The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Silfia Fitriani, 2020-11-14 04:18:19

E-BOOK KARYA TULIS ILMIAH PDF

E-BOOK KARYA TULIS ILMIAH PDF

PEMILIHAN TOPIK DAN MASALAH, PEMBATASAN TOPIK,
PENENTUAN JUDUL

Disusun Oleh Kelompok 4 :

1. Zuni Ismiyah (190651100063)
2. Amaliyah Nur Fadillah (190651100068)
3. Silfia Fitriani (190651100077)
4. Sukma Nanda E.K (190651100081)
5. Viris Berlian (190651100082)
6. Nurul Latifah (190651100088)

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
TAHUN 2020

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur penulis ke hadirat ilahi rabikarena atas berkat
rahmat dan inayahnya penulis dapat menyelesaikan e-book ini dengan baik. Sholawat
dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta kelurga dan
para sahabatnya.
E-book ini merupakan salah satu karya yang kami susun sebagai bentuk tugas
mata kuliah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Pada kesempatan ini kami ucapkan terima
kasih kepada Ibu Dias Putri Yuniar, M.Pd selaku dosen pengampun mata kuliah
Karya Tulis Ilmiah yang telah mempercayakan kami untuk membuat e-book ini.
Sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang
yang kami tekuni.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan e-book ini.
Kami menyadari bahwa e-book ini masih jauh dari kata sempurna karena
kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran
dari pembaca agar dapat membangun kesempurnaan e-book ini untuk menjadi yang
lebih baik lagi ke depannya.

Surabaya, 11 November 2020

Penyusun

(kelompok 4)

i|Page

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………… i

Daftar Isi ……………………………………………………………………… ii

Latar Belakang ……………………………………………………………….. 1

A. Pemilihan Topik dan Masalah……………………………………….. 3
1. Pengertian Topik………………………………………………….... 3
2. Pemilihan Topik…………………………………………………….. 4
7
B. Pembatasan Topik……………………………………………………… 9
C. Penentuan Judul………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………… 11

ii | P a g e

LATAR BELAKANG

Karya ilmiah merupakan laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan
hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah
tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati
oleh masyarakat keilmuan. Karya ilmiah merupakan salah satu hasil pemikiran
dan imajinasi seseorang yang dikonfirmasikan pada orang lain dan telah diuji
kebenarannya serta dapat diterima dan ditulis secara ilmiah. Menurut, Nana
Sudjana (2014) “ bahwa karyailmiah adalah karya tulis atau bentuk lainnya yang
telah diakui dalam bi-dang ilmu pengetahuan, teknologi atau seni yang ditulis
atau dikerjakansesuai dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pecdoman atau
aturan yang telah ditetapkan.” Sedangankan menurut (Arifin,1983 1) Karya
ilmiah adalah hasil penuangan data lapangan ke dalam bentuk karangan dengan
mengikuti aturan dan metode ilmu pengetahuan sehingga menghasilkan informasi
yang dapat didiskusikan dan disebar luaskan pada masyarakat serta
didokumentasikan di perpustakaan.

Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang
merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang
penulis karya ilmiah menyusun kembali berbagai bahan informasi menjadi sebuah
karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penyusun atau pembuat karya ilmiah tidak
disebut pengarang melainkan disebut penulis (Soeseno, 1997: 1). Kata karya
dapat diartikan sebagai hasil perbuatan atau ciptaan (terutama hasil karangan),
dan kata ilmiah dapat diartikan bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu
pengetahuan. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa karya ilmiah adalah
karangan yang bersifat ilmu atau memenuhi syarat ilmu pengetahuan, sehingga
karya tulis ilmiah merupakan hasil dari pemikiran ilmiah tentang berbagai disiplin
ilmu tertentu dari berbagai bidang ilmu yang disusun secara sistematis, benar,
logis, utuh, bertanggungjawab, serta menggunakan bahasa yang benar, disertai
fakta dan data.

1|Page

Penulisan suatu karya ilmiah memerlukan persyaratan, baik formal maupun
materil. Persyaratan formal menyangkut kebiasaan yang harus diikuti dalam
penulisan, sedangkan persyaratan materil menyangkut isi tulisan. Sebuah tulisan
akan mudah dipahami dan menarik apabila isi dan cara penulisannya memenuhi
persyaratan dan kebiasaan umum. Sebuah karya tulis ilmiah haruslah mengikuti
beberapa ciri khas, yaitu:

a. Sistematik, artinya runtut, uraian enak dibaca mulai dari
pendahuluan, perumusan masalah, teori, data, hingga penarikan
kesimpulan, begitu jelas kaitan satu dengan lainnya

b. Jelas tujuannya, apa yang ditulis, pesan-pesan apa yang
dibawa dan ditujunya sangat jelas

c. Universal, berlaku umum, bukan hanya kepentingan suatu
pihak

d. Keaslian, asli buah pikiran dan hindari Plagiatisme
e. Kejujuran (intellectual honesty) dan Kerendahatian

(Intellectual modesty), kesadaran bahwa sebuah pemikiran
tidaklah merupakan kebenaran abadi, tetapi sebuah kebenaran
relatif, sehingga mungkin saja akan berbeda dari pemikir yang
lain, disebabkan metoda, waktu dan tempat yang berbedadan
f. Berawal dari sumber-sumber yang tepat dan kredibel, semakin
banyak sumber yang diungkap semakin baik.

Dalam melaksanakan suatu penulisan karya ilmiah atau melakukan suatu
kegiatan penelitian adalah sebuah proses pemecahan berbagai permasalahan terkait
dengan bidang keilmuan tertentu. Oleh karena itu, penulisan karya ilmiah atau hasil
penelitian harus berupa pemaparan proses pemecahan masalah yang berfungsi
mengkomunikasikan awal gagasan atau hasil penelitian yang telah dilakukan,
sehingga peneliti atau pembaca akan memperoleh jawaban dari masalah yang dikaji
atau ditelitinya.

2|Page

Karya ilmiah harus memiliki tujuan utama untuk menemukan
kebenaran, merumuskan teori, merumuskan prinsip-prinsip atau dalil-dalil,
baik yang langsung maupun tidak langsung dan mempunyai nilai
kemaslahatan bagi kehidupan manusia. Hal yang sangat penting dan paling
mendasar ketika akan menulis karya ilmiah tersebut adalah penentuan topik.
Pemilihan topik haruslah bersifat spesifik agar lebih mendalam
pembahasannya. Untuk mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang hal
tersebut, maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana penentuan
topik, tema, dan judul dalam suatu proses penulisan karya ilmiah atau
melakukan suatu kegiatan penelitian.

A. PEMILIHAN TOPIK DAN MASALAH

1. Pengertian Topik
Topik adalah suatu isu atau pokok persoalan yang sifatnya masih

umum dan abstrak. Pada dasarnya merupakan pokok pembicaraan dalam
keseluruhan tulisan yang digarap dan sebagai landasan yang dapat
dipergunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan maksudnya.
Aktivitas menulis tidak mungkin dilakukan tanpa topik. Oleh karena itu,
kegiatan pertama yang harus dilakukan pada tahap pra penulisan ialah
memilih topik. Misalnya, isu mengenai Pendidikan, ini adalah topiknya,
yang tentunya masih bersifat umum, permasalahan Pendidikan dalam hal
apa masih belum jelas, oleh karenanya tadi dikatakan bahwa topik masih
bersifat umum dan abstrak. Sehingga langkah selanjutnya untuk membuat
karya tulis ilmiah setelah diketahui topiknya, adalah pemilihan topik /
masalah, pembatasan topik dan penentuan judul.

3|Page

2. Pemilihan Topik
Hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa saat

menyusun sebuah proposal skripsi adalah memilih dan menentukan
masalah. Langkah pertama untuk menemukan masalah ini adalah dengan
menetapkan wilayah kajian yang sesuai dengan bidang kajian masing-
masing, baik itu persoalan yang berkaitan dengan bidang tafsir maupun
hadist. Kemudian perlu ditentukan apakah penelitian tersebut akan
mengakaji tokoh tertentu, literatur tertentu atau isu tertentu. Perlu diingat
bahwa sebuah masalah itu pertama-tama harus menarik perhatian penulis.
Topik yang menarik perhatian akan memungkinkan penulisnya berusaha
secara terus-menerus mencari data yang diperlukan. Selain itu, sebuah
masalah harusnya sudah diketahui sebelumnya oleh penulis, sehingga
mudah untuk diuraikannya dengan sebaik-baiknya. Karakteristik berikut
bisa dijadikan pedoman yang penting untuk mencari atau memilih
masalah. Karakteristik tersebut perlu dijelaskan sebagai berikut:

a. Topik harus bermanfaat dan layak dibahas. Bermanfaat
berarti bahwa pembahasan topik tersebut akan memberi
sumbangan bagi pengembangan ilmu dan profesi, serta
layak dibahas, dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.

b. Topik dikenal baik, berarti topik yang dipilih harus topik
yang dikuasai atau diketahui penulis sendiri. Sekurang-
kurangnya prinsip-prinsip ilmiahnya dikuasai penulis.

c. Topik cukup menarik, terutama bagi penulis. Topik yang
demikian dapat memotivasi penulis berusaha secara
kontinu mencari data yang berguna dalam membahas
masalah yang dihadapi dan memotivasi penulis
menyelesaikan masalah karya ilmiahnya secara baik. Bagi
pembaca, topik yang demikian mengandung minat untuk
membacanya.

4|Page

d. Bahan yang diperlukan untuk pembicaraan topik dapat
diperoleh dan cukup memadai.
Artinya sumber-sumber bahan yang relevan dan memadai
dapat diperoleh, baik dari perpustakaan pribadi penulis
maupun dari perpustakaan yang ada di daerah atau kota
penulis.

e. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.
Topik yang terlalu luas seperti laut, pendidikan, pelayaran,
tidak memberi kesempatan kepada penulis untuk
membahasnya secara mendalam. Apalagi jika panjang
karya ilmiah dibatasi. Sebaliknya bila topik terlalu sempit,
maka sifatnya terlalu khusus, tidak dapat digeneralisasi,
sehingga tidak banyak gunanya bagi pengembangan ilmu
(Sanggup, 2015: 22).

f. Topik yang dipilih sebaiknya:
1. Tidak terlalu baru, topik yang terlalu baru memang
menarik untuk ditulis, akan tetapi seringkali penulis
mengalami hambatan dalam memperoleh data
kepustakaan yang akan dipakai sebagai landasan
atau penunjang. Data kepustakaan yang diperoleh
mungkin terbatas pada berita dalam surat kabar atau
majalah popular.
2. Tidak terlalu teknis. Karangan yang terlalu teknis
kurang dapat menonjolkan segi ilmiah. Tulisan
semacam ini biasanya bersifat sebagai petunjuk
tentang bagaimana tata cara melakukan sesuatu,
tanpa mengupas teoriteori yang ada.
3. Tidak terlalu kontroversial. Suatu tulisan yang
mempunyai topik kontroversial menguraikan hal-
hal diluar hal yang menjadi pendapat umum.

5|Page

Tulisan semacam ini sering menimbulkan
permasalahan bagi penulisnya.

g. Penting dan layak diteliti
Suatu penelitian layak dilakukan jika memiliki makna atau
penting secara akademis maupun sosial; jika tidak maka
tidak perlu dilaksanakan. Hal ini tidak berarti bahwa hasil
sebuah penelitian harus bisa diterapkan secara langsung,
namun untuk menghindari jangan sampai sebuah topik
tidak kegunaan atau merupakan sesuatu yang tidak penting.

h. Tersedianya data dan metode
Permasalahan penelitian harus didukung oleh data yang
dapat diperoleh dan alat pengumpul dan pengolah data
yang mempunyai memadai. Pemasalahan yang menarik
namun tidak bisa diteliti karena datanya tidak bisa
diperoleh dan metodenya tidak tersedia harus dihindari
karena akan menghambat proses penelitian dan
memungkinkan gagalnya penelitian atau penulisan sebuah
skripsi.

i. Bisa diselesaikan dalam jangka waktu tertentu
Masalah waktu juga harus menjadi perhatian dan
6pertimbangan dalam menentukan sebuah permasalahan
yang akan diteliti. Apakah waktu yang diperlukan
dipandang cukup menurut batas maksimal yang telah
ditentukan oleh program studi, ataukah akan melebihi? Jika
dirasa cukup, maka permasalahan tersebut dapat diangkat
menjadi fokus penelitian. Namun jika memerlukan waktu
terlalu lama sehingga melebihi ketentuan dari program
studi, maka sebaiknya diganti dengan permasalahan yang
lain.

6|Page

j. Sesuai dengan kemampuan, minat dan bidang kajian yang
ditekuni
Permasalahan yang diangkat harus sebanding
dengankemampuan dan minat mahasiswa yang akan
menulis skripsi. Selain itu, permasalahan yang diangkat
harus sesuai dengan bidang kajian yang ditekuni selama
ini, dengan asumsi bahwa dalam bidang kajian itulah
seorang mahasiswa telah mendapat banyak bekal keilmuan
sepanjang masa perkuliahannya.

k. Potensial bagi pengembangan lebih lanjut
Sebuah penelitian diharapkan bisa memberikan sumbangan
yang berarti bagi agama, masyarakat dan keilmuannya.
Oleh karena itu, mahasiswa harus memilih permasalahan
yang berpotensi untuk dikembangkan, baik ditinjau dari
segi agama, masyarakat maupun bidang keilmuan yang
bersangkutan. Hal ini tidak berarti bahwa permasalahan
yang diangkat harus sama sekali baru dan berbeda dengan
penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian-penelitian
Sebelumnya dapat dijadikan acuan dan bahan untuk dilihat
dan dicari ruang-ruang kosong yang masih memungkinkan
untuk dikembangkan, dilanjutkan, diperjelas, dikritik atau
bahkan dibantah dan dibatalkan.

B. PEMBATASAN TOPIK

Setelah kita berhasil memilih topik yang memenuhi persyaratan, angka
kedua ialah membatasi topik. Untuk membuat diagram jam, topik diletakkan
dalam sebuah lingkaran. Dari topik itu diturunkan beberapa topilk yang lebih
sempit, dengan diagram jam itu akan diperoleh dua belas topik yang lebih
terbatas tentang pendidikan. Cara lain untuk menemukan topik yang terbatas

7|Page

ialah dengan jalan membuat diagram pohon. Dengan diagram ini kita akan
memecahkan topik - topik setingkat demi setingkat dan menggambarkannya
sebagai cabang – cabang dan ranting pohon yang terbalik. Contoh diagram
jam pendidikan.

evaluasi diri
satuan / progam
pendidikan (EDS)

sertifikasi guru monitoring
satuan / progam
pendidikan oleh

pemerintah
daerah (MSPD)

penjaminan mutu
pendidikan

progam akreditasi pengumpulan
satuan / progam data padapati

pendidikan

ujian nasional

1.1 Contoh diagram jam

Setelah mendapatkan beberapa rumusan masalah dalam penelitian,
maka pustakawan harus memilih satu yang sekiranya sudah dipahami dengan
matang atau mampu untuk dilakukan peneliti. Selanjutnya, penentuan judul
sementara, maksut dari sementara adalah judul yang nanti setelah selesai
pembuatan artikel bisa berubah. Namun, penulisan judul ini juga bisa
dilakukan diahir penulisan karena beberapa dari penulis akan menulis judul
setelah tulisan sudah jadi sempurna.

8|Page

Biasanya cara yang digunakan untuk membatasi sebuah topik ialah
dengan cara menambahkan kata atau kelompok kata (frase) pada sebuah topik
yang lebih besar. Kata atau kelompok kata itu merupakan bagian lanjutan dari
suatu topik dan berfungsi untuk mempersempit luas ruang lingkup dari topik
itu.

C. PENENTUAN JUDUL

Setelah diperoleh topik yang relevan, topik tersebut dinyatakan dalam
suatu judul karya ilmiah. Judul berbeda dengan topik, judul adalah nama
dalam suatu karya ilmiah sedangkan, topik merupakan pokok pembicaraan
dalam keseluruhan karya ilmiah yang dikerjakan. Perumusan judul penelitian
tidak jarang dianggap sebagai sesuatu hal yang remeh. Hal ini mungkin
disebabkan bagi beberapa pihak masalah tersebut merupakan pekerjaan yang
agak sulit untuk dilaksanakan. Sebenarnya perumusan suatu judul penelitian
sedikit banyaknya tergantung pada berhasil atau tidaknya seorang peneliti
untuk mengabstraksikan masalah yang ingin ditelitinya. Menurut Fisher
(Koesmawan, 2010: 23), “masalah” diartikan sebagai:

a. Suatu kesulitan yang dirasakan oleh seseorang
b. Suatu perasaan yang tidak menyenangkan seseorang atas fenomena

yang ada atau terjadi
c. suatu ketidaksesuaian atau penyimpangan yang dirasakan atas “apa

yang seharusnya” dan “apa yang akan terjadi

Dalam karya ilmiah, judul harus tepat menunjukkan topiknya. penentuan
judul dalam suatu karya juga memiliki beberapa syarat yaitu : Judul harus sesuai
dengan topik atau isi karya ilmiah beserta jangkauannya dan bagian-bagian dari
tulisan tersebut

a. Judul harus memiliki independent variable (variabel bebas) dan
dependent variable (variabel terikat)

9|Page

b. Judul harus menggambarkan secara sederhana masalah yang akan
diteliti, artinya judul tersebut merupakan suatu refleksi daripada
masalah yang akan diteliti

c. Judul karya ilmiah diusahakan sesingkat mungkin
d. Judul karya ilmiah harus dinyatakan secara jelas

Judul yang dirumuskan sifatnya tentatif, karena selama proses
penulisan ada kemungkinan judul berubah. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam merumuskan judul adalah sebagai berikut:

a. Judul menimbulkan rasa ingin tahu seorang lain untuk membaca
tulisan ini (bersifat provokatif)

b. Judul tidak mempergunakan kalimat yang terlalu panjang, jika
judul terlalu panjang, dapat dibuat judul utama dan judul tambahan
(sub judul)

c. Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frase benda, bukan
dalam bentuk kalimat

d. Perlu diperhatikan penggunaan gaya bahasa yang baik serta
pemakaian bahasa yang didasarkan pada dasar-dasar gramatika
yang baik pula

e. Suatu kesulitan yang dirasakan oleh seseorang
f. Suatu perasaan yang tidak menyenangkan seseorang atas fenomena

yang ada atau terjadi
g. Suatu ketidak sesuaian atau penyimpangan yang dirasakan atas

“apa yang seharusnya” dan “apa yang akan terjadi

10 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA
Zulmiyetri, Nurhastuti, dan Safaruddin.2019.Penulisan Karya Ilmiah.Jakarta:
Kencana.
Suprihatin, Dewi.2017.Pokok – Pokok Bahasa Indonesia.Yogyakarta: Cv.
Absolute Media.
Fakultas Keguruan Islam dan Ilmu Pendidikan Universitas
Islam.2013.Panduan Penulisan Karya Ilmiah.Malang: Dr. H. Nur Fajar Arief, M.Pd
Rokhmansyah, Alfina. Rijal,Syamsul dan Purwanti.2018.Bahasa Indonesia
Untuk Perguruan Tinggi.Semarang: Unnes Press.
Silaswati, Diana. 2018. “Pentingnya Penentuan Topik Dalam Penulisan
Karya Ilmiah Pada Bidang Akutansi” dalam Akurat : Jurnal Ilmiah Akuntansi
Volume 9 (hlm. 81 – 88).Bandung: Prodi Pendiikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

11 | P a g e


Click to View FlipBook Version