CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
STUDY LITERATURE REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG
BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI
Oleh :
Tria Nopi Herdiani1,Venty HS. Manujung1,Violita Siska Mutiara1
1Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan
STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
Email: [email protected]
HP: 0821-8385-5860
ABSTRAK
Penyebab masalah gizi pada remaja putri dapat diakibatkan oleh diet yang ketat
(yang menyebabkan remaja kurang mendapat makanan yang seimbang dan
bergizi) dan kebiasaan makan yang buruk.Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi remaja putri Tahun
2020.Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan
kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur
ini antara lain: “status gizi remaja putri, pengetahuan gizi seimbang, aktivitas
fisik, body image atau citra tubuh”.Hasil penelitian didapatkan: Dari 5 literatur
yang meneliti variabel aktivitas fisik 3 penelitian dengan hasil terdapat hubungan
yang bermakna antara aktivitas fisik dengan status gizi; dari empat literatur yang
meneliti variabel bodi image, 3 penelitian dengan hasil terdapat hubungan yang
bermakna antara bodi image dengan status gizi; dari tiga studi literatur yang
meneliti pengetahuan, 2 penelitian menyatakan ada hubungan pengetahuan
dengan status gizi.Disarankan kepada sekolah bekerjasama dengan petugas gizi
Puskesmas untuk menggiatkan kembali monitoring status gizi siswa, memberikan
sosialisasi berkala tentang pola aktivitas fisik dan gizi seimbang dan pola makan
yang baik. Selain itu health promotion pada siswa juga lebih menekankan tentang
obesitas.
Kata Kunci:aktivitas fisik, bodi image, pengetahuan, status gizi remaja putri
Study Literature ReviewFactors related to nutritional status of adolescent girls
ABSTRACT
The cause of nutritional problems in young women can be caused by a strict diet
(which causes adolescents to not get a balanced and nutritious diet) and poor
eating habits. This study aims to determine the factors associated with the
nutritional status of adolescent girls in 2020. This study uses the literature review
method by using the inclusion and exclusion criteria. Keywords used in this
literature search include: "nutritional status of adolescent girls, balanced
nutritional knowledge, physical activity, body image or body image". The results
were obtained: (1) from five literatures examining the variables of physical
activity 3 studies with the results there was a significant relationship between
243
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
physical activity and nutritional status; (2) from four literatures examining body
image variables, 3 studies with the results found a significant relationship
between body image and nutritional status; (3) of the three literature studies that
examined knowledge, 2 studies stated there was a relationship of knowledge with
nutritional status. It is recommended that schools work together with Puskesmas
nutrition officers to re-activate monitoring of the nutritional status of students,
provide periodic socialization about patterns of physical activity and balanced
nutrition and good eating patterns. In addition, health promotion to students also
emphasizes obesity.
Keywords:physical activity, body image, knowledge, nutritional status of
adolescent girls
PENDAHULUAN prevalensi remaja dengan status gizi
Prevalensi obesitas makin lama gemuk sebesar 15,8% (11,7% gemuk
dan 4,3% obesitas). Sementara itu
makin meningkat, hampir setengah prevalensi status gizi (IMT/U) remaja
milyar penduduk dunia saat ini 13 – 15 tahun di Propinsi Bengkulu
tergolong overweight atau obese. Data menunjukan bahwa prevalensi remaja
hasil survei nasional Behavioral Risk kurus (sangat kurus dan kurus) sebesar
Factor SurveillanceSystem di Amerika 7,5% dan prevalensi remaja gemuk
menunjukkan prevalensi obesitas pada (gemuk dan obesitas) sebesar 16,5%
remaja meningkat dari 12% pada tahun (2).
2011 menjadi 17,9% pada tahun 2015.
Sebuah studi menyatakan satu dari Angka kejadian masalah status gizi
seratus remaja putri yang berumur di Kota Bengkulu menunjukkan bahwa
antara 16-18 tahun menderita Anorexia prevalensi remaja kurus (sangat kurus
Nervosa and Related Eating Disorders dan kurus) sebesar 28% dan prevalensi
(ANRED). Puncak angka kejadian remaja gemuk (gemuk dan obesitas)
Anorexia Nervosa (AN) pada remaja sebesar 12% (3). Walaupun angka
adalah pada umur 14,5 tahun dan 18 kejadian masalah status gizi pada
tahun, 25% kasus AN lebih banyak remaja masih banyak ditemukan namun
terjadi pada remaja umur lebih muda saat ini belum ada data yang tersedia di
yaitu di bawah 13 tahun. Hampir 50% Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu
remaja tidak sarapan.Walaupun 89% Tengah untuk angka kejadian masalah
remaja meyakini bahwa sarapan gizi pada remaja.
penting, namun hanya 60% yang
sarapan secara teratur (1)
Statistik di Indonesia untuk hasil
kecenderungan status gizi (IMT/U)
remaja umur 13-15 tahun dengan status
gizi kurus yaitu sebesar 5,4% (0,9
sangat kurus dan 4.5% kurus dan
244
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
Dampak yang akan dialami oleh kenyatannya kurus ataupun sebaliknya
remaja ketika mengalami malnutrisi,
seperti pada remaja yang kurang gizi (5). Hasil penelitian Ovita, et al (2019)
atau terlalu kurus akan mempengaruhi
reproduksi. Kegagalan mencapai status dengan judul “Hubungan body image
gizi yang optimal akan berdampak
pada status gizi dan kesehatan saat ini dan aktivitas fisik dengan status gizi
dan juga berdampak pada status gizi
generasi penerus. Sedangkan pada remaja putri kelas VIII SMPN 20
remaja yang mengalami gizi lebih atau
gemuk akan berisiko terjadinya Surabaya didapatkan hasil body image
penyakit degeneratif semakin tinggi,
seperti hipertensi, diabetes melitus, berhubungan dengan status gizi dengan
penyakit jantung koroner dan lain-lain
(4). nilai p=<0,001. Terdapat hubungan
Penyebab masalah gizi pada remaja positif yang signifikan antara persepsi
putri dapat diakibatkan oleh diet yang
ketat (yang menyebabkan remaja body image terhadap frekuensi makan,
kurang mendapat makanan yang
seimbang dan bergizi) dan kebiasaan dimana semakin negatif persepsi body
makan yang buruk. Hal-hal lain yang
mempengaruhi status gizi remaja putri image (menganggap diri gemuk) maka
diantaranya yaitu faktor keturunan,
gaya hidup (lifestyle) dan faktor akan cenderung mengurangi frekuensi
lingkungan. Kebiasaan makan dan gaya
hidup seperti citra tubuh (body image) makannya. Orang yang puas dengan
dan aktivitas fisik akan mempengaruhi
jumlah asupan konsumsi makanan dan tubuhnya memiliki pandangan positif
zat gizi (5)
terhadap tubuhnya.(6)
Citra tubuh (body image) yang
positif merupakan salah satu faktor Aktivitas fisik merupakan faktor
pendukung gizi optimal adalah
penilaian pada diri sendiri.Hal ini penting yang mempengaruhi status gizi
terutama terjadi pada remaja putri.Body
image adalah suatu konsep pribadi remaja dikarenakan pada masa ini,
seseorang tentang penampilan fisiknya.
Masing-masing orang memiliki seorang remaja biasanya akan menjadi
penilaian sendiri akan bentuk
tubuhnya, contohnya, ada orang yang lebih aktif dan banyak terlibat dalam
merasa tubuhnya gemuk padahal
kegiatan olahraga, tetapi tidak sedikit
juga dari mereka yang malah
mengabaikan aktivitas fisik yang
seharusnya mereka lakukan dengan
baik, salah satunya adalah malas
berolahraga. Mereka kurang
beraktivitas dengan baik dikarenakan
beberapa hal, di antaranya adalah
malas, kurangnya motivasi dari dalam
dan dari luar, kurangnya kesadaran
akan hidup sehat dan bugar (6).
Penelitian yang dilakukan oleh Afrilia
dan Festilia (2018) dengan judul
“Hubungan pola makan dan aktifitas
fisik terhadap status gizi di siswa SMP
Al-Azhar Pontianak” menyebutkan
bahwa ada hubungan aktivitas fisik (p
= 0,021) pada status gizi pada siswa
SMP Al -Azhar Pontianak. (7)
245
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
Faktor lain yang menjadi penyebab Upaya ataupun program yang telah
terjadinya masalah gizi pada remaja dilakukan oleh Dinas Kesehatan
putri kurangnya pengetahuan gizi. Propinsi Bengkulu antara lain adalah
Pengetahuan gizi merupakan menekan angka stunting dan
kemampuan seseorang untuk melakukan intervensi spesifik misalkan
mengingat kembali kandungan gizi mulai menyiapkan calon remaja, calon
makanan serta kegunaan zat gizi pengantin, calon ibu hamil, imunisasi,
tersebut dalam tubuh. Pengetahuan gizi diberikan pelatihan akses fasilitas
ini mencakup proses kognitif yang kesehatan (3).
dibutuhkan untuk menggabungkan
informasi gizi dengan perilaku makan, Berdasarkan data dari Dinas
agar struktur pengetahuan yang baik Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun
tentang gizi dan kesehatan dapat 2019, yang mana Provinsi Bengkulu
dikembangkan (8). Penelitian yang memiliki 9 Kabupaten dan 1 kota.
dilakukan oleh Damayanti (2016) Kabupaten Bengkulu tengah temasuk
dengan judul “Perbedaan pengetahuan kedalam peringkat terbawah dalam
gizi, body image, asupan energi dan persentase cakupan pelayanan
status gizi pada mahasiswi gizi dan non kesehatan peserta didik di SMP/MTS
gizi Universitas Diponegoro” yaitu 51 %, diikuti oleh Kabupaten
menjelaskan bahwa remaja yang Kaur 63 % dan Kabupaten Rejang
memiliki pengetahuan gizi yang baik Lebong 75 % (3). Hal inilah yang
akan lebih mampu memilih makanan mendasari peneliti melakukan
sesuai dengan kebutuhannya. penelitian di SMP di wilayah
Pengetahuan tentang gizi dapat Kabupaten Bengkulu Tengah.
menentukan perilaku individu dalam
mengkonsumsi makanan.Selain itu Berdasarkan data dari Dinas
remaja dalam memilih makanan juga Pendidikan Kabupaten Bengkulu
dipengaruhi oleh selera dan Tengah tahun 2020, SMP yang berada
keinginan.(9). Hasil penelitian Sutrio di Bengkulu Tengah tersebar di 10
(2017) dengan judul “Hubungan kecamatan dan jumlah siswi terbanyak
asupan energi, pengetahuan gizi dan di SMP 1 Bengkulu Tengah dengan
aktivitas fisik terhadap status gizi siswa jumlah siswi 440, SMP 5 jumlah siswi
sekolah menengah atas global madani 218 orang dan SMP 3 jumlah siswi 208
Kota Bandar Lampung tahun 2016 orang.
dengan hasil ada hubungan antara
asupan energi dengan p-value 0.000 (< Hasil studi pendahuluan yang
0.005) dan pengetahuan dengan p- peneliti lakukan di 3 SMPN didapatkan
value 0.021 (< 0.005) serta aktivitas data dari Unit Kesehatan Sekolah
fisik dengan p- value 0.001 (< 0.005) (UKS) bahwa setiap bulannya selalu
(8). saja ada siswi yang pingsan saat
upacara dengan alasan tidak sarapan
karena melakukan diet untuk menjaga
body image. Data yang tercatat tahun
246
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
2019 di SMPN 5 dari 218 siswi yang aktivitas fisik dan pengetahuan dengan
mengalami pingsan 5 orang (2,3%), status gizi remaja putri?”. Tujuan
SMPN 3dari 208 siswi yang dalam penelitian ini Diketahui faktor-
mengalami pingsan 4 orang (1,9%) dan faktor yang berhubungan dengan
di SMPN 1 Kabupaten Bengkulu status gizi remaja putri berdasarkan
Tengah dari 440 siswi yang mengalami hasil studi literatur.
pingsan 12 orang (2,7%).
METODE PENELITIAN
Survey awal di SMP 1 Bengkulu Metode yang digunakan dalam
Tengah didapatkan data dari 15 orang
siswi diketahui pengukuran Tinggi penelitian ini adalah study literature
badan dan berat badan didapatkan nilai review, data yang digunakan adalah
IMT dengan kategori kurus sebanyak 7 data sekunder yang diperoleh bukan
siswi, kategori normal 7 siswi dan 1 dari pengamatan langsung. Data yang
siswi lainnya dengan kategori gemuk. digunakan dalam penelitian ini berasal
Dari hasil wawancara diketahui 5 dari dari hasil-hasil penelitian yang sudah
15 remaja putri dengan pengetahuan dilakukan dan diterbitkan dalam jurnal
yang kurang baik tentang gizi, 5 dari 15 atau artikel yang dibuat 5 tahun
orang remaja putri jarang melakukan terakhir (2015-2019), dan berkaitan
aktivitas fisik seperti berolahraga. dengan kata kunci.Metode analisis
yang digunakan menggunakan analisis
Rumusan masalah dalam penelitian isi jurnal.
ini “Apakah ada hubungan body image,
247
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
HASIL
Tabel 1
Ringkasan Studi Literatur Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi
NO Author Volume, Judul Desain Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil
angka Penelitian
1 Ade Nur Sport and Hubungan desain Total Body image, Instrumen Analisis Ada hubungan
Ovita1, Nutrition body image cross sampling aktivitas menggunakan data yang signifkan
Nety Journal dan sectional 78 fisik dan kuesioner mengguna antara body
Mawarda Vol 1 No 1 - aktivitas responden status gizi Body Shape kan image dengan
Hatmanti Juni 2019 (27- fisik remaja. Questionnaire Spearman’ status gizi
2, Nur 32) dengan (BSQ) dan s Rank Remaja Putri
Amin3 status gizi PAL (Physical Correlatio dan tidak
2019 remaja putri Activity n terdapat
kelas VIII Level) serta hubungan
SMPN 20 penggunaan antara aktivitas
Surabaya timbangan fsik dengan
digital dan status gizi
microtoise Remaja Putri
untuk
mengukur
antropometri
(tinggi badan
dan berat
badan)
responden
2 Cindy Jurnal Hubungan Desain Purposive Aktivitas Instrumen Analisis Terdapat
Prisilia1, Kebidanan aktivitas cross sampling fisik, body menggunakan data hubungan
Eva Mutiara fisik dan sectional 262 image dan kuesioner mengguna antara body
Rachmi Mahakam, body image responden status gizi aktivitas fisik, kan uji image dengan
2, Vol 7 , No 2, dengan . persepsi body kolmogrov status gizi (p =
Meiliati 2019, Hal 99- status gizi image dan -smirnov 0,000) dan
Aminyot 112 siswi SMA menggukur tidak ada
o 3 Yayasan berat badan hubungan
2019 Pupuk dan tinggi antara aktivitas
Kaltim badan(IMT)un fisik dengan
Bontang tuk status gizi status gizi (p =
responden 1,000)
3 Hepti CHMK Hubungan Desain Purposive Citra tubuh, Instrumen Analisis Terdapat
Muliyati, Midwifery Citra cross sampling aktivitas aktivitas fisik data hubungan
Ahmil, Scientific Tubuh, sectional 94 fisik, remaja putri mengguna antara aktivitas
Lastri Journal Aktivitas responden pengetahuan dengan kan uji fisik dan
Mandola Volume 2, Fisik, Dan . gizi menggunakan chi-square pengetahuan
2019 Nomor 1 Pengetahua seimbang Phisical gizi seimbang
Januari 2019 n Gizi dan status Activity Level dengan status
seimbang gizi. (PAL) gizi. Tidak ada
Dengan hubungan
Status Gizi antara citra
Remaja tubuh dengan
Putri status gizi
remaja putri di
SMA Negeri 1
Tinangkung.
248
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
4 Meylda Jurnal Hubungan cross Total Citra Tubuh, Instrumen data Terdapat
Intantiya Kesehatan Citra sectional, sampling aktivitas menggunakan dianalisis hubungan
na, Masyarakat Tubuh, . e, 67 fisik kuesioner mengguna antara citra
Laksmi (e-Journal) Aktivitas responden pengetahuan terstruktur, kan uji tubuh positif
Widajant Volume 6, Fisik Dan gizi lembar recall chi- (p=0,008),
i, M. Zen Nomor 5, Pengetahua seimbang aktivitas fisik square. aktivitas fisik
Rahfiludi Oktober 2018 n Gizi dan Obesitas 24 jam. ringan
n 2018 (ISSN: 2356- Seimbang Pada remaja Pengukuran (p=<0,001)
3346) dengan putri. berat badan dengan
Kejadian dengan kejadian
Obesitas timbangan obesitas pada
Pada digital dan remaja putri
Remaja tinggi badan gizi lebih, dan
Putri Gizi menggunakan tidak terdapat
Lebih Di microtois hubungan
SMA N 9 pengetahuan
Kota gizi seimbang
Semarang (p=0,837)
dengan
kejadian
obesitas pada
remaja putri
gizi lebih.
5 Sutrio Jurnal Hubungan Cross Purposive Asupan Instrumen data Ada hubungan
2017 Kesehatan asupan sectional sampling energi, aktivitas fisik dianalisis asupan
Holistik (The energi, study,. 135 pengetahuan menggunakan mengguna energi dengan
Journal of pengetahua responden gizi, kueisoner kan uji status gizi p-
Holistic n gizi dan aktivitas Baecke chi- value 0,000,
Healthcare), aktivitas fisik dan Microtois dan square. pengetahuan
Volume 11, fisik status gizi timbangan gizi dengan
No.1, Januari terhadap remaja putri untuk status gizi p-
2017:1-4 status gizi mengukur value 0,021
siswa SMA status gizi,. dan aktivitas
Global Form Food fisik dengan
Madani Recall 2 x 24 status gizi p-
Kota jam untuk value 0,001
Bandar mengukur
Lampung konsumsi
makan dan
software
Nutrisurvey
untuk
menghitung
asupan zat gizi
individu.
PEMBAHASAN fisik dan pengetahuan(Ovita, Hatmanti
Status gizi remaja adalah variabel dan Amin 2019; Prisilia, Rachmi dan
Aminyoto 2019; Muliyati, Ahmil dan
dependen yang digunakan dari 5 artikel Mandola 2019; dan Sutrio 2017),
yang telah direview antara lain: 4 studi menggunakan status gizi (obesitas)
mengkaitkan statu gizi remaja putri
dengan faktor citra tubuh, aktivitas
249
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
dengan faktor citra tubuh, aktivitas Terdapat hubungan antara aktivitas
fisik dan pengetahuan gizi seimbang
fisik dan pengetahuan gizi (10). dengan status gizi. Tidak ada hubungan
antara citra tubuh dengan status gizi
Berdasarkan lima jurnal penelitian remaja putri di SMA Negeri 1
Tinangkung. (10)(11), sedangkan 2
yang diambil sebagai bahan acuan penelitian menyatakan tidak ada
hubungan pengetahuan dengan status
literatur, instrumen yang digunakan gizi (6) ; dan hasil penelitan lannya
Terdapat hubungan antara body image
untuk mengukur variabel aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000) dan
tidak ada hubungan antara aktivitas
pada 3 penelitian menggunakan fisik dengan status gizi (p =
1,000).(12).
instrumen Phisical Activity Level
Hasil penelitian diketahui dari
(PAL) yang direkomendasikan oleh empat literatur yang meneliti variabel
bodi image 3 penelitian dengan hasil
WHO tahun 2004, 1 penelitian terdapat hubungan yang bermakna
antara bodi image dengan status
menggunakan lembal recall aktivitas gizi.(6)(10)(8).
fisik 24 jam dan 1 penelitian Selanjutnya variabel pengetahuan,
berdasarkan dari hasil studi literatur
menggunakan instrumen Baeke. diketahui sedangkan 2 penelitian
menyatakan ada hubungan
Variabel berikutnya yang diteliti pengetahuan dengan status gizi (11), 1
penelitian menyatakan tidak ada
adalah bodi image atau citra hubungan pengetahuan dengan status
gizi remaja putri.(10)
tubuh.Berdasarkan hasil studi literatur
Aktivitas fisik merupakan salah
diketahui instrumen yang digunakan satu penyebab yang mempengaruhi
keadaan gizi seseorang, aktivitas fisik
untuk mengukur variabel bodi image yang ringan dapat menyebabkan status
gizi seseorang menjadi obesitas atau
adalah Body Shape Questionnaire overweight, hal ini dikarenakan
banyaknya energi yang tertumpuk di
(BSQ).BSQ mengukur ketidakpuasan dalam tubuh dikarenakan tidak adanya
pembakaran kalori ditubuh karena
yang dirasakan seseorang terhadap aktivitasnya yang tidak cukup. (6)
tubuhnya sendiri dengan skala rentang
1 (tidak pernah) sampai 6 (selalu).Dari
beberapa penelitian yang
menggunakan instrumen ini
menunjukkan reliabilitas dengan
kisaran 0.88 hingga 0.97 hal ini
menunjukkan bahwa validitas kriteria
yang dimiliki instrumen ini pun
tinggi.(6).
Variabel pengetahuan dengan
menggunakan instrumen pertanyaan
terbuka yang telah dilakukan uji
validitas dan reabilitas serta modifikasi
hasil penelitian sebelumnya.
Hasil penelitian dari lima literatur
yang meneliti variabel aktivitas fisik
penelitian dengan hasil terdapat
hubungan yang bermakna antara
aktivitas fisik dengan status gizi
250
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
Hasil penelitian Muliyati, Ahmil signifkan antara aktivitas fsik dengan
dan Mandola (2019) menunjukan status gizi remaja putri kelas VIII
bahwa dari 37 responden yang SMPN 20 Surabaya (6)
memiliki aktivitas fisik sedang,
terdapat 25 responden (67,6%) dengan Hasil penelitian Sutrio (2017)
status gizi normal dan 12 responden menunjukkan siswa yang aktivitas
(32,4%) dengan status gizi gemuk. fisiknya tidak berat cenderung
Dari 57 responden yang memiliki memiliki status gizi normal sebanyak
aktivitas fisik berat terdapat 55 65 orang (53,7%) dan status gizi lebih
responden (96,5%) dengan status gizi sebanyak 49 orang (40,5%)
normal dan 2 responden (3,5%) dengan dibandingkan dengan siswa yang
status gizi gemuk. Berdasarkan aktivitas fisiknya berat. disimpulkan
tabulasi silang menunjukkan bahwa bahwa siswa yang memiliki aktivitas
responden yang memiliki status gizi tidak berat memiliki persentase lebih
lebih tidak hanya terjadi pada besar berstatus gizi normal dan lebih
responden yang memiliki aktivitas dibandingkan dengan siswa yang
fisik ringan, namun juga terjadi pada memiliki aktivitas berat. Sehingga
responden dengan aktivitas fisik dapat dikatakan semakin tidak berat
sedang dan berat.Hal ini menunjukkan aktivitas akan semakin besar
bahwa responden masi memiliki mengalami gizi normal dan lebih.
kebiasaan makan dan konsumsi Berdasarkan pengujian dengan
makanan yang salah yang pada chisquare diperoleh hasil bahwa ada
akhirnya mempengaruhi status gizi hubungan bermakna antara aktivitas
responden. Hasil uji Chi Square fisik dengan status gizi pada Pvalue =
didapatkan p=0,000 (≤ 0,05), ini 0,001 (P < 0,005) (8).
berarti secara statistik ada hubungan
aktivitas fisik dengan status gizi pada Gaya hidup yang berubah
remaja putri. (11) menyebabkan terjadinya perubahan
pula pada pola makan yang tinggi
Hasil penelitian Ovita, Hatmanti kalori, lemak dan kolesterol yang
dan Amin (2019) didapatkan hasil sayangnya tidak diimbangi dengan
tabulasi silang antara aktivitas fsik aktivitas fisik sehingga akan
dengan status gizi dari 78 responden menimbulkan masalah gizi lebih. Pola
diketahui bahwa sebanyak 29 siswi makan dengan tinggi kalori, lemak dan
(37,2%) yang berstatus gizi normal kolesterol tersebut haruslah diimbangi
melakukan aktivitas fisik yang ringan. dengan aktivitas fisik agar terjadi
Berdasarkan uji Spearman’s Rank keseimbangan asupan gizi. Keaktifan
Correlation didapatkan hasil p-value remaja dalam melakukan aktivitas fisik
sebesar 0,68> 0,05 (alpha), sehingga akan mempengaruhi indeks massa
dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak tubuhnya sehingga akan berdampak
yang artinya tidak ada hubungan yang pada kurangnya resiko timbulnya
masalah gizi lebih (10).
251
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
Dari study literature review diatas dengan aktivitas fsik yang cukup
sehingga dapat menimbulkan masalah
diketahui beberapa hasil penelitian gizi lebih.
menyatakan tidak ada hubungan Rekomendasi tingkat aktivitas fisik
untuk remaja yaitu aktivitas fisik yang
aktivitas fisik dengan status gizi pada dilakukan dengan intensitas sedang
sampai berat minimal selama 60
remaja putri. Hambatan yang sering menit/hari (13).Tingkat aktivitas fisik
yang sesuai pada remaja memiliki
dirasakan oleh remaja putri untuk berbagai manfaat, seperti menjaga
kesehatan sistem muskuloskeletal,
melakukan aktivitas fisik antara lain sistem kardiovaskular serta memiliki
manfaat untuk kesehatan mental
keharusan mencurahkan waktu untuk khususnya pada remaja putri.Beberapa
penelitian menyatakan bahwa remaja
belajar, karena bagi beberapa orang tua putri dengan aktivitas fisik yang cukup
dapat membuat remaja tersebut merasa
belajar merupakan pilar utama dalam memiliki harga diri yang lebih tinggi.
Harga diri merupakan hal yang penting
kehidupan remaja serta prestasi terutama untuk kesejahteraan
psikologis, membangun body image
akademik yang menyebabkan aktivitas yang positif, meningkatkan efikasi diri,
serta mencegah remaja tersebut
remaja putri menjadi lebih banyak mengalami depresi, kecemasan, dan
perilaku berisiko tinggi seperti
duduk, menulis dan membaca (6). penyalahgunaan.(12)
Hambatan lain yang sering dirasakan Bodi image pada umumnya dialami
oleh mereka yang menganggap bahwa
oleh remaja antara lain, kurangnya penampilan adalah faktor yang paling
penting dalam kehidupan. Hal ini
teman dalam melakukan aktivitas fisik, terutama terjadi pada usia remaja.
Mereka beranggapan bahwa tubuh
waktu sekolah yang panjang, serta yang kurus dan langsing adalah yang
ideal bagi wanita, sedangkan tubuh
tidak mendapatkan hiburan atau yang kekar dan berotot adalah yang
ideal bagi pria (10).
kesenangan dalam melakukan aktivitas
Hasil penelitian Ovita, Hatmanti
fisik. Faktor budaya juga dan Amin (2019) didapatkan dari 78
responden diketahui bahwa sebanyak
mempengaruhi persepsi remaja putri 20 siswi (25,6%) dengan
untuk melakukan aktivitas fisik, karena
remaja putri mendambakan kulit yang
putih sehingga membatasi aktivitas
fisik di luar rumah (10).
Berdasarkan hasil study literatur
disimpulkan bahwa aktivitas fisik
berhubungan dengan status gizi remaja
putri. dikarenakan dengan melakukan
aktivitas fisik dapat membantu
meningkatkan metabolisme
tubuh yang menyebabkan cadangan
energi yang tertimbun dalam tubuh
berupa zat lemak dapat terbakar
sebagai kalori. Perubahan gaya hidup
mengakibatkan terjadinya perubahan
pola makan masyarakat yang merujuk
pada makan makanan tinggi kalori,
lemak dan kolesterol tanpa diimbangi
252
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
status gizinya normal memiliki body anoreksia nervosa dan bulimia. Upaya
image yang positif, sedangkan 7 siswi mendapat bentuk tubuh yang ideal
(9,0%) dengan status gizi gemuk dengan cara yang tidak tepat
memiliki body image negatif mengakibatkan banyak remaja putri
tingkat sedang serta 10 siswi (12,8%) yang menderita anoreksia nervosa
dengan status gizi obesitas memiliki dan bulimia.(10).
body image tingkat sedang. Hasil uji Selain status gizi, terdapat tiga
Spearman’s Rank Correlation faktor sosiokultural yang dapat
didapatkan hasil p-value sebesar 0,01< memengaruhi body image, yaitu
0,05 keluarga, teman sebaya dan media
(alpha), sehingga dapat disimpulkan massa. Komentar yang diberikan oleh
ada hubungan yang signifkan antara saudara kandung atau orang tua dapat
body image dengan status gizi remaja memengaruhi bagaimana seorang anak
putri kelas VIII SMPN 20 Surabaya. memandang diri mereka dan tindakan
(6) yang mereka lakukan untuk mencapai
Penelitian yang dilakukan oleh penampilan yang keluarga mereka
Intantiyana bahwa inginkan.Tekanan dari ibu untuk
sebanyak 18 remaja putri obesitas menjadi kurus dan menarik memiliki
(50%), dan 18 remaja putri gemuk pengaruh yang kuat pada penampilan
(50%) memiliki citra tubuh fisik seorang remaja putri dan lebih
positif.Hasil uji statistik (Chi-Square) mungkin untuk mengalami body image
diperoleh p=0.008 sehingga negatif.
disimpulkan ada hubungan bodi image Berdasarkan hasil study literatur
dengan status gizi remaja putrid (11). dapat ditarik kesimpulan bahwa bodi
Penelitian yang dilakukan image berhubungan dengan status gizi
Prisillia,Rachmi dan Aminyoto (2019) remaja putri, ketidakpuasan terhadap
menunjukkan responden dengan status bentuk tubuh pada remaja dengan
gizi normal yang memiliki body image menganggap tubuhnya terlalu gemuk
positif sebanyak 132 siswi (89,2%) dan membuat remaja melakukan upaya
yang memiliki body image negatif penurunan berat badan dengan cara
sebanyak 45 siswi (39,5%). hasil uji yang salah, sehingga hal tersebut akan
statistik dengan menggunakan uji mempengaruhi status (14).
kolmogrov-smirnov menunjukkan nilai Ketidakpuasan tersebut dikarenakan
p = 0,000. Nilai p ini lebih kecil dari subjek merasa tubuhnya terlalu gemuk
0,05 disimpulkan ada hubungan bodi dan terdapat beberapa bagian tubuh
image dengan status gizi remaja (misalnya lengan, paha) yang tidak
putri.(12). sesuai dengan ukuran tubuhnya
Masalah yang sering timbul pada sehingga terlihat tidak proporsional.
remaja putri akibat persepsi negatif Rekomendasi yang diberikan untuk
mengenai bentuk tubuh adalah remaja putri gizi lebih untuk
253
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
memperbaiki pola makan dalam Pihak gizi lebih sebanyak 21 orang (26,9%).
sekolah bekerjasama dengan petugas
gizi Puskesmas untuk menggiatkan Berdasarkan pengujian dengan
kembali monitoring status gizi siswa,
memberikan sosialisasi berkala tentang chisquare diperoleh hasil bahwa ada
gizi seimbang dan pola makan yang
baik. Selain itu health promotion pada hubungan bermakna antara
siswa juga lebih menekankan tentang
obesitas. pengetahuan gizi siswa dengan status
Pihak sekolah juga diharapkan bisa gizi dengan P-value = 0,021 (P >
mengadakan kantin sehat dengan
menjual makanan yang sesuai dengan 0,005) (8).
pola gizi seimbang, yaitu menjual
setiap jenis bahan makanan seperti Penelitian yang dilakukan oleh
makanan pokok, lauk hewani, lauk
nabati, sayuran, dan buah-buahan. Muliyati, Ahmil dan Mandola (2019)
Pengetahuan tentang gizi seimbang menunjukan bahwa dari 22 responden
juga dapat menjadi salah satu faktor
yang mempengaruhi status gizi remaja. yang memiliki pengetahuan gizi baik,
Tingkat pengetahuan gizi seseorang
berpengaruh terhadap sikap dan terdapat 22 responden (100%) dengan
perilaku dalam pemilihan makanan
yang pada akhirnya akan berpengaruh status gizi normal. Dari 38 responden
pada keadaan gizi yang bersangkutan
serta berpengaruh pembentukan yang memiliki pengetahuan gizi cukup,
kebiasaan makan seseorang.
Pengetahuan gizi yang tidak memadai, terdapat 35 responden (92,1%) dengan
kurangnya pengertian tentang
kebiasaan makan yang baik, serta status gizi normal dan 3 responden
pengertian yang kurang tentang
konstribusi gizi dari berbagai jenis (7,9%) dengan status gizi gemuk. Dari
makanan akan menimbulkan masalah
kecerdasan dan produktivitas (8). 34 responden yang memiliki
Penelitian yang dilakukan oleh pengetahuan gizi kurang, terdapat 23
Sutrio (2017) diketahui bahwa siswa
yang memiliki pengetahuan gizi responden (67,6%) dengan status gizi
kurang cenderung memiliki status gizi
lebih sebanyak 28 orang (49,1%), normal dan 11 responden (32,4%)
dibandingkan dengan siswa yang
memiliki pengetahuan baik berstatus dengan status gizi gemuk. Hasil uji Chi
Square didapatkan p=0,001 (≤
0,05), ini berarti secara statistik ada
hubungan pengetahuan gizi seimbang
dengan status gizi ada remaja putrid
(11).
Hubungan yang nyata antara
pengetahuan gizi dengan pola
konsumsi makanan terlihat dari
semakin baik pengetahuan gizi maka
semakin baik pola konsumsi makanan
dan sebaliknya semakin kurang
pengetahuan gizi maka akan semakin
kurang pola konsumsi makanan. Hal
ini berkaitan dengan teori yang
mengatakan bahwa dalam memilih
makanan, yang menentukan mudah
atau tidaknya seseorang memahami
manfaat kandungan gizi dari makanan
254
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
yang dikonsumsi. Kesalahan dalam memilih makanan remaja yang
memilih makanan dan kurang memiliki pengetahuan gizi yang baik
cukupnya pengetahuan tentang gizi akan lebih mampu memilih makanan
akan mengakibatkan timbulnya sesuai dengan kebutuhannya.
masalah gizi yang akhirnya Konsumsi pangan pada remaja perlu
mempengaruhi status gizi. Status gizi diperhatikan karena pada golongan
yang baik hanya akan dapat tercapai remaja terjadi pertumbuhanyang sangat
dengan pola makan yang baik, yaitu cepat, sehingga kebutuhan gizi untuk
pola makan yang didasarkan atas pertumbuhan dan aktifitas juga akan
prinsip menu seimbang, alami dan meningkat.
(11).
Disarankan kepada sekolah
Pengetahuan gizi seimbang bekerjasama dengan petugas gizi
menurut Damayanti AE.(2016) Puskesmas untuk menggiatkan kembali
meliputi pengetahuan tentang monitoring status gizi siswa,
pemilihan dan konsumsi sehari-hari memberikan sosialisasi berkala tentang
dengan baik dan memberikan semua gizi seimbang dan health promotion
zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi pada siswa tentang status gizi yang
normal tubuh.Pemilihan dan konsumsi baik.
bahan makanan berpengaruh terhadap
status gizi seseorang.Status gizi baik KESIMPULAN DAN SARAN
atau status gizi optimal terjadi apabila Ada hubungan aktivitas fisik
tubuh memperoleh cukup zat gizi yang
dibutuhkan tubuh. (9) dengan status gizi remaja putri. Ada
hubungan bodi image dengan status
Status gizi baik atau status gizi gizi remaja putrid. Ada hubungan
optimal terjadi apabila tubuh pengetahuan dengan status gizi remaja
memperoleh cukup zat gizi yang putri
dibutuhkan tubuh.Status gizi kurang
terjadi apabila tubuh mengalami Remaja putri agar lebih
kekurangan satu atau lebih zat gizi memperhatikan status gizinya dengan
essential, sedangkan status gizi lebih cara memantau secara berkala berat
terjadi apabila tubuh memperoleh zat badan dan tinggi badannya.
gizi dalam jumlah yang berlebihan, Siswi yang memiliki body image yang
sehingga menimbulkan efek yang negatif diharapkan mampu mengubah
membahayakan (10). persepsi mengenai bentuk tubuhnya
dengan cara meningkatkan
Berdasarkan hasil literatur review kepercayaan terhadap diri sendiri dan
dapat diketahui bahwa pengetahuan memfokuskan kelebihan pada dirinya
berhubungan dengan status gizi remaja serta tidak membanding-bandingkan
putri, pengetahuan dan praktek gizi dirinya dengan orang lain.
remaja yang rendah tercermin dari Siswi diharapkan melakukan aktivitas
perilaku menyimpang dalam kebiasaan fsik secara rutin guna mempertahankan
255
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
status gizinya dan meningkatkan Almatsier, S., Soekatri. 2017 . Gizi
derajat kesehatan dirinya sendiri. seimbang dalam daur
Remaja putri gizi lebih untuk kehidupan.PT. Gramedia Pustaka
memperbaiki pola makan dalam Utama
kesehariannya dan diimbangi dengan Ovita, et al. 2019. Hubungan body
aktivitas fisik yang cukup yaitu image dan aktivitas fisik dengan
status gizi remaja putri kelas VIII
melakukan latihan fisik atau olahraga SMPN 20 Surabaya. Sport and
30 menit setiap hari atau minimal 3-5 Nutrition Journal Vol 1 No 1 -
hari dalam seminggu. Juni 2019 (27-32)
Disarankan kepada sekolah http://repository.unusa.ac.id/5621/
bekerjasama dengan petugas gizi Afrilia, F. 2018 . Hubungan pola
Puskesmas untuk menggiatkan kembali makan dan aktifitas fisik terhadap
status gizi di siswa SMP al-azhar
monitoring status gizi siswa, Pontianak. Jurnal Pontianak
memberikan sosialisasi berkala tentang Nutrition Journal (PNJ) vol. 01 no.
pola aktivitas fisik dan gizi seimbang 01 tahun 2018
dan pola makan yang baik. Selain itu https://www.researchgate.net/publi
health promotion pada siswa juga lebih cation/337348088.
menekankan tentang obesitas. Sutrio, 2017. Hubungan asupan energi,
pengetahuan gizi dan aktivitas
fisik terhadap status gizi siswa
DAFTAR PUSTAKA sekolah menengah atas global
Kusuma, et al. 2018. Pengaruh citra madani kota bandar lampung
tubuh, perilaku makan, dan tahun 2016. Jurnal Kesehatan
aktivitas fisik terhadap indeks Holistik (The Journal of Holistic
massa tubuh (imt) pada remaja: Healthcare), Volume 11, No.1,
studi kasuspada SMA Negeri 12 Januari 2017:1-
DKI Jakarta. Jurnal Perilaku dan 4http://ejurnalmalahayati.ac.id/ind
Promosi Kesehatan Vol.1, No. 1, ex.php/holistik/article/download/1
April 2018: 23-31 22/67
http://journal.fkm.ui.ac.id/ppk/arti Damayanti, Adelina.E. 2016 .
cle/view/2114 Hubungan citra tubuh, aktivitas
Kemenkes RI. 2018. Petunjuk teknis fisik dan pengetahuan
penjaringan kesehatan dan giziseimbang dengan status gizi
pemeriksaan berkala anak usia remaja putri. [Skripsi]. Universitas
sekolah dan remaja. Jakarta : Airlangga.
kemenkes RI http://repository.unair.ac.id/46573/
Dinkes Bengkulu. 2017. Profil 14/FKM.%20344-
Kesehtan Propinsi Bengkulu. 16%20Dam%20h.pdf
Propinsi Bengkulu Intantiyana, W., Rahfiludin. 2018.
Mardalena. 2019. Dasar-dasar ilmu Hubungan Citra Tubuh, Aktivitas
gizi dalam keperawatan. Fisik Dan Pengetahuan Gizi
Yogyakarta : Pustaka Baru Press. Seimbang Dengan Kejadian
Obesitas Pada Remaja Putri Gizi
Lebih Di SMA Negeri 9 Kota
256
CHMK MIDWIFERY SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2021
Semarang. JURNAL Kesehatan
Masyarakat (e-Journal) Volume 6,
Nomor 5, Oktober 2018 (ISSN:
2356-3346)
http://ejournal3.undip.ac.id/index.
php/jkm
Muliyati, A., Mandola. 2019.
Hubungan Citra Tubuh, Aktivitas
Fisik, Dan Pengetahuan Gizi
Seimbang Dengan Status Gizi
Remaja Putri. CHMK Midwifery
Scientific Journal Volume 2,
Nomor 1 Januari 2019.
https://www.neliti.com/id/publicat
publ/316373/hubungan-citra-
tubuh-aktivitas-fisik-dan-
pengetahuan-gizi-seimbang-
dengan-status
Prisilia, C., Rachmi, E., Aminyoto, M.
2019. Hubungan Aktivitas Fisik
Dan Body Image Dengan Status
Gizi Siswi Sma Yayasan Pupuk
Kaltim Bontang. Jurnal Kebidanan
Mutiara Mahakam, 7(2), pp. 99-
112. doi:
10.36998/jkmm.v7i2.64.http://jurn
al.stikesmm.ac.id/index.php/jkmm
/article/view/64
WHO. 2015. Obesity : Preventing and
Managing The Global Epidemic:
Technical Report Series. Available
from URL: hiperlink
(http://www.who.int/topics/obesity
/en/)
Nicholas, J. A., B. Kampmann. and K.
M. Ledoare. 2015. Human breast
milk: A Review on Its
Composition and Bioactivity.
Journal Elsevier 91(11), 629– 635.
257