SOSIOLOGI
PEMECAHAN PERMASALAHAN
SOSIAL
PERMASALAHAN SOSIAL
3.2
2020
SOSIOLOGI
PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DI MASYARAKAT
Masalah sosial adalah sebuah gejala atau fenomena yang muncul dalam
realitas kehidupan bermasyarakat .dalam kehidupan keseharian fenomena
tersebut hadir bersamaan dengan fenomena sosial yang lain,oleh sebab itu untuk
daapat memahaminya sebagai masalah sosial ,dan membedakannya dengan
fenomena yang lain dibutuhkan suatu identifikasi.Pada dasarnya fenomena
tersebut merupakan kondisi yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat atau
kondisi yang tidak di kehendaki ,oleh karena ituwajar kalau kemudian selalu
mendorong adanya usaha untuk mengubah dan memperbaikinya.agar lebih
berdaya guna ,upaya untuk melakukian perubahan dan perbaikn tersebut .
Sebab-sebab Terjadinya Permasalahan Sosial
Masalah sosial timbul dari kekuranga-kekurangan dalam diri manusia atau
kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis,
biopsikologis, dan kebudayaan. Setiap masyarakat mempunyai norma yang
bersangkut paut dengan kesejahteraan kebendaan, kesehatan fisik, kesehatan
mental, serta penyesuaian diri individu atau kelompok. Problem-problem yang
berasal dari faktor ekonomis antara lain kemiskinan, pengangguran, dan
sebagainya. Penyakit misalnya bersumber dari faktor biologis. Dari faktor
psikologis timbul psikologis timbul persoalan seperti penyakit syaraf, bunuh
diri, diorganisasi jiwa, dan seterusnya. Sementara itu, ersoalan yang
menyangkut perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial, dan
keagamaan bersumber pada faktor kebudayaan. Sudah tentu, acapkali suatu
masalah dapat digolongkan ke dalam ebih dari satu kategori. Misalnya,
kemiskinan mungkin merupakan akibat berjangkitnya penyakit paru-paru yang
merupakan faktor biologis atau sebagai akibat sakit jiwa yang bersumber pada
faktor psikologis. Atau dapat pula bersumber pada faktor kebudayaan yaitu
karena tidak adanya lapangan pekerjaan dan seterusnya.
A. Pemecahan Masalah Social Berbasis Negara
Masalah sosial sebagai kondisi yang dapat menghambat perwujudan
kesejahteraan sosial pada gilirannya selalu mendorong adanya tindakan untuk
melakukan perubahan dan perbaikan. Dalam konteks tersebut, upaya
pemecahan sosial dapat dibedakan antara upaya pemecahan berbasis negara dan
berbasis masyarakat. Negara merupakan pihak yang sepatutnya responsif
terhadap keberadaan masalah sosial. Perwujudan kesejahteraan setiap warganya
merupakan tanggung jawab sekaligus peran vital bagi keberlangsungan negara.
Di lain pihak masyarakat sendiri juga perlu responsif terhadap masalah sosial
jika menghendaki kondisi kehidupan berkembang ke arah yang semakin baik.
1. Kebijakan Social
Salah satu bentuk rumusan tindakan negara untuk memecahkan masalah
sosial adalah melalui kebijakan sosial. Suatu kebijakan akan dapat dirumuskan
dengan baik apabila didasarkan pada data dan informasi yang akurat. Apabila
studi masalah sosial dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat maka
bararti telah memberikan kontribusi bagi perumusan kebijakan sosial yang baik,
sehingga bila diimplementasikan akan mampu menghasilkan pemecahan
masalah yang efektif.
Pada dasarnya kebijakan social merupakan kebijakan dengan kelompok
sasaran tertentu, terutama warga masyarakat yang kehidupannya dianggap tidak
sesuai dengan tuntutan harkat dan martabat sebagai manusia. Kenyataan ini
dapat memberikan kesan bahwa pelayanan social sebagai bagian dari
pelaksanaan kebijakan social lebih berorientasi pada penyandang masalah.
Contoh program jaminan, perlindungan dan asuransi kesejahteraan social.
2. Perencanaan Social
Kebiakan termasuk kebijakan social adalah merupakan suatu keputusan tentang
perubahan dan perkembangan yang dibutuhkan. Keputusan tersebut tidak akan
membawa dampak pada perubahan kondisi kehidupan apabila tidak dijalnkan.
Dengan demikian suatu keputusan perlu ditindak lanjuti dengan perumusan
tentang bagaimana mewjudkan perubahan dan perkembangan tersebut.berbicara
tentang hal itu berarti berbicara tentang perencanaan, dalam hal ini adalah
perencanaan social.
B. Pemecahan Masalah Social Berbasis Masayarakat
Respon masyarakat terhadap masalah social pada umumnya merupakan
tindakakn bersama yang diharapkan berdampak pada kondisi kehidupan yang
lebih baik. Secara umum dapat dikatakan, bahwa masyarakat yang dapat
megelola dan mengatasi masalah social, memiliki tingkat kesejahteraan yang
lebih tinggi dibandingkan masyarakat yang lain. Sebaliknya, ketidakmampuan
masyarakat untuk menangani dan memecahkan masalah social yang dihadapi
dapat melahirkan kondisi social illfare sebagai lawan kata dari social welfare.
Sudah tetu usaha untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera tersebut
tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan dalam mnegelola dan mengatasi
masalah social, akan tetapi juga ditentukan oleh terciptanya iklim yang kondusif
bagi perkembangan masyarakat.
1. Mengembangkan Pemberdayaan Sosial
Apabila dalam kehidupan masyarakat ditemukan suatu kondisi di mana
banyak nilai dan norma dilanggar sehingga keberaturan dan integrasi social
terganggu, maka system yang baik akan melihatnya sebagai kegagalan
mekanisme sosialisasi nilai dan control sosialnya. Hal ini kemudian akan
diserap dan dijadikan sebagai umpan balik untuk memperbaiki mekanisme yang
ada secara melekat. Dengan cara ini kemudian menghasilkan perubahan dan
perbaikan dalam mekanisme sosialisasi nilai dan mekanisme control sosialnya,
sehingga berbagai bentuk masalah social yang dipicu oleh pelanggaran nilai dan
norma dapat dihilangkan atau minimal dikurangi. Maka dalam rangka usaha
masyarakat sendiri untuk menangani masalah social terutama melalui
development, strategi community development dan strategi pembangunan lain
yang berbasis masyarakat dan berorientasi pemberdayaan dapat digunakan.
Dalam upaya memberdayakan masyarakat dapat dilihat dari tiga sisi,
yaitu ; pertama, menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi
masyarakat berkembang (enabling). Disini titik tolaknya adalah pengenalan
bahwa setiap manusia memiliki potensi atau daya yang dapat
dikembangkan. Kedua, memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat
(empowering), upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf pendidikan,
dan derajat kesehatan, serta akses ke dalam sumber-sumber kemajuan ekonomi
seperti modal, lapangan kerja, dan pasar. Ketiga, memberdayakan mengandung
pula arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan, harus dicegah yang lemah
menjadi bertambah lemah.
2. Pemanfaatan Institusi Social
1.)Organisasi Masyarakat
Secara garis besar organisasi yang melakukan usaha kesejahteraan social
yang berasal dari masyarakat dapat dibedakan menjadi tiga yakni institusi
masyarakat local, organisasi yang bergerak atas dasar motivasi filantropi dan
lembaga swadaya masyarakat. Ketiganya merpakan organisasi social non
pemrintah karena tumbuh dari dalam dan atas prakarsa masyarakat sendiri.
Disamping itu juga merupakan organisasi social di luar sector swasta atau
usaha, oleh karena pada dasarnya bersifat non profit. Contoh GNOTA (Gerakan
Nasinal Orang Tua Asuh), PKAK (Peningkatan Kesejahteraan Anak dan
Keluarga), serta LSM yang secara langsung melakukan usaha kesejahteraan
social dan pelayanan social maupun LSM yang secara tidak langsung dapat
berdampak pada peningkatan kesejahteraan social melalui advokasi dan
kedudukannya sebagai kelompok penekan yang dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan dan kebijakan, contohnya Sigab, Sapda, dsb.
2.)Organisasi Swasta
Perusahaan swasta yang berorientasi profit dan memiliki usaha diluar
bidang pelayanan social dan jaminan social, sebtulnya juga dapat melakukan
usaha sampingan dalam bentuk kegiatan pelayanan social dan bantuan social.
Beberapa perusahaan memasukkan pelayanan social sebagai aktualisasi
kepedulian sosialnya yang merupakan bagian dari aktvitas usahanya dalam
bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Contoh yang lain adalah adanya
perusahaan ang baik secara tetap dan rutin menjadi donator bagi usaha
kesejahteraan social.