EDUKATOR Tabloid Pendidikan MEMAJUKAN PENDIDIKAN, MENCERDASKAN BANGSA NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Mantab !, Festival Gunung Slamet Masuk Agenda Event Nasional KEN 2024 Banyumas Raya (Halaman 4) Keren...! SMPN 3 Mrebet Gelar "Science Camp" Cerpen (Halaman 8) Alasan Seorang Ibu Banyumas Raya (Halaman 6) Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 3 Purbalingga Artikel (Halaman 9) Manfaat Permainan Gobag Sodor Bagi Kesehatan
2 Inspirasi M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Mantab...! yang terlibat. "Melalui FGS yang menjadi b a g i a n d a r i K E N 2 0 2 4 , diharapkan ada peningkatan pergerakan wi satawan ke P u r b a l i n g g a , s e h i n g g a dampaknya secara positif terhadap perekonomian daerah,” kata Prayitno. FGS ke 7# 12-14 Juli 2024 Sementara itu, Kepala Desa S e r a n g S u g it o y a n g j u g a pengelola D’Las Serangg selaku penyelenggarakan FGS ke7#, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Purbalingga melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), yang telah mensuport naiknya FGS sebagai bagian event wisata ke level nasional. “FGS akan terus kami gelar, karena event ini sebagai salah satu cara untuk membranding promosi D’Las Serang ke level yang lebih tinggi,”ujar Sugito. Sugito menambahkan, FGS ke 7# akan digelar pada 12-14 Juli 2024. Selama FGS yang akan dibarengkan dengan Gelar Desa Wisata se-Purbalingga oleh D i n p o r a p a r , j u g a a k a n ditampilkan kearifan lokal tradisi pengambilan mata air Gunung Slamet dari mata air Tuk Sikopyah, pentas seni tradisi, pentas seni musik Kabut Lembut Gunung Slamet, pesta gunungan hasil bumi, perang tomat, pameran UMKM dan kuliner khas local, dan kegiatan lainnya yang unik dan menarik. “Berdasarkan pengalaman event di kabupaten atau kota lain, gelaran event wisata selain u n t u k m e m p r o m o s i k a n keindahan destinasi wisata dan keunikan budaya, juga akan kami siapkan zona kuliner khas lokal yang banyak diburu wisatawan,” ujar Sugito. (Prasetiyo) y a n g m e n c a k u p s e l e k s i administrasi, konten, dan wawancara. Di tahun ini, tahapan melibatkan Tim Kurator yang t e r d iri d a ri l i m a b i d a n g . Diantaranya Bidang Ide dan Inovasi, Bidang Pemasaran dan Strategi Komunikasi, Bidang Manajemen Kegiatan, Bidang Manajemen Keuangan, dan B i d a n g A n a l i s i s Da m p a k . ”Se te l a h m e l a l u i tahapan itu, dan pertimbangan FGS yang telah digelar rutin hingga enam kali, akhirnya FGS berhasil lolos KEN 2024,” katanya. Disampaikan Prayitno, di Jateng yang lolos KEN 2024, selain FGS yakni Dieng Culture F e s t i v a l- B a n j a r n e g a r a , kemudian Grebeg Sudiro, Solo Menari, Solo Keroncong Festival, International Mask Festival (Kota Surakarta), Festival Arak-arakan Cheng Ho dan Festival Kota Lama (Kota Semarang). “Jadi hanya tiga kabupaten/kota yang berhasil lolos ke KEN, yakni Purbalingga dan Banjarnegara masing-masing 1 event, Kota Semarang dengan 2 event dan Kota Solo dengan 4 event,”kata Prayitno. D e l a s k a n P r a y i t n o , terpilihnya FGS sebagai salah satu event nasional tentunya akan semakin mengangkat citra p o s itif d e s ti n a s i w i s a t a Purbalingga, tidak hanya D’Las Serang yang menjadi lokasi FGS, tetapi juga destinasi lainnya, termasuk destinasi desa wisata. Melalui KEN, diharapkan a k a n m e n i n g k a t k a n perekonomian nasional dan memberikan multiplier effect kepada masyarakat, baik pelaku w i s a t a , p e l a k u U M K M , pengusaha akomodasi wisata, pengusaha kuliner dan pelaku usaha jasa pariwisata lainnya P U R B A L I N G G A , EDUKATOR Festival Gunung Slamet (FGS) di Desa Serang, K e c a m a t a n K a r a n g r e j a , Purbalingga berhasil lolos kurasi d a r i r a t u s a n u s u l a n penyelenggaraan event ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2024. FGS masuk dalam 110 bagian event se I n d o n e s i a y a n g d i g e l a r sepanjang tahun 2024 ini. P r e s t a s i i n i s u n g g u h mantab...! Dan diharapkan k u n j u n g a n w i s a t a w a n k e P u r b a l i n g g a s e m a k i n meningkat. Ke p a l a Di n a s Pe m u d a Ol a h r a g a d a n P a ri w i s a t a Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si kepada mengungkapkan, usulan, seleksi hingga kurasi event telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023 silam. FGS bersaing dengan 252 usulan event se-Indonesia. “Setelah dilakukan paparan dan seleksi, akhirnya FGS berhasil lolos menj adi s a l ah s atu event berkualitas yang ditetapkan oleh Kemenpar Ekraf melalui KEN 2024,” kata Prayitno kepada EDUKATOR di ruang kerjanya, Senin (29/1/2024). KEN 2024 resmi diluncurkan pada Sabtu (27/1/2024) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, bertajuk “Budaya Indonesia Panggung Dunia”. Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Menurutnya, KEN 2024 akan menampilkan 110 event unggulan yang telah dikurasi dari 252 event usulan Dinas Pariwisata Provinsi seIndonesia. Dikatakan Prayitno, ada tiga tahapan utama seleksi KEN 2024 Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si saat menghadiri peluncuran KEN 2024 pada Sabtu (27/1/2024) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. (Gambar atas). Sedangkan gambar bawah, sepasang pengantin yang menaiki kuda ikut memeriahkan kegiatan Festival Gunung Slamet (FGS) tahun lalu. (Foto: Humas Pemkab Purbalingga/EDUKATOR) KETERANGAN COVER Festival Gunung Slamet Masuk Agenda Event Nasional KEN 2024 Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si saat menghadiri peluncuran KEN 2024 pada Sabtu (27/1/2024) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Salah satu rangkaian acara Festival Gunung Slamet (FGS).Sekelompok wanita berkebaya membawa "lodong" yang berisi air yang diambil dari Tuk Si Kopyah. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat menghadiri Festival Gunung Slamet (FGS). Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di tengah kerumunan warga pada Festival Gunung Slamet (FGS) Sekelompok wanita pembawa "lodong" yang berisi air yang diambil dari Tuk Si Kopyah saat mengikuti rangkaian Festival Gunung Slamet (FGS). Meriahnya Festival Gunung Slamet (FGS). Salah satu rangkaian kegiatan Festival Gunung Slamet (FGS).
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A Redaksi menerima kiriman berita, artikel, laporan kegiatan dan tulisan yang sesuai isi Tabloid EDUKATOR. Silahkan kirim ke email redaksi : [email protected] atau menghubungi No HP & WA : Terima kasih 081 2272 7599 Salam Edukator 3 Sebagai guru, tugas kita bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan bagi para siswa. Kita harus menjadi contoh yang baik dalam belajar secara terusmenerus, tidak hanya dari bukubuku pelajaran, tetapi juga dari pengalaman hidup. Mempelajari perkembangan terkini dalam pendidikan dan teknologi adalah k u n c i u n t u k m e m b e ri k a n pendidikan yang relevan dan bermakna bagi generasi masa depan. Sementara itu, bagi para siswa, tahun 2024 adalah k e s e m p a t a n b a r u u n t u k mengejar impian dan meraih p r e s t a s i . H a d a p i s e ti a p pelajaran dengan semangat belajar yang tinggi dan tekad yang kuat. Gunakan setiap k e s e m p a t a n u n t u k mengembangkan diri, baik di dalam maupun di luar ruang kelas. Ingatlah bahwa masa depanmu tergantung pada usaha dan dedikasimu saat ini. Tidak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bangsa, kita akan menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun m e n d a t a n g , t e r m a s u k i m p l e m e n t a s i K u ri k u l u m Merdeka yang akan berubah menjadi Kurikulum Nasional. Guru, janganlah terkejut atau terpaku pada metode lama. J a d i l a h p i o n i r d a l a m menghadapi perubahan, terus belajar dan mengembangkan diri a g a r d a p a t m e m b e ri k a n pendidikan yang terbaik bagi para siswa. Dengan semangat belajar yang terus-menerus, dengan kerja keras dan dedikasi yang tanpa henti, kita akan mampu menyongsong masa depan yang p e n u h t a n t a n g a n d e n g a n percaya diri dan optimisme. Mari kita bersama-sama membangun masa depan yang cerah dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Semoga tahun 2024 menjadi tahun yang penuh dengan keberhasilan, kesuksesan, dan pembelajaran yang berharga bagi kita semua. Selamat menyongsong tahun baru, dengan semangat baru dan tekad yang tak kenal lelah untuk terus maju ke depan ! (*) EDUKATOR TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Tabloid Pendidikan PENERBIT: CV Cahaya Putra Cendekia, PENASEHAT: Prof Dr Adhi Iman Sulaiman, SIP, M.Si, Prof Dr Tukiran Taniredja, MM, Dr H Saefudin A Sya i, M.Ed,PEMIMPIN UMUM: Sarjono, S.Pd, M.Si, PEMIMPIN REDAKSI: Drs. Prasetiyo, M.I.Kom SEKRETARIS REDAKSI: Titis Sri And ati, KONSULTAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI): Dr Nurul Hidayat, S.Pt, M.Kom, Dr Lasmedi Afuan, ST, M.Cs, DEWAN REDAKSI: Bangun Pracoyo, S.Pd, M.Pd, Dr Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd, M.Pd, Marwono, S.Pd, MH, Aman Musthofan, S.Pd, M.Pd, ANGGOTA REDAKSI: Nokman Riyanto, S.Pd, S.i, M.Pd, Pariem, S.Pd, M.Pd, Edi Supr anto, S.Pd, M.Pd, MM, Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I, BIRO JAWA-TENGAH: Prasandi Pinasthiko, Supriyanto, S.Pd, M.Pd,Muji Prasetyo, S.Sos, Abdul Khamid, S.Pd SD, MA Sardono Syarief, S.Pd SD, Suhamdani, SS, MANAGER IKLAN: Subardi, SE, MANAGER SIRKULASI: Toni Khaelani Rekening Bank Jateng, Nomor: 2027022131 a/n Prasetiyo ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA: 1.Jalan Raya Karan oho, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga, Jateng – 53393 2.Jalan Mustari – Penaruban, Kaligondang, Purbalingga Telp/WA: 08122727599 E-mail: [email protected] Website:www.edukator.id SEIRING Memasuki tahun baru 2024, mari kita renungkan perjalanan sepanjang tahun 2023 yang telah berlalu. Apa yang telah kita capai? Apa yang telah kita lakukan? Dan sejauh mana kita telah berkembang sebagai individu, baik sebagai guru maupun siswa? Seperti yang dikatakan oleh seorang lsuf, Plato, manusia adalah makhluk yang harus terus belajar. Setiap pengalaman, setiap kegagalan, dan setiap kesuksesan adalah guru terbaik. Tahun 2023 telah membawa b e r b a g a i t a n t a n g a n d a n rintangan, namun di dalamnya terdapat pelajaran berharga yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pengantar Redaksi Tahun Baru 2024 yang Penuh Tantangan Pembaca budiman, sahabat pendidikan Mengawa l i t ahun 2004, Tabloid Pendidikan EDUKATOR kembali hadir di hadapan pembaca semua. Pada edisi nomor 33 tahun ke 3 ini, banyak sajian berita dan artikel menarik yang layak dibaca. Pada halaman 2, patut disyukuri bahwa Festival Gunung Slamet yang menjadi salah satu andalanm event pariwisata Purbalingga, masuk agenda Kharisma Event Nasional (KEN) 2024. Selanjutnya pada halaman 3, ada sebuah renungan untuk memotivasi diri agar tahun 2024 lebih berprestasi, dan semangat dalam bekerja. Pada halaman 4, ada berita kiprah SMPN 3 Mrebet yang menggelar Science Camp. Sedangkan di halaman 5 ada berita kunjungan siswa SMPN 2 Kertanegara di Limbah Pustaka di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon Purbalingga. Selama ini, Limbah Pustaka menjadi jujugan para siswa berbagai skeolah, baik TK/BA, SD/MI, SMP/MTs , SMA , S M K untuk belajar mengolah limbah menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomi. Di halaman ini pula, ada berita lainnuya, yakni HUT ke 17 SMPN 4 Mrebet, dan meriahnya gelar karya P5 di SMPN 2 Mrebet. Pada halaman 6, SMPN 3 Purbalingga menggelar program Jaksa Masuk Sekolah. Kegiatan ini sebagai upaya preventif, agar para siswa tidak melanggar hukum, misalnya membully, narkoba, seks bebas, kebutkebutan dan sebagainya. Pada halaman 7 ada lembar sastra, berupa puisi yang ditulis oleh De Eka Putrakha, dari Bukittinggi, Sumatera Sumatera Barat. Masih pada rubrik Lembar Sastra, di halaman 8, ada cerpen yang menarik, berjudul Alasan Ibu, yang ditulis oleh cerpenis Prima Yuanita. Jangan lupakan juga untuk membaca halaman artikel, yang ada di halaman 9 hingga 18. Salah satu artikel yang menarik, yang ditulis oleh Siti Musta ah, S.Pd SD dari SDN 1 Ka l a r a n, Ke c a m a t a n Ka r a n g a ny a r, Purbalingga. Artikel itu berjudul "Yuk, Belajar Statistika di Kelas VI SD dengan Bermain Dadu". Akhirnya, selamat membaca. Salam EDUKATOR ! NOMOR 33 Drs. Prasetiyo, M.I.Kom Pemimpin Redaksi EDUKATOR Cover Inspirasi Editorial Banyumas Raya Lembar Sastra Artikel Advertorial Cover Belakang DAFTAR ISI 1 2 3 4-6 7-8 9-18 19 20 ............................... ........................... .......................... ............... .................. ............................. ....................... ................
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 4 Banyumas Raya EDUKATOR Tabloid Pendidikan NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Keren...! SMPN 3 Mrebet Gelar "Science Camp" SMPN 3 Mrebet dan Murdiono, S.Pd., M.Pd. selaku bina damping MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga. Pengunjung dari siswa yakni seluruh siswa SMPN 3 Mrebet dan perwakilan dari 27 SMP Negeri dan Swasta se Kabupaten Purbalingga. Kegiatan Science Camp 2023 SMPN 3 Mrebet secara keseluruhan berhasil sesuai dengan tujuannya yakni meningkatkan ketrampilan dan kemampuan siswa SMPN 3 Mrebet di bidang penelitian. Menurut beberapa pengunjung pameran, hasil penelitian siswa sudah cukup baik dan pemilihan temanya menarik. Satu hal yang menarik adalah kemampuan siswa peserta yang bisa menjelaskan dengan runtut proses penel itian yang di lakukan dan mengkomunikasikannya dengan baik pada pengunjung booth pameran. Semoga melalui kegiatan ini, siswa bisa mewujudkan salah satu visi SMPN 3 Mrebet yakni siswa yang berprestasi, baik di bidang akademis maupun non akademis.(Febri Prasetyo Adi) mungkin sehingga es tetik dan memudahkan pengunjung menangkap informasi hasil penelitian. Setelahnya, siswa peneliti latihan presentasi yang efektif agar mampu dan lancar menjelaskan proses penelitian yang dilakukannya. Hari kelima, 14 Desember 2023 merupakan puncak kegiatan science camp yakni pameran (expo) hasil penelitian. Tujuannya sebagai ajang publikasi sekaligus sebagai ajang penilaian hasil penelitiannya. Booth yang disajikan bukan hanya hasil penelitian siswa peserta science camp, tetapi juga ditambah 4 booth hasil penelitian siswa SMPN 3 Mrebet yang berhasil tembus sebagai nalis dan juara pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Kemdikbudristek RI maupun National Young Inventor Awards (NYIA) BRIN. Pengunjung pameran yakni Kabid SMP Eko Budi Santosa, S.Pd., M.Pd. sebagai perwakilan dari Dindikbud Kab Purbalingga, Azan Hendarto Sutanto, S.Pd. dari perwakilan MKKS, Bangun Pracoyo, S.Pd., M.Pd. selaku pengawas pembuka an ya kni pembeka l an penelitian, dengan focus materi yakni te kni k menc a ri tema a t a u ide penelitian. Narasumbernya adalah Aman Mustofan, S.Pd., M.Pd. dari SMPN 1 Padamara dan Febri Prasetyo Adi, S.Pd.I. dari SMPN 3 Mrebet. Pada sesi tersebut disepakati tiga titik lokasi penelitian, yakni Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari dengan tema Batik Limbasari dan Sejarah kisah Putri Ayu Limbasari. Titik kedua yakni Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet dengan tema kuda lumping, batu tulis, pertapan cipaku dan curug nini. Titik ketiga yakni Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari dengan tema tentang Inovasi pengolahan sampah serta budidaya maggot. Ha ri kedua , ya kni Senin, 11 De s e m b e r 2 0 2 3 d i l a k s a n a k a n penggalian data, baik melalui interview maupun observasi secara serempak. Kegiatan ini didampingi oleh wali kelas masing-masing. Siswa peneliti diajak untuk melakukan penggalian data langsung melalui sumbernya, baik itu sumber hidup maupun tidak hidup. Sebelum berangkat, siswa peneliti dibekali dengan Teknik interview dan observasi yang efektif dan baik. Hari ketiga, Selasa, 12 Desember 2023 dilakukan analisis data dan pembuatan laporan. Karena waktu yang singkat, maka laporan diwujudkan dalam tiga bentuk, yakni hasil interview, poster dan brosur. Setelah selesai mendesain media publikasi tersebut, siswa peneliti mencetaknya sebagai persiapan kegiatan pameran dan penilaian di hari kelima. Hari keempat, 13 Desember 2023 dilakukan persiapan booth pameran. Karena booth pameran juga mendapat penilaian, maka setiap tim peneliti didorong untuk mendesainnya sebaik PURBALINGGA, EDUKATOR Akhir tahun 2023 lalu, SMPN 3 Mrebet, Purbalingga mengadakan kegiatan yang seru dan unik, yakni Science Camp. Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi atas support dana BOS prestasi yang diperoleh SMPN 3 Mrebet senilai Rp 25 juta , dan menjadi satusatunya penerima di Kabupaten Purbalingga. Penetapan tersebut berdasarkan prestasi SMPN 3 Mrebet yang beberapa kali menembus nalis dan juara pada kompetisi Tingkat nasional, khususnya dalam bidang penelitian. Kepala SMPN 3 Mrebet, Marwono, S . P d M H k e p a d a E D U K AT O R mengatakan, kegiatan Science Camp 2023 SMPN 3 Mrebet diikuti oleh 39 siswa yang merupakan perwakilan dari 13 kelas 7, 8, dan 9 dan didampingi oleh 13 guru wali kelas masing-masing. Setiap kelas mengutus 3 orang siswa yang memiliki prestasi akademis dan komitmen untuk mengikuti kegiatan science camp dari awal hingga akhir. "Untuk pelaksanaan perdana ini, kegiatan hanya dilaksanakan pada pagi hingga sore hari. Kegiatan malam atau menginap ditiadakan berdasarkan pertimbangan suasana saat ini sedang musim hujan," ujarnya. Konsep kegiatan ini mirip dengan kegiatan Proyek Penguatan Pro l Pelajar Pancasila (P5). Dilaksanakan selama 5 hari, sejak hari Sabtu hingga Kamis, 9-14 Desember 2023. Kegiatan hari pertama setelah Rombongan siswa mengunjungi Desa Limbasari, Kecamatan Boboytsari, Purbalingga. Di sentra batik Limbasari Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga Eko Budi Santosa, S.Pd M.Pd dan Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga Bangun Pracoyo S.Pd, M.Pd saat mengunjungi pameran hasil penelitian para siswa. Kepala SMPN 3 Mrebet, Purbalingga Marwono S.Pd MH
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR Banyumas Raya 5 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 NOMOR 33 Meriah, Gelar Karya P5 Kearifan Lokal di SMP Negeri 2 Mrebet penutupan, dan yang terakhir bersihbersih. Pentas seni ini berjalan lancar. Para siswa memiliki bakat yang luar biasa. Mereka bisa berperan sesuai dengan karakter yang dimainkan. Selain itu, mereka juga memiliki bakat lain yang dikembangkan seperti menyanyi yang diselipkan dalam pementasan sendratasik. “Para siswa juga memiliki improvisasi yang bagus ketika tidak sengaja melakukan kesalahan, sehingga penampilan yang ditunjukan dapat dinikmati dengan baik oleh para penonton,” ujar Devita. Pada akhir setiap pementasan, para siswa selalu mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton. Aapresiasi ini dapat membangun rasa percaya diri siswa agar berani tampil dan mereka merasa karyanya dihargai oleh orang lain. (Humas SMPN 2 Mrebet/Prs) SE M.Pd saat membuka acara.Penampilan salah satu kelas Koodinator P5 SMPN 2 Mrebet, Devita Inka Agustyani, S.Pd menambahkan, sendratasik yang ditampilkan ini ada enam cerita dari setiap kelas yang ada. Yakni Legenda Baturraden, Putri Ayu Limbasari, Jaka Tarub dan 7 Bidadari, Roro Jonggrang, Cindelaras, dan Raden Kamandaka. Sebelum melaksanakan pentas seni ini, siswa kelas VIII mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh terencana.Para guru mengapresiasi kegiatan ini “Mereka melakukan diskusi untuk perencanaan, pelaksanaan, menyiapkan properti yang akan digunakan untuk pentas, belajar make up, serta belajar menggunakan kostum sendiri untuk tampil di depan panggung,” ujar Devita. Pementasan ini dimulai pada pukul 08.00-11.00 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan, penampilan peserta didik, rakyat sebagai produk program P5 yang sudah memasuki projek kedua di tahun ajaran 2023/2024.Kepala SMPN 2 Mrebet Sugeng Triyatmono SE M.Pd saat membuka acara. “Kami mengapresiasi gelar karya P5 kearifan lokal ini. Ini bagus agar kita tahu cerita-cerita yang ada di sekitar kita,” ujar Kepala SMPN 2 Mrebet Sugeng Triyatmono PURBALINGGA, EDUKATOR–Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Mrebet (Spendabet), Purbalingga melaksanakan gelar karya Projek Penguatan Pro l Pelajar Pancasila (P5) Kearifan Lokal, Senin (15/01/2024) lalu d i l a p a n g a n s e k o l a h s e t e m p a t . Pementasan yang berlangsung meriah ini, berupa seni drama tari dan musik (Sendratasik ), menampilkan enam cerita KREATIF--Salah satu penampilan P5 kearifan lokal dari salah satu kelas VIII SMPN 2 Mrebet. Mereka kreatif dalam meminkan cerita yang dikemas dalam bentuk Sendratasik ini. (Foto: Humas SMPN 2 Mrebet/EDUKATOR) 107 Siswa SMPN 2 Kertanegara Kunjungi Limbah Pustaka Siswa SMPN 2 Kertanegara belajar memilah sampah di Limbah Pustaka. Kepa l a SMP Nege ri 2 Kertanegara, Nur Solisoh, S.Pd mengemukakan, kegiatan P5 ini sebagai implementasi k u r i k u l u m m e r d e k a . “Diharapkan, setelah mengikuti kegiatgan ini, para siswa sadar, bahwa sampah yang mereka buang selama ini, memiliki nilai guna, dari barang yang tidak bermanfaat kini menjadi barang yang bermanfaat dan berharga,” harapnya. Nur Solisoh juga berharap, para siswa bisa menjaga kebersihan lingkungan di SMPN 2 K e r t a n e g a r a , d e n g a n m e n g u r a n g i s a m p a h plastik.Menunjukkan karya Salah satu siswa dari kelas 7A Amalia Rokhani mengaku sangat senang mengikuti kegiatan P5 kali ini dengan b e r k u n j u n g k e L i m b a h Pustakaa. “Saya senang bisa belajar banyak hal di Limbah P u s t a k a s i n i , t e r m a s u k membuat aneka kerajinan dari daur ulang sampah. Setelah ini saya dan teman-teman akan m e n e r a p k a n n y a d e n g a n memanfaatkan limbah sampah di sekolah menjadi kerajinan yang bernilai guna,” ujar Amalia. ( H u m a s S M P N 2 Kertanegara/Prs) Solisoh S.Pd dan sejumlah guru. Mereka diterima pendiri Limbah Pustaka Raden Roro Hendarti, S.Sos. Dalam kesempatan itu, para siswa belajar memilah berbagai jenis sampah dan mengumpulkannya di bank s a m p a h , k e m u d i a n d a ri sampah yang telah dipilih diproses menjadi berbagai b a r a n g k e r a j i n a n y a n g mempunyai nilai ekonomi, s e h i n g g a s i s w a b i s a berwirausaha dari sampah. Dari sampah yang sudah dipilih itu, diantaranya diproses menjadi bunga hias, aksesoris h i a s a n r u m a h , t e m p a t m i n u m a n g e l a s , d a n sebagainya.Belajar membuat kerajinan tangan dengan limbah P U R B A L I N G G A , E D U K A T O R – B e l a j a r memanfaatkan sampah untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi, sebanyak 107 siswa k e l a s 7 S M P N e g e r i 2 Kertanegara, Purbalingga, Rabu (31/1/2024) mengunjungi Perpustakaan Limbah Pustaka di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Pro l Pelajar Pancasila (P5) dengan t e m a G a y a H i d u p Berkelanjutan, dan sub tema melalui pengelolaan daur ulang sampah menjadi berbagai k a r y a k e r a j i n a n.Be l a j a r memilah sampah Ikut mendampingi para siswa dari 4 kelas itu, Kepala SMPN 2 Kertanegara Nur P U R B A L I N G G A , EDUKATOR–Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17, SMP Negeri 4 Mrebet menggelar berbagai kegiatan. Tema HUT kali ini “Tujuh Belas Tahun Mengabdi bagi Anak Negeri, Semangat Mendidik dan Bersinergi di Masa Kini”.Kepala SMPN 4 Mrebet Sugiarti, S.Pd menerbangkan balon sebagai tanda peringatan HUT ke 17 SMPN 4 Mrebet. Untuk menyemarakkan HUT itu, digelar aneka lomba selama dua hari, Selasa -Rabu (30- 31/1/2024), dan berlangsung meriah. Pada hari Selasa, berupa lomba kebersihan dan keindahan kelas serta tasyakuran. Lomba diikuti oleh seluruh kelas 7 sampai d e n g a n 9 . A d a p u n a c a r a tasyakuran diisi dengan doa dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Pengurus Komite dan diserahkan kepada Kepala SMP Negeri 4 Mrebet. “Harapannya sekolah kita menjadi lebih berprestasi lagi,” harap Kepala SMPN 4 Mrebet Sugiarti, S.Pd. Selanjutnya pada hari Rabu (31/1/2024), diisi try out bersama untuk siswa tingkat SD/MI di sekitar SMPN 4 Mrebet. Try out tersebut diikuti oleh siswa kelas 6.Pentas seni memeriahkan HUT ke 17 SMPN 4 Mrebet “Terdapat sebelas SD/MI yang mendelegasikan siswanya dalam kegiatan try out kali ini,” ungkap Ira A r u m Nd a n i , K a u r B i d a n g Kurikulum. Adapun mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Dalam hal ini, peringkat satu diraih oleh Anisa, siswa SD Negeri 2 Sindang. Setelah try out berakhir, acara dilanjutkan dengan pentas seni. Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan ditandai secara simbolis melalui penerbangan balon oleh Kepala SMPN 4 Mrebet Sugiarti, S.Pd. Pentas seni diisi dengan persembahan lagu, drama, dan tarian oleh siswa maupun guru. Kemeriahan juga bertambah karena terdapat door prize bagi yang beruntung. Siswa pun sangat antusias mengikuti kegiatan ini. (Humas SMPN 4 Mrebet/Prs) HUT ke 17 SMPN 4 Mrebet Berlangsung Meriah Pengawas SMP Dindikbud Purbalingga Arsyad Riyadi, S.Si (kiri) dan Kepala SMPN 4 Purbalingga Sugiarti, S.Pd (kanan) mengapit para juara dalam rabgka HUT ke 17 SMPN 4 Mrebet. (Foto: Humas SMPN 4 Mrebet/EDUKATOR)
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 6 EDUKATOR Tabloid Pendidikan NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 3 Purbalingga, Cegah Peserta Didik Langgar Hukum Banyumas Raya dibekali pendidikan Agama, salah pergaulan atau salah memilih teman, lingkungan tempat tinggal yang kurang baik dan pengaruh informasi global dari internet, TV, Film, Video, Games dan sebagainya. Untuk itu, Danif memberikan solusi beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenalan remaja. Diantaranya, orang tua harus dapat menjadi gur yang baik bagi anaknya, seringnya komunikasi di dalam lingkungan keluarga, penanaman ilmu agama yang kuat, dan pilihlah teman yang baik Selain itu, perlunya motivasi dari kelua rga , guru dan teman untuk melakukan hal-hal positif. “Serta salurkanlah hobi yang positif agar kalian t e r h i n d a r d a r i p e r i l a k u y a n g menyimpang,” sarannya.Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd menerima cendera mata dari Kejari Purbalingga Terkesan Sementara itu, para peserta sangat terkesan mengikuti acara JMS di SMPN 3 Purbalingga ini. Beberap peserta didik mengajukan pertanyaan, dan d awab dengan jelas dan lugas oleh nara sumber. “Acara seperti ini sangat bagus sekali. Kami jadi melek hukum, agar terhindar dari perbuatan melawan hukum sejak dini,” ujar Ketua OSIS SMPN 3 Purbalingga Bagaskara Khairul Imam.Senangnya mendapat tumbler minum dari Kejari Purbalingga Pada akhir acara, setiap peserta mendapatkan hadiah tumbler minum dari Kejari Purbalingga. (Prasetiyo) Pengamanan Pembangunan Strategis Bidang Intel en Kejari Purbalingga Danif Z a e n u W a y a , S H s a a t s e d a n g menyampaikan materi. Penyebab Kenakalan Remaja Danif Zaenu W aya juga menjelaskan, ada dua faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja. Pertama, faktor internal, yakni pencarian identitas diri dan kontrol diri yang lemah/labil. “Adanya kontrol diri yang lemah atau labil ini, mengakibatkan seseorang tidak bisa membedakan tingkah laku yang baik dan tidak baikuntuk dapat diterima di masyarakat. Akibatnya, seorang remaja terserat pada perilaku nakal. Faktor kedua, lanjutnya, yakni faktor eksternal. Diantaranya karena perceraian orang tua atau keluarga yang tidak harmonis, pendidikan yang salah di dalam keluarga seperti dimanjakan atau sebaliknya didik dengan kekerasan, tidak tahu dan melek hukum.Dan untuk diketahui, di samping fungsi penegakan h u k u m , Ke j a ri Pu r b a l i n g g a j u g a melakukan fungsi preventif, yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum, seperti y a n g d i l a k u k a n d i SMP Ne g e ri 3 Purbalingga saat ini,” ujarnya. Danif Zaenu W aya menjelaskan, kasus kenakalan remaja yang belakangan sering terajadi adalah tawuran. Untuk mengatasi hal itu, remaja harus memiliki kecakapan berpikir dulu.Yakni belajar mengenali dan menemukan informasi, mengolahnya, dan mengambil keputusan serta memecahkan masalah secara kreatif. Selain itu, dibutuhkan kesabaran. “Yang tidak kalah pentingnya, kita jangan terpancing emosi. Lebih baik kabur saja nggak usah ikut-ikutan,”sarannya.Kepala Sub Seksi Ekonomi, Keuangan dan P U R B A L I N G G A , EDUKATOR–Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga bekerjasama dengan SMP Negeri 3 Purbalingga menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Rabu (17/1/2024). Kegiatan diikuti 40 peserta didik dan lima guru, di Aula SMP Negeri 3 Purbalinga. Selanjutnya mereka akan menularkan kepada teman-temannya, dengan didampingi guru.Kepala Sub Seksi Ekonomi, Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Bidang Intel en Kejari Purbalingga Danif Zaenu W aya, SH saat berdialog dengan salah satu peserta Bertindak sebagai nara sumber dalam JMS itu ,Kepala Sub Seksi Ekonomi, K e u a n g a n d a n P e n g a m a n a n Pembangunan Strategis Bidang Intel en Kejari Purbalingga Danif Zaenu W aya, SH. Sedangkan kegiatan dibuka oleh Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd.Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno, S.Pd saat memotivasi peserta didik di sela-sela acara JMS Danif Zaenu W aya mengemukakan, program Jaksa Masuk Sekolah bertujuan memberi pengenalan, serta pembinaan hukum sejak dini. Sehingga peserta didik tidak terjerumus dan terlibat dalam p e l a n g g a r a n h u k u m , s e p e r t i penyalahgunaan narkoba, seks bebas, pornogra maupun pornoaksi, tawuran dan kebut-kebutan di jalan atau balapan liar. “ M e l a l u i k e g i a t a n i n i , k i t a mendekatkan siswa dengan pihak aparat penegak hukum, khususnya dengan Kejari Purbalingga, supaya peserta didik lebih Foto bersama usai kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMPN 3 Purbalingga, Rabu (17/1/2024). Titi Budi Rahayu Bekali Keterampilan Tari Guru RA kesempatan ini, piawai di bidang Tari Klasik, Garapan, Pantomim dan Tari Dolanan Anak. Ditambahkan oleh Bu Roro yang juga dikenal senbagai koreografer handal, Sanggar Kembar Arum berdiri tahun 2013 berada di RT 02/RW 03 Desa Gumiwang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Pendaftaran Di sanggar ini, Titi menularkan kepiawaiannya di bidang tari klasik, kreasi garapan, pantomim, dan tari dolanan anak. “Yang belajar di sanggar ini, tidak hanya anak PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, namun juga ada beberapa guru maupun masyarakat umum. Pendaftaran menjadi anggota sanggar, kami buka setiap saat,” kata Bu Titi Budi Rahayu kepada EDUKATOR. Sejauh ini, beberapa anak didik dari Sanggar Kembar Arum sering menjarai lomba tari di berbagai tingkatan. Informasi lebih jauh tentang Sanggar Kembar Arum, silakan kontak Titi Budi Rahayu di Nomor HP/WA: 0823- 2769-4000. (Prasetiyo) kegiatan ini, yang bertujuan untuk m e n i n g k a t k a n ke m a m p u a n d a n menambah wawasan para guru tentang gerakan tari yang mudah dilakukan anak didik, namun tetap indah untuk ditampilkan.Titi Budi Rahayu, S.Pd, SD M.Pd “Ini kegiatan yang sangat bagus, di mana para guru dibekali pengetahuan dan keterampilan menari. Ke depan, kegiatan seperti ini layak dilanjutkan,” ujar Hasti Nuraeni. Pada kesempatan tersebut, Ketua KKGRA Yatmi Astuti menjelaskan, k e g a t a n P e l a t i h a n T a r i A n a k Banyumasan ini sebagai tindak lanjut d a ri p r o g r a m t a h u n a n K K G R A Kecamatan Kejobong. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bu Titi Budi Rahayu yang telah menularkan ilmu dan keterampilan tari kepada para guru RA BA se Kecamatan Kejobong,” ujar Yatmi Astuti. Sementara itu, dengan tekun dan telaten, Titi Budi Rahayu yang akrab disapa Bu Roro, mengajari para guru RA BA. Selama ini, wanita yang sering t a m p i l m e n a ri d a l a m b e r b a g a i Raudhatul Athfal (KKGRA) Kecamatan Kejobong dengan Sanggar Kembar Arum ini, diikuti 23 orang guru Raudhatul Athfal – Bustanul Athfal (RA BA) se Kecamatan Kejobong. Kegiatan dibuka oleh Pengawas Madrasah Kecamatan Kejobong, Hasti Nuraeni, S.Pd.I, dihadiri Ketua KKGRA Yatmi Astuti, S. Pd. AUD dan para kepala RA BA se Kecamatan Kejobong. Hasti Nuraeni menyambut baik PURBALINGGA, EDUKATOR–Kepala SD Negeri 1 Lamuk , Kecamatan Kejobong Purbalingga yang juga pemilik Sanggar Kembar Arum Desa Gumiwang, Titi Budi Rahayu, S,Pd SD M.Pd menularkan kepiawainnya dalam Pelatihan Tari Anak Banyumasan, di Aula Kantor Pendidikan Madrasah Kecamatan Kejobong, Purbalingga, baru-baru ini. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Kelompok Kerja Guru Nara sumber pelatihan Tari Anak Banyumasan, Titi Budi Rahayu, S.Pd SD, M.Pd foto bersama peserta pelatihan. (Foto: dok pribadi/EDUKATOR)
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 7 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 NOMOR 33 Kuseduh Kata Pada Cawan Bimbang Lembar Sastra Secawan Kopi Kedai di Pinggiran Kota Aku menemukan lara yang mengendap mengecap pahitnya hidup semua terlihat suram, buram, kelam berkisah secawan kopi padanya tercurah kemanisan lalui sejauh bebanan dibawa pergi perjalanan hidup serupa teka-teki seteguk kopi pada secawan tadi membawa langkah kaki melayari samudera kasih ilahi layari hitam kelam hidup hingga menepi pada dermaga hati resapilah ... hidup amat manis bila disyukuri Bandung, 15 April 2022 Setiap hari lalu-lalang kendaraan cerita Menderu beriringan hiruk-pikuk orang-orang Hari-hari adalah kesibukan Meskipun ada cerita di antara derasnya peluh Semua sama-sama mengejar asa Juga dikejar bayang-bayang bimbang Pada sebuah kedai kecil Mencoba berdiri megah seolah di tengah kota Cerita-cerita terbawa resah Dibawa ke kota atau terbawa dari kota Orang-orang setiap hari sibuk Suara-suara mesin membangunkan lena Pulang-pergi setiap hari Setidaknya ada beberapa orang Sengaja singgah di kedai kecil ini Membawakan cerita resah Atau menambah keresahan Sebelum masing-masing membawanya pulang Bandung, 18 Mei 2022 Sesuatu menyelinap dalam ruang khayal Sesekali mencoba merayu Katakan saja tentang apa yang dirasakan Tuliskan saja tentang sebuah kebimbangan Namun, aku masih membisu Mendekap sepi sekiranya bertambah sepi Melarutkan sunyi sekiranya kian sunyi Menyeduh kata sekiranya semakin bimbang Pada cawan yang masih kosong Sementara kata-kataku menyepi Kebimbangan larut dalam sunyi Bandung, 22.7.22 PUISI PUISI KARYA DE EKA PUTRAKHA Persiapan Pulang Kampung Sebenarnya aku tak membawa apa-apa Selain kerinduan juga hati yang kesepian Sebagaimana kutemui kekecewaan Sampai pada akhirnya kubawa pulang Semuanya akan pergi Semuanya akan kembali Seumpama hati yang telah patah Satu demi satu menuju muasal : Pulang Bandung, 14 Agustus 2022 BIODATA DE EKA PUTRAKHA, berasal dari Bukittinggi, Sumatera Sumatera Barat. Pro lnya dapat dibaca dalam buku "Ensiklopedi Penulis Indonesia jilid 6" FAM Indonesia. Buku puisi tunggalnya antara lain; Hikayat Sendiri (2018) dan Perayaan Kata-Kata (2019). Tulisannya dimuat di berbagai media cetak dan daring (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Merupakan Pemenang 10 Resensi Terbaik "Resensi Buku Peringkat ASEAN 2020" anjuran Persatuan Penyair Malaysia. Dapat dihubungi via Facebook: De Eka Putrakha, instagram: @deekaputrakha. (*)
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 8 EDUKATOR Tabloid Pendidikan NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Burhan Nurgiyantoro p e r j a l a n a n , k a l i m a t i t u berdengung-dengung kencang di benak. *** S a t u j a m y a n g l a l u I b u membiarkan saya masuk ke dalam ruangan yang terlihat seperti hotel bintang lima yang baru saja diresmikan. Saat itu dia menguap panjang dan tampak baik-baik saja di atas ranjang besi selebar satu meter. Meski selang infus menjalar panjang dari lengan kirinya, namun wajahnya memancarkan riasan yang lebat. Kini sudah satu jam saya berada di kamar ini dan saya tengah duduk di atas sofa lipat sambil menyaksikan video Ainun. Ainun terpilih sebagai guru teladan untuk lomba mewakili sekolahannya. “Apa semua barang sudah kautata dengan benar?” tanya Ibu. “Sudah, Bu.” “Oh!” sahutnya, “siapa yang kaulihat?” “Ainun, teman SMA.” Jawaban itu hampir diabaikan. Selama ini Ibu memang tak peduli dengan teman-teman saya, atau bisa dibilang dia tak pernah mengenal Ainun. Dan tampaknya, baginya yang terpenting adalah kebekuan hati kami masingmasing yang mulai mencair. “Perawat tadi bilang kau diminta ke kasir untuk menebus obat.” S e k e t i k a j a n t u n g s a y a berdegup kencang. Seingat saya, hanya ada tiga lembar uang kertas merah yang lecek di tas: saya tidak menyangka jika hari ini dokter sudah mengizinkan Ibu pulang. Tiba-tiba Ibu menyodorkan dompet kulit bercorak merah pekat. Saya menunduk sesaat terpaksa menerima dompet itu sebelum beranjak ke luar. Namun di ambang pintu langkah saya terhenti ketika akhirnya Ibu berkata, “Itulah mengapa seorang ibu harus bekerja. Mereka tak ingin membebani siapa-siapa.” (*) M e n y a d a ri k a l i m a t y a n g dikatakannya saat itu, kini saya pun memaknai sama tatkala menjumpai motif pita itu di ba j unya . Tanpa r a g u , s a ya menekan like dan mengomentari videonya di Youtube. “Aku mengajar Matematika di kelas bilingual,” jelasnya. Lantas saya mengangguk-angguk. Meski saya sadar tanggapan itu sia-sia lantaran percakapan kami hanya sebatas chat di ponsel. Perubahan yang terjadi pada Ainun pastilah tidak terlepas dari peran serta sang ibu. Bahkan, kata Ainun, ibunya rela menjaga kedua c u c u n y a a g a r A i n u n b i s a melejitkan karir. E n t a h k e n a p a s e t i a p mengingat Ainun dan Ibunya saya jadi tercenung. Saya hanya bisa bercengkerama dengan Ibu saya d i k a l a g e l a p m e n y a p a . I a berangkat ketika lampu jalan depan rumah masih menyala, dan tiba ke rumah lagi di waktu lampu itu akan dinyalakan. Sedangkan Bapak, kedatangannya sebulan sekali saya kenali dari suara kegaduhan di ruang tamu dan kala itu saya memilih berbaring di kamar menghitung lubang-lubang dinding yang semakin lama kian membengkak. Selama ini Bi Jum yang mengurusi kebutuhan saya. Sepertinya menyenangkan memiliki ibu yang selalu ada untuk anaknya, begitulah yang saya pikirkan dan pemikiran demikian yang membuat saya—ketika sudah m e n i k a h d a n m e m i l i k i putra—memilih mengikuti jejak Ibu Ainun. Meski saya tahu Ibu saya akan kecewa mel ihat putri semata-wayangnya memilih untuk di rumah saja. “Kamu itu disekolahkan sampai S2 biar jadi wanita karir yang hebat. Bukan cuma momong anak. Semua kebutuhanmu selama ini juga sudah tercukupi. Tapi, kenapa seperti itu balasanmu pada kami?” Sebuah kilat menyambar dari mata Ibu. Mulutnya yang masih terpoles gincu merah muda seakan-akan menyemburkan percikan api. Saya sudah berulang kal i melewatkan panggi lan wawancara kerja, bahkan dengan terang-terangan saya juga menolak tawaran posisi yang BIODATA-Prima Yuanita, seorang ibu rumah tangga yang berkeinginan menjadi guru ngaji. Peraih juara I Lomba Karya Jurnalistik PKK tahun 2020 tingkat Provinsi Jawa Tengah.Penyuka makanan tradisional dan lagu-lagu bertangga nada mayor ini, sudah menerbitkan buku kumpulan cerpennya yang berjudul "Kidung Bakti" (Penerbit Nomina Ide Karya, 2023). Penulis Bisa dihubungi melalui akun Facebook: Prima Yuanita dan Instagram: prima_yuanita (*) ENAP tujuh menit tujuh Gbelas detik, ia bak kupukupu yang mengepakkan sayap ke sana ke mari. Merendahmeninggi, lalu hinggap di pangkal hati. Dulu di mata saya, Ainun tak u b a h n y a ke p o m p o n g y a n g berdiam diri dan miskin ekspresi. Belakangan saya jadi menyadari, berkawan dengannya, yang melekat selalu tentang sosok i b u n y a . M u n g k i n k a r e n a perempuan yang Ainun sebut 'ibu' i t u l a h , k i n i k a w a n k u bermetamorfosa menjadi pribadi yang luar biasa. *** Setelah bertahun-tahun tak bersua, hingga Ainun menyandang status ibu beranak dua, tiba-tiba perempuan yang pernah duduk sebangku dengan saya semasa berseragam putih-abu-abu itu menghubungi saya; dia meminta dukungan atas v ideonya di Youtube. Raga Ainun seolah berdiri di m u s i m s e m i N e g e r i R a t u Elizabeth. Lincah jemarinya berloncatan menggoreskan angka dan rumus di papan tulis putih. Mata sipitnya menyala-meredup, seirama intonasi bicara yang mirip logat penduduk sana. Saya heran, secepat itu English melekati dirinya? Blazer merah bata dengan aksen pita penghubung dua sisi kancing membalut tubuhnya yang ramping. Seketika saya teringat kotak penanya dulu terlapisi kain yang dibubuhi motif pita serupa. “ I b u b e r s u s a h p a y a h membuatkannya untukku,” kata A i n u n . M a t a n y a b e r b i n a r memancarkan sinar kemilauan. Saat itu, rasanya saya ingin meminjam sinarnya. Sinar yang a k a n s a y a g u n a k a n u n t u k menerangi mata saya ketika membicarakan Ibu saya. Tapi saya memilih untuk tetap tenang mendengarkannya. “ K a r e n a i t u k a u s e l a l u semangat belajar?” tanya saya. Ainun mengangguk dengan memamerkan gigi bawahnya yang renggang. “Aku tak mau mengecewakan Ibu. Doanya selalu menyertai pergerakan penaku.” m e n g g i u r k a n d i s e b u a h perusahaan milik rekan Ibu saya. “Setiap orang punya pilihan. Semoga Ibu bisa menghargainya.” “Pilihan? Jadi, ini yang kau sebut pilihan? Oke. Aku mau lihat bagaimana kalian bertahan!” ucapnya sebelum berlalu dari kami kemudian membanting pintu kamar. Suami saya menggenggam kuat jemari saya. Tangannya ikut bergetar. Saya menghela napas panjang. Kami memandang pintu itu bagaikan menyaksikan layar bioskop yang mempertunjukkan lm horor dengan suara keras dan menggelegar. Hati saya baru bisa berangsur tenang saat menyadari anak saya sudah terlelap di g e n d o n g a n . K a m i p u n m e m u t u s k a n b e r t o l a k k e kontrakan. Sehari setelah kejadian itu, Ibu tak pernah berkirim pesan, apalagi menjawab panggilan video dari saya. Setiap lewat di depan rumah pun pintu selalu tertutup rapat. Saya tahu seharusnya saya berbicara sopan pada Ibu, tapi saya tidak tahu harus berbicara apa. Saya hanya ingin dia tahu, bahwa setiap ibu punya alasan untuk sebuah keputusan. “Semua itu butuh waktu,” kata suami saya. Dan kalimat itu mendekam lama di rongga kepala saya dan terbawa ke mana-mana. Hingga di suatu waktu kepala saya ingin meledak karena suara Bi Jum yang serak dan berat itu menelepon saya. Saat itu pagi sedikit berkabut dan menjatuhkan gerimis pelan-pelan. “Ibu hipertensi dan masuk rumah sakit,” kata perempuan enam puluhan tahun itu dengan suara yang sama pelan. Gerimis masih turun tanpa petir, namun hati saya serasa disambar petir. Gegas saya minta tolong suami untuk menjaga anak kami. Beruntung saat itu ia mendapat jatah shift malam di perusahaan jadi paginya bisa di rumah. Maka saya pun langsung meluncur ke rumah sakit. Andai Ibu mengerti betapa berarti waktu seorang perempuan untuk keluarganya. Jika saya juga pekerja layaknya mereka, lalu siapa yang selalu ada untuk k e l u a r g a n y a ? S e l a m a d i ALASAN SEORANG IBU Oleh: Prima Yuanita Lembar Sastra
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 9 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 NOMOR 33 Artikel Ilmiah Populer Pembelajaran qawa’id atau tata Bahasa ini meliputi nahwu, Sharaf dan lainnya. Proses pembelajarannya h a r u s d i s e s u a i k a n d e n g a n kemampuan siswa. Keempat, belajar kosa kata (mufradat0 Di antara hal penting yang harus diperhatikan seorang guru dalam pembelajaran mufradat atau kosa kata adalah memperbanyak penggunaan satu kata dalam banyak situasii, dan juga memperluas ari dari kata tersebut. Pembelajaran mufradat yang efektif adalah menempatkannya dalam kalimat atau situasi yang tidak asing bagi siswa. Di samping itu guru dapat menjelaskan arti dai suatu kata degan cara menerjemahkannya ke dalam bahasa lain, menunjuk ke benda yang d i m a k s u d , d a n j u g a d a p a t mempergunakan gambar atau foto. Kelima, belajar mendengar (istima’). Pembelajaran istima’ secara sederhana dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: - Pembelajaran istima’ ini dapat d i m u l a i d e n g a n c a r a g u r u membacakan beberapa kalimat untuk didengarkan oleh siswa. - Kalimat yang dipilih dapt juga berbentuk perintah untuk dilaksnakan oleh siswa. Misalnya guru menyuruh ! احمد.. ذ القلم من الطاو ;Ahmad - Tahap berikutnya bisa dngan memperdengarkan cerita-cerita s e d e r h a n a d e n g a n d i b a c a k a n langsung atau pun menggunakan media. Beberapa langkah praktis dan sederhana di atas dapat dikuatkan dengan mempergunakan permainanpermainan dalam pembelajaran bahasa arab. Permainan bahasa yang dapat dipakai di antaranya scrable, true or false, komuni-kata, kata b e r a n t a i d a n l a i n n y a u n t u k pembe l a j a r a n kos a ka t a . Ju g a permainan ular tangga dan lainnya. Intinya media dan permainan ini semua d i h a r a p k a n d a p a t m e u j u d k a n ke i n g i n a n s emu a p i h a k u n t u k menampilkan pembelajaran bahasa a r ab yang menyenang kan dan membuat siswa semakin mudah menguasainya. Wallahu A’lam. (*) penuturnya. Pertama, Belajar Pengucapan huruf (makhar al-huruf) T a h a p p e r t a m a p r o s e s pembelajaran bahasa arab untuk non penutur adalah belajar pengucapan huruf-huruf h aiyah atau makhraj huruf arab dengan benar. Hal ini sangat penting, sebab siswa-siswi kita bukanlah orang arab, atau bahasa arab bukan bahasa ibu bagi mereka. Dan huruf h aiyah memiliki karateristik sendiri. Kedua, belajar percakapan. Pada level ini seorang guru mulai meningkatkan dari fase pengucapan huruf ke fase berikutnya yaitu percakapan. Para siswa mulai dilatih untuk mengucapkan kalimat-kalimat sederhana. Misalnya kalimat,كـــــــــــــتاب هذا kemudian ditambah kata tanya siswa kemudianهل هذا كــــــــــــتاب؟ .. menjadi diminta untuk menjawab dengan م نــــعـــــ atau ل . ا kemudian guru dapat mengembangkan model pertnyaan dan juga susunan katanya sedikit demi sedikit secara bertahap. Media yang dapat membantu poses pembelajaran di level ini peragaan benda-benda yang ada di sekitar kita. Misalnya pulpen, buku, p e n g g a ri s , b a j u d l l . D e n g a n memeragakan benda-benda nyata di sekitar akan membantu siswa untuk trus mengingatnya. Jangan lupa untuk terus mengulang proses percakapan ini, misalnya siswa diminta menirukan dan lain sebagainya. Ketiga, belajar tata bahasa (qawa’id) BAHASA Arab bagi umat Islam menduduki posisi yang cukup penting. Dapat dikatakan bagi mereka bahasa arab tidaklah asing. Setiap harinya mereka melafalkan ratusan kosa kata arab dalam shalat dan ibadah lainnya. Dalam kenyataannya, khususnya di kalangan umat muslim Indonesia sebagai salah satu kelompok non penutur bahasa arab, posisi strategis bahasa arab di atas tidak otomatis mejadikannya mudah dipelajari. Tetap saja bahasa arab merupakan materi yang sulit. Bahkan bagi sebagian siswa s i s w i m a d r a s a h d i b e r b a g a i tingkatannya, mereka memandang bahasa arab sebagai momok yang menakutkan. Keberhasilan pengajaran bahasa Arab adalah dengan latihan dan p e n g u l a n g a n , s e d a n g k a n kegagalannya adalah karena tidak b a n y a k l a ti h a n, t e t a p i h a n y a memberikan kaidah-kaidah atau aturannya saja ( Abdul Mu’in, 2004 : 40- 45 ). Berikut ini akan dibahas secara singkat beberapa langkah strategis d a n t a h a p a n -t a h a p a n d a l a m pembelajaran bahasa arab untuk non teknologi dalam pembelajaran, dan strategi evaluasi yang efektif. Kedua, Mendorong Kolaborasi dan Pertukaran Pengalaman K e p a l a s e k o l a h d a p a t menciptakan forum kolaboratif antara guru untuk berbagi pengalaman, metode pengajaran terbaik, dan s tr a tegi menga t a s i t ant angan p e m b e l a j a r a n . H a l i n i d a p a t memperkaya pengetahuan dan keterampilan guru. Ketiga, Memberikan Dukungan dan Umpan Balik Konstruktif Kepala sekolah perlu memberikan dukungan aktif kepada guru, baik dalam hal materi maupun motivasi. Memberi kan umpan bal i k yang konstruktif juga penting untuk membantu guru meningkatkan kinerja mereka. Adapun contoh nyatanya: Sebagai contoh, kepala sekolah S D N 1 K a r a n g t e n g a h d a p a t meng g andeng ahl i pendidi kan setempat untuk memberikan pelatihan kepada guru mengenai penerapan kurikulum terbaru. Selain itu, mereka dapat membentuk kelompok kerja guru untuk saling bertukar pengalaman dan memberikan umpan balik satu sama lain. Dukungan aktif dari kepala sekolah juga tercermin dalam penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran. Dapat dismpulkan , kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu guru di SDN 1 Karangtengah. Dengan memberikan pelatihan, mendorong kolaborasi, dan memberikan dukungan aktif, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan profesional guru. Melalui langkahlangkah ini, mutu guru akan meningkat, dan pada akhirnya, akan memberikan dampak positif pada prestasi belajar siswa di sekolah tersebut.(*) kepala sekolah adalah gur yang harus mampu menjadi role model bagi semua elemen di sekolah. Pemimpin tersebut harus dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan pandangan jauh ke depan bagi kemajuan sekolah. Sedangkan Mutu guru dapat dide nisikan sebagai sejauh mana guru dapat mencapai standar kinerja yang diharapkan, baik dalam hal keahlian mengajar, kepribadian, maupun interaksi dengan siswa. Guru yang memiliki mutu tinggi akan mampu memberikan pengajaran yang efektif, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan berkontribusi positif terhadap perkembangan siswa. (Daryono, 2018). Dalam kaitan ity, berikut tips dan Langkah-Langkah yang penulis lakukan untuk memajukan mutu guru dan siswa di SDN 1 Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga. Pertama, Pemberian Pelatihan dan Pengembangan Profesional K e p a l a s e k o l a h d a p a t mengadakan pelatihan rutin dan pengembangan profesional untuk guru-guru di SDN 1 Karangtengah. Pelatihan ini dapat mencakup metode pengajaran terbaru, pemanfaatan KEPALA sekolah memiliki peran y a n g s a n g a t v i t a l d a l a m pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan di sebuah sekolah. Salah satu sekolah yang perlu perhatian khusus adalah SDN 1 Karangtengah, y a n g b e rl o k a s i d i Ke c a m a t a n Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Dalam konteks ini, peran kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan mutu guru, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada prestasi siswa. Menurut Dr. John C. Daresh (2019), kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengarahkan dan mengelola seluruh aktivitas sekolah. Pemimpin tersebut tidak hanya bertanggung jawab terhadap pencapaian akademis, tetapi juga terhadap pengembangan budaya sekolah yang kondusif dan efektif. Senada dengan itu, Prof. Dr. H. Fuad Hasan (2003) menjelaskan, Oleh: Siti Fatimah, S.Ag Guru MI Ma’arif NU Pasunggingan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Manfaat Permainan Gobag Sodor Bagi Kesehatan sama. Permainan ini diketahui mampu m e m b u a t a n a k - a n a k y a n g memainkannya berperilaku yang baik kepada teman-temannya, baik saat bermain maupun setelah selesai permainan.Ini karena setiap anak diharuskan untuk bekerja keras bersama teman-teman satu tim agar bisa memenangkan permainan. Kedua, Meningkatkan kepercayaan diri, Memiliki kepercayaan diri yang tinggi sangat penting sejak masa kanakkanak. Dengan kepercayaan diri yang baik, anak bisa lebih percaya terhadap kemampuan dirinya untuk bisa mencapai kesuksesan. Permainan gobak sodor melatih anak untuk bisa percaya pada dirinya sendiri saat melewati setiap tahap halangan, serta membantu anggota tim lainnya agar bisa mencapai garis akhir. Ketiga, Melatih kerja tim, Gobak sodor mengharuskan setiap pemain untuk bisa bekerja bersama sebagai satu kelompok untuk bisa menang melawan kelompok lain. Kerja tim atau kelompok yang baik akan membentuk satu kelompok yang kuat agar bisa mencapai tujuan bersama. Ini bukan hanya bisa diterapkan saat bermain permainan ini, tetapi juga sebagai kemampuan tambahan di kehidupan sehari-hari. Keempat, Melatih kepemimpinan, Selain melatih kemampuan bekerja dalam kelompok, gobak sodor juga bisa mengasah keterampilan anak dalam memimpin. Pada permainan ini, salah satu anak umumnya akan memiliki peran yang lebih banyak untuk bisa menjadi pemimpin bagi teman-temannya dalam menyusun strategi dan rencana agar bisa memenangkan permainan. Hal ini secara tidak langsung juga akan melatih sifat kepemimpinan anak yang bisa ia gunakan di situasi atau kondisi lainnya. .(*) Tanto Taruno (2019), permainan tradisional adalah suatu sistem yang mencakup seluruh kehidupan manusia dan diwariskan secara turun-temurun melalui generasi. Ia menekankan bahwa permainan tradisional bukan hanya sebagai sarana rekreasi semata, tetapi juga memiliki nilai-nilai edukatif, budaya, dan keterampilan yang dapat membentuk kepribadian dan karakter generasi muda. Salah satu permainan tradisional yang tak asing di wilayah Purbalingga, adalah Gobak Sodor . Gobak sodor a d a l a h s a l a h s a t u p e r m a i n a n tradisional yang ada di Indonesia. Permainan ini juga dikenal sebagai permainan hadang, terrobos, galasin, atau galah asin. Kata gobak berarti p e r m a i n a n t r a d i s i o n a l y a n g menggunakan lapangan segi empat berpetak-petak dan kata sodor berarti mengulurkan tangan. Sebagai permainan, gobak sodor ternyata memiliki beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh anak setelah memainkan permainan ini bersama dengan teman-temannya dia antara manfaat tersebut yaitu : Pertama, Membentuk kepribadian anak , Kemampuan tersebut di antaranya adalah tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, dan kooperatif atau kerja INDONESIA kaya akan permainan tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sudarsono (1985) menjelaskan, permainan tradisional adalah aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak dengan menggunakan aturan yang sudah ada sejak dulu, tanpa adanya unsur-unsur e k o n o m i a t a u p e rt a r u h a n . I a menekankan bahwa permainan tradisional adalah wujud kegiatan sosial dan budaya yang turun temurun, menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat. Senada dengan itu, Purwadi (1999) menyat a kan bahwa perma inan tradisional adalah suatu kegiatan yang bersifat spontan, dilakukan oleh anaka n a k a t a u m a s y a r a k a t d a l a m kehidupan sehari-hari. Permainan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan informal yang membentuk k a r a k t e r, k e t e r a m p i l a n , d a n kecerdasan anak-anak secara alamiah. Sementara menurut Budiman Oleh : Sutriyani , S.Pd Guru PJOK SD Negeri 1 Bedagas Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Guru dan Siswa di SDN 1 Karangtengah Pembelajaran Mudah Skill Bahasa Arab untuk Penutur Non Arab Oleh: Jito Sarwono, S.Pd.SD. Kepala SDN 1 Karangtengah Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 10 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 keadaan, guru mengarahkan siswa untuk menghasilkan tulisan berbasis data angka. Misalkan untuk deskripsi keadaan kelas, data jumlah kursi, jumlah meja, jumlah siswa perempuan, jumlah siswa laki-laki, jarak antara rumah dengan sekolah dan lain-lain yang data hasilnya menggunakan angka. Sedangkan deskripsi keadaan lingkungan kelas, misalkan data jumlah pot yang ada di depan kelas, ukuran jendela kelas, luas halaman teras, jumlah kendaraan guru di parkiran dan lain-lain. Proses penulisan deskripsi keadaan dengan data-data angka yang dihas i l kan memerlukan proses menghitung. Proses menghitung inilah yang menjadi bentuk ketrampilan b e r n u m e r a s i s i s w a . L a n g k a h selanjutnya bisa dilakukan dengan melakukan analisis atas data yang didapatkan untuk bisa disajikan dalam bentuk table, gra k dan lain-lain. Setelah itu, siswa dilanjutkan menulis narasi atas hasil analisis numerasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Tahapan-tahapan ini pada awal penerapan membutuhkan waktu yang cukup lama. Siswa memerlukan penyesuaian banyak hal, misalkan cara mendapatkan data, cara menghitung, cara membuat tabel, cara membuat gra k hingga cara menerjemahkan data numerasi yang didapatkan untuk diolah menjadi narasi tertentu. Namun seiring waktu dan dengan semakin seringnya s i s w a m e n e r a p k a n p r o s e s pemb e l a j a r a n i n i , ketr ampi l a n bernumerasi semakin terasah. Siswa bisa semakin mandiri untuk menggali data, menghitung data numerasi yang ada dan mengolahnya menjadi naskah narasi yang cukup kaya dengan data numerasi. Proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan ketrampilan s i s w a b e r n u m e r a s i m e l a l u i pembelajaran Bahasa Indonesia ini dirasa efektif dan menyenangkan. Produk pembelajaran berupa tulisan deskripsi juga semakin berkualitas karena didukung data-data yang valid karena berdasarkan hasil pengamatan langsung. Konsep pembelajaran ini bisa diterapkan juga pada mata pelajaran lain yang tidak biasa dilakukan secara n u m e r a s i . H a n y a d i p e r l u k a n penyesuaian dengan konteks yang dipelajari. Sehingga muatan khas mata Pelajaran tersebut tetap jelas meski disajikan dalam angka-angka.(*) International Student Assessment (PISA). Saat ini pemerintah tampak serius untuk berusaha meningkatkan ketrampilan siswa berliterasi dan bernumerasi melalui banyak program. Salah satunya melalui kegiatan Asesmen Nasional yang hasilnya tercermin dalam rapor pendidikan sekolah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang lekat dengan literasi. Program pembelajaran hingga asesmen yang diterapkan sudah terbiasa menerapkan literasi, misalkan melalui bacaan-bacaan singkat. Namun, siswa kurang mendapat pembelajaran yang cukup dalam bidang numerasi. Padahal seharusnya tidak perlu ada lagi dikotomi pelajaran dalam berlajar numerasi dan literasi. Seperti Bahasa Indonesia yang dianggap hanya bisa mengembangkan ketrampilan siswa berliterasi saja. Sedangkan pembelajaran yang lain, seperti matematika hanya untuk numerasi saja. Pasalnya, setiap mata pelajaran pada dasarnya bi sa diarahkan untuk meningkatkan ketrampilan siswa dalam berliterasi sekaligus bernumerasi. Penulis selaku guru di SMP Negeri 2 Pulosari, Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan dengan rekan guru lain mencoba menerapkan progr am inova s i da l am r angka meningkatkan ketrampilan siswa dalam bernumerasi melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Inovasi yang dilakukan adalah dengan menyajikan tu l i s an be rda s a r kan fa k t a dan pengalaman dalam bentuk teks deskripsi. Kegiatan yang diangkat adalah mendeskripsikan keadaan kelas dan lingkungannya. Dalam melakukan pendeskripsian KETRAMPILAN berliterasi dan bernumerasi merupakan aspek penting dalam pendidikan. Literasi diartikan sebagai melek huruf, kemampuan m e m b a c a d a n m e n u l i s , kemelekwacanaan atau kecakapan d a l a m m e m b a c a d a n m e n u l i s . Pengertian literasi berdasarkan konteks pengunaannya merupakan integrase keterampilan menulis, membaca, dan ber kir kritis (Purwati, 2 01 7 ) . Se d a n g k a n ke m a m p u a n numerasi menurut Mariamah et al., (2021) merupakan kemampuan dalam menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Selain itu juga terkait dengan kemampuan m e n g a n a l i s i s i n fo r m a s i y a n g ditampilkan dalam berbagai bentuk, seperti gra k, tabel, bagan, dan lainlain. S e j a k d i l u n c u r k a n o l e h K e m e n t r i a n P e n d i d i k a n d a n K e b u d a y a a n t a h u n 2 0 1 5 l a l u , ketrampilan siswa berliterasi dan bernumerasi ternyata masih belum cukup optimal. Indikatornya secara nasional adalah peringkat Indonesia yang masih rendah di Programme for seimbang. Pembentukan Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat: Melalui kegiatan membawa bekal, tumbuhnya kebiasaan baik seperti mencuci tangan, menjaga keber s ihan, dan mengonsums i makanan sehat dapat terbentuk secara alami. Cuci Tangan: Kegiatan dimulai dengan memberikan arahan kepada peserta didik untuk mencuci tangan sebelum makan. Setelah beberapa minggu berjalan, peserta didik secara otomatis akan mencuci tangan tanpa arahan tambahan. Kedisiplinan: Kegiatan ini juga membentuk kedisiplinan. Rutinitas yang berlangsung secara teratur membentuk kedisiplinan peserta didik, terlihat dari kepatuhan mereka dalam membawa bekal makanan sehat dan mencuci tangan dengan tertib. Sementara itu contoh-contoh bekal dengan menu gizi seimbang melibatkan kombinasi makanan dari berbagai kelompok gizi. Berikut beberapa contoh: Pertama, menu Nasi, Ayam Panggang, dan Sayuran: Bekal ini mencakup karbohidrat dari nasi, protein dari ayam panggang, dan serat serta vitamin dari sayuran. Kedua, menu Roti , keju, dan buahbuahan Segar: Kombinasi roti gandum sebagai sumber karbohidrat kompleks, keju sebagai sumber protein dan lemak sehat, serta buah-buahan segar untuk tambahan serat dan vitamin. Ketiga, Tahu/Tempe Goreng, Nasi Me r a h, d a n La l a p a n : Be k a l i n i memberikan protein nabati dari tahu/tempe, karbohidrat kompleks dari nasi merah, dan vitamin serta mineral dari lalapan. Dapat disimpulkan, membawa bekal ke sekolah menjadi salah satu langkah inovatif untuk meningkatkan PHBS di SD Negeri 2 Purbalingga Wetan. Dengan mengintegrasikan gizi seimbang dalam bekal dan membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak d i n i , p e s e r t a d i d i k d a p a t mengembangkan pola hidup yang mendukung kesehatan mereka. (*) tangan dengan air yg mengalir dan memakai sabun, mengkonsumsi jajanan/makanan sehat , menggunakan jamban yang bersih & sehat, olahraga yang teratur dan terukur, memberantas jenti k nyamuk , tida k merokok , menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan, dan membuang sampah pada tempatnya. Dalam rangka meningkatkan PHBS di SD Negeri 2 Purbalingga Wetan, penulis sebagai guru PJOK telah menerapkan atau membiasakan siswa untuk membawa bekal makan siang yang akan dimakan bersama pada siang hari. Adapun langkah-langkah yang diambil melibatkan: Pemilihan Bekal yang Seimbang Gizi: Bekal yang dibawa ke sekolah s e b a i k n y a s e s u a i d e n g a n g i z i seimbang. Gizi seimbang merupakan konsep konsumsi makanan yang mencakup semua kelompok makanan yang diperlukan tubuh untuk tumbuh, berkembang, dan beraktivitas seharihari. Gizi Seimbang: Gizi seimbang mencakup konsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral d a l a m p r o p o r s i y a n g t e p a t . Menyertakan buah, sayur, sumber protein (daging, ikan, tahu, tempe), karbohidrat (nasi, roti, pasta), dan lemak sehat (minyak zaitun, kacangkacangan) merupakan prinsip dasar gizi PENDIDIKAN Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di sekolah m e m i l i k i p e r a n p e n ti n g d a l a m membentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) peserta didik. Salah satu inovasi yang diterapkan di SD Negeri 2 Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan PHBS adalah dengan membawa bekal ke sekolah. Langkah ini diambil untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini dan mengintegrasikannya dalam aktivitas sehari-hari. PHBS dalam tatanan institusi pendidikan adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat (Atikah, 2018). Sedangkan menurut Sartono (2019), PHBS sekolah terdiri dari beberapa indikator yaitu mencuci Oleh: Agung Hari Subroto, S.Pd Guru SMP Negeri 2 Pulosari Kabupaten Pemalang Salat Berjamaah sebagai Pembentuk Karakter Siswa terhadap sesama. Di MI P2 Meri, praktik salat berjamaah dilaksanakan secara rutin setiap hari. Siswa-siswi berkumpul di musala sekolah untuk melaksanakan s a l a t b e r s a m a - s a m a . M e r e k a mempersiapkan diri dengan berwudhu dan mengatur barisan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Guruguru juga turut serta dalam salat berjamaah, memberikan contoh dan bimbingan kepada siswa-siswi. Salat berjamaah tidak hanya membentuk karakter siswa, tetapi juga memberikan berbagai manfaat, antara lain: Ketenangan Batin: Melaksanakan salat berjamaah membantu siswa menenangkan pikiran dan hati mereka, mengurangi stres dan kecemasan. Penguatan Iman: Beribadah bersama-sama memperkuat rasa keimanan siswa, membantu mereka memahami nilai-nilai agama secara lebih mendalam. Pembentukan Kebiasaan Positif: S a l a t b e r j a m a a h m e m b a n t u membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari siswa, yang berpotensi membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan mereka. D a p a t d i s i m p u l k a n , s a l a t berjamaah bukan hanya sekadar ritual ibadah, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter siswa. Di MI P2 Meri, salat berjamaah menjadi bagian integral dalam pendidikan karakter, membantu siswa membangun kedisiplinan, ke rj a s a m a , ke b e r s a m a a n, d a n solidaritas. Dengan melaksanakan salat berjamaah secara rutin, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam masyarakat.(*) yang dibentuk oleh interaksi dengan lingkungannya. Salat berjamaah memiliki potensi yang besar dalam membentuk karakter siswa karena: Kedisiplinan: Salat berjamaah m e l i b a t k a n w a k t u y a n g t e l a h ditetapkan secara ketat. Siswa perlu hadir tepat waktu dan mempersiapkan diri secara mental dan sik. Ini membantu membangun kedisiplinan d a l am me n j a l a n i r u ti n it a s d a n menghormati waktu. Kerjasama dan Keharmonisan: Salat berjamaah mendorong siswa u n t u k b e k e r j a s a m a d a l a m melaksanakan ibadah secara bersamas a m a . M e r e k a b e l a j a r u n t u k berkomunikasi, mengikuti aturan yang telah ditetapkan, dan menghormati ruang bersama. Ini memperkuat nilainilai kerjasama dan keharmonisan dalam karakter mereka. Kebersamaan dan Solidaritas: Salat berjamaah membangun rasa kebersamaan dan solidaritas di antara siswa. Mereka merasakan bahwa mereka adalah bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar, dan ini membentuk rasa tanggung jawab SALAT berjamaah di MI P2 Meri, Kecamatan Kutasari, Purbalingga selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat siswa berada di lingkungan madrasah. Salat berjamaah ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Menurut Prof. Dr. Dadang Hawari (2019), karakter adalah "keseluruhan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh individu secara sadar dan terus menerus yang dapat menunjukkan s i kap, peri l a ku, dan ni l a i yang dimilikinya. Sedangkan Prof. Dr. Zainal Ari n (2020) menjelaskan, karakter sebagai "keseluruhan sifat dan perilaku individu yang bersifat khas, yang berkembang sebagai hasil dari interaksi individu dengan lingkungannya." Dari kedua de nisi ini, dapat d i s i m p u l k a n b a h w a k a r a k t e r melibatkan perilaku, sikap, nilai, dan sifat khas yang menjadi ciri individu Oleh: Tarsini, S.Pd.I,M.Pd Guru MI P2 Meri Kecamatan Kutasari Kabupaten Purvbalingga Meningkatkan PHBS dengan Membawa Bekal ke Sekolah Meningkatkan Ketrampilan Siswa Bernumerasi dalam Bahasa Indonesia Oleh: Widiyanti, S.Pd Guru SD Negeri 2 Purbalingga Wetan Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 11 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 NOMOR 33 M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A Artikel Ilmiah Populer pentas seni untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menampilkan kemampuan senam ritmik mereka. Sesungguhnya, senam ritmik memiliki banyak manfaat. Pertama, meningkatkan kebugaran tubuh, keseimbangan, dan koordinasi. Kedua, mendorong anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui gerakan dan alat senam ritmik. Ketiga, membangun kerjasama dan interaksi sosial melalui latihan kelompok. Senam ritmik dengan musik menawarkan kombinasi antara aktivitas sik yang menyenangkan dan ekspresi artistik. Rhythm musik memberikan kesan asyik dan memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam setiap gerakan. Sementara itu, contoh-contoh Senam Ritmik:Senam Bola: Gerakan memutar dan melemparkan bola dengan irama musik. Senam Pita: Gerakan elegan menggunakan pita warna-warni yang membentuk pola indah. Senam Tali: Koordinasi gerakan tubuh dengan tali yang memberikan tantangan ekstra. Dapat disimpulkan, senam ritmik dengan musik bukan hanya kegiatan sik semata, tetapi juga sebuah seni gerak yang menggugah kreativitas dan ekspresi. Integrasi senam ritmik dalam pembelajaran PJOK di SDN 4 Pasunggingan tidak hanya memberikan manfaat sik, tetapi juga mengembangkan aspek sosial dan artistik anak-anak. Dengan asyiknya belajar senam ritmik dengan musik, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, kreatif, dan berbakat. m e m a d u k a n k e i n d a h a n d a n kesempurnaan teknis. Pembelajaran senam ritmik di SDN 4 P a s u n g g i n g a n d a p a t diintegrasikan dalam mata pelajaran PJOK. Hal ini akan membantu anakanak mengembangkan koordinasi, eksibilitas, dan kepekaan terhadap ritme musik sejak usia dini. Adapun l angkah-l angkah Mengajarkan Senam Ritmik dengan Musik di SDN 4 Pasunggingan: a. Pengenalan Alat Senam Ritmik: Kenalkan anak-anak pada berbagai alat senam ritmik, seperti bola, tali, dan pita. b. Pemahaman Gerakan Dasar: Ajarkan gerakan dasar senam ritmik, seperti putaran, lemparan, dan p e r u b a h a n p o s i s i , d e n g a n menggunakan alat tersebut. c. Pengenalan Rhythm Musik: Gabungkan gerakan dengan irama m u s i k u n t u k m e n i n g k a t k a n kepekaan ritmik anak-anak. d. Latihan Kelompok: Berikan latihan dalam bentuk kelompok untuk mengembangkan kerjasama dan koordinasi antar siswa. e. Pentas Seni: Selenggarakan SENAM ritmik adalah bentuk senam yang menggabungkan gerakan tubuh dengan permainan alat, seperti bola, tali, pita, atau gelang. Kegiatan ini tidak hanya m e n y e n a n g k a n, t e t a p i j u g a memberikan banyak manfaat bagi perkembangan sik dan mental. Mari kita jelaskan tiga de nisi senam ritmik menurut pakar olahraga, s e rt a h u b u n g a n n y a d e n g a n pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 4 Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga. Menurut Suryono (2017), senam ritmik adalah bentuk senam yang melibatkan gerakan tubuh yang terkoordinasi dengan musik, sehingga dapat meningkatkan kepekaan sensorik anak. Senada dengan itu, Wursito Tanoyo (2021) menjelaskan, senam ritmik sebagai seni gerak tubuh yang dadu adalah 2, 5, dan 3, maka median adalah 3. Modus (Nilai Paling Sering Muncul): Setiap siswa melempar dadu beberapa kali. Catat hasil lemparan dadu. Tentukan nilai yang paling sering muncul sebagai modus. Contoh: Jika hasil lemparan dadu adalah 3, 5, 2, 3, 4, dan 3, maka modus adalah 3. Berda s a r kan pengamat an p e n u l i s , a d a k e l e b i h a n d a n kekurangan menggunakan alat peraga dadu dalam pembelajaran materi statistika sederhana ini. Kelebihannya, penggunaan dadu membuat pembel a j a ran lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa; Dadu membantu siswa memvisualisasikan konsep statistika dengan cara yang mudah dipahami; dan media dadu dapat meningkatkan p a r t i s i p a s i s i s w a d a l a m pembelajaran. Sedangkan kekurangannya, dadu memiliki keterbatasan variasi data dibandingkan dengan metode statistika yang lebih kompleks. Selain itu, hasil lemparan dadu m u n g k i n ti d a k a k u r a t u n t u k merepresentasikan konsep statistika secara keseluruhan. D a p a t d i s i m p u l k a n menggunakan dadu sebagai alat p e r a g a d a l a m p e m b e l a j a r a n statistika di Kelas VI SD Negeri 1 Kal aran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga dapat memberikan pengalaman belajar yang unik dan bermanfaat. Dengan memadukan konsep Mean, Median, dan Modus dengan permainan dadu, siswa tidak hanya dapat memahami konsep tersebut dengan lebih baik tet a p i j u g a d a p a t m e n i k m a ti pembelajaran matematika dengan cara yang menyenangkan. Meskipun ada beberapa kekurangan, kelebihan dari pendekatan ini membuatnya menjadi alternatif yang menarik dalam membantu siswa memahami statistika.(*) Sudjana (2020), alat peraga adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif. Da l a m k a it a n i n i , m a t e ri statistika di Kelas VI SD melibatkan konsep Mean (rerata), Median (tengah), dan Modus (nilai paling sering muncul). Untuk membuat pembelajaran ini lebih menarik, langkah-langkah belajar Mean, M e d i a n , d a n M o d u s d a p a t diintegrasikan ke dalam permainan dadu. Langkah-langkah Belajar Mean, M e d i a n , d a n M o d u s d e n g a n Permainan Dadu: Mean (Rerata).Setiap siswa melempar dadu sebanyak lima kali. Catat hasil lemparan dadu masing-masing. Hitung rerata dari hasil lemparan dadu tersebut. Contoh: Jika hasil lemparan dadu adalah 3, 4, 2, 6, dan 5, maka rerata adalah (3+4+2+6+5)/5 = 20/5 = 4. Median (Tengah). Setiap siswa melempar dadu tiga kali. Urutkan hasil lemparan dadu dari yang terkecil hingga terbesar. Tentukan nilai tengah sebagai median. Contoh: Jika hasil lemparan PEMBELAJARAN Matematika di Kelas VI SD Negeri 1 Kal aran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten P u r b a l i n g g a d a p a t m e n j a d i pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa. Salah satu metode yang kreatif dan efektif untuk mengajarkan statistika adalah dengan memanfaatkan dadu sebagai alat peraga. Ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik tetapi juga membantu siswa memahami konsep-konsep statistika dengan lebih baik. Alat peraga dapat diartikan sebagai suatu perangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat, dan di susun seca ra senga j a yang d i g u n a k a n u n t u k m e m b a n t u m e n a n a m k a n d a n m e m a h a m i konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam pembelajaran (Annisah, 2017). Menurut Estiningsih (2018), alat p e r a g a m e r u p a k a n m e d i a pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri konsep yang dipelajari . Sedangkan menurut Oleh: Restuti Handayani,S.Pd Guru SD Negeri 4 Pasunggingan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Peran Guru dan Orangtua Dalam Membentuk Karakter Anak di MI Ma’arif NU Limbangan komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dalam pembelajarannya, ke 18 karakter tersebut harus dilaksanakan bersama antara guru dan orang tua. Saat ini banyak terjadi kesenjangan antara guru dan orang tua. Misalnya di sekolah anak sudah dilatih untuk memiliki karakter yang include d e n g a n b e r b a g a i k e g i a t a n pembelajaran. Ternyata di rumah orang tua kurang peduli dengan perilaku anak. Akhirnya apa yang ditanamkan guru di sekolah tidak dipupuk di rumah. Atau sebaliknya, orang tua/keluarga sudah menanamkan karakter pada anak, di sekolah program sekolah kurang mendukung.Akhirnya karakter baik anak menjadi tipis, tidak kuat dan lambat laun hilang, dan anak menjadi berkarakter buruk. Pe n e r a p a n p e m b e l a j a r a n berkarakter di sekolah, sebaiknya d i l a k s a n a k a n s e p e rti h a l n y a pendidikan karakter di dalam keluarga. Pembelajaran diberikan k e p a d a a n a k j a n g a n k a r e n a d i p e r i n t a h o l e h P e r a t u r a n K e m e n d i k n a s a t a u peraturan–peraturan lain. Akan tetapi lakukanlah kerena panggilan jiwa, merasa bertanggun awab dengan karakter anak yang semakin terkikis dan merosot. Membentuk karakter siswa bukanlah hal mudah.Sikap positif guru dan orang tua adalah alat yang kuat yang bi sa meningkatkan antus iasme dan menciptakan atmosfer yang kondusif untuk belajar.Dalam hal ini, berikan kesempatan kepada anak untuk menanamkan kebiasaan yang baik melalui, obrolan, atau cerita yang dapat berupa studi kasus. Kesimpulannya, pendidikan karakter tidak bisa dilakukan oleh guru saja, atau oleh orang tua saja.Akan tetapi harus dilaksanakan bersama, seiring sejalan, satu tujuan dan tidak bisa berbeda arah. (*) prasarana, pembiayaan, dan ethos k e r j a s e l u r u h w a r g a sekolah/lingkungan. Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter Penanaman pendidikan karakter di tempat penulis bekerja, yakni di MI Ma’arif NULimbangan, Kecamatan Kutasari, Purbalingga dilakukan dengan menanamkan pembiasanpembiasaan yang baik. Dengan pembiasaan perilaku yang baik, anak akan dapat memahami, merasakan dan akhirnya mau berperilaku (berkebiasaan) baik tanpa harus diperintah, dipaksa ataupun diberi hadiah. Dari sinilah akan terbentuk tabiat yang baik. Jangan sampai ada anak berkemampuan berhitung yang b a g u s t a p i d ite r a p k a n u n t u k memanipulasi data atau ada anak terampil melakukan penelitian tetapi digunakan untuk hal yang merugikan orang lain, bahkan ada anak yang lihai merakit mesin tapi digunakan di jalan yang salah. Inilah yang harus menjadi perhatian para orang tua dan guru. Ada 18 nilai karakter yang terkandung dalam pendidikan karakter bangsa, yaitu relegius, jujur, toleransi, disiplin, kerjakeras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah a i r , m e n g h a r g a i p r e s t a s i , GURU memiliki peran sentral dan strategis dalam pembangunan bangsa. Dalam pembelajaran di kelas , guru harus bias menanamkan pendidikan karakter yang baik. Sesungguhnya, pendidikan karakter seperti dikemukakan Akhmad Sudrajat (2015), adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di s e k o l a h , s e m u a k o m p o n e n (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponenkomponen pendidikan itu sendiri, y a it u i s i k u ri k u l u m , p r o s e s p e m b e l a j a r a n d a n p e n i l a i a n, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana Oleh: Rokhmiati.S.Pd.I Guru MI Ma'arif NU Limbangan Kecamatan Kutasari' Kabupaten Purbalingga Yuk, Belajar Statistika di Kelas VI SD dengan Bermain Dadu. Asyiknya Belajar Senam Ritmik Dengan Musik Oleh : Siti Mustafiah, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Kalijaran Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 12 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 panduan dan re eksi kepada siswa setelah melibatkan mereka dalam "Trust Exercise", membantu mereka mengenali perasaan, keberanian, dan kepercayaan diri yang muncul selama latihan. Terkai hal itu, solusi yang dilakukan penulis untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa sebagai berikut. Pertama, menjadikan "Trust Exercise" sebagai bagian rutin dalam ke g i a t a n s e ko l a h, b a i k d a l a m pembelajaran formal maupun kegiatan eks trakuri kuler, untuk secara konsisten membangun kepercayaan diri siswa. K e d u a , s e k o l a h d a p a t menggandeng pihak eksternal, seperti a h l i p e n d i d i k a n a t a u p e l a ti h k e p e r c a y a a n d i r i , u n t u k menyelenggarakan workshop atau pelatihan khusus guna mendukung penerapan "Trust Exercise" dengan lebih efektif. Ketiga, melakukan evaluasi terkait dampak dari "Trust Exercise" dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Tindak lanjut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa peningkatan kepercayaan diri siswa berkelanjutan. D a p a t d i s i m p u l k a n , meningkatkan kepercayaan diri siswa merupakan komitmen yang perlu diemban oleh lembaga pendidikan. Dengan mengintegrasikan "Trust Exercise" dalam konteks Bimbingan dan Konseling, SMP Negeri 1 Gajah, Kabupaten Demak dapat menciptakan l i n g k u n g a n p e n d i d i k a n y a n g mendukung perkembangan pribadi dan sosial siswa. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil siswa ti d a k h a n y a d i d a s a r k a n p a d a keterampilan akademis, tetapi juga dipenuhi oleh kepercayaan diri yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. dapat dipupuk lewat permainan karena dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya tanpa ketakutan, sebab dalam permainan akan belajar untuk melepaskan ketakutannya dan kegembiraannya. Permainan tersebut diantaranya dengan lempar gelang, Blind Walk, Trust Fall on The Net dan sebagainya. Dalam Trust Exercise, siswa juga dibangun dan diberikan stimulus untuk berlatih bertanya kepada guru, keberanian mengerjakan soal di depan kelas, dan mengungkapkan ide dan pendapatnya. Penerapan "Trust Exercise" di SMP Negeri 1 Gajah, Kabupaten Demak dapat terintegrasi dengan pelayanan Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk aspek psikologis dan sosial siswa. Melalui latihan kepercayaan diri, siswa dapat mendapatkan dukungan psikologis untuk mengatasi rasa takut dan meningkatkan keyakinan diri mereka. Kegiatan ini dapat d adikan bagian dari program orientasi siswa baru atau kegiatan ekstrakurikuler yang terfokus pada pengembangan pribadi. Konselor dapat memberikan KEPERCAYAAN diri adalah kunci utama dalam pembentukan karakter dan prestasi siswa. Dalam konteks p e n d i d i k a n, ke p e r c a y a a n d iri memegang peranan penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan m a m p u m e n g h a d a p i b e r b a g a i tantangan. Salah satu metode yang diterapkan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah dengan menggunakan "Trust Exercise". Trust Exercise merupakan proses pemberian layanan bantuan kepada individu melalui suasana kelompok yang memungkinkan setiap siswa untuk belajar berpartisipasi aktif dan berbagi pengalaman. Tujuannya untuk menambah wawasan, sikap atau keterampilan yang diperlukan dalam upaya pengembangan pribadi melalui permainan-permainan untuk melatih dan meningkatkan rasa percaya diri. (Sugiyono, 2019). Sedangkan Herdiansyah ( 2009) menyatakan bahwa kepercayaan diri Permainan Kartu Angka: Siswa dapat bermain dengan kartu angka dan melakukan perkalian dari dua kartu yang mereka dapatkan. Contohnya, jika mereka mendapatkan k a rt u 3 d a n 4 , m e r e k a h a r u s mengalikan kedua angka tersebut. Papan Permainan Matematika: Guru dapat menggunakan papan permainan matematika dengan petakpetak yang berisi operasi perkalian. Siswa dapat bergerak melalui papan dan menyelesaikan perkalian pada petak yang mereka landai. Be rd a s a r k a n p e n g a m a t a n penulis, ada kelebihan dan kekurangan dari strategi permainan dalam mengajarkan Perkalian di Kelas II MIN 3 Purbalingga: Kelebihannya, diantaranya, siswa lebih terlibat dan antusias dalam pembelajaran. K e m u d i a n , m e m b e r i k a n pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dan positif.Dan p e r m a i n a n k e l o m p o k d a p a t meningkatkan keterampilan sosial siswa. Sedangkan kekurangannya, beber apa perma inan mungk in memerlukan waktu lebih lama, mengurangi waktu pembelajaran yang t e r s e d i a . Da n p e rl u m e n j a g a keseimbangan antara strategi p e r m a i n a n d a n p e n d e k a t a n pengajaran lainnya. Dapat disimpulkan, strategi permainan dalam mengajarkan perkalian di Kelas II MIN 3 Purbalingga dapat memberikan pengalaman belajar yang unik dan positif bagi siswa. Meskipun ada kekurangan te rtentu, ke l ebihannya da l am meningkatkan keterlibatan dan keinginan s i swa untuk belajar membuatnya menjadi pilihan yang berharga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan terus menyesuaikan strategi ini dengan ke b u t u h a n s i swa , g u r u d a p a t m e n c i p t a k a n l i n g k u n g a n pembelajaran yang mendukung perkembangan kognitif dan sosial anak-anak.(*) s i s w a . D e n g a n m e n y a t u k a n kesenangan dan pembelajaran, guru dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kognitif anak-anak. Ad a p u n l a n g k a h -l a n g k a h mengajarkan perkalian di Kelas II dengan Strategi Permainan di MIN 3 Purbalingga yang penulis lalukan sebagai berikut: Pertama, guru perlu memastikan bahwa siswa memiliki pemahaman dasar tentang konsep penambahan dan pengalian sebelum memulai strategi permainan. Kedua, guru perlu memilih permainan yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Misalnya, penggunaan papan permainan matematika atau kartu angka. Ketiga, guru harus memberikan d e m o n s tr a s i p e r m a i n a n d a n menjelaskan aturan-aturan yang te rl i b a t. I n i m e m b a n t u s i swa memahami cara bermain. Keempat, siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam permainan. Misalnya, melibatkan mereka dalam pengelompokan objek atau menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah perkalian. Kelima, setelah permainan selesai, guru dapat melakukan diskusi untuk memastikan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian yang diajarkan melalui permainan. Terkait hal itu, berikut contohcontoh Perkalian di Kelas II SD yang diajarkan dengan Strategi Permainan: PERMAINAN tidak hanya menjadi hiburan semata, namun juga dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif, terutama dalam pengajaran perkalian di Kelas II MIN 3 Purbalingga. Santrock (2007) mende nisikan p e r m a i n a n s e b a g a i a k ti v it a s menyenangkan yang dilakukan untuk kesenangan dengan aturan tertentu. Games, atau permainan, merupakan kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan dan memiliki peraturan. Menurut Piaget (1962), permainan adalah aktivitas yang dibatasi oleh aturan dan menjadi medium yang mendorong perkembangan kognitif anak. Sebagai contoh, anak-anak yang baru saja belajar penambahan dan perkalian, mulai bermain dengan angka dengan cara yang berbeda dari c a r a m e r e k a p e r t a m a k a l i menyelesaikan operasi ini, sambil tertawa ketika mengerjakannya. Penerapan strategi permainan dalam pembelajaran perkalian di Kelas I I M I N 3 P u r b a l i n g g a d a p a t memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendalam bagi Oleh: Turut Astuti, S.Pd.,Kons Guru SMP Negeri 1 Gajah Kabupaten Demak Peran Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Literasi di SDN Kalisari 2 memajukan literasi di SD Negeri Kalisari 2, Tempuran, Magelang yang penulis lalukan sebagai berikut. Evaluasi Kebutuhan: Kepala sekolah dan staf sekolah harus memahami kebutuhan literasi siswa dengan mengidenti kasi area-area di mana perbaikan diperlukan. Pe nye d i a a n Su m b e r Da y a : Pastikan ada akses ke buku dan materi literasi yang cukup di perpustakaan sekolah. Pelatihan Guru: Memberikan pelatihan kepada guru tentang metode pengajaran literasi yang efektif dan strategi meningkatkan minat baca siswa. Mendorong Partisipasi Orang Tua: Mengadakan kegiatan literasi yang melibatkan orang tua, seperti baca bersama atau diskusi literasi. Membangun Budaya Literasi: Mengadakan kegiatan-kegiatan yang merangsang minat baca siswa, seperti klub buku, pertunjukan cerita, atau lomba menulis. C o n t o h k o n k r e t d a l a m membangun budaya literasi di SD Ne g e ri K a l i s a ri 2 m e l i b a t k a n pengorganisasian klub buku, di mana siswa dapat memilih buku-buku yang mereka minati, membaca bersama, dan berdiskusi tentang cerita-cerita yang mereka baca. Selain itu, sekolah dapat mengadakan lomba menulis cerita pendek atau puisi, memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan minat dan kemampuan literasi yang baik. Semua kegiatan ini membantu menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung budaya literasi yang kuat. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa budaya literasi adalah aspek penting dalam pendidikan yang membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan literasi di sekolah. Dengan peran kepemimpinan yang kuat, kepala sekolah dapat membangun budaya literasi yang mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan membantu siswa mengembangkan kemampuan yang sangat berharga dalam dunia yang semakin kompleks.(*) bentuk, termasuk teks cetak dan digital. Dalam kaitan ini, peran kepala sekolah dalam membangun budaya literasi sangat penting, karena kepala sekolah memiliki peran kepemimpinan yang kuat dalam pengembangan sekolah. Beberapa peran kunci kepala sekolah dalam memajukan literasi adalah: Pemimpin Pendidikan: Kepala sekolah adalah pemimpin utama di sekolah dan bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembelajaran literasi. Mengembangkan Keb akan Literasi: Kepala sekolah dapat mengembangkan keb akan sekolah yang fokus pada peningkatan literasi, termasuk alokasi sumber daya yang cukup untuk buku dan bahan bacaan. Mendorong Pelatihan Guru: Kepala sekolah dapat mendukung p e l a ti h a n g u r u d a l a m m e to d e pengajaran literasi yang efektif. Mendorong Kerjasama dengan Orang Tua: Kepala sekolah dapat menggandeng orang tua untuk mendukung literasi di rumah dan di sekolah. Membangun Lingkungan Literasi: Kepala sekolah dapat menciptakan l i n g k u n g a n d i s e k o l a h y a n g mempromosikan budaya literasi, seperti perpustakaan yang nyaman dan kegiatan literasi yang merangsang minat baca. Adapun langkah-langkah untuk PENDIDIKAN adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan suatu bangsa. Salah satu aspek yang tak kalah penting dalam dunia pendidikan adalah literasi. Literasi merujuk pada kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan mengkomunikasikan informasi d e n g a n b a i k . D a l a m k o n t e k s pendidikan, peran kepala sekolah sangat krusial dalam membangun budaya literasi. Dan penulis sebagai kepala SDN Kalisari 2 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang berusaha membangun budaya literasi di sekolah ini. S u h e r m a n t o ( 2 0 1 9 ) mengungkapkan, literasi adalah kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan informasi yang te r k a n d u n g d a l a m t u l i s a n. I n i mencakup kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Literasi tidak hanya mencakup kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang ditemui dalam berbagai Oleh: Ida Zuniati,S.Pd.SD Kepala SDN Kalisari 2 Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang Mengajarkan Perkalian di Kelas II dengan Strategi Permainan Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa dengan "Trust Exercise” Oleh: Arum Sapta Puspita, S.Pd. l Guru MIN 3 Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 13 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 seperti menampilkan gambar atau model 3D bangun ruang di atas buku atau meja mereka. Aktivitas Interaktif:Siswa diajak berpartisipasi dalam aktivitas interaktif menggunakan perangkat AR. Contohnya, mereka dapat berkolaborasi dalam merakit bangun ruang secara virtual, mengukur d i m e n s i b a n g u n r u a n g , a t a u menjawab pertanyaan dengan memanfaatkan informasi tambahan dari AR. Sementara itu contoh-contoh Konkret Bangun Ruang Berbasis Augmented Reality: P e r t a m a , K u b u s Hologra s.Siswa dapat melihat hologram kubus di atas meja mereka melalui perangkat AR. Mereka dapat memutar, memperbesar, atau memeriksa sisi-sisi kubus untuk memahami konsep bangun ruang tersebut secara lebih mendalam. Kedua, Proyeksi Bangun Ruang d i R u a n g K e l a s . G u r u d a p a t menggunakan proyektor AR untuk memproyeksikan bangun ruang secara besar di dinding kelas. Siswa dapat melihat dan berinteraksi dengan bangun ruang tersebut langsung di ruang kelas mereka. Sesungguhnya, penerapan pembelajaran bangun ruang berbasis Augmented Reality di SD Negeri 1 Klapagading, Kecamatan Wangon, Ka b u p a te n Ba n y u m a s , d a p a t meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep matematika. Inovasi i n i m e n c i p t a k a n l i n g k u n g a n p e m b e l a j a r a n y a n g d i n a m i s , memoti vasi, dan memberikan penga l aman bel a j a r yang t a k t e r l u p a k a n . D e n g a n t e r u s mengintegrasikan teknologi AR dalam pembelajaran, kita dapat membentuk generasi yang lebih siap me n g h a d api t a n t a n g a n ma s a depan.(*) Senada dengan itu, Dadang Lukman Hakim (2020) menyatakan bahwa Augmented Reality adalah teknologi yang menambahkan informasi atau elemen virtual ke dunia nyata menggunakan perangkat teknologi, seperti smartphone atau tablet. Dalam konteks pendidikan, AR dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep ma tema ti ka dan i lmu pengetahuan. Terkait hal itu, berikut langkahlangkah pembelajaran bangun ruang berbasis Augmented Reality. Persiapan Materi:Guru harus m e m p e r s i a p k a n m a t e r i pembelajaran bangun ruang yang a k a n d i a j a r k a n d e n g a n memanfaatkan teknologi AR. Materi tersebut dapat disajikan dalam bentuk gambar, model 3D, atau animasi yang dapat diakses melalui perangkat AR. Pe n g e n a l a n Ko n s e p :Gu r u memulai pembelajaran dengan pengenalan konsep bangun ruang secara konvensional. Setelah itu, siswa diperkenalkan dengan elemen tambahan melalui perangkat AR, PEMBELAJARAN yang inovatif dan menyenangkan adalah kunci keberhasilan pendidikan di era digital saat ini. Salah satu teknologi yang dapat memperkaya pengalaman belajar adalah Augmented Reality (AR). Artikel ini akan menjelaskan betapa asyiknya belajar bangun ruang berbasis Augmented Reality di kelas V I SD Ne g e ri 1 Kl a p a g a d i n g , Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Sebelumnya, kita akan memahami terlebih dahulu de nisi Augmented Reality menurut para ahli Indonesia. K a l a m u l l a h R a m l i ( 2 0 1 9 ) menjelaskan, Augmented Reality m e r u p a k a n t e k n o l o g i y a n g menggabungkan dunia nyata dengan d u n i a m a y a , m e n c i p t a k a n pengalaman visual yang lebih kaya dan interaktif. Dalam konteks pembelajaran, AR dapat memberikan tambahan informasi atau objek virtual pada objek sik di dunia nyata. yang lebih dinamis. Kelima, kehadiran Online dan O ine: Iklan elektronik dapat ada dalam bentuk online (seperti iklan di platform media sosial atau situs web) dan o ine (seperti iklan televisi atau radio). B e g it u m e n a ri k n y a i k l a n elektronik di masyarakat. Maka dari itulah seiring maraknya iklan tersebut, di dalam pembelajaran bahasa Indonesia Kelas V SD/MI k u ri k u l u m 1 3 d i k e t e n g a h k a n bagaimana iklan elektronik diajarkan pada siswa. Penulis yang dalam hal ini sebagai guru kelas V MI Ma’arif NU 01 Jingkang ini tertarik mengajarkan iklan elektronik ini dengan media power point, sebagai dasar membuat naskahnya. Menurut Sanaky, 2009 Media Microsoft. Powerpoint adalah “program aplikasi yang ditampilkan ke layar dengan menggunakan bantuan LCD proyektor”.Berikut langkahlangkah yang penulis lakukan : Pertama, menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang di dalamnya memuat skenario pembelajaran . Murid akan dibawa kemana semuanya tertuang di sana Kedua, menyajikan contoh naskah iklan elektronik melalui presentasi yang ada di dalam power point yang disajikan lewat LCD proyektor di dalam kelas. Ketiga, para siswa mencoba membuat naskah elektronik, melalui catatan tertulis dalam buku siswa. K e e m p a t , p a r a s i s w a mempresentasikan tugasnya di depan kelas, guru memberikan penilaian dan umpan balik. Demikian pengajaran menulis naskah iklan elektronik dengan berbantuan media power point. Dengan media ini siswa lebih mudah menangkap apa yang d elaskan guru.. Mudah-mudahan dapat dipahami dan mendapatkan hasil pembel a j a r an yang ma k s ima l tentunya sesuai harapan. (*) e l e k tro n i k a d a l a h i k l a n y a n g menggunakan media atau peralatan elektronik, seperti radio, televisi, telepon, serta internet.Berbeda dengan iklan tradisional seperti iklan cetak atau iklan luar ruangan, iklan elektronik memanfaatkan teknologi digital untuk mencapai audiens. Ciriciri iklan elektronik adalah : Pertama, disampaikan melalui berbagai media elektronik, termasuk situs web, media sosial, televisi, radio, dan platform online lainnya. Kedua, Interaktif, beberapa iklan elektronik memungkinkan interaksi langsung dari pemirsa. Misalnya, iklan online dapat mencakup tautan yang memungkinkan pengguna mengklik untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pembelian. Ketiga, adanya Segmentasi Target: Dengan menggunakan data pengguna dan analisis perilaku online, iklan elektronik dapat diarahkan secara lebih spesi k kepada kelompok target yang relevan. K e e m p a t, m e n g g u n a k a n m u lti m e d i a , i k l a n e l e k tr o n i k seringkali menggunakan elemen multimedia seperti gambar, video, suara, dan animasi untuk menarik p e r h a t i a n p e m i r s a d a n menyampaikan pesan dengan cara PADA zaman yang serba digital i n i , h a m p ir s e l u r u h ke g i a t a n masyarakat menggunakan media elektronik. Salah satu diantaranya adalah iklan yang menggunakan media elektronik, seperti televise, internet, youtube, instagram, tiktok dan lain-lain. Iklan elektronik adalah m e d i a p r o m o s i l e w a t m e d i a elektronik, seperti radio, televisi, atau lainnya. Promosi ini dilakukan dengan menerbitkan atau menampilkan iklan, baik berupa video, audio, maupun visual. Adapun pengertian iklan Menurut Kotler dan Armstrong , 2017, iklan adalah segala bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa yang berbayar. Iklan elektronik, atau sering disebut sebagai iklan digital, merujuk pada jenis iklan yang disampaikan melalui media elektronik, seperti i n te r n et, te l ev i s i , r adio, da n perangkat elektronik lainnya. Menurut Jerny Luciana Sumilat, iklan Oleh: Yuliono, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Klapagading Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Metode Bernyanyi dalam Pengajaran Syair di Kelas II MI GUPPI Serang dikenalkan pada saat anak usia dini, baik melalui pendidikan formal maupun informal hal ini diungkapkan oleh Ahsanah, 2018 Lagu sendiri sering juga disebut sebagai nyanyian sering juga disebut sebagai lagu yang berarti gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal (biasanya diiringi dengan alat musik) untuk menghasilkan gubahan musik yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (mengandung irama). Penulis dalam hal ini akan menceritakan pengajaran syair d e n g a n m e t o d e b e r n y a n y i . Harapannya siswa akan senang dalam mengikuti proses pembelajaran yang akan diselenggarakan. De nisi Metode Bernyanyi menurut Fadlillah, 2012, menyatakan metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair-syair yang di lagukan. Biasanya syair- syair tersebut disesuaikan dengan materimateri yang akan diajarkan oleh pendidik. A d a p u n l a n g k a h -l a n g k a h pembelajarannya: Pertama, guru menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kedua, Guru mengkondisikan para peserta didik baik secara sik dan psikis Ketiga, guru menyiapkan media berupa media audio visual bersumber dari youtube Keempat, guru memutar video syair yang dilagukan’ Kelima, guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang materi yang sudah d elaskan. Keenam, siswa mempraktikkan melagukan syair di depan kelas Ket u j u h, g u r u m e l a k u k a n evaluasi dengan melakukan penilaian praktik bersyair. Demikian yang dapat saya ungkapkan, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran dan menjadi sumbangsih bagi dunia pendidikan. (*) tetapi, dalam perkembangannya, syair mengalami banyak perubahan sehingga mengalami berbagai modi kasi sehingga syair dibuat atau didesain sesuai dengan keadaan atau situasi yang terjadi di masa tersebut. Menurut Nursisto , 2000 Kata syair berasal dari bahasa Arab 'suur' yang berarti perasaan”. Dalam artian, bahwa penyair mengungkapkan segala perasaannya dalam kata- kata yang indah dan menarik yang tersusun dalam bait-bait syair. Syair adalah suatu bentuk puisi Melayu tradisional yang sangat popular. Di dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SD/MI K13 memuat pengajaran syair. Yang berarti syair sudah mulai dikenalkan di dunia pendidikan sejak dini. Syair yang ada didalam pembelajaran jika dikemas menjadi sebuah lagu atau nyanyian anak memberikan rasa keindahan tersendiri. Biasanya bercerita tentang cinta kasih pada sesama, Tuhan, ayah dan ibu, kakak adik, keindahan alam, kebesaran tuhan yang di tulis dengan bahasa yang sederhana sesuai dengan alam piker anak-anak hal ini diungkapkan oleh Agustina & Lizawati, 2018. Lagu merupakan salah satu media yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekitarnya. Melalui lagu, anak-anak dapat mengenal sesuatu atau mempelajari berbagai hal baik. Lagu anak identik SYAIR adalah satu di antara bentuk karya sastra Indonesia lama. Syair berasal dari Persia atau Arab yang memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan jenis karya sastra lainnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring, syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik atau empat baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Syair memiliki bentuk yang terikat sehingga mempunyai aturanaturan tersendiri. Kata syair berasal dari bahasa Arab, yaitu berasal dari kata "syi'ir" atau Syu'ur. Syi'ir atau Syu'ur memiliki makna yaitu perasaan atau menyadari. Kata Syu'ur tersebut kemudian berkembang menjadi 'Syi'ru' yang artinya puisi sehingga secara istilah bahasa Arab, syair adalah sebuah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, syair adalah yang merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan Oleh : Pupi Dwi Hayati, S.Pd.I Guru MI Ma’arif NU Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Penggunaan Media Power Point dalam Pengajaran Penulisan Naskah Iklan Elektronik Asyiknya Belajar Bangun Ruang Berbasis Augmented Reality di Kelas VI SD Oleh : Yayuk Mardiyanti, S.Pd.I Guru MI Ma’arif NU 01 Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 14 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 kebingungan dalam mengerjakan soal cerita dengan pokok bahasan bangun ruang ini. Ini dibuktikan dengan hasil nilai evaluasi yang belum sesuai kriteria ketuntasan. Dan juga masih banyak siswa yang berkeluh kesah dalam mengerjakan soal yang diberikan guru ini. Oleh karena itulah penulis yang s e l a k u g u r u k e l a s V I M I Muhammadiyah Lumbir ini berupaya m e n c a r i j a l a n k e l u a r a g a r pembelajaran matematika dengan pokok bahasan soal cerita tentang bangun ruang ini berjalan sesuai harapan dan tentunya para siswa mendapat kan ha s i l ni l a i yang memuaskan. Penulis memilih menggunakan Strategi Think Talk Write (TTW) dalam p e m b e l a j a r a n i n i , “ M o d e l pembelajaran Think Talk Write (TTW) adalah model pembelajaran yang dimulai dari alur berpikir melalui bahan bacaan (menyimak, mengkritisi dan alternatif solusi), selanjutnya berbicara dengan melakukan diskusi, presentasi dan terakhir menulis dengan membuat laporan hasil diskusi maupun presentasi”, Suyatno, 2009. Langkah pembelajarannya, para siswa diberi bahan bacaan soal cerita dan pembahasannya. Selanjutnya mereka mengkritisi dan melakukan diskusi dengan teman satu kelas dan g u r u s e b a g a i m o d e r a t o r d a n fasilitator. Selanjutnya para siswa membuat kesimpulan hasil diskusi. Sebagai langkah akhir pembelajaran siswa diberikan soal evaluas i untuk mengukur sej auh mana s i swa memahami materi yang sudah diajarkan guru. (*) berupa fasilitas belajar, sarana dan prasarana sekolah, guru, orang tua, media pembelajaran, metode, dan strategi pembelajaran. Matematika sebagai ilmu hitung, menggunakan jenis soal-soal berangka dan soal cerita. Soal cerita membutuhkan pemahaman yang lebih untuk menganalisis cerita dari pada soal yang tersusun dari angka-angka saja. Oleh sebab itu, diperlukan model dan strategi pembelajaran yang sesuai dan inovatif agar siswa mudah mengerjakan soal cerita tersebut. P e n g e r t i a n s o a l c e r i t a matematika berdasarkan Raharjo dan Astuti, 2011 dalam Rahmania & Rahmawati , 2016 merupakan soal yang berkaitan dengan kehidupan kita s e h a ri- h a ri y a n g m a n a u n t u k menyelesaikannya menggunakan kalimat matematika yang memuat operasi hitung , bilangan, dan relasi . Pada materi Matematika Kelas VI terdapat materi soal cerita yang berhubungan dengan bangun ruang. B a n y a k s i s w a y a n g m e r a s a PEMBELAJARAN merupakan komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Menurut Sudjana, 2012 pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. S a l a h s a t u m a t e ri d a l a m pembelajaran yang diajarkan di sekolah dasar/ Madrasah ibtidaiyah adalah mata pelajaran Matematika . Pada umumnya, matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Hal ini terjadi karena faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern berupa motivasi, bakat, i n t e l e g e n , k e s e h a t a n , d a n kemampuan yang dimiliki peserta didik. Sedangkan faktor ekstern masalah. Sedangkan peranan guru dalam pembelajaran dengan metode pe n emu a n te r b imb i n g a d a l a h menyatakan persoalan, kemudian m e m b i m b i n g s i s w a u n t u k menemukan penyelesaian dari persoalan itu dengan perintahperintah atau dengan pertanyaanpertanyaan. Siswa mengikuti langkahlangkah proses pembelajaran dan menyelesaikan permasalah yang diberikan guru. Bimbingan guru dalam metode p e n e m u a n t e r b i m b i n g d a p a t diungkapkan dalam bentuk lembar kegiatan siswa (LKS). Lembar kegiatan ini biasanya digunakan dalam memberikan bimbingan kepada siswa dalam mengisi formulir daftar hidup. Berikut ini langkah-langkah pelaksanaan metode penemuan terbimbing menurut Markaban , 2006 adalah sebagai berikut; Pertama, merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa d e n g a n d a t a s e c u k u p n y a , perumusannya harus jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah. Kedua, dari data yang diberikan guru, siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data tersebut. Dalam hal ini, bimbingan guru dapat diberikan sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang hendak d it u j u , m e l a l u i p e r t a n y a a n - pertanyaan, atau LKS Ketiga, Siswa mengis formulir daftar riwayat hidup dalam bimbingan guru Keempat, guru memeriksa hasil kerja siswa . Hal ini penting dilakukan unt u k meya k inkan kebena r an prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai. Pembelajaran dengan metode terbimbing ini mudah-mudahan memberikan dampak yang baik kepada siswa. (*) menyampaikan salah satu metode mengajar yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI MI Muhammadiyah Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten P u r b a l i n g g a . P e n u l i s a k a n mengimplementasikan metode terbimbing dalam mengisi formulir daftar riwayat hidup. Dalam pembelajaran dengan menggunakan metode terbimbing ini peran siswa cukup besar dalam pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing ka rena pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru tetapi pada siswa. Dalam proses pembelajaran ini guru memulai kegiatan belajar mengajar dengan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan siswa dan mengorganisir ke l a s u n t u k ke g i a t a n s e p e rti pemecahan masalah, investigasi atau aktivitas lainnya. S e l a n j u t n y a p a d a t a h a p pemecahan masalah merupakan suatu tahap yang penting dan menentukan. Ini dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dengan membiasakan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dapat d i h a r a p k a n m e n i n g k a t k a n kemampuan siswa dalam mengisi formulir daftar hadir riwayat , karena siswa dilibatkan dalam berpikir matematika pada saat manipulasi, eksperimen, dan menyelesaikan MANUSIA hidup tak bisa lepas dari proses belajar. Termasuk guru a g a r p e n g e t a h u a n n n y a te r u s berkembang, maka harus belajar dan belajar. Menurut Slameto (2019), belajar adalah suatu proses usaha yang d i l a k u k a n s e s e o r a n g u n t u k memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara k e s e l u r u h a n , s e b a g a i h a s i l pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Demikian pula metode, juga tidak kalah pentingnnya membawa siswa menuju alam pembelajaran yang kondusif. Diungkapkan oleh Nurul Ramadhani Makarao, metode adalah k i a t m e n g a j a r b e r d a s a r k a n pengetahuan dan pengalaman mengajar. dapat digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sehingga metode juga bisa diartikan sebagai cara mengerjakan sesuatu. K a l i i n i p e n u l i s a k a n Oleh: Lili Kusnaeni, S.Pd.I Guru MI Muhammadiyah Lumbir Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas Mengenali Sifat Fisik Air dengan Metode Eksperimen m e t o d e e k s p e r i m e n d a l a m menyelidiki sifat sik air. Bambang Agus Murtidjo (2020) berpendapat bahwa air adalah zat yang memiliki keistimewaan menjadi penghantar panas yang sangat baik, sehingga air lebih penting dalam tubuh dari pada makanan. Air merupakan benda cair yang biasa terdapat di sumur, sungai, dan danau yang diperlukan dalam kehidupan makhluk hidup.Tahukah Anda? Secara kimia air mengandung hydrogen dan oksigen. Adapun sifatsifat sik air adalah : Pertama, mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Air bersifat mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Sifat air ini bisa terlihat dari air sungai dan air terjun.Air terjun selalu mengalir dari ketinggian dan jatuh ke tempat yang lebih rendah. Nah, begitu juga dengan air sungai yang mengalir dari sisi hulu ke sisi hilir.Adapun eksperimen yang dilakukan guru membuat semacam papan luncur yang diletakkan miring pada sebuah kaleng susu besar. Lau air dikucurkan dari atas papan hingga mengalir ke bawah. K e d u a , m e m p u n y a i s if a t kapilaritas Menurut KBBI, kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair pada bahan yang terdiri atas beberapa pembuluh halus akibat gaya adhesi atau kohesi. Air bisa bergerak menuju ke atas melawan gaya g r a v it a s i b u m i m e l a l u i g a y a kapilaritas. Contoh kapilaritas adalah sumbu lampu minyak yang selalu terbakar karena minyak yang berasa di dasar wadah terangkat ke bagian ujung sumbu karena adanya sebuah gaya. Eksperimen yang guru dan siswa lakukan dengan meneteskan air ke kain kering, maka lama kelaman kain yang kering akan basah secara menyeluruh. Ketiga, memiliki massa. Tahukah kamu? Massa atau berat termasuk sifat yang dimiliki oleh semua jenis benda tak terkecuali oleh benda cair termasuk air. Contohnya adalah ember yang terisi air tentu saja akan lebih berat daripada ember kosong yang enggak diisi dengan air.Adapun eksperimen yang dilakukan dengan menimbang air dengan timbangan. Maka siswa akan mengetahui bahwa air memiliki massa/berat. (*) keteraturan dari gejala alam yang diamati secara seksama. Seperti halnya setiap ilmu pengetahuan, Ilmu Pengetahuan Alam mempunyai objek dan permasalahan jelas yaitu berobjek benda-benda alam dan mengungkapkan misteri (gejala-gejala) alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan p a d a h a s i l p e r c o b a a n d a n pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Powler Usman Samatowa, 2006, IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejalagejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen Pada kesempatan ini, penulis sebagai guru kelas III di MI Ma’arif NU Karan ambu, akan mengetengahkan bahasan mengajarkan IPA dengan metode eksperimen pada sifat sik benda ca ir. Menurut Panduan Pengajaran Mata Pelajaran IPA yang diterbitkan oleh Kemendikbud, sifat sik atau sika adalah sifat yang dapat diukur dan diteliti tanpa mengubah komposisi atau susunan dari zat tersebut. Contoh wujud, warna benda, massa jenis, titik leleh, titik didih atau sifat lainnya.Sifat sik benda sangat mudah di kena l i oleh manus i a menggunakan panca indera. Sifat sik suatu benda juga bisa diamati, diukur atau dihitung. Selanjutnya penulis disini akan membahas bagaimana proses jalannya pembelajaran dengan PELAJARAN IPA di sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah m e m i l i k i t u j u a n a g a r s i s w a mempunyai pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah antara lain penyelidikan, penyusunan dan penyajian gagasang a g a s a n . P e n g e r t i a n I l m u pengetahuan alam merupakan terjemahan kata-kata Inggris yaitu na tur a l s c i ence, a rtinya i lmu p e n g e t a h u a n a l a m ( I P A ) . Berhubungan dengan alam atau bersangkut paut dengan alam, sedangkan science artinya ilmu pengetahuan. Jadi ilmu pengetahuan alam (IPA) atau science dapat disebut sebagai ilmu tentang alam. Diungkapkan oleh Rom Harre Hendro Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis, Science is a collection of well attested theories which explain the patterns and regularities among carefully studied phenomena. Bila diterjemahkan secara bebas artinya sebagai berikut: IPA adalah kumpulan teori yang telah diuji kebenarannya yang menjelaskan tentang pola-pola Oleh: Taufik, S.Pd.I, M.Pd.I Guru MI Ma’arif NU Karangjambu Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup dengan Metode Terbimbing Strategi Think Talk Write (TTW) pada Pembelajaran Matematika Oleh: Suratmi, S.Pd.I Guru MI Muhammadiyah Majatengah Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 15 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 yang mana dalam kurikulum ini antara guru dan siswa dituntut aktif, kreatif dan inovatif dalam mencapai tujuan. Dalam kenyataannya setiap manusia memiliki minat dan pandangan yang berbeda terhadap pelajaran matematika. Ada yang memandang ma tema ti ka s eba g a i pe l a j a r a n menyenangkan sehingga mereka s a n g a t b e r m i n a t u n t u k mempelajarinya. Sebaliknya, ada yang mata pelajaran yang sulit sehingga mereka menjadi kurang berminat untuk belajar matematika. Menurut Mus on dalam Mashuri, Sutri (2018), “Media adalah alat bantu yang digunakan oleh guru dengan desain yang disesuaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.” Jadi media digunakan guru untuk membantu guru dalam pembelajaran lebih efektif dan meningkat. Fungsi media atensi v isual pembelajaran menurut Magdalena, Ina dan kawan-kawan (18: 2021) adalah inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Media benda konkret menurut Ibahim dalam dan Nana Syaodih dalam Suprapto, Heri (2020), menyatakan bahwa, “Media benda konkret adalah objek yang sesungguhnya yang akan membeikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari b e r b a g a i h a l , t e r u t a m a y a n g m e n y a n g k u t p e n g e m b a n g a n keterampilan tertentu.” Media konkret merupakan benda yang sebenarnya. Kelebihan menggunakan media benda konket antara lain: Pertama, Mendapatkan pengalaman nyata dalam kehidupan nyata. Kedua, Menarik minat belajar siswa. Ketiga, Menghindari gejala verbalisme. Keempat, Membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara mudah ke siswa. S e d a n g k a n , k e k u r a n g a n menggunakan media benda konkret, antara lain: Pertama, Biaya yang diperlukan terkadang tidak sedikit apalagi ditambah dengan kemungkinan kerusakan dalam penggunaannya. Kedua, Tidak selalu dapat memberikan gambaran dari benda yang sebenarnya sehingga pembelajaran perlu didukung dengan media lain..(*) atau siswa yang masih duduk di kelas rendah.Bukan tidak mungkin cara berpikirnya masih berada pada tahapan pra konkret. Dan tujuan matematika di SD a d a l a h b u k a n h a n y a u n t u k memahami makna dan fakta maupun k o n s e p y a n g t e r d a p a t d a l a m m a t e m a ti k a , m e l a i n k a n u n t u k m e n g e m b a n g k a n s i k a p d a n ketrampilan yang sistematis,logis,kritis dengan penuh kecermatan dalam pencapaian pengetahuan tersebut. N a m u n s a y a n g n y a , pengembangan model matematika t i d a k s e l a l u s e j a l a n d e n g a n perkembangan berpikir anak terutama pada anak – anak usia SD. Apa yang dianggap jelas orang yang berhasil mempelajarinya merupakan hal yang t i d a k m u d a h d i p a h a m i d a n membingungkan bagi anak –anak. Hal i n i pu l a l a h ya n g me nye b a b ka n pembelajaran matematika di SD selalu menarik untuk diutarakan untuk menambah pemahaman anak dalam kegiatan belajar mengajar dibutuhkan alat peraga yang tepat. Pada Permendikbud Tahun 2016 no.024 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pelajaran pada K u r i k u l u m 2 0 1 3 l a m p i r a n keempatbelas, bahwa tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan atau ekstrakurikuler. Saat ini sekolah – sekolah menggunakan kurikulum 2013 MASA kanak-kanak di sekolah dasar adalah masa bermain. Saat belajar matematika di sekolah dasar siswa merasa asyik apabila anak diajak ke dalam suasana belajar sambil bermain dengan benda-benda. Karena mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran banyak hitungannya dan membutuhkan kefokusan pikiran. Karso mengemukakan dalam Purwaningtyas, Dewi (2015), bahwa matematika adalah ilmu dasar yang dapat diaplikasikan sebagai alat bantu untuk solusi masalah dalam berbagai bidang ilmu dan mengembangkan kemampuan berpikir yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pembelajaran Matematika di tingkat SD merupakan salah satu pembelajaran yang selalu m e n a r i k u n t u k d i p e r b i n c a n g k a n . D e w a s a i n i perkembangan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Anak usia SD sedang mengalami perkembangan pada pola pikirnya karena tahap berpikir mereka masih belum rasional terutama untuk anak fungsi pembelajaran yang kriterianya adalah semua siswa di kelas itu dapat naik kelas dengan nilai yang baik pada akhir tahun. Peran guru kelas secara umum adalah sebagai berikut : 1) Sebagai korektor yang dimana guru dapat membedakan mana nilai baik dan mana nilai buruk. ,2) Sebagai Inspirator atau sebagai sumber petunjuk, 3) Sebagai Informator yaitu memberikan informator perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, 4) Sebagai Organisator yaitu kegiatan pengelolaan akademik, menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akademik dan sebagainya, 5) Sebagai Motivator yaitu mendorong anak didik agar bergairah dan aktif belaja, 6) Sebagai Inisiator yaitu menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran, 7) Sebagai Fasilitator yaitu menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar anak didik, 8) Sebagai Pembimbing yaitu membimbing anak didik menjadi manusia dewasa susila yang cakap, 9), Sebagai Demonstrator yaitu memperagakan apa yang diajarkan secara didaktis sehingga tidak terjadi kesalah pengertian antara guru dan anak didik. 10) Sebagai Pengelola Kelas yaitu mengelola kelas dengan baik agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajar didalamnya. Seorang guru kelas harus bisa menjalin hubungan kemitraan dengan siswa, hubungan kemitraan antara guru dengan siswa, guru bertindak sebagai pendamping belajar para siswanya dengan suasana belajar yang demokratis dan menyenangkan agar siswa dapat belajar dengan baik. (*) Doni Kusuma Albertus (2006), guru kelas sebagai guru bidang studi tertentu yang mendapat tugas tambahan sebagai penanggung jawab dinamika pembelajaran di dalam kelas tertentu Guru kelas memiliki peran seperti kepala keluarga dalam kelas tertentu, menciptakan kondisi dan lingkungan yang kondusif sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik Guru kelas bertanggung jawab atas berhasil tidaknya komunitas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil kinerja guru kelas ini terutama bisa dilihat bagaimana ia dapat menjadi animator bagi kelas sebagai sebuah komunitas pembelajaran Bersama. Peran guru kelas yang paling menonjol adalah menjadi kepala keluarga dalam kelas tertentu, ini berarti ia bertanggung jawab terutama menciptakan kondisi dan lingkungan yang kondusif dan nyaman sehingga kelas itu menjadi komunitas belajar yang dapat maju bersama dalam proses pembelajaran. Tugas guru kelas adalah membuat kelas itu secara bersama-sama berhasil menjalankan TUGAS utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru merupakan gur seorang pemimpin yang merupakan sosok arsitektur yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Menurut pendapat Dakir dan Sardimi (2005), mengemukakan tentang de nisi guru sebagai berikut: Guru adalah manusia pilihan yang memiliki kualitas pemikiran handal s e h i n g g a m a m p u m e n d i d i k , membimbing dan mengarahkan peserta didik menjadi manusia yang baik dan berguna, baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya Doni K u s u m a A l b e r t u s (2007),mende nisikan guru kelas sebagai guru bidang studi tertentu yang mendapat tugas tambahan sebagai penanggung jawab dinamika pembelajaran di dalam kelas tertentu. Oleh Eti Purwani Guru MI Ma’arif NU Karangreja 1 Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Asyiknya Belajar IPAS Melalui Metode Eksperimen menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, mudah dipahami dan suasana di kelas menjadi hidup. Metode penyajian yang selalu sama dan monoton akan membosankan siswa dalam belajar. Menurut Abu Ahmadi dan Joko Tri P r a s e t y a ( 2 0 1 5 : 5 2 ) , m e t o d e pembelajaran adalah metode yang dikuasai oleh guru untuk menyajikan materi pembelajaran kepada siswa di kelas baik secara individu atau kelompok dapat diserap dengan baik dan dimanfaatkan oleh peserta didik. Sedangkan menurut Komalasari (2010:56), metode pembelajaran yaitu cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementas ikan metode dengan spesi k. Metode eksperimen menurut Djamarah (2002) adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Menurut R o e s t i y a h ( 2 0 1 2 : 8 0 ) m e t o d e eksperimen ada l ah suatu ca ra mengajar, dimana siswa melakukan suatu percobaan tentang suatu hal, m e n g a m a t i p r o s e s n y a s e r t a menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Pada pembelajaran IPAS kelas V tentang cahaya dan bunyi, peserta didik dapat melakukan kegiatan eksperimen membuktikan sifat-sifat cahaya. Contoh pembelajaran IPAS kelas V tentang Cahaya dan Bunyi yaitu : sebelum presentasi di depan kelas, siswa melakukan diskusi kelompok tentang : a) pembagian tugas saat presentasi, b) menentukan tujuan percobaan, c) mempersiapkan alat dan bahan, d). menjelaskan langkah kerja, e). membuat kesimpulan. Melalui metode eksperimen pada pembelajaran IPAS kelas V tentang cahaya dan bunyi, pembelajaran akan lebih menarik karena siswa akan belajar dengan cara mengadakan percobaan dan pengamatan secara langsung, siswa dapat menemukan konsep atau prinsip ilmu pengetahuan melalui pengalamannya sendiri, dan juga akan m e l a k u k a n i n t e r a k s i d e n g a n lingkungan secara aktif.(*) pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar juga berkaitan dengan suatu aktivitas atau kegiatan untuk menguasai suatu hal termasuk pengetahuan dan keterampilan. IPAS merupakan salah satu mata pelajaran yang ada pada struktur Kurikulum Merdeka, yaitu gabungan IPA dan IPS. IPAS adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus s e b a g a i m a k h l u k s o s i a l y a n g berinteraksi dengan lingkungannya. Fokus utama yang ingin dicapai pada pembelajaran IPAS bukan hanya pada banyaknya isi materi yang diserap siswa, akan tetapi siswa dapat memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran bermakna dan berkualitas tinggi yang diharapkan dalam kurikulum merdeka adalah m e l a l u i p e m b e l a j a r a n y a n g berorientasi kebutuhan, kemampuan, dan karakteristik setiap siswa. Agar proses pembelajaran efektif dan menyenangkan, maka guru dituntut u n t u k m e n g g u n a k a n m e t o d e pembelajaran yang bervariasi. Seorang guru harus menggunakan banyak variasi metode pada waktu mengajar. Variasi metode mengakibatkan penyajian materi pelajaran lebih PENDIDIKAN merupakan usaha s a d a r d a n t e r e n c a n a u n t u k mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (Ramayulis, 2015). Menurut Sudjana (2012:28), pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan dengan sengaja oleh pendidik yang dapat menyebabkan peserta didik melakukan kegiatan belajar. Menurut Supr ono (2009:13), pembelajaran harus berpusat pada peserta didik, guru mengajar dalam perspektif pembelajaran, yaitu guru menyediakan fasilitas belajar bagi peserta didiknya untuk mempelajari. Reber (dikutip Supr ono, 2010) : Belajar adalah proses mendapatkan pengetahuan. Menurut Hilgrad & Bower (dalam As rori, 2020, hlm. 128) pengertian belajar adalah memperoleh p e n g e t a h u a n a t a u m e n g u a s a i Oleh : Yuliah, S Pd.SD Guru SD Negeri 1 Margasana Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga Peran Guru Kelas Bagi Peserta Didi di SD Yuk, Belajar Penjumlahan dengan Benda Konkret Oleh : Siti Winarsih, S Pd.I Guru MI Ma’Arif NU Ponjen Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga.
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 16 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 p e m b a w a p e s a n y a n g d a p a t dimanfaatkan untuk keperluan p e m b e l a j a r a n . J a d i m e d i a pembelajaran adalah alat bantu yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Dalam kerajinan berbasis media campuran atau mixed media art juga menggunakan metode tertentu, s e b a g a i m a n a y a n g t e l a h dikembangkan oleh Hawkins (dalam Isnanta:2015). Pertama Eksplorasi, yakni tahap awal untuk menjelajah atau mengeksplorasi visual dan referensi dari tema yang telah ditentukan sebelumnya. Kedua , yakni tahap penekanan lebih terutama pada eksperimentasi mediumnya yang berupa material, teknik, alat, dan pengorganisasiannya yang hendak digunakan.. ketiga, yakni proses pembentukan dari kerajinan berbasis media campuran. Petunjuk sebelum melakukan perancangan produk dalam kerajinan berbasis media campuran, supaya h a s i l n y a l e b i h u n i k d a n artistik.pertama Stilasi Dalam proses merancang kerajinan berbasis media campuran, dapat dilakukan dengan cara stilasi. Stilasi ini berupa menyederhanakan bentuk dengan mengurangi atau menambah bentuk pada produk kerajinan berbasis media campuran. Cara ini dapat dilakukan dengan mengamati terlebih dahulu produk asalnya, kemudian baru mengurangi bentuk yang dirasa berlebihan dan dapat juga menambah bentuk lain supaya hasilnya lebih artistic. yang kedua . Deformasi Selain stilasi, ada juga cara deformasi dalam upaya membuat produk kerajinan berbasis media campuran ini. Deformasi adalah dengan mengubah bentuk produk kerajinan berbasis media campuran hingga terciptalah produk yang benarbenar baru.Jadi,. yuk membuat kerajinan berbasi media campuran.(*) menambahkan bahan lain dalam produksi kerajinannya., sebagai upaya untuk memanfaatkan bahan baku yang jumlahnya ada banyak.,supaya bentuknya tidak terlalu monoton dan membosankan di mata konsumen maupun penikmat kerajinan dan hasilnya terlihat lebih modern sebab ternyata dapat menjadi favorit oleh semua kalangan. Menurut Gagne & Briggs (1979:19) media pembelajaran meliputi alat yang baik secara sik digunakan untuk m e n y a m p a i k a n i s i m a t e r i pembelajaran, yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video, video recorder, lm, slide (gambar bingkai), foto, gambar, gra k, televisi, dan komputer. seiring berkembangnya teknologi saat ini. Menurut Schramm (1977) media pembelajaran menurut Schramm (1977) adalah sebuah teknologi p e m b a w a p e s a n y a n g d a p a t dimanfaatkan untuk keperluan pembe l a j a r a n.Me n u r u t Bri g gs (1977)Media pembelajaran diartikan sebagai sebuah sarana sik untuk menyampaikan isi atau materi pembelajaran seperti buku, lm, v i d e o , s l i d e , d a n sebagainya.Selanjutnya Schramm (da l am Pu tri , 2011: 20) medi a pembelajaran adalah teknologi KETIKA masih duduk di bangku sekolah, apakah Grameds pernah mendapatkan penugasan untuk membuat sebuah kerajinan tangan dengan menggunakan satu jenis bahan saja.Pada dasarnya, kerajinan berbasis media campuran adalah jenis ke r a j i n a n y a n g d a l a m p r o s e s pembuatannya akan menggunakan bahan utama tertentu, kemudian dipadukan dengan bahan tambahan lain supaya hasilnya lebih menarik dan tetap sesuai pada fungsi aslinya. Meskipun kerajinan berbasis media campuran ini umumnya dilakukan oleh para pengrajin yang sudah bertahuntahun menekuni dunia kerajinan, tetapi bukan berarti anak sekolah s e l a k u p e m u l a t i d a k b i s a melakukannya. Kerajinan berbasis media campuran ini dinilai sebagai inovasi dalam hal produksi kerajinan, sebab memiliki beberapa alasan yaitu , akibat kurangnya bahan baku, maka menggunakan opsi lain dengan Bimbingan Konseling (BK) atau Lembaga lain yang memiliki kuali kasi mengadakan tes tersebut. Jika memiliki keterbatasan dana, tes bisa dilakukan melalui platform tertentu yang gratis, baik secara online maupun o ine. Cara ketiga bisa dilakukan dengan berkomunikasi dengan orang tua. Orang tua yang berinteraksi dengan anak lebih banyak dari guru, p a s ti m e m i l i k i ke d e k a t a n d a n pemahaman lebih baik tentang bakat dan minat anaknya. Setelah guru menemukan bakat dan minat siswa, langkah selanjutnya adalah memberikan dukungan dan m o t i v a s i , k h u s u s n y a y a n g berhubungan dengan pembelajaran. Minat siswa kadang naik dan kadang turun. Sangat penting bagi siswa untuk mengetahui bahwa seseorang atau guru memberikan perhatian terhadap bakat dan minatnya. Sesekali berikan k e s e m p a t a n s i s w a u n t u k mere eksikan kembali keinginannya. Berikan pula kesempatan siswa untuk mencoba hal baru untuk memastikan bakat dan minatnya di bidang tersebut. Ta h a p s e l a n j u t n y a a d a l a h menfasilitasi bakat dan minat siswa. Bakat dan minat siswa bisa tumbuh subur jika disediakan akses untuk mengasahnya. Bentuk fasilitas yang diberikan tidak selalu dalam bentuk materi, namun lebih penting adalah kesempatan. Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan kelas tertentu, baik dalam persiapan maupun hingga pelaksanaan kegiatannya. Semakin sering siswa terlibat dalam kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minatnya, maka akan semakin yakin dan percaya diri. Guru juga perlu membantu siswa untuk memilah bakat dan minatnya yang baik dan sesuai. Arahkan siswa agar tidak salah dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Guru lebih menekankan untuk membantu siswa mengembangkan bakat dan minatnya yang bisa dikembangkan di kelas atau sekolah. Selain itu yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Bakat d a n m i n a t y a n g t e r a r a h, b i s a meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas.(*) M i n a t p a d a d a s a r n y a a d a l a h penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Sebagai guru, kita memiliki tanggung jawab untuk bisa membantu siswa menemukan bakat dan minat siswa. Guru tidak boleh mengabaikan bakat dan minat siswa saat menyusun perencanaan pembelajaran. Bakat dan minat siswa yang tersalurkan, bisa meningkatkan prestasi belajar siswa (Puspitasari, 2019). Selanjutnya, prestasi belajar siswa bisa turut meningkat. Sebaliknya, bakat dan minat siswa yang tidak tersalurkan bisa menjadi batu sandungan dalam meningkatkan hasil belajarnya. Penulis sebagai guru kelas di SD Negeri 1 Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga menerapkan tiga cara sebagai instrumen untuk menemukan bakat dan minat siswa. Cara pertama, guru bisa melakukan komunikasi langsung dengan siswa. Komunikasi lebih baik dilakukan secara personal dan dilakukan di waktu yang non formal. Inti dari komunikasi tersebut terkait tiga hal, yakni hal apa saja yang disukai, alasan menyukainya, dan target-target tertentu yang berkaitan dengan apa yang disukai siswa. Cara kedua, bisa dilakukan dengan mengikutsertakan siswa dalam tes bakat dan minat anak. Guru kelas bisa bekerja sama dengan guru BUKAN hal yang mudah untuk bisa menemukan dan memahami bakat dan minat siswa. Jangankan memahami siswa satu kelas yang berjumlah tiga puluh siswa, untuk memahami seorang siswa saja tidak mudah. Ada siswa yang senang menulis saat belajar. Menulis lebih mudah membuat mereka memahami materi yang sedang dipelajari. Ada siswa yang lebih senang mendengar saja. Tidak suka menulis sehingga buku catatannya bersih tanpa ada coretan. Ada tipe siswa yang senang kegiatan luar kelas dan begitu juga sebaliknya. Menurut Given (2007) bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk m e n c a p a i s u a t u k e c a k a p a n , pengetahuan dan keterampilan k h u s u s . M i s a l n y a ke m a m p u a n berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Sedangkan minat menurut Slameto (2010) adalah adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Oleh : Joko Binanto, S.Hut Guru SD IT Harapan Ummat Purbalingga Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dengan Metode Drill kecil. Pada saat pulang sekolah, penulis meminta siswa keluar kelas dalam posisi berbaris sambil membuang sampah di tempat sampah yang ada di depan kelas. Praktik seperti ini dilakukan berulang-ulang setiap hari dalam rentang waktu tertentu, misalkan dua bulan hingga satu semester. Rentang waktu ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan penulis. Apabila siswa mulai bisa melaksanakan kebiasaan tersebut tanpa harus mendapat arahan dari guru, maka drill bisa berlanjut pada pembiasaan lain. Berdasarkan evaluasi, didapatkan bahwa metode drill cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Siswa yang awalnya suka membuang sampah sembarangan, setelah melaksanakan metode drill ini menjadi terbiasa membuang sampah di tempatnya. Tidak lagi memerlukan nasihat atau pendampingan dari guru. Metode dri l l selain efek tif meningkatkan kedisiplinan siswa, juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan metode drill diantaranya adalah siswa hanya cenderung belajar hal yang bersifat te kni s . Metode ini j u g a r awan menimbulkan kebosanan siswa jika tidak ada variasi kegiatan lain. Kreativitas siswa juga berpotensi tidak berkembang jika guru terus-terusan menerapkan metode drill ini. Karena s i s w a c e n d e r u n g m e l a k u k a n pembiasaan sesuai dengan arahan dari guru. Ruang siswa untuk berkreasi kurang terbuka. Terlepas dari kekurangannya, metode drill ini cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Metode ini akan lebih maksimal apabila diterapkan secara bertahap. Mulai dari p e m b i s a a n k e d i s i p l i n a n y a n g sederhana hingga yang kompleks. Metode drill ini juga perlu didukung dengan tauladan dan ruang tanya jawab. Sehingga tujuan yang dicapai dari penerapan metode ini bisa dipahami siswa dan tercapa..( *) bahkan melanggar tata tertib yang cukup berat, seperti tidak berangkat sekolah tanpa alasan jelas. So l u s i a t a s p e r m a s a l a h a n tersebut, dibutuhkan metode yang bisa diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Metode pembelajaran yang dimaksud adalah metode drill. Teknik p e n g u m p u l a n d a t a d e n g a n m e n g g u n a k a n o b s e r v a s i d a n dokumentasi. Metode Drill atau latihan adalah suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu metode ini juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. (Istarani, 2012). Kelebihan metode drill menurut Tambak (2016) diantaranya yaitu melalui latihan yang berulang-ulang, siswa bisa mendapatkan kecakapan motoris dan mental sehingga bisa membentuk kebiasaan. Penulis mulai menerapkan dari hal yang sederhana, terkait disiplin membuang sampah di tempat sampah. Pada praktiknya, penulis mengajak siswa untuk tidak membuah sampah terlebih dahulu. Siswa bisa menyimpan dulu sampah jajan di tempat tertentu, misalkan laci meja atau kantong kresek Disiplin belajar siswa adalah satu kunci yang dapat mewujudkan suasana belajar menjadi kondusif dan optimal. Wahyono (2012) disiplin belajar adalah suatu sikap mental untuk mematuhi aturan, tata tertib, dan sekaligus pengendalian diri, menyesuaikan diri terhadap aturan-aturan yang berasal dari luar sekalipun yang mengekang dan menunjukan kesadaran akan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban. Be r d a s a r k a n p e n g a m a t a n penulis, tingkat kedisiplinan siswa di SD Negeri 1 Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, khususnya kelas V masih tidak konsisten. Siswa cenderung disiplin setelah mendapat pengarahan dan nasihat dari guru. Namu seiring berjalannya waktu, tingkat kedisiplinan siswa perlahan redup. Siswa mulai melanggar berbagai peraturan, dari yang sederhana, seperti membuang sampah sembarangan, keluar masuk kelas, bermain di ruang kelas, dan tidak mengerjakan tugas. Beberapa siswa Oleh: Siti Mariyah, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Menemukan Bakat dan Minat Siswa demi Prestasi Belajar Yuk, Membuat Kerajinan Berbasis Media Campuran Oleh: Siti Mukaromah, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 17 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 berprestasi, bisa termotivasi untuk bisa berprestasi. Hadiah tidak selalu dalam bentuk yang mewah dan mahal. Hadiah bisa berupa sesuatu yang bisa menimbulkan rasa senang dan perasaan dihargai atas prestasi yang berhasil diraih. Bahkan sekadar pujian pun bisa dianggap sebagai hadiah yang berarti bagi siswa. Strategi ketiga adalah hukuman ( p u n i s h m e n t) . Hu k u m a n p e rl u diberikan sebagai penanda atas kesalahan yang dilakukan siswa. Hukuman diberikan dengan harapan siswa memahami kesalahannya dan m e n e ri m a k o n s e k u e n s i a t a s kesalahannya. Hindari hukuman yang b e r s if a t s i k d a n b e r p o t e n s i menimbulkan luka atas permasalahan pada kesehatan siswa. Hukuman model begini berpotensi menimbulkan efek psikis bagi siswa yang bisa dirasakan secara berkepanjangan. Hukuman yang dimaksud adalah hukuman yang bersifat mendidik, seperti menghafal, mengerjakan soal, atau membuat rangkuman. S tr a t e g i k e e m p a t a d a l a h kompetisi atau persaingan. Guru bisa memicu suatu kondisi yang bisa menimbulkan semangat berkompetisi siswa. Namun indikatornya harus jelas dan diterapkan secara adil. Kompetisi tidak harus tertata sedemikian rupa. Kompetisi yang dimaksud lebih pada suasana dan kondisi. Strategi kelima adalah dengan membangkitkan dorongan kepada siswa untuk terus belajar. Caranya bisa dengan memberikan perhatian dan pendampingan, khususnya kepada siswa yang mengalami ketertinggalan. Perhatian yang tepat bagi siswa bisa m e m o ti v a s i s i swa u n t u k b i s a memperbaiki diri dan berusaha tidak mengecewakan terhadap diri dan orang lain. Guru juga perlu memahami kondisi masing-masing siswa yang berbeda-beda. Strategi tertentu bisa sangat berhasil bagi seseorang siswa. Namun belum tentu memiliki dampak yang sama bagi siswa lain. Untuk itu, guru juga perlu lebih jeli untuk memahami kondisi masing-masing s i s w a s e h i n g g a t e p a t d a l a m menerapka strateginya.(*) kompetisi mewakili sekolah. Beberapa s i swa y a n g m e m i l i k i m o ti v a s i berpres tas i tinggi mudah saja diarahkan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Namun, lebih banyak siswa yang merasa rendah diri dan kurang termoti vas i. Kebanyakan pada akhirnya menolak untuk mengikuti kompetisi. Sebagian lain tetap bersedia, namun kurang memiliki m o ti v a s i u n t u k m e r a i h j u a r a . Keikutsertaanya dalam kompetisi hanya sebagai bentuk penghormatan kepada guru atau hanya sekadar berpartisipasi semata. Tanpa ada keinginan untuk menjadi juara. Kondisi demikian menurut penulis sangatlah kurang baik. Menurut Sardiman (2018), motivasi belajar siswa yang rendah, bisa mempengaruhi m o t i v a s i b e l a j a r s i s w a l a i n . Berdasarkan pertimbangan di atas, penulis menerapkan beberapa strategi yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa, khususnya dalam belajar. Strategi pertama adalah dengan menjelaskan tujuan belajar ke siswa. G u r u j u g a p e rl u m e m b e ri k a n penjelasan tentang pentingnya ilmu yang akan dipelajari yang akan sangat berguna bagi siswa. Semakin jelas tujuan pembelajaran, maka akan semakin besar pula motivasi dalam belajar. Strategi kedua adalah dengan pemberian hadiah (reward) kepada siswa yang berprestasi. Hadiah bisa memacu siswa untuk lebih berprestasi l a g i . B a g i s i s w a y a n g b e l u m MOTIVASI merupakan hal yang s a n g a t p e n ti n g d a l a m p r o s e s pembelajaran. Siswa yang belajar tanpa motivasi berarti, umumnya hasil belajarnya kurang optimal. Menurut Daniel Goleman (2004), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20 persen bagi kesuksesan seseorang. Selebihnya yakni 80 persen banyak ditentukan oleh faktor lainnya, seperti kecerdasan emosional (EQ), motivasi diri, kemampuan mengatasi frustasi, mengatur suasana hati (mood), berempati hingga kemampuan bekerja sama. Motivasi menurut Suharni (2018) sangat penting artinya dalam kegiatan belajar. Siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi kalau keinginan untuk sukses berasal dari dirinya sendiri. Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan siswa untuk menuju kesuksesan. Penulis mengamati motivasi hampir sebagian besar siswa di SD Ne g e ri 1 L a r a n g a n, Ke c a m a t a Pengadegan, Kabupaten Purbalingga untuk berprestasi rendah. Indikatornya adalah saat siswa tersebut diberi k e s e m p a t a n u n t u k m e n g i k u ti siswa menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan materi yang diperoleh dari video dan merumuskan pertanyaan. Diskusi Kelas:Lakukan diskusi kelas untuk membahas temuan dan pertanyaan dari setiap kelompok. Evaluasi Pembelajaran:Gunakan berbagai bentuk evaluasi, seperti kuis a t a u p r oy e k , u n t u k m e n g u k u r pemahaman siswa. Contoh Materi IPAS: Bagaimana Tumbuhan Berkembang Biak, misalnya: Pembuahan dan Penyerbukan Tumbuhan: Menjelaskan proses reproduksi pada tumbuhan. P e m b i a k a n V e g e t a t i f : M e n u n j u k k a n c a r a t u m b u h a n berkembang biak tanpa melalui proses b i. Peran Polinasi dan Dispersi B i: Mendiskusikan bagaimana tumbuhan menyebarkan benihnya. Berdasarkan pengamatan penulis, media Youtube memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, siswa dapat mengakses materi kapan saja dan di mana saja dan video dapat membantu siswa memahami konsep secara visual. Sedangkan kekurangannya, risiko konten yang tdak sesuai dengan pendidikan dan tidak semua video mendukung interaksi langsung. Da p a t d i s i m p u l k a n b a h w a pemanfaatan media YouTube sebagai alat pembelajaran di kelas IV SD Negeri 2 Klinting, Banyumas, dapat membawa manfaat besar dalam mendukung pembelajaran IPAS. Dengan langkahlangkah yang tepat, guru dapat m e n c i p t a k a n p e n g a l a m a n pembelajaran yang interaktif dan menarik bagi siswa. Meskipun memiliki k e l e b i h a n , p e n t i n g u n t u k memperhatikan keterbatasan dan menjaga kontrol terhadap konten agar pembelajaran tetap bermanfaat dan aman bagi siswa.(*) untuk menyampaikan informasi, seperti komputer, laptop, tablet, atau perangkat digital lainnya. Sedangkan YouTube adalah platform berbagi video daring yang menjadi salah satu media pembelajaran elektronik paling populer. Dengan konten yang bervariasi, YouTube menyediakan akses mudah ke berbagai materi pembelajaran, termasuk ilmu pengetahuan alam dan sosial. A d a p u n l a n g k a h -l a n g k a h Pembelajaran dengan Media YouTube di Kelas IV SD Negeri 2 Klinting yang penulis lakukan sebagai berikut: I d e n t i k a s i T u j u a n Pembelajaran:Tentukan tujuan pembelajaran terkait materi bagaimana tumbuhan berkembang biak. Pilih Konten yang Relevan di YouTube:Cari video-video pendidikan y a n g s e s u a i d e n g a n m a t e r i pembelajaran dan cocok untuk tingkat kelas IV. P e n y u s u n a n R e n c a n a P e m b e l a j a r a n : B u a t r e n c a n a p e m b e l a j a r a n y a n g m e n c a k u p penggunaan video, diskusi, dan aktivitas lainnya. Aktivitas Kelompok:Pisahkan PEMBELAJARAN saat ini semakin berkembang dengan pesat, terutama dengan pemanfaatan teknologi. Salah satu media pembelajaran yang cukup populer adalah YouTube. Penulis dalam melakukan pembelajaran IPAS di Kelas IV SD Negeri 2 Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas menerapkan media Youtube ini untuk mengatasi kejenuhan siswa yang selama ini serinhg menggunakan metode ceramah. Santosa (2019) mengemukakan, media pembelajaran adalah segala bentuk alat atau materi yang digunakan guru atau siswa untuk memudahkan p e n y a m p a i a n d a n p e n e ri m a a n informasi dalam proses pembelajaran. Media ini dapat berupa visual, audio, atau gabungan keduanya. Senada dengan itu, Imam Sugiri ( 2 0 2 0 ) m e n g a t a k a n , m e d i a pembelajaran elektronik erupakan m e d i a p e m b e l a j a r a n y a n g menggunakan teknologi elektronik Oleh: Windari, S.Pd.SD Guru SD Negeri 1 Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga Meningkatkan Keaktifan Siswa Belajar IPA di Kelas IV MIM Jompo dengan Model SAVI P e n g a l a m a n I n t e l l e c t u a l (Pemikiran Intelektual):Ajak siswa b e rpa rti s ipa s i d a l am d i s k u s i , pemecahan masalah, atau proyek penelitian kecil.Contoh: Siswa dapat merencanakan dan melaksanakan penelitian sederhana tentang sifatsifat air dalam kehidupan sehari-hari. Be rd a s a r k a n p e n g a m a t a n p e n u l i s , a d a k e l e b i h a n d a n Kekurangan dalam Model SAVI ini. Kelebihannya, pertama, diversitas P e m b e l a j a r a n : M o d e l S AV I m e m u n g k i n k a n p e n g a l a m a n p e m b e l a j a r a n y a n g b e r a g a m , memenuhi gaya belajar yang berbeda di antara siswa. Kedua, aktivitas Siswa: Siswa lebih aktif terlibat karena melibatkan sensori yang berbeda, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Memfasilitasi Pemahaman yang Mendalam: Keterlibatan sensorik secara menyeluruh dapat membantu siswa memahami dan meresapi k o n s e p - k o n s e p s e c a r a l e b i h mendalam. Sedangkan kekurangannya, diantaranya waktu dan Persiapan. Bahwa implementasi model ini mungkin membutuhkan waktu dan persiapan lebih lanjut oleh guru. Kesul itan dalam Evaluas i: Pengukuran kemajuan siswa dalam model SAVI mungkin lebih sulit, terutama jika pengukuran lebih tradisional (misalnya, ujian tertulis) digunakan. Selain itu, tidak Selalu Efektif untuk Semua Konsep: Beberapa konsep mungkin sulit d elaskan m e l a l u i p e n g a l a m a n s e n s o ri k t e r t e n t u , s e h i n g g a p e r l u pertimbangan dalam pemilihan metode. Dengan menerapkan Model SAVI dalam pembelajaran IPA di Kelas IV MIM Jompo, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih intera k tif, mena ri k , dan memperdalam pemahaman siswa terhadap ilmu pengetahuan alam.(*) m e n g g a b u n g k a n p e n g a l a m a n somati k , auditori, v i sua l, dan intelektual untuk meningkatkan pemahaman dan retensi informasi siswa. Dengan merangsang berbagai i n d r a , m o d e l i n i b e r t u j u a n menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam. Ad a p u n l a n g k a h -l a n g k a h menerapkan Model SAVI dalam Pembelajaran IPA di Kelas IV MIM Jompo yang penulis lakukan sebagai berikut. Pengalaman Somatic (Gerakan Tu b u h ):Re n c a n a k a n ke g i a t a n praktikum yang melibatkan gerakan tubuh siswa, seperti eksperimen sederhana yang memerlukan tindakan sik. Contoh: Siswa dapat melakukan percobaan mengamati gerak benda dengan menyusun sederetan alat sederhana. P e n g a l a m a n A u d i t o r y (Pendengaran):Gunakan rekaman suara atau ceramah interaktif untuk menjelaskan konsep-konsep IPA. C o n t o h : S i s w a d a p a t mendengarkan suara alat-alat l a b o r a t o r i u m d a n m e n c a t a t pengamatan mereka. P e n g a l a m a n V i s u a l (Penglihatan):Sajikan materi IPA dengan menggunakan gambar, diagram, atau video.Contoh: Guru dapat menggunakan multimedia untuk memperlihatkan proses fotosintesis secara visual. PENDIDIKAN merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter dan peningkatan pengetahuan siswa. Khususnya di tingkat Sekol ah D a s a r / M a d r a s a h I b t i d a i y a h , pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) d i Ke l a s IV m e m e rl u k a n pendekatan yang kreatif dan efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diadopsi adalah Model SAVI ( S o m a t i c , A u d i t o r y , V i s u a l , Intellectual). Ga rd n e r d a n Ha t c h (1 9 8 9 ) menjelaskan, model SAVI adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan pengalaman sensorik somatik (melibatkan gerakan tubuh), auditori (melibatkan pendengaran), visual (melibatkan penglihatan), dan intelektual (melibatkan pemikiran atau pertimbangan intelektual). Tujuannya adalah memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif dan merangsang berbagai indra siswa. Sedangkan Armstrong (2015) menjelaskan, model SAVI sebagai s u a t u p e n d e k a t a n y a n g Oleh: Faifiyanti, S.Pd.I Guru MI Muhammadiyah Jompo Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga Media YouTube Dukung Pembelajaran IPAS di SD Negeri 2 Klinting Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Lima Strategi Oleh: Sholihin, S.Pd Guru SD Negeri 2 Klinting Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas.
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A 18 EDUKATOR Tabloid Pendidikan Artikel Ilmiah Populer NOMOR 33 TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Kelima, Pemantauan dan Evaluasi. Melakukan pemantauan dan evaluasi s e c a r a b e r k a l a t e r h a d a p perkembangan karakter pelajar dalam penerapan P5-PPRA. S e m e n t a r a i t u c o n t o h Implementasi di Kelas IV MI Negeri 3 Purbalingga P e m b e l a j a r a n Tematik:Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin dalam pembelajaran tematik, misalnya dengan mengaitkan nilai gotong royong dengan ajaran kasih sayang dalam Islam. Cerita Inspiratif:Menggunakan cerita inspiratif yang menekankan pada n i l a i - n i l a i P 5 - P P R A u n t u k meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar. Proyek Sosial:Mengorganisir proyek sosial bersama siswa untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Berdasarkan pengamatan penulis, ada kendala penerapan P5-PPRA di MIN 3 Purbalingga. Yakni terbatasnya dana dan fasilitas dapat menjadi hambatan dalam mengadakan kegiatan yang mendukung P5-PPRA. Selain itu, kurangnya pemahaman guru terhadap konsep P5-PPRA dapat m e m p e n g a r u h i e f e k t i v i t a s implementasi di kelas. Untuk mengatasi kendala itu, siswa dan guru memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan dalam pendekatan pembelajaran. Dapat disimpulkan, Implementasi Projek Penguatan Pro l Pelajar Pancasila dan Pro l Pelajar Rahmatan Lil Alamin di MIN 3 Purbalingga merupakan langkah signi kan dalam menciptakan generasi yang memiliki karakter kuat, berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan ajaran kasih sayang dalam Islam. Meskipun menghadapi kendala, dedikasi semua pihak terlibat dapat mengatasi tantangan tersebut demi mencapai tujuan noble ini. Dengan demi k i an, pendidi kan di MIN 3 P u r b a l i n g g a m e n j a d i w a h a n a pembentukan karakter yang holistik dan merdeka bagi para pelajar.(*) rahmat bagi alam semesta. Terkait hal itu, Kurikulum Merdeka adalah konsep pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada guru dan sekolah untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dalam konteks P5-PPRA, Kurikulum Merdeka memberikan ruang kreativitas bagi pendidik untuk mengintegrasikan nilainilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin dalam setiap aspek pembelajaran. Sebagai guru di MIN 3 purbalingga, adapun langkah-langkah Implementasi P5 -PPR A di MIN 3 Purba l ingga dilaksanakan sebagai beeikut: Pertama, Analisis Kebutuhan. Identi kasi kebutuhan karakter pelajar melalui evaluasi tingkat pemahaman nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin. K e d u a , P e r e n c a n a a n Pembelajaran.Menyusun rencana pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai P5 dan PPRA ke dalam setiap mata pelajaran di Kelas IV. K e t i g a , P e l a t i h a n Guru.Memberikan pelatihan kepada g u r u a g a r m a m p u mengimplementasikan P5-PPRA dalam pembelajaran sehari-hari. K e e m p a t , K e g i a t a n Ekstrakurikuler.Mengembangkan ke g i a t a n e k s tr a k u ri k u l e r ya n g mendukung penguatan karakter, seperti kajian nilai-nilai Pancasila dan kegiatan sosial berbasis kasih sayang. PENDIDIKAN karakter menjadi fokus utama dalam pembelajaran di era Kurikulum Merdeka. Salah satu upaya nyata untuk mewujudkannya adalah m e l a l u i I m p l e m e n t a s i P r o j e k Penguatan Pro l Pelajar Pancasila dan Pro l Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5- PPRA) di MIN 3 Purbalingga. Subiyanto (2022) mengemukakan, P5 adalah upaya untuk memperkuat karakter pelajar berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Dalam hal ini, P5 melibatkan pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan intelektual. P5 bertujuan agar setiap pelajar memiliki kesadaran dan identitas nasional yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sedangkan PPRA dimaknai oleh Sukaryono (2022) merupakan konsep pendidikan karakter berbasis ajaran Islam yang menekankan pada nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan keadilan. Para ahli dari Kementerian Agama RI mende nisikan PPRA sebagai usaha untuk membentuk karakter pelajar agar menjadi individu yang membawa mudah dipahami, dan dilakukan siswa sebagai bagian penyaluran minat dan bakat yang dapat dikembangkan sebagai perwujudan pendidikan karakter bangsa. Pengembangan diri tidak hanya terjadi melalui kegiatakegiatan ekstrakurikuler sekolah, dapat pula terjadi dalam lingkup pergaulan siswa di sekolah maupun m a sy a r a k a t. Pe rl u d i ke t a h u i , pergaulan akan membawa siswa pada pendidikan karakter, maka dari itu siswa harus dapat memilah pergaulan yang sebaik-baiknya agar tumbuh karakter yang baik. Dalam memilih pergaulan, siswa harus dibekali kejujuran. Sebenarnya kejujuran sendiri merupakan hasil dari pendidikan karakter yang baik. Namun, untuk menjadi sesorang yang berkarakter, modal yang paling utama ialah kejujuran. Maka dari itu , penanaman karakter yang baik sangat penting sejak dini agar bisa menjadi modal siswa dalam mengarungi hidup yang sangat berat. Karakter yang kuat, berani, dan tidak mudah menyerah akan sangat membantu siswa dalam menjalani hidup. Karakter yang baik selalu bisa diterapkan dalam berbagai profesi baik sebagai seorang pebisnis, p e n d i d i k , a t a u p u n p r o f e s i lainnya.(Sutarno, 2016). Contoh nilai- nilai karakter yaitu salah satuanya nilai Cinta Tanah Air. Setiap siswa harus dibekali rasa Cinta Tanah Air agar kedepannya siswa m e m i l i k i k e i n g i n a n u n t u k memperjuangkan kemajuan bangsa, karena penerus bangsa tidak lain adalah pemuda bangsa itu sendiri. Selain Cinta Tanah Air s i swa juga memiliki nilai kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Kepedulian sosial ini sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu bukti diperlukannya kepedulian sosial yaitu ketika s e s e o r a n g m e m b u t u h k a n pertolongan, akan selalu ada orang lain yang siap membantu. Namun, apabila seseorang tida k menanamkan kepedulian sosial sejak dini, bantuan kepedulian dari orang lain tidak dapat dipastikan selalu datang. (*) keluarga, ibu, abang, dan lain sebagainya yang bisa menjadi contoh yang baik bagi seseorang. Pendidikan karakter ini menjadi sangat penting karena sekitar 70 persen sifat dari keluarga akan menjadi contoh bagi sifat karakter orang dalam keluarga tersebut. Bahkan pembentukan karakter sejak dini akan snagat menentukan b a g a i m a n a s e s e o r a n g d a l a m menjalani hidupnya. Siapapun dia, apapun profesinya ketika memiliki karakter yang baik, tentu akan lebih baik daripada yang tidak memiliki karakter. Selain pengaruh dari lingkungan keluarga, pendidikan karakter juga terbentuk di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter di sini dilakukan sejara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum, kejuruan, dan akademik. Dalam pelaksanaanya dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diwujudkan pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan y a n g m e m u a t p e l a j a r a n pengembangan diri. Pendidikan karakter di sekolah yang diwujudkan pada pendidikan pengembangan diri antara lain, melalui kegiatan- kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, misalnya Pramuka, P M R , Olahraga , Seni , Keagamaan, dan l a i n n y a . D e n g a n k e g i a t a n ekstrakurikuler sangat menyentuh, K A R A K T E R a d a l a h b a g i seseorang. Untuk itu pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting diterapkan bagi setiap siswa. Karakter atau watak adalah sifat bathin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya. Adapun fungsi pendidikan karakter yaitu untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik. Pendidikan karakter dapat dilakukan bukan hanya di bangku sekolah, melainkan juga dari berbagai media yang meliputi keluarga dan lingkungan sekitar.(Juwondo Amir, 2014) Da ri p e n d i d i k a n k a r a k t e r membangun karakter anak. Mereka jadi tahu sopan santun terhadap guru maupun orang yang lebih tua. Selain itu pendidikan karakter juga didukung oleh peran internal seperti keluarga. Peran dalam membentuk kepribadian atau karakter itu sendiri. Seperti peran ayah dalam Oleh: Khamdi, S.Pd.I.,M.Pd Guru MI Negeri 3 Purbalingga Pendekatan RME Mempermudah Siswa Belajar Menghitung Materi Debit memodelkan konsep debit, dan berdiskusi kelompok. K e e m p a t , p e m b a h a s a n kelompok.Diskusi kelompok untuk berbagi ide, strategi, dan solusi yang ditemukan. Kelima, pemahaman knsep.Di s i n i , g u r u m e m b a n t u s i s w a mengaitkan konsep matematika debit dengan temuan mereka, memastikan pemahaman yang mendalam. Terkait hal itu, berikut contoh soal materi tentang debit: Soal: Sebuah pipa memancarkan air selama 5 menit. Jika volume air yang keluar adalah 200 liter, hitunglah debit air tersebut! Jawaban: Debit air = Volume air / Waktu, Debit = 200 liter / 5 menit = 40 liter/menit Be rd a s a r k a n p e n g a m a t a n penulis, kelebihan Pendekatan RME pada Materi Debit sebagai berikut: P e r t a m a , r e l e v a n s i d a n signi kansi. Konsep matematika menjadi relevan dan signi kan karena terkait langsung dengan situasi dunia nyata. K e d u a , p e m a h a m a n m e n d a l a m .Si swa m e m b a n g u n pemahaman yang mendalam melalui pengalaman langsung dan pemodelan konsep. K e t i g a , p e n i n g k a t a n keterlibatan.Pembelajaran aktif dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari meningkatkan keterlibatan siswa. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME membawa kehidupan ke dalam pembelajaran matematika, memastikan bahwa siswa dapat mengaitkan konsepkonsep dengan pengalaman nyata m e r e k a . D e n g a n fo k u s p a d a investigasi, pemodelan, dan diskusi, RME memberi kan pemahaman matematika yang lebih mendalam dan relevan untuk materi seperti debit. Ini t i d a k h a n y a m e n i n g k a t k a n pemahaman s i swa tetapi juga membuat pembelajaran matematika lebih menarik dan bermakna.(*) masalah. Siswa diharapkan dapat mengaitkan konsep matematika dengan pengalaman dunia nyata mereka. Penggunaan RME di MI Maarif NU 01 Jingkang, Purbalingga, memiliki alasan yang kuat. Dengan mengaitkan dengan Kompetensi Dasar Matematika 3.3 kelas 6, yang menekankan pada m e n g e n a l s a t u a n d e b it, R M E m e m u n g k i n k a n s i s w a u n t u k memahami konsep ini melalui situasi nyata. Debit, yang dide nisikan sebagai banyaknya zat cair yang m e n g a l ir ti a p s a t u a n w a k t u , dihubungkan dengan satuan volume seperti m^3, cm^3, mm^3, dan liter (1 dm^3 = 1 liter). Ad a p u n l a n g k a h -l a n g k a h Pembelajaran dengan Pendekatan RME untuk Materi Debit yang penulis terapkan sebagai berikut: Pertama, pengamatan awal. Mengamati s ituas i nyata yang melibatkan debit, seperti pengukuran air yang mengalir dari keran atau sungai. K e d u a , i d e n t i k a s i masalah.Menyadari tantangan atau pertanyaan yang muncul dari situasi t e r s e b u t, s e p e rti b a g a i m a n a mengukur debit air. K e t i g a , i n v e s t i g a s i d a n pemodelan.Siswa melakukan kegiatan investigasi untuk mencari solusi, PEMBELAJARAN matematika membutuhkan pendekatan yang memotivasi siswa untuk memahami konsep secara mendalam dan terkait dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang belakangan digunakan guru adalah Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Freudenthal (2013) menjelaskan, pendekatan RME adalah sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada penggunaan konteks nyata dan situasi kehidupan sehari-hari untuk membantu siswa memahami konsep matematika. RME memberikan arti pada konsep matematika melalui penerapan dalam situasi yang nyata dan relevan. Senada dengan itu,Mulligan dan Mitchelmore (2009) menjelaskan, RME adalah pendekatan pembelajaran m a t e m a ti k a y a n g fo k u s p a d a konstruksi pemahaman matematika oleh siswa melalui pengalaman kontekstual dan aktivitas berbasis Oleh: Wasirin, S.Pd.I Guru MI Maarif NU 01 Jingkang Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga Menerapkan Pendidikan Karakter dan Etika dengan Pembiasaan Sejak Dini Implementasi P5-PPRA di MIN 3 Purbalingga Oleh: Suyitno, S.Pd.I Guru MI Ma’arif NU Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga
M E M A J U K A N P E N D I D I K A N , M E N C E R D A S K A N B A N G S A EDUKATOR 19 Tabloid Pendidikan TAHUN KE-3 JANUARI 2024 Advertorial NOMOR 33
REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA BOSP PERIODE TANGGAL : 01 Juli 2023 s/d 31 Desember 2023 TAHAP 2 TAHUN 2023 No. Urut 8 STANDAR SUB PROGRAM Pembiayaan Penerimaan PesertaDidik Baru Pembiayaan Pengembangan Perpustakaan Pembiayaan Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Kegiatan Pembiayaan Asesmen/Evalu asi Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Pembiayaan Administrasi Kegiatan Sekolah Pembiayaan Pengembangan Profesi Guru dan Tenaga Kependidikan Pembiayaan Langganan Daya dan/atau Jasa Pembiayaan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah PenyediaanAlat Multi Media Pembelajaran Pembiayaan Penyelenggaraa n Bursa Kerja Khusus, Praktik Kerja Industri atau Praktik Kerja Lapangan di Dalam Negeri, Pembiayaan Penyelenggaraa n Kegiatan Uji Komp Keahlian, Sertifikasi Kompetensi Keahlian,danUji Komp Pembiayaan untuk Pembayaran Honor Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 PengembanganStandarIsi 0 0 0 0 0 8.140.000 0 0 0 0 0 0 8.140.000 2 PengembanganStandarProses 0 0 100.335.000 0 0 0 0 0 0 0 0 0 100.335.000 3 Pengembanganpendidikdan tenaga kependidikan 0 0 0 0 0 13.274.000 0 0 0 0 0 0 13.274.000 4 Pengembangansarana dan prasarana sekolah 0 9.500.000 0 0 36.300.000 0 0 159.084.000 154.225.000 0 0 0 359.109.000 5 Pengembanganstandar pengelolaan 2.905.000 0 8.020.000 0 92.403.000 0 64.908.550 0 0 0 0 0 168.236.550 6 Pengembanganstandar pembiayaan 0 0 0 0 1.000.000 0 0 0 0 0 0 0 1.000.000 7 Pengembangandan implementasi sistem penilaian 0 0 0 2.420.450 0 0 0 0 0 0 0 0 2.420.450 JUMLAH 2.905.000 9.500.000 108.355.000 2.420.450 129.703.000 21.414.000 64.908.550 159.084.000 154.225.000 0 0 0 652.515.000 NPSN Nama Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : NPSN20323500 : SMA NEGERI 1 KESESI : Kec. Kesesi : Kab. Pekalongan : Prov. Jawa Tengah Saldo periode sebelumnya Total penerimaan dana BOSP periode ini Total penggunaan dana BOSP periode ini Akhir saldo BOSP periode ini : Rp.1.955.000 : Rp.650.560.000 : Rp.652.515.000 : Rp.0 Menyetujui, Kepala Sekolah Dr. Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd, M.Pd NIP. 198012132005011006 Bendahara / Penanggun awab Kegiatan Herawati Tres Pangajapsih, S.E NIP. 197304212007012008