The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adikchandra13, 2023-05-15 02:02:43

Eksplorasi Konsep Mandiri Modul 3.3

Eksplorasi Konsep Mandiri Modul 3.3

EKSPOLASI KONSEP MANDIRI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID 1. Jenis Kegiatan atau program apakah yang dideskripsikan tersebut (Apakah intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler)? Situasi 1 : Program Ko-kulikuler Situasi 2 : Program Ko-kulikuler Situasi 3 : Program Ektra-kulikuler Situasi 4 : Program Esktra-kulikuler Situasi 5 : Program Intra-kulikuler Situasi 6 : Program Ektra-kulikuler Situasi 7 : Program Ekstra-kulikuler 2. Dalam setiap situasi, identifikasilah dibagian mana dan bagaimana guru mencoba mempertimbangkan ‘suara’; ‘pilihan’; dan ‘kepemilikan’ murid untuk mendorong tumbuhnya kepemimpinan murid. Jelaskan jawaban Ibu/Bapak. Situasi 1 : Bagian : “suara” pada bagian munculnya ide untuk adanya kebun sekolah, Bagaimana : “suara” dengan mananyakan apa saja yang mereka inginkan ada di halaman bermain sekolah mereka Bagian : “pilihan” pada bagian meminta murid-muridnya untuk menggambarkan seperti apa kebun impian mereka, Bagaimana : “pilihan” dengan menanyakan jenis-jenis tanaman apa yang mereka ingin ada di kebun tersebut Bagian : “kepemilikan” mengusulkan bagaimana mereka dapat membantu mewujudkan kebun tersebut, Bagaimana : denagn mengarahkan anak-anak bahkan dapat memberikan gagasan bagaimana kebun ini bisa dirawat bersama oleh murid-murid Situasi 2 Bagian : “suara” pada bagian terpilihnya satu layout yang paling ingin diimplementasikan oleh murid-murid di kelas, Bagaimana : dengan cara mempresentasikan lay out masingmasing kelompok di depan kelas, setelah semua kelompok melakukan presentasi, mereka kemudian harus memutuskan layout mana yang akan dipilih untuk diimplementasikan


Bagian : “pilihan” pada bagian mempresentasikan lay out masing-masing kelompok di depan kelas, setelah semua kelompok melakukan presentasi, mereka kemudian harus memutuskan layout mana yang akan dipilih untuk diimplementasikan, Bagaimana : dengan cara memilih satu layout yang paling ingin diimplementasikan oleh murid-murid di kelas. Bagian : “kepemilikan” pada bagian meminta murid-muridnya untuk bekerja kelompok merancang layout kelas, Bagaimnan : dengan cara menggambar, Setelah itu setiap kelompok akan menjelaskan layout kelas kelompok mereka di depan kelas. Situasi 3 Bagian : “suara” pada bagian menjelaskan kriteria destinasi wisata yang aman dan memungkinkan untuk dikunjungi dan juga menjelaskan tentang kemungkinan keterbatasan anggaran, agar murid-murid lebih mindful saat memilih destinasi ini, Bagaimana : dengan cara melakukan riset dan juga meminta pendapat teman-teman kelasnya Bagian : “pilihan” pada bagian menggunakan checklist yang mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Destinasi yang memenuhi semua kriteria pun akhirnya yang dipilih, Bagaimana : dengan cara diberi waktu melakukan riset, perwakilan murid ini menyortir 3 pilihan destinasi yang menurut kelas mereka sesuai dengan criteria. Bagian : “kepemilikan” pada Murid-murid dalam komite ini memberikan gagasan tentang apa saja kegiatan yang akan menarik untuk dilakukan, siapa yang akan memimpin kegiatan, apa yang akan dilakukan saat perjalanan, dsb, Bagaimana : dengan cara Murid perwakilan komite ini kemudian membawa destinasi pilihan ini kepada kepala sekolah, Bagaimana Situasi 4 Bagian : “suara” pada bagian murid-murid malah memberikan ide untuk meminta agar murid saja yang mengajar kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Mereka rupanya mengetahui ada salah satu teman mereka yang “ahli’ melakukan hal tersebut. Mereka mengatakan, guru cukup mensupervisi kegiatannya saja, tetapi murid yang memang memiliki keahlian tersebutlah yang akan mengajarkan teknik-tekniknya, Bagaimana : dengan cara mengajukan diri untuk membantu membujuk anak tersebut agar bersedia menjadi ‘guru’ untuk kegiatan ekstra kurikuler tersebut


Bagian : “ Pilihan” pada bagian menanyakan apakah anak-anak memiliki saran atau gagasan, bagaimana mereka dapat tetap mengadakan kegiatan ekstrakurikuler, walaupun secara daring, dan apa saja kegiatan-kegiatan yang sekiranya menarik minat murid-murid, Bagimana : dengan cara menanyakan apakah murid-murid merasakan kegalauan yang sama dengannya. Dari pertemuan tersebut, ia mengetahui ternyata murid-murid juga merasakan kegalauan yang sama. Bagian : “kepemilikan” pada bagian kesepakatan bersama, mereka memutuskan untuk melakukan beberapa kegiatan ekstrakurikuler, Bagaimana “ dengan melakukan beberapa kegiatan yang tidak dapat diajarkan oleh guru, diajarkan oleh murid-murid dengan supervisi guru. Situasi 5 Bagian : “suara” pada bagian mereka pun menemukan sumber pakan yang paling cocok dan ekonomis untuk skala produksi kala itu adalah cacing sutra yang diternak cukup banyak oleh masyarakat di sekitar sekolah, Bagaimana : dengan cara mencari, dan menguji coba berbagai sumber pakan organik di sekitar lingkungan mereka dan mengolahnya menjadi pakan ayam broiler Bagian : “pilihan” pada bagian mereka juga menemukan bahwa daging ayam broiler yang mengkonsumsi pakan dengan bahan utama cacing sutra memiliki massa daging lebih banyak dibanding yang mengkonsumsi pakan ternak biasa, Bagaimana : dengan cara menemukan sumber pakan yang paling cocok dan ekonomis untuk skala produksi kala itu adalah cacing sutra yang diternak cukup banyak oleh masyarakat di sekitar sekolah. Bagian : “kepemilikan” pada bagian dianggap menarik oleh sebuah waralaba ayam goreng internasional yang beroperasi di kabupaten mereka dan memutuskan untuk menguji dan akhirnya menyatakan bahwa produk daging ayam broiler murid-murid ini layak untuk digunakan, Bagaimana : dengan cara menghubungkan para murid dengan media TV lokal untuk membagikan apa yang mereka lakukan. Situasi 6 Bagian : “suara” pada bagian disepakati nama program ekstrakurikuler itu dengan nama ITS (Information Technology Student), Bagaimana : dengan cara mengusulkan satu program ekstra kurikuler yang bisa menampung keterampilan dan keahlian mereka dalam teknik komputer dan jaringan.


Bagian : “pilihan” pada bagian meminta murid-murid untuk mendiskusikan kembali kirakira apa solusi yang bisa dilakukan, Bagaimana : dengan cara melakukan modifikasi ide beberapa kali, akhirnya berjalanlah program tersebut. Mengingat terbatasnya anggaran, murid-murid memutuskan untuk menyediakan jasa service komputer di tahun pertama pelaksanaan dengan peralatan seadanya yang tersedia di sekolah. Bagian : “kepemilikan” pada bagian Murid tingkat dua akan membimbing murid tingkat 1, Bagaimana : dengan cara agar Program ini pun berlanjut menjadi semakin berkembang. Situasi 7 Bagian : “suara” pada bagian diberikan kebebasan untuk menyajikan dagangan sesui dengan kemampuannya, Bagaimana : dengan cara memamerkan barang dagangannya agar dapat dibeli oleh pengunjung. Bagian : “pilihan” pada bagian bersedia melaksanakan tugas yang telah dipilih pada acara pasar senenan, Bagaimana : dengan cara mendaftar pada posisi apa murid bersedia bertugas atau berperan pada kegiatan pasar senenan. Bagian : “kepemilikan” pada bagain mereka bertugas sesui peran dengan metode bekerja yang sesui dengan kemampuan mereka, Bagaimana : dengan cara bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas sesui dengan pilihannya. 3. Dalam setiap situasi yang digambarkan di atas, apa dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan? Jelaskan jawaban Anda! Situasi 1 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri karena bergotong royong dapat dicermati dari narasi situasi 1 bahwa guru bertanya mengenai pemanfaatan lahan yang tidak dipakai kepada murid, murid dengan antusias mengemukakan ide untuk membuat kebun sekolah dengan menyanggupi untuk memberesihkannya bersama-sama, kreatif dengan mengemukakan ide untuk adanya kebun sekolah murid secara spontan akan membawa benih-benih tumbuhan untuk ditanam dikebun sekolah, bernalar kritis dengan penawaran awal pemanfaatan lahan yang tidak produktif murid menawarkan ide untuk dijadikan kebun sekolah, dan mandiri hal


ini dapat dicermati dari mereka bersedia untuk menanam sendiri bibit tanaman yang mereka bawa dari rumah dan merawatnya dengan baik. Situasi 2 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Sebab dengan bergotong royong murid dapat mengiplementasikan lay out yang terpilih dan mewujudkan kelas yang diinginkan oleh murid, dengan meminta kelompok untuk membuat lay out dengan cara digambar dapat mendorong murid untuk mengelaurkan kreatifitasnya dalam menata kelas sesui dengan keinginannya, dengan membebaskan murid untuk menata kelas sesui dengan keinginan maka akan muncul ideide yang dapat menjadikan suasana kelas yang sesui dengan keinginan mereka, dengan menuntun murid untuk membuat kelompok dan mengambar lay out penataan kelas akan menjadikan mereka menjadi mandiri dalam melakukan permasalahannya sendiri. Situasi 3 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri, karena dapat dicermati pada situasi 1 bahwa murid yang menjadi komite studi wisata kelas 9 melakukan riset dan meminta masukan dari teman-teman sekelasnya merupakan bentuk gotong royong dalam emecahkan suatu masalah, kreatif dapat dicermati pada bagian komite adhoc studi wisata kelas 9 melakukan polling melalui checklish untuk memilih 3 destinasi wisata yang akan menjadi tempat wisata, bernalar kritis hal ini dapat dicermati dari setelah mendengarkan penjelasan dari guru mengenai kriteria destinasi wisata yang aman dan memungkinkan untuk dikunjungi dan juga menjelaskan tentang kemungkinan keterbatasan anggaran, agar murid-murid lebih mindful, serta mandiri dapat dicermati dari stuasi 3 yaitu Secara bersama-sama. anggota komite lalu mendiskusikan pilihan-pilihan destinasi ini. Mereka menggunakan checklist yang mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Destinasi yang memenuhi semua kriteria pun akhirnya yang dipilih. Murid perwakilan komite ini kemudian membawa destinasi pilihan ini kepada kepala sekolah. Kepala sekolah lalu meminta komite untuk mempresentasikan ide ini kepada para orang tua Kelas 9 Situasi 4 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Sebab dapat dicermati dari situasi 4 bahwa adanya kesepahaman antara


kepala sekolah, guru, dan murid untuk melaksanakan ekstrakulikuler secara daring pada masa pandemic merupakan profil gotong royong , profil kreatif pada situasi 4 dapat dicermati pada saat murid menawarkan untuk menjadi pembimbing ektrakulikuler pada saat guru tidak ada yang cakap pada kegiatan ekskul tersebut, bernalar kritis dapat dicermati pada saat murid memunculkan ide mengenai kegiatan ekskul daring yang di bimbing oleh murid sendiri dan guru hanya melakukan supervise terhadap kegitan tersebut, profil mandiri dapat dicermati pada saat murid menyanggupi untuk mrmbujuk temannya yang memiliki kecakapan dari kegitan ekskul yang akan dilaksanakan. Situasi 5 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Sebab profil gotong royong dapat dicermati dari para murid melakukan pencarian dan pengujian dari berbagai pakan ternak sehingga dapat menemukan sumber pakan yang paling cocok dan ekonomis untuk skala produksi kala itu adalah cacing sutra yang diternak cukup banyak oleh masyarakat di sekitar sekolah, profil kreatif dapat dicermati pada mereka juga menemukan bahwa daging ayam broiler yang mengkonsumsi pakan dengan bahan utama cacing sutra memiliki massa daging lebih banyak dibanding yang mengkonsumsi pakan ternak biasa, profil bernalar kritis dapat dicermati pada mengidentifikasi potensi pakan ternak organik dari lingkungan dan masyarakat sekitar berikut permasalahannya, kemudian menawarkan solusi untuk mengembangkannya, dan profil bernalar kritis dapat dicermati pada memproduksi sendiri daging ayam broiler di sekolah, para murid juga mengajak masyarakat peternak broiler di sekitar sekolah untuk menggunakan pakan buatan mereka sehingga menghasilkan volume daging yang cukup untuk memasok daging ayam ke waralaba tersebut. Kasus 6 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Sebab dapat dicermati bahwa dengan gotong royong dapat tercetus suatu kegitan ekskul yang sesui dengan keterampilan dan keahlian mereka, profil kreatif dapat dicermati dari seringya mereka berkonsultasi kepada guru TIK akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan kegiatan ekskul, profil bernalar kritis dapat dicermati pada munculnya nama kegiatan ekskul program ekstrakurikuler itu dengan nama ITS (Information Technology Student) untuk mengembangkan dan meningkatan bakat dan minatnya, dan


mandiri dengan adanya kegitan ekskul mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran secara mandiri. Situasi 7 Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri. Sebab bergotong royong menjadikan suatu program dalam terlaksana dengan baik misalnya pada acara pasar senenan dapat terlaksana karena adanya gortong royong antara murid dan pihak sekolah, profil bernalar kritis dapat dicermati pada video dengan menyajikan dagangan yang bervariasi dari murid-murid, prifil kreatif juga terlihat pada adanya uang yang hanya berguna untuk belanja di pasar senenan dengan cara menukar uang rupiah dengan uang yang belaku di bank yang tersedia di pasar, dan mandiri dapat dilihat pada pelaksanaan tugas yang dipilih murid pada saat berperan dalam kegiatan pasar senenan.


Click to View FlipBook Version