The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KONEKSI ANTAR-MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hizamfaesal, 2022-06-13 11:04:21

KONEKSI ANTAR-MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

KONEKSI ANTAR-MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Keywords: koneksi antarmateri 1.2,nilai dan peran guru penggerak

Faesal Abidin, S.Pd.

KONEKSI
ANTAR-MATERI

MODUL 1.2

Refleksi Model 4P

PERISTIWA

Momen yang paling penting atau menantang atau mencerahkan bagi saya
adalah ketika mempelajari modul 1.1 dan 1.2 melalui eksplorasi diri dan
ruang kolaborasi virtual. Kedua momen tersebut yang membuka wawasan
saya mengenai Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara
dan Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak. Kedua modul tersebut pun
memiliki keterkaitan satu sama lainnya.
Momen pertama yang mencerahkan adalah ketika saya belajar modul 1.1
Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara melalui ekplorasi
diri. Pada momen tersebut saya mulai mempelajari setiap bagian modul
yang terdapat pada LMS. Banyak hal baru yang saya temukan di sana
berkaitan dengan pemikiran Bapak Ki Hadjar Dewantara, mulai dari dasar-
dasar pendidikan yang menuntun, asas pendidikan (kodrat alam dan
zaman), pentingnya kultur sosial dan budi pekerti, konsep convergentie-
theorie, konsep taman siswa, trilogi pendidikan, hingga pendidikan yang
menghamba kepada siswa. Hal tersebut benar-benar baru bagi saya.

www.reallygreatsite.com

Saya pun tertantang untuk mempelajarinya dan tanpa terasa membaca
seluruh isi modul hingga larut malam. Selanjutnya, saya merasa tercerahkan
ketika berada di Ruang Kolaborasi bersama fsilitator Ibu Siti Zubaidah Hanik
dan rekan-rekan Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 5 kelompok 81. Di
sana, kami saling berbagi wawasan mengenai pemikiran Bapak Ki Hadjar
Dewantara. Kami pun saling berbagi dengan dipandu Ibu Hanik yang sangat
asik dalam memposisikan diri sebagai fasilitator kami.

Momen kedua yang mencerahkan Gambar 1 Ruang Kolaborasi Virtual
adalah ketika saya belajar modul 1.2
Nilai-nilai dan Peran Guru
Penggerak melalui eksplorasi diri.
Sama halnya ketika belajar modul
1.1, ketika belajar modul 1.2 ini, saya
menemukan banyak wawasan baru
yang sangat menarik.

Wawasan baru tersebut, antara lain sistem berpikir cepat dan lambat,
tahap perkembangan manusial, nilai-nilai Guru Penggerak, dan peran Guru
Penggerak. Namun, pada saat belajar mandiri modul 1.2 ini, waasan saya
masih belum mantap ketika memahami nilai-nilai dan peran guru
penggerak. Barulah ketika di Ruang Kolaborasi bersama Ibu Fasilitator dan
rekan-rekan CGP yang lain, saya mulai memahami nilai dan peran guru
penggerak. Melalui ruang kolaborasi tersebut, saya mendapatkan simpulan
bahwa nilai CGP terdiri atas 5 nilai, antara lain berpihak kepada murid,
mandiri, reflekstif, kolaboratif, dan inovatif. Sementara itu, peran guru
penggerak terdiri atas 5 peran, antara lain pemimpin pembelajaran, coach
bagi guru lain, pendorong kolaboratif, mewujudkan kepemimpinan murid,
dan penggerak komunitas praktisi.

Kaitan antara modul 1.1 dan 1.2 yang saya pahami adalah modul 1.2
merupakan upaya yang yang dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan
yang tertera pada modul 1.1. Artinya, pada modul 1.1 dijelaskan bahwa
pendidikan harus berorientasi kepada murid. Pendidikan harus dapat
memenuhi kebutuhan murid. Pendidikan harus berpihak kepada murid.

Pendidikan itu menuntun kodrat siswa untuk mencapai kebahagiaan dan
keselamatan setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota
masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang CGP harus memiliki
nilai-nilai Guru Penggerak dalam diri, meliputi berpihak kepada murid,
mandiri, reflektif, kolaborasi, dan inovatif. Jika nilai-nilai tersebut ada dalam
diri, CGP harus segera menjalankan perannya sebagai guru penggerak, yakni
pemimpin pembelajaran, coach bagi guru lain, pendorong kolaboratif,
mewujudkan kepemimpinan murid, dan penggerak komunitas praktisi. Jika
nilai tersebut telah dimiliki CGP dan peran tersebut telah dijalankan CGP,
tujuan Pendidikan yang ada pada modul 1.1, Insya Allah dapat tercapai.

PERASAAN

Saat momen itu terjadi saya
merasa seperti setetes air di
tengah lautan. Ketika pertama
kali membaca modul di eksplorasi
diri, saya merasa begitu kecil.
Banyak hal yang belum saya
ketahui di sana. Banyak wawasan
baru yang begitu menarik. Saya
pun sangat senang dengan
momen tersebut.

Gambar 2 Ilustrasi Perasaan ketika Momen Terjadi

Oleh karena itu, saya pun juga menggambarkan peristiwa itu bagaikan
seorang anak kecil yang pertama kali datang ke kebun binatang. Saya
merasa sangat bahagia ketika memperoleh wawasan baru tersebut. Saya
tak henti-hentinya membaca modul tersebut hingga larut malam. Hal
tersebut disebabkan setiap kali membuka lembar modul, saya menemukan
wawasan baru yang menarik. Sesuatu yang belum pernah saya dapatkan
sebelumnya. Sama halnya seperti anak kecil ketika pertama kali datang ke
kebun binatang. Mereka akan tertarik dengan beragam binatang yang ada
di sana dan mengunjunginya satu per satu.

Pada saat belajar modul 1.1 dan 1.2, saya pun semakin kagum dengan Bapak
Ki Hadjar Dewantara. Pemikiran Beliau begitu luas dan mendalam. Beliau
tidak hanya menguasai wawasan pendidikan barat, melainkan juga
meletakkan nilai-nilai Pendidikan Islam dalam pemikiran Beliau, misalnya
pada kodrat zaman dan keselamatan anak sebagai manusia. Sebelumnya,
pemikiran Beliau yang saya pahami hanya ing ngarsa sung tuladha, ing
madya mangun karsa, tut wuri handayani. Ternyata, pemikiran tersebut
hanya sebagian kecil dari pemikiran Bapak Ki Hadjar Dewantara. Oleh karena
itu, tadi di awal tulisan saya menyebutkan bahwa saya merasa seperti
setetes air di tengah lautan.

Pada saat belajar di Ruang Kolaborasi bersama Ibu Hanik dan teman-teman,
saya merasa sangat nyaman. Di situ seolah-olah saya tidak “sedang belajar”
dalam arti formal. Di sana, kami hanya berdiskusi atau bahkan seolah hanya
ngobrol santai bersama teman. Momen di Ruang Kolaborasi begitu penuh
keakraban seolah-olah kita telah lama saling mengenal. Meskipun demikian,
banyak hal yang dapat ditemukan, mulai dari pemikiran Bapak Ki Hadjar
Dewantara hingga nilai dan peran Guru Penggerak yang tidak dapat saya
pahami ketika hanya belajar mandiri.

PEMBELAJARAN

Sebelum momen tersebut terjadi saya berpikir bahwa saya adalah pusat
informasi bagi murid. Peran saya sebagai guru adalah sebagai sumber
materi bagi murid. Murid di kelas hanya sebagai pendengar dan sesekali
bertanya. Pusat pembelajaran ada di guru. Metode ceramah merupakan
metode pembelajaran terbaik.

Setelah momen tersebut (mempelajari modul 1.1), saya tersadar bahwa
setiap murid memiliki kodratnya masing-masing. Setiap murid memiliki
potensinya masing-masing. Tugas guru hanya sebagai fasilitator atau
pembimbing. Guru hanya berusaha menebalkan tulisan baik yang ada dalam
diri murid dan menyamarkan tulisan yang kurang baik dalam diri murid.

Oleh karena itu, pembelajaran seharusnya berpusat atau berorientasi
kepada murid. Sebagai guru, saya harus dapat membantu murid
menemukan minat atau potensi yang dimiliki agar dikembangkan untuk
mencapai keselamatan dan kebahagiaan setingi-tingginya, baik sebagai
manusia maupun anggota masyarakat.

Selain itu, pada pembelajaran modul

1.2, saya menjadi tahu nilai-nilai apa

saja yang harus dimiliki dan dikuatkan

oleh Guru Penggerak. Sebagai

seorang Guru Penggerak harus

memiliki nilai berpihak kepada murid.

Nilai tersebut dapat mendasari

perilaku dan tindakan Guru Penggerak

agar lebih mengutamakan Diagram 1 Nilai-nilai Guru Penggerak

kepentingan murid daripada yang

lainnya.

Nilai yang kedua adalah mandiri. Sebagai Calon Guru Penggerak, saya harus
mandiri dalam melakukan segala sesuatu. Saya harus mempunyai inisiatif
untuk menghadapi sebuah tantangan yang positif. Saya harus dapat
menyelesaikan beberapa hal dengan kemampuan sendiri, tanpa
menggantungkan diri kepada orang lain. Yang ketiga adalah reflektif.
Sebagai Calon Guru Penggerak, saya harus dapat merefleksikan segala
peristiwa yang telah terjadi. Peristiwa yang telah terjadi harus dapat saya
ambil hikmahnya untuk kebaikan di masa yang akan datang. Yang keempat
adalah kolaboratif. Kolaboratif berarti mampu bekerja sama dengan pihak
lain. Sebagai Calon Guru Penggerak, saya harus dapat bekerja sama dengan
pihak lain untuk mencapai tujuan bersama. Yang terakhir adalah inovatif.
Inovatif berarti melakukan perubahan-perubahan baru. Perubahan tersebut
tentunya ditujukan untuk hal yang lebih baik. Sebagai Calon Guru Penggerak,
saya harus memiliki nilai tersebut agar senantiasa terbuka dan dapat
menjawab segala tantangan zaman.

Selain nilai Guru Penggerak, pada modul 1.2, saya juga mendapatkan
pembelajaran mengenai peran Guru Penggerak. Ada 5 peran Guru
Penggerak yang harus dijalankan.

Selain nilai Guru Penggerak, pada Diagram 2 Peran Guru Penggerak
modul 1.2, saya juga mendapatkan
pembelajaran mengenai peran
Guru Penggerak. Ada 5 peran Guru
Penggerak yang harus dijalankan.
Pertama, sebagai pemimpin
pembelajaran. Sebagai Calon
Guru Penggerak, saya harus dapat
menjalankan prinsip among Ki
Hadjar Dewantara dan pola pikir
inkuiri-apresiatif.

Selain itu, sebagai pemimpin pembelajaran, saya harus menaruh perhatian
penuh pada komponen pembelajaran, seperti kurikulum, proses belajar-
mengajar, refleksi dan asesmen yang otentik dan efektif, pengembangan
guru, pemberdayaan dan pelibatan komunitas untuk terwujudnya wellbeing
dalam ekosistem pendidikan di sekolah.

Yang kedua adalah berperan menjadi coach bagi guru lain. Sebagai Calon
Guru Penggerak, saya dituntut untuk berdaya dalam menemani dan
menuntun rekan sejawat untuk menelaah kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan.

Yang ketiga adalah pendorong kolaborasi. Sebagai Calon Guru Penggerak,
saya harus dapat mendorong pihak lain untuk melakukan kolaborasi dalam
mencapai tujuan bersama. Suatu tujuan bersama yang besar hanya akan
dicapai melalui kolaborasi yang baik. Oleh karena itu, saya harus dapat
berperan untuk mendorong kolaborasi tersebut.

Yang keempat adalah mewujudkan kepemimpinan murid. Sebagai Calon
Guru Penggerak, saya juga harus andil dalam pembentukan karakter murid
di masa depan. Sepuluh hingga dua puluh tahun yang akan datang, bangs
aini akan dipimpin oleh mereka yang saat ini menjadi murid. Oleh karena itu,
sebagai Calon Guru Penggerak, saya harus ikut berperan dalam mewujudkan
kepemimpinan murid.

Yang terakhir adalah menggerakkan komunitas praktisi. Sebagai Calon Guru
Penggerak, saya harus menumbuhkan budaya belajar kolaboratif atau
komunitas belajar profesional bersama rekan guru. Melalui komunitas
belajar ini diharapkan tercapai peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus
menumbuhkan inovasi pembelajaran yang berdampak positif bagi murid.

PENERAPAN KE DEPAN (RENCANA)

Pengembangan diri yang sederhana, konkret, dan rutin yang dapat saya
lakukan dari sekarang untuk membantu menguatkan nilai-nilai dan peran
saya sebagai Guru Penggerak adalah sebagai berikut.

1 MEMPERBANYAK LITERASI

Hal pertama yang saya lakukan untuk membantu menguatkan nilai-nilai
dan peran saya sebagai Guru Penggerak adalah memperbanyak literasi.
Saya mulai membaca modul-modul yang tersedia di LMS agar saya
memahami dan memaknai peran dan nilai Guru Penggerak. Selanjutnya,
saya akan menyempatkan diri untuk membaca artikel-artikel yang
berkaitan dengan pendidikan, mulai dari pendekatan pembelajaran, model,
metode, hingga hal-hal menarik lainnya tentang pendidikan baik melalui
buku cetak maupun digital. Selain membaca buku cetak atau digital, saya
akan menyimak informasi-informasi berkaitan pembelajaran di Youtube. Di
Youtube, biasanya, saya menemukan beragam contoh pemanfaatan
teknologi untuk pembelajaran, misalnya penggunaan quizizz, google form,
spreadsheet, canva, dan lain-lain. Oleh karena itu, untuk membantu
menguatkan nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak, saya akan
memperbanyak literasi.

2 MENGIKUTI DIKLAT FUNGSIONAL/BIMTEK/SEMINAR

Hal berikutnya yang saya lakukan untuk membantu menguatkan nilai-nilai
dan peran saya sebagai Guru Penggerak adalah mengikuti diklat fungsional,
bimbingan teknis dan seminar yang berkaitan dengan pembelajaran dan
pendidikan. Saya akan mengikuti diklat fungsional, bimbingan teknis dan
seminar sesuai dengan penugasan dari sekolah maupun mandiri. Dengan
mengikuti diklat fungsional, bimbingan teknis, dan seminar, wawasan saya
akan terbuka terhadap hal baru. Selain membuka wawasan, mengikuti diklat
fungsional dan bimbingan teknis juga dapat meningkatkan keterampilan
saya berkaitan dengan tugas sebagai guru. Oleh karena itu, untuk
membantu menguatkan nilai dan peran saya sebagai Guru Penggerak, saya
akan mengikuti diklat fungsional, bimbingan teknis, dan seminar yang
berkaitan dengan pembelajaran dan pendidikan.

3 BERDISKUSI DENGAN REKAN SEJAWAT

Hal berikutnya yang saya lakukan untuk

membantu menguatkan nilai-nilai dan

peran saya sebagai Guru Penggerak

adalah berdiskusi dengan rekan

sejawat. Diskusi dengan rekan sejawat

dapat membantu saya untuk

merefleksikan kegiatan pembelajaran

yang telah saya lakukan. Gambar 3 Diskusi dengan Rekan Sejawat

Selain itu, melalui diskusi dengan rekan sejawat, kami akan saling berbagi

wawasan baru mengenai pembelajaran. Dengan berdiskusi, kami juga dapat

membangun chemistry agar dapat berkolaborasi dengan baik. Hal tersebut

tentunya akan membantu kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Oleh karena itu, untuk membantu menguatkan nilai dan peran saya sebagai

Guru Penggerak, saya akan berdiskusi dengan rekan sejawat berkaitan

dengan pembelajaran dan Pendidikan.

Tergerak, Bergerak, Menggerakkan


Click to View FlipBook Version