Modul Hybrid Learning
PPG Tata Rias Dalam Jabatan
Perawatan Kulit Wajah
Manual Pada Kulit
Berjerawat (Acne)
DISUSUN OLEH :
Nurul Hidayah, M.Pd
1
A. PENDAHULUAN
Modul ini akan menjelaskan suatu pengetahuan dan keterampilan merawat kulit
wajah secara manual pada kulit berjerawat (acne), mata kegiatan ini membahas
tentang teori dasar pengetahuan perawatan kulit wajah manual pada kulit wajah
berjerawat (acne), kebutuhan alat bahan, lenan dan kosmetika serta teknik
perawatan kulit wajah berjerawat (acne). Peserta dituntut dapat belajar mandiri
berdasarkan prinsip pembelajaran mandiri (self regulated learning), diakhir
kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan.
Untuk dapat lebih meningkatan pemahaman, maka proses pembelajaran tidak
hanya berupa teori tetapi juga mendemostrasikan baik secara nyata maupun
simulasi. Selain itu anda juga harus mempunyai pengalaman yang sesungguhnya
dengan pemahaman yang telah diberikan. Oleh sebab itu simaklah dengan baik
materi yang dibahas pada modul ini, sehingga anda dapat memahami secara
menyeluruh sajian materi yang akan diuraikan dalam bahan ajar ini.
Agar berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini berikut beberapa
petunjuk yang dapat anda ikuti:
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan modul ini sampai anda
memahami secara tuntas, untuk tujuan apa, dan bagaimana
mempelajarinya.
2. Setiap kegiatan belajar harus dipahami secara tuntas dengan ditandai
mampu mengerjakan tes formatif dan tugas yang sudah diberikan.
3. Tangkaplah makna dari setiap konsep yang dibahas dalam modul ini
melalui pemahamam sendiri dan tukar pikiran dengan teman.
4. Upayakan untuk dapat membaca sumber-sumber lain yang relevan untuk
menambahkan wawasan anda menjadikan perbandingan jika pembahasan
dalam modul ini masih dianggap kurang.
5. Mantapkan pemahaman anda dengan latihan dalam modul dan melalui
kegiatan diskusi.
2
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam merawat kulit wajah secara
manual pada kulit berjerawat (acne)
C. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN
1. Mendeskripsikan dan memahami pengetahuan perawatan kulit wajah
manual pada kulit wajah berjerawat (acne)
2. Mengidentifikasi kebutuhan alat bahan, lenan dan kosmetika
3. Menerapkan teknik perawatan kulit wajah manual pada kulit wajah
berjerawat (acne)
D. URAIAN MATERI
1. Pengetahuan Perawatan Kulit Wajah Manual Pada Kulit Wajah
Berjerawat (Acne)
1.1 Anatomi Dan Fisiologi Kulit
Bagi seorang ahli kecantikan, sebelum melakukan perawatan
wajah, anda sebaiknya terlebih dahulu harus memahami anatomi fisiologi
wajah. Manfaat mempelajari hal tersebut adalah untuk membantu
pemahaman kita saat akan melakukan pembersihan, dan pengurutan
wajah/aqupresur. Oleh sebab itu pahamilah terlebih dahulu tentang
pengertian dan struktur kulit.
Kulit adalah lapisan terluar dari tubuh manusia, yang sebagian
besar ditumbuhi rambut, baik rambut halus maupun rambut kasar dan
panjang, yang membungkus semua permukaan tubuh manusia. Tebal kulit
sekitar 0,05mm sampai 3mm. Kulit bertindak sebagai batasan diantara
sekitar luar dan di dalam badan yaitu sebagai pemisah. Kulit berperan
melindungi otot dan organ manusia, kulit juga sebagai organ yang
terpenting dan terbesar. Menurut Dwikarya dalam bukunya menyatakan
bahwa “Kulit merupakan bagian luar tubuh yang menutupi organ-organ
tubuh manusia”. Kulit memegang peranan yang sangat penting untuk
melindungi bagian tubuh didalamnya hal ini berdasarkan letaknya yang
3
berada dilapisan terluar tubuh. Kulit bagian terluar tubuh memiliki fungsi
utama sebagai pelindung tubuh walapupun kulit terlihat begitu tipis. Kulit
terdiri atas beberapa lapisan yaitu epidermis (kulit ari), dermis (kulit
jangat), dan hypodermis (jaringan ikat bawah kulit).
a. Lapisan epidermis yaitu lapisan tipis pada bagian terluar kulit dan
langsung berhubungan dengan dunia luar, dilapisan epidermis ini
terdapak banyak lapisan sel keratinosit yang pada lapisan ini,
yang mana pada lapisan ini kulit berfungsi untuk melindungi organ
tubuh dibawahnya. Epidermis terdiri dari 4 tipe sel :
1. Keratinocytes
2. Melanocytes
3. Sel Merkel
4. Sel Langerhans kulit akan meregenarasi sel selama kurang
lebih 28 hari untuk mengganti dengan kulit ari yang baru.
b. Lapisan kedua yaitu dermis atau kulit jangat merupakan lapisan kulit
dibawah epidermis, pada lapisan dermis ini tersusun papil–papil kecil
yang berisi ranting-ranting pembuluh darah, selain itu pada lapisan
dermis terdapat kelenjar keringat, kelenjar lemak, serat kolagen dan
akar rambut serta otot penegak rambut. Lapisan ini juga merupakan
jaringan penyangga yang elastis untuk menjaga kekenyalan kulit (daya
elastisitas) yang terdiri dari serabut kolagen dan sel-sel lainnya untuk
memperkuat otot-otot. Dalam lapisan ini terdapat 8 unsur :
1. Pembuluh darah dan getah bening
2. Ujung-ujung syaraf perasa
3. Kelenjar keringat
4. Kelenjar palit
5. Kantung ( folikel ) rambut dengan akar rambut
6. Otot penegak rambut ( musculus arector pili )
7. Serabut kolagen dan lapisan reticular, serabut elastin ( jaringan
ikat kulit )
8. Serabut kolagen dan elastin
4
c. Lapisan kulit yang terbawah yaitu hypodermis atau Jaringan ikat di
bawah kulit merupakan jaringan ikat yang mengandung banyak sel
lemak dan syaraf, ketebalan lapisan ini berbeda-beda pada setiap
orang. Sub cutis adalah bagian terdalam dari kulit, yang mana pada
lapisan ini kelenjar lemak bekerja, dan pada lapisan ini pula
penyerapan sari-sari makanan dilakukan yang kemudian diteruskan ke
lapisan kulit selanjutnya. Lapisan ini terutama mengandung jarngan
lemak sebagai cadangan makanan, penahan suhu badan dan sebagai
bantalan.
Gambar 1.1 lapisan kulit
Sumber: http://www.gudangbiologi.com/2016/02/penjelasan-tentang-
anatomi-dan.html
Ketebalan kulit seseorang sangat bermacam-macam ada yang tebal
dan ada yang tipis tergantung pada usia, ras, iklim, makanan dan pengaruh
sinar matahari hal ini juga yang akan menyebabkan jenis kulit pada tiap-
tiap orang berbeda. Kulit memiliki jenis yang berbeda pada setiap orang,
keadaan ini dipengaruhi oleh hormon, kandungan air dalam lapisan kulit,
produksi minyak dalam kulit, kondisi, dan kecepatan pergantian sel-sel
lapisan tanduk, serta faktor lingkungan.
Kulit terbagi menjadi beberapa jenis, yakni kulit normal, kering, kulit
berminyak, dan kulit kombinasi.
a) Kulit berminyak memiliki ciri-ciri, kelenjar lemak bekerja
berlebihan, kulit kelihatan mengkilat, kulit tebal, tonus kuat, pori-
pori besar, mudah berjerawat.
5
b) Kulit normal memiliki ciri-ciri antara lain tidak berminyak dan
tidak kering, kulit kelihatan segar dan baik. Lubang pori-pori
hampir tidak tampa, peredaran darah lancer, jarang mendapat
gangguan kulit dan tonusnya baik
c) Kulit Kering memiliki ciri-ciri kelenjar lemak kurang aktif, kulit
kelihatan kusam dan tipis, bersisik, lebih cepat timbul kerut,
lubang pori tidak kelihatan, mudah mendapat gangguan
pelebaran pembuluh darah mudah keriput
d) Kulit campuran atau kombinasi dapat diketahui ciri-cirinya
sebagai berikut, kulit tampak normal namun cenderung kering
dan normal cenderung berminyak. Kondisi ini dapat terjadi pada
semua usia, tapi lebih sering pada usia 35 tahun.
Berdasarkan dengan letaknya yang berada di paling luar luar tubuh,
maka kulit sebagai organ yang langsung berhadapan dengan debu, polusi,
air dan permukaan, sehingga kulit memiliki peranan terbesar sebagai
penutup bagian tubuh dan melindungi tubuh terhadap rangsangan dari luar.
Disamping itu, kulit berfungsi sebagai antara lain fungsi kulit sebagai
pelindung organ tubuh di dalamnya, fungsi absorpsi, fungsi eksresi, fungsi
persepsi, fungsi kulit sebagai pengatur suhu tubuh dan fungsi kulit untuk
menunjang penampilan. Kulit merupakan faktor terpenting dalam
melindungi tubuh selain itu fungsi kulit yang tidak kalah penting bahwa
kulit juga merupakan simbol yang dapat memancarkan kecantikan
seseorang.
Kulit yang normal terpancar dari kulit yang mulus dan lembut
tanpa adanya kelainan dan gangguan di kulit wajah, namun demikian
kelainan dikulit wajah hampir dialami oleh setiap orang. Kelainan pada
kulit wajah antara lain, komedo, jerawat, pigmentasi, keriput, pelebaran
pembuluh darah, dan kulit kusam. Kelainan kulit ini ada yang bersifat
tidak berbahaya namun dapat menggangu penampilan dan mengurangi
rasa percaya diri. Oleh sebab itu kelainan kulit harus segera diatasi demi
6
menjaga penampilan agar tetap sehat dan menarik serta terbebas dari
kelainan kulit yang lebih mendalam.
1.2 Kelainan Kulit Berjerawat (Acne)
Kulit berjerawat merupakan kondisi dimana kulit wajah mengalami
gangguan jerawat yang biasanya terjadi pada kulit berminyak atau keadaan
dimana kelenjar pilosebaceous pda kulit terinfeksi. Ketika kulit wajah
terinfeksi, pada wajah akan muncul jerawat yang menggangu penampilan.
Jerawat merupakan kelainan/penyakit kulit yang termasuk
gangguan pada kelenjar lemak di muara kandung rambut, atau muara pori-
pori. Kulit berjerawat merupakan peradangan pada kulit yang ditandai
dengan adanya komedo tertutup (white head) dan komedo terbuka (black
head). Komedo merupakan kelainan kulit yang berupa tonjolan kecil
diakibatkan adanya penyumbatan lemak di bawah lapisan kulit bintil.
Setelah ditandai adanya komedo biasanya ditandai oleh munculnya
(papula atau nodula) atau bintil bernanah setelah itu terjadi (pustule atau
kista) pada permukaan kulit berwarna kulit kemerahan dan berlemak.
Gambar 1.2 Kulit berjerawat
Sumber: Dewi Muliyawan 2013
Nelly hakim dalam bukunya menyatakan bahwa jerawat adalah
suatu penyakit radang yang mengenai susunan pilosebaseus yaitu kelenjar
palit (minyak) yang umumnya terdapat pada anak-anak di masa pubertas,
yang disebabkan perubahan hormonal. Acne timbul didaerah sebore yaitu
daerah kulit yang mengandung lebih banyak kelenjar palit (minyak).
7
Daerah sebore terdapat di kulit muka yaitu daerah hidung, pipi,
dari dan dagu, di dada dan punggung.
Jerawat dapat timbul beradarkan faktor pencetusnya yang
bervariasi, dibawah ini merupakan gambaran gejala timbulnya jerawat
yang dapat diketahui dari ciri-ciri dibawah ini, yaitu:
a. Peningkatan produksi sebum
b. Munculnya kondisi abnormal karena bakteri atau jamur sering
kali menimbulkan rasa sakit
c. Peningkatan hormone estrogen
d. Kesalahan dalam penggunaan kosmetik
e. Produksi minyak berlebih
f. Adanya sumbatan lapisan kulit mati pada pori-pori yang
terinfeksi
g. Konsisi stress
h. Faktor genetik turunan orang tua
Pada dasarnya jerawat dapat berkembang dari kotoran dan sel kulit mati
yang mengakibatkan folikel dan pertumbuhan sebum terhambat. Kotoran atau
sel kulit mati yang tidak dibersihkan akan menyumbat saluran ini hingga
minyak yang keluar akan bertumpuk dan menjadi komedo, jika komedo
tersebut terkena bakteri maka akan menjadi jerawat.
Gambar 1.3 Kulit yang berjerawat
Sumber: http://www.jualtheraskin.com/wp-
content/uploads/2017/04/perawatan-kulit-berjerawat-081239481266.png
8
Munculnya jerawat di wajah atau bagian tubuh lain bisa di bagi menjadi 10
fase:
Fase 1 : Munculnya komedo atau benjolan kecil dikulit sehingga menjadi
tanda awal akan munculnya jerawat.
Fase 2 : White head comedo semakin banyak, yaitu sumbatan komedo
pada
kulit akan sangat terlihat.
Fase 3 : Jerawat makin berkembang menjadi tonjolan kecil berwarna
merah yang terasa sakit bila disentuh.
Fase 4 : Muncul papula pada jerawat. Papula dapat berupa peradangan
pada
kulit
Fase 5 : Peradangan semakin parah dan membesar
Fase 6 : Muncul nanah pada jerawat yang di sebut Pustul yakni
peradangan
jerawat yang ditandai dengan jerawat yang mengandung nanah.
Fase 7 : Peradangan pada jerawat semakin hebat gumpalan (nodule) akan
mulai timbul dalam tahap ini. Kulit yang berjerawat akan
memerah
akan semakin membesar sehingga jerawat terlihat lebih jelas.
Fase 8 : Jerawat tampak matang dan siap pecah.
Fase 9 : Jerawat pecah dengan sendiri nya dan meninggalkan bekas luka
noda merah kemudian menjadi noda hitam.
Fase 10: Masa penyembuhan jerawat, di sini terjadi proses regenerasi sel
baru dengan elastisitas kolagen kulit
Jerawat biasanya muncul akibat produksi sebum yang terlalu aktif dan
terjadinya penyumbatan pada pori–pori yang berlangsung bersamaan. Kondisi
sebum yang tersumbat ini kemudian membentuk jerawat yang berbeda
jenisnya, sebab jerawat digolongkan menjadi beberapa jenis tergantung dari
faktor penyebabnya. Terdapat beberapa jenis jerawat yang umum diketahui
yaitu acne juvenile, acne vulgaris, acne rosacea, dan acne nitrosica.
9
Penyebab acne juvenil yaitu masalah hormonal yang terjadi pada diri
seseorang, masalah hormonal yang dimaksud yaitu belum stabilnya hormone
dalam memproduksi sebum. Akne Juvenil muncul pada masa pubertas, di
mana akne ini biasanya diderita remaja usia 14–20 tahun. Penyebabnya adalah
masalah hormonal yang belum stabil dalam memproduksi sebum.
Acne vulgaris yaitu jerawat yang awal mulanya ditandai oleh komedo,
acne vulgaris ini termasuk jerawat yang paling sering dialami oleh sebagian
besar wanita yang memiliki jenis kulit berminyak ataupun tidak berminyak.
Akne vulgaris biasanya penyebab utamanya adalah genetika seperti yang
ditunjukkan dalam beberapa studi klinis ilmiah.
Acne rosacea biasanya kulit yang terkena jerawat jenis ini mula-mula akan
tampak kemerahan pada bagain wajah yang menonjol dan kemudian menjadi
radang hingga menimbulkan sisik di lipatan hidung. Akne Rosacea ini yaitu
jerawat yang muncul pada wanita yang berusia 30 hingga 40 tahun, tandanya
mula-mula jerawat akan tampak kemudian menjadi radang hingga
menimbulkan sisiik di lipatan hidung.
Acne nitrosica, jerawat jenis ini termasuk jerawat yang harus mendapat
perawatan dari dokter sebab jerawat ini jika tidak segera ditangani dan
dibiarkan pecah sendiri atau dipecahkan dengan cara yang salah akan akan
menimbulkan bekas luka/bopeng. Untuk lebih jelasnya macam-macam jerawat
dapat dilihat pada web http://www.acne.com/types-of-acne/acne-signs/
Jerawat memerlukan waktu yang cukup lama untuk sembuh total. Pada
beberapa kasus, sebagian jerawat sudah tumbuh sementara jerawat yang lain
masih merah meradang. Oleh sebab itu diperlukan perawatan khusus untuk
kulit wajah yang berjerawat.
Perawatan wajah manual untuk kulit berjerawat yaitu untuk
menyembuhkan jerawat hal ini dimaksudkan untuk menghindari jumlah
jerawat semakin banyak, meminimalisir agar jerawat segera berkurang,
mengecilkan bagian pori-pori kulit wajah, mengangkat keberadaan sel-sel
10
matipenyebab timbulnya jerawat, mencegah tumbuhnya jerawat lagi, dan
mengurangi rasa sakit yang menggangu. Perawatan ini harus menggunakan
kosmetik yang tidak berbahaya dan tidak menambah parah kondisi jerawat
pada wajah.
Perawatan wajah berjerawat yang dilakukan secara manual harus diawali
dengan pembersihan kulit yang mendalam hingga ke pori-pori, sehingga kulit
harus dibersihkan dari dari minyak, sisa kosmetik, debu dan polusi yang
mengendap di kulit. Jerawat juga dapat dirawat dengan menggunakan masker
yang terbuat dari bahan alami yang mengandung vitamin C, flavonoid,
saponin, sulfur dan zat-zat lain yang memiliki sifat untuk mematikan kuman,
mengeringkan jerawat dan sebagai pembersih.
11