The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Meneladani kegigihan Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstatinopel

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by LDK Syahid, 2024-06-22 23:41:49

Sang Penakluk Konstatinopel

Meneladani kegigihan Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstatinopel

Keywords: Islam,Konstatinopel

SSaannggPPeennaakklluukk KKoonnssttaattiinnooppeell c LDK SYAHID UIN JAKARTA


Kegigihan Muhammad Al Fatih dalam Menaklukkan Konstantinopel Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan pada Allah “aku punya masalah” tapi katakan pada masalah “aku punya Allah Yang Maha segalanya”. Mungkin motivasi ini yang bisa menggambarkan semangat besar yang dimiliki oleh Muhammad Al Fatih saat penaklukan Konstantinopel. Tak peduli seberapa banyak pasukan yang dimiliki, seberapa besar ujian yang dihadapi, atau musuh sekuat apa yang akan dihadapi Muhammad Al Fatih tetap akan menyelesaikan apa yang telah ia mulai, impian seluruh pemimpin islam untuk bisa menaklukan sebuah kota yaitu konstantinopel. Dalam haditsnya yang berbunyi: “Sesungguhnya akan dibuka kota konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu”. Meskipun hadits ini tergolong hadits lemah, namun hadits ini lah yang menimbulkan semangat para pemimpin atau khalifah pada masa itu untuk bisa menaklukan konstantinopel. Perjuangannya yang gigih dimulai saat ia masih sangat muda, Muhammad Al Fatih menjadi sultan saat ia berumur 12 tahun namun pada masa itu kepemimpinannya tidak sepenuhnya dipegang olehnya, namun ayahnya sudah tidak berstatus sebagai sultan lagi. Beberapa orang mulai ragu dengan kemampuannya memimpin karena usianya yang masih muda, emosi yang belum stabil dan sering kali mengambil keputusan yang kurang tepat. Maka ayahnya kembali mengambil alih hingga ayahnya wafat pada umur empat puluh tujuh tahun dan selanjutnya Muhammad Al Fatih yang melanjutkan tahtanya. Oleh : Azka Adinda Rahika


Ia mulai memerintah saat berumur 22 tahun, pada masa pemerintahannya ia banyak mempraktekkan cara-cara yang telah dilakukan generasi sebelumnya dalam memerintah. Dalam masa pemerintahannya ia banyak melakukan perubahan dan perbaikan hingga membuahkan hasil perbaikan dalam negeri. Selain itu, ia juga mulai melakukan penaklukkan pada wilayah sekitarnya yang masih mayoritas kristen eropa untuk menyebarkan Islam di sana. Ia terus melakukan penaklukan-penaklukkan wilayah lain hingga tiba di puncaknya impian menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al Fatih memulai persiapan penaklukan Konstantinopel dengan memperkuat dan memperbanyak jumlah pasukan mereka yang tercatat sebanyak 250 ribu orang. Selain memperbanyak jumlahnya, Muhammad Al-Fatih juga meningkatkan kualitas pasukannya dengan menanamkan semangat jihad pada setiap individu, seperti pelatihan skill perang lainnya. Selanjutnya ia juga melakukan perhimpunan senjata bahkan ia mendatangkan ahli pembuat meriam dari hungaria bernama Orban untuk membuat meriam super besar untuk menghancurkan benteng Konstantinopel. Maka dimulailah serangan pertama, dari gigihnya para pasukan muslimin dan kekuatan pasukan Byzantium untuk mempertahankan wilayahnya tidak ada hasil yang berarti karena kedua pasukan sama kuatnya. Setelahnya kaisar Byzantium memberikan beberapa kesepakatan atau perjanjian agar Muhammad Al-Fatih dapat menarik kembali pasukannya. Namun hal itu tidak membuatnya goyah untuk bisa menaklukkan Konstantinopel. Setelahnya terus terjadi banyak percobaan penyerangan, pengiriman utusan, pengajuan negosiasi antara keduanya.


Ide brilian yang terus muncul saat telah digunakan semua cara dalam penyerangan. Muhammad Al Fatih melakukan sebuah cara yang sangat beresiko dan mungkin hampir mustahil yaitu memindahkan kapal perangnya melalui bukit untuk bisa masuk ke selat tanduk emas. Hal ini terjadi hanya dalam 1 malam untuk memindahkan 70 kapal perang ini membuat mental pasukan Byzantium dan masyarakat Konstantinopel menjadi melemah. Kini pasukan muslim telah mengepung seluruh sudut Konstantinopel. Dari lamanya perang yang berlangsung tentunya Muhammad Al Fatih dan pasukannya sempat berada di masa kufurnya. saat itu setelah berbulan-bulan perang berlangsung, stamina para pasukan yang terus menurun, jumlah pasukan yang berkurang karena banyak diantaranya yang syahid membuat Muhammad Al Fatih sedikit goyah maka di sinilah peran seorang guru dibutuhkan. Syekh Aq Syamsudin mulai memotivasi Muhammad Al Fatih untuk kembali optimis dan kembali kepada tujuan awalnya yaitu berjihad di jalan Allah. Maka dari situ dimulai kebangkitan kembali pasukan Islam. Pada jam 1 pagi Selasa 20 Jumadil Ula 857 H/ 29 Mei 1453 M terjadilah penyerangan besar oleh pasukan muslim di mana satu hari sebelumnya, Muhammad Al Fatih telah memberikan banyak masukan, motivasi kepada pasukannya untuk kembali percaya kepada pertolongan Allah, kembali kepada tujuan awal mereka, dan meluruskan niat hanya untuk mencari ridho Allah. Dengan semangat yang telah dihimpun ini menjadikan kekuatan pasukan muslim kembali maksimal. Maka pada hari itulah pertolongan Allah datang kepada pasukan muslim dengan penyerangan hari itu berhasil membobol benteng Konstantinopel dan pasukan muslim berhasil memasuki Konstantinopel.


Masuknya pasukan islam ke wilayah Konstantinopel bertepatan pada waktu zuhur maka Muhammad Al Fatih berjalan ke dalam Aya Slophia dan melakukan sholat zuhur pertama di konstantinopel disana. Masjid Aya Sophia atau Hagia Sophia yang sebelum keberadaan Islam, masjid ini difungsikan sebagai gereja. Maka saat penaklukan, Muhammad Al Fatih mengalihfungsikan gereja tersebut sebagai masjid namun tidak menghancurkan, mengganti ornamen-ornamen keagamaan sebelumnya, atau hanya menutupnya saja. Pelajaran yang dapat diambil dari kisah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih ini adalah kegigihannya dalam terus berjuang untuk mewujudkan mimpinya dan nenek moyangnya untuk bisa menaklukkan kota tersebut. Dari semua proses yang telah ia lakukan mulai dari menimba ilmu saat masa kanak-kanak hingga remaja, hingga ia memerintah. Tentunya bukanlah proses yang pendek dan sebentar, namun ia sabar dan percaya akan mimpinya dan tidak putus asa atas setiap kegagalannya Memang tidak ada yang mudah di dunia ini tapi yang perlu diingat adalah tidak ada hal yang mustahil di dunia ini, selama ada Allah bersama kita. Maka libatkanlah Allah pada seluruh kegiatan kita, di setiap kemungkinan yang ada pasti akan ada jalan jika Allah menghendaki. Jangan pernah ragu akan pertolongan-Nya. Jika kamu gagal hari ini, maka bukan berarti langkahmu terhenti tapi memang bukan jalan yang ini yang terbaik untukmu. Agar kamu tidak terlalu lelah mencari jalan menuju mimpimu, maka tanyalah pada-Nya Yang Maha Tahu dan ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.


Click to View FlipBook Version