The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by andrianutama29, 2024-01-14 10:52:16

tugas akuntansi

mencakup akuntansi

Keywords: pengertian

tiap-tiap jenis bahan baku yang akan diolah menjadi produk selesai. Kuantitas standar bahan baku dapat ditentukan dengan menggunakan: a) Penyelidikan teknis. b) Analisis catatan masa lalu dalam bentuk: Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku untuk produk atau pekerjaan yang sama dalam periode tertentu di masa lalu. Menghitung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik dan yang paling buruk di masa lalu. Menghtiung rata-rata pemakaian bahan baku dalam pelaksanaan pekerjaan yang paling baik Dalam kartu bahan baku ini dapat pula meliputi kelonggaran standar untuk pemborosan atau kerugian yang normal terjadi, tetapi bisa juga pemborosan bahan baku diperlihatkan sebagai selisih (variance) dari standar atau sebagai unsur biaya overhead pabrik (sehingga kuantitas standar bahan baku tidak termasuk di dalamnya unsur pemborosan bahan baku). Untuk mengubah kuantitas standar bahan baku menjadi biaya bahan baku standar, maka perlu ditentukan harga standar bahan baku. Harga standar ini pada umumnya ditentukan dari daftar harga pemasok, katalog atau informasi yang sejenis, dan informasi lain yang tersedia yang berhubungan dengan kemungkinan perubahan harga-harga tersebut di masa depan. Jika biaya angkut dan biaya pengurusan bahan baku yang lain dibebankan kepada bahan baku, maka harga standar tersebut harus juga memperhitungkan biaya-biaya tersebut. Begitu juga potongan pembelian yang diperkirakan akan diperoleh dari pemasok harus dikurangkan dari harga beli bruto dalam penetapan harga standar. Contoh 1 Harga beli Rp 345 per satuan Biaya angkut 40 Dikurangi: Potongan pembelian (10) Harga standar bahan baku Rp 375 per satuan Harga yang dipakai sebagai harga standar dapat berupa: a) Harga yang diperkirakan akan berlaku di masa yang akan datang, biasanya untuk jangka waktu satu tahun. b) Harga yang berlaku pada saat penyusunan standar. c) Harga yang diperkirakan akan merupakan harga normal dalam jangka panjang.


Harga yang akan dipilih sebagaian tergantung dari jenis fluktuasi harga yang diperkirakan dan tujuan penggunaan biaya standar tersebut. Jika fluktuasi harga cenderung untuk berulang kali terjadi dan tidak dapat dipastikan mempunyai kecenderungan turun atau naik, maka harga normal yang tepat untuk situasi ini. Di lain pihak, jika arah perubahan harga di masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan baik, maka harga yang tepat untuk situasi ini adalah harga rata-rata dalam periode di mana biaya standar tersebut akan dipakai. Harga standar bahan baku digunakan untuk: a) Mengecek pelaksanaan pekerjaan departemen pembelian. b) Mengukur akibat kenaikan atau penurunan harga terhadap laba perusahaan. Pada umumnya harga standar bahan baku ditentukan pada akhir tahun dan pada umumnya digunakan selama tahun berikutnya. Tetapi harga standar ini dapat diubah bila terjadi penurunan atau kenaikan harga yang bersifat luar biasa 2. Biaya Tenaga Kerja Standar Seperti halnya dengan biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar terdiri dari dua unsur: jam tenaga kerja standard an tarif upah standar. Syarat mutlakk berlakunya jam tenaga kerja standar adalah: a) Tata letak pabrik (plant layout) yang efisien dengan peralatan yang modern sehingga dapat dilakukan produksi yang maksimum dengan biaya yang minimum. b) Pengembangan staf perencanaan produksi, routing, scheduling dan dispatching, agar supaya aliran proses produksi lancar, tanpa terjadi penundaan dan kesimpangsiuran. c) Pemebelian bahan baku direncanakan dengan baik, sehingga tersedia pada saat dibutuhkan untuk produksi. d) Standardisasi kerja karyawan dan metode-metode kerja dengan instruksi-instruksi dan latihan yang cukup bagi karyawan, sehingga proses produksi dapat dilaksanakan di bawah kondisi yang paling baik. Jam tenaga kerja standar dapat ditentukan dengan cara: a) Menghitung rata-rata jam kerja yang dikonsumsi dalam suatu pekerjaan dari kartu harga pokok (cost sheet) periode yang lalu. b) Membuat test-run operasi produksi di bawah keadaan normal yang diharapkan. c) Mengadakan penyelidikan gerak dan waktu dari berbagai kerja karyawan di bawah keadaan nyata yang diharapkan. d) Mengadakan taksiran yang wajar, yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan operasi produksi dan produk.


Jam tenaga kerja standar ditentukan dengan memperhitungkan kelonggaran waktu untuk istirahat, penundaan kerja yang tak bisa dihindari (menunggu bahan baku, reparasi, dan pemeliharaan mesin), dan faktor-faktor kelelahan kerja. Tidaklah mungkin seorang pekerja memiliki tingkat kecepatan yang sama dalam setiap menit selama 7 jam kerja. Penentuan tarif upah standar memerlukan pengetahuan mengenai kegiatan yang dijalankan, tingkat kecepatan tenaga kerja yang diperlukan dan rata-rata tarif upah per jam yang diperkirakan akan dibayar. Tarif upah standar dapat ditentukan atas dasar: a) Perjanjian dengan organisasi karyawan. b) Data upah masa lalu. Yang dapat digunakan sebagai tarif upah standar adalah: rata-rata hitung, rata-rata tertimbang, atau median dari upah karyawan masa lalu. c) Penghitungan tarif upah dalam keadaan operasi normal. 3. Biaya Overhead Pabrik Standar Prosedur penentuan tarif biaya overhead pabrik standar sama dengan prosedur yang telah dibahas dalam bab sebelumnya. Tarif overhead standar dihitung dengan membagi jumlah biaya overhead yang dianggarkan pada kapasitas normal dengan kapasitas normal. Manfaat utama tarif overhead standar ini, yang meliputi unsur biaya overhead pabrik variabel dan tetap, adalah untuk penentuan harga pokok produk dan perencanaan. Agar supaya tarif overhead standar ini dapat bermanfaat untuk pengendalian biaya, maka tarif ini harus dipisahkan ke dalam tetap dan variabel. Untuk pengendalian biaya overhead pabrik dalam sistem biaya standar, perlu dibuat anggaran fleksibel, yaitu anggaran biaya untuk beberapa kisaran (range) kapasitas. Ada perbedaan pokok antara tarif biaya overhead standar untuk penentuan harga pokok produk dengan tarif biaya overhead standar untuk pembuatan anggaran fleksibel. Tarif biaya overhead standar menggabungkan biaya tetap dan variabel dalam satu tarif yang didasarkan pada tingkat kegiatan tertentu. Sebagai akibatnya dalam tarif biaya overhead pabrik ini semua biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai biaya variabel. Di lain pihak anggaran fleksibel memisahkan faktor-faktor biaya tetap dan variabel, dan memperlakukan biaya overhead tetap sebagai biaya yang jumlah totalnya tetap dalam volume tertentu. Contoh anggaran fleksibel dan penentuan tarif biaya overhead pabrik standar tampak dalam gambar berikut: Anggaran Fleksibel – Departemen A Produksistandar 1.500 kg 2.000 kg 4.000 kg Jam Tenaga Kerja standar 3.500 4.500 6.000


Kapasitas 60% 80% 100% Biaya overhead pabrik variabel Biaya overhead pabrik tetap Rp 750.000 1.500.000 Rp 1.000.000 1.500.000 Rp 1.250.000 1.750.000 Jumlah biaya overhead pabrik Rp 2.250.000 Rp 2.500.000 Rp 3.000.000 Misalkan kapasitas normal departemen A tersebut pada tingkat 80%, dan tarif biaya overhead didasarkan pada jam tenaga kerja, maka tarif biaya overhead pabrik standar dihitung sebesar Rp 555,56 per jam tenaga kerja (Rp 2.500.000:4.500). Tarif tersebut terdiri dari: Tarif overhead pabrik variabel Rp 1.000.000 : 4.500 = Rp 222,22 per jam Tarif overhead pabrik tetap Rp 1.500.000 : 4.500 = 333,34 per jam Tarif overhead pabrik standar pada kapasitas normalRp 555,56 per jam 1. Jenis biaya standar Standar dapat digolongkan atas dasar tingkat keketatan atau kelonggaran sbb : 1. Standar Teoritis. Asumsi yang mendasari standar teoritis ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksana. Kebaikan standar ini adalah dapat digunakan dalam jangka waktu yang relative lama. Tetapi pelaksanaan yang sempurna yang dapat dicapai oleh orang atau mesin jarang dapat dipakai sehingga standar ini sering menimbulkan frustasi. Standar ini sekarang jarang digunakan. 2. Rata-rata Biaya Waktu yang Lalu. Ditentukan dengan menghitung rata-rata biaya periode yang telah lampau, standar ini cenderung merupakan standar yang longgar. Ratarata biaya yang lalu dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh dimasukan sebagai unsur biaya standar. 3. Standar Normal. Didasarkan atas taksiran biaya dimasa yang akan datang dibawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal. Standar normal berguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang. 4. Pelaksanaan Terbaik yang Dapat Dicapai (Attainable High Performance). Standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk penilaian pelaksanaan. Standar ini didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan memperhitungkan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat dihindari terjadinya. Sumber : https://www.academia.edu/37843529/SISTEM_BIAYA_STANDAR_I SOAL


1. Jelaskan pengertian dari sistem standar biaya? 2. Jelaskan manfaat dari system biaya standar dalam pengendalian biaya? 3. Jelaskan Kelemahan dari biaya standar? BAB XIII ANALISA VARIANS A. Pengertian Analisa Varians Analisa varians (analysis of variance, ANOVA) adalah suatu metode analisis statistika yang termasuk ke dalam cabang statistika inferensi. Dalam literatur Indonesia metode ini dikenal dengan berbagai nama lain, seperti analisis ragam, sidik ragam, dan analisis variansi. Analisis varian merupakan pengembangan dari masalah Behrens-Fisher, sehingga ujiF 99 juga dipakai dalam pengambilan keputusan. Dalam praktik, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimation, khususnya di bidang genetika terapan). Secara umum, analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. Varians pertama adalah varians antarcontoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan Uji-t 58 untuk dua rata-rata (mean). Supaya sahih (valid) dalam menafsirkan hasilnya, analisis varians menggantungkan diri pada empat asumsi yang harus dipenuhi dalam perancangan percobaan:


Data berdistribusi normal, karena pengujiannya menggunakan uji F-Snedecor Varians atau ragamnya homogen, dikenal sebagai homoskedastisitas 22, karena hanya digunakan satu penduga (estimate) untuk varians dalam contoh Masing-masing contoh saling bebas, yang harus dapat diatur dengan perancangan percobaan yang tepat Komponen-komponen dalam modelnya bersifat aditif (saling menjumlah). Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Selain itu, analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. Akibatnya, penggunaannya sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan Analisis varians penting dipahami karena melalui analisis varians akan diperoleh statistik uji F yang digunakan untuk menguji hipotesis, baik hipotesis tentang pengaruh bersama dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen atau hipotesis tentang perbedaan tiga atau lebih rata-rata yang sering ditemukan dalam setting penelitian eksperimen. Karena itu untuk lebih memahami bagaimana hipotesis penelitian diuji dengan statistik uji F, maka apa dan bagaimana analisis varians penting untuk dipahami. Mengawali tulisan ini, berikut dikemukakan peta konsep terkait dengan analisis varians B. Peta konsep Analisa varians


C. Deviasi Data Deviasi (deviation) atau varians, variansi (variance) adalah kondisi yang menunjukkan penyimpangan data dari nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata yang dimaksud bisa nilai rata-rata keseluruhan data (grand mean), atau nilai rata-rata masingmasing kelompok data. Karena itu, deviasi atau penyimpangan data dapat dibedakan menjadi: Deviasi antar kelompok (between-groups deviation), yaitu deviasi yang terjadi antara nilai rata-rata kelompok dengan nilai rata-rata keseluruhan (grand mean) Deviasi dalam kelompok (within-group deviation), yaitu deviasi yang terjadi antara nilai masing-masing data yang ada dalam kelompok dengan nilai rata-rata kelompoknya. Deviasi total (total deviation), adalah jumlah dari deviasi between dan within atau deviasi antara nilai masing-masing data yang ada dalam kelompok dengan nilai rata-rata keseluruhan (grand mean).


D. Jumlah Kuadrat (Sum of Squares) Jika deviasi data dikuadratkan dan dijumlahkan maka diperoleh statistik jumlah deviasi kuadrat atau jumlah kuadrat (sum of squares, SS). Karena deviasi data dibedakan menjadi deviasi antar kelompok, deviasi dalam kelompok dan deviasi total, maka statistik jumlah kuadrat (SS) juga dibedakan menjadi: Jumlah kuadrat antar kelompok (sum of squares between groups or treatment, SSbetween), yaitu Σ (group mean – grand mean) 2 : jumlah kuadrat dalam kelompok (sum of squares within groups or error variance, SSwithin), yaitu Σ(individual score – group mean)2 SStotal, jumlah kuadrat total (sum of squares total), yaitu Σ(individual score – grand mean)2 atau penjumlahan dari jumlah kuadrat antar kelompok dan jumlah kuadrat dalam kelompok : Merujuk data dalam Tabel 3, dapat dihitung jumlah kuadrat total (sum of squares total), jumlah kuadrat antar kelompok (sum of squares between groups or treatment, SSbetween), dan jumlah kuadrat dalam kelompok (sum of squares within groups or error variance, SSwithin) sebagaimana dijelaskan Tabel 4. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa


E. Varians Sebagai ukuran penyimpangan, varians (variance) didefinisikan sebagai jumlah deviasi kuadrat (sum of squares) dibagi derajat bebas (degrees of freedom, df), atau: Karena varians adalah jumlah kuadrat (SS) dibagi derajat bebas (df) maka varians didefinisikan juga sebagai rata-rata jumlah kuadrat atau mean squares


Dalam hal ini, derajat bebas (df) diberi batasan sebagai jumlah pengamatan independen dikurangi jumlah parameter yang diestimasi (Keppel & Wickens, 2004). Untuk data dalam Tabel 4 dapat dihitung derajat bebas (df) masing-masing jumlah kuadrat (SS) sebagai berikut: Derajat bebas jumlah kuadrat antar kelompok (dfbetween) adalah banyaknya kelompok dikurangi satu: dfbetween = a – 1 = 3 – 1 = 2, di mana a adalah banyaknya kelompok atau level pada variabel independen. Derajat bebas jumlah kuadrat dalam kelompok (dfwithin) adalah jumlah dari n – 1 pada masing-masing kelompok (group), atau: dfwithin = Σ(n – 1) = (a)(n – 1) = (3)(5 – 1) = 12, di mana n adalah ukuran sampel pada masing-masing kelompok. Derajat bebas jumlah kuadrat total (dftotal) adalah jumlah keseluruhan observasi atau subjek eksperimen dikurangi satu, atau: dftotal = N – 1 = (a)(n) – 1 = 15 – 1 = (3)(5) – 1 = 14, di mana N adalah ukuran sampel keseluruhan. Selanjutnya, mengingat jumlah kuadrat (SS) itu meliputi jumlah kuadrat antar kelompok (SSbetween) dan jumlah kuadrat dalam kelompok (SSwithin), maka dilihat dari sumbernya, varians atau rata-rata jumlah kuadrat (mean squares, MS) dapat dibedakan menjadi: Varians antar kelompok (mean squares between groups) Varians dalam kelompok (mean squares within groups or mean squares error) Dapat disimpulkan bahwa, ANOVA adalah analisis statistika yang digunakan untuk menguji perbedaan tiga atau lebih nilai rata-rata faktor tunggal maupun faktor ganda melalui perbandingan varians antar kelompok (between groups variance) dan varians dalam kelompok (within groups variances). Beberapa penjelasan terkait dengan definisi di atas dipaparkan di bawah ini.


Dalam ANOVA yang disebut faktor adalah variabel independen. Variabel independen tersebut diukur dalam skala nonmetrik atau kategorikal sedang variabel dependennya diukur minimal dalam skala interval. Kategori yang dilekatkan pada variabel independen (faktor) disebut level atau kondisi treatmen (treatment conditions) atau kondisi eksperimen (experiment condition) Sumber :https://www.dictio.id/t/apakah-yang-dimaksud-dengan-analisis-varian-atauanova/8898/2 SOAL: 1. Jelaskan secara singkat pengertian dari Analisa varians? 2. Secara umum Analisa varians menguji dua varians, nah jelaskan satu persatu? 3. Analisa varians menggantungkan diri pada empat asumsi, jelaskan dari ke 4 asumsi tersebut?


Click to View FlipBook Version