TUGAS MANAJEMEN FARMASI
STUDI KELAYAKAN APOTEK
Oleh:
Kelompok 1
Amelya Prastica Rahayu A. 172211101001
Ria Anita Sari 172211101002
Eka Fitria Fatmasari 172211101003
Marlina Winda Puspita 172211101004
Dwi Setiyo Kartiningdiah 172211101005
Selvin Nurfadita Harlinanda 172211101006
Trian Sidha Minggarwati 172211101007
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER
2017
i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Visi dan Misi ................................................................................................. 2
1.2.1 Visi ......................................................................................................... 2
1.2.2 Misi......................................................................................................... 2
1.3 Tujuan............................................................................................................ 3
BAB II ISI ............................................................................................................... 4
2.1 Spesifikasi Apotek....................................................................................... 4
2.1.1 Nama dan Lokasi Apotek ....................................................................... 4
2.1.2 Data Pendukung...................................................................................... 4
2.1.3 Sarana dan Prasarana .............................................................................. 5
2.1.4 Pengelolaan Sumber Daya Manusia ....................................................... 8
2.2 Peluang atau Prospek Pemasaran ................................................................ 10
2.3 Aspek Pemasaran dan Rencana Strategi Pengembangan ............................ 13
2.3.1 Aspek Pemasaran.................................................................................. 13
2.3.2 Rencana Strategi Pengembangan ......................................................... 14
2.4 Aspek Modal dan Biaya ............................................................................ 14
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 21
LAMPIRAN.......................................................................................................... 22
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan PP No. 51 tahun 2009, apotek adalah sarana pelayanan
kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker yang meliputi
pembuatan termasuk pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan,
pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan
obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta
pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.
Menurut Permenkes No. 73 tahun 2016, ruang lingkup pelayanan
kefarmasian di apotek meliputi 2 kegiatan yaitu kegiatan manajerial berupa
pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai dan
pelayanan farmasi klinik. Kegiatan tersebut harus didukung oleh sumber daya
manusia yang merupakan tenaga kefarmasian, sarana dan prasarana. Tenaga
Kefarmasian adalah tenaga yang melakukan Pekerjaan Kefarmasian, yang terdiri
atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Sarana dan prasarana apotek
diatur dalam PMK No. 9 tahun 2017.
Sebagai suatu bentuk usaha, apotek mempunyai keunikan dibandingkan
usaha lain karena dalam pelaksanaannya apotek memiliki dua fungsi yaitu sebagai
unit pelayanan kesehatan (patient oriented) dan unit bisnis (profit oriented).
Berdasarkan fungsi tersebut, maka apotek sebagai tempat usaha mempunyai
aturan dan persyaratan yang lebih khusus dan ketat dalam pengelolaannya
dibandingkan bisnis yang lain, mulai dari tata cara perizinan sampai dengan
pelaporannya yang diatur dalam PMK No. 9 tahun 2017 tentang apotek.
Oleh sebab itu, untuk mendrikan sebuah apotek perlu dilakukan studi
kelayakan apotek sebagai landasan pelaksanaan pekerjaan karena dibuat
berdasarkan data-data dari berbagai sumber yang dianalisis dari banyak aspek.
Studi kelayakan adalah suatu rancangan secara komprehensif mengenai rencana
pendirian apotek baru untuk melihat kelayakan usaha baik dari pengabdian
profesi maupun sisi bisnis ekonominya. Tahapan dalam membuat sebuah studi
1
kelayakan pendirian apotek, terdiri dari lima tahapan yaitu tahap penemuan
gagasan (idea), penelitian lapangan, evaluasi data, pembuatan rencana, dan
pelaksanaan rencana kerja.
Berdasarkan uraian diatas untuk menunjang kesejahteraan kesehatan
masyarakat terutama mengenai kebutuhan masyarakat akan obat maka dibuatlah
proposal studi kelayakan pendirian Apotek “Sejahtera” yang diharapkan dapat
memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan obat yang legal dan
pelayanan kefarmasian yang tepat, serta dapat mengenalkan profesi apoteker pada
masyarakat.
1.2 Visi dan Misi
1.2.1 Visi
Menjadi apotek dengan pelayanan kefarmasian berbasis pharmaceutical
care yang tepat, cepat dan inovatif serta mengutamakan kesejahteraan tanpa
mengesampingkan kualitas pelayanan, keamanan pengobatan dan profesionalitas
tenaga kesehatan yang beretika.
1.2.2 Misi
Berdasarkan latar belakang yang tertera, maka misi dari Apotek Sejahtera
antara lain:
1. Memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas, aman dan
terjangkau oleh masyarakat.
2. Mengutamakan keamanan dan kepentingan pasien dalam pengobatan.
3. Profesional dalam pelaksanaan pharmaceutical care yang tepat, benar
dan beretika.
4. Melaksanakan Home Pharmacy Care sebagai pelayanan kefarmasian.
yang optimal oleh Apoteker yang profesional
5. Mengatur sistem manajerial apotek secara efektif dan efisien.
2
1.3 Tujuan
Tujuan pendirian apotek ini adalah untuk meningkatkan kemudahan akses
obat kepada masyarakat di desa, mengenalkan peran apoteker kepada masyarakat
dalam pengobatan melalui praktik pelayanan kefarmasian yang benar dan beretika
serta menerapkan ilmu manajemen farmasi dalam pengelolaan apotek.
3
BAB II
ISI
2.1 Spesifikasi Apotek
2.1.1 Nama dan Lokasi Apotek
1. Berikut merupakan profil dari apotek antara lain:
Nama Apotek : Apotek “Sejahtera”
Alamat : Jalan Raya Saronggi KM 10 No. 6, Sumenep.
2. Pemilik sarana apotek (PSA) ini yaitu:
Nama : Marlina Winda Puspita, S.Farm., Apt.
Alamat : Jalan Raya Saronggi KM 10 No. 5, Sumenep.
3. Apoteker Pengelola Apotek (APA) ini yaitu:
Nama : Marlina Winda Puspita, S.Farm., Apt.
Alamat : Jalan Raya Saronggi KM 10 No. 5, Sumenep.
2.1.2 Data Pendukung
Data pendukung dalam menjalankan Apotek “Sejahtera” untuk mendorong
keberhasilan dan menunjang profit yang diperoleh nanti antara lain:
1. Kepadatan Penduduk
Apotek “Sejahtera” berlokasi di daerah pemukiman warga dengan
kepadatan penduduk yang tinggi. Lokasi apotek cukup strategis yang
berdekatan dengan beberapa layanan kesehatan yaitu praktik dokter gigi
dan puskesmas. Hal lain yang perlu ditinjau sebagai pertimbangan adalah
keramaian lokasi apotek yang berdekatan dengan Pasar Desa Saronggi,
sehingga berpengaruh terhadap jumlah orang yang melintasi lokasi apotek.
2. Tingkat Sosial dan Ekonomi
Sebagian besar penduduk di sekitar apotek merupakan PNS, pedagang, dan
petani dengan tingkat kesadaran kesehatan yang menengah ke bawah.
4
3. Pelayanan Kesehatan Lain
Terdapat beberapa sarana kesehatan yang terletak di sekitar apotek, yaitu 1
dokter gigi yang buka praktik pada pukul 13.00-21.00 WIB dan 1
puskesmas pembantu.
4. Jumlah Apotek di Sekitar
Terdapat apotek lain di sekitar apotek “Sejahtera” dengan perkiraan jarak
300 meter dari apotek “Sejahtera”. Namun berdasarkan pendapat warga
sekitar, apotek tersebut memiliki harga pemasaran obat yang cukup mahal.
Sehingga dapat diperkirakan peluang usaha apotek “Sejahtera” cukup besar.
5. Keamanan dan Keterjangkauan
Kejadian kejahatan di sekitar bangunan apotek “Sejahtera” dapat dikatakan
langka, sehingga dapat dikatakan apotek tersebut terletak di daerah yang
cukup aman. Lokasi apotek juga mudah di jangkau karena terletak di tepi
jalan raya.
2.1.3 Sarana dan Prasarana
Berikut merupakan rincian sarana dan prasarana untuk menunjang
beridirinya Apotek “Sejahtera” antara lain:
1. Bangunan
Luas tanah 4x12 m2
Luas bangunan 4x8 m2
Status bangunan : sewa tahunan
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9
Tahun 2017 tentang Apotek, bangunan apotek paling sedikit memiliki
sarana ruang yaitu: penerimaan resep, pelayanan resep dan peracikan
(produksi sediaan secara terbatas), penyerahan sediaan farmasi dan alat
kesehatan, konseling, penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan dan
arsip. Sementara itu, sarana ruang di apotek “Sejahtera” adalah sebagai
berikut:
a. Loket penerimaan Resep
b. Kasir
5
c. Loket penyerahan obat dan informasi
d. Ruang konseling
e. Toilet
f. Ruang peracikan
g. Mushola
2. Kelengkapan bangunan apotek
a. Sumber air
b. Sumber penerangan
c. Alat pemadam
d. Ventilasi
e. Sanitasi
f. Wastafel untuk mencuci alat
g. AC
h. Papan nama berukuran panjang 100 cm dan lebar 60 cm dengan tulisan
hitam di atas dasar putih, tinggi huruf minimal 7 cm dengan tebal 7 mm,
dilengkapi dengan neon box. Papan nama terdiri dari papan nama apotek
dan papan nama apoteker dengan SIA dan SIPA terpasang jelas.
3. Perlengkapan Kerja
a. Alat pengolahan / peracikan :
i. Batang pengaduk
ii. Gelas ukur, gelas piala
iii. Mortir & stamper
iv. Alat pengisian puyer
v. Rak tempat pengering
vi. Spatel logam / tanduk / gelas/ porselen
vii. sudip
viii. Thermometer
ix. Timbangan milligram + anak timbangan (ditera)
x. Timbangan gram + anak timbangan (ditera)
b. Wadah
i. Pot / botol berbagai ukuran
6
ii. Kertas perkamen/kertas puyer gambar kartun
iii. Cangkang kapsul
iv. Klip dan kantong plastik
v. Staples dan selotip
vi. Etiket (biru dan putih)
c. Tempat penyimpanan
i. Lemari / rak obat
ii. Lemari narkotika
iii. Lemari psikotropika
iv. Lemari es
v. Lemari arsip
4. Perbekalan Farmasi yang diperlukan
a. Obat Keras (Obat dengan Resep dan OWA)
b. Obat bebas (OTC) dan bebas terbatas
5. Perlengkapan Administrasi
a. Blanko pesanan obat
b. Blanko kartu stock obat
c. Blanko salinan resep
d. Blanko faktur dan blanko nota penjualan
e. Buku defecta
f. Buku Expired Date
g. Buku Farmakope Indonesia
h. Buku ISO atau MIMS
i. Buku pembelian
j. Buku penerimaan
k. Buku pengiriman
l. Buku pembukuan keuangan
m. Buku pencatatan narkotik
n. Surat pesanan obat narkotik
o. Surat laporan obat narkotik
p. Buku pencatan penyerahan resep
7
q. Buku resep jika dokter akan beli obat
r. Kwitansi, alat-alat tulis dan kertas
2.1.4 Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Pengelolaan sebuah apotek diperlukan Human Capital yang memiliki
komunikasi efektif dan elegan dalam menangani setiap kegiatan, baik yang
berhubungan dengan administratif maupun pelayanan di apotek sehingga visi dan
misi apotek dapat terlaksana. Sumber daya manusia di Apotek “Sejahtera”
merupakan orang-orang yang memiliki value creating yang tidak dapat ditiru oleh
apotek lain yang mampu menciptakan keunggulan yang kompetitif sehingga akan
menciptakan kepuasan customer (customer satisfaction) dan meningkatnya profit
apotek.
Adapun susunan karyawan Apotek “Sejahtera” untuk kelancaran dan
berlangsungnya kegiatan kesehatan di masyarakat sebagai berikut:
1. Apoteker pengelola apotek : 1 orang
2. Apoteker Pendamping : 1 orang
3. Tenaga Teknis Kefarmasian : 2 orang
Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut yaitu:
1. Apotek buka mulai pukul 08.00-21.00
2. Jam kerja:
a. Apoteker
i. Jam 08.00-14.00 Apoteker pendamping melayani konseling
ii. Jam 16.00-21.00 Apoteker melayani konseling
b. Tenaga Teknis Kefarmasian
i. Jam 08.00-14.00 (shift pagi) Tenaga Teknis Kefarmasian 1
ii. Jam 14.00-21.00 (shift sore) Tenaga Teknis Kefarmasian 2
3. Dana yang tersedia merupakan bagian aspek modal dan biaya dari PSA
sekaligus APA.
8
1. Tenaga Kerja
Sesuai ketentuan perundangan yang berlaku apotek harus dikelola oleh
seorang apoteker yang profesional. Dalam pengelolaan apotek, apoteker
senantiasa harus memiliki kemampuan menyediakan dan memberikan pelayanan
yang baik, mengambil keputusan yang tepat, mampu berkomunikasi antar profesi,
menempatkan diri sebagai pimpinan dalam situasi multidisipliner, kemampuan
mengelola SDM secara efektif, selalu belajar sepanjang karier dan membantu
memberi pendidikan dan memberi peluang untuk meningkatkan pengetahuan
(KepMenKes No. 1027/Menkes/SK/IX/2004). Oleh karena itu diperlukan adanya
pembagian tugas dan wewenang karyawan apotek.
1. Apoteker Pengelola Apotek (APA)
Berdasarkan KepMenKes RI No. 1027/MenKes/SK/IX/2004, apoteker
adalah sarjana farmasi yang telah lulus pendidikan profesi yang telah
mengucapkan sumpah berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
Apoteker merupakan tenaga kesehatan profesional yang banyak berhubungan
langsung dengan masyarakat sebagai sumber informasi obat. Oleh karena itu,
informasi obat yang diberikan pada pasien haruslah informasi yang lengkap
dan mengarah pada orientasi pasien bukan pada orientasi produk.
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek
kefarmasian oleh apoteker. Adapun tugas dan kewajiban apoteker pengelola
apotek yaitu (PP RI No. 51 Tahun 2009):
a. Memimpin seluruh kegiatan apotek
b. Berkewajiban serta bertanggung jawab penuh untuk mengelola apotek
yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi,
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan
obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta
pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional.
c. Melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas
apotek
d. Bertanggung jawab terhadap kinerja yang diperoleh.
9
2. Tenaga Teknis Kefarmasian
Tenaga teknis kefarmasian menurut pasal 33 Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009, tentang Pekerjaan Kefarmasian,
terdiri dari Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi, dan
Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker. Tenaga Kefarmasian
melaksanakan Pekerjaan Kefarmasian pada:
a. Fungsi pembelian meliputi: mendata kebutuhan barang, membuat
kebutuhan pareto barang, mendata pemasok, merencanakan dan
melakukan pembelian sesuai dengan yang dibutuhkan, kecuali ketentuan
lain dari APA dan memeriksa harga.
b. Fungsi gudang meliputi: menerima dan mengeluarkan berdasarkan fisik
barang, menata, merawat dan menjaga keamanan barang.
c. Fungsi pelayanan meliputi: melakukan penjualan dengan harga yang
telah ditetapkan, menjaga kenyamanan ruang tunggu, melayani
konsumen dengan ramah dan membina hubungan baik dengan
pelanggan.
2. Struktur Organisasi Apotek
PSA/APA Apoteker
Pendamping
Keterangan:
TTK
PSA : Pemilik Sarana Apotek
APA : Apoteker Penanggungjawab
Apotek
TTK : Tenaga Teknis Kefarmasian
2.2 Peluang atau Prospek Pemasaran
Melihat lokasi apotek yang strategis dan memperhatikan pola pengobatan
mandiri masyarakat (swamedikasi), maka pendirian Apotek “Sejahtera”
mempunyai prospek pemasaran yang cukup dengan alasan sebagai berikut:
10
1. Lokasi apotek cukup strategis, dimana berdekatan dengan beberapa layanan
kesehatan yaitu praktik dokter gigi dan puskesmas.
2. Keramaian lokasi apotek yang berdekatan dengan Pasar Desa Saronggi,
sehingga berpengaruh terhadap jumlah orang yang melintasi lokasi apotek.
3. Sebagian besar penduduk di sekitar apotek merupakan PNS, pedagang, dan
petani dengan tingkat kesadaran kesehatan yang menengah ke bawah.
4. Lokasi apotek relatif aman.
5. Penerapan strategi pemasaran yang mengedepankan citra apotek yang lebih
ekonomis, informatif, pelayanan ramah, lengkap dan memberikan
kenyamanan bagi konsumen yang didukung dengan sarana dan prasarana
yang ada di apotek.
6. Menyediakan pelayanan kesehatan seperti: pelayanan dan konsultasi obat
dengan apoteker, menyediakan pemeriksaan kesehatan (TD, BB, dan TB).
7. Menyediakan layanan “Home Pharmacy Care”.
Berdasarkan data-data yang diperoleh dari survey pendahuluan terhadap
posisi strategis daerah/peta lokasi dan keberadaan kompetitor, dapat diterangkan
beberapa hal yang penting. Hal ini dapat dilihat dari aspek kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman terhadap Apotek “Sejahtera” yang akan didirikan (Swot
Analisis):
1. Kekuatan/Strength
Kekuatan kompetitif Apotek “Sejahtera” yang akan didirikan adalah
sebagai berikut:
a. Ketersediaan obat dan perbekalan farmasi lainnya di Apotek “Sejahtera”
relatif lengkap sesuai kebutuhan masyarakat yang mampu mencapai
Customer Satisfied sehingga akan meningkatkan omset apotek.
b. Harga ekonomis dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
c. Apotek dengan konsep Branch Image Entrepreneurship yang
memberikan pelayanan berbasis Pharmaceutical Care dengan tepat,
cermat dan cepat.
d. Letak/lokasi apotek mudah dijangkau (denah terlampir)
11
e. Memiliki Human Capital (Apoteker) yang memiliki pengetahuan tentang
obat-obatan dan pengobatan, memberikan pelayanan yang ramah dan
sopan.
f. Apotek “Sejahtera” menerapkan konsep pelayanan kefarmasian “No
Pharmacist No Service”
g. Apotek “Sejahtera” menyediakan layanan “Home Pharmacy Care”
h. Apotek memiliki area parkir yang luas.
2. Kelemahan/Weakness
a. Merupakan apotek baru, belum dikenal oleh masyarakat, dan belum
mempunyai langganan yang loyal.
b. Merupakan apotek swasta yang berdiri sendiri dan bukan suatu apotek
jaringan atau waralaba. Jadi, modal yang dimiliki apoteker sedikit
sehingga obat yang tersedia masih terbatas jenis dan jumlahnya.
c. Pola penggunaan obat masyarakat di sekitar apotek belum diketahui.
d. Apoteker belum mengenal kompetitor.
Untuk menutupi kelemahan tersebut maka solusi yang dapat diberikan
antara lain:
a. Nama apotek harus dibuat besar begitu juga dengan tulisan pada papan
nama tersebut, dan menarik. Warna huruf dan dasar papan nama harus
kontras. Mudah dilihat dan ukuran yang sesuai.
i. Perencanaan penulisan nama apotek ketika baru didirikan
menggunakan huruf capital pada tulisan apotek dan diikuti huruf kecil
pada nama apotek. Diharapkan penulisan seperti ini, masyarakat
mengetahui adanya apotek pada lokasi perencanaan pendirian apotek.
ii. Contoh penulisan papan nama: APOTEK SEJAHTERA
b. Bekerja sama dengan distributor obat, dengan sistem konsinyasi dimana
distributor tersebut menaruh obat di apotek kemudian kita membayarnya
jika produk tersebut sudah laku.
c. Mencari informasi pada pelayanan kesehatan disekitar apotek mengenai
pola penggunaan obat masyarakat sekitar.
d. Melakukan persaingan harga dengan kompetitor
12
3. Peluang/Oppornity
a. Potensi Daerah
i. Jumlah penduduk cukup padat karena merupakan daerah pemukiman
penduduk, sehingga menjadi sumber pelanggan apotek yang potensial
ii. Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat relatif menengah yang
potensial sebagai customer yang loyal.
iii. Apotek di tata agar bersih, nyaman, elegan, tanpa menimbulkan
konsep mahal, sehingga tetap dapat menarik pelanggan dari kelas
sosial menengah ke bawah.
b. Terdapat praktik dokter gigi dan puskesmas di sekitar lokasi apotek
sehingga diharapkan pasien yang datang ke apotek juga banyak.
c. Apotek pesaing memiliki harga pemasaran obat yang relatif lebih mahal,
sehingga peluang apotek “Sejahtera” yang menetapkan harga ekonomis
dapat menarik konsumen lebih banyak.
4. Ancaman/Threaths
a. Persaingan dengan kompetitor karena adanya apotek lain yang berjarak ±
300 meter.
b. Masih adanya dokter yang melakukan dispensing obat (praktik dokter
gigi).
c. Pengetahuan masyarakat mengenai obat masih rendah serta kesadaran
masyarakat tentang kesehatan masih rendah.
2.3 Aspek Pemasaran dan Rencana Strategi Pengembangan
2.3.1 Aspek Pemasaran
Berikut ini merupakan beberapa aspek pemasaran untuk menunjang
keberhasialan berdirinya Apotek “Sejahtera” antara lain:
1. Potensi Pasar
Letak atau lokasi apotek yang sangat strategis dan mudah dijangkau
karena dekat dengan berbagai pusat pelayanan kesehatan, pemukiman
penduduk, dan jumlah volume kendaraan yang melintas cukup padat yang
dapat menjadikan potensi Apotek “Sejahtera” cukup menjanjikan.
13
2. Perkiraan konsumen:
a. Konsumen yang membeli atau menebus obat resep
b. Konsumen yang membeli OTC dan komoditi lain
3. Market Share
a. Jumlah pesaing terdekat di sekitar Apotek “Sejahtera”: 1 apotek
b. Jumlah perkiraan pasien di sekitar Apotek “Sejahtera” setiap hari
sebanyak 10 pembelian obat resep, 20 pembelian OWA dan 30 obat
bebas.
2.3.2 Rencana Strategi Pengembangan
Berikut ini merupakan beberapa rencana strategi pengembangan untuk
menunjang keberhasialan berdirinya Apotek “Sejahtera” antara lain:
1. Penetapan harga yang lebih ekonomis dibandingkan dengan apotek yang ada
di sekitar.
2. Kerjasama dengan prakter dokter gigi dalam pelayanan kesehatan guna
meningkatkan keberhasilan terapi yang rasional.
3. Sosialisasi ke masyarakat di sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau
leaflet kesehatan setiap satu minggu sekali di bulan awal apotek didirikan.
4. Memberikan pelayanan kefarmasian dengan komunikasi yang efektif untuk
mendapatkan pelanggan yang loyal sehingga dapat meningkatkan kualitas
dari Apotek “Sejahtera”.
5. Memperbanyak produk yang ditawarkan dengan menyesuaikan pola
kebutuhan pasien.
2.4 Aspek Modal dan Biaya
Berikut merupakan rincian modal dan biaya yang digunakan dalam
mendirikan Apotek “Sejahtera”:
1. Modal
a. Modal Tetap
Perlengkapan apotek Rp 19.492.000,00
Rincian :
5 buah lemari obat Rp 7.500.000,00
14
1 buah AC Rp 2.900.000,00
1 lemari narkotik/prikotropik Rp 2.450.000,00
1 set timbangan Rp 1.500.000,00
1 buah lemari es Rp 1.225.000,00
1 TV 21’ Rp 1.200.000,00
1 set kursi tunggu Rp
1 buah meja racik Rp 925.000,00
1 buah meja layanan Rp 500.000,00
2 kursi racik Rp 250.000,00
1 guci galon + air Rp 194.000,00
1 paket tensimeter Rp 175.000,00
1 buah kursi kasir Rp 125.000,00
1 set gelas ukur (100 ml dan 50 ml) Rp 97.000,00
1 timbangan badan Rp
1 termometer Rp 95.000,00
1 alat pengisian puyer Rp 80.000,00
1 batang pengaduk dan gelas piala Rp 68.000,00
1 mortir dan stamper Rp 50.000,00
1 set pot/botol berbagai ukuran Rp 38.000,00
1 set gelas plastik Rp 35.000,00
1 pak kertas perkamen Rp 30.000,00
1 bungkus kapsul kosong Rp 20.000,00
1 pak plastik klip dan kantong plastik Rp 11.000,00
1 pak etiket putih dan biru Rp 10.000,00
Perlengkapan apotek (administrasi) Rp 9.000,00
Rincian : 5.000,00
1 set komputer + program Rp
1 telepon Rp 4.840.000,00
1 kalkulator Rp
FI edisi terbaru Rp 4.200.000,00
180.000,00
100.000,00
330.000,00
15
MIMS/ISO Rp 30.000,00
Biaya perijinan Rp 3.200.000,00
Rincian :
Biaya rekomendasi SIPA Rp 100.000,00
Biaya perijinan lain-lain Rp 1.500.000,00
Biaya iuran anggota IAI 1 tahun Rp 240.000,00
Akta notaris APA dan APING Rp 1.000.000,00
b. Modal Operasional Rp 100.000.000,00
c. Cadangan Modal Rp 22.468.000,00
Total Modal Rp 150.000.000,00
2. Rencana anggaran pendapatan dan belanja tahun ke-1 (RAPB tahun 1)
a. Biaya rutin per bulan tahun ke-1
Tenaga kerja
i. APA/PSA (1) Rp 2.500.000,00
ii. Apoteker Pendamping (1) Rp 2.000.000,00
iii. AA (2) Rp 800.000,00 Rp 1.600.000,00
Jumlah Rp 6.100.000,00
Biaya lain-lain
i. Sewa bangunan Rp 1.250.000,00
ii. Biaya pemeliharaan gedung dan
peralatan Rp 150.000,00
iii. Listrik, air, telepon, dll Rp 250.000,00
Jumlah Rp 1.650.000,00
Biaya Keseluruhan Rp 7.750.000,00
16
b. Biaya rutin tahun ke-1 Rp 93.000.000,00
Biaya rutin bulanan x 12 Rp 6.100.000,00
THR Rp 99.100.000,00
Total biaya rutin tahun ke-1
c. Proyeksi pendapatan tahun ke-1
Pada tahun ke-1 diproyeksikan resep yang masuk 10 lembar per hari
dengan perkiraan harga rata-rata Rp 100.000,00/lembar
i. Penjualan obat resep tahun ke-1 (untung 25%)
10 lbr x 30 hr x 12 bln x Rp 100.000,00 Rp 360.000.000,00
ii. Penjualan obat bebas (untuk 15%)
30 hr x 12 bln x Rp 300.000,00 Rp 108.000.000,00
iii. Penjualan OWA (untung 25%)
30 hr x 12 bln x Rp 250.000,00 Rp 90.000.000,00
iv. Penjualan komoditi lain (untung 15%)
30 hr x 12 bln x 150.000,00 Rp 54.000.000,00
Jumlah Rp 558.000.000,00
d. Pengeluaran rutin tahun ke-1 Rp 270.000.000,00
i. Pembelian obat resep
75% x Rp 360.000.000,00 Rp 91.800.000,00
ii. Pembelian obat bebas
85% x Rp 108.000.000,00 Rp 67.500.000,00
iii. Pembelian OWA Rp 45.900.000,00
75% x Rp 90.000.000,00 Rp 99.100.000,00
Rp 604.900.000,00
iv. Pembelian komoditi lain
85% x Rp 54.000.000,00
v. Biaya rutin tahun ke-1
Jumlah
17
e. Perkiraan laba rugi tahun ke-1 Rp 684.000.000,00
Pemasukan tahun ke-1 Rp 604.900.000,00
Pengeluaran tahun ke-1 Rp 43.100.000,00
Laba kotor
Pajak pendapatan (15%) Rp 6.465.000,00
15% x Rp 43.100.000,00 Rp 36.635.000,00
Laba bersih
f. Perhitungan BEP tahun ke-1
i. Pay Back Periode
Pay Back Periode =
=
= 4,1 = 4 tahun, 1 bulan
ii. ROI (Return On Investment)
ROI = x 100%
BEP (Break Even Point) = x 100%
BEP = 24,42% x Biaya Tetap
=
= x Rp 94.300.000,00
= Rp 444.734.625/tahun
iii. Presentase BEP = x 100%
Presentase BEP = x 100%
= 68,63%
18
iv. Kapasitas BEP = % BEP x jumlah resep per tahun
Kapasitas BEP = 68,63% x (10 R/ x 30 hr x 12 bln)
= 68,63% x 3600
= 2471 R/ tahun
= 206 R/ bulan
19
BAB III
PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dengan memperhatikan studi kelayakan
Apotek “Sejahtera” tersebut maka:
1. Apotek “Sejahtera” di Jalan Raya Saronggi KM 10 No. 6, Sumenep
mempunyai prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan
maupun usaha.
2. Apoteker Pengelola Apotek memiliki peran dan tanggung jawab yang
penting dalam mengelola semua kegiatan yang berlangsung di apotek dan
dalam pelaksanaanya APA melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dengan baik serta telah sesuai dengan seluaruh aspek mencakup
pengelolaan teknis maupun non teknis kefarmasian.
20
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Permenkes. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 9 Tahun
2017 tentang Apotek. Jakarta : 2017.
Departemen Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI NO. 73 Tahun 2016
tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta : 2016
Departemen Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan No.
1027/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Apotek. Jakarta : 2004.
Departemen Kesehatan RI. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 51
Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Jakarta : 2009.
21
LAMPIRAN
1. Logo Apotek
22
2. Brosur Apotek
23
3. Denah Ruangan Apotek (Layout Apotek)
G
D
Gudang
Ruang
PA
E
F
CBA
g Tunggu Pintu
Masuk
ARKIR
24
Keterangan:
A : Loket Penerimaan Resep
B : Kasir
C : Loket Penyerahan Obat dan Informasi
D : Ruang Konseling
E : Toilet
F : Ruang Peracikan
G : Musholla
: Etalase OTC
: Lemari anti HT, diabet, obat syaraf, brg konsinyasi
: Lemari obat-obat salep & sirup obat keras
: Lemari obat-obat sirup HV & multivitamin
: Lemari obat-obat generik
: Komputer
: Etalase komoditi lain (barang non obat)
: Alat timbang badan
: Kulkas
: Telepon
: Lemari arsip resep
: Lemari obat sal. pencernaan, sal. Pernapasan
: Lemari narkotika dan psikotropika
: Lemari antibiotik, analgetik, antiinflamasi, antivirus, antijamur
: Lemari fitofarmaka, hormon & kontrasepsi
25
4. Denah Lokasi
26
5. Lokasi Apotek
27
28
29
30