33 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur n besar ktron in kecil dak berurutan) dalam Angstrom adalah : 2,01 E. 0,80 C 5 an adalah.... lit tetap. B 5 but adalah... E 5 r-unsur C, Si, Ge, Sn dan Pb adalah 0,77; 1,11; ahwa jari-jari atom dalam satu golongan semakin ulitnya semakin sedikit. -jari atom semakin kecil. -jari atom semakin besar. C 5
D. Semakin ke bawah unsur-unsur segolongan, jumlah protonnyaE. Dalam satu golongan, memiliki konfigurasi elektron yang stabTotal Sk
34 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur a semakin sedikit. bil. kor 150
35 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur E. Instrumen Penilaian Keterampilan 1. Instrumen Lembar Observasi Keterampilan Presentasi No Nama Siswa Sistematika presentasi Penggunaan bahasa Ketepatan intonasi dan kejelasan artikulasi Kemampuan mempertahankan dan menanggapi pertanyaan atau sanggah Total Skor 1 Gede Galang Ariawan 2 Gusti Kadek Sarasria Ameliani 3 Gusti Agung Aditya Prayoga 4 Ketut Widiada 5 Iluh putu karisma damayanti dst 2. Rubrik Penilaian Presentasi Aspek Penilaian Kriteria Skor Sistematika presentasi Materi presentasi disajikan secara runtut dan sistematis. 4 Materi presentasi disajikan secara runtut tetapi kurang sistematis. 3 Materi presentasi disajikan secara kurang runtut dan tidak sistematis. 2 Materi presentasi disajikan secara tidak runtut dan tidak sistematis. 1 Penggunaan bahasa Bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. 4 Bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami. 3 Bahasa yang digunakan sulit dipahami. 2 Bahasa yang digunakan sangat sulit dipahami. 1 Ketepatan intonasi dan kejelasan artikulasi Penyampaian materi disajikan dengan intonasi yang tepat dan artikulasi/lafal yang jelas. 4 Penyampaian materi disajikan dengan intonasi yang agak tepat dan artikulasi/lafal yang agak jelas. 3
36 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur Penyampaian materi disajikan dengan intonasi yang kurang tepat dan artikulasi/lafal yang kurang jelas. 2 Penyampaian materi disajikan dengan intonasi yang tidak tepat dan artikulasi/lafal yang tidak jelas. 1 Kemampuan mempertahankan dan menanggapi pertanyaan atau sanggah Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan arif dan bijaksana. 4 Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan cukup baik. 3 Kurang mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan baik. 2 Tidak mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan baik. 1
37 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Sistem Periodik Unsur (SPU) A. Sistem Periodik Modern oleh Henry G. J. Moseley Pada 1913, seorang kimiawan inggris bernama Henry Gwin Jeffreys Moseley melakukan eksperimen pengukuran panjang gelombang unsur menggunakan sinar-X. Berdasarkan hasil eksperimenya tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa sifat dasar atom bukan didasari oleh massa atom relatif, melainkan berdasarkan kenaikan jumlah proton. Hal tersebut diakibatkan adanya unsur-unsur yang memiliki massa atom berbeda, tetapi memiliki jumlah proton sama atau disebut isotop. Pengelompokan unsur-unsur sistem periodik modern merupakan penyempurnaan hukum periodik Mendelev, yang disebut juga sistem periodik bentuk panjang. Sistem periodik modern disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajur-lajur horisontal, yang disebut periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, sedangkan lajur-lajur vertikal yang disebut golongan disusun berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdiri atas 7 periode dan 8 golongan. Setiap golongan dibagi lagi menjadi 8 golongan A( IA-VIIIA ) dan 8 golongan B(IB – VIIIB). Unsur-unsur golongan A disebut golongan utama, sedangkan golongan B disebut golongan transisi. Pada periode 6 dan 7 terdapat masing-masing 14 unsur yang disebut unsur-unsur transisi dalam, yaitu unsur-unsur Lantanida dan aktinida. Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: a. Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi 2 unsur. b. Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur. c. Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi 8 unsur. d. Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur. Gambar 1. Tabel Sistem Periodik Unsur Modern
38 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur e. Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi 18 unsur. f. Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah. g. Periode 7 disebut sebagai periode belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah. Jumlah golongan dalam sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Golongan B terletak antara golongan IIA dan golongan IIIA. Namanama golongan pada unsur golongan A yaitu: a. Golongan IA disebut golongan alkali b. Golongan IIA disebut golongan alkali tanah c. Golongan IIIA disebut golonga boron d. Golongan IVA disebut golongan karbon e. Golongan VA disebut golongan nitrogen f. Golongan VIA disebut golongan oksigen g. Golongan VIIA disebut golongan halogen h. Golongan VIIIA disebut golongan gas mulia Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur transisi dalam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB, dimasukkan dalam satu golongan karena mempunyai sifat yang sangat mirip. B. Hubungan Letak Unsur Pada Sistem Periodik Unsur Dengan Konfigurasi Elektron Letak suatu unsur dalam tabel sistem periodik unsur dapat ditentukan berdasarkan konfigurasi elektronnya. Jadi, dari konfigurasi elektron yang digunakan untuk mengetahui letak unsur dalam Sistem Periodik Unsur. Konfigurasi elektron dapat digunakan untuk menentukan letak unsur dalam sistem periodik unsur, yaitu jumlah kulit menunjukkan nomor periode, dan jumlah elektron valensi menunjukkan nomor golongan. Hal ini berlaku untuk semua golongan utama (golongan A), kecuali Helium (He) yang terletak pada golongan VIIIA tetapi mempunyai elektron valensi 2. Sedangkan, untuk unsur-unsur golongan transisi (golongan B) tidak demikian halnya. Jumlah kulit memang sama dengan nomor periode, tetapi jumlah elektron valensi (elektron terluar) tidak sama dengan nomor golongan. Jadi, konfigurasi elektron untuk golongan transisi dilakukan per sub kulit. C. Sifat-sifat Kepriodikan Unsur Sifat periodik unsur adalah sifat-sifat yang mempunyai kecenderungan untuk berubah secara teratur sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode dan dari atas ke bawah dalam satu golongan.
39 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur a. Unsur-unsur yang terdapat pada golongan yang sama mempunyai kemiripan konfigurasi elektron, maka unsur yang segolongan mempunyai sifat yang mirip. b. Unsur-unsur yang terdapat dalam satu periode dari kiri ke kanan, konfigurasi elektronnya berubah secara teratur. Hal ini berakibat pada perubahan sifat unsur secara teratur, sehingga unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan mempunyai sifat yang berubah secara teratur. ➢ Kecenderungan Jari-jari Atom Unsur Dalam Tabel Sistem Periodik Unsur Jari-jari atom merupakan jarak dari inti atom sampai kulit terluar yang ditempati oleh elektron. Ada 2 faktor yang menentukan panjang pendeknya jari-jari atom : a. Jumlah kulit terluar yang ditempati elektron Makin banyak jumlah kulit yang dimiliki oleh suatu atom, maka jari-jari atomnya makin panjang. b. Muatan inti Bila jumlah kulit 2 atom sama, maka yang berpengaruh adalah muatan inti atom. Semakin besar muatan intinya, gaya tarik inti terhadap elektron lebih kuat, sehingga lebih mendekat ke inti, jari-jari atom menjadi lebih pendek. ➢ Dalam satu golongan dari atas ke bawah, nomor atom unsur bertambah sehingga jumlah kulit atom semakin banyak. Akibatnya jarak inti terhadap elektron terluar semakin jauh. ➢ Dalam satu periode dari kiri ke kanan, nomor atom unsur bertambah, memiliki jumlah kulit yang sama tetapi muatan inti makin bertambah. Akibatnya gaya tarik inti terhadap elektron terluar makin kuat sehingga menyebabkan jarak elektron pada kulit terluar dengan inti makin dekat. Gambar 2. Jari-jari Atom Gambar 2. Kecenderungan Jari-jari Atom Unsur Pada SPU
40 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur Kecenderungan jari-jari atom dalam sistem periodik unsur : ✓ Dalam 1 periode, dari kiri ke kanan, kecenderungan jari-jari atom semakin kecil. ✓ Dalam 1 golongan, dari atas ke bawah, kecenderungan jari-jari atom semakin makin besar.
41 - Modul Ajar Kimia Kelas X Sistem Periodik Unsur DAFTAR PUSTAKA Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Bandung: Grafindo. Unggul, Sudarmo. 2013. Kimia untuk SMA/MA kelas X, Jakarta: Erlangga GLOSARIUM Elektron valensi : Elektron pada kulit terluar. Golongan : Lajur vertikal dalam sistem periodik unsur Jari – jari Atom : Jarak antara inti atom dengan elektron yang terluar Konfigurasi elektron : Susunan penyebaran (pengisian) elektron–elektron pada suatu atom. Kulit elektron : Lintasan (orbit ) dari suatu elektron dalam mengitari inti atom. Kulit valensi : Kulit yang terluar. Periode : Lajur horizontal dalam sistem periodik unsur Sistem Periodik Unsur : Susunan unsur–unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur–unsur tersebut