MANAJEMEN INTEGRASI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA
Diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah Pengembangan Sumber Daya
Manusia (PSDM)
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd
Dr. Hj. Yooke Tjuparman SK., M.Pd
Disusun oleh Kelompok 4:
Ananda Sitti Nuur Fauzziyah 2009941
Nazra Luthfiah Salsabil 2005479
Nenden Sri Aprianti 1908340
Nurul Izzah Aulia Rahman 1900803
Putri Rahayu Kartika 1906220
Salma Nurjannah Faihanandar 1909394
Wahda Putri Aulia 1904234
Yustika Rossa 1908038
PERPUSTAKAAN & SAINS INFORMASI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2021
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat
Hidayah dan Karunia-Nya sehingga selesailah penulisan tugas makalah untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) ini
dengan baik. Shalawat serta salam kepada Nabi Besar Muhammad S.A.W beserta
keluarga dan para sahabatnya yang telah memperjuangkan agama Allah di muka
bumi.
Adapun Tugas yang berjudul “Makalah Manajemen Integrasi
Pengembanagn Sumber Daya Manusia” yang telah disusun dengan baik dan tapat
waktu. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada ibu Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd. dan ibu Dr. Hj. Yooke Tjuparmah SK.,
M.Pd.. yang telah memberikan bimbingan kepada kami semua untuk dapat
menyelesaikan tugas ini. Serta penulis sampaikan rasa terima kasih kepada teman-
teman yang sudah membantu dalam setiap kesulitan satu sama lain selama
menyelesaikan tugas ini
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna karena pengalaman dan pengetahuan penulis yang terbatas. Oleh karena
itu, saran dan kritik dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan proposal
di masa mendatang.
Bandung, Oktober 2021
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
PENDAHLUAN ......................................................................................................1
A. Latar Belakang ..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah .........................................................................................2
C. Tujuan ...........................................................................................................2
D. Manfaat .........................................................................................................2
PEMBAHASAN ......................................................................................................3
A. Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Pengintegrasian ..........................................3
B. Konsep, Prinsip, dan Metode Pengintregasian..............................................4
a) Hubungan antarmanusia (Human relations) .............................................5
b) Motivasi (Motivation)................................................................................6
c) Kepemimpinan (Leadership).....................................................................6
d) Kesepakatan kerja bersama (KKB) ...........................................................7
e) Collective bargaining.................................................................................7
C. Urgensi Pengintergrasian ..............................................................................7
D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengintegrasian......................................8
a) Faktor Intern ..............................................................................................9
b) Faktor Ekstern ...........................................................................................9
E. Peran Pengintergrasian di Perpustakaan .....................................................10
PENUTUP..............................................................................................................12
A. Kesimpulan .................................................................................................12
B. Saran............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................14
iii
PENDAHLUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah organisasi yang paling berperan penting untuk
mencapai tujuan yang maksimal dengan memulai dari hal yang paling
menunjang untuk tercapainya suatu tujuan tersebut, yaitu sumber daya
manusia (SDM). Sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu hal yang
sangat penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi
atau perusahaan. Sumber daya manusia termasuk elemen utama organisasi
dibandingkan dengan elemen sumber daya yang lain seperti modal,
teknologi, karena manusia itu sendiri yang mengendalikan faktor yang lain
karena SDM merupakan kunci yang mementukan perkembangan
perusahaan.
Maka dari itu dalam sebuah organisasi perlunya manajemen
sumber daya manusia karena berkaitan dengan pendayagunaan manusia
dalam melakukan suatu pekerjaan untuk mencapai tingkat maksimal atau
efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan yang akan dicapai dalam
perusahaan, seorang karyawan dan juga masyarakat. Untuk menunjang
kesuksesan perusahaan diperlukan pengintegrasian fungsi SDM
dikarenakan berpengaruh pada kualitas SDM, pengintegrasian fungsi SDM
dalam perencanaan strategi organisasi ini dimaksudkan untuk
memberdayakan SDM yang dimiliki dalam pengelolaan berbagai unit
kerja dalam organisasi agar proses pengelolaan sumber-sumber daya
tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Pengintegrasian dalam fungsi manajemen sumber daya manusia
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan
kebutuhan karyawan agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling
menguntungkan. Pengintegrasian mencakup beberapa hal lain di antaranya
yaitu, motivasi kerja yang merupakan dorongan kerja kepada karyawan
untuk melaksanakan pekerjaannya dan kepuasan kerja, dimana cara
karyawan untuk dapat merasakan pekerjaannya. Selain itu kepemimpinan,
1
kemampuan untuk memengaruhi individu dan kelompok untuk mencapai
sasaran.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian, tujuan, dan fungsi pengintegrasian?
2. Apa konsep, prinsip, dan metode pengintegrasian?
3. Apa urgansi pengintegrasian dalam manajemn SDM?
4. Faktor-faktor apa sajakah yang memengaruhi pengintegrasian?
5. Bagaimana peran fungsi pengintegasian di perpustakaan?
C. Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk mengetahui apa saja
yang menjadi pengertian, tujuan, konsep, prinsip, metode, urgensi, faktor-
faktor yang memengaruhi pengintegrasian, dan peran fungsi
pengintegrasian manajemen sumber daya manusia di perpustakaan.
D. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari dibuatnya makalah ini yaitu
pembaca dapat memahami lebih jauh mengenai manajemen integrasi
dalam pengembangan sumber daya manusia terutama di perpustakaan.
2
PEMBAHASAN
A. Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Pengintegrasian
Integrasi adalah kegiatan yang mempersatukan kepentingan
organisasi dengan kebutuhan sumber daya manusia, sehingga terjalin
kerjasama yang serasi dan saling menguntungkan. “Integrasi adalah
tentang berjuang untuk rekonsiliasi yang wajar dari kepentingan individu,
sosial dan organisasi” (Flippo, 1989: 7). Integrasi merupakan isu penting
dan sulit dalam pengembangan sumber daya manusia karena menyatukan
dua ambisi/kepentingan yang dapat berbenturan antara karyawan dan
organisasi. Untuk mencapai integritas yang tinggi di antara anggota
lembaga/organisasi, diperlukan upaya baik dari manajemen puncak
maupun individu yang bersangkutan. Salah satu kegiatan integritas ini
adalah melalui kegiatan motivasi, kerjasama antar anggota, komunikasi
yang baik antara atasan dan bawahan, serta antar rekan kerja. Kegiatan lain
yang perlu diajarkan melalui pemahaman yang baik antara sumber daya
manusia dan manajemen adalah meminimalkan konflik antar kelompok
dalam organisasi. Gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi kualitas
integritas suatu organisasi. Selain itu, lingkungan kerja, baik fisik maupun
non fisik, memiliki dampak besar pada keberhasilan integrasi individu ke
dalam organisasi. Inti dari kegiatan integritas ini adalah bagaimana
seorang pemimpin dapat menyatukan kepentingan setiap anggota untuk
mencapai tujuan organisasi tanpa mengabaikan kepentingan pribadi setiap
anggota.
Dengan menyesuaikan kebutuhan karyawan dan kebutuhan
organisasi, seringkali timbul perselisihan/konflik, dengan adanya
perselisihan sebaiknya manajer/atasan segera menyelesaikannya. Kegiatan
manajemen dalam hubungan ini disebut hubungan manusiawi.
Penyesuaian ini hanya dapat dilakukan jika kita memahami sifat
karyawan, apa yang memotivasi mereka untuk bekerja sebaik mungkin,
bagaimana memotivasi karyawan untuk mau melakukan pekerjaan terbaik
yang dipercayakan kepada mereka. Upaya integrasi melalui hubungan
antar manusia, motivasi, kepemimpinan, disiplin, kesepakatan dan
3
perundingan bersama. Hal itu sangat penting dan merupakan salah satu
kunci untuk mencapai hasil yang baik bagi perusahaan dan karyawan
untuk memuaskan semua orang. Karyawan dapat memenuhi kebutuhan
semua orang dan perusahaan mendapat keuntungan tanpa beban moral.
Menurut Hasibuan (2007) tujuan dari integrasi adalah untuk
melibatkan karyawan sedemikian rupa sehingga mereka bersedia bekerja
keras dan berpartisipasi aktif dalam mencapai tujuan bisnis dan memenuhi
kebutuhan karyawan. Karyawan memiliki keinginan dinamis yang
membawa perilaku, latar belakang, sifat, harga diri, perasaan, pikiran, dan
kebutuhan yang berbeda ke dalam suatu organisasi. Organisasi terus
berkembang secara dinamis, bersaing dan bergerak mengikuti
perkembangan zaman. Organisasi menetapkan visi dan misi untuk
mencapai tujuannya dan kemampuan ini dapat dicapai jika karyawan
memaksimalkan pekerjaannya, mengerahkan keterampilan dan memiliki
keinginan untuk mencapai kinerja puncak. Jika karyawan kurang
kompeten dalam bekerja, tidak mudah bagi organisasi untuk mencapai
hasil yang optimal. Sulit bagi manajer/pemimpin untuk menggunakan
wewenangnya untuk mengubah sikap dan perilaku karyawan agar bekerja
dengan tekun dan memiliki keinginan untuk mencapai hasil yang
maksimal. Kegiatan integrasi menggabungkan keinginan karyawan dan
kepentingan kelompok, untuk mencapai kerjasama yang harmonis dan
saling menguntungkan. Oleh karena itu, istilah "sifat manusia dan sifat
organisasi" harus mendapat perhatian serius.
B. Konsep, Prinsip, dan Metode Pengintregasian
Integrasi di dalam manajemen sumber daya manusia berhubungan
langsung dengan motivasi, pemenuhan kebutuhan, dan hubungan antar
karyawan sehingga bisa menghasilkan kinerja yang produktif. Visualiasi dari
konsep pengintegrasian yaitu:
4
Perangsang materiil Rangsangan
dan non materiil oleh keinginan dan
perilaku individu
faktor internal dan
eksternal manusia
Pemenuhan kebutuhan Daya penggerak dan
kemauan bekerja
Maksud dari bagan di atas adalah para karyawan harus diberi
motivasi baik itu yang berupa fisik maupun non fisik yang berasal dari
dirinya sendiri atau dari organisasi dimana ia bernaung sehingga mampu
membentuk perilaku dan sikap karyawan menjadi giat dalam melakukan
tugas dan tanggung jawabnya dalam bekerja. Keseluruhan proses tersebut
sangat bergantung kepada pemenuhan kebutuhan karyawan melalui
rangsangan atau motivasi yang bersifat materiil dan non materiil.
Adapun mengenai prinsip, pengintegrasian harus mampu
menghasilkan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan atau istilah
lainnya ialah simbiosis mutualisme. Dalam melaksanakan proses
pengintegasian, seorang manajer harus memerhatikan metode yang tepat
guna agar selaras dengan prinsip pengintegrasian yang ada. Pemilihan
metode yang tepat bisa membantu menyelesaikan konflik yang dihadapi
sehingga mampu memberikan solusi pemecahan masalah yang dapat
dipertanggungjawabkan. Terdapat beberapa jenis metode dalam
pengintegrasian yaitu sebagai berikut:
a) Hubungan antarmanusia (Human relations)
Hubungan antarmanusia akan terjadi apabila adanya peleburan antara
keinginan satu individu dengan individu lain demi tercapainya tujuan
bersama. Setiap individu dalam organisasi harus mengedepankan sikap
toleransi, saling pengertian, hormat-menghormati, dan harga-menghargai.
5
Peranan manajer juga sangat penting dalam menjamin tercapainya
hubungan antarmanusia yang baik. Manajer harus bisa memahami setiap
kepribadian dan perilaku yang dimiliki para bawahannya.
b) Motivasi (Motivation)
Untuk memotivasi karyawan, pihak manajer harus mengetahui motif dan
motivasi yang diinginkan karyawan. Orang mau bekerja adalah untuk
dapat memenuhi kebutuhan, baik kebutuhan yang disadari (conscious
needs) maupun kebutuhan yang tidak disadari (unconscious needs),
berbentuk materi atau nonmateri, kebutuhan fisik maupun rohani
(Wulandari, Anastasia). Peterson dan Plowman mengemukakan bahwa
terdapat beberapa faktor yang memotivasi seseorang untuk bekerja :
a. The desire to live, yang berarti bahwa faktor utama seseorang
termotivasi untuk bekerja ialah agar tetap bisa memenuhi kebutuhan
pokoknya yakni makan dan minum guna melanjutkan kehidupannya.
b. The desire for possession, yang artinya setiap orang berkeinginan
bekerja untuk memiliki sesuatu.
c. The desire for power, setiap orang pasti menginginkan suatu
pengakuan dari orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut dapat dicapai
dengan bekerja tentunya.
d. The desire for recognition, hampir serupa dengan poin sebelumnya
yakni setiap manusia bekerja untuk memeroleh validasi di dalam
kehidupannya.
c) Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang manajer mampu mendorong
terciptanya integrasi yang serasi dalam suatu organisasi. Pelaksanaan
kepemimpinan yang baik dapat mendorong tumbuhnya rasa kepercayaan,
solidaritas, dan loyalitas. Seorang pemimpin harus cakap dan kompeten
dalam menjalankan fungsi dan peranannya sehingga tujuan yang sudah
dirumuskan sebelumnya dapat tercapai.
6
d) Kesepakatan kerja bersama (KKB)
KKB merupakan upaya musyawarah dalam mufakat antara pemimpin dan
bawahannya dalam menyelesaikan konflik terkait kebutuhan perusahaan
dan kebutuhan karyawan. KKB mampu menunjang terciptanya
pengintegrasian, membina kerja sama, dan mencegah terjadinya konflik
internal perusahaan.
e) Collective bargaining
Collective bargaining merupakan upaya perundingan atau negosiasi
antara pihak pimpinan dengan pihak karyawan yang bertujuan untuk
menciptakan iklim yang harmonis dalam organisasi dan merupakan upaya
preventif dalam mencegah konflik. Letak perbedaan KKB dan collective
bargaining adalah jika collective bargaining didasarkan kepada adu
kekuatan dimana orang yang paling berkuasa maka dialah yang paling
banyak membuat keputusan. Sedangkan KKB didasarkan kepada
musyawarah atas mufakat sehingga setiap pihak, baik itu pihak pimpinan
dan karyawan berhak memberikan keputusan yang dirasa adil bagi semua
elemen yang terlibat dalam musyawarah.
C. Urgensi Pengintergrasian
Pengintegrasian ialah fungsi operasional manajemen personalia
yang terpenting, sulit, dan kompleks untuk merealisasikannya. Seperti
yang kita ketahui, integrasi di sebuah perusahaan merupakan termasuk
kedalam salah satu pilar penopang untuk kokohnya sebuah perusahaan.
Karena tanpa adanya kesatuan, maka seperti yang dinyatakan sebelumnya,
perusahaan akan sulit dalam mencapai tujuannya. Karyawan atau manusia
bersifat dinamis dan mempunyai pikiran, perasaan, harga diri, sifat, serta
membawa latar belakang, perilaku, keinginan, dan kebutuhan yang
berbeda-beda dalam organisasi perusahaan. Setiap perusahaan pun juga
selalu bergerak dinamis, bersaing, dan mengikuti kemajuan zaman.
Perusahaan menentukan suatu visi dan misi agar dapat mencapai
tujuannya. Tujuan perusahaan hanya dapat dicapai jika para karyawan
bergairah bekerja, mengerahkan kemampuannya dalam menyelesaikan
7
pekerjaan, serta berkeinginan untuk mencapai prestasi kerja yang optimal.
Jika karyawan kurang berprestasi maka sulit bagi organisasi perusahaan
dapat memperoleh hasil yang baik. Hal ini mengharuskan pemimpin
menggunakan kewenangannya untuk mengubah sikap dan perilaku
karyawan supaya mau bekerja giat serta berkeinginan mencapai hasil yang
optimal. Pengintegrasian merupakan salah satu kunci untuk mencapai hasil
yang baik bagi perusahaan maupun terhadap karyawan sehingga
memberikan kepuasan kepada semua pihak. Karyawan dapat memenuhi
kebutuhannya dan perusahaan memperoleh laba.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pengintegrasian
berpengaruh kepada tercapainya tujuan perusahaan, hal ini membuktikan
bahwa fungsi operasional yang satu ini sama sekali tidak boleh hilang dan
tertinggal dalam membangun sebuah perusahaan. Selalu banyak cara yang
bisa dilakukan untuk melancarkan pengintegrasian, sehingga tidak ada
alasan untuk menghilangkan fungsi ini dari fungsi operasional manajemen
personalia. Perusahaan harus bisa memanfaatkan karyawan agar mereka
bersedia bekerja keras dan berpartisipasi aktif dalam menunjang
tercapainya tujuan perusahaan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan dan
mencapai hal yang bisa disebut win-win solution. Pemanfaatan tersebut
bukan dalam konotasi yang negatif, tetapi positif karna mendorong
karyawan ke arah yang akan mensejahterakan kedua belah pihak. Seperti
yang dikutip dari salah satu makalah, jika integrasi dalam sebuah
perusahaan dapat tercipta dan terstruktur perkembangannya dengan baik,
maka semangat kerja, loyalitas, serta partisipasi karyawan dalam
pekerjaannya akan meningkat, sehingga tujuan utama yang menjadi
prioritas perusahaan dan kepuasan semua pihak akan tercapai secara
efisien dan efektif.
D. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengintegrasian
Pengintegrasian yaitu kegiatan menyatupadukan keinginan
karyawan dan kepentingan perusahaan agar tercipta kerja sama yang
memberikan kepuasan. Kegiatan pengintegrasian ini dilakukan salah
8
satunya untuk mencapai efektivitas kerja yang baik dan mencapai tujuan
dengan baik juga. Dan untuk mencapai hal-hal tersebut ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses pengintegrasian ini.
Faktor yang dapat mempengaruhi Pengintegrasian agar Mencapai
suatu Efektivitas dalam organisasi ada Faktor Intern dan Ekstern. (Mohyi,
1999)
a) Faktor Intern
- Struktur Organisasi dan Teknologi yang Digunakan: Faktor ini
berpengaruh dilihat dari tepat atau tidaknya struktur organisasi dan
penggunaan teknologi nya yang akan dihubungkan dengan tujuan,
besarnya organisasi, jumlah kualitas karyawan serta fasilitas yang ada
- Kualitas dan Perilaku Sumber Daya Manusia: Kualitas disini diartikan
sebagai kemampuan dari segi pengetahuan maupun keterampilan yang
dimiliki oleh karyawan. Sedangkan perilaku diartikan sebagai persepsi,
keinginan maupun tindakan dari karyawan.
- Budaya yang ada di Organisasi: Yang termasuk didalam budaya
organisasi ini ada pola pikir, gaya berbicara dan perilaku
- Kebijakan dan Praktek Manajemen: Makin tepat setiap kebijakan yang
diambil dan makin baik praktek atau aktivitas manajerialnya, maka akan
semakin efektif suatu organisasi dalam mencapai tujuan-tujuannya
b) Faktor Ekstern
- Perilaku dari lingkungan di Luar Organisasi: Lingkungan luar
organisasi meliputi keadaan perekonomian, kebijakan pemerintah, politik,
sosial budaya, pelanggan, dan sebagainya.
Selain untuk mencapai suatu efektivitas dalam suatu organisasi
pengintegrasian ini juga perlu memperhatikan hubungan antara
karyawannya, dimana ini merupakan salah satu faktor penting yang
membangun suatu pengintegrasian yang baik. (Ikfiyah, 2021).
Dimana Menurut Ivancevich (2007) faktor yang mempengaruhi
hubungan antar karyawan yaitu:
9
1. Komunikasi: dimana dengan berkomunikasi ini karyawan diharapkan
dapat membangun kepercayaan satu sama lain
2. Kepercayaan: kepercayaan ini perlu di bangun agar komunikasi didalam
organisasi tidak terganggu dan hubungan antar karyawan terjalin dengan
baik
3. Etika: etika disini perlu diperhatikan karena jika adanya pelanggaran etika
dapat berakibat fatal bagi kinerja karyawan
4. Keadilan: perusahaan atau organisasi harus berperlaku adil terhadap
seluruh karyawannya.
5. Perasaan: menunjukan rasa empati dan memberi perhatian kepada seluruh
karyawan
6. Persepsi dan Keyakinan: banyaknya komunikasi di lingkungan perusahaan
khususnya karyawandapat membuat mereka semakin yakin dan persepsi
karyawan terkait dengan kenyataan yang sebenarnya di tempat kerjanya.
7. Harapan yang jelas: perlunya mengetahui keinginan yang sebenarnya dari
setiap karyawan agar mereka dapat tetp fokus pada kerjaan masing-masing
8. Pemecahan Konflik: pemecahan konflik ini perlu dilakukan dengan adil
dan cepat.
Disimpulkan bahwa dalam melakukan pengintegrasian ini
diperlukannya saling paham baik antara perusahaan dengan karyawannya,
maupun sesama karyawan dan hal yang dapat dengan mudah diketaui
saling mengetahui dan memahami mengenai sikap dan keinginan dari
karyawan-karyawannya.
Dimana perusahaan perlu memahami perasaan dan sikap pegawai
untuk menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan/kebijakan
terkait masalah SDM, seperti keluhan, tuntutan, tindakan disiplin, unjuk
rasa, pemogokan, sabotase, dan lain- lain.
E. Peran Pengintergrasian di Perpustakaan
Pengintegrasian kaitannya dengan manajemen SDM merupakan
kegiatan menyatupadukan SDM dengan organisasi agar dapat tercipta
kerja sama yang baik yang pada akhirnya akan berhasil mewujudkan
10
tujuan organisasi, di dalamnya juga mengandung pengendalian terhadap
konflik-konflik yang terjadi. Pengintegrasian SDM dapat dilakukan
melalui hubungan antar manusia (human relation), motivasi,
kepemimpinan, serta kesepakatan-kesepakatan kerja. Prinsip
pengintegrasian yang ideal adalah saling menguntungkan. Peran
pengintegrasian fungsi SDM dalam perpustakaan mengacu pada upaya
pendefinisian ulang tentang kondisi perpustakaan. Hal ini dapat dilakukan
dengan pendefinisian yang jelas mengenai peran, perilaku kegiatan, dan
tanggung jawab masing-masing pustakawan, sehingga pustakawan mampu
meningkatkan kinerjanya dengan menguasai atau memiliki bakat dan
keahlian sesuai bidang kerjanya, mampu mengembangkan diri,
bekerjasama dalam tim kerja sehingga memberikan kontribusi yang besar
dalam peningkatan kinerja perpustakaan secara menyeluruh.
Meningkatnya kinerja perpustakaan akan memberikan dampak positif
terhadap perkembangan perpustakaan. Melalui integrasi fungsi SDM
dalam perpustakaan diharapkan tercapai efektivitas fungsi SDM dalam
melakukan fungsinya, yaitu memberikan nilai tambah bagi perpustakaan,
memperbaiki kinerja pustakawan, dan meningkatkan fleksibilitas
perpustakaan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan
perkembangan lingkungan yang semakin berkembang mengikuti zaman.
11
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu hal yang sangat
penting dan harus dimiliki dalam upaya mencapai tujuan organisasi atau
perusahaan. Untuk menunjang kesuksesan perusahaan diperlukan
pengintegrasian fungsi SDM dikarenakan berpengaruh pada kualitas SDM,
pengintegrasian fungsi SDM dalam perencanaan strategi organisasi ini
dimaksudkan untuk memberdayakan SDM yang dimiliki dalam
pengelolaan berbagai unit kerja dalam organisasi agar proses pengelolaan
sumber-sumber daya tersebut dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Pengintegrasian harus mampu menghasilkan kerja sama yang baik
dan saling menguntungkan atau istilah lainnya ialah simbiosis mutualisme.
Dalam melaksanakan proses pengintegasian, seorang manajer harus
memerhatikan metode yang tepat guna agar selaras dengan prinsip
pengintegrasian yang ada dan diperlukannya saling paham baik antara
perusahaan dengan karyawannya, maupun sesama karyawan dan hal yang
dapat dengan mudah diketaui saling mengetahui dan memahami mengenai
sikap dan keinginan dari karyawan-karyawannya. Dimana perusahaan
perlu memahami perasaan dan sikap pegawai untuk menjadi bahan
pertimbangan dalam mengambil keputusan/kebijakan terkait masalah
SDM, seperti keluhan, tuntutan, tindakan disiplin, unjuk rasa, pemogokan,
sabotase, dan lain- lain.
B. Saran
Perusahaan perlu menyadari bahwa fungsi pengintegrasian dalam
manajemn SDM sangat penting. Pengintegrasian merupakan kegiatan
menyatu padukan keinginan karyawan dan kepentingan perusahaan agar
tercipta kerja sama yang memberikan kepuasan maka dari itu perusahaan
perlunya mengetahui faktor yang mempengaruhi pengintegrasian, faktor
tersebut mempengaruhi faktor internal maupun eksternal. Maka dari itu,
saran yang dapat diberikan kepada perusahaan atau organisasi agar proses
pengintegrasian dapat berjalan baik diantaranya selalu memerhatikan
12
kesejahteraan material dan non material karyawannya, menjamin
terpenuhinya segala kebutuhan karyawan melalui pemberian gaji, upah,
dan atau tunjangan, memelihara iklim dan atmosfer perusahaan agar
senantiasa terasa harmonis sehingga segala bentuk konflik dapat dihindari
dan bisa diselasaikan dengan cara yang adil dan bijaksana.
13
DAFTAR PUSTAKA
Anatan, L. (1981). Meraih Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Melalui
Pengintegrasian Fungsi Sumber Daya Manusia Dalam Strategi Bisnis. Journal of
Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
DRA. UMI FARIDA, M., & SRI HARTONO, S. (2016). Manajemen Sumber
Daya Manusia II. Ponorogo: UMPO PRESS.
Farida, U., & Hartono, S. (2016). BUKU AJAR MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA II.
Ikfiyah. A. (2021) MOTIVASI, KETENANGAN DALAM BEKERJA DAN
KINERJA KARYAWAN; Manajemen Sumber Daya Manusia. Dalam
http://repo.iain-tulungagung.ac.id/18959/ diakses pada 4 Oktober 2021.
Ninla Elmawati Falabiba. (2019). Pengintegrasian. Retrieved from
https://s.id/Hb2pV
Nugrahani, R. (2017). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI UNTUK MEWUJUDKAN
SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS. Warta
Perpustakaan Undip, 15-16.
Wayan, M. N. (2015). Pengelolaan SDM untuk Menciptakan Keunggulan
Kompetitif. Jurnal Universitas Udayana, 1–12.
Wulandari, A. Sesi: VI HR Integration. Dalam
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/19780208200604
2-ANASTASIA_WULANDARI/Sesi_6_Integration.pdf diakses pada
4 Oktober 2021.
Susan Eri. (2019). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Eri Susan
1. Jurnal Manajemen Pendidikan, 2, 952–962.
Ninla Elmawati Falabiba. (2019). Pengintegrasian. Retrieved from
https://s.id/Hb2pV
14
Kelompok, O., & South, M. (2019). MANAJEMEN SUMBER DAYA
MANUSIA “ PENGARUH PENGINTEGRASIAN TERHADAP
TERCAPAINYA TUJUAN PERUSAHAAN .” 4
Ikfiyah, A. (2021). Motivasi, Ketenangan dalam Bekerja dan Kinerja Karyawan :
Manajemen Sumber Daya Manusia. Retrieved from http://repo.iain-
tulungagung.ac.id/18959/
Ivancevich, J. (2007). Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga.
Mohyi, A. (1999). Teori dan Perilaku Organisasi. Malang: UMM Press.
Wayan, M. N. (2015). Pengelolaan SDM untuk Menciptakan Keunggulan
Kompetitif. Jurnal Universitas Udayana, 1–12.
Nugrahani, R. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia Perpustakaan
Perguruan Tinggi Untuk Mewujudkansumber Daya Manusia Yang
Berkualitas. Warta Perpustakaan Undip, 10(2), 11–16.
15