The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul materi Hereditas pada Manusia Kelas XII beserta latihan soal

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ayuayatul, 2023-01-23 01:25:56

Modul Materi Hereditas pada Manusia Kelas XII

Modul materi Hereditas pada Manusia Kelas XII beserta latihan soal

2


3 PETA KONSEP Hereditas Pada Manusia Penentuan Jenis Kelamin Kromosom Seks (Gonosom) Laki-Laki XY Perempuan XX Golongan Darah Golongan Darah AB Golongan Darah MN Golongan Darah Rhesus Kelainan dan Penyakit Menurun Kromosom Tubuh (Autosom) Kromosom Kelamin (Gonosom)


4 A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester/Alokasi : XII / (1) Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 kali Pertemuan) Judul Modul : Hereditas Pada Manusia B. Kompetensi Dasar 3.7 Menganalisis pola-pola hereditas pada manusia 4.7 Menyajikan data hasil studi kasus tentang pola-pola hereditas pada manusia dalam berbagai aspek kehidupan C. Deskripsi Singkat Materi Salam bahagia siswa hebat Indonesia, tetap semangat dalam menimba ilmu. Pernahkah kalian berpikir bagaimana lahir anak berjenis kelamin laki-laki atau perempuan? Apakah ada penyakit yang diturunkan pada manusia? Bagaimana setiap orang memiliki golongan darah yang berbedabeda?. Sebelum memulai pembelajaran, perlu dijelaskan bahwa modul ini berisi tentang pembelajaran konsep Hereditas Pada Manusia yang meliputi penentuan jenis kelamin (determinasi seks) pada Manusia, penurunan Golongan Darah (sistem ABO, MN, dan Rhesus), dan Kelainan dan Penyakit Menurun Pada Manusia. Dari modul ini kita bisa tahu tentang bagaimana proses terbentuknya jenis kelamin dan persentase kemungkinan harapan lahir anak laki-laki atau perempuan, golongan darah , dan kelainan dan penyakit menurun yang terpaut autosom dan genosom. D. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Bacalah terlebih dahulu bagian pendahuluan agar kalian memperoleh gambaran tentang isi modul dan cara mempelajarinya 2. Modul ini terdiri dari tiga kegiatan belajar yang akan diakhiri dengan latihan soal. 3. Kegiatan pembelajaran dilengkapi dengan tujuan, uraian materi, rangkuman, dan Latihan soal dan refleksi 4. Pada akhir modul terdapat tes akhir modul 5. Kerjakan Latihan soal yang tersedia di setiap kegiatan pembelajaran dan di bagian akhir modul untuk mengetahui sejauh mana penguasaanmu terhadap isi modul 6. Kunci jawaban dan pedoman penskoran tersedia pada bagian akhir modul. Gunakan keduanya untuk mengukur tingkat penguasaanmu terhadap isi modul. Petunjuk Khusus 1. Modul ini tersusun tiga kegiatan pembelajaran 2. Pelajari modul secara berurutan, karena materi di dalam modul ini sudah disusun secara hierarkis E. Materi Pembelajaran 1. Penentuan Jenis Kelamin (Determinasi Seks) Pada Manusia 2. Golongan Darah Sistem ABO, MN, dan Rhesus 3. Kelainan/Penyakit Menurun PENDAHULUAN


5 Penentuan Jenis Kelamin (Determinasi Seks) Pada Manusia A. Tujuan Pembelajaran 1. Menjelaskan kriteria penentuan jenis kelamin (determinasi seks) pada manusia 2. Menghitung angka kemungkinan munculnya jenis kelamin dari suatu perkawinan B. Uraian Materi 1. Penentuan Jenis Kelamin (Determinasi Seks Pada Manusia) Determinasi seks adalah proses penentuan jenis kelamin pada makhluk hidup berdasarkan kromosom kelamin (gonosom). Gonosom yang menentukan jenis kelamin individu diperoleh dari kedua induknya. Pada manusia, jenis kelamin ditentukan berdasarkan tipe XY. Gonosom Y merupakan faktor penentu jenis kelamin laki-laki. Manusia mempunyai 46 kromosom/23 pasang kromosom, yang terdiri atas 22 pasang kromosom tubuh, dan satu pasang kromosom seks. Gambar 1. Skema penentuan jenis kelamin (sumber: https://www.takshilalearning.com ) Dari skema gambar di atas, kita ketahui bahwa jenis kelamin pada manusia dikendalikan oleh sepasang kromosom seks, yaitu XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki. Pada proses pembentukan gamet, wanita menghasilkan ovum yang mengandung satu macam kromosom X, sedangkan laki-laki menghasilkan spermatozoa yang mengandung dua macam kromosom, yaitu X atau Y. Kemungkinan kelahiran anak laki-laki dengan perempuan sama, yaitu 50%. Namun, pada kenyataannya jumlah anak laki-laki dan perempuan dalam satu keluarga tidak selalu 50%. 2. Teori Kemungkinan Pada Jenis Kelamin Teori kemungkinan pada jenis kelamin adalah perbandingan antara peristiwa yang diharapkan dengan peristiwa yang mungkin terjadi pada kemunculan jenis kelamin dalam suatu perkawinan. Rumus teori kemungkinan adalah sebagai berikut: ( + ) Keterangan: I = kemungkinan lahir anak laki-laki = 50% = 1 2 p = kemungkinan lahir anak perempuan = 50% =1 2 n = jumlah anak yang diharapkan KEGIATAN PEMBELAJARAN 1


6 Jika jumlah anak yang diharapkan 1, maka ( + ) 1 = + Jika jumlah anak yang diharapkan 2, maka ( + ) 2 = 2 + 2 + 2 , Jika jumlah anak yang diharaokan 3, maka ( + ) 3 = 3 + 3 + 3 2 + 3 . Jika jumlah anak yang diharaokan 4, maka ( + ) 4 = 4 + 4 3 + 6 2 2 + 4 3 + 4 . Dan seterusnya. Contoh soal: Ni’am menikah dengan Haida. Mereka merencanakan mempunyai 4 anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Berapa persen kemungkinan harapan keluarga tersebut? I = 1 2 , p = 1 2 Kemungkinan harapan keluarga Ni’am dan Haida adalah: = 6 2 2 = 6 ( 1 2 ) 2 ( 1 2 ) 2 100% = 37,5% C. Rangkuman 1. Jenis kelamin pada manusia dikendalikan oleh sepasang kromosom seks, yaitu kromosom XX untuk perempuan dan kromosom XY untuk laki-laki. Apabila terjadi pembelahan meiosis, maka seroang perempuan hanya akan menghasilkan dua macam sel gamet yaitu X dan Y. 2. Teori kemungkinan perbandingan antara peristiwa yang diharapkan dengan peristiwa yang mungkin terjadi pada kemunculan jenis kelamin dalam suatu perkawinan dapat dihitung dengan rumus ( + ) . D. Latihan Soal 1. Genotipe yang menunjukkan jenis kelamin perempuan adalah … A. XX dan XXY B. X dan Y C. XX dan X D. XXX dan XXY E. XX dan XY 2. Adi dan Zara berencana memiliki 4 anak yang terdiri atas 3 laki-laki dan 1 perempuan. Rumus teori kemungkinannya adalah … A. 3 B. 3 2 C. 4 3 D. 4 3 E. 6 2 2 3. Ani menikah dengan Budi dan berencana mempunyai dua anak yang terdiri atas satu anak lakilaki dan satu anak perempuan. Persentase kemungkinan harapan kelaurga tersebut adalah …. A. 100% B. 75% C. 50% D. 37,5% E. 25% 4. Siska menikah dengan Ahmad dan berencana mempunyai empat anak yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Persentase kemungkinan harapan kelaurga tersebut adalah… A. 6,25%


7 B. 12,5% C. 37,5 % D. 25% E. 50% 5. Ali menikah dengan Alya dan dan berencana mempunyai 5 anak yang terdiri atas 3 laki-laki dan 2 perempuan. Persentase kemungkinan harapan kelaurga tersebut adalah… A. 12,5% B. 15,625% C. 31,25% D. 37,5% E. 42,5%


8 Golongan Darah Sistem ABO, MN, Rh (Rhesus) A. Tujuan Pembelajaran 1. Menganalisis genotype dan fenotipe sistem golongan darah ABO, MN, dan Rhesus 2. Menghitung angka rasio fenotipe golongan darah pada suatu perkawinan B. Uraian Materi 1. Golongan Darah Sistem ABO, MN, dan Rhesus (Rh) a. Golongan Darah Sistem ABO Penggolongan darah ini didasarkan atas perbedaan kandungan aglutinogen (antigen) dan agglutinin (antibodi), darah dibagi menjadi empat golongan yaitu A, B, Ab, dan O (zero/nol). Golongan darah merupakan alel ganda karena lebih dari dua alel menempati lokus gen yang sama. Macam alel pada penggolongan darah yaitu, IA , IB , dan IO . Simbol huruf I merupakan singkatan dari isoaglutinogen. Hubungan herarki dominasi alel pada sistem golongan darah ABO adalah (IA= IB ) > IO . Tabel 5. Fenotipa, genotype, dan macam gamet pada golongan darah sistem ABO Fenotipe golongan darah Genotipe Jenis Gamet A A homozigot (IA I A ) I A A heterozigot (IA I o ) I A , I o B B homozigot (IB I B ) I B B heterozigot (IB I o ) I B , Io AB (IA I B ) I A , IB O I o I o I o Dalam populasi terdapat golongan darah A dan B yang bersifat homozigot maupun heterzigot. Jikak seseorang tidak diketahui apakah golongan darahnya bergenotipe homozigot atau heterozigot, akan dianggap heterozigot ketika ingin menghitung angka perbandingan keturunan hasil perkawinannya. Contoh soal : Seorang wanita bergolongan darah A menikah dengan seorang laki-laki bergolongan darah B. Bagaimanakah kemungkinan golongan darah anak-anaknya? P1 : ♀ I A I o >< ♂ I B I o G : I A , Io I B , Io F1 : I A I B = AB = 25% I A I o = A = 25% I B I o = B = 25% I o I o = O = 25% b. Golongan Darah Sistem MN Penggolongan darah sistem MN dibedakan menjadi 3 yaitu M, N, dan MN. Golongan darah M menunjukkan reaksi positif (terjadi penggumpalan) terhadap anti-M. Golongan darah N menunjukkan reaksi positif terhadap anti-N. sementara itu, golongan darah MN menunjukkan KEGIATAN PEMBELAJARAN 2


9 reaksi positif terhadap anti-M dan anti-N. Adanya antigen M, antigen N, atau keduanya, ditentukan oleh gen kodominan yang terdiri atas dua alel, yaitu alel LM dan LN . Tabel 6. Golongan darah sistem MN Fenotipe golongan darah Genotipe Jenis gamet Jenis antigen glikoforin Reaksi terhadap Anti-M Anti-N M L M L M L M M + - N L N L N L N N - + MN L M L N L M , L N MN + + Contoh soal: Ahmad memiliki golongan MN menikah dengan Indah yang memiliki golongan darah N. Bagaimanakah golongan darah pada anak-anaknya? P1 : ♀ L M L N >< ♂ L N L N G : L M , L N L N F1 : L M L N = MN = 50% = 1 2 L N L N = N = 50% = 1 2 c. Golongan Darah Sistem Rhesus (Rh) Golongan darah sistem rhesus dibedakan menjadi dua macam, yaitu Rh+ (rhesus positif) dan Rh- (rhesus negatif). Rh+ mengandung antigen rhesus dan menunjukkan reaksi positif (penggumpalan) terhadap antibodinya. Sementara, golongan darah Rhtidak mengandung antigen rhesus sehingga menunjukkan reaksi negatif (tidak terjadi penggumpalan). Gambar 1. Kehamilan dengan rhesus negatif Sumber: https://biologimediacentre.com/ Tabel 7. Golongan darah sistem rhesus Fenotipe golongan darah Genotipe Jenis gamet Reaksi terhadap anti serum rhesus Rh+ RhRh (Rh+ homozigot) Rh + Rhrh (Rh+ heterozigot) Rh, rh + Rhrhrh rh - Dalam populasi terdapat golongan darah Rh+ yang bersifat homozigot maupun heterzigot. Jikak seseorang tidak diketahui apakah golongan darahnya bergenotipe homozigot atau heterozigot, akan dianggap heterozigot ketika ingin menghitung angka perbandingan keturunan hasil perkawinannya. Contoh soal: Seorang wanita Rh+ menikah dengan laki-laki Rh- , bagaimana golongan darah pada anakanaknya?


10 P1 : ♀ Rhrh >< ♂ rhrh Rh+ RhG : Rh, rh rh F1 : Rhrh = Rh+ = 50% →(bayi lahir selamat) rhrh = Rh- = 50% →(bayi lahir selamat) C. Rangkuman Golongan darah terdapat beberapa sistem, yaitu sistem ABO, sistem MN, dan Rhesus (Rh) yang bersifat menurun. Golongan darah merupakan alel ganda karena lebih dari dua alel menempati lokus gen yang sama. D. Latihan Soal 1. Kemungkinan fenotipe golongan darah anak-anak yang dihasilkan dari perkawinan antara lakilaki bergolongan darah AB dengan wanita bergolongan darah O adalah … A. A dan B B. AB dan B C. AB dan A D. A dan O E. AB dan O 2. Seorang anak yang bergolongan darah AB, M dapat lahir dari pasangan suami istri bergolongan darah … A. A, M >< B, N B. AB, N >< O, M C. A, M >< B, M D. AB, MN >< O, MN E. B, MN >< B, MN 3. Eritroblastosis fetalis dapat terjadi pada tipe perkawinan … A. ♂RhRh >< ♀RhRh B. ♂Rhrh >< ♀Rhrh C. ♂rhrh >< ♀rhrh D. ♂Rhrh >< ♀rhrh E. ♂rhrh >< ♀RhRh 4. Sepasang suami istri bergolongan darah AB dan O. berapa persentase anak yang bergolongan darah A … A. 6,25% B. 12,5% C. 25% D. 50% E. 75% 5. Perhatikan pedigree berikut! Anak ke-3 dan ke-4 kemungkinan memiliki golongan darah … A. O dan AB


11 B. A dan B C. B dan O D. A dan O E. KeduanyaO


12 Kelainan dan Penyakit Menurun A. Tujuan Pembelajaran 1. Menganalisis pedigree penyakit menurun hemofilia Ratu Victoria (keluarga kerajaan inggris) 2. Mengidentifikasi genotype dan fenotipe kelainan dan penyakit menurun pada manusia 3. Menghitung rasio fenotipe hasil keturunan suatu perkawinan yang berkaitan dengan kelainan dan penyakit menurun pada manusia B. Uraian Materi 1. Kelainan/Penyakit Menurun Pada Manusia a. Kelainan/Penyakit Menurun yang Diturunkan Melalui Autosom 1) Kelainan/Penyakit yang Disebabkan oleh Alel Dominan Autosomal a) Polidaktili Polidaktili merupakan kelainan berupa jumlah jari lebih dari lima pada tangan atau kaki. Penderita polidaktili bergenotipe homozigot dominan, yaitui PP dan heterozigot (Pp). Berikut contoh diagram perkawinannya. Seorang wanita penderita polidaktili menikah dengan wanita normal, akan menghasilkan keturunan sebagai berikut: P1 : ♀ PP >< ♂ pp Polidaktili normal G : P p F1 : Pp (Polidaktili) = 100% b) Brakidaktili Brakidaktili merupakan kelainan tulang ruas jari pendek pada tangan atau kaki. Kelainan bersifat Letal dalam keadaan homozigot dominan (BB). Sementara itu, Bb merupakan penderita brakidaktili dan bb merupakan manusia normal. Berikut contoh diagram perkawinannya. Seorang wanita penderita brakidaktili menikah dengan lakilaki brakidaktili, maka akan menghasilkan keturunan seperti berikut. P1 : ♀ Bb >< ♂ Bb Brakidaktili Brakidaktili G : B, b B, b F1 : BB = 25% = Letal Bb = 50% = Penderita bb = 25% = normal c) Sindaktili Gambar 2. Polidaktili Sumber: doktersehat.com Gambar 3. Brakidaktili Sumber: orami.co.id KEGIATAN PEMBELAJARAN 1


13 Sindaktili adalah kelainan berupa jari-jari yang berlekatan. Kelainan ini bersifat tidak letal. Genotip SS dan Ss adalah penderita sindaktili, sedangkan individu ss adalah individu normal. Berikut contoh diagram perkawinannya. Seorang wanita sindaktili menikah dengan laki-laki normal, maka akan menghasilkan keturunan sebagai berikut: P1 : ♀ Ss >< ♂ ss Sindaktili heterozigot normal G : S, s ss F1 : Ss (Polidaktili) = 50% ss (norma) = 50% d) Talasemia Talasemia adalah kelainan eritrosit berbentuk lonjong dan kecil-kecil sehingga daya ikat terhadap oksigen rendah. Talasemia merupakan anemia hemolitik yang diturunkan secara autosomal yang diturunkan secara autosomal. Genotipe dominan homozigot menimbulkan talasemia major (anemia parah, letal/meinggal pada usia muda), sedangkan genotype heterozigot menimbulkan talasemia minor (anemia tidak parah). Tabel 1. Genotipe dan Fenotipe Talasemia Genotipe Fenotipe Jenis Gamet ThTh Talasemia mayor (letal) Th Thth Talasemia minor Th, th thth Normal th Berikut contoh diagram perkawinannya. P1 : ♀ Thth >< ♂ Thth Talasemia minor Talasemia minor G : Th, th Th, th F1 : ThTh = 1 = 25% = Talasemia mayor Thth = 2 = 50% = Talasemia minor thth = 1 = 25% = normal 2) Kelainan/Penyakit yang Disebabkan oleh Alel Dominan Resesif a) Albino Albino merupakan kelainan akibat ketidakmampuan tubuh dalam membentuk pigmen melanin. Penderita albino memiliki kulit dan rambut berwarna putih (tidak berpigmen), serta warna retina mata yang kurang berpigmen sehingga merasa perih ketika melihat cahaya yang terang. Albino dikendalikan oleh gen autosom yang bersifat resesif dengan symbol a sebagai gen penyebab albino dan A sebagai gen normal. Jika seseorang bergenotipe aa maka orang tersebut akan menderita albino, bergenotipe Aa merupakan orang normal carrier, dan yang Gambar 4. Sindaktili Sumber: orami.co.id Gambar 5. Albino Sumber: halodoc.com


14 bergenotipe AA adalah indivifu normal. Penderita dapat lahir dari pasangan suami istri yang normal carrier atau bergenotipe heterozigot. Berikut contoh diagram perkawinannya. P1 : ♀ Aa >< ♂ Aa Normal carrier Normal carrier G : A, a A, a F1 : AA = 25% = Normal Aa = 50% = Normal carrier aa = 25% = Albino b. Kelainan/Penyakit Menurun yang Terpaut Gonosom 1) Kelainan yang Terpaut Kromosom X a) Buta warna (Colour Blind) Buta warna adalah kelainan yan ditandai dengan ketidakmampuan untuk membedakan warna. Buta warna dibedakan menjadi dua macam, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Buta warna total tidak bisa membedakan semua warna, hanya melihat warna hitam dan putih. Sementara itu, buta warna parsial tidak mampu mengenali warna-warna tertentu, seperti merah (protanopia), hijau (deuteranopia), dan biru (tritanopia). Kelainan buta warna dikendalikan oleh alel c yang bersifat resesif, sedangkan ales C dominan merupakan alel normal. Buta warna terpaut pada kromosom X sehingga lakilaki buta warna akan menurunkan sifat buta warnanya hanya kepada anak perempuannya. Tabel 2. Genotipe dan fenotip buta warna. Genotipe Fenotipe Jenis Gamet X CX C Wanita normal X C X CX c Wanita carrier X C , Xc X cX c Wanita buta warna X c X CY Laki-laki normal X C , Y X cY Laki-laki buta warna X c , Y Berikut contoh diagram perkawinannya. Seorang wanita berpenglihatan normal yang memiliki ayah buta warna menikah dengan laki-laki normal, berapa persentase anak yang buta warna? P1 : ♀ X CX c >< ♂ X CY Wanita normal Carrier Laki-laki normal G : X C , Xc X C , Y F1 : X CX C = Wanita normal = 25% X CY = Laki-laki normal = 25% X CX c = Wanita carrier = 25% X cY = Laki-laki buta warna = 25% Gambar 6. Tes buta warna Sumber: medcom.com


15 b) Hemofilia Hemofilia merupakan kelainan berupa darah sukar membeku dan terjadi luka. Darah penderita tidak memiliki zat anthihemofilia globulin, sehingga tidak mampu membentuk tromboplastin (substansi pembekuan darah). Apabila penderita hemofilia mengalami luka maka akan mengalami pendaharan terus menerus, darah lama membeku (16-20 menit), sehingga dapat menyebabkan penderita meninggal karena kehabisan darah. Kelainan hemofilia terpaut pada kromosom X yang dikendalikan oleh alel h yang bersifat resesif sedangkan ales H dominan merupakan alel normal. Penyakit hemofilia tidak ditemukan pada wanita karena gen h penyebab hemofilia bersifat letal dalam keadaan homozigot resesif. Tabel 3. Genotipe dan fenotipe hemofilia Genotipe Fenotipe Jenis Gamet XHXH Wanita normal X H XHXh Wanita carrier X H , Xh XhXh Wanita hemofilia (letal) X h XHY Laki-laki normal X H , Y XhY Laki-laki hemofilia X h , Y Contoh soal: Bagaimanakah fenotipe anak-anak yang lahir dari dari perkawinan laki-laki hemofilia dengan wanita carrier (pembawa sifat)? P1 : ♀ X HX h >< ♂ X hY Wanita carrier hemofilia G : X H , Xh X h , Y F1 : X HX h = Wanita normal = 25% X HY = Laki-laki normal = 25% X hX h = Wanita hemofilia (letal) = 25% X hY = Laki-laki hemofilia = 25% 2) Kelainan/Penyakit Menurun yang Terpaut Kromosom Y Kelainan yang terpaut pada kromosom Y hanya di derita oleh laki-laki, contohnya hypertrichosis. Pada laki-laki, hanya terdapat satu kromosom Y sehingga gen yang mengendalikan kelainan ini tidak berpasangan dan tidak dibedakan apakah dominan atau resesif. Gen-gen yang terpaut pada kromosom Y disebut holandrik. Hypertrichosis merupakan kelainan berupa tumbuhnya rambut dibagian tertentu dari daun telinga, wajah, atau anggota tubuh lainnya. Laki-laki hypertrichosis sudah pasti memiliki keturunan anak laki-laki hypertrichosis. Laki-laki hypertrichosis bergenotipe XYHt, sedangkan laki-laki normal bergenotipe XY. P1 : ♀ XX >< ♂ XYHt Wanita normal Carrier Laki-laki normal G : X X, YHt F1 : XX = Wanita normal = 50% XYHt = Laki-laki hypertrichosis = 50% Gambar 7. hypertrichosis Sumber: pinterest.com


16 C. Rangkuman 1. Kelainan/penyakit menurun yang diturunkan oleh alel dominan autosomal antara lain polidaktili, brakidaktili, sindaktili, dan talasemia. 2. Kelainan/penyakit menurun yang diturunkan oleh alel resesif autosomal antara lain albino. 3. Kelainan/penyakit menurun yang terpaut kromosom X, yaitu buta warna dan hemofilia. 4. Kelainan/penyakit menurun yang terpaut kromosom Y, yaitu hypertrichosis. D. Latihan Soal 1. Kelainan genetic yang tertaut pada autosom adalah … A. Buta warna, talasemia, B. Hemofilia, sindaktili C. Brakidaktili, hypertrichosis D. Albino, talasemia E. Brakidaktili, buta warna 2. Berikut ini diaram pewarisan gen hystrixgravie, yaitu pertumbuhan rambut kasar seperti landak (hg). P : XX >< XYhg F1 : XX, XYhg , XX, XYhg Kasus yang pewarisannya sama dengan pola pewarisan gen di atas adalah … A. Thalasemia, dari gen dominan ayah dan ibu B. Hemofilia dari gen terpaut kromosom Y C. Hypertrichosis dari gen terpaut kromosom X D. Albino dari gen resesif ayah dan ibu E. Buta warna dari gen terpaut kromosom X dan Y 3. Seorang wanita carrier hemofilia menikah dengan laki-laki hemofilia. Perkawinan tersebut tidak akan menghasilkan anak … A. Laki-laki hemofilia B. Laki-laki normal C. Wanita carrier D. Laki-laki carrier E. Wanita hemofilia 4. Talasemia dikendalikan oleh alel dominan autosomal. Individu yang bergenotipe heterozigot (Thth) bersifat … A. Normal B. Carrier C. Talasemia minor D. Talasemia mayor E. Letal 5. Jika wanita albino menikah dengan laki-laki normal heterozigot, kemungkinan fenotipe anaknya adalah … A. 100% normal B. 50% normal dan 50% albino C. 75% normal dan 25% albino


17 D. 100% albino E. 50% laki-laki normal dan 50% wanita albino


Click to View FlipBook Version