E-MODUL PEMBELAJARAN Penyusun: Navira Dwi Marliyasari Ach. Reza Dina Febriana LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG
A. Definisi Perusahaan Dagang Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya membeli barang dari pemasok dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang tersebut. Sebagai contoh yang biasa kita temui adalah toko kelontong dan supermarket. Kedua jenis bisnis ini membeli barang kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen. B. Transaksi - Transaksi Pada Perusahaan Dagang Pada perusahaan dagang terdapat beberapa transaksi yang khusus seperti pembelian dan penjualan. Penjualan dan pembelian disertai dengan syarat pembayaran dan penyerahan barang. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas transaksi-transaksi pada perusahaan dagang. a. Pembelian Barang Dagang (Purchases) Pembelian adalah aktivitas memperoleh barang dagangan untuk dijual kembali. Pembelian dapat dilakukan baik secara tunai maupun secara kredit. Pembelian tunai yaitu pembelian barang yang langsung diikuti oleh pembayaran tunai, sedangkan pembelian kredit adalah pembelian barang yang pembayarannya ditangguhkan.
Akun pembelian barang dagangan berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang, baik tunai maupun kredit. Dalam melaksanakan pembelian barang yang akan dijual perusahaan harus memperhatikan halhal sebagai berikut: n/30, ketentuan pembayaran tersebut dapat berarti bahwa pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah pembelian barang dan tanpa diskon penjualan. 3/10, n/30, syarat pembayaran ini dapat berarti bahwa penjualan akan dikenakan diskon 3% jika pembayaran dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 10 hari setelah pembelian. Penjualan tidak akan ditagih jika terjadi setelah 10 hari dari pembelian barang dan pembayaran barang berlangsung selambat-lambatnya 30 hari setelah pembelian barang. 1) Syarat Pembayaran Terkadang perusahaan memberikan diskon penjualan kepada konsumen. Perusahaan akan memberikan diskon apabila persyaratan yang diharapkan terpenuhi. Pemberian syarat oleh pihak penjual kepada konsumen tersebut dalam perusahaan dagang disebut syarat pembayaran. Syarat pembayaran ini dimaksudkan untuk mempercepat penerimaan pembayaran. Selain itu juga bertujuan untuk merangsang konsumen untuk membeli barang dagang karena pemberian potongan harga atau diskon sehingga jumlah penjualan dapat meningkat. Ada beberapa istilah dalam syarat pembayaran yang digunakan. Baik kita akan membahas syarat pembayaran sebagai berikut:
c)3/7, 1/14, n/30, yang berarti bahwa persyaratan pembayaran tersebut adalah 3% diskon jika pembayaran diselesaikan 7 hari setelah pembelian, dan dikenakan diskon 1% jika pembayaran dilakukan setelah lebih dari 7 hari tetapi tidak lebih dari 14 hari setelah pembelian barang dagangan. Pembayaran juga akan dilakukan selambat-lambatnya 30 hari setelah pembelian. (d0EOM (End of Month) persyaratan pembayaran ini berarti pembayaran dilakukan pada akhir bulan atau pada akhir periode pada bulan berjalan 2) Syarat Penyerahan Syarat penyerahan barang merupakan kesepakan antara pembeli dan penjual mengenai tempat serah terima barang yang diperjualbelikan. Secara umum, syarat penyerahan barang menjelaskan tentang satu pihak (antara pihak pembeli atau pihak penjual) yang akan bertanggung jawab dalam menanggung beban angkut pembelian suatu barang dagang dan risiko terhadap barang dagang yang akan diangkut dalam perjalanan dari gudang pihak penjual ke gudang pihak pembeli yang tentunya telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak. Syarat penyerahan barang secara umum yaitu: a) FOB (Free on Board) Shipping Point adalah merupakan syarat penyerahan barang dimana biaya angkut barang atau yang biasa disebut ongkos kirim serta tanggung jawab atas segala risiko terhadap barang dagang dalam perjalanan dari gudang penjual menuju ke gudang pembeli merupakan tanggung jawab pembeli. Barang yang sudah beralih kepada pembeli meskipun barang tersebut masih dalam perjalanan
ke gudang pembeli, sudah tidak ada kaitannya lagi dengan penjual baik dari segi biaya maupun risiko akan barang yang dipesan. Saat barang dagang yang dipesan oleh pembeli sudah keluar dari gudang penjual maka baik dari pihak penjual maupun pembeli dapat langsung melakukan pencatatan atau penjurnalan persediaan barang dagang dalam proses transaksi jual beli antara kedua belah pihak meskipun barang yang dikirim belum sampai ke gudang pembeli sekalipun. b) FOB (Free on Board) Destination adalah merupakan syarat penyerahan barang dimana biaya angkut barang atau disebut juga ongkos kirim dan tanggung jawab atas segala risiko terhadap barang dagang dalam perjalanan dari gudang penjual menuju ke gudang pembeli merupakan tanggung jawab penjual. Barang dagang dikatakan menjadi hak milik pembeli apabila barang tersebut sudah sampai dan diterima di gudang pihak pembeli. Proses pencatatan atau penjurnalan persediaan barang terhadap pembelian barang dapat dicatat ketika barang dagang tersebut sudah sampai kepada pihak pembeli. Dalam syarat penyerahan barang FOB Destination, besarnya biaya angkut pembelian barang tidak dapat diketahui oleh pihak pembeli. Hal ini dikarenakan biaya angkut barang sudah termasuk dalam harga barang yang dibeli oleh pihak pembeli sehingga dalam pembukuan pada pihak pembeli tidak dicantumkan biaya angkut barang melainkan hanya ada pencatatan harga beli barang dagang tersebut. a. Cost Insurance and Freight, artinya pihak penjual harus menanggung beban pengiriman barang dan premi asuransi kerugian barang yang dijual.
Syarat CIF biasanya dilakukan pada transaksi ekspor dan impor. Akun pembelian barang dagangan termasuk ke dalam beban sehingga pada awal dan akhir periode tidak akan terdapat saldo, setiap transaksi pembelian barang dagangan akan dicatat pada sisi debit akun pembelian, pada akhir periode, akun pembelian akun ditutup dan saldonya akan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi atau harga pokok penjualan. b. Potongan Pembelian (Purchases Discount) Potongan pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat potongan harga yang diterima dari penjual. Biasanya sehubungan dengan penerapan pembayaran. Misalnya, pembayaran utang yang dilakukan dalam periode potongan. c. Retur Pembelian dan Pengurangan harga (Purchases Return and Allowances) Suatu saat Anda mendapati barang yang Anda beli dalam kondisi rusak, maka apa yang akan Anda lakukan? Mungkin Anda mengembalikan barang tersebut atau Anda akan menerimanya saja. Dalam perusahaan, transaksi seperti ini dicatat sebagai akun pengembalian barang atau sering disebut sebagai retur pembelian. Akun retur pembelian dan pengurangan harga ini berfungsi untuk mencatat transaksi pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pihak penjual atau pengurangan harga yang disepakati penjual. Misalnya, barang yang dibeli sebagian rusak.
d. Beban Angkut Pembelian Barang yang Dibeli (Freight In) Beban angkut yang menjadi tanggungan pembeli akan dicatat pada akun beban angkut pembelian di sisi debit dan akun kas di sisi kredit. Akan tetapi, beban angkut yang menjadi tanggu. ng jawab pembeli yang dibayar langsung kepada penjual, akan dimasukkan pada faktur pembelian. e.Penjualan Barang Dagangan (Sales) Transaksi penjualan merupakan transaksi utama untuk memperoleh penghasilan dan merupakan komponen utama pembentukan laba. Untuk penjualan secara kredit, setiap penjualan barang dagangan selalu dicatat pada akun penjualan di sisi kredit dengan akun piutang dagang di sisi debit. Namun, untuk penjualan secara tunai, setiap penjualan barang dagangan berarti menambah kas untuk penjualan secara tunai sehingga kas dicatat pada akun kas di sisi debit dengan akun penjualan di sisi kredit. f. Potongan Penjualan (Sales Discount) Akun potongan penjualan ini termasuk akun kontra dari akun penjualan. Potongan penjualan oleh penjual akan dicatat pada akun potongan penjualan di sisi debit dan akun piutang dagang di sisi kredit. Akun ini, biasa terjadi dalam hal pembeli melakukan pembayaran utangnya dalam periode potongan yang telah ditetapkan.
g. Beban Angkut Penjualan (Transportation Out/Freight Out) Beban angkut penjualan terjadi karena penjual menanggung biaya pengiriman barang sampai ke tempat pembeli. Biaya ini dilaporkan dalam biaya operasional. h. Persediaan Barang Dagangan Persediaan barang dagangan adalah barang dagangan yang masih ada dan belum terjual. Banyaknya barang yang tersedia di gudang tidak boleh kurang dari jumlah yang dibutuhkan. 2.Akun-akun pada Perusahaan Dagang Seperti telah dikemukakan di atas, pembelian, penjualan, dan persediaan barang dagangan merupakan akun-akun baru dalam perusahaan dagang. Namun, sama halnya perusahaan lain, perusahaan dagang pun terlibat pada berbagai aktivitas transaksi yang memerlukan pencatatan dalam akun-akun tersendiri. Akun-akun yang ada di perusahaan dagang adalah sebagai berikut: a.Pembelian b.Retur pembelian c.Potongan pembelian dan pengurangan harga d.Penjualan e.Retur penjualan f.Potongan penjualan dan pengurangan harga g.Beban angkut pembelian h.Beban angkut penjualan i.Persediaan barang dagang
LAPORAN PADA PERUSAHAAN DAGANG A. Laporan Laba Rugi Susunan menyusun laporan laba rugi: 1.Menghitung Pendapatan Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menghitung segala bentuk pendapatan dari usaha dagangmu. Jika kamu kesulitan menghitung pendapatan apa saja yang harus dimasukkan dalam laporan laba rugi, di bawah ini ada 2 jenis tipe pendapatan yang bisa menjadi acuan: 1.Pendapatan Kegiatan Pokok Pendapatan Kegiatan Pokok adalah seluruh pendapatan yang berasal dari kegiatan operasional sehari-hari. Seperti jual beli barang dagangan. Pendapatan kegiatan pokok sering disebut juga sebagai pendapatan usaha. 2.Pendapatan Kegiatan Di Luar Usaha Pokok Jika pendapatan kegiatan pokok merupakan penghasilan utamanya, maka pendapatan kegiatan di luar usaha pokok adalah penghasilan sampingan. Contohnya, ketika kamu memiliki usaha dagang peralatan otomotif, tapi kamu juga membuka jasa bengkel. Penghasilan dari jasa bengkel inilah, yang menjadi pendapatan kegiatan di luar usaha pokok. Setelah mengetahui kedua pendapatan tersebut, siapkan segala bentuk nota, dokumen, serta pencatatan dari pendapatan-pendapatan tersebut tanpa terkecuali.
2.Menghitung Beban Usaha Setelah menghitung hasil pendapatan, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menghitung beban usaha. Beban usaha merupakan sejumlah pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan dagang untuk kegiatan operasionalnya. Ada beberapa macam akun beban usaha yang harus kamu ketahui dalam menyusun laporan laba rugi. Macam-macam akun beban usaha dalam laporan laba rugi perusahaan dagangn: ·Gaji karyawan ·Sewa ·Penjualan ·Perlengkapan ·Pajak ·Penyusutan Asuransi Tidak perlu menjumlahkan akun beban usaha di atas secara keseluruhan. Kamu hanya perlu menjumlah setiap beban usaha untuk nantinya dimasukkan dalam laporan laba rugi. Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Ketika sudah mengetahui beban usaha, kamu perlu menghitung HPP atau Harga Pokok Penjualan untuk melengkapi laporan laba rugi. Cara menghitungnya adalah dengan menambahkan pembelian bersih dengan persediaan awal, lalu dikurangi persediaan akhir. Rumus HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir.
Menghitung Laba Kotor “Menghitung pendapatan dan beban usaha sudah, HPP juga sudah, lalu apalagi yang harus dihitung?” Nah, berikutnya kita harus menghitung laba kotor. Laba kotor bisa kamu hitung dari hasil penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Oh ya, laba kotor juga memiliki fungsi lain, lho! Laba kotor berguna sebagai bahan pertimbangan apakah perusahaan dagang harus mengurangi atau menaikkan biaya HPP. Rumus laba kotor Laba Kotor = Pendapatan penjualan bersih – Harga Pokok Penjualan Menghitung Laba Bersih atau Penghasilan Setelah laba kotor, kamu juga perlu menghitung laba bersih atau penghasilan usaha. Dikatakan penghasilan karena perhitungannya didapat dari pengurangan laba kotor dengan beban-beban operasional, dan pajak penghasilan. Laba Bersih = Laba kotor – (Beban Usaha + Pajak Penghasilan) Contoh laporan Laba Rugi:
B.Laporan Neraca Dalam laporan neraca perusahaan dagang juga tercatat komponen seperti kewajiban, aktiva, hingga modal dari suatu bisnis perusahaan dagang selama periode tertentu. Akun Yang Ada Pada Laporan Ini Berikut ini adalah akun-akun tersebut dan juga pengertiannya: Kas (uang tunai). Misalnya seperti tiap pembayaran yang diterima saat terjadi transaksi, maka uang yang masuk dari transaksi tersebut akan dimasukkan ke dalam uang tunai atau kas. ·Aset tidak berwujud. Contohnya adalah paten, hak cipta, hak siar, daftar data pelanggan, dan juga karya sastra. ·Investasi jangka pendek. Jenis investasi yang bisa dikonversi kedalam bentuk rupiah dalam jangka waktu satu tahun, bisa juga dicatat sebagai aset lancar dalam laporan neraca keuangan perusahaan dagang. Penjualan Bersih Rp93.500.000 Harga Pokok Penjualan -Rp64.000.000 Laba Kotor Rp29.500.000 Beban Usaha Beban Penjualan Rp9.000.000 Beban Administrasi dan Umum Rp.2.450.000 -Rp11.450.000 Laba Usaha Rp18.050.000 Pendapatan duluar Usaha Pendapatan Bunga Rp600.000 Laba Bersih sebelum Pajak Rp18.650.400 Pajak Penghasilan -Rp4.500.000 Laba bersih setelah pajak Rp14.150.000
·Piutang. Berisi tentang uang yang perlu dibayarkan pelanggan kepada Anda. biasanya ini berhubungan dengan transaksi yang telah dilakukan. Barang atau jasa telah diberikan kepada pelanggan tetapi pembayarannya belum lunas. Biaya dibayar di muka. Merupakan transaksi bisnis yang pembayarannya telah dilakukan di muka. Contohnya adalah biaya sewa kantor yang harus dibayar di muka dalam waktu satu tahun. Biaya ini termasuk dalam akun biaya dibayar di muka. ·Akun utang. Berisi tentang hutang perusahaan yang perlu dibayarkan kepada pemasok atau distributor. Akun hutang juga merupakan contoh akun kewajiban lancar. ·Biaya masih harus dibayar. Akun ini berisi tentang gaji, upah, tunjangan, bonus dan pajak yang perlu dibayarkan yang termasuk dalam akun kewajiban. ·Kartu kredit. Setiap pembelian atau transaksi perusahaan yang menggunakan kartu kredit perlu dicatat dalam akun kartu kredit. ·Utang jangka pendek. Merupakan hutang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Contohnya adalah pajak gaji karyawan yang perlu dibayarkan. ·Utang jangka panjang. Hutang yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun. Misalnya seperti hutang obligasi. ·Ekuitas atau modal. Contoh Yang Ada Contoh laporan keuangan neraca perusahaan dagang sederhana bentuk staffle
·C.Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang Dalam perusahaaan, salah satu bentuk laporan keuangan perusahaan adalah laporan arus kas. Arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan sebuah jalan bagi kas keluar dan arus kas masuk perusahaan. Contoh: AKTIVA Aktiva lancar Kas Rp 500.000 Piutang Dagang Rp 1.500.000 Perlengkapan Kantor Rp 1.200.000 Jumlah(1) Rp 3.200.000 Aktiva Tetap Tanah Rp 10.000.000 Gedung Rp 3.600.000 Akm Peny. Gedung Rp(1.200.000) Jumlah (2) Rp 12.900.000 Jumalah Aktiva Rp 16.100.000 KEWAJIBAN kewajiban lancar Hutang dagang Rp 1.600.000 Hutang bank jatuh tempo Rp 600.000 jumalah (1) Rp 2.200.000 Kewajiban jk Panjang Pinjaman bank (2) Rp 4.800.000 Ekuitas Modal Saham Rp 8.000.000 Laba Ditahan Rp 1.100.000 Jumalah (3) Rp 9.100.000 Jumalah Kewajiban dan Ekuitas Rp 16.100.000 UD SEJAHTERA NERACA PER 31 DESEMBER 2017
Aktivitas Operasional Penjualan Rp 300.000.000 Retur Pembelian barang dagang Rp 50.000.000 pembelian persediaan barang Rp (100.000.000) total biaya dan beban Rp (120.000.000) pembayaran pajak usaha Rp (10.000.000) Arus kas untuk aktivitas operasional Rp138.000.000 Aktivitas Investasi pembelian mesin baru Rp (15.000.000) penyewaan kendaraan operasional Rp 13.000.000 akuisi kas untuk aktivitas investasi Rp (2.000.000) Aktivitas pendanaan penambahan modal Rp 10.000.000 pengembalian utang Rp (20.000.000) kas untuk aktivitas pendanaan Rp (100.000.000) Kenaikan kas Rp 126.000.000 posisi kas 1/4/2015 Rp (75.000.000) posisi kas 30/4/2015 Rp 1.000.000
Agus Purwaji: Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan ekuitas selama 1 periode akuntansi. Laporan ini terdiri atas beberapa elemen, di antaranya modal awal periode, penambahan dan pengurangan selama 1 periode, dan modal akhir periode. D. Materi Laporan Perubahan Modal Pengertian Laporan Perubahan Modal Laporan perubahan modal atau laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang berisi informasi mengenai perubahan modal akibat penambahan dan pengurangan laba atau rugi dan transaksi keuangan pemilik modal. Perubahan modal di dalam laporan keuangan ekuitas diperoleh dari selisih antara penambahan jumlah modal awal dan laba atau rugi, dengan jumlah penarikan modal. Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), laporan perubahan modal adalah suatu laporan mengenai perubahan modal suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu sehingga laporan ini dikeluarkan untuk menjelaskan adanya peningkatan atau penurunan aktiva bersih dan kekayaan selama periode yang ditentukan perusahaan, misalnya dalam periode bulan atau tahun. Pengertian serupa juga dikemukakan oleh beberapa ahli akuntansi, beberapa di antaranya:
Hery: Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan ikhtisar perubahan pos-pos ekuitas suatu perusahaan untuk 1 periode tertentu. Kasmir: Laporan perubahan ekuitas adalah laporan keuangan yang mencatat informasi tentang penyebab bertambah dan berkurangnya modal selama kurun waktu tertentu. Sodikin dan Riyono: Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan informasi tentang perubahan ekuitas perusahaan yang diakibatkan operasi perusahaan dan transaksi dengan pemilik pada suatu periode akuntansi tertentu. jika disimpulkan, laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang berisi informasi mengenai penambahan dan pengurangan ekuitas perusahaan dalam periode tertentu, beserta penyebab terjadinya perubahannya. Contoh Soal Pengerjaan Laporan Perubahan Modal Bagaimana cara membuat laporan perubahan modal? Umumnya, perusahaan perlu membuat laporan laba rugi pada periode yang ditentukan untuk mendapatkan besaran laba bersih setelah pajak. Cara penghitungannya dapat ditemukan di artikel ini. Setelah mendapatkan laba bersih setelah pajak, baru perusahaan dapat membuat laporan perubahan ekuitas. Contoh Soal:
PT Simpang Kanan memiliki modal awal sebesar Rp200.000.000 yang ditanam pada awal tahun 2021. Sepanjang tahun tersebut, terjadi penarikan modal (prive) senilai Rp30.000.000. Diketahui laba bersih setelah pajak PT Simpang Siur pada akhir tahun 2021 adalah sebesar Rp20.000.000. Berikut ini adalah contoh laporan perubahan modal sederhana. Berdasarkan laporan tersebut, saldo akhir PT Simpang Kanan adalah sebesar Rp150.000.000 Modal Rp200.000.000 Laba Barsih setelah Pajak Rp20.000.000 Rp180.000.000 Prive Rp30.000.000 Modul Akhir Rp150.000.000
LATIHAN SOAL