Teknik Audio Vidio KK J
dengan menggunakan osciloscope double probe secara bersamaan antara
sisi primer (hot grounding) dan sisi sekunder (cold grounding) maka ....
a. Tidak ada hal yang berbahaya pada saat melakukan pengukuran
dengan osciloscope dengan menggunakan double probe secara
bersamaan karena sudah menggunakan Transformator Pemisah
b. Hindari & jangan lakukan pengukuran dengan osciloscope
menggunakan double probe secara bersamaan karena dapat
menghubung singkat antara ground sisi primer dan sekunder
c. Pengukuran menggunakan osciloscope dengan double probe secara
bersamaan lebih cepat dan tidak masalah
d. Pengukuran menggunakan osciloscope dengan double probe secara
bersamaan lebih cepat dan tidak masalah karena tidak merusak
perangkat TV yang diperbaiki.
6. Terkait soal 4, Power supply pesawat televisi menerapkan penyearahan
langsung dari tegangan jala-jala 220V/50Hz, dan agar kompatibel dapat
dihubungkan dengan perangkat elektronik lainnya, seperti DVD player,
VCR. Untuk itu diperlukan sistem grounding terpisah. Transformator
pemisah diperlukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja pada
saat melakukan pengukuran. Jika kita hendak melakukan pengukuran
″beda potensial diantara resistor″ dengan menggunakan osciloscope
double probe secara bersamaan pada rangkaian penguat pembelok
horisontal dan vertikal maka ....
a. Hindari & jangan lakukan pengukuran ″beda potensial diantara
resistor″ dengan menggunakan osciloscope double probe secara
bersamaan pada rangkaian penguat pembelok horisontal dan vertikal.
b. Tidak ada masalah melakukan pengukuran ″beda potensial diantara
resistor″ dengan menggunakan osciloscope double probe secara
bersamaan pada rangkaian penguat pembelok horisontal dan vertikal.
c. Tidak ada masalah dan lebih cepat melakukan pengukuran ″beda
potensial diantara resistor″ dengan menggunakan osciloscope double
probe secara bersamaan pada rangkaian penguat pembelok
horisontal dan vertikal
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 185
Evaluasi
d. Pengukuran menggunakan osciloscope dengan double probe secara
bersamaan lebih cepat dan tidak masalah karena tidak merusak
perangkat TV yang diperbaiki.
7. Metode pencarian kesalahan dengan menggunakan LCR meter digital
merupakan cara mudah dan cepat. Cara pengukuran dengan
menggunakan LCR meter dapat digunakan untuk menguji komponen pada
gulungan tranformator SMPS. Kmponen tersebut adalah ....
a. kapasitif & induktif Q rendah
b. Induktif Q rendah
c. Induktif Q tinggi
d. Semikonduktor dengan induktif & kapasitif parasit Q tinggi
8. Terkait soal 7, Metode pencarian kesalahan dengan menggunakan LCR
meter digital adalah cara mudah, cepat. Metode ini terutama sangat
berguna dalam melakukan pemeriksaan cepat komponen pada pembelok
horisontal (flyback). Komponen tersebut adalah ....
a. Semikonduktor dengan induktif & kapasitif parasit Q tinggi
b. Induktif Q rendah
c. Induktif Q tinggi
d. kapasitif & induktif Q rendah
9. Terkait soal 7, Metode pencarian kesalahan dengan menggunakan LCR
meter digital adalah cara mudah, cepat. Metode ini terutama sangat
berguna dalam melakukan pemeriksaan cepat komponen pada rangkaian
EMI (Electromagnetic Interference ) Filter. Komponen tersebut adalah ....
a. Induktif Q tinggi
b. Induktif Q rendah
|186 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
c. kapasitif & induktif Q rendah
d. Semikonduktor dengan induktif & kapasitif parasit Q tinggi
10. Gambar berikut memperlihatkan blok diagram (Switched Mode Power
supply (SMPS). Interprestasi blok diagram yang ditandai dengan warna
merah menunjukkan daerah sisi … atau ….
a. Sekunder atau hot grounding
b. Primer atau hot grounding
c. Primer atau cold grounding
d. Primer atau cold grounding
11. Terkait soal 10, Gambar memperlihatkan blok diagram (Switched Mode
Power supply (SMPS). Interprestasi blok diagram yang ditandai dengan
warna biru menunjukkan daerah sisi … atau ....
a. Sekunder atau cold grounding
b. Sekunder atau hot grounding
c. Primer atau cold grounding
d. Primer atau cold grounding
12. Terkait soal 10, Gambar memperlihatkan blok diagram (Switched Mode
Power supply (SMPS). Blok diagram yang memiliki ground sisi dingin dan
ground sisi panas adalah ….
a. LF Transformator, Rangkaian Proteksi, Driver (Pendorong)
b. HF Transformator, Rangkaian Proteksi, Driver (Pendorong)
c. HF Transformator, Penyearah sekunder, Driver (Pendorong)
d. HF Transformator, Penyearah Primer, Driver (Pendorong)
13. Kondisi arus pembelok di mulai dari t1 sampai t2 : Interpretasi prinsip kerja
rangkaian blok tingkat keluaran rangkaian horizontal ditunjukkan seperti
gambar berikut, semua komponen dalam kondisi normal (tidak rusak),
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 187
Evaluasi
maka kondisi interpretasi data hasil pengujian pada transistor dan dioda
adalah ....
a. T1 membuka & D1 menutup, waktu retrace
b. T1 membuka & D1 membuka, waktu retrace
c. T1-menutup & D1 membuka, waktu trace
d. T1 & D1 menutup, waktu retrace
14. Terkait soal 13, Kondisi arus pembelok di mulai dari t2 sampai t3 :
Interpretasi prinsip kerja rangkaian blok tingkat keluaran rangkaian
horizontal ditunjukkan seperti gambar berikut, semua komponen dalam
kondisi normal (tidak rusak), maka kondisi interpretasi data hasil pengujian
pada transistor dan dioda adalah ....
a. T1 & D1 menutup, waktu trace
b. T1 membuka & D1 menutup, waktu trace
c. T1 menutup & D1 membuka, waktu retrace
d. T1-membuka & D1 membuka, waktu retrace
15. Terkait soal 13, Kondisi arus pembelok di mulai dari t3 sampai t4 :
Interpretasi prinsip kerja rangkaian blok tingkat keluaran rangkaian
horizontal ditunjukkan seperti gambar berikut, semua komponen dalam
kondisi normal (tidak rusak), maka kondisi interpretasi data hasil pengujian
pada transistor dan dioda adalah ....
a. T1 ON & D1 OFF, waktu retrace
b. T1 OFF & D1 ON, waktu retrace
|188 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
c. T1-membuka & D1 membuka, waktu retrace
d. T1-membuka & D1 membuka, waktu trace
16. Jika interpretasi arah arus blok rangkaian pembelokan horisontal
diilustrasikan seperti gambar rangkaian berikut, maka konstanta waktu
pembelokan arus maju horisontal dimana nilai kapasitansi Cs >> Cp
ditentukan oleh komponen ....
a. Kapasitor Cp
b. Kapasitor Cs
c. Kapasitor Cs dan induktor L2
d. Induktor L2
17. Terkait soal 16, Jika interpretasi arah arus blok rangkaian pembelokan
horisontal diilustrasikan seperti gambar rangkaian berikut, maka konstanta
waktu pembelokan arus maju horisontal dimana nilai kapasitansi Cs >> Cp
ditentukan oleh komponen ....
a. Kapasitor Cp
b. Kapasitor Cp
c. Kapasitor Cs dan induktor L2
d. Induktor L2
18. Terkait soal 16, Jika interpretasi arah arus blok rangkaian pembelokan
horisontal diilustrasikan seperti gambar rangkaian berikut, maka konstanta
waktu pembelokan arus maju horisontal dimana nilai kapasitansi Cs >> Cp
ditentukan oleh komponen .…
a. Kapasitor Cs dan induktor L2
b. Kapasitor Cp
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 189
Evaluasi
c. Kapasitor Cp
d. Induktor L2
19. Metode pengukuran yang ditunjukkan pada gambar rangkaian bagian
Power supply penerima televisi adalah bertujuan untuk mengetahui ….
a. Jalur yang terputus antara konektor jala jala dengan konektor antenna
b. tegangan bocor sisi sekuder (Leakage Voltage Cold Test) yang
diijinkan
c. Jalur yang terputus pada steker dari jala-jala yang putus/rusal
d. arus bocor sisi sekuder (Leakage Current Cold Test) yang diijinkan
20. Terkait soal 19, Metode pengukuran yang ditunjukkan pada gambar
rangkaian Power supply penerima televisi berikut adalah bertujuan untuk….
a. memberikan perlindungan pada konsumen agar tidak tersengat/atau
tersentuh arus listrik yang berasal dari sisi primer menuju sisi
sekunder.
b. memberikan perlindungan pada konsumen agar terhindar dari radiasi
elektromagnetik
c. memberikan perlindungan pada konsumen agar terhindar dari radiasi
elektromagnetik yang berasal dari gulungan transformator sisi primer
d. memberikan perlindungan pada konsumen agar terhindar dari radiasi
elektromagnetik yang berasal dari gulungan transformator sisi
sekunder
|190 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
21. Terkait soal 19, Perangkat elektronik dengan katagori steker AC klas II
memiliki tahanan isolasi antara bagian logam terminal antena terhadap jalur
kembali ke chassis dan ketika diukur dengan ohm-meter memiliki nilai
resistansi antara 1MΩ dan 5.2MΩ. Dan jika antara logam terminal antena
terhadap steker AC tidak memiliki jalur kembali (arus bocor balik) ke
chassis, maka tahanan isolasi yang terbaca dalam ohm-meter adalah....
a. tetap sama meskipun kondisi saklar SW801 ″ON″ dan berubah
turun ketika kondisi saklar SW801 ″OFF″
b. berubah naik pada kondisi saklar SW801 ″ON″ dan berubah turun
ketika kondisi saklar SW801 ″OFF″
c. berubah turun pada kondisi saklar SW801 ″ON″ dan berubah turun
ketika kondisi saklar SW801 ″OFF″
d. tetap sama dan tidak berubah pada kondisi saklar SW801 ″ON″
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 191
Evaluasi
|192 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Penutup
Modul ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran
dan diselaraskan dengan tuntutan karir pekerjaan, yaitu pendekatan model
pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains.
Modul Perawatan dan Perbaikan Peralatan Elektronika Audio Video dipersiapkan
untuk pemetaan kebutuhan kompetensi UKG Grade 10 level tinggi. Modul Grade
10 Perawatan dan Perbaikan Peralatan Elektronika Audio Video ini disusun
dengan tujuan agar supaya peserta UKG dapat mencapai standar kompetensi
minimal (SKM).
Ditinjau dari sisi konten dimungkinkan sekali modul ″Perawatan dan Perbaikan
Peralatan Elektronika Audio Video″ini masih banyak sekali kekurangannya,untuk
itu peserta UKG diharapkan dapat mencari sumber-sumber belajar lain yang
berkaitan dengan materi yang sesuai dengan tuntutan materi modul Grade 10.
A. Kesimpulan
Modul ini dibuat sesuai Standar Kompetensi Guru (SKG) untuk mata pelajaran
Perawatan dan Perbaikan Peralatan Elektronika Audio-Video.
Modul ini penting sekali karena sebagai penunjang guru dalam proses belajar
mengajar di sekolahnya terutama dalam mata pelajaran Perawatan dan
Perbaikan Peralatan Elektronika Audio-Video.
Kesungguhan dan dedikasi yang tinggi akan mempermudah para guru dalam
mempelajari modul ini. Kesungguhan dalam melakukan praktik akan
mempercepat penguasaan materi-materi yang ada di dalam modul ini.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 193
Penutup
B. Tindak Lanjut
Setelah mempelajari semua kegiatan pembelajaran Perawatan & Perbaikan
Peralatan elektronika Audio Video pokok bahasan Perbaikan pesawat Televisi,
peserta Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dapat meningkatkan
dan menerapkan kompetensi serta memiliki kemampuan yang terukur untuk
diperlukan dalam mencapai ujuk kinerja yang efektif. Kemampuan dalam konteks
ini adalah kemampuan untuk menggunakan satu set pengetahuan yang terkait
dengan keterampilan, dan kemampuan untuk berhasil melakukan tugas-tugas
dalam pengaturan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB),
sehingga dapat menerapkan dalam bidang keilmuan (science), dan terbentuk
sikap jujur, cara berfikir kritis dan kreatif,
Cara Berfikir Kritis Kreatif
serta didukung oleh ketrampilan efektifitas pribadi yang dibutuhkan untuk sukses
karir keahlian. Selain kompetensi di bidang akademis, peserta mampu memiliki 6
kompetensi efektifitas pribadi atau disebut juga sebagai Penguatan Pendidikan
Karakter spt yang diperlihatkan pada gambar model spektrum, yang dibutuhkan
untuk sukses di bidang karir keahlian,
|194 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Model Spektrum Karir Keahlian & Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter
1. Ketrampilan interpersonal, sehingga mampu
Berinteraksi secara tepat dan hormat dengan atasan ataupun rekan kerja
Bekerja secara efektif dengan orang-orang yang memiliki kepribadian dan
latar belakang
Menghormati pendapat, perspektif, adat istiadat, dan perbedaan individu
orang lain
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 195
Penutup
Dalam menjaga alur kerja, gunakan strategi dan solusi yang tepat untuk
menangani konflik dan perbedaan.
Bersifat fleksibel dan berpikiran terbuka ketika berhadapan dengan
berbagai macam perilaku orang
Mendengarkan dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain
1. Integritas, sehingga mampu
Menampilkan perilaku dapat diterima baik secara sosial maupun
pekerjaan.
Memperlakukan orang lain dengan kejujuran, keadilan, dan rasa hormat
Mematuhi standar etika sesuai dengan bidang pekerjaannya
Memiliki tanggung jawab untuk mencapai sasaran-sasaran kerja dalam
jangka waktu yang dapat diterima
Menerima tanggung jawab atas keputusan dan tindakan seseorang
2. Profesional, sehingga mampu
Mempertahankan sikap dan diterima secara sosial.
Menunjukkan kontrol diri, memiliki ketenangan ketika berurusan dalam
situasi dibawah tekanan.
Menerima kritik dan berusaha untuk belajar dari kesalahan
Menunjukkan sikap positif terhadap pekerjaan
Mengikuti aturan, standar berpakaian dan kebersihan pribadi (tidak jorok)
Menahan diri dari penyalahgunaan wewenang
3. Prakarsa, sehingga mampu
Menunjukkan kemauan untuk bekerja keras.
Mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan menyukai tantangan baru
Mengejar target bekerja dan berusaha untuk menyelesaikan tugas-tugas
dengan tepat waktu dengan hasil yang realistis
Berusaha untuk melebihi standar dan harapan
4. Keteguhan dan Kehandalan, sehingga mampu
Menampilkan perilaku yang bertanggung jawab selama di tempat kerja.
Berperilaku secara konsisten (mudah ditebak) dan handal
|196 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Memenuhi kewajiban, kelengkapan tugas dan memenuhi tenggat waktu
Mengikuti petunjuk secara verbal atau tertulis
Mematuhi aturan organisasi, kebijakan, dan prosedur
5. Motivasi Belajar Sepanjang Hayat, sehingga mampu
Menunjukkan kemauan untuk belajar, menerapkan pengetahuan dan
Keterampilan baru.
Menunjukkan minat belajar seumur hidup (sepanjang hayat) secara
profesional dan pengembangan diri
Memperluas pengetahuan dan menerapkan dalam keterampilan
Menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk menyelesaikan
tugas-tugas tertentu
Belajar secara kolaboratif melalui internet untuk mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi baru
Membekali diri dengan pengetahuan tentang kesadaran teknologi hijau
(kesepahaman agenda abad 21)
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 197
Penutup
|198 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Daftar Pustaka
Beuth, Schmusch (1994), Grundschaltungen Elektronik 3, Vogel
Fachbuch, Vogel Buchverlag, Wuerzburg.
Donald L. Schilling, Charles Belove (1981), Electronic Circuits Discrete
and integrated, McGraw-Hill International Book Company.
Dr.-Ing. Mudrik Alaydrus, Diktat Elektronika Telekomunikasi, Teknik
Elektro, Universitas Mercu Buana, Jakarta.
G Loveday CEng, Sedyana. Ir (1994), Pengujuian Elektronik dan
Diagnosa Kesalahan, Jakarta: Elex Media Komputindo. PT.
G.C Loveday (1989), Pengujian Elektronik dan Diagnosa Kesalahan
(Edisi Bahasa Indonesia), PT Gramedia Indonesia, Jakarta.
Gregor Häberle, usw (1992), Fachkunde Radio-, Fernseh-, und
Funkelektronik, Haan-Gruiten: Verlag Europa-Lehrmittel
Halliday & Resnick, Pantur Silaban & Erwin Sucipto (1984), Fisika,
Jakarta: Erlangga
Heinz Rieger, Rangkaian Arus Bolak-Balik, Katalis, Siemens AG.
Huebscher, Geissler, Groth, Peterson, Scheider, Szapanski, (1994),
Electrotechnik Fachbildung Kommunikationselektronik 2 Radio-
/Fernseh-/Funktechnik, Westermann druck GmbH, Braunschweig.
Huebscher, Klaue, Pflueger, Appelt, Electrotechnik Grundbildung
Ausgabe E, Westermann druck GmbH, Braunschweig.
Huebscher, Szapanski (1994), Electrotechnik Fachbildung
Kommunikationselektronik 1, Westermann druck GmbH,
Braunschweig.
Karl Schuster (1986), Susunan Materi, Penuntun Berencana 1, Katalis,
Siemens AG.
Karl-Heinz Roth, (1985), Antennentechnik und Wellenausbreitung,
Karamanolis Verlag, Muenchen.
Lehrermappe (1984), Analogtechnik, Institut zur Entwicklung moderner
Unterrichtsmedien e.V.,Bremen.
Lehrermappe (1984), Digitaltechnik, Institut zur Entwicklung moderner
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 199
Daftar Pustaka
Unterrichtsmedien e.V.,Bremen.
Milman dan Halkias M. Barnawi dan M.O TJIA (1984), Elektronika
Terpadu, Integrated Electronic, Rangkaian dan Sistem Analog
dan Digital, Penerbit Erlangga jakarta.
Mohamad Ramdhani, Diktat kuliah, Sekolah Tinggi Teknologi Telkom,
Bandung, Indonesia
Peter Zastrow (1983), Fernseh-Empfangstechnik,Frankfurter Fachferlag
Roger L. Tokheim, Sutisna (1996), Prinsip-Prinsip Digital, Edisi Kedua,
Penerbit Erlangga.
Ronald J, Tocci, Neal S. Widmar and Gregory L. Moss (2001), Digital
Syatem, Principles and Application, International Edition, 9TH
Edition.
Udo Lob (1989), Cara Kerja Dioda Semikonduktor, Penuntun Berencana
17, Katalis, Siemens AG.
|200 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Glosarium
4: 2: 0: Sebuah skema kompresi digital. Diambil untuk setiap empat sampel dari
luminance, dua diambil untuk setiap sinyal perbedaan warna, tetapi hanya pada
setiap garis scan lainnya.
4: 2: 2: Sebuah skema kompresi digital. Diambil untuk setiap empat sampel dari
luminance, dua diambil untuk masing-masing sinyal perbedaan warna.
4: 4: 4: Sebuah skema kompresi digital. Diambil untuk setiap empat sampel dari
luminance, empat diambil untuk masing-masing sinyal perbedaan warna.
Video Aktif: Bagian dari sinyal video yang berisi materi program.
Sistem Aditif Warna: Sistem warna dengan menambahkan semua warna
bersama-sama menghasilkan putih. Ini adalah sistem warna aktif dari objek yang
dapat dilihat menghasilkan cahaya tampak yang mencerminkan sumber cahaya
lain. Sistem televisi adalah proses warna aditif.
AFM: Sebuah metodeAudio Modulation Frekuensi, yang dikembangkan oleh
Sony, untuk merekam audio dalam track video rekaman Beta SP.
Saluran AFM menghasilkan sinyal audio berkualitas tinggi dari track audio
standar. Berbeda dengan track audio longitudinal, trek ini hanya dapat direkam
bersama dengan video.
Amplitude Modulation (AM) : Perubahan atau modulasi tegangan atau amplitude
dikenakan pada sinyal pembawa. Perubahan amplitude analog ke tegangan
variasi dalam sinyal. Ditelevisi,metode modulasi amplitudo digunakan untuk
transmisi informasi video.
Analog: Dalamtelevisi, sinyalyang menggunakan berbagai tegangan secara
kontinyu untuk mewakili output dari peralatan untuk tujuan merekam, memutar
ulang, atau transmisi.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 201
Glosarium
AspekRasio: Hubungan matematis antara lebar dan tinggi dari suatu gambar.
Standar NTSC, PAL, dan SECAM analog memiliki aspek rasio untuk televise
adalah tempat unit untuk lebar tiga unit untuk tinggi, ditampilkan sebagai 4x3.
Sedangkan aspek rasio untuk televisi High Definition (HDTV) adalah 16x9.
ATSC: Advanced Television Systems Committee merupakan generasi dari NTSC
berikutnya, kelompok yang bertanggung jawab untuk kelanjutan dari SDTV digital
dan HDTV di Amerika Serikat.
Charge Coupled Device(CCD): Sebuah perangkat solid-state atau chip yang
terdiri dari beberapa situs beroperasi seperti kapasitor yang dapat mengkonversi
energy cahaya menjadi muatan listrik.
|202 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Lampiran
Lampiran 1. Kunci Jawaban Evaluasi
Kunci Jawaban
No.
A B CD
1A B CD
2A B CD
3A B CD
4A B CD
5A B CD
6A B CD
7A B CD
8A B CD
9A B CD
10 A B CD
11 A B CD
12 A B CD
13 A B CD
14 A B CD
15 A B CD
16 A B CD
17 A B CD
18 A B CD
19 A B CD
20 A B CD
21 A B CD
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 203
Lampiran
Lampiran 2. Contoh Diagram Blok SMPS Sisi Primer
|204 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Teknik Audio Vidio KK J
Lampiran 3. Contoh Tegangan Keluaran SMPS Sisi Sekunder
Tingkat keluaran SMPS sisi sekunder
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 205
Lampiran
Lampiran 4. Contoh Rangkaian SMPS Sisi Primer
Rangkaian SMPS Sisi Primer
|206 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
MODUL
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK AUDIO VIDIO
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
DAN PENGEMBANGAN SOAL
KELOMPOK KOMPETENSI J
PEDAGOGIK:
TINDAKAN REFLEKTIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS
PEMBELAJARAN
Penulis:
Dr. Muljo Rahardjo; 08123306593; [email protected]
Penelaah:
Prof. Gunadi; [email protected]
Drs. Suryanto, M.Pd.
Penyunting:
Drs. Djandji Purwanto, M.Pd.
Desain Grafis dan Ilustrasi:
Tim Desain Grafis
Copyright © 2017
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang
Otomotif dan Elektronika, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial
tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan
Daftar Isi
Hal.
Daftar Isi ............................................................................................................ iii
Daftar Gambar.................................................................................................... v
Daftar Tabel........................................................................................................ v
Daftar Lembar Kerja .......................................................................................... v
Pendahuluan ...................................................................................................... 1
A. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B. Tujuan ..................................................................................................................... 1
C. Peta Kompetensi ..................................................................................................... 2
D. Ruang Lingkup ........................................................................................................ 2
E. Cara Penggunaan Modul ........................................................................................ 3
Kegiatan Pembelajaran 1 Refleksi Pembelajaran ............................................ 9
A. Tujuan ..................................................................................................................... 9
B. Indikator Pencapaian Kompetensi .......................................................................... 9
C. Uraian materi........................................................................................................... 9
D. Aktivitas Pembelajaran.......................................................................................... 14
E. Latihan................................................................................................................... 15
F. Rangkuman ........................................................................................................... 15
G. Balikan dan Tindak Lanjut..................................................................................... 15
Kegiatan Pembelajaran 2 Konsep Penelitian Tindakan Kelas (Ptk) ............. 17
A. Tujuan ................................................................................................................... 17
B. Indikator keberhasilan ........................................................................................... 17
C. Uraian Materi......................................................................................................... 17
D. Aktivitas Pembelajaran.......................................................................................... 23
E. Latihan / Kasus / Tugas ........................................................................................ 23
F. Rangkuman ........................................................................................................... 26
G. Balikan dan Tindak Lanjut..................................................................................... 26
Kegiatan Pembelajaran 3 Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK).......... 29
A. Tujuan ................................................................................................................... 29
B. Indikator Pencapaian Kompetensi ........................................................................ 29
C. Uraian Materi......................................................................................................... 29
D. Aktivitas Pembelajaran.......................................................................................... 33
E. Latihan / Kasus / Tugas ........................................................................................ 34
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan iii
F. Rangkuman ........................................................................................................... 34
G. Balikan dan Tindak Lanjut ..................................................................................... 34
Kegiatan Pembelajaran 4 Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).......... 37
A. Tujuan.................................................................................................................... 37
B. Indikator Pencapaian Kompetensi......................................................................... 37
C. Uraian Materi ......................................................................................................... 37
D. Aktivitas Pembelajaran .......................................................................................... 41
E. Latihan / Kasus / Tugas......................................................................................... 42
F. Rangkuman ........................................................................................................... 42
G. Balikan dan Tindak Lanjut ..................................................................................... 43
Penutup ............................................................................................................ 45
A. Kesimpulan............................................................................................................ 45
B. Balikan dan Tindak Lanjut ..................................................................................... 45
Kunci Jawaban Latihan ................................................................................... 47
A. Kunci Jawaban Materi 1: Refleksi Pembelajaran .................................................. 47
A. Kunci Jawaban Materi 2: Konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK) .................... 47
B. Kunci Jawaban Materi 3: Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) .................. 47
C. Kunci Jawaban Materi 4: Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) .......... 48
Evaluasi ............................................................................................................ 51
Kunci Jawaban Evaluasi ................................................................................. 53
Daftar Pustaka.................................................................................................. 55
Daftar Lembar Kerja......................................................................................... 57
|iv Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Daftar Gambar
Hal.
Gambar 0. 1. Alur Pembelajaran Tatap Muka ...................................................... 3
Gambar 0. 2 Alur Pembelajaran Tatap Muka Penuh............................................ 4
Gambar 0. 3 Alur Pembelajaran Tatap Muka Model In-On-In .............................. 6
Gambar 2. 1 Model Penelitian Tindakan Kelas Kurt Lewin................................. 19
Gambar 2. 2 Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis & Mc.Taggart .............. 20
Gambar 2. 3 Model Penelitian Tindakan Kelas John Elliot ................................. 21
Daftar Tabel
Hal.
Tabel 0. 1. Daftar Lembar Kerja Modul ................................................................ 8
Tabel 1. 1. Contoh Format Refleksi Pembelajaran............................................. 12
Daftar Lembar Kerja
Hal.
LK 1. Refleksi Pembelajaran...............................................................................55
LK 2. Konsep Penelitian Tindakan Kelas............................................................56
LK 3. Proposal Penelitian Tindakan Kelas..........................................................57
LK 4. Laporan Penelitian Tindakan Kelas .........................................................58
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan v
|vi Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Seorang pendidik harus mengenal secara baik kondisi dan situasi yang ada di
dalam kelas, terutama yang berkaitan dengan peserta didik. Situasi
pembelajaran perlu mendapat perhatian utama, sehingga pencapaian
kompetensi dapat diperoleh secara maksimal. Kesulitan peserta didik selama
pembelajaran harus dapat dideteksi dengan baik oleh pendidik. Begitu pula
kegiatan yang paling disukai oleh peserta didik juga perlu diketahui oleh pendidik.
Kesemuanya itu harus digali oleh pendidik untuk kepentingan pengembangan
pembelajaran yang efektif. Ada beberapa cara untuk menggali hal tersebut, salah
satu diantaranya adalah tindakan reflektif. Tindakan reflektif sangat efektif untuk
peningkatan kualitas pembelajaran. Karena pendidik dapat mengetahui sejauh
mana penguasaan kompetensi oleh peserta didik, dan apa saja kesulitan yang
dialami oleh mereka. Setelah mencermati betapa pentingnya tindakan reflektif
bagi para pendidik, maka modul ini disajikan untuk memberikan sumbangan
pemikiran yang berkaitan dengan tindakan reflektif. Sikap jujur, cermat, terbuka,
adil, toleran, dan obyektif sangat diperlukan ketika melakukan tindakan reflektif.
Sehingga hasil akhir dapat dipertanggungjawabkan.
B. Tujuan
Setelah peserta diklat / guru pembelajar mempelajari dan memahami materi
dalam modul ini, dengan melalui proses evaluasi baik pengetahuan maupun
keterampilan, diharapkan peserta dapat:
1. Memahami Konsep Refleksi Pembelajaran
2. Memahami KonsepPenelitian Tindakan Kelas (PTK)
3. Membuat Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sesuai dengan
tantangan pembelajaran yang diampu
4. Menyusun Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesuai dengan temuan
faktual pembelajaran.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 1
Pendahuluan
5. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara
berkesinambungan.
C. Peta Kompetensi
PETA KOMPETENSI
POSISI MODUL
KODE UNIT NAMA UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI
PED0100000-00 Perkembangan Peserta Didik
PED0200000-00
Teori Belajar dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran
PED0300000-00 yang Mendidik
PED0400000-00
PED0500000-00 Pengembangan Kurikulum
PED0600000-00 Pembelajaran yang Mendidik
PED0700000-00
PED0800000-00 Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
PED0900000-00 Komunikasi dalam Pembelajaran
PED0100000-00 Pengembangan Potensi Peserta Didik
Komunikasi Efektif, Empatik, dan Santun
Penilaian dan Evaluasi Pembelajaran
Pemanfaataan Hasil Penilaian dan Evaluasi
Pembelajaran
Tindakan Reflektif Untuk Peningkatan Kualitas
Pembelajaran
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang perlu dipelajari dalam modul ini adalah:
1. Refleksi Pembelajaran
2. Konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
3. Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
4. Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
|2 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
E. Cara Penggunaan Modul
Secara umum, penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran
disesuaikan dengan kondisi letak geografis unit kerja peserta dan karakteristik
mata diklat. Modul ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran guru, baik
untuk moda tatap muka dengan model tatap muka penuh maupun model tatap
muka In-On-In. Alur model pembelajaran secara umum dapat dilihat pada bagan
dibawah.
Gambar 0. 1. Alur Pembelajaran Tatap Muka
1. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka Penuh
Kegiatan pembelajaran diklat tatap muka penuh adalah kegiatan fasilitasi
peningkatan kompetensi guru melalui model tatap muka penuh yang
dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis dilingkungan ditjen. GTK maupun
lembaga diklat lainnya. Kegiatan tatap muka penuh ini dilaksanan secara
terstruktur pada suatu waktu yang di pandu oleh fasilitator.
Tatap muka penuh dilaksanakan menggunakan alur pembelajaran yang dapat
dilihat pada alur dibawah ini. (gambar 0.2)
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 3
Pendahuluan
Gambar 0. 2 Alur Pembelajaran Tatap Muka Penuh
Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model tatap muka penuh dijelaskan di
bawah ini.
a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan fasilitator memberi kesempatan kepada peserta
diklat untuk mempelajari:
latar belakang yang memuat gambaran materi
deskripsi singkat tentang materi
tujuan kegiatan pembelajaran secara menyeluruh
materi pokok dalam modul
b. Mengkaji Materi
Pada kegiatan mengkaji materi modul, fasilitator memberi kesempatan kepada
guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan secara singkat
sesuai dengan indikator kenerhasilan yang harus dicapai.
Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun
berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator.
c. Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator.
Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan
|4 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
yang secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan bersama fasilitator dan
peserta lainnya. Baik itu melalui diskusi, simulasi, praktik, latihan, maupun studi
kasus yang dilakukan melalui lembar kerja.
Lembar kerja pada pembelajaran tatap muka penuh digunakan sebagai sarana
pemahaman materi-materi yang telah disusun sesuai dengan indikator
keberhasilan yang harus dicapai.
Pada aktivitas pembelajaran ini, peserta secara aktif menggali informasi,
mengumpulkan dan mengolah data, dan kemudian membuat kesimpulan sesuai
dengan isi materi yang dikaji.
d. Presentasi dan Konfirmasi
Pada kegiatan ini peserta melakukan presentasi hasil kegiatan, sedangkan
fasilitator melakukan konfirmasi terhadap materi, dan memandu pembahasan
bersama. Pada bagian ini peserta dan penyaji me-review materi berdasarkan
seluruh kegiatan pembelajaran
e. Persiapan Tes Akhir
Pada bagian ini fasilitator didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir
yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak mengikuti tes.
2. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka In-On-In
Kegiatan diklat tatap muka dengan model In-On-In adalan kegiatan fasilitasi
peningkatan kompetensi guru yang menggunakan tiga kegiatan utama, yaitu In
Service Learning 1 (In-1), on the job learning (On), dan In Service Learning 2 (In-
2). Secara umum, kegiatan pembelajaran diklat tatap muka In-On-In tergambar
pada Alur Pembelajaran Tatap Muka Model In-On-In (gambar 0.3)
Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model In-On-In dapat dijelaskan di
bawah ini.
a. Pendahuluan
Pada kegiatan pendahuluan fasilitator memberi kesempatan kepada peserta
diklat untuk mempelajari:
latar belakang yang memuat gambaran materi
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 5
Pendahuluan
deskripsi singkat tentang materi
tujuan kegiatan pembelajaran secara menyeluruh
materi pokok dalam modul
Gambar 0. 3 Alur Pembelajaran Tatap Muka Model In-On-In
b. In Service Learning 1 (IN-1)
Kegiatan pembelajaran pada In Service Learning 1 (IN-1), dilakukan secara tatap
muka. Yang terdiri atas kegiatan mengkaji materi dan melakukan aktivitas
pembelajaran. Adapun penjelasannya diuraikan dibawah ini.
1) Mengkaji Materi
Pada kegiatan mengkaji materi modul, fasilitator memberi kesempatan kepada
guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan secara singkat
sesuai dengan indikator keberhasilan yang harus dicapai.
|6 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun
berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator.
Ketekunan dan kerjasama yang baik antar peserta akan mempermudah
pemahaman terhadap materi.
2) Melakukan aktivitas pembelajaran
Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan
rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator.
Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran menggunakan pendekatan
yang secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan bersama fasilitator dan
peserta lainnya. Baik itu melalui diskusi, simulasi, praktik, latihan, maupun studi
kasus yang dilakukan melalui lembar kerja yang disusun untuk kegiatan In 1.
Pada aktivitas pembelajaran ini, peserta secara aktif menggali informasi,
mengumpulkan dan mengolah data, dan kemudian membuat kesimpulan sesuai
dengan isi materi yang dikaji. Selanjutnya mempersiapkan rencana pembelajaran
untuk kegiatan On the Job Learning.
c. On the Job Learning (ON)
Kegiatan pembelajaran pada On the Job Learning (ON) dilakukan secara mandiri
di sekolah. Yang terdiri atas kegiatan mengkaji materi dan melakukan aktivitas
pembelajaran. Adapun penjelasannya diuraikan dibawah ini.
1) Mengkaji Materi
Pada kegiatan mengkaji materi modul, guru sebagai peserta mempelajari
kembali materi yang telah diuraikan pada In Service Learning 1 (IN1). Guru
sebagai peserta, mempelajari kembali materi sebagai bekal dalam mengerjakan
tugas-tugas yang ditagihkan pada kegiatan On the Job Learning (ON).
Ketekunan dan ketelitian akan sangat membantu keberhasilan pada kegiatan ini.
2) Melakukan aktivitas pembelajaran
Peserta melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah maupun di kelompok kerja
berdasarkan rencana yang telah disusun pada IN1. Pada kegiatan ini peserta
melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi
yang tertera pada modul. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui diskusi,
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 7
Pendahuluan
simulasi, praktik, latihan, maupun studi kasus mengacu pada lembar kerja. Hal ini
dilakukan untuk memenuhi tagihan kegiatan On the Job Learning (ON). Sikap
tekun dan cermat sangat diperlukan pada kegiatan ini.
d. In Service Learning 2 (IN-2)
Pada kegiatan ini peserta mempresentasikan semua hasil tagihan ON, yang
kemudian dikonfirmasi oleh fasilitator. Dan selanjutnya dilakukan pembahasan
bersama. Pada bagian ini peserta dan penyaji me-review materi berdasarkan
seluruh kegiatan pembelajaran. Sikap jujur, terbuka, toleran, dan serius sangat
diperlukan pada kegiatan ini.
e. Persiapan Tes Akhir
Pada bagian ini fasilitator didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir
yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak mengikuti tes.
3. Lembar Kerja
Kegiatan pembelajaran untuk pemahaman dan pendalaman/penguatan modul,
mengacu pada lembar kerja yang telah dipersiapkan. Pada modul
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Kelompok Komptetansi J,
Pedagogi: “Tindakan Reflektif Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran” telah
disiapkan lembar kerja yang tertullis pada tabel 0.1 di bawah ini.
Tabel 0. 1. Daftar Lembar Kerja Modul
No. Kode LK Nama LK Keterangan
1 LK.1.1 Refleksi Pembelajaran TM, IN1, ON
2 LK.2.1 Konsep Penelitian Tindakan Kelas TM, IN1, ON
3 LK.3.1 Proposal Penelitian Tindakan Kelas TM, IN1, ON
4 LK.4.1 Laporan Penelitian Tindakan Kelas TM, IN1, ON
Keterangan.
TM : Digunakan pada Tatap Muka Penuh
IN1 : Digunakan pada In service learning 1
ON : Digunakan pada on the job learning
|8 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
Kegiatan Pembelajaran 1
Refleksi Pembelajaran
A. Tujuan
Peserta diklat memahami cara melaksanakan refleksi, dan mengidentifikasi
permasalahan dengan cermat, serta manfaat tindakan refleksi terhadap kegiatan
pembelajaran yang akan dikembangkan secara adil dan obyektif.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator keberhasilan materi pokok 1 “Refleksi Pembelajaran”, meliputi:
1. Refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan sesuai dengan
kompetensi dasar yang diperoleh pada matapelajaran yang diampu
2. Hasil refleksi dirumuskan dalam bentuk rumusan masalah.
3. Hasil refleksi dimanfaatkan untuk menentukan refrensi/rujukan/teori yang
berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan pembelajaran
4. Hasil refleksi dimanfaatkan untuk menentukan metodologi pembelajaran
C. Uraian materi
Materi refleksi pembelajaran diuraikan dalam dua sub materi, yaitu: (1) Konsep
refleksi pembelajaran, dan (2) Pelaksanaan refleksi pembelajaran
Konsep Refleksi Pembelajaran
a. Pengertian Refleksi Pembelajaran
Pada setiap kegiatan pembelajaran, selalu dapat ditemukan adanya faktor
pendukung keberhasilan dan kendala-kendala yang muncul. Temuan ini tidak
boleh diabaikan, karena sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai acuan
pembuatan rancangan perbaikan. Baik yang berkaitan dengan proses, maupun
sarana pendukung. Bertolak dari permasalahan inilah refleksi pembelajaran perlu
dilakukan. Terdapat berbagai pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 9
Kegiatan Pembelajaran 1
Namun dalam modul ini definisi pengertian refleksi pembelajaran dikemukakan
berdasarkan kegiatan yang selama ini dilakukan oleh para pengajar (guru,
widyaiswara, instruktor, dan jenis penyaji yang lain). Sehingga refleksi
pembelajaran didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan mendata hasil belajar,
dan faktor pendukung keberhasilan, serta berbagai kendala yang ditemui untuk
perbaikan kualitas pembelajaran.
b. Tujuan Refleksi Pembelajaran
Beberapa tujuan yang ingin diperoleh dari kegiatan refleksi pembelajaran adalah
pernyataan di bawah ini.
1) Memperoleh gambaran spesifik hasil belajar: substansi yang dikuasai, dan
tingkat penguasaan peserta didik.
2) Memperoleh umpan balik tentang proses pembelajaran: yang sudah positif
dan yang masih perlu ditingkatkan.
3) Melakukan perbaikan proses pembelajaran berdasarkan umpan balik dan
hasil belajar setelah melalui kegiatan analisis.
c. Manfaat Refleksi Pembelajaran
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan refleksi pembelajaran, tiga
diantaranya adalah yang dinyatakan di bawah ini.
1) Tindakan perbaikan yang dipilih oleh guru lebih akurat, karena adanya
masukan peserta didik sesuai keadaan yang ada.
2) Perbaikan proses pembelajaran dapat dilakukan secara berkelanjutan. Hal
ini disebabkan oleh tindakan perbaikan yang sesuai dengan permasalahan
kelas/peserta didik.
3) Peningkatan hasil belajar dapat dicapai secara maksimal, karena tindakan
perbaikan yang dilakukan secara terus menerus ole pendidik.
Pelaksanaan Refleksi Pembelajaran
Kegiatan refleksi pembelajaran terdiri atas tiga langkah kegiatan, yaitu: analisis
pencapaian hasil belajar, analisis proses pembelajaran, dan merancang tindakan
perbaikan
|10 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
a. Analisis pencapaian hasil belajar
Keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar yang
dicapai oleh peserta didik. Strategi apapun yang digunakan guru, bila hasilnya
maksimal, maka strategi tersebut dapat dianggap efektif. Begitu pula sebaliknya.
Hasil belajar peserta didik, menggambarkan kinerja yang dicapai oleh guru. Oleh
sebab itu hasil belajar peserta didik harus dianalisis, untuk mengetahui sejauh
mana efektivitas kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
Analisis hasil belajar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1) Menganalisis catatan hasil belajar oleh guru (hasil ulangan harian / tengah
semester / semester).
2) Meminta peserta didik menuliskan capaian hasil belajar yang dimiliki /
dirasakan.
b. Analisis proses pembelajaran
Kegiatan analisis proses pembelajaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
evaluasi diri oleh guru, dan meminta masukan dari peserta didik. Evaluasi diri
dapat dilakukan dengan cara mengingat kembali proses pembelajaran yang telah
dilakukan. Catatan-catatan tentang faktor pendukung keberhasilan dan kendala
yang ditemui selama proses pembelajaran berlangsung, sangat bermanfaat
untuk melakukan kegiatan evaluasi diri. Menggali masukan dari peserta didik
dapat dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang:
1) materi apa saja yang sudah dikuasai
2) hal-hal apa saja yang mempermudah mereka memahami
3) kendala apa saja yang mereka hadapi selama proses pembelajaran.
Selanjutnya data yang diperoleh dari masukan peserta didik, dianalisis, dan
diklasifikasi sesuai dengan kelompok/kategori permasalahan dan tingkatan
masing-masing.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 11
Kegiatan Pembelajaran 1
Tabel 1. 1. Contoh Format Refleksi Pembelajaran
REFLEKSI Tanggal:
Nama :
Kelas :
No. Umpan Balik
1 Materi-materi yang telah dikuasai:
2 Tingkat penguasaan yang dimiliki terhadap materi (%):
3 Pendukung terhadap keberhasilan dalam pembelajaran:
4 Kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran:
5 Saran perbaikan proses pembelajaran:
Merancang Tindakan Perrbaikan
Setelah kegiatan refleksi pembelajaran selesai dilakukan, akan diperoleh umpan
balik terhadap pelaksanaan pembelajaran. Umpan balik tersebut meliputi data
pencapaian hasil belajar dan proses pembelajaran. Sehingga tindaklanjut dari
refleksi pembelajaran diwujudkan dalam bentuk rancangan perbaikan
pembelajaran. Adapun fokus perbaikan disesuaikan dengan umpan balik yang
diberikan oleh peserta didik.
Berdasarkan hasil analisis terhadap pencapaian hasil belajar dan proses
pembelajaran, pendidik dapat merumuskan tindakan-tindakan perbaikan yang
relevan untuk dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran berikutnya. Sehingga
perbaikan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dapat dilakukan. Dengan
demikian prestasi peserta didik secara terus-menerus juga dapat ditingkatkan.
Sehingga semua temuan dari umpan balik ditindaklanjuti menjadi rumusan
|12 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
masalah yang harus diselesaikan oleh pendidik. Unsur-unsur dalam penyusunan
rancangan tindakan perbaikan, biasanya mencakup:
1) Pendalaman dan pengembangan kompetensi peserta didik.
Pendalaman kompetensi dilakukan untuk peserta didik yang belum menguasai.
Sedangkan pengembangan kompetensi dilakukan untuk peserta didik yang
sudah memiliki penguasaan dengan baik. Strategi pendalaman dan
pengembangan kompetensi peserta didik dapat dilakukan melalui penggunaan
metode pembelajaran yang bervariasi. Penggunaan metode yang tepat, akan
memberikan dampak positif terhadap hasil pembelajaran. Temuan dari umpan
balik ditundak lanjuti menjadi rumusan masalah. Sehingga rumusan masalah
yang dapat disampaikan pada butir ini adalah: “metode apakah yang efektif untuk
digunakan melakukan pendalaman dan pengembangan komeensi peserta didik
?”. Atau dengan rumusan masalah yang lain.
2) Peningkatan efektivitas penggunaan media pembelajaran.
Media pembelajaran memiliki peran penting pada kegiatan pembelajaran. Karena
itu penguasaan pendidik terhadap berbagai media pembelajaran yang digunakan
harus memadai. Sehingga dengan pemanfaatan medeia pembelajaran secara
efektif, akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang pada akhirnya
kompetensi peserta didik akan meningkat, karena sangat dipengaruhi oleh
efektivitas penggunaan media tersebut. Sehingga rumusan masalah yang dapat
disampaikan pada butir ini adalah: “media pembelajaran apakah yang dapat
meningkatkan kompetensi X bagi peserta didik ?”. Atau dengan rumusan
masalah yang lain.
3) Peningkatan efektivitas strategi pembelajaran.
Pengelolaan kegiatan pembelajaran harus dikelola secara efektif, agar hasil
belajar menjadi maksimal.. karena itu perancangan strategi pembelajaran yang
tepat sangat diperlukan. Strategi pembelajaran yang dirancang harus
disesuaikan dengan umpan balik peserta didik yang diungkapkan pada saat
refleksi pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran terlaksana sesuai dengan
keadaan/kondisi peserta didik. Sehingga rumusan masalah yang dapat
disampaikan pada butir ini adalah: “strategi pembelajaran apakah yang efektif
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 13
Kegiatan Pembelajaran 1
untuk meningkatkan kompetensi X bagi peserta didik ?”. Atau dengan rumusan
masalah yang lain.
4) Peningkatan efektivitas pemanfaatan lingkungan belajar.
Pembelajaran akan efektif apabila dapat memaksimalkan pemanfaatan
lingkungan belajar. Karena itu pendidik dituntut cermat terhadap lingkungan
belajar yang dimiliki. Potensi apa saja yang memungkinkan untuk dapat
digunakan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran.Sehingga peserta didik
dapat berproses dengan lingkunganya dalam pembelajaran. Hal ini akan
memeberikan bekal yang sangfat positif bagi peserta didik. Laboratorium,
perpustakaan, lingkungan fisik dan sosial sekolah dan sarana yang lain memiliki
potensi untuk digunakan sebagai sumber belajar. Sehingga rumusan masalah
yang dapat disampaikan pada butir ini adalah: “lingkungan belajar apa yang
dapat meningkatkan kompetensi X bagi peserta didik ?”. Atau dengan rumusan
masalah yang lain.
Namun dalam merancang dan menjalankan tindakan perbaikan, ada yang harus
diperhatikan. Yaitu tindakan atau strategi apapun dapat dilakukan, tetapi semua
tindakan yang dipilih harus dirancang berdasarkan hasil refleksi. Sehingga
hasilnya akan maksimal.
D. Aktivitas Pembelajaran
Kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta diklat dalam aktivitas pembelajaran
adalah mempelajari modul secara cermat, baik mandiri maupun kelompok.
Kegiatan dilakukan dengan cara membaca, merangkum berdiskusi dengan
teman sejawat, presentasi, mengerjakan latihan / kasus / tugas, dan merefleksi
diri. Kegiatan diwujudkan dalam bentuk mengerjakan LK 1. Refleksi
Pembelajaran (pada lampiran 1)
|14 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
E. Latihan
Bapak dan Ibu peserta Diklat diminta mengisi format “REFLEKSI” dengan
menggunakan situasi pembelajaran dalam Diklat sebagai bahan pengisian format
tersebut. Selanjutnya melakukan kegiatan di bawah ini.
1. Merangkum dan menganalisis penguasaan materi oleh peserta Diklat
2. Merangkum dan menganalisis proses pembelajaran dalam Diklat
3. Merangkum dan menganalisis saran-saran perbaikan pembelajaran Diklat
4. Waktu pembahasan 30 menit
5. Mempresentasikan hasil kelompok @ 6 menit
F. Rangkuman
Sebagai pendidik harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna,
kesalahan masih sering kita lakukan walau kadang tanpa menyadarinya. Karena
itu refleksi pembelajaran sangat diperlukan bagi pedidik. Refleksi pembelajaran
dapat dilakukan dengan evaluasi diri maupun melalui masukan dari peserta didik.
Secara spesifik dapat dilakukan dengan langkah-langkah: (1) analisis proses
pembelajaran, (2) analisis proses pembelajaran, dan (3) merancang tindakan
perbaikan. Namun yang perlu diingat, bahwa setiap tindakan perbaikan harus
dirancang berdasarkan hasil refleksi.
G. Balikan dan Tindak Lanjut
1. Balikan
a. Hal-hal apa saja yg sudah saudara kuasai berdasarkan pemahaman dan
pengalaman yang berkaitan dengan materi materi Refleksi Pembelajaran
b. Hal-hal apa saja yg masih belum saudara kuasai berdasarkan pemahaman
dan pengalaman yang berkaitan dengan materi Refleksi Pembelajaran?
c. Saran apa yang dapat saudara sampaikan terkait dengan proses
pembahasan materi Refleksi Pembelajaran agar kegiatan berikutnya lebih
baik / lebih berhasil ?
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 15
Kegiatan Pembelajaran 1
2. Tindak lanjut
Peserta dinyatakan berhasil dalam mempelajari materi ini apabila telah mampu
menjawab soal-soal evaluasi / latihan dalam materi ini, tanpa melihat atau
membuka materi dengan nilai minimal 80. Bagi yang belum mencapai nilai
minimal 80 diharapkan untuk lebih giat mendalami lagi dengan cermat, tekun,
dan terprogram, sehingga dapat memperoleh nilai minimal 80. Melakukan
pembahasan bersama peserta yang lain, sangat disarankan agar kedalaman
pemahaman dapat diperoleh.
|16 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
Kegiatan Pembelajaran 2
Konsep Penelitian Tindakan Kelas (Ptk)
A. Tujuan
Peserta diklat memahami Konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK), minimal dua
model (model Kurt Lewin dan model Kemmis & Taggart, atau model yang lain)
secara mandiri.
B. Indikator keberhasilan
Konsep penelitian tindakan kelas (PTK) dijelaskan sesuai dengan model Kurt
Lewin dan model Kemmis & Taggart.
C. Uraian Materi
Materi Konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diuraikan dalam dua sub materi,
yaitu: (1) Pengertian, Tujuan, Manfaat, Karakteristik, dan Model Penelitian
Tindakan Kelas (PTK), dan (2) Siklus Kegiatan dalam Penelitian Tindakan Kelas
(PTK)
Pengertian, Tujuan, Manfaat, Karakteristik, dan Model Penelitian
Tindakan Kelas (PTK)
Sub materi 1 “Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan model Penelitian Tindakan Kelas
(PTK)”, diuraikan dalam empat unsur, yaitu: Pengertian PTK, Tujuan PTK,
Karakteristik PTK, dan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK)”,
a. Penegertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah kegiatan penelitian yang dilaksanakan
oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di tempat pembelajaran (umumnya kelas)
untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 17
Kegiatan Pembelajaran 2
praktik-praktik kerja, melakukan inovasi serta mengembangkan ilmu
pengetahuan terapan (profesional knowledge).
b. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Beberapa tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) di sekolah dinyatakan di bawah ini.
1) Memperbaiki situasi saat ini
2) Meningkatkan mutu proses dan output
3) Mengembangkan inovasi proses dan output
4) Meningkatkan kinerja yang terkait dengan mutu, inovasi, keefektifan,
efisiensi, dan produkivitas
5) Meningkatkan kemampuan profesional sebagai pendidik
6) Mengembangkan ilmu terapan/praktis.
c. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian tindakan kelas sangat berbeda bila dibandingkan dengan jenis
penelitian yang lain, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah-
sekolah. Penyebabnya adalah karena penelitian tindakan kelas memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1) Adanya tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah / menghadapi
tantangan / kegiatan inovasi
2) Bersifat kualitatif, walaupun dapat menggunakan data kuantitatif
3) Didasarkan pada masalah atau tantangan nyata yang dihadapi pendidik
4) Penelitian dilakukan sambil menunaikan tugas
d. Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Ada beberapa model penelitian tindakan kelas, tiga diantaranya adalah: model
Kurt Lewin, model Kemis & Taggart, dan model John Elliott.
1) Model Kurt Lewin
Model Kurt Lewin menjadi acuan dari berbagai model penelitian tindakan yang
ada saat ini. Hal ini sangat wajar karena pada tahun 1934 Kurt Lewin sudah
memperkenalkan istilah penelitian tindakan (action research). Seiring dengan
berbagai pengalaman yang dimiliki, selanjutnya pada tahun 1940 an Kurt Lewin
|18 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
memberikan penjelasan-penjelasan yang lebih spesifik tentang penelitian
tindakan. Penelitian tindakan ini kemudian berkembang menjadi penelitian
tindakan kelas. Siklus kegiatan pada model ini terdiri atas empat tahapan, yaitu:
perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi
(reflecting). Siklus tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Perencanaan
(planning)
Refleksi (reflecting) Tindakan
(acting)
Observasi
(observing)
Gambar 2. 1 Model Penelitian Tindakan Kelas Kurt Lewin
2) Model Kemmis & Taggart
Pada model Kemmis & Taggart, siklus kegiatan terdiri atas tiga tahapan, yaitu:
perencanaan (planning), tindakan dan pengamatan (acting & observing), dan
refleksi (reflecting). Siklus kegiatan model Kemmis & Taggart disajikan pada
gambar 2 di bawah ini.
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 19
Kegiatan Pembelajaran 2
Perencanaan (planning) refleksi
(reflecting)
Tindakan dan Observasi (acting
& observing)
Perencanaan Tindakan dan Observasi (acting
(planning) & observing)
refleksi (reflecting)
Gambar 2. 2 Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis & Mc.Taggart
3) Model John Elliott
Pada model John Elliott, siklus kegiatan terdiri atas empat tahapan, yaitu:
perencanaan umum dan langkah tindakan, implementasi langkah tindakan,
pemantauan (monitoring) implementasi dan efeknya, dan penjelasan
kegagalan beserta efeknya.
|20 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Pedagogi KK J
Gambar 2. 3 Model Penelitian Tindakan Kelas John Elliot
Berdasarkan siklus kegiatan penelitian tindakan kelas pada tiga model yang telah
disebutkan, dapat disimpulkan bahwa secara umum siklus kegiatan memiliki
tahapan yang sama. Tahapan tersebut adalah: perencanaan (planning), tindakan
(acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).
Siklus Kegiatan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Sub materi 2 “Siklus Kegiatan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)” diuraikan
menjadi empat unsur, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (acting),
pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).
Berdasarkan paparan pada model-model penelitian tindakan yang telah
disajikan, secara umum dapat disimpulkan bahwa siklus kegiatan pada penelitian
tindakan kelas terdiri atas empat tahapan, yaltu: perencanaan (planning),
tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Sehingga
|Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan 21
Kegiatan Pembelajaran 2
saat ini banyak peneliti yang mengunakan siklus kegiatan ini ketika melakukan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berapapun jumlah siklusnya, tetapi tahapan
pada masing-masing siklus menggunakan empat tahapan tersebut.
a. Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah kegiatan penulisan tentang hal-hal yang akan dilakukan,
perangkat yang diperlukan, dan waktu pelaksanaan. Sehingga yang hatrus
dilakukan peneliti pada tahap ini meliputi:
1) Perumusan tindakan menyelesaikan masalah / menghadapi tantangan /
kegiatan inovasi. Adalah menuliskan tindakan yang akan dilakukan dalam
upaya meningkatkan kinerja atau menyelesaikan masalah.
2) Identifikasi sumber daya manusia yang terlibat. Yaitu mendata siapa saja
yang akan dilibatkan / terlibat dalam kegiatan penelitian tindakan kelas.
3) Identifikasi perangkat yang digunakan. Yaitu mendata perangkat yang akan
digunakan selama penelitian berlangsung.
b. Tindakan (acting)
Tindakan adalah penerapan menyelesaikan masalah / menghadapi tantangan /
kegiatan inovasi. Yang harus diperhatikan peneliti pada tahap ini adalah:
1) Tindakan yang dilakukan sesuai dengan yang telah direncanakan
(konsisten)
2) Penggunaan perangkat yang sesuai (instrumen, media)
3) Pengendalian waktu
4) Pengelolaan keterlibatan (bila melibatkan orang lain)
c. Pengamatan (observing)
Pengamatan adalah mencermati semua peristiwa yang terjadi selama proses
penerapan tindakan. Obyek pengamatan yang harus mendapatkan perhatian dari
peneliti meliputi:
1) Perubahan perilaku peserta didik
2) Faktor pendukung keberhasilan selain tindakan (media, strategi, perangkat,
fasilitas)
3) Kendala yang muncul selama proses penerapan tindakan
4) Prestasi hasil belajar
|22 Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan