The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Retno Lanceng Kermata, 2020-07-28 19:52:19

E-Module Sejarah

E-Module Sejarah

Panembahan pertama memberikan petunjuk mengenai
menara yang akan digunakan untuk mengumandangkan adzan
sebagai penanda agar bagi umat Islam yang telah berkeyakinan
penuh rukun iman agar supaya bersegera ke masjid. Keadaan
menara masjid yang berbentuk persegi enam menandakan
bahwa tegaknya rukun iman yang ada enam. Begitu juga dengan
ujung palung atas meruncing seperti ujung panah yang
menunjukkan keberhasilan keturunannya harus tetap beriktikad
memegang teguh ajaran agama Islam.

Keberadaan menagar masjid jamik lebih rendah dari atap
masjid (kubah), menurut sesepuh menunjukkan bahwa setiap
rakyat harus taat kepada pemimpinnya,, setiap murid harus taat
pada gurunya, setiap keluarga harus taap pada pemimpinnya
(iman) keluarganya, dan setiap pemimpin dan yang dipimpin
harus saling ramah tamah tidak boleh melangkahi atau
mendahului.
3. 13 pilar dan maknanya

(Foto Pribadi)
Begitu pula petunjuk panembahan Somala kepda juru arsitek
Tiongkok Law Piango, mengatakan bahwa bangunan masjid di

45

tengah-tengah harus dibuatkan pilar yang dikelilingi 13 pilar dan
jika dilihat dari sebelah utara, barat, selatan, timur berbentuk
persegi empat sebagai suatu kesatuan dalam melakukan ibadah
dan sebagai symbol salat berjamaah. Seluruh bangunan masjid
tersebut memiliki makna masing-masing dengan menyimak
beberapa penjelasan akan makna-makna dari sebagian elemen
bangunan yang ada, yakni sebagai berikut:

a. Menara digunakan sebagai tempat adzan memanggil kaum
muslin untuk mengerjakan sholat berjamaah tepat waktu.
Dengan berbentuk menara segi enam menunjukkan rukun
iman itu ada enam dan harus diyakini.

b. Kelima pintu pada bagian timur masjid ditafsirkan sebagai
peringatan untuk mengerjakan sholat lima waktu sedangkan
dua pintu pada sisi selatan dan utara ditafsirkan sifat rasul
(sidiq, amanah, tabligh, fathonah) dan jendela sebanyak
sepuluh buah ditafsirkan akan banyaknya malaikat
(Mukarram, 2001)

c. Jumlah pilar yang terdapat didalam bangunan berjumlah 13
yang mengartikan rukun shalat (Niat, berdiri bagi yang
mampu, Takbiratul Ikhram, Membaca Al-Fatehah, Ruku,
I‟tidal, Sujud, Duduk diantara dua salam, duduk pada
tasyahud akhir, membaca shalawat nabi, salam, dan tertib).
(Mukarram, 2001)

4.Mihrab ganda dan Masjid
Didalam masjid terdapat 2 mihrab yang memiliki kegunaan

berbeda. Mihrab pertama berfungfi sebagai tempat imam
melaksanakan shalat, sedangkan mihrab kedua sebagai tempat

46

makmum untuk memperjelas bacaan apabila imam mengucapkan
takbir dan juga mamkmu yang berada di tempat tersebut (mihrab
kedua) diharuskan bersuara lantang agar suara bisa tersampaikan
keseluruh bagian masjid karena pada saat itu belum ada pengeras
suara.

Begitu juga dengan Mihrab tersebut masing-masing memiliki
tiga susun tangga yang memiliki makna sebagai berikut:

a. Tangga pertama, artinya ingatlah bahwa semua alim
ulama yang benar-benar alim dan beriktikaf paling tinggi
berhak menjadi imam shalat/ sebagai khatib.

b. Tangga kedua, setiap ulama dan yang paling menonjol
ilmu syariatnya juga berhak menjadi imam/khatib.

c. Tangga ketiga, artinya diharapkan bagi seluruh jamaah
masjid harus memahami sesempurna mungkin teori dan
praktek kembali kepada Allah SWT dengan kata seruan
rukuk dan sujudlah kamu kepada Allah SWT.

5.Makna ukiran pada pintu
Pintu utama masjid ada 5 buah pintu, satu pintu berada

ditengah-tengah dengan ukuran paling besar diantara keempaat
pintu lainnya, sedangkan ukuran pintu lainnya memiliki ukuran
yang relative sama. Kita lihat pintu yang paling besar yang ada
ditengah. Pada dua lembar daun pintu ada ukiran berbentuk
pohon menjalar berbunga dan berbuah yang biasa disebut dengan
relief yang memiliki makna:

a. Pohon menjalar terus berarti syariat Islam dengan ilmu
iktikatnya yakni bahwa orang-orang Islam di Sumenep telah
bertekad menunjukkan kesempurnaan keyakinannya kepada

47

Allah serta menunjukkan kekuatan keyakinan yang terus
bertambah seiring berjalannya waktu.
b. Daun menunjukkan bahwa raja, para alim ulama, pemimpin
dan tokoh masyarakat telah berlindung dibawah naungan
pemimpinnya.
c. Bunga menunjukkan bahwa kekompakan dengan
raja/pemimpin sangat mempengaruhi masyarakat luas dan
mengharumkan masyarakat Sumenep.
d. Buah memberikan bukti bahwa syariat dan iktikad Islam di
Sumenep telah menyebar dengan sempurna pada abag ke-18.
6.Filosofi pohon Tanjung dan pohon Sawo
Utama halaman masjid terdapat pohon sawo (sabu: bahasa
Madura) dan juga pohon tanjung, dimana kedua pohon tersebut
merupakan penghias utama halaman masjid karena dipercaya
memiliki makna filosofi sebagai berikut:
a. Sabu adalah penyatuan kata ”sa” dan “bu”, sa mempunya
maksut salat dan bu mempunya maksut ja „bu-ambu (dalam
bahasa Madura).

(Foto Pribadi)

48

b. Tanjung adalah penyatuan kata “ta” dan “jung”, ta
mempunya maksut tandha, dan jung mempunyai maksud
ajunjhung.

(Foto Pribadi)
c. Dan masjid sendiri memiliki makna pusat kegiatan dalam

menyiarkan agama Islam.
Jadi apabila dijabarkan kesemuanya mengandung maksut

dan harapan sebagai:
“Shalat ja‟ bu-ambu (jha‟ ga‟ pegga‟), tanda ajunjhung

tenggi kegiatan agama Allah. Maka dalam Bahasa Indonesia
adalah Shalat Lima waktu jangan ditinggal (jangan putus-putus),
sebagai tanda menjunjung tinggi agama Allah.

49

TUGAS INDIVIDU
Identifikasi Masjid bersejarah didaerah kalian masing-masing dan
berikan bukti peninggalan sejarahnya!

50

Latihan Soal.
A. Berilah tanda silang(X)pada huruf a,b,c, d dan e didepan

jawaban yang benar!
1.Berikut yang merupakan komponen utama dari bangunan

masjid adalah. . .
a. Mihrab
b. Mimbar
c. Liwan
d. Menara
e. Beduq
2. Tempat luas yang digunakan untuk shalat di dalam masjid

dinakaman. . .
a. Mihrab
b. Menara
c. Liwan
d. Dikkeh
e. Sahn
3. Tempat yang digunakan oleh Muadzin untuk

mengumandangkan adzan dinamakan. . .
a. Mimbar
b. Menara
c. Suffah
d. Dikkeh
e. Kubah
4. Terdapat dua masjid yang telah dibangun oleh keluarga

keraton di masa pemerintahan dan tempat yang berbeda.
Masjid apa sajakah itu. . .

51

a. Masjid Jamik dan Masjid Darussalam
b. Masjid Laju dan Masjid Al-Hikmah
c. Masjid Al-Hidayah dan Masjid Nurul Iman
d. Masjid Laju dan Masjid Jamik
e. Masjidil Haram dan Masjid Al Aqsa
5. Alat pendukung yang biasanya digunakan untuk penanda

sebelum dikumandangkannya adzan di masjid-masjid yang
ada di Indonesia adalah. . .
a. Liwan
b. Menara
c. Sahn
d. Riwags
e. Beduq
6. Tempat yang dimasa Nabi Muhammad digunakan sebagai
tempat tinggal fakir miskin dan tempat mengajar agama
adalah. . .
a. Riwags/Suffah
b. Dikkeh/ Dikka
c. Maksurah/ Zawiyah
d. Sahn
e. Liawan
7. Gapura berasal dari bahasa arab “Hafura” yang artinya. . .
a. Masuk ke tempat pengampunan
b. Masuk ke tempat maksiat
c. Masuk ke ruanngan hampa
d. Masuk ke tempat haram
e. Masuk ke tempat jual beli

52

8. Tempat makmum untuk memperjelas bacaan apabila imam
mengucapkan takbir dinamakan. . .

a. Mimbar pertama
b. Menara
c. Mihrab
d. Mimbar kedua
e. Riwags
9. Tangga pada mihrab yang memiliki arti alim ulama yang

benar-benar alim dan beriktikaf tinggi berhak menjadi
imam shalat adalah tangga. . .
a. Pertama
b. Kedua
c. Ketiga
d. Keempat
e. Kelima
10.Apakah maksud penyatuan kata “ta” dan “jung”. . .
a. Ja‟ buambu
b. Ajunjhung
c. Ajurukkong
d. Ningga‟
e. Niter
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat, jelas dan
benar!
1. Apa yang dimaksut dengan Arsitektur?
2. Sebutkan komponen utama arsitektur masjid?
3. Apakah yang dimaksu dengan dikka atau dikkeh ?

53

4. Apakah makna dari kemegahan gapura Masjid Jamik
Sumenep?

5. Masjid Jamik Sumenep memiliki mihrab ganda yang
masing-masing tersebut memiliki anak tangga. Jelaskan arti
dari masing-masing tangga tersebut!

6. Jelaskan makna ukiran yang terdapat di atas pintu!
7. Didalam halaman masjid terdapat pohon sawo dan pohon

tanjung. Jelaskan filosofi yang terdapat pada kedua pohon
tersebut?
8. Masjid jamik memiliki gapura yang sangat megah. Jelaskan
mengapa panembahan Notokusumo mendirikan gapura
megah tersebut!
9. Seluruh bangunan Masjid Jamik memiliki makna masing-
masing dengan 3 elemen utama. Jelaskan 3 elemen
bangunan beserta maknanya?
10.Jelaskan akulturasi budaya dari ornamen Masjid Jamik?

54

DAFTAR PUSTAKA
Atthalibi, F.A. Semiotik Arsitektur Masjid Jamik Sumenep-

Madura.
Artikel.https://webcache.googleusercontent.com/search?q=
cache:KgoDOS5H_TAJ:https://www.neliti.com/id/publicati
ons/113983/semiotika-arsitektur-masjid-jamik-sumenep-
madura+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id Diakses 19 Maret
2020.
Gazalba, S. 1962. “Mesdjid Pusat Ibadah Dan Kebudayaan Islam.
Djakarta: Pustaka Antara.
Mukarram, R.B.ABD. 2001. Sejarah Singkat Masjid Jamik
Sumenep.
Tjandrasasmita, Uka. (1975). Islamic Antiquities of Sendang
Duwur. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Zulkarnain I.,dkk. 2003. “Sejarah Sumenep”. Sumenep: Dinas

55


Click to View FlipBook Version