tambal ban.
Ayo Berdiskusi
Berdasarkan naskah drama diatas temukan unsur – unsur intrinsic dalam
drama tersebut !
No Unsur Intrinsik Drama Keterangan
4. Jenis – jenis Sastra Anak
Terjebak hujan di Taman Mini
membuat baju jadi basah kuyup
Coba tebak barang apa ini
Saat dipegang mati dilempar hidup ?
Ayo Berdiskusi
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apa Jawaban pertanyaan diatas ?
2. Apa nama karya sastra diatas ?
Ayo Membaca !!
Sastra anak memiliki berbagai macam genre/ jenis. Setia jenis mempunya
gaya, bentu dan isi tersendiri. Jenis – jenis sastra anak antara lain :
1. Buku Bergambar
Buku cerita bergambar adalah buku bergambar tetapi dalam bentuk cerita,
bukan buku informasi. Dengan demikian buku cerita bergambar
sesuai dengan ciri-ciri buku cerita, mempunyai unsur-unsur cerita (tokoh,
plot, alur). Buku cerita bergambar ini dapat dibedakan menjadi dua jenis
(1) buku cerita bergambar dengan kata-kata,
(2) buku cerita bergambar tanpa kata-kata.
Contoh nya sebagai berikut :
2. Fiksi Realistik
Fiksi realistik adalah tulisan imajinatif yang merefleksi kehidupan secara
akurat pada masa lampau atau sekarang. Fiksi realistik ini umumnya
mengisahkan kehidupan sekitar anak, mengisahkan tentang keluarga,
teman, dan kehidupan dalam masyarakat.
Tema-tema dalam cerita fiksi realistik (kontemporer) dapat dibagi dalam
beberapa jenis yaitu :
(1) tema keluarga,
(2) berteman,
(3) tumbuh dewasa,
(4) petualangan,
(5) masalah-masalah manusiawi,
(6) hidup di masyarakat majemuk.
Beriku ini salah satu contoh tekfiksi realistic
Terompet Tahun Baru
Pada tahun baru yang lalu aku bersama Ayah, Ibu, dan Kakak merayakan
Tahun Baru di Alun-alun kota. Di sana aku membeli terompet yang
berbentuk ular naga. Sebenarnya aku ingin membeli terompet yang ada
lampunya, tetapi tidak jadi karena mahal harganya.
Tapi dengan terompet ular naga aku sudah sangat senang. Aku selalu
meniup terompet itu keras-keras sambil berlari-lari di antara banyak orang.
Aku sangat senang. Sudah tidak tahan ingin melihat pesta tahun baru.
Akhirnya jam dua belas malam tiba, pesta tahun baru dimulai. Aku meniup
terompet keras-keras menyahut suara terompet lain. Aku senang melihat
pesta kembang api. Aku berlari-lari sambil meniup terompet. Aku sangat
senang sekali.
Aku pulang pada pukul tiga malam. Karena lapar aku membeli roti bakar di
pinggir jalan. Aku pun pulang ke rumah bersama Ayah, Ibu, dan Kakak.
Pagi harinya aku ceritakan pengalaman merayakan tahun baru dengan
terompet pada teman-temanku.
3. Fiksi Sejarah
Fiksi sejarah adalah cerita realistik yang disSaudararkan pada masa yang
lalu/latar waktunya masa lalu. Dengan demikian fiksi sejarah berfungsi
untuk menambah pengalaman pembaca yang dapat dihayati dari kejadian
masa lalu, perspektif untuk masa yang akan datang, dan memberi
pemahaman dan kepercayaan adanya nilai dan kehidupan masa lalu.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam cerita fiksi sejarah :
a. cerita sejarah harus menarik dan memenuhi tuntutan keseimbangan
antara fakta dan fiksi,
b. harus secara akurat merefleksi semangat atau jiwa dan nilai yang
terjadi pada waktu itu,
c. penulis harus berpijak pada tempat sejarah (histografi),
d. keotentikan bahasa harus diperhatikan, dan
e. harus mendramatisasi fakta-fakta sejarah.
Berikut ini contoh teks fiksi sejarah
Terjadinya Danau Toba
Pada jaman dahulu, hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di bagian
utara pulau Sumatra. Daerah tersebut sangatlah kering.
Syahdan, pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu
hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning
keemasan. Begitu dipegangnya, ikan tersebut berubah menjadi seorang
putri jelita. Putri itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu
larangan. Ia akan berubah menjadi sejenis mahluk yang pertama
menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya manusia, maka ia
berubah menjadi seorang putri.
Terpesona oleh kecantikannya, maka pemuda tani tersebut meminta sang
putri untuk menjadi isterinya. Lamaran tersebut diterima dengan syarat
bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan asal-usulnya yang berasal dari
ikan.
Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut. Setelah setahun, pasangan
suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki. Ia mempunyai
kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia makan semua makanan
yang ada.
Pada suatu hari anak itu memakan semua makanan dari orang tuanya.
Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: “dasar anak keturunan
ikan!”Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari
isterinya.Dengan demikian janji mereka telah dilanggar.
Istri dan anaknya menghilang secara gaib. Ditanah bekas pijakan mereka
menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari mata air tersebut makin
lama makin besar. Dan menjadi sebuah danau yang sangat luas. Danau itu
kini bernama Danau Toba
4. Fiksi Ilmu
Fiksi ilmu adalah suatu bentuk fantasi yang berdaraskan hipotesis tentang
ramalan yang masuk akal karena berdaraskan metode ilmiah. Alur, tema,
dan latarnya secara imajinatif didasarkan pada pengetahuan, teori, dan
spekulasi ilmiah. Misalnya tentang perjalanan ruang angkasa petualangan
di planet.
Contoh-contoh cerita fiksi ilmu misalnya:
(1) Menuju Ruang Angkasa (1993) karya Hasan Sagita,
(2) Kera Pertama Naik Roket (1994) karya Rayani Sriwidodo,
(3) Kegagalan Si Manis Menjumpai Matahari (1994) karya Masrial,
(4) Rahasia Cermin Ajaib (1994) karya Winny Anugrah, dan
(5) Primata (1994) karya Samin.
5. Cerita Fantasi
Cerita fantasi merupakan cerita khayal yang terdiri atas beberapa jenis.
Cerita yang sangat bervariasi itu memiliki persamaan dan perbedaan dan
berakar dari cerita terdahulu, yaitu cerita rakyat, legenda, mitos, dan cerita-
cerita kemanusiaan lainnya
Berikut ini salah satu contoh cerita fantasi
Perjalanan Lintas Waktu
Momo sedang bermain bersama adiknya, Boni. Mereka berdua asik
bermain dan seringkali lupa waktu. Ketika sedang asik-asiknya bermain,
tiba-tiba Boni menyeletuk kepada kakaknya, “Kak, aku pengen deh punya
kapsul waktu seperti Doraemon”
Momo yang mendengar itu tiba-tiba tertawa, “Hahahahaa! Boni, Boni. Mana
ada benda yang seperti itu di dunia nyata? Itu hanya kartun. Tidak ada di
kehidupan nyata” Boni yang diledek dengan kakaknya hanya diam dan
menunjukkan muka kesal.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ibu mulai memanggil Momo dan
Boni untuk bergegas cuci kaki dan bersiap tidur. “Sebelum kita tidur. ayo
kita main petak umpet kak” Kata Boni kepada kakaknya. Kakanya
mengernyitkan dahi sebentar lalu setuju.
Boni yang menutup mata dan berhitung, sedangkan Momo yang
bersembunyi. Momo memilih bersembunyi ke gudang rumahnya karena ia
yakin, Boni adiknya tidak akan menemukannya disana. Ia masuk ke gudang
rumahnya yang mana adalah tempat menyimpan barang-barang tidak
terpakai di rumahnya.
Saat Momo memasuki gudang, ia bingung harus bersembunyi dimana lagi.
Kemudian ia melihat sebuah peti berukuran cukup besar. Momo kemudian
memasuki peti tersebut dan mulai bersembunyi.
Momo merasa sudah sangat lama didalam peti itu dan adiknya tidak
kunjung menemukannya. Akhirnya Momo memutuskan untuk keluar dari
peti untuk menyerah kepada adikknya. Tetapi, alangkah kagetnya Momo
saat mendapati ia keluar gudang, tetapi gudang itu berubah menjadi
perkebunan yang luas dan sepi serta gelap.
Momo sangat ketakutan dan segera masuk kedalam peti itu lagi. Ia mulai
menangis ketakutan dan berharap ini semua hanya mimpi. Tiba-tiba sayup
ia mendengar seseorang yang berusaha membuka petinya.
“Kak? Tertangkap kau!” Kata Boni kepada kakaknya. Ia berhasil
menemukan Momo. Momo yang melihat adiknya menemukannya segera
memeluk ia erat. Adiknya kebingungan melihat tingkah Momo. Akhirnya
mereka segera pergi ke kamar tidur dan meninggalkan gudang tersebut.
Keesokan paginya Momo bertanya kepada ibunya, apakah dulu rumah ini
adalah bekas perkebunan. Ibunya menjawab iya. Kini Momo sadar bahwa
kemarin ia semacam melakukan perjalanan lintas waktu. Kemudian ia
memeluk adiknya erat, ia merasa bersalah meremehkan omongan dari adik
kesayangannya itu.
6. Biografi
Biografi adalah kisah tentang riwayat hidup seseorang yang ditulis orang
lain. Bila riwayat hidup itu ditulis sendiri, dinamakan autobiografi. Suatu
cerita kehidupan bisa dibuat menjadi sebuah fiksi atau bisa pula dibuat
fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang dapat didokumentasikan sebagai
buku informasi.
Contoh biografi misalnya:
(1) Mohamad Toha Pahlawan Bandung Selatan karya Min Resmana,
(2) Imam Bonjol karya B. Waluyo,
(3) Raden Wijaya Pendiri Kerajaan Majapahit karya Soepono,
(4) Semasa Kecil karya Sudharmono, dan
7. Puisi
Puisi merupakan sebuah cipta sastra yang terdiri atas beberapa larik. Larik-
larik itu memperlihatkan pertalian makna serta membentuk sebuah bait.
Atau lebih. Puisi dinamakan juga sanjak.
Berikut ini contoh puisi
Gema Hati Seorang Anak di Hari Sumpah Pemuda
Ma,
Pagi tadi sang saka merah putih berkibar lagi,
Aku jadi pembaca ikrar Sumpah Pemuda
Alangkah bangganya
Ma,
Kaki kecilku melangkah tegap..
Kuulangi lagi Sumpah Pemuda Setia dan bersatu pada negara...
Satu kebanggaan meresap di kalbuku pagi itu, ma
Ketika aku meneriakan
Bertanah air satu
Berbangsa satu
Berbahasa satu
Indonesia... tercinta
(Karya: Connie Adidjaya)
Ayo Berkarya !!
1. Buatlah salah satu jenis karya sastra anak yang kamu sukai !
2. Bacakan hasil karyamu di depan kelas!
3. Jelaskan dengan singkat mengapa kamu menyukai karya sastra
tersebut !
5. Tugas
a. Buatlah salah satu jenis karya sastra anak !
b. Sebutkan dan jelaskan unsur unsur intrinsik didalamnya!
6. Forum Diskusi
Guruku Pelitaku
Kuikuti sudah langkah kaki ini
Membawaku menuju lorong lorong tak berujung
Namun, selalu kudengar sang pelita memanggilku
Dengan untaiannya sang pelita menuntunku
Karena pelita, kukeluar dari lorong
Karena pelita kudapat meraih cita-cita
Tahukah engkau?
Ada pelita yang selalu kuingat
Ada pelita yang selalu kuhormati
Dialah guruku
Guru yang memberi setitik ilmu
Tak putus asa walau peluh terus mengucur
Tidaklah untuk dirinya seorang
Tapi untuk generasi penerus bangsa
Janganlah pernah redup pelitaku!
Cahaya ilmu selalu ditunggu
Bukan untuk satu jiwa
Tapi untuk semua umat…
(Karya Nur Afiani)
1. Apa tema puisi diatas ?
2. Apa isi puisi diatas ?
3. Apa amanat puisi diatas?
4. Carilah diksi yang tidak kamu ketahui maknanya dan temukan artinya!
5. Kapan waktu yang tepat untuk membacakan puisi diatas?
C. PENUTUP
1. RANGKUMAN
Sastra anak-anak meliputi semua jenis penulisan kreatif dan imajinatif
yang khusus untuk dibaca dan menghibur anak-anak. Sastra anak
berkorelasi dengan dunia anak-anak dan bahasa yang digunakan
sesuai dengan perkembangan intelektual dan emosional anak yang
menempatkan anak-anak sebagai fokusnya. Sastra anak sebagai
sumber pembelajaran bahasa di sekolah dasar terdiri atas berbagai
genre, yaitu: buku bergambar, fiksi realistik, fiksi sejarah, fantasi/fiksi
ilmiah, sastra tradisional, puisi, dan biografi yang difiksikan.
Tujuan pembelajaran sastra anak di sekolah dasar antara lain: memberi
kebahagiaan dan kesenangan, mengembangkan imajinasi, menambah
pengetahuan, mengembangkan berpikir kreatif, mengembangkan
karakter, mengembangkan apresiasi sastra, mengembangkan
kesadaran bersastra, dan menginterpretasi bacaan sastra.
Strategi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sastra anak
di sekolah dasar adalah sebagai berikut; bercerita, berbicara, bercakap-
cakap, mengungkapkan pengalaman, membacakan puisi, mengarang
terikat
& bebas, menulis narasi, deskripsi, eksposisi & argumentasi, menulis
berdasarkan gambar/visual, mendramatisasikan karya sastra.
2. TES FORMATIF
Soal
1. Engkau binatang malam
Bersinar terang bak bintang
Berkelap-kelip di antara rerumputan
Ingin ku menangkapmu
Namun kau kan tersiksa bersamaku
Hidupmu memang di alam bebas
Bermain-main di hamparan luas
Judul yang tepat untuk puisi di atas adalah….
a) Bulan
b) Matahari
c) Bintang
d) Kunang-kunang
2. Hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi adalah ..
a) Teks, intonasi, suara
b) Intonasi, lafal, ekspresi
c) Lafal, cerita, teks
d) Teks, suara, penampilan
3. Suatu kata atau kelompok kata yang digunakan untuk
mengungkapkankembali kesan-kesan panca indra dalam jiwa kita
disebut …
a) Nada
b) Rasa
c) Imagery
d) Amanat
4. Di sebuah desa terpencil hiduplah sepasang suami istri yang bekerja
sebagai petani. Keduanya hidup tenteram dan bahagia. Suatu hari
mereka menemukan seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya
dengan penuh kasih sayang. Bayi tersebut sekarang sudah besar. Dia
diberi nama si Jebul.
Latar cerita dari dongeng tersebut adalah ....
a) di desa
b) di sawah
c) di desa terpencil
d) di sawah si Jebul
5. Sepertinya cerita dalam buku ini sangat bagus. Tapi sayangnya, aku
terlalu sibuk membantu ibu berdagang di pasar dari pagi sampai sore.
Aku tidak akan sempat membacanya tukas Bima "Oh, tenang saja,
Bima. Kamu bisa mengembalikan buku ini kapan saja”. ujar Bagas
penuh semangat.
Sifat tokoh Bagas dalam kutipan cerita tersebut adalah ....
a) besar kepala
b) usil
c) cerdik
d) sabar
6. Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis disebut ....
a) dongeng
b) amanat
c) tema
d) ringkasan
7. Eko : (Berjalan mendekati Riski di sebuah teras rumah) Ris,
mana mainanku yang kau pinjam kemarin ?
Dito : Mainanmu dijatuhkan Riski.
Riski : (Suaranya gemetar dan ketakutan) Maaf, Eko mainanmu
rusak.
Eko : Kenapa bisa rusak ?
Riski : Maaf, Eko, aku tak sengaja menjatuhkanya.
Eko : O, kenapa kamu tidak bilang ? Tidak apa-apa, kok. Aku
memaafkanmu. Tetapi lain kali dijaga baik-baik, ya !
Riski : Terima kasih, eko. Aku berjanji akan menjaga mainanmu jika
meminjam lagi.
Tokoh utama dalam drama tersebut adalah. …
a. Eko dan Dito
b. Dito dan Riski
c. Eko dan Riski
d. Eko, Dito, dan Riski
8. Amanat dari kutipan drama di atas adalah. …
a. Janganlah berbuat pura-pura tidak tahu ketika berbuat salah.
b. Kita harus memarahi teman yang berbuat semaunya.
c. Sebaiknya kita jangan berjanji jika tidak bisa menepati.
d. Kita harus hidup rukun dan saling memaafkan.
9. Bentuk sastra yang dilukiskan dengan memakai bahasa yang singkat,
padat, bermakna konotatif dengan gaya bahasa tertentu yaitu ...
a) Puisi
b) Prosa
c) Mite
d) Drama
10. Petir menyambar, menyambuk pepohonan
Hujan menjerit memekakkan indera pendengaran
Angin berhembus menyapu airmata
Di sana, bocah kecil terbujur kaku
Gaya bahasa yang dipakai pada puisi di atas yaitu ...
a) Hiperbola
b) Personifikasi
c) Repetisi
d) Metafora
Kunci Jawaban
1D 3C 5D 7C 9A
6B 8B 10 B
2B 4C
Rubrik Penilaian
No Butir soal Kategori Skor
1
1 Engkau binatang malam C2
1
Bersinar terang bak bintang 1
1
Berkelap-kelip di antara rerumputan
Ingin ku menangkapmu
Namun kau kan tersiksa bersamaku
Hidupmu memang di alam bebas
Bermain-main di hamparan luas
Judul yang tepat untuk puisi di atas adalah….
a) Bulan
b) Matahari
c) Bintang
d) Kunang-kunang
2 Hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi C2
adalah ..
a) Teks, intonasi, suara
b) Intonasi, lafal, ekspresi
c) Lafal, cerita, teks
d) Teks, suara, penampilan
3 Suatu kata atau kelompok kata yang digunakan untuk C1
mengungkapkan kembali kesan-kesan panca indra
dalam jiwa kita disebut …
a) Nada
b) Rasa
c) Imagery
d) Amanat
4 Di sebuah desa terpencil hiduplah sepasang suami istri C3
yang bekerja sebagai petani. Keduanya hidup
tenteram dan bahagia. Suatu hari mereka menemukan
seorang bayi di sawah kemudian diasuhnya dengan
penuh kasih sayang. Bayi tersebut sekarang sudah
besar. Dia diberi nama si Jebul. C3 1
Latar cerita dari dongeng tersebut adalah ....
a) di desa C3 1
b) di sawah C3 1
c) di desa terpencil
d) di sawah si Jebul
5 Sepertinya cerita dalam buku ini sangat bagus. Tapi
sayangnya, aku terlalu sibuk membantu ibu berdagang
di pasar dari pagi sampai sore. Aku tidak akan sempat
membacanya tukas Bima "Oh, tenang saja, Bima.
Kamu bisa mengembalikan buku ini kapan saja”. ujar
Bagas penuh semangat.
Sifat tokoh Bagas dalam kutipan cerita tersebut adalah
a) besar kepala
b) usil
c) cerdik
d) sabar
6 Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis disebut ....
a) dongeng
b) amanat
c) tema
d) ringkasan
7 Eko : (Berjalan mendekati Riski di sebuah teras rumah)
Ris, mana mainanku yang kau pinjam kemarin ?
Dito : Mainanmu dijatuhkan Riski.
Riski : (Suaranya gemetar dan ketakutan) Maaf, Eko
mainanmu rusak.
Eko : Kenapa bisa rusak ?
Riski : Maaf, Eko, aku tak sengaja menjatuhkanya.
Eko : O, kenapa kamu tidak bilang ? Tidak apa-apa,
kok. Aku memaafkanmu. Tetapi lain kali dijaga baik-
baik, ya !
Riski : Terima kasih, eko. Aku berjanji akan menjaga C3 1
mainanmu jika meminjam lagi. C2 1
Tokoh utama dalam drama tersebut adalah. … C2 1
a. Eko dan Dito
b. Dito dan Riski
c. Eko dan Riski
d. Eko, Dito, dan Riski
8 Amanat dari kutipan drama di atas adalah. …
a. Janganlah berbuat pura-pura tidak tahu ketika
berbuat salah.
b. Kita harus memarahi teman yang berbuat
semaunya.
c. Sebaiknya kita jangan berjanji jika tidak bisa
menepati.
d. Kita harus hidup rukun dan saling memaafkan.
9 Bentuk sastra yang dilukiskan dengan memakai
bahasa yang singkat, padat, bermakna konotatif
dengan gaya bahasa tertentu yaitu ...
a) Puisi
b) Prosa
c) Mite
d) Drama
10 Petir menyambar, menyambuk pepohonan
Hujan menjerit memekakkan indera pendengaran
Angin berhembus menyapu airmata
Di sana, bocah kecil terbujur kaku
Gaya bahasa yang dipakai pada puisi di atas yaitu ...
a) Hiperbola
b) Personifikasi
c) Repetisi
d) Metafora
DAFTAR PUSTAKA
Endraswara, S. (2005). Metode dan Teori Pengajaran Sastra. Bandung : Buana
Pustaka.
Hartati, T. (2010). Video Streaming For Creative Writing at International
Elementary School. Bandung: UPI.
Hartati, T. (2017). Pembinaan Menulis Kreatif dengan Video Streaming dalam
Perkuliahan Apresiasi Sastra Berbasis Multiliterasi bagi Mahasiswa S-2
Pendidikan Dasar. Bandung: Pascasarjana UPI.
Hartati, T. (2018). Apresiasi Sastra Anak. Bandung: Pascasarjana UPI.
Huck, Charlote. (1987). Children Literature in the Elementary School.Chicago:
Rand McNally College Publishing Company.
Resmini, N, Hartati, T, Cahyani, I.(2006). Pembinaan, Pengembangan &
Pembelajaran Bahasa&Sastra Indonesia di SD. Bandung: UPI Press.
Rothelin, Liz, dan A. M. Meinbach. (1991). The Literature Connection. USA:
Scott Foresman Company.
Stewig, J. Warren. (1980). Children and Literature. Chicago: Rand Mc Nally
Publishing.
Sudjiman, P. (1984). Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Suyatno. (2004). Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya: SIC.
Tarigan, H. (2011). Dasar-dasar Psikosastra. Bandung: Angkasa.
[Online]. Tersedia dari:
https://muhammadsyailan.blogspot.com/2019/10/makalah-apresiasi-sastra-
reseptif.html)