INDONESIAN FOOD GASTRONOMY
OF BAKPIA PATHUK AND GUDEG
E-LKPD FISIKA
SUHU & KALOR
Terintegrasi Problem Based Learning (PBL)
Untuk SMA/MA/Sederajat
Kelas XI Semester I
Nama : _________________
Nomor : _________________Yogyakarta, Agustus 2022
Kelas : _________________Tertanda,
Penulis
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun 2022
ii
DAFTAR ISI
Halaman Sampul ..........................................................i
Daftar Isi .......................................................................ii
Kata Pengantar ...........................................................iii
Pendahuluan ...............................................................1
Problem Oriented ........................................................3
Define Terms ...............................................................4
Investigating ................................................................5
Developing ...................................................................7
Analyze ........................................................................8
Penutup .....................................................................16
KATA PENGANTAR iii
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis bisa
menyelesaikan E-LKPD Fisika materi Suhu dan Kalor
berbasis Problem Based Learning (PBL).
E-LKPD ini dibuat terintegrasi kearifan lokal
sehingga selain dapat meningkatkan penguasaan
konsep dan keterampilan namun peserta didik juga
dapat meningkatkan pengetahuan tentang budaya
kearifan lokal dalam hal ini adalah makanan
tradisional.
Dengan dibuatnya E-LKPD ini, penulis berharap
agar peserta didik dapat lebih terbantu dalam
memahami materi Suhu dan Kalor dalam pelajaran
Fisika.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penulisan E-LKPD ini. Penulis mengharapkan kritik dan
saran untuk memperbaiki E-LKPD ini kedepannya.
Yogyakarta, Agustus 2022
Tertanda,
Penulis
PENDAHULUAN 1
KD
3.5 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan
kalor yang meliputi karakteristik termal suatu
bahan, kapasitas, dan konduktivitas kalor pada
kehidupan sehari-hari.
4.5 Merancang dan melakukan percobaan tentang
karakteristik termal suatu bahan, terutama terkait
dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta
presentasi hasil percobaan dan pemanfatannya
IPK
3.5.1 Menerapkan konsep perpindahan kalor dengan
cara konduksi dalam kehidupan sehari-hari
3.5.2 Menganalisis pengaruh konduktivitas termal
suatu bahan terhadap perpindahan kalor dengan
cara konduksi
4.5.1 Membuat laporan percobaan tentang
karakteristik termal suatu bahan, terutama terkait
dengan konduktivitas pada perpindahan kalor
dengan cara konduksi.
4.5.2 Melakukan presentasi hasil percobaan
tentang karakteristik termal suatu bahan,
terutama terkait dengan konduktivitas pada
perpindahan kalor dengan cara konduksi.
PENDAHULUAN 2
Tujuan Pembelajaran
1.Peserta didik dapat menganalisis konsep suhu
dalam makanan tradisional khas Yogyakarta yaitu
Bakpia Pathuk dan Gudeg
2.Peserta didik dapat menganalisis konsep pemuaian
kalor dalam makanan tradisional khas Yogyakarta
yaitu Bakpia Pathuk dan Gudeg
3.Peserta didik dapat menganalisis konsep
perpindahan kalor dalam makanan tradisional
khas Yogyakarta yaitu Bakpia Pathuk dan Gudeg
Petunjuk Penggunaan
Dalam penggunaan E-LKPD Suhu dan Kalor Berbasis
PBL Terintegrasi Kearifan Lokal ini peserta didik akan
terlibat pada tahapan :
Problem Oriented : Melibatkan diri terhadap
masalah yang berkaitan dengan bakpia pathuk.
Define Terms : Mengidentifikasi masalah yang
berkaitan dengan bakpia pathuk.
Investigating : Melakukan penyelidikan dalam
upaya pemecahan masalah yang berkaitan
dengan bakpia pathuk.
Developing : Melakukan pengembangan hasil
penyelidikan dalam upaya pemecahan masalah
yang berkaitan dengan bakpia pathuk.
Analyze : Menganalisis proses pemecahan masalah
yang berkaitan dengan bakpia pathuk.
PROBLEM ORIENTED 3
Apakah Anda pernah pergi ke pasar yang menjual makanan
tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Pasar
Kuliner Tradisional Condronegaran dan Pasar Kuliner
Tradisional Kotagede? Jika Anda pernah, pasti Anda tidak
asing dengan makanan berikut ini,
Gambar 1. Gudeg Gambar 2. Bakpia Pathuk
(Sumber : Indonesia Traveler) (Sumber : Merdeka)
Bagaimana? Tidak asing bukan? Nah coba perhatikan video
dibawah ini!
HOW??
Pada video diatas telah dijelaskan cara membuat
gudeg dan bakpia pathuk. Menurut Anda,
mengapa bakpia pathuk memiliki tekstur lembut
didalam dan renyah diluar? Selain itu, mengapa
gudeg memiliki tekstur yang khas dan rasa yang
pas?
DEFINE TERMS 4
Make A Hypothesis
Gambar 3. Gudeg Gambar 4. Bakpia Pathuk
(Sumber : Indonesia Traveler) (Sumber : Merdeka)
Gudeg adalah hidangan khas Provinsi Yogyakarta yang terbuat
dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu
berjam-jam untuk membuat hidangan ini. Warna coklat biasanya
dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan.. Warna
gudeg dihasilkan terutama oleh bumbu rempah-rempah yang
digunakan. Rempah-rempah ini juga memberikan cita rasa
utama rasa gudeg, karena daging mentah nangka muda
sebenarnya tidak memiliki rasa khusus.
Bakpia pathuk adalah kue berbentuk bulat pipih, terbuat dari
campuran kacang hijau dengan gula, yang dibungkus dengan
tepung, lalu dipanggang. Bakpia asal mulanya berasal dari
daratan Tiongkok. Bakpia Pathuk adalah salah satu varian
Bakpia yang berkembang di Yogyakarta Saat ini Bakpia Pathuk
sudah menjadi salah satu makanan khas sekaligus oleh-oleh
khas dari Yogyakarta. Ini merupakan salah satu wujud nyata
akulturasi budaya Tiongkok dan budaya Jawa, dalam hal ini
Yogyakarta.
Berdasarkan penjelasan dan pemahaman Anda, buatlah hipotesis
dari permasalahan diatas!
INVESTIGATING 5
Let's Do This!
Menentukan Hubungan Kalor dengan
Jenis Zat
Untuk dapat memecahkan permasalahan diatas lakukanlah
penelitian dibawah ini!
Alat dan Bahan
Lakukan penelitian ini pada halaman kerja dengan
mengikuti langkah kerja sebagai berikut :
1.Membuka halaman website v-lab kalor
2.Memilih bagian hubungan kalor dan jenis zat
3.Memindahkan api yang volumenya 200 ml berisi minyak
goreng dan berisi air ke bawah kaki tiga
4.Mengamati dan mencatat suhu yang ditunjukkan oleh
termometer ke dalam tabel percobaan
INVESTIGATING 6
Tabel Percobaan
Waktu : 1 Menit
Volume : 200 ml
No. Jenis Zat Panjang Suhu Suhu Perubahan
Sumbu Awal Akhir Suhu
1. Minyak 2 cm
Goreng
2. Air 2 cm
Pertanyaan
Berdasarkan percobaan diatas, jawablah pertanyaan berikut!
1.Apakah terdapat perubahan suhu antara suhu minyak
goreng dengan air biasa?
......................................................................................................
2.Urutkan perubahan suhu dari yang kecil ke yang besar,
berdasarkan jenis zat?
......................................................................................................
3.Tuliskan kesimpulan bagimana hubungan kalor dengan
zat?
......................................................................................................
DEVELOPING 7
Dari permasalahan diatas, jawablah pertanyaan atau
permasalahan berkaitan dengan pengetahuan konseptual
materi suhu pada makanan tradisional bakpia pathuk yang
terdiri dari komponen berikut ini!
1.Mengapa kacang hijau untuk isian bakpia dikukus?
Mengapa tidak direbus?
.................................................................................................
2.Bagaimana pengaruh waktu pemanggangan terhadap
rasa dan tekstur bakpia pathuk?
.................................................................................................
3.Bagaimana pengaruh suhu yang digunakan pada proses
pemanggangan terhadap ketahanan bakpia pathuk?
.................................................................................................
4.Bagaimana pengaruh waktu pemanggangan terhadap
ketahanan bakpia pathuk?
.................................................................................................
5.Bagaimana cara menjaga tekanan uap di dalam panci
pada saat memasak gudeg?
.................................................................................................
6.Mengapa lauk ayam pada gudeg digoreng menggunakan
minyak?
.................................................................................................
7.Bagaimana proses perpindahan kalor terjadi pada saat
memasak gudeg?
.................................................................................................
ANALYZE 8
Let's Find Out!
Setelah Anda melakukan penelitian Gambar 5. Gudeg Gambar 6. Bakpia
dan mengembangkan hasilnya (Sumber : Pathuk
melalu jawaban pertanyaan yang Indonesia
berkaitan dengan bakpia pathuk Traveler) (Sumber :
dan gudeg, apa saja yang Anda Merdeka)
peroleh?
Gambar 7. Gudeg Pengawetan gudeg dapat dilakukan dengan
Kaleng dimasukkan kedalam kaleng yang telah steril
dan melalui proses penghampaan yaitu gudeg
(Sumber : Kompas) dikukus dalam suhu 95 derajat celcius selama
kurang lebih 20 menit.
Suhu adalah derajat panas atau dingin suatu
benda.
ANALYZE 9
Gambar 8. Air dimasak Pada saat kita memasak air untuk membuat
(Sumber : Gridstar) gudeg menggunakan panci, lama-kelamaan
panci tersebut akan membesar. Hal itu terjadi
karena panci tersebut mengalami pemanasan
sehingga terjadilah pemuaian yang berakibat
volume panci lebih besar. Selain pada panci,
air yang dimasak juga mengalami pemuaian
sehingga volume air bertambah.
Pemuaian zat adalah peristiwa memuainya sebuah zat karena
peningkatan suhu yang terjadi.
Pemuaian Panjang Pemuaian Luas
Pemuaian Volume Untuk Setiap Gas
Keterangan :
ANALYZE 10
Proses Isobarik Proses Isokhorik Pers. Umum Gas
Proses pemanasan gudeg dengan menggunakan panci yang diletakkan
diatas tungku api. Panas akan merambat dari pusat tungku melalui
dinding luar panci dan masuk ke dalam panci yang berisi gudeg. Hal
ini terlihat dari timbulnya gelembung kecil di dasar panci. Gelembung
kecil semakin lama semakin besar yang dapat menggerakan gudeg
meluap-luap dan akhirnya tutupan panci juga ikut terangkat.
Meluapnya gudeg di dalam panci menunjukkan bahwa kalor memiliki
energi.
Kalor adalah energi yang berpindah
dari satu sistem ke sistem lainnya.
Gambar 9. Gudeg dimasak
diatas api
(Sumber : Buka Review)
Perubahan kalor pada
benda dapat menyebabkan
dua hal:
1.Menaikkan suhunya
2.Mengubah wujud
ANALYZE 11
Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diserap oleh benda
bermassa tertentu.
Azas Black
Perpindahan kalor terjadi dari sistem suhu tinggi ke suhu rendah.
Pada saat kita melelehkan coklat pada Gambar 10. Coklat
wajan sebagai isian bakpia pathuk, dilelehkan pada panci
terjadi perpindahan kalor secara (Sumber : Moms Money)
konduksi. Selain itu, pada saat kita
mengaduk lelehan coklat, sendok
alumunium yang digunakan ikut panas.
Hal tersebut juga menujukkan bahwa
terdapat perpindahan kalor secara
konduksi.
ANALYZE 12
Gambar 11. Kacang hijau Pada saat kita merebus kacang hijau
direbus pada panci untuk isian bakpia pathuk, akan ada
(Sumber : Hipwee) pergerakan naik turun kacang hijau
ketika airnya telah mendidih. Hal
tersebut menunjukkan bahwa telah
terjadi perpindahan kalor secara
konveksi.
Gambar 12. Orang Pada saat kita sedang memasak gudeg
memasak gudeg di kompor, tubuh kita juga akan
(Sumber : Tripzilla) merasakan hangat, hal tersebut
menunjukkan telah terjadi perpindahan
kalor secara radiasi.
Emisivitas adalah ukuran yang
menunjukkan besar pancaran radiasi
kalor suatu benda dibandingkan
dengan benda hitam sempurna.
ANALYZE 13
Contoh Soal 1
Suatu termometer raksa yang belum di kalibrasi jika
dicelupkan ke dalam es yang melebur panjang kolom raksanya
4 cm. Jika dicelupkan ke dalam air mendidih panjang kolom
raksanya 24 cm, dan ketika dicelupkan cairan dengan suhu B
maka panjang kolom raksanya 8 cm. Berapa derajat celcius
kah suhu B tersebut?
Penyelesaian
ANALYZE 14
Contoh Soal 2
Es bermassa m gram bersuhu 0 derajat celcius dimasukkan ke
dalam air bermassa 340 gram suhu 20 derajat celcius yang
ditempatkan pada bejana. Anggap bejana tidak
menyerap/melepas kalor. Jika lebur es = 80 kal/g, cair = 1
kal/g derajat celcius, semua es mencair dan kesetimbangan
termal dicapai pada suhu 5 derajat celcius, maka berapa massa
es (m) tersebut?
Penyelesaian
ANALYZE 15
Setelah Anda melakukan
penelitian, menjawab pertanyaan
guna membuat rancangan, dan
menganalisis melalui materi.
Apakah kesimpulan yang dapat
Anda sampaikan?
Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) merupakan panduan
kerja peserta didik untuk mempermudahkan peserta didik dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam bentuk elektronik yang
dapat dilihat pada desktop komputer, notebook, smartphone, maupun
handphone.
PROFIL PENULIS
Desty Zafira Riztanti lahir di Muara Enim pada 30 Desember 2001. Penulis
mengawali pendidikannya di SD Negeri 7 Muara Enim. Pada tahun 2013
penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Muara Enim. Pada tahun
2016 penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Unggulan Muara
Enim. Pada tahun 2019 penulis menempuh pendidikan S1 di Universitas
Negeri Yogyakarta pada bidang ilmu Pendidikan Fisika.
Bayu Setiaji, S.Pd, M.Pd. lahir di Jakarta pada 18 Mei 1994. Penulis
menempuh pendidikan S1 di Universitas Negeri Yogyakarta pada bidang
ilmu Pendidikan Fisika dan lulus tahun 2016 dan melanjutkan pendidikan
S2 di Universitas Negeri Yogyakarta pada bidang ilmu yang sama yaitu
Pendidikan Fisika dan lulus tahun 2018. Penulis berperan sebagai Dosen
Pembimbing.
Kalian telah mempelajari banyak hal pada E-LKPD Suhu dan Kalor Berbasis
PBL Terintegrasi Kearifan Lokal ini. Semoga E-LKPD ini dapat memberikan
banyak manfaat!
Terima Kasih telah belajar bersama kami!
"Jangan pperernnaahhbbererhh-eAnentntiiobnmeilmean-jgaar,jakrkaarenn.a" hidup tak
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun 2022