The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by emaliasulistiana, 2023-07-30 21:55:25

KOSP 22-23 SDN TP 1

KOSP 22-23 SDN TP 1

Tahun pelajaran 2022 -2023 KORWILCAMBIDIK KECAMATAN KARAWANG BARAT DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KARAWANG 2022 kurikulum operasional sdn tanjungpura i


1 LEMBAR PENGESAHAN Berdasarkan hasil rapat dan musyawarah bersama Tim Pengembang Kurikulum tanggal 19 Juli 2022 di SDN Tanjungpura I Kecamatan Karawang Barat maka dengan ini Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I disahkan untuk diberlakukan pada Tahun Pelajaran 2022/2023. Ketua Komite SDN Tanjungpura I, SRI MULYATI Karawang, 18 Juli 2022 Kepala SDN Tanjungpura I, ENCUM SUMINARSIH, S.Pd. NIP. 19830817 200902 1 008 Korwilcambidik Kecamatan Karawang Barat, SUHARYA, S.Pd.M.M. NIP. 1965051419870310005 Pengawas Sekolah, Dra.Hj. Dedeh Sa’adah, M.Pd NIP. 196609021988031004 Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, Drs. H. ASEP JUNAEDI, M.Pd. Pembina Utama Muda NIP. 196402051988031010


2 KATA PENGANTAR Civitas akademik dan stakeholder Pendidikan SDN Tanjungpura I memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia-Nya telah menyelesaikan penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I Tahun pelajaran 2022/2023. Kurikulum ini disusun berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang dirumuskan ke dalam visi pendidikan nasional yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya profil pelajar Pancasila yang beriman bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bernalar kritis, kreatif, mandiri, dan bergotong royong. Kami menyadari bahwa penyusunan kurikulum ini masih banyak kekurangan, secara isi maupun aspek kebahasaan. Diperlukan peran serta civitas akademik dan stakeholder pendidikan untuk perbaikan di masa yang akan datang Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I ini disusun untuk dijadikan bahan acuan, khususnya bagi para tenaga pendidik dan kependidikan, di lingkungan SDN Tanjungpura I dalam rangka mengembangkan sekolah ke arah yang lebih baik. Akhir kata penyusun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terwujudnya kurikulum operasional ini, semoga Allah SWT membalas amal baik kita semua. Aamiin. Karawang, 18 Juli 2022 Tim Penyusun Kurikulum Operasional 1


3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan adalah upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Program sekolah tentang implementasi kurikulum merdeka pada pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistik yang mencakup kompetensi literasi, numerasi dan karakter, yang diawali dengan sumber daya manusia yang unggul. Untuk mencapai tujuan di atas, sekolah membutuhkan sebuah dokumen sebagai acuan dalam menjalankan program belajarnya. Dokumen ini merupakan dokumen kurikulum operasional yang menjadi pegangan (living document) sekolah. Kurikulum operasional ini disusun dengan beberapa alasan: 1. Sebagai pedoman dalam mengembangkan kurikulum 2. Sebagai pedoman mengevaluasi program sekolah 3. Sebagai acuan untuk perencanaan program selanjutnya 4. Sebagai bahan informasi untuk para pemangku kepentingan Sedangkan hal-hal pokok yang dijadikan fokus dalam pengembangan dan penyusunan Kurikulum SDN Tanjungpura I Tahun Ajaran 2022-2023 adalah : 1. Pengembangan peserta didik berdasarkan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 2. Integrasi dan implementasi pengembangan kecakapan abad 21 (karakter, literasi, dan kompetensi) pelajar pada proses belajar mengajar.


4 3. Integrasi dan implementasi pendidikan karakter berdasar Profil Pelajar Pancasila pada proses belajar mengajar. 4. Integrasi dan penerapan teknologi pada proses belajar mengajar. 5. Penerapan prinsip-prinsip kebijakan merdeka belajar yang sudah ditetapkan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. B. Landasan Penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I Dari proses ini dapat jabarkan bahwa Kurikulum SDN Tanjungpura I Tahun Ajaran 2022-2023 dikembangkan dan disusun dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. 4. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak. 5. Kebijakan Pemerintah Provinsi dan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pendidikan. 6. Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Perbup) terkait pendidikan. 7. Karakteristik dan keunikan lingkungan sosial budaya masyarakat sekitar. 8. Karakteristik dan keunikan peserta didik. 9. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru. 10. Konsolidasi Komite Pembelajaran SDN Tanjungpura I


5 11. Hasil kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I. C. Tujuan Penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I Tujuan Penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I ini adalah mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia berdasarkan pada profil pelajar Pancasila. D. Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I Pelaksanaan pembelajaran pada pelaksanaan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan memiliki karakteristik penyempurnaan dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 14 prinsip utama pembelajaran yang perlu guru terapkan. Ada pun 14 prinsip itu adalah: 1. Dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu; pembelajaran mendorong peserta didik menjadi pembelajar aktif, pada awal pembelajaran guru tidak berusaha untuk meberitahu peserta didik karena itu materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk final. Pada awal pembelajaran guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu fenomena atau fakta lalu mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk pertanyaan. Jika biasanya kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan kegiatan inti dimulai dengan peserta didik mengamati fenomena atau fakta tertentu.


6 Oleh karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat bantu pembelajaran untuk mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dengan bertanya. 2. Dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber; pembelajaran berbasis sistem lingkungan. Dalam kegiatan pembelajaran membuka peluang kepada peserta didik sumber belajar seperti informasi dari buku peserta didik, internet, koran, majalah, referensi dari perpustakaan yang telah disiapkan. Pada metode proyek, pemecahan masalah, atau inkuiri peserta didik dapat memanfaatkan sumber belajar di luar kelas. Dianjurkan pula untuk materi tertentu peserta didik memanfaatkan sumber belajar di sekitar lingkungan masyarakat. Tentu dengan pendekatan ini pembelajaran tidak cukup dengan pelaksanaan tatap muka dalam kelas. 3. Dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah; pergeseran ini membuat guru tidak hanya menggunakan sumber belajar tertulis sebagai satusatunya sumber belajar peserta didik dan hasil belajar peserta didik hanya dalam bentuk teks. Hasil belajar dapat diperluas dalam bentuk teks, disain program, mind maping, gambar, diagram, tabel, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mempraktikan sesuatu yang dapat dilihat dari lisannya, tulisannya, geraknya, atau karyanya. 4. Dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi; pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil belajar, tetapi dari aktivitas dalam proses belajar yang dikembangkan dan dinilai adalah sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. 5. Dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; mata pelajaran dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan


7 Pendidikan menjadi komponen sistem yang terpadu. Semua materi pelajaran perlu diletakkan dalam sistem yang terpadu untuk menghasilkan kompetensi lulusan. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran bersama-sama, menentukan karya peserta didik bersama-sama, serta menentukan karya utama pada tiap mata pelajaran bersama-sama, agar beban belajar peserta didik dapat diatur sehingga tugas yang banyak, aktivitas yang banyak, serta penggunaan waktu yang banyak tidak menjadi beban belajar berlebih yang kontraproduktif terhadap perkembangan peserta didik. 6. Dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; di sini peserta didik belajar menerima kebenaran tidak tunggul. Peserta didik melihat awan yang sama di sebuah kabupaten. Mereka akan melihatnya dari tempatnya berpijak. Jika ada sejumlah peserta didik yang melukiskan awan pada jam yang sama dari tempat yang berjauhan, mereka akan melukiskannya berbeda-beda, semua benar tentang awan itu, benar menjadi beragam. 7. Dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; pada waktu lalu pembelajaran berlangsung ceramah. Segala sesuatu diungkapkan dalam bentuk lisan guru, fakta disajikan dalam bentuk informasi verbal, sekarang peserta didik harus lihat faktanya, gambarnya, videonya, diagaramnya, teksnya yang membuat peserta didik melihat, meraba, merasa dengan panca indranya. Peserta didik belajar tidak hanya dengan mendengar, namun dengan menggunakan panca indra lainnya. 8. Peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills); hasil belajar pada rapot tidak hanya melaporkan angka dalam bentuk pengetahuannya, tetapi menyajikan informasi menyangku


8 perkembangan sikapnya dan keterampilannya. Keterampilan yang dimaksud bisa keterampilan membaca, menulis, berbicara, mendengar yang mencerminkan keterampilan berpikirnya. Keterampilan bisa juga dalam bentuk aktivitas dalam menghasilkan karya, sampai pada keterampilan berkomunikasi yang santun, keterampilan menghargai pendapat dan yang lainnya. 9. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; ini memerlukan guru untuk mengembangkan pembiasaan sejak dini untuk melaksanakan norma yang baik sesuai dengan budaya masyarakat setempat, dalam ruang lingkup yang lebih luas peserta didik perlu mengembangkan kecakapan berpikir, bertindak, berbudi sebagai bangsa, bahkan memiliki kemampuan untuk menyesusaikan dengan kebutuhan beradaptasi pada lingkungan global. Kebiasaan membaca, menulis, menggunakan teknologi, bicara yang santun merupakan aktivitas yang tidak hanya diperlukan dalam budaya lokal, namun bermanfaat untuk berkompetisi dalam ruang lingkup global. 10. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); di sini guru perlu menempatkan diri sebagai fasilitator yang dapat menjadi teladan, memberi contoh bagaimana hidup selalu belajar, hidup patuh menjalankan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan prilaku baik lainnya. Guru di depan jadi teladan, di tengah peserta didik menjadi teman belajar, di belakang selalu mendorong semangat peserta didik tumbuh mengembangkan pontensi dirinya secara optimal.


9 11. Pembelajaran berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; karena itu pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan memerlukan waktu yang lebih banyak dan memanfaatkan ruang dan waktu secara integratif. Pembelajaran tidak hanya memanfaatkan waktu dalam kelas. 12. Pembelajaran menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas. Prinsip ini menandakan bahwa ruang belajar peserta didik tidak hanya dibatasi dengan dinding ruang kelas. Sekolah dan lingkungan sekitar adalah kelas besar untuk peserta didik belajar. Lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang sangat ideal untuk mengembangkan kompetensi peserta didik. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya dapat mengembangkan sistem yang terbuka. 13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; di sini sekolah perlu meningkatkan daya guru dan peserta didik untuk memanfaatkan TIK. Jika guru belum memiliki kapasitas yang mumpuni peserta didik dapat belajar dari siapa pun. Yang paling penting mereka harus dapat menguasai TIK sebab mendapatkan pelajaran dengan dukungan TIK atau tidak peserta didik tetap akan menghadapi tantangan dalam hidupnya menjadi pengguna TIK. Jika sekolah tidak memfasilitasi pasti daya kompetisi peserta didik akan jomplang daripada peserta didik yang memeroleh pelajaran dan menggunakannya. 14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; cita-cita, latar belakang keluarga, cara mendapat pendidikan di rumah, cara pandang, cara belajar, cara berpikir, keyakinan peserta didik berbeda-beda. Oleh karena itu pembelajaran harus melihat perbedaan itu sebagai kekayaan yang potensial, memiliki unsur Pendidikan Agama


10 dan Budi Pekerti. Hargai semua peserta didik, kembangkan kolaborasi, dan biarkan peserta didik tumbuh menurut potensinya masing-masing dalam kolobarasi kelompoknya.


11 BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA A.Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan Pendidikan Dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. B. Visi SDN Tanjungpura I Terwujudnya peserta didik yang religius, sehat, berprestasi, dan peduli lingkungan (Resep). C. Misi SDN Tanjungpura I 1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Tuhan YME. 2. Menumbuhkan rasa disiplin, sopan, hormat kepada sesama 3. Menanamkan budaya sehat dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. 4. Mempersiapkan peserta didik yang cerdas dan terampil. 5. Meningkatkan prestasi siswa di bidang akademik dan non akademik. 6. Menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang aktif, kreatif dan inovatif untuk mencapai daya serap dan ketuntasan belajar yang tinggi. 7. Mengoptimalkan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan peserta didik.


12 8. Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran agama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memiliki budi pekerti luhur. 9. Mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan lokal dan global. 10. Menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca. 11. Tetap mengupayakan, mempertahankan keunggulan lokal dan global (Komputer/TI dan Bahasa Inggris) 12. Membekali ketrampilan hidup di dalam masyarakat sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada. 13. Mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat 14. Mempersiapkan diri menjadi sekolah berwawasan lingkungan 15. Mengoptimalkan kegiatan ektrakurikuler 16. Meningkatkan pembinaan tim olahraga (sepak bola, catur, dan atletik). 17. Meningkatkan pembinaan lomba mata pelajaran / olimpiade MIPA D. Tujuan SDN Tanjungpura I Tujuan akhir yang diharapkan oleh SDN Tanjungpura I dalam pelaksanaan program-program sekolah untuk mewujudkan misi sekolah ditetapkan dalam bentuk 3 bagian, yaitu tujuan jangka panjang, tujuan jangka menengah dan tujuan jangka pendek. 1. Tujuan Jangka Panjang 1) Menghasilkan lulusan pembelajar sepanjang hayat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, peduli, cinta tanah air, bangga pada budaya bangsanya dan tenggang rasa. 2) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang mengembangkan potensi siswa secara seimbang (kognitif, sosial, emosional, dan fisik) melalui kegiatan yang


13 terintegrasi 3) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa di semua kelas melalui pembinaan dan pendampingan 4) Menciptakan budaya sekolah melalui pembiasaan penerapan nilai-nilai baik 5) Menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya. 6) Meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan evaluasi yang berkesinambungan 2. Tujuan Jangka Menengah 1) Membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat serta memiliki profil sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. 2) Menyusun desain pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, menyenangkan dan kontekstual yang berpusat pada siswa. 3) Membekali peserta didik dengan kompetensi abad 21 dan literasi dasar. 4) Memfasilitasi pelajar dapat melampaui kompetensi pengetahuan (akademik dan non akademik) dan keterampilan minimal tingkat SD berdasarkan minat dan bakat. 5) Melaksanakan evaluasi diri sekolah melalui berbagai teknik pengambilan data 3. Tujuan Jangka Pendek a. Basis Profil Pelajar Pancasila 1) Melaksanakan pembiasaan sikap berbasis Profil Pelajar Pancasila secara terintegrasi pada 100% mata pelajaran


14 yang diselenggarakan baik dalam bentuk tatap muka atau dalam bentuk kegiatan proyek. 2) Melaksanakan 100% penilaian sikap berbasis Profil Pelajar didik Pancasila. 3) Mendorong 90% peserta didik mencapai minimal predikat BAIK pada penilaian sikap berbasis Profil Pelajar Pancasila. b. Proses belajar mengajar terintegrasi 1) Mendorong agar tingkat keterlibatan pelajar dalam proses belajar mengajar mencapai minimal 100 %. 2) Mengelola proses belajar mengajar agar tingkat kepuasan pelajar mencapai minimal 90%. 3) Mengintegrasikan project profil Pancasila pada 90 % mata pelajaran inti. 4) Memfasilitasi 90 % belajar menghasilkan minimal 1 produk kreatif per tahun dari project profil Pancasila. c. Evaluasi dan asesmen 1) Memfasilitasi 90 % pelajar mampu mencapai rata-rata nilai akhir tahun ajaran minimal 70 pada aspek pengetahuan dan keterampilan. 2) Melaksanakan 100% proses penilaian yang mengandung minimal 25% soal bertipe HOTS. 3) Membekali agar 100% peserta didik mampu menjawab minimal 75 % soal AKM (Asesmen Kompetensi Minimal) dengan benar. d. Student center sesuai dengan bakat dan minat 1) Mendorong 90% pelajar memilih ekstrakurikuler berdasar bakat dan minatnya.


15 2) Mengikutkan 90% pelajar pada minimal 1 ekstrakurikuler pilihan sesuai bakat dan minatnya. 3) Mengikutkan 90% pelajar pada minimal 1 lomba/kompetisi akademik dan non akademik per tahun E. Profil Pelajar SDN Tanjungpura I Bentuk hasil akhir layanan pendidikan yang diberikan oleh sekolah adalah kualitas lulusannya. Kualitas lulusan menjadi tolak ukur tingkat keberhasilan program pendidikan yang dijalankan oleh sekolah. Kualitas lulusan yang diharapkan oleh SDN Tanjungpura I secara umum tergambar dalam Visi, Misi dan Tujuan SDN Tanjungpura I. Lulusan diharapkan juga dapat menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat. Untuk memberi penggambaran lebih jelas kualitas lulusan tersebut maka berikut dijabarkan dalam bentuk profil pelajar dari SDN Tanjungpura I. Profil Pelajar SDN Tanjungpura I, meliputi: 1. Membentuk individu sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berpikir global dengan tetap menjunjung nilai budaya bangsa 2. Berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila 3. Memiliki kemampuan Akademik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila 4. Memiliki kemampuan Non Akademik sesuai dengan profil Pelajar Pancasila 5. Senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.


16 BAB III STRUKTUR KURIKULUM SDN TANJUNGPURA I A. Alur Penyusunan Rancangan Kurikulum Operasional Arah Pengembangan Sekolah VISI MISI TUJUAN PROFIL PELAJAR STRUKTUR KURIKULUM REGULER Kerangka Kurikulum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat


17 B. Intrakurikuler 1. Mata Pelajaran Umum Mata pelajaran yang dilaksanakan oleh SDN Tanjungpura I tahun pelajaran 2022/2023 adalah Pendidikan Agama Islam sebagai agama mayoritas peserta didik, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Seni dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Sedangkan untuk mata pelajaran Seni mengakomodir Seni Musik, Seni Rupa dan Seni Tari. Kurikulu, 2013 untuk kelas 2, 3, 5 dan 6 Pembelajaran dibuat tematik terpadu untuk mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia dan IPAS dan Seni. Sedangkan untuk Pendidikan Agama Islam. Matematika dan PJOK dilakukan parsial. Rencana pembelajaran tematik dan mata pelajaran memuat tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang lengkap. Tujuan pembelajaran dibuat terukur, sehingga dapat terlihat progress dan umpan balik yang jelas pencapaiannya. Dalam kegiatan inti harus tersirat implentasi model pembelajaran (contohnya: problem based learning, project based learning dan inquiry based learning dan lainnya) dan strategi pembelajaran yang beragam untuk mengakomodir perbedaan karakteristik peserta didik. Rencana pembelajaran bersifat reflektif. Kontinuitas pembelajaran dapat terlihat dengan harapan tidak terjadi gap dan miskonsepsi dari pembelajaran sebelumnya. Dapat disusun mingguan yang tertuang ke dalam jadwal pembelajaran mingguan, namun catatan refleksi menjadi tambahan dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.


18 Gambar 2. Alur Pelaksanaan Pembelajaran Muatan mata pelajaran yang dilaksanakan di SDN Tanjungpura I, adalah : a. Matematika Pembelajaran matematika bersifat kontekstual dan membutuhkan pembiasaan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi matematika. Pembelajaran dimulai dari hal yang konkret, melalui eksplorasi dan praktik langsung untuk memberikan kesempatan pada siswa menemukan jawaban. Kompetensi memecahkan masalah menjadi tujuan utama dalam pengembangan kurikulum matematika. b. Sains Dasar Pembelajaran Sains Dasar berfokus pada peristiwa yang terjadi di sekitar siswa. Siswa belajar melalui apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dari fenomena yang terjadi di sekitarnya siswa belajar menemukan fakta, mengidentifikasi masalah, dan memecahkannya. Keterampilan berikut ini dikembangkan secara terus menerus melalui berbagai kegiatan yang kontekstual untuk menstimulasi rasa ingin tahu.


19 • Mengamati • Membuat dugaan • Memprediksi • Membuat model • Mengklasifikasi • Mengevaluasi • Mengembangkan keterampilan mencari informasi • Mengembangkan komunikasi dan interpersonal • Menganalisis data dan informasi c. Literasi/Bahasa Indonesia Empat keterampilan literasi: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis diintegrasikan melalui berbagai kegiatan. Kemampuan membaca dan menulis dikembangkan melalui program berikut: Program Membaca Program Menulis Pemodelan Membaca (Modelled Reading) Membaca Bersama (Shared Reading ) Pemodelan Menulis (Modelled Writing) Menulis Bersama (Shared Writing) Membaca Terbimbing (Guided Reading) Membacakan Cerita (Read Aloud) Menulis Terbimbing (Guided Writing) Menulis Asyik (Writing Workshop) Membaca Senyap Bedah Novel d. Pendidikan Agama Islam Tujuan dari pendidikan agama di Sekolah SDN Tanjungpura I adalah: 1. Siswa memliki kehidupan beragama yang baik 2. Siswa mempratikkan kegiatan ritual agamanya 3. Siswa mampu membaca Al Qur’an.


20 4. Siswa menerapkan adab-adab terpuji. Untuk mencapai tujuan di atas, Sekolah menyiapkan guru agama sesuai dengan agama peserta didik Dalam hal ini 100% agama peserta didik adalah beragama Islam. Untuk kegiatan membaca kitab suci Al-Quran, siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan membacanya. e. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Siswa mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai melalui contoh, pembiasaan, kejadian sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat. Siswa dilibatkan dalam proses diskusi untuk menentukan kesepakatan kelas yang menjadi acuan dalam sikap sehari-hari, sehingga diharapkan menjadi warga yang baik di sekolah, di rumah, dan di masyarakat. Siswa belajar menghargai diri sendiri, menghargai sesama, menghargai lingkungan, dan menghargai hasil karya, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini bukan hanya sekadar dipelajari di dalam kelas, namun diterapkan ketika siswa berinteraksi dengan orang lain dalam keseharian. f. Olahraga Tujuan utama dari pembelajaran olahraga adalah mengenalkan sikap sportivitas dan hidup sehat melalui permainan-permainan yang mengembangkan motorik kasar. Sikap disiplin, kerja sama, dan memerhatikan keamanan (safety) diri dan orang lain dilatih saat siswa berkegiatan. g. Seni Musik Pelajaran seni mengedepankan dan mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, sensitivitas, harmonisasi, percaya diri, dan apresiasi. Selain itu, melalui pelajaran seni visual, siswa dapat mengembangkan keterampilan visual dan spatial. Program seni bertujuan: 1. Mengembangkan kemampuan berbahasa


21 2. Menumbuhkan kesadaran terhadap budaya 3. Meningkatkan disiplin 4. Mengembangkan keterampilan bersosialisasi 5. Menstimulasi pertumbuhan otak dan daya ingat. h. Bahasa Inggris Sebagai bahasa yang banyak digunakan oleh warga dunia, siswa Tara Salvia belajar bahasa Inggris sejak kelas 1. Tujuan utama pembelajaran bahasa Inggris adalah berkomunikasi secara aktif. Siswa belajar melalui berbagai media dan kegiatan, seperti mendengarkan lagu, bercerita, memasak, permainan, menonton video, serta bermain peran. Selama pelajaran bahasa Inggris, Sekolah menciptakan lingkungan kelas aktif berbahasa Inggris. Pengadaan berbagai buku cerita bergambar di sudut baca mendukung siswa untuk mengembangkan perbendaharaan kosakata. Pengembangan empat keterampilan berbahasa merujuk kepada sebuah tema yang diambil dari buku cerita atau menyesuaikan dengan tema yang dikembangkan oleh guru kelas. 2. Mata Pelajaran Bahasa Daerah Selain mata pelajaran umum, SDN Tanjungpura I pun mengakomodir bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Bahasa Sunda merupakan bahasa ibu bagi masyarakat Karawang. Bahasa daerah juga menjadi bahasa pengantar pembelajaran di kelas-kelas awal. Melalui pembelajaran bahasa daerah diperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Daerah dengan baik dan benar, baik


22 secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah. Desain pembelajaran mata pelajaran Bahasa Daerah diturunkan dari kompetensi yang telah disusun oleh tim pengembang kurikulum Bahasa Daerah Provinsi Jawa Barat. C. Pengembangan Diri Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial belajar, dan pengembangan karir peserta didik. Penilaian pengembangan diri dilakukan secara kualitatif. Adapun tahapan kegiatan pengembangan diri dilakukan dengan cara: 1) Identifikasi yang meliputi daya dukung, potensi bakat dan minat peserta didik dan potensi daerah. 2) Pemetaan untuk : a) Jenis layanan pengembangan diri b) Petugas yang melayani c) Peserta didik yang dilayani 3) Pelaksanaan program a) Pelaksanaan ( Orentasi, pemantapan, pengembangan ) b) Monitoring Pelaksanan c) Penilaian ( terjadwal, terstruktur, kualitatif ) 4) Analisis hasil penilaian (berbasis data, proporsional, realistis, valid, transparan dan akuntabel)


23 5) Pelaporan berupa format deskripsi dalam buku laporan pengembangan diri. Pilihan pengembangan diri di adalah sebagai berikut. 1.Ekstrakurikuler Bahasa Inggris. Pengembangan diri yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris peserta didik melalu berbicara, menulis dan mendengarkan. Konten materi lebih mengedepankan kepada hal-hal sederhana yang dapat ditemukan dalan kehidupan sehari-hari seperti perkenalan diri, keadaan di rumah, kelas, sekolah dan lingkungan sekitar. 2. TIK. Pembelajaran TIK merupakan program unggulan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik dalam menyongsong abad milenial, revolusi Industri 4.0 yang dilakukan serba komputerisasi dan serba digital. 3. Latihan Baris berbaris untuk meningkatkan kedisipilinan dan ketrampilan dalam pelaksanaan upacara bendera pada hari senin dan mengikuti LTUB. D. Ekstrakurikuler Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Berdasarkan pelaksanaanya, ekstrakurikuler sebagai wadah penyaluran dan pengembangan potensi bakat dan minat pelajar dibidang non akademis, yang dapat medukung kompetensi akademis pada umumnya, dan memberikan kesempatan peserta didik mengekspresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok.


24 Jenis ekstrakurikuler di SDN Tanjungpura I terdiri dari kelompok Kepemimpinan/Sosial, olah raga, kelompok seni, dan kelompok akademis, dapat dilihat pada tabel berikut ini: NO Jenis Kegiatan Indikator Keberhasilan dan Implemetasi Profil Pelajar Pancasila Sasaran A Akademik 1. MIPA Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi kompetisi atau kejuaraan untuk menjadi yang terbaik dalam bidangnya masing-masing dengan karakter yang mandiri dan memiliki kreativitas. Kelas 4 Kelas 5 2. Calistung Kelas 1, 2, 3 3. Siswa Berprestasi Kelas 1-5 B Olahraga 4. Volyball Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan olah raga karate, catur, silat dan futsal dengan karakter yang mandiri dan gotong royong. Kelas 4 5 Futsal Kelas 4,5 6 Oltrad Peserta ddidik mengembangkan dan meningkatkan kemampuan olahraga dagongan, tarumpah, engrang, dan hadangan. Kelas 4,5,6 7 Atletik Kid Peserta didik meningkatkan Kelas 4,5,6


25 kemampuan dan ketrampilan dalam cabang lari 100M, lari rintangan, lompat jauh, lempar lembing. C Seni dan Budaya 6 Seni lukis Mempersiapkan peserta didik dalam mengembangkan dan meningkatkan kemampuan seni lukis dan musik yang berkarakter kebhinekaan global, mandiri dan kreatif. Kelas 1-6 D Keorganisasian 11. Pramuka Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kepemimpinan, kebhinekaan global, kemandirian, kreatif, disiplin, tanggungjawab dan semangat nasionalisme. Kelas 1 - 6 E. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam kurikulum operasional di satuan pendidikan SDN Tanjungpura I dirancang pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila. Pembelajaran ini masuk ke dalam ko-kurikuler yang dirancang dalam sesuai tema besar yang telah ditentukan dengan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran sebagai bentuk proyek implementasi Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan.


26 Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikemas dalam dua proyek utama yang dapat ditampilkan secara terpadu dari mulai kelas 1 dan kls 4. Pengalokasian waktu untuk kegiatan ini terpisah dari alokasi waktu kegiatan intrakurikuler sehingga tidak mengurangi kegiatan regular mingguan. Selain kedua proyek besar tersebut, dimensi Profil Pelajar Pancasila pun dikembangkan dalam proses pembelajaran intrakurikuler dalam pembelajaran tema dan mata pelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler. Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila diselaraskan dengan potensi lokal yang menjadi ciri khas satuan pendidikan, capaian operasional pembelajaran, dapat mengakomodir keragaman minat bakat peserta didik dan mampu mengembangkan kecakapan hidup peserta didik. Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Gambar 3. Karakteristik Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam membuat rancangan pembelajaran berbasis proyek terdapat langkah- langkah yang harus disusun secara bertahap mulai dari mengidentifikasi masalah dengan pertanyaan pemicu yang diambil dari permasalahan kontekstual implementasi Profil Pelajar Pancasila kemudian merancang proyek secara kolaboratif antara guru dan peserta didik disertai program penjadwalan yang disepakati, setelah itu dilanjut ke tahap pelaksanaan. Di bagian


27 akhir ada presentasi hasil yang akan dievaluasi dan kemudian menjadi refleksi untuk perbaikan. Gambar 4. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek Pada tahun pelajaran 2022/2023, pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila mengusung implemetasi nilai-nilai Pancasila. Diawali dengan menganalisis permasalahan kontekstual yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kemudian menentukan proyek dalam bentuk hasil karya tulis, gerak dan seni, jiwa kewirausahaan dan potensi sumber daya alam dan budaya lokal di sekitar satuan pendidikan. Proyek ini dikembangkan per jenjang kelas dengan bimbingan guru kelas dan guru mata pelajaran yang kemudian digabungkan dalam satu event di akhir proyek di tiap-tiap akhir semester. Proyek pertama yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2022 dengan mengambil tema kewirausahaan yang mengusung pemanfaatan sampah dalam menanggulangi masalah lingkungan di sekitar sekolah. Proyek kedua dilaksanakan pada bulan Mei bertema Cerlang Budaya Daerah yang mengemas pentas seni Jaipong untuk menampilkan proses riset budaya peserta didik untuk menjadi duta budaya Sunda. Proyek ini pun sebagai bentuk peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional yang merupakan tonggak sejarah dalam dunia pendidikan yang mengusung persatuan dan kesatuan bangsa. Tahap terakhir adalah tercapainya tujuan akhir dari pembelajaran berbasis proyek ini, yaitu selain untuk


28 mengimplementasikan dalam keseharian sebagai agen Profil Pelajar Pancasila, juga untuk merancang pembelajaran ko-kurikuler yang inovatif, menarik dan capaian pembelajaran yang terkemas berbeda. Pembelajaran ini juga bentuk penguatan karakter yang membudaya pada satuan pendidikan F. Aktualisasi Budaya Sekolah Kegiatan pembiasaan merupakan budaya sekolah yang dilaksanakan setiap hari sebagai upaya pendidikan pembentukkan karakter peserta didik sebagai implementasi Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan pembiasaan dilaksanakan secara rutin, baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan, dan tehnik pelaksanaannya ada yang terstruktur dan spontan atau berupa direct dan indirect learning, yang bertujuan melatih dan membimbing peserta didik bersikap dan berperilaku dengan menananmkan nilai-nilai karakter baik sehingga menjadi habituasi yang terinternalisasi dalam hati dan jiwa peserta didik. Berikut adalah budaya sekolah yang dilaksanakan adalah: a) Kegiatan Harian, terdiri dari kegiatan: 1) Penyambutan peserta didik 2) Salam pagi/embun pagi 3) Zikir pagi / Do’a sebelum belajar/Asma Ulhusna 4) Menyanyikan lagu daerah dan kebangsaan 5) Shalat zuhur berjama’ah 6) Gerakan Pungut Sampah (GPS) 7) Literasi pagi 8) Piket Kelas 9) 5S (Senyum, salam, sapa, santun dan sopan) 10)Cinta Alam b) Kegiatan Mingguan, terdiri dari kegiatan: 1) Upacara Bendera (Senin) 2) Senam Sehat (Sabtu)


29 3) Rebo nyunda (Rabu) 4) Sholat Dhuha (Jum’at pagi) 5) Pembacaan Yasin dan Sholawat (Jum’at) 6) Pramuka (Sabtu) 7) Infaq shodaqoh (Jum’at) 8) Latihan ekskul (Sabtu) c) Kegiatan 2 bulanan merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap 2 bulan pada hari Sabtu ke-4 bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kompettitif, sportif dan keberanian, yaitu dengan melaksanakan program Aku Bisa. d) Kegiatan tahunan ini dilaksanakan setahun sekali yang bertujuan menanamkan dan meningkatkan kesadaran peserta didik untuk menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, membentuk kecakapan hidup dan mengembangkan minat bakat peserta didik yang percaya diri, seperti: 1) Bakti sosial di bulan Ramadhan. 2) Peringatan Hari Nasional 3) Pameran kelas 4) Unjuk Kabisa 5) Persami e) Kegiatan insidentil yaitu kegiatan yang dilakukan sewaktu-waktu disesuaikan dan kondisi riil dan situasi nyata seperti aksi donasi gempa bumi, menengok teman yang sakit, aksi donasi buku, pemeriksaan kesehatan yang bekerjasama dengan puskesmas melalui program BIAS dan lain sebagainya. f) Kegiatan adab siswa merupakan kegiatan yang dilaksanakan baik di sekolah maupun di rumah yang bertujuan untuk memberikan bekal kepada peserta didik untuk berinteraksi dalam sosial kemasyarakatan dan keterampilan dirinya. Adab ini ruanglingkupnya adab terhadap guru, orangtua, teman dan lingkungan.


30 G. Sistem Pembagian Waktu Pembelajaran Pengaturan waktu belajar intrakurikuler setiap mata pelajaran di dari kelas 1 sampai dengan 6 akan dikemas tematik dan sebagian parsial secara reguker per minggu. Selain itu teerdapat pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam bentuk kegiatan kokurikuler. Pengaturan waktu belajar adalah sebagai berikut. No Mata Pelajaran Banyak JP Per Minggu Kegiatan Reguler Per Minggu Proyek Profil Pelajar Pancasil a Total Per Tahun 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 JP 108 36 144 2 PPKn 4 JP 144 36 180 3 Bahasa Indonesia 6 JP 198 54 252 4 Matematika 5 JP 170 46 216 5 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 5 JP 170 46 216 6 Seni (Pilihan minimal 1) Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater Seni Tari 3 JP 108 36 144 7 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) 3 JP 108 36 144 8 Muatan Lokal (Bahasa Sunda) 2 JP 76 - Total 28 JP 1006 290 1296


31 Pada tabel di atas, pengemasan tematik ada di mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, dan Seni. Seni dapat dipilih minimal satu sub mata pelajaran, yaitu seni music, seni rupa, seni teater atau seni tari. Sedangkan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Matematika dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila berada di luar jam pembelajaran regular dengan komposisi 20-30% dari alokasi waktu selama satu tahun. Sehingga proyek ini tidak mengganggu atau mengurangi jumlah jam pembelajaran intrakurikuler. Setelah analisis kebutuhan mapel, maka akan disusun analisis operasional sebagai turunan dari capaian pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang telah disediakan pusat. Analisis ini akan diselaraskan dengan muatan lokal dan potensi daerah juga program sekolah dengan menghitung alokasi waktu yang tidak membebani peserta didik agar kenyamanan dan kebahagiaan dalam belajat tetap terjaga utuh. Kurikulum ooperasional di satuan Pendidikan SDN Tanjungpura I mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam dan mengedepankan proses dinamis yang reflektif dalam proses pelaksanaannya sehingga tujuan akhir profil peserta didik sesuai dengan yang diharapkan pada visi, misi dan tujuan sekolah. H. Kalender Pendidikan Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengembangan Kalender Pendidikan SDN Tanjungpura I. mengacu pada rambu-rambu sebagai berikut: a) Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan


32 pendidikan, yaitu pada bulan Juli 2022. b) Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan dan Kepala Daerah tingkat kabupaten/kota. c) Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal. d) Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus. e) Kalender Pendidikan disusun dengan berpedoman kepada kalender pendidikan Provinsi Jawabarat yang disesuaikan dengan program sekolah.


33 Kalender Pendidikan SDN Tanjungpura 1 Tahun Ajaran 2022-2023


34 BAB IV ISI I. Strategi Pembelajaran Dalam melaksanakan pembelajaran kepada pelajar, SDN Tanjungpura I menetapkan suatu standar strategi pembelajaran untuk diterapkan oleh guru dalam masing-masing mata pelajaran. Standar strategi pembelajaran yang ditetapkan disusun berdasarkan prinsip untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dengan melibatkan pemahaman semua bagian konsep yang dipelajari dan berkaitan satu sama lain. Strategi ini diharapkan membuat pembelajaran bersifat aktif, konstruktif, dan melibatkan pelajar dalam proses pembelajaran. Adapun standar strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh SDN Tanjungpura I adalah sebagai berikut: 1. Koordinasi Persiapan Pembelajaran Persiapan pembelajaran perlu dilakukan oleh guru kelas. Kegiatan ini dilakukan untuk membuat kesepakatan terhadap jalan nya proses pembelajaran, agar berjalan secara efektif dan sesuai dengan ATP. 2. Prosedur Untuk prosedur pelaksanaan pembelajaran dalam 1 kali pertemuan standarnya adalah terdiri dari kegiatan Pembuka, Inti dan Penutup. Setiap kegiatan memiliki komponen minimal yang harus dilaksanakan oleh guru namun guru diperbolehkan untuk menambah variasi agar pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan menarik selama tetap memperhatikan ketercukupan waktu pertemuan. Komponen minimal dari setiap kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut:


35 No Kegiatan Komponen Minimal 1 Pembuka 1. Menyiapkan kondisi fisik dan psikis pelajar 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4. Memberikan apersepsi 2 Inti 1. Melaksanakan pembelajaran sesuai model pembelajaran yang dipilih 2. Melakukan integrasi keterampilan Literasi, 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking & Creativity) dan HOTS (High Order Thinking Skill) dalam pembelajaran 3 Penutup 1. Melakukan refleksi 2. Menyampaikan rencana tindak lanjut 3. Pendekatan Pembelajaran Beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh disesuaikan dengan kebutuhan. Pendekatan pembelajaran SDN Tanjungpura I tersebut adalah : 1. Pendekatan Kontekstual (Contetextual Teaching dan Learning) 2. Pendekatan Pembelajaran Aktif ( Active learning) 3. Pendekatan Saintifik 4. Pendekatan Konstruktivisme 4. Model Pembelajaran Standar model pembelajaran yang dipergunakan oleh SDN Tanjungpura I dipilih berdasar kebutuhan untuk memberikan pembelajaran dalam kegiatan inti pembelajaran yang diberikan pada pelajar. Model pembelajaran SDN Tanjungpura I tersebut adalah:


36 1. Problem Based Learning 2. Project Based Learning 3. Inquiry Learning 4. Discovery Learning 5. Metode Pembelajaran Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, guru membutuhkan metode dalam pembelajaran. Beberapa metode pembelajaran yang disesuaikan dengan materi, antara lain adalah ceramah, diskusi, demonstrasi, tanya jawab, latihan(Drill), karyawisata, cooperative scripts, mind mapping, talking stick, think pair share (TPS), make a mach, picture to picture, sort card, dll. J. Penilaian Hasil Belajar 1. Jenis dan Format Penilaian SDN Tanjungpura I menggunakan dua macam penilaian, yaitu penilaian formatif dan peniilaian sumatif, yang dapat digambarkan sebagai beriku Sikap observasi penilaian diri penilaian antar teman Ketrampilan praktik projek produk portofolio Pengetahuan tertulis tidak tertulis SUMATIF FORMATIF


37 2. Standar Ketuntasan Setiap pelajar harus memenuhi standar ketuntasan untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan jenis penialaian pada setiap fase. Berikut standar ketuntasan minimal yang harus dipenuhi pelajar untuk bisa melanjutkan pada fase berikutnya. No Jenis Penilaian Fase A Fase B 1. Sikap (berlaku untuk setiap dimensi profil pelajar Pancasila) Kategori Baik Kategori Baik 2. Pengetahuan (berlaku untuk semua mata pelajaran) 70 70 3. Keterampilan (berlaku untuk semua mata pelajaran) 70 70 K. Layanan Inklusi Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif, SDN Tanjungpura I menyediakan pelayanan untuk pelajar dengan keterbatasan yang memilih menempuh pendidikannya di sekolah umum. SDN Tanjungpura I tetap mengusung keadilan dalam pendidikan dimana satuan pendidikan menerima peserta didik dengan berbagai latar belakang kemampuan diri. Untuk alasan tersebut, Sekolah merancang program inklusif dalam bentuk program individu yang dapat memfasilitasi peserta didik berkebutuhan khusus dengan kategori rendah. Program individu disusun dengan penyesuaian kebutuhan masing-masing peserta didik, baik akademik maupun nonakademik. Program ini disusun oleh tim guru dengan melibatkan orang tua dan terapis atau psikolog. Hal utama yang diperhatikan dalam proses penyusunan program ini adalah bagaimana peserta didik dengan kebutuhan khusus mampu melakukan kecakapan


38 dasar, keterampilan hidup, dan penumbuhan percaya diri. Kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi baca, tulis hitung, cara bersosialisasi dan kemandirian merupakan bentuk program individu tersebut. Program ini pun akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan sekali atau bisa lebih cepat jika ada kondisi khusus untuk penyesuaian sehingga dapat terlihat bagaimana perkembangan peserta didik. Pengondisian dalam lingkungan belajar dan bermain menjadi fokus utama lainnya sehingga peserta didik mampu belajar hal positif dari lingkungan sekitarnya, penerimaan yang baik dari lingkungan sekitar dan terhindar dari kasus bullying. L. Supervisi Dan Pembinaan 1. Supervisi a. Supervisi Kegiatan Intrakurikuler Kegiatan yang disupervisi a. Pelaksanaan pembelajaran b. Penilaian hasil belajar c. Strategi Pembelajaran Pihak yang terlibat Sasaran: Semua guru Supervisor: Kepala sekolah Waktu pelaksanaan Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester. Supervisi dilaksanakan melalui dua tahap: Tahap 1: Diadakan untuk melihat kondisi awal proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Tahap 2: Diadakan untuk melihat progress dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan, setelah mendapat masukan dan sharing informasi


39 dengan supervisor. Supervisi dilaksanakan melalui teknik observasi dan pengumpulan data hasil capaian pembelajaran dan pengumpulan data hasil capaian proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Kategori / Level Pencapaian Level 1 = < 2,59 = Pemula Level 2 = 2,6 – 2,99 = Mampu Level 3 = 3,0 -3,59 = Mahir Level 4 = 3,6 – 4,0 = Ahli b. Supervisi Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan yang disupervisi a. Keterlaksanaan program kegiatan b. Capaian program kegiatan (capaian profil pelajar Pancasila dan capaian presatasi) Pihak yang terlibat Sasaran: Semua pengajar ekstrakurikuler Supervisor: Kepala sekolah, Guru Senior Waktu pelaksanaan Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila,dan melalui serta pengumpulan data hasil capaian prestasi. Kategori / Level Pencapaian Level 1 = < 2,59 = Kurang Memuaskan Level 2 = 2,6 – 2,99 = Cukup memuaskan Level 3 = 3,0 -3,59 = Memuaskan Level 4 = 3,6 – 4,0 = Sangat Memuaskan c. Supervisi Kegiatan Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila Kegiatan yang a. Keterlaksanaan program kegiatan


40 disupervisi b. Capaian penguatan proyek profil pelajar Pancasila Pihak yang terlibat Sasaran: Semua guru Supervisor: Kepala sekolah Waktu pelaksanaan Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi dan melalui pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila. Kategori / Level Pencapaian Level 1 = < 2,59 = Kurang Baik Level 2 = 2,6 – 2,99 = Cukup Baik Level 3 = 3,0 -3,59 = Baik Level 4 = 3,6 – 4,0 = Sangat Baik d. Supervisi Kegiatan Program Pembiasaan Kegiatan yang disupervisi a. Keterlaksanaan program kegiatan b. Capaian program kegaitan. Pihak yang terlibat Sasaran: Semua tim pelaksana program Supervisor: Kepala sekolah Waktu pelaksanaan Supervisi dilaksanakan minimal satu kali dalam satu semester, melalui teknik observasi dan melalui pengumpulan data hasil capaian proyek profil pelajar Pancasila.


41 Kategori / Level Pencapaian Level 1 = < 2,59 = Kurang Memuaskan Level 2 = 2,6 – 2,99 = Cukup memuaskan Level 3 = 3,0 -3,59 = Memuaskan Level 4 = 3,6 – 4,0 = Sangat Memuaskan 2. Pembinaan/ Professional Development Program pembinaan dilakukan bertujuan untuk membantu guru atau pelaksana program dalam mengembangkan kemampuan belajar mengajar atau melaksanakan program dengan baik. Program pembinaan dilakukan untuk menindaklanjuti hasil supervisi dengan cara sebagai berikut: a) Memberikan Feedback Memberikan feedback bisa dilakukan dari hasil supervisi dan analisis kekuatan dan kelemahan yang ditemukan saat pelaksanaan supervise. Sekolah melakukan pembinaan atas kekuatan dan kelemahan yang ditemukan dari guru dan pelaksana program dengan cara melakukan pendekatan klinis yang dilanjutkan dengan program pengembangan dalam rangka sebagai bentuk upaya meningkatkan mutu sekolah dari Supervisi Klinis ke supervisi Pengembangan. Tahapan dalam pelaksanaan feedback adalah sebagai berikut: Pengantar Opening Control emosi Jenis pertanyaan: nama, lama mengajar, kesan selama mengajar atau melaksanakan program Isi Asserting Asking Probing Confirming Teaching Afirming Solusi Menyepakati solusi aplikatif yang akan diterapkan Solusi harus jelas Dicatat Diklarifikasi Dipastikan targetnya Konfirmasi Konfirmasi apakah guru atau pelaksana program telah memahami apa yang telah dimaksudkan Konsolidasi menyimpulkan apa yang telah dibicarakan dan rencana follow up


42 b) Memberikan Pembinaan Lanjutan Pembinaan lanjutan dapat diberikan sekolah berdasarkan kebutuhan guru atau pelaksana program untuk meningkatkan kualitas mengajar atau keterlaksanaan program secara efektif dan produktif. c) Memberi reward (rangsangan untuk perbaikan). Sekolah memberikan apresiasi atas kekuatan yang ditemukan dari guru atau pelaksana program.


43 BAB V PENUTUP A. Evaluasi Kurikulum Kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan upaya menjamin pelaksanaan kurikulum SDN Tanjungpura I agar berjalan lancar dan tepat sasaran. Kegiatan ini dirancang berdasar kebutuhan sekolah untuk mencapai tujuan dan Profil Pelajar Pancasila SDN Tanjungpura I yang telah ditetapkan sekolah. Komponen yang dimonitor dan dievaluasi, antara lain: 1. Visi, Misi dan Tujuan SDN Tanjungpura I 2. Profil Pelajar Pancasila SDN Tanjungpura I 3. Struktur Kurikulum SDN Tanjungpura I Bentuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi kurikulum SDN Tanjungpura I melibatkan stake holder internal maupun eksternal dengan tujuan agar hasil evaluasi yang dapat bisa lebih lengkap melihat pelaksanaan kurikulum dari berbagai sisi. Evaluasi yang lengkap akan mempermudah proses penyempurnaan dan proses tindak-lanjut pengembangan kurikulum di tahun ajaran berikutnya. Bentuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi kurikulum SDN Tanjungpura I dapat dilihat pada tabel berikut : No Waktu & Bentuk Pelaksanaan Sumber Data Pelaksana Hasil 1 Harian Observasi Respons pelajar dalam KBM Guru Catatan anekdotal KBM Pengawasan Kepala Catatan


44 No Waktu & Bentuk Pelaksanaan Sumber Data Pelaksana Hasil Pelaksanaan KBM Sekolah Tim Monitoring & Evaluasi anekdotal pengawasan KBM Penilaian Penilaian sumatif & formatif harian pada pelajar Guru Kumpulan nilai harian 2 Per-bulan Pemetaan Kumpulan nilai harian Guru Laporan perkembangan belajar Rencana tindak lanjut bulan sebelumnya Tim Monitoring & Evaluasi Laporan hasil tindak lanjut Focus Discussion Group (FDG) 1. Catatan anekdotal KBM 2. Catatan anekdotal pengawasan KBM 3. Laporan perkembangan belajar 4. Laporan hasil tindak lanjut Tim Monitoring & Evaluasi Guru Walikelas 1. Laporan Monitoring & Evaluasi bulanan 2. Rencana tidak lanjut bulanan


45 No Waktu & Bentuk Pelaksanaan Sumber Data Pelaksana Hasil 3 Per-semester Penilaian Penilaian sumatif & formatif semester pada pelajar Guru Nilai akhir semester Kuisioner Pelajar Walikelas Rekap hasil kuisioner pelajar Pemetaan 1. Kumpulan nilai harian 2. Nilai akhir semester Guru Laporan hasil belajar Rencana tindak lanjut semester sebelumnya Tim Monitoring & Evaluasi Laporan hasil tindak lanjut semester Supervisi 1. KBM 2. Dokumen Administrasi Kepala Sekolah Tim Supervisi Laporan hasil supervisi semester Focus Discussion Group (FDG) 1. Rekap hasil kuisioner pelajar 2. Laporan Kepala Sekolah Tim Monitoring 1. Laporan Monitoring & Evaluasi semester


46 No Waktu & Bentuk Pelaksanaan Sumber Data Pelaksana Hasil Monitoring & Evaluasi bulanan 3. Laporan hasil belajar 4. Laporan hasil supervisi semester 5. Laporan hasil tindak lanjut semester & Evaluasi Guru Walikelas Komite 2. Rencana tidak lanjut semester 4 Per-tahun Kuisioner Orangtua / wali pelajar Walikelas Rekap hasil kuisioner orangtua / wali Pemetaan Tujuan kurikulum SDN Tanjungpura I Tim Monitoring & Evaluasi Laporan hasil capaian kurikulum SDN Tanjungpura I Focus Discussion Group (FDG) 1. Rekap hasil kuisioner orangtua / wali 2. Laporan Monitoring & Evaluasi Kepala Sekolah Tim Monitoring & Evaluasi Guru Walikelas 1. Laporan Monitoring & Evaluasi 1 tahun 2. Rencana kurikulum SDN


47 No Waktu & Bentuk Pelaksanaan Sumber Data Pelaksana Hasil semester 3. Laporan hasil capaian kurikulum SDN Tanjungpura I Komite Ahli Perwakilan Dinas Pendidikan Tanjungpur a I tahun berikutnya Kesimpulan Dalam proses pengembangan dan penyusunan Kurikulum Operasional SDN Tanjungpura I Tahun Ajaran 2021-2022 SDN Tanjungpura I dapat menarik beberapa kesimpulan. Kesimpulankesimpulan tersebut, antara lain: 1. Integrasi proyek Profil Pelajar Pancasila perlu dilaksanakan proyek terpadu lintas mata pelajaran karena apabila dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing mata pelajaran dapat menambah beban belajar pelajar. 2. Untuk membentuk pembelajaran yang holistik kepada pelajar tidak dapat dibebankan sepenuhnya pada mata pelajaran saja, oleh karena itu perlu dibuat program-program kegiatan pelajar (kokurikuler) untuk memperkaya pengalaman belajar pelajar. 3. Walau sudah dirancang secara mendetail pada dokumen ini, dalam penerapannya Kurikulum Opersional SDN Tanjungpura I ini tetap harus terbuka untuk penyesuaian berdasar hasil pendampingan, pemantauan dan evaluasi secara berkala. Kurikulum operasional di SDN Tanjungpura I disusun sebagai kerangka acuan atau pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah tahun pelajaran 2022-2023. Kurikulum operasional di


48 satuan pendidikan juga sebagai panduan ketercapaian pembelajaran bagi peserta didik dan upaya guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kurikulum operasional di SDN Tanjungpura I yang telah tersusun ini akan berjalan lancar bila ada dukungan penuh dari semua pihak, yaitu kepala sekolah, guru, komite sekolah dan stakeholder yang ada. Mudah-mudahan dukungan dan partisipasi aktif semua pihak dapat memajukan SDN Tanjungpura I. sesuai dengan apa yang telah terumuskan dalam visi, misi dan tujuan sekolah. Terakhir, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung diselesaikannya kurikulum operasional di satuan pendidikan SDN Tanjungpura I. Teriring doa, semoga kontribusi pemikiran, kerja keras dan dukungannya menjadi amal kebaikan. Semoga Allah SWT memberikan pertolongan-Nya sehingga ikhtiar ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.


Click to View FlipBook Version