ILM
2 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
DARI REDAKSI
Di awal tahun 2018, redaksi membahas terkait
penerimaan negara yang ditetapkan oleh pemerintah ke Bea Terbit Sejak 1968
Cukai pada tahun 2017 melampaui target. Tahun anggaran 2017 Izin Direktur Perkembangan Pers No. 332/Dir.PK/II tanggal
penerimaan Bea Cukai menembus Rp192,49 triliun (101,77%) 25 April 1968 dan diperbaharui dengan Keputusan Menteri
atau ada surplus penerimaan sebesar Rp3,35 triliun. Jumlah Penerangan Nomor 01331/SK/DIRDJEN-PG/SIT/1972
tanggal 20 Juni 1972
penerimaan tersebut bersumber dari bea masuk, bea keluar,
dan penerimaan dari sektor cukai. DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
Heru Pambudi, S.E., LLM
Edisi kali ini juga mengulas bagaimana uniknya PENASEHAT
pengawasan yang dilakukan Kantor Bea Cukai Madura. Kantor SEKRETARIS DITJEN BEA DAN CUKAI
Dr. Kushari Suprianto, M.M., M.E
yang berada di ujung Pulau Madura ini memiliki luas pengawasan
dan pelayanan yang cukup besar, yaitu seluruh Pulau Madura DIREKTUR TEKNIS KEPABENAN
R. Fadjar Donny Tjahjadi, S.E., M. Si.
yang terbagi menjadi empat kabupaten, yaitu Bangkalan, DIREKTUR FASILITAS KEPABEANAN
Sampang, Pamengkasan, dan Sumenep. Ditambah dengan 126 Robi Toni, S.E., M.M.
buah pulau yang berada di sekitar Kabupaten Sumenep. DIREKTUR TEKNIS DAN FASILITAS CUKAI
Drs. Marisi Zainudin Sihotang, SH, M.M.
Tahun 2018, ada rubrik baru yang mengisi majalah DIREKTUR KEBERATAN BANDING DAN PERATURAN
yakni rubrik sosok. Dalam rubrik sosok akan menceritakan para Ir. Rahmat Subagio, M.A.
pegawai purna bakti yang memiliki prestasi atau cerita menarik DIREKTUR INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI
M. Agus Rofiudin, S. Kom., M.M.
saat menjadi pegawai. Untuk perdana akan diceritakan mengenai
salah seorang mantan Dirjen BC, Suhardjo. Selain itu tetap ada DIREKTUR KEPATUHAN INTERNAL
Hendra Prasmono, S.H., M.IH
rubrik sisi pegawai yang menceritakan pegawai bea cukai saat ini. DIREKTUR AUDIT KEPABEANAN DAN CUKAI
sisi pegawai akan diceritakan mengenai sepak terjang Kakanwil Nirwala Dwi Haryanto, S.E., M.Si.
Bea Cukai yang ditugaskan di Kepulauan Maluku, Finari Manan. DIREKTUR PENINDAKAN DAN PENYIDIKAN
Ir. B. Wijayanta Bekti Mukarta, M.A
Sudah pernah ke Makassar gengs? Kalau belum, mari DIREKTUR PENERIMAAN DAN PERENCANAAN
kami ajak jalan-jalan sehari ke Makassar (Jokka-jokka sehari ri STRATEGIS
Sugeng Apriyanto, S.Sos., M.Si
Mangkasa). Makassar yang dulu dikenal sebagai Ujung Pandang TENAGA PENGKAJI BIDANG PELAYANAN DAN
ini menyimpan pesona yang luar biasa terutama laut dan PENERIMAAN KEPABEANAN DAN CUKAI
sejarahnya. semua itu akan diulas pada rubrik travel notes. Di Dwijo Muryono
rubrik Hobi dan Komunitas, redaksi menceritakan mengenai TENAGA PENGKAJI BIDANG PENGAWASAN DAN
PENEGAKAN HUKUM KEPABEANAN DAN CUKAI
pegawai yang menjadi Bonek yang menulis buku sejarah pemain Nugroho Wahyu Widodo, S.S.T., Ak.
asing Persebaya. TENAGA PENGKAJI BIDANG PENGEMBANGAN
KAPASITAS KINERJA ORGANISASI KEPABEANAN DAN
CUKAI
Last but not least, jangan lupa kirimkan kontribusi anda Ambang Priyonggo, S.IP., M.P.A.
untuk majalah WBC dapat berupa foto, karya sastra baik puisi, KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BEA DAN
komik, cerita pendek, ataupun cerita bersambung. Kirimkan CUKAI
Ir. Harry Mulya, M.Si.
karyamu ke [email protected].
PENGARAH
DIREKTUR KEPABEANAN INTERNASIONAL DAN ANTAR
LEMBAGA
Selamat membaca! DR. Robert Leonard Marbun, SIP, MPA
Pimpinan Redaksi PEMIMPIN REDAKSI
Deni Surjantoro KASUBDIT KOMUNIKASI DAN PUBLIKASI
Deni Surjantoro
WAKIL PEMIMPIN REDAKSI
Muchamad Ardani, Budi Sulistiyo, Sudiro, Devid Yohannis
Muhammad
Majalah Warta Bea dan Cukai diterbitkan oleh Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi REDAKTUR
Yella Meisha Indika, Dara Rahmania, Nur Iman, Rezky
Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ramadhani, Muhammad Faizur, Piter Pasaribu, Aris
Direktorat Jendral Bea dan Cukai - Kementrian Keuangan Republik Indonesia Suryantini, Desi Andari Prawitasari, Supomo, Andi Tria
Saputra, Kitty Hutabarat, Syahroni, Supriyadi Widjaya
Redaksi menerima kiriman foto, artikel dan surat untuk keperluan konten majalah DESAINER GRAFIS DAN LAYOUTER
Warta Bea dan Cukai. Deo Agung Sembada, Shifa Nabila Mustika H., Henry
Kirim ke [email protected] Mahardhika P., Patri Yanto Mission
Dengan disertai identitas lengkap pengirim dan nomor telepon yang dapat di hubungi,
serta menuliskan nama dalam kolom subyek surat elektronik. FOTOGRAFER
Slamet Rahardi, M. Faishal Hafizh, Jodie Umbara, M.
Khamil Hamid, Okta Anang Diantama, Septian Dawang
ALAMAT REDAKSI Kristanto, Adhitya Riandhika Hermawan , Nurcholis
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Efendi, Deo Agung Sembada, Rahmad Pratomo Digdo,
Dovan Wida Perwira, Rian Effendi, Fauziah Nur
Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Ramadhan, Ria Al Whali Rismaya
Telp. (021) 489 0308 Ext. 222
E-mail : [email protected] SEKRETARIAT
Rahmad Pratomo Digdo, Kartika, Nur Hani Rahmawati,
WartaBeaCukai @Warta_BeaCukai Reinaldo, Mustamiludin, Dadan Heriyana, Satrio
Bayuwisnu, Shofa Aufar Rahman
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 1
DAFTAR ISI
4
EVENT
Intip Mobile Laboratory Dan Tiga Laboratorium 12
Baru Bea Cukai
LAPORAN UTAMA
Tembus 101,77%,
Penerimaan Bea Cukai Lampaui Target
5 Reaching 101,77%,
DGCE Surpassed the Revenue Target
24
PROFIL KANTOR
Berjuang Di Zona Merah Peredaran Rokok Ilegal
WAWANCARA
Bicarakan Target Penerimaan BeaCukai di Tahun
Anggaran 2018
8
PERATURAN
Peraturan Menteri Keuangan 28
Nomor 157/PMK.04/2017
SEJARAH
Palawang
10
31
INFO GRAFIS
SISI PEGAWAI
Finari Manan - Mutiara dari Timur
2 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
DAFTAR ISI
34
SOSOK
Suhardjo - Penguasaan Peraturan dan Bahasa 42
Asing, Sangat Penting
BERBAGI PENGETAHUAN
Mengungkap Rahasia Kaca Hias Venesia
36
44
FEATURE
Sistem Monitoring Integritas Pegawai
TRAVEL NOTES
Jokka - Jokka Sehari ri Mangkasa
38
HOBI DAN KOMUNITAS
Cintailah Klub Kebanggaanmu dengan Bangga, 48
Tertib, dan Pantas
GALERI FOTO
40
RUANG KESEHATAN
Radang Gusi 54
RAGAM
Komik Strip - Isi Benar Jadi Lancar
Puisi - Kabar Masa Depan
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 3
EVENT
INTIP MOBILE LABORATORY
DAN TIGA LABORATORIUM
BARU BEA CUKAI
SEMARANG (22/12/2017) – Direktur Jenderal laboratorium tersebut sudah
Bea dan Cukai, Heru Pambudi meresmikan tiga dilengkapi alat-alat canggih
laboratorium baru milik Bea Cukai yang berada yang dapat mendeteksi barang-
di kantor Bea Cukai Merak, Bea Cukai Bandar barang lainnya seperti logam,
Lampung, dan Bea Cukai Tanjung Emas. Ketiga kulit, batu-batuan, pita cukai,
laboratorium tersebut merupakan satelit dari dan lainnya,” jelas Heru.
Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) yang Selain itu, lanjutnya, sebagai
dimiliki Bea Cukai. Peresmian dilaksanakan di aula community protector, Bea Cukai
kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Senin (18/12). harus dapat menghindarkan
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama masyarakat dari barang
Dirjen Bea Cukai juga meresmikan terobosan baru terlarang seperti narkoba,
yakni mobile laboratory, yaitu laboratorium di bahan peledak, dan lainnya.
dalam mobil yang bermobilitas tinggi dan dapat Laboratorium tersebut juga
digunakan saat mendesak. Dengan kemampuan sudah dapat mengidentifikasi 29
tersebut, mobile laboratory ini akan mempercepat jenis narkotika.
pelayanan identifikasi barang ekspor impor “Dengan pembentukan
sehingga akan berdampak positif mengurangi laboratorium satelit yang
waktu bongkar muat (dwelling time). direncanakan tersebar di wilayah
“Laboratorium merupakan salah satu sarana Indonesia diharapkan dapat
penting Bea Cukai, mengingat fungsinya sebagai memenuhi kebutuhan pengguna
revenue collector, petugas kami harus dapat jasa Bea Cukai,” pungkas Heru.
menentukan jenis komoditi barang dengan akurat
untuk mengetahui harga barang dengan benar,
sehingga akan memungut pungutan negara dalam
jumlah yang sesuai. Dengan sarana tersebut, Bea
Cukai pernah menggagalkan ekspor 114 kg mutiara
senilai Rp45 miliar yang diberitahukan sebagai
manik-manik senilai Rp2 miliar. Selain itu, tentu
4 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
PROFIL KANTOR
Berjuang
Di Zona Merah
Peredaran
Rokok Ilegal
Bea Cukai Madura merupakan salah satu Lalu bagaimana dengan target penerimaan
kantor pelayanan Bea Cukai yang naik tipe kantor, yang telah ditetapkan apakah selama ini dapat
dari pratama menjadi Tipe Madya Pabean C. Kantor terpenuhi? Menurut Kepala Kantor Bea Cukai
yang berada di ujung Pulau Madura ini memiliki Madura, Latif Hilmi, untuk sektor kepabeanan hingga
luas pengawasan dan pelayanan yang cukup besar, saat ini belum ada bea masuk yang dapat dipungut.
yaitu seluruh Pulau Madura yang terbagi menjadi Sementara untuk cukai, dari target yang ditetapkan
empat kabupaten, yaitu Bangkalan, Sampang, oleh Kantor Pusat Bea Cukai di tahun 2017,
Pamengkasan, dan Sumenep. Ditambah dengan penerimaan tercapai 100,35%. “Target kami di tahun
126 buah pulau yang berada di sekitar Kabupaten 2017 itu sebesar Rp304.624.981.000 dan terealisasi
Sumenep. sebesar Rp305.697.385.250. Keseluruhannya itu dari
Penerimaan kantor ini utamanya berasal cukai, karena untuk bea masuk tidak ada atau nol
dari cukai hasil tembakau. Memang, selain terkenal persen,” ujar Hilmi.
sebagai pulau garam, Madura juga terkenal akan Masih menurutnya, walaupun target yang
keunggulan tembakaunya yang merupakan salah ditetapkan cukup tinggi dan pencapainya mencapai
satu tembakau terbaik di dunia. Maka tak heran 100 persen, namun demikian berdasarkan survei
jika di Pulau Madura juga banyak terdapat industri internal Bea Cukai, wilayah Madura ini masih
hasil tembakau. Ada sekitar 64 pabrik rokok yang termasuk dalam kategori “zona merah” untuk
memberikan pemasukan cukup besar untuk negara pelanggaran di bidang cukai, khususnya peredaran
dari pajak cukai. rokok ilegal.
Selain pelayanan cukai, Bea Cukai Madura “Hal ini menjadi perhatian penuh oleh
juga melayani kegiatan kepabeanan, yaitu kegiatan Direktur Jenderal Bea Cukai dan Menteri Keuangan,
ekspor impor yang dilakukan oleh dua perusahaan sehingga pengawasan rokok ilegal menjadi prioritas
tambang minyak dan gas. Kedua perusahaan itu utama kami dalam kegiatan pengawasan. Satu hal
selain melakukan eksportasi minyak dan gas juga yang menjadi tantangan bagi kami saat ini adalah
melakukan impor alat produksi pengeboran yang menghadapi keunikan sosial kultural masyarakat
berada di daerah perairan Gresik, Sumenep, dan Madura, untuk melakukan penegakan hukum
perairan sebelah selatan Sampang. ataupun penindakan terhadap pelanggaran yang
terjadi,” paparnya.
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 5
PROFIL KANTOR
Di wilayah Bea Cukai Madura memang
ada satu keunikan tersendiri untuk sosial kultural.
Keunikan itu adalah sebagian masyarakat Madura
terkenal mempunyai bangunan logika sendiri di dalam
merespon suatu keadaan dan masih memelihara
dan melaksanakan apa yang lazim disebut dengan
“carok” atau pertarungan hidup mati, dimana yang
melatarbelakanginya biasanya menyangkut tiga hal,
yaitu ketersinggungan terkait agama, keluarga, dan
kepemilikan harta atau jika usahanya terganggu.
“Kami berharap para “Bangunan-bangunan logika seperti inilah
pegawai Bea Cukai Madura yang kadang masih terjadi di lapangan dan menjadi
dapat tetap bekerja dengan tantangan tersendiri bagi kami saat melakukan
baik dan pantang mundur, sosialsiasi dan edukasi tentang ketentuan cukai
karena kami telah berikhtiar terhadap masyarakat Madura,” kata Hilmi.
Saat melakukan sosialisasi kewajiban pajak cukai
bersama untuk mengubah yang harus dipenuhi oleh industri hasil tembakau,
wajah Madura menjadi Himi mengaku mendapat pertanyaan yang cukup
Madura yang terbebas dari menggelitik dan itu memang menjadi pertanyaan
rokok ilegal.” penting bagi masyarakat Madura, seperti “Lahan
-Latif Helmi- lahan sendiri, tembakau tembakau sendiri, membuat
rokok rokok sendiri, menjual pun dengan harga lebih
murah, pembeli juga jadi senang, terus ruginya
negara itu di mana? Wong saya juga tidak pernah
minta uang ke pemerintah, kok malah saya ditarik
cukai dan pajak. Bukannya pemerintah harus senang
karena rakyatnya bisa cari uang sendiri.”
Selain melakukan sosialisasi, petugas Bea
Cukai Madura juga kerap melakukan penindakan
terhadap pelanggaran rokok ilegal. Untuk melakukan
hal tersebut, Bea Cukai Madura khususnya unit
penindakan dan penyidikan (P2) harus mampu
meminimalisir hal yang mungkin bisa terjadi,
6 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
PROFIL KANTOR
mengingat resistensi masyarakat di sebagian untuk pemberitaan-pemberitaan kegiatan Bea Cukai
wilayah cukup keras. Dengan kondisi tersebut, Madura.
upaya yang dilakukan kini adalah memperkuat Jika saat ini hanya kegiatan cukai yang menjadi
sistem pengawasan di jalur-jalur transportasi dan andalan untuk penerimaan negara, kedepannya
simpul-simpul distribusi rokok ilegal menuju daerah masih banyak potensi yang dapat digali dari Pulau
pemasaran. Madura ini sehingga dapat menambah penerimaan
Dari kondisi yang ada saat ini, dengan 64 baik terhadap pemerintah maupun masyarakat
pabrik rokok yang ada di Madura, hanya 50 yang sekitar. Misalnya, dari sektor pariwisata dan dan
aktif dilayani, sementara sisanya, 6 pabrik diblokir, sektor kerajinan tradisional.
7 pabrik tidak dilayani pemesaan pita cukainya, Potensi pariwisata di Madura sendiri tidak kalah jika
dan 1 pabrik dicabut nomor pokok pengusaha dibandingkan dengan daerah lainnya. Di Madura ada
barang kena cukai (NPPBKC)-nya. “Jadi walaupun Pulau Giliyang yang memiliki kandungan oksigen
kami berlabel kantor madya pabean, namun secara termurni ke dua setelah Yordania. Dengan destinasi
umum kegiatan utama kami adalah cukai. Walaupun wisata pantai dan pulau yang ada, maka tentu
kami berada di zona merah peredaran rokok ilegal, event-event internasional dapat diselenggarakan di
namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin Madura, seperti misalnya Even Darwin-Giliyang Yacht
untuk mengubahnya menjadi daerah yang minim Race – Rally atau Giliyang Sail. Begitu juga dengan
pelanggaran cukai,” tuturnya. potensi industri masyarakat kecil dan menengah,
Itu semua tentunya juga membutuhkan adanya industri keris dan batik bisa menambah
kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait devisa untuk Madura dari kunjungan wisatawan
lainnya yang ada di Madura. Oleh karena itu Bea asing dan kondisi ini tentunya Bea Cukai akan sangat
Cukai Madura rutin melakukan koordinasi dan mendukungnya.
saling bertukar informasi dengan instansi terkait, “Kami berharap para pegawai Bea Cukai
seperti Pemerintah Kota, Kapolres, TNI-Kodim, Madura dapat tetap bekerja dengan baik dan pantang
TNI-POM, KSOP, Satpol PP, kantor syahbandar, dan mundur, karena kami telah berikhtiar bersama untuk
otoritas pelabuhan, termasuk dengan perusahaan mengubah wajah Madura menjadi Madura yang
transportasi Selain itu Bea Cukai Madura terbebas dari rokok ilegal.” (Supriyadi)
juga melakukan kerja sama dengan Radio Republik
Indonesia (RRI) Studio Pro-1 dalam penayangan
iklan layanan sosial dan temu wicara dan tanya
jawab on air. Termasuk dengan media massa lokal
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 7
PERATURAN
Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 157/PMK.04/2017
Tentang Tata Cara Pemberitahuan Dan Pengawasan,
Indikator Yang Mencurigakan, Pembawaan Uang Tunai
Dan / Atau Instrumen Pembayaran Lain, Serta Pengenaan
Sanksi Administratif Dan Penyetoran Ke Kas Negara
Pokok-pokok materi muatan yang diatur dalam Peraturan dimaksud,
antara lain :
1. Latar belakang diterbitkannya peraturan tersebut, antara lain:
a. Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Undang-undang
Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan
Pendanaan Terorisme serta Peraturan Bank Indonesia Nomor
4/8/PBI/2002 tentang Persyaratan dan Tata Cara Membawa Uang
Rupiah Keluar atau Masuk Wilayah Pabean RI, DJBC mempunyai
kewajiban untuk melakukan pengawasan pembawaan uang tunai
dan/atau instrumen pembayaran lainnya ke dalam atau ke luar
Daerah Pabean Indonesia;
b. Saat ini telah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun
2016 tentang Pembawaan Uang Tunai Dan/Atau Instrumen
Pembayaran Lain Ke Dalam Atau Ke Luar Daerah Pabean Indonesia
sesuai dengan amanat pasal 36 Undang-undang Nomor 8 Tahun
2010;
c. Saat ini pengawasan pembawaan Uang Tunai Dan/Atau Instrumen
Pembayaran Lain Ke Dalam Atau Ke Luar Daerah Pabean Indonesia
dilakukan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai
NOMOR – 01 /BC/2005 Tentang Tata Laksana Pengeluaran Dan
Pemasukan Uang Tunai dan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan
Cukai Nomor SE-12/BC/2016 tentang Peningkatan Pengawasan
pembawaan Uang Tunai Dan/Atau Instrumen Pembayaran Lain
Ke Dalam Atau Ke Luar Daerah Pabean Indonesia;
d. Berdasarkan Pasal 3 ayat (3), Pasal 7 Ayat (4), dan Pasal 19 ayat (3)
Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2016 ketentuan mengenai
bentuk dan isi pemberitahuan pabean dan formulir Pembawaan
Uang Tunai dan/ atau Instrumen Pembayaran Lain, indikator
Pembawaan Uang Tunai dan/atau Instrumen Pembayaran Lain
yang mencurigakan, dan tata cara penyetoran sanksi administratif
atas Pembawaan Uang Tunai dan/ atau Instrumen Pembayaran
Lain ke kas negara didelegasikan untuk diatur lebih lanjut dalam
Peraturan Menteri Keuangan.
8 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
2. Maksud dan tujuan Penyusunan Peraturan di maksud, yaitu:
a. peningkatan pelaporan pembawaan uang tunai terutama yang
berasal dari pengungkapan pembawaan uang tunai yang tidak
dilaporkan serta pengawasan yang efektif di pintu keberangkatan
ke luar Daerah Pabean Indonesia.
b. peningkatkan kepatuhan pelintas batas atas kewajiban
pemberitahuan karena penegakan hukum/pengungkapan
pembawaan uang tunai secara konsisten oleh petugas DJBC.
c. pemberian penilaian yang baik oleh APG atas pemenuhan
Rekomendasi-32 FATF yang menurut Strategi Nasional
Pencegahan dan pemberantsan TPPU 2012-2016 yang menjadi
tanggung jawab DJBC.
3. Hal-hal yang diatur dalam Peraturan dimaksud, antara lain:
a. Peraturan ini pada dasanya mengatur pengawasan terhadap
pembawaan uang tunai dan/ atau instrumen pembayaran lain
pada kawasan pabean pada terminal keberangkatan, terminal
kedatangan dan terminal kargo di bandar udara internasional,
pelabuhan internasional, dan pelabuhan ferry internasional,
terminal keberangkatan atau terminal kedatangan pos lintas
batas, kantor pos lalu bea, dan TLDDP.
b. PMK ini juga mengatur mengenai kewajiban dari pembawa
uang tunai dan/ atau instrumen pembayaran lain paling sedikit
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau yang nilainya
setara dengan itu ke dalam atau ke luar Daerah Pabean wajib
diberitahukan kepada Pejabat Bea dan Cukai.
c. Dalam hal pembawaan dimaksud pada angka 2 tidak
diberitahukan, maka pembawa akan dikenai sanksi administratif
berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan
Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang yang akan disetor
ke kas negara.
d. Untuk mengantisipasi penghindaran pelaporan pembawaan
uang tunai dan/ atau instrumen pembayaran lain diatur juga
mengenai penilaian risiko dan indikator mencurigakan terhadap
pembawaan uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain.
e. Diatur pula terhadap pengawasan Pembawaan Uang Tunai dan/
atau Instrumen Pembayaran Lain yang terkait dengan tindak
pidana pendanaan terorisme.
Subdirektorat Peraturan, DJBC
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 9
10 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 11
LAPORAN UTAMA
TEMBUS 101,77%,
PENERIMAAN BEA CUKAI LAMPAUI TARGET
Target penerimaan negara yang diamanatkan Dari total target penerimaan, target untuk cukai
kepada Bea Cukai dari tahun ke tahun selalu sebesar Rp153,16 triliun atau hampir 81% dari
meningkat. Berdasarkan Anggaran Pendapatan total target penerimaan Bea Cukai. Adapun
dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun target untuk bea masuk Rp33,28 triliun (17,5%)
Anggaran 2017, target penerimaan kepabeanan dan target bea keluar sebesar Rp2,7 triliun
dan cukai yang ditetapkan pemerintah adalah (1,5%).
sebesar Rp189,14 triliun.
Ini tentunya menjadi tantangan bagi Bea Cukai. Pada tahun 2017, penerimaan dari sektor
Agar dapat memenuhi target penerimaan cukai tercapai 100,08%, dimana Bea Cukai
negara yang pada akhirnya digunakan untuk mengumpulkan Rp153,29 triliun, atau ada
membiayai pembangunan nasional tersebut, surplus sebesar Rp0,12 triliun dari target.
surplus penerimaan sebesar Rp3,35 triliun. Pencapaian bea masuk juga mengalami surplus
Jumlah penerimaan tersebut bersumber dari Rp1,78 triliun dengan realisasi penerimaan
bea masuk, bea keluar, dan penerimaan dari Rp35,06 triliun (105,35%). Untuk bea keluar,
sektor cukai. capaian penerimaan menembus 153,62% atau
mengalami surplus mengalami surplus sebesar
12 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
REACHING 101,77%,
DGCE SURPASSED THE REVENUE TARGET
The target of state revenue which Directorate In 2017, the revenue target of excise was
General of Customs and Excise (DGCE) must achieved 100,08% in which DGCE collected
collect keeps increasing from year to year. Based Rp153,29 trillion, or surpassed the target by
on revised state budget of 2017, the target of Rp0,12 billion. Import duties revenue was also
customs and excise revenue was set on Rp189,14 surpassed the target by Rp1,78 trillion with the
trillion by the government. revenue realization of Rp35,06 trillion (105,35%).
It has become the challenge for DGCE Meanwhile for export duties, the revenue target
that in order to achieve the revenue target, reached 153,62% or was surpassed the target by
which is used for national development, not Rp1,47 trillion.
only did DGCE have to work hard but also to Director of Revenue and Strategic
simultaneously launch new inovation and Planning of DGCE, Sugeng Apriyanto, explained
strategy through the year. To that effort, DGCE the factors of why DGCE could exceed the
has managed to reach the revenue target of revenue target in 2017. “The factors that
Rp192,49 trillion (101,77%) or surpassed the supported DGCE in achieving the revenue target
target by Rp3,35 trillion. The revenue comes are national economic growth and international
from import duties, export duties, and excise trade component, as well as commodity price
duties. improvement in international market. Besides,
The target for excise duties was set on the hard work and commitment of DGCE in
Rp153,16 trillion or approximately 81% to the securing the target of revised state budget
total revenue target of DGFCE. Meanwhile, the of 2017 as well as the extra effort which also
target for import duties was set on Rp33,28 contributed to achieve the revenue target,”
trillion (17,5%), and the target for export duties explained Sugeng.
was set on Rp2,7 trillion (1,5%)
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 13
LAPORAN UTAMA
Rp1,47 triliun dari target yang ditetapkan. Ia melihat, untuk penerimaan bea masuk
Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis misalnya, pada dasarnya didorong oleh kinerja
Bea Cukai, Sugeng Apriyanto, memaparkan perdagangan internasional yang tumbuh lebih
faktor yang menyebabkan penerimaan Bea Cukai baik, tidak hanya dibanding dari kinerja tahun
pada tahun anggaran 2017 dapat melampaui sebelumnya, namun juga bila dibandingkan
target. “Keberhasilan ini disebabkan karena dengan perkiraan sebelumnya.
pengaruh pertumbuhan perekonomian -
nasional dan komponen perdagangan Devisa impor yang merupakan tax base bagi
internasional, serta membaiknya harga-harga penerimaan bea masuk, sepanjang 2017
komoditas di pasar internasional. Selain itu, realisasinya tumbuh 15,74% yoy, lebih tinggi
kerja keras dan komitmen segenap jajaran Bea dari perkiraan semula sebesar 12,70% yoy. Hal
Cukai dalam mengamankan target penerimaan ini dikontribusikan oleh pertumbuhan positif di
APBN-P 2017 serta extra effort yang turut seluruh kelompok komoditi impor bahan baku,
memberikan andil positif dalam mewujudkan barang modal dan barang konsumsi.
tercapainya target penerimaan yang diberikan,”
katanya. Pertumbuhan impor ini tidak terlepas dari kinerja
Sugeng menambahkan bahwa reformasi perekonomian makro nasional yang sepanjang
kepabeanan dan cukai yang terus dilakukan 2017 mencatat pertumbuhan ekonomi 5,05%
secara konsisten, seperti program Penertiban dengan tingkat inflasi yang terjaga di bawah
Impor Berisiko Tinggi (PIBT) mampu mengerek level 4,00%. Selain itu di sisi extra effort,
angka peningkatan kepatuhan pemberitahuan PIBT yang dideklarasikan pada 12 Juli 2017
nilai pabean. Ditambah lagi, adanya program tercatat mampu mengerek angka peningkatan
Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT) berhasil kepatuhan pemberitahuan nilai pabean sebesar
menanggulangi peredaran rokok ilegal dan 41% dibanding angka sebelum deklarasi 12 Juli.
meningkatkan penerimaan dari sector cukai. Hal ini pada gilirannya mendorong peningkatan
14 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
Sugeng added that one of the customs and
excise reform programs, such Very-High Risk
Importers Compliance Program (PIBT), which
have been consistently implemented can
also boost the compliance of importers on
declaring the import declaration. Moreover,
the implementation of Very-High Risk Excise
Compliance Program (PCBT) can also prevent
illegal tobacco circulation, as well as increase
the revenue from excise sector.
Sugeng also added that the revenue that macro-economic through 2017 which set the
comes from import duties is basically supported record 5,05% of economic growth rate with
by the performance of international trade which inflation rate was kept under 4,00% level.
have been showing significant improvement, Besides, PIBT as an extra effort has been
not only compared to the last year’s reported to be able to boost as much as 41% of
performance but also to the growth estimation importers compliance to declare the customs
of international trade in 2017. The realization of value, compared to prior the 12th July 2017.
imported foreign exchange, which becomes the It is also expected to increase the import tax
tax base of revenue which comes from import payment such as import duty and import related
duties, have been growing 15,74% year-on-year taxes as much as 26% compared to prior the
during 2017. It is higher than the estimation of implementation of PIBT. Joint program between
12,70% year-on-year. The positive growth of DGCE and Directorate General of Taxes (DGT)
commodity imports such raw materials, capital also contributes to the increase of state revenue
goods, and consumption goods also contributed as much as Rp3,86 trillion and USD 5,13 million.
to the growth of the imported foreign exchange. For export duties, its revenue
The improved growth rate of import was also performance is influenced by several factors,
contributed by the performance of national such as (i) the increase of CPO price> USD 750
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 15
LAPORAN UTAMA
pembayaran import tax (BM+PDRI) sebesar Sedangkan penerimaan cukai yang merupakan
26% dibanding periode sebelum implementasi kontributor penerimaan terbesar Bea Cukai
PIBT. Joint program antara DJBC-DJP juga turut yang mencapai 79,70%, realisasinya berhasil
memberikan andil penerimaan negara (pajak mencapai target yang dibebankan di dalam
dan kepabeanan) sebesar Rp 3,86 triliun dan APBN-P dipengaruhi oleh faktor-faktor
US$ 5,13 juta. seperti (i) kenaikan tarif cukai rokok sebesar
Untuk bea keluar, kinerja penerimaannya 10,54%, (ii) penurunan produksi rokok yang
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain (i) realisasinya lebih rendah dari perkiraan semula,
naiknya harga CPO > USD 750/MT di awal tahun dan (iii) keberhasilan program PCBT dalam
(Januari hingga April) yang mengakibatkan menanggulangi peredaran rokok ilegal.
tambahan (windfall) penerimaan bea keluar, Dari 20 Kantor Wilayah (Kanwil) dan 3 Kantor
(ii) adanya pertumbuhan permintaan ekspor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai yang dipimpin
konsentrat minerba melampaui perkiraan Kepala Kantor setingkat Eselon II, penerimaan
semula dengan tujuan negara Korea, India, paling tinggi dicapai Kanwil Jawa Timur I.
Jepang, dan Filipina, serta (iii) tumbuhnya Berikutnya adalah Kanwil Jawa Tengah dan DIY,
ekspor untuk komoditas nikel dan bauksit, Kanwil Jawa Timur II, Kanwil Jawa Barat, dan
dengan indikasi penambahan 18 perusahaan KPU Tanjung Priok. (Lihat tabel 1).
baru yang mendapat izin ekspor.
TABEL 1: REALISASI PENERIMAAN BEA CUKAI TAHUN ANGGARAN 2017
16 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
/ MT at the beginning of the year (January to circulation.
April) resulting in additional windfall of export From all of the 20 Customs Regional Offices and
duties, (ii) minerals exports which exceeded 3 Prime Customs Office, the highest revenue
previous forecasts for Korea, India, Japan and was achieved by Customs Regional Office of East
the Philippines, and (iii) export growth for nickel Java I, followed by Customs Regional Office of
and bauxite commodities, with indications of Central Java and Special Region of Yogyakarta,
the addition of 18 new companies licensed for Customs Regional Office of East Java II, Customs
export. Regional Office of West Java, dan Customs Prime
While the realization of excise revenue Office of Tanjung Priok.
in revised state budget as the biggest contributor
to the revenue of DGCE which reached 79.70%,
were influenced by factors such as (i) the
increase of tariff of cigarette excise by 10.54%,
(ii) declining cigarette production that is lower
than originally estimated, and (iii) the success
of the PCBT program in tackling illegal cigarette
TABLE 1: REALIZATION OF DGCE REVENUE COLLECTION IN 2017
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 17
LAPORAN UTAMA
PERUBAHAN PARADIGMA BERPIKIR
BEA CUKAI
T erkait dengan pengelolaan tugas mengurangi kesenjangan. Saat ini Bea Cukai
dan fungsinya sebagai salah satu dituntut dapat menjadi partner yang sehat bagi
aparat fiskus, dan seiring dengan industri dan masyarakat, jangan sampai menjadi
perkembangan lingkungan strategis distorsi bagi ekonomi, industri, dan masyarakat.
yang dihadapi dewasa ini dan Bila industri dan masyarakat aktivitas
kedepannya, paradigma berpikir Bea Cukai, produktifnya dapat tumbuh berkembang secara
menurut Sugeng Apriyanto, perlu berubah. sehat di atas pondasi perekonomian yang kuat,
“Saat ini, Bea Cukai dihadapkan pada tarif bea maka penerimaan negara yang meningkat secara
masuk yang semakin menurun sebagai dampak berkelanjutan merupakan sebuah keniscayaan,”
perkembangan liberalisasi perdagangan dan ungkap Sugeng.
free trade agreement (FTA), barang kena Perubahan paradigma tersebut dapat
cukai yang masih terbatas, perkembangan dianalogikan sebagai pohon, dimana pengguna
teknologi yang semakin pesat khususnya jasa kepabeanan dan cukai dapat diibaratkan
internet, serta tuntutan untuk menciptakan sebagai pohonnya, sedangkan Bea Cukai sebagai
sistem dan prosedur layanan kepabeanan yang penanam, perawat, pelindung, sekaligus
semakin efisien guna meningkatkan daya saing pemetik hasilnya. “Sebagai penanam pohon,
perekonomian nasional dalam memenangkan tentunya berpikir bagaimana caranya untuk
persaingan ekonomi global,” ujarnya. menanam, merawat memelihara dan menjaga
Hal ini tentunya menuntut Bea Cukai pohon tersebut agar nantinya tumbuh sehat,
untuk tidak lagi hanya peduli dan fokus terhadap berkembang semakin banyak dan menghasilkan
penerimaan yang dipungut dari industri dan buah yang banyak dan lezat. Bea Cukai dituntut
masyarakat pengguna jasa kepabeanan dan dapat selalu memberikan pelayanan terbaik
cukai saja, namun juga diharapkan dapat lebih dengan memberikan prosedur yang mudah dan
peduli dalam memfasilitasi dan membantu tidak berbelit-belit, serta menyediakan fasilitasi
mengembangkan aktivitas produktif mereka (insentif fiskal dan prosedural) guna mendorong
yang taxable, serta menjaga dan melindungi industri nasional (termasuk IKM) tumbuh
mereka dari aktivitas perdagangan ilegal. berkembang dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Hal ini dimaksudkan agar aktivitas produktif Pengawasan tentunya tidaklah
industri dan masyarakat tersebut dapat tumbuh dilupakan. Bea Cukai secara efektif melakukan
berkembang secara sehat, sehingga pada pengawasan atas lalu lintas barang secara
gilirannya penerimaan perpajakan termasuk profesional dengan memastikan bahwa tidak
penerimaan kepabeanan dan cukai yang ada barang yang terlarang atau berbahaya baik
dihasilkan dapat lebih tinggi dan berkembang bagi masyarakat dan industri dalam negeri serta
secara berkelanjutan. efektif dalam penegakan hukum atas aktivitas
“Bea Cukai saat ini harus sanggup perdagangan ilegal yang dapat menjadi distorsi
menjalankan keempat pilar perannya, yaitu bagi perekonomian. Akhir dari paradigma
sebagai community protector, industrial tersebut akan berlanjut ke fungsi penerimaan.
assistance, trade facilitator, dan revenue Dimana kelancaran transaksi perdagangan
collector secara lebih efektif dan produktif ekspor-impor serta pengawasan yang efektif
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat kondusifnya perekonomian nasional
meningkatkan investasi, melindungi masyarakat, dan berujung pada penerimaan negara yang
termasuk mengentas kemiskinan, serta maksimal.
18 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
CHANGE OF MINDSET
President of Republic Indonesia,
Joko Widodo in the launching
of import facility for export for
small and medium enterprise in
Tumang, Central Java
According to the management of duties excise revenue generated can be higher and
and functions as one of the officers of fiscal, develop sustainably.
and along with the development of strategic “DGCE nowadays should be able to run the its
environment faced today as well as in the future, four roles, namely as community protector,
DGCE thinking paradigm, according to Sugeng industrial assistance, trade facilitator, and
Apriyanto, needs to change. “Currently, DGCE revenue collector. It should be more effectively
is faced with declining import duty tariffs as a and productively in encouraging economic
result of the development of trade liberalization growth, increasing investment, protecting the
and free trade agreement (FTA), limited taxable community, including poverty eradication, and
goods, rapid technological developments, reduce the gap. DGCE is now required to be an
especially the internet, and the demand to encouraging partner for industry and society,
create more efficient customs service systems not to be a distortion for the economy, industry,
and procedures in order to improve the and society. If industry and society productive
competitiveness of the national economy in activities can grow in a healthy way on a strong
winning the global economic competition, “he economic foundation, then the sustainable state
said. revenues are a necessity, “said Sugeng.
This requires DGCE to no longer only The paradigm shift can be analogized as
care and focus on the revenues collected from a tree, where customs and excise service users
the industry and the public of customs and can be likened to a tree, while DGCE as a grower,
excise service users, but is also expected to nurse, protector, and also the result picker. “As
be more concerned in facilitating and helping a tree grower, you must think how to plant,
to develop their taxable productive activities, take care of and keep the tree to grow healthy,
and safeguarding and protecting them of growing more delicious fruit. DGCE is required
illegal trading activities. It is intended that the to always provide the best service by providing
productive activities of these industries and easy and uncomplicated procedures, as well
communities can grow in a healthy way, so that as providing facilitation (fiscal and procedural
in turn the tax revenues including customs and incentives) to encourage the national industry
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 19
LAPORAN UTAMA UTAMA
LAPORAN
TARGET PENERIMAAN BEA CUKAI
PADA TAHUN ANGGARAN 2018
Total target penerimaan yang dibebankan kepada lainnya dari kantong plastik sebesar Rp0,50
Bea Cukai dalam APBN 2018 adalah Rp194,10 triliun.
triliun, meningkat Rp4,96 triliun atau 2,62% dari Sugeng juga menjelaskan apa yang menjadi
APBN-P 2017 yang sebesar Rp189,14 triliun. peluang atau potensi untuk mencapai target
Pertumbuhan ini lebih rendah dari rata-rata tahun 2018. “Peluang atau potensi dalam
pertumbuhan target penerimaan kepabeanan mencapai target tahun 2018, antara lain
dan cukai 2014-2017 sebesar 5,71%. Hal ini berasal dari kinerja perekonomian 2018 yang
dipengaruhi terutama oleh adanya pergeseran diperkirakan akan lebih baik dibanding tahun
penerimaan cukai hasil tembakau di dua minggu 2017, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang
terakhir 2017 sebagai konsekuensi implementasi diperkirakan tumbuh 5,40%, dengan kontribusi
PMK 57/PMK.04/2017 yang mengembalikan komponen impor yang diproyeksikan naik 4,50%.
pola penerimaan CHT ke pola awal sebelum Pertumbuhan kontribusi komponen impor di
implementasi PMK 20/PMK.04/2015. Apabila APBN 2018 yang lebih tinggi dari asumsinya
tidak terjadi pergeseran penerimaan ini, maka pada APBN/APBN-P 2017 ini diharapkan akan
target penerimaan cukai 2018 tumbuh 6,40% mendorong peningkatan devisa impor yang
dari APBNP 2017 atau 5,46% dari APBN 2017. diproyeksikan mencapai 11,60%. Selain itu, kami
Target penerimaan tahun 2018 ini juga memantau bahwa ada potensi tambahan
dibagi menjadi tiga bagian besar, yaitu bea penerimaan BM di 2018 dari impor komoditi
masuk sebesar Rp35,70 triliun tumbuh 7,30% tertentu bertarif spesifik seperti beras dan
atau terjadi peningkatan Rp 2,40 triliun gula sebagai bagian dari kebijakan pemerintah
dibanding target APBN-P 2017, bea keluar melakukan stabilisasi harga bahan kebutuhan
Rp3,00 triliun, naik 11,11% atau lebih tinggi 0,30 pokok,” ujarnya.
triliun dari target bea keluar di APBN-P 2017. Di sisi bea keluar, ia melanjutkan, harga
Cukai sebesar Rp155,40 triliun, naik 1,50% atau komoditas di pasar internasional juga
meningkat Rp2,20 triliun, terdiri dari: (i) Cukai diperkirakan masih akan tetap tinggi sehingga
Hasil Tembakau (CHT) sebesar Rp148,23 triliun, mendorong ekspor komoditas yang dikenakan
(ii) Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol bea keluar, khususnya minerba dan crude palm
(CMMEA) sebesar Rp6,50 triliun, (iii) Cukai Etil oil (CPO). Di sektor cukai, kebijakan kenaikan tarif
Alkohol (CEA) sebesar Rp0,17 triliun, dan cukai cukai hasil tembakau yang berlaku efektif sejak
20 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
(including small-medium enterprises) to grow could be a distortion for the economy. The end
and to be highly competitive, “he said. of the paradigm will continue to the revenue
Surveillance is certainly not forgotten. function, in which the ease of transactions of
Customs effectively supervises the goods freight import-export trade and effective supervision
professionally by ensuring that no goods are will make conducive national economy and lead
prohibited or harmful to both the community to maximum state revenues.
and the domestic industry and are effective in
enforcing laws on illegal trade activities that
TARGET REVENUE FOR 2018
The total revenue target which must be revised state budget of 2017 or 5.46% from
collected by DGCE in the 2018 state budget is state budget of 2017.
Rp194.10 trillion, an increase of Rp4.96 trillion The target of 2018 revenue is divided into three
or 2.62% from revised state budget of 2017 of major sections, namely import duties of Rp35,
Rp189.14 trillion. This growth is lower than the 70 trillion grew 7.30% or an increase of Rp2.40
average growth target of customs and excise trillion compared to the target of APBN-P 2017,
revenue 2014-2017 of 5.71%. This is influenced export duty Rp3.00 trillion, up 11.11 % or higher
mainly by the shift in tobacco excise revenue in 0.30 trillion of the export duty targets in APBN-P
the last two weeks of 2017 as a consequence 2017. Excise of Rp155.40 trillion, up 1.50% or
of the implementation of PMK 57/PMK.04/2017 an increase of Rp2.20 trillion, consisting of:
which returned the pattern of excise for tobacco (i) Tobacco Excise (CHT) of (Iii) Excise of Ethyl
product revenue to the initial pattern prior to Alcohol Drink (CMMEA) of Rp6.50 trillion, (iii)
the implementation of PMK 20/PMK.04/ 2015. Excise of Ethyl Alcohol (CEA) of Rp0.17 trillion,
In the absence of this revenue shift, the 2018 and other excise from plastic bags of Rp0.50
revenue target of excise will grow 6.40% from trillion.
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 21
LAPORAN UTAMA
1 Januari 2018 diperkirakan akan memberikan mendorong ekspor komoditas yang dikenakan
dampak positif terhadap penerimaan cukai hasil bea keluar, khususnya minerba dan crude palm
tembakau dan proyeksi asumsi 2018 yang terjaga oil (CPO). Di sektor cukai, kebijakan kenaikan tarif
di kisaran di bawah 4,00% di saat ekonomi cukai hasil tembakau yang berlaku efektif sejak
tumbuh 5,40% dan mencipatkan peningkatan 1 Januari 2018 diperkirakan akan memberikan
daya beli yang mendorong permintaan BKC. dampak positif terhadap penerimaan cukai hasil
“Walaupun demikian, kami tetap mewaspadai tembakau dan proyeksi asumsi 2018 yang terjaga
kemungkinan penurunan produksi rokok yang di kisaran di bawah 4,00% di saat ekonomi
lebih tinggi dari asumsi semula sebagai faktor tumbuh 5,40% dan mencipatkan peningkatan
downside terhadap penerimaan cukai yang daya beli yang mendorong permintaan BKC.
diakibatkan oleh berbagai faktor yang bersifat “Walaupun demikian, kami tetap mewaspadai
uncontrollable.” kemungkinan penurunan produksi rokok yang
“Di sisi kebijakan, kami melihat bahwa program lebih tinggi dari asumsi semula sebagai faktor
PIBT dan PCBT yang telah dilaksanakan sejak downside terhadap penerimaan cukai yang
12 Juli 2017 kemarin dapat membuka peluang diakibatkan oleh berbagai faktor yang bersifat
pasar dan memberikan kontribusi positif uncontrollable.”
terhadap penerimaan kepabeanan dan cukai “Di sisi kebijakan, kami melihat bahwa program
karena memberikan kesempatan kepada PIBT dan PCBT yang telah dilaksanakan sejak
pengguna jasa kepabeanan dan pabrikan 12 Juli 2017 kemarin dapat membuka peluang
rokok yang patuh dan legal untuk semakin pasar dan memberikan kontribusi positif
berkembang aktivitas produktifnya. Ini tentunya terhadap penerimaan kepabeanan dan cukai
akan terus kita laksanakan secara konsisten di karena memberikan kesempatan kepada
2018. Selain itu pengenaan tarif cukai terhadap pengguna jasa kepabeanan dan pabrikan
vape atau rokok elektrik sebesar 57% per 1 Juli rokok yang patuh dan legal untuk semakin
2018, penambahan kuota impor MMEA yang berkembang aktivitas produktifnya. Ini tentunya
naik menjadi 2,4 juta liter, serta ditetapkannya akan terus kita laksanakan secara konsisten di
kantong plastik sebagai BKC baru dengan 2018. Selain itu pengenaan tarif cukai terhadap
potensi penerimaan Rp500 milliar juga menjadi vape atau rokok elektrik sebesar 57% per 1 Juli
beberapa peluang dan potensi bagi Bea Cukai 2018, penambahan kuota impor MMEA yang
untuk mencapai target penerimaan tahun ini,” naik menjadi 2,4 juta liter, serta ditetapkannya
jelasnya. (Piter) kantong plastik sebagai BKC baru dengan
dari kebijakan pemerintah melakukan stabilisasi potensi penerimaan Rp500 milliar juga menjadi
harga bahan kebutuhan pokok,” ujarnya. beberapa peluang dan potensi bagi Bea Cukai
Di sisi bea keluar, ia melanjutkan, harga untuk mencapai target penerimaan tahun ini,”
komoditas di pasar internasional juga jelasnya. (Piter)
diperkirakan masih akan tetap tinggi sehingga
22 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
MAIN REPORT
Sugeng also explains what the opportunities purchasing power that is driving excise objects
or potentials to achieve the target in 2018. demand. “Nevertheless, we remain wary of the
“The opportunity or potential in achieving the possibility of a decline in cigarette production
2018 target, among others comes from the which is higher than the original assumption as
economic performance of 2018 is expected a downside factor on tax revenues caused by
to be better than in 2017, including economic various factors that are uncontrollable.”
growth is expected to grow 5.40 %, with import “On the policy side, we see that the PIBT and
component contribution projected up 4.50%. PCBT programs that have been implemented
The growth of imported component contribution since 12th July 2017 can open up market
in state budget of 2018 which is higher than opportunities and contribute positively to
its assumption in state budget / revised state customs and excise revenue as it provides
budget of 2017 is expected to boost import of opportunities for customs and customs service
foreign exchange which is projected to reach customs and cigarette manufacturers to grow
11.60%. In addition, we are also monitoring productive activities. This will continue to be
that there is an additional potential of import consistently implemented in 2018. In addition to
duty revenue in 2018 from certain commodity the imposition of excise tariffs on vape or electric
imports such as rice and sugar as part of the cigarettes by 57% per July 1, 2018, the addition
government’s policy to stabilize the price of of import quota of alcoholic beverage increased
basic commodities, “he said. to 2.4 million liter, and the establishment of
On the export duty side, he continued, plastic bags as a new excise objects with the
commodity prices in the international market potential revenue of Rp500 billion also becomes
are also expected to remain high, boosting a number of opportunities and potential for
exports of commodities subject to export DGCE to achieve revenue target this year, “he
duties, in particular minerals and crude palm oil explained.
(CPO). In the excise sector, the tobacco excise
tax rate policy effective from 1st January 2018
is expected to have a positive impact on tobacco
excise revenue and projected 2018 assumptions
in the range below 4.00% when the economy
grows 5.40% and creating an increase in
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 23
WAWANCARA
Bicarakan Target
Penerimaan Bea
Cukai di Tahun
Anggaran 2018
Pencapaian target penerimaan Bea Cukai pada b. Meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak dan
Tahun Anggaran 2017 dapat melebihi seratus persen. membangun kesadaran pajak untuk menciptakan
Keberhasilan tersebut diharapkan berulang di tahun sustainable compliance.
anggaran 2018 ini. Untuk mengetahui bagaimana c.Mengeluarkan aturan batas maksimal pergambilan
upaya yang dilakukan Bea Cukai agar dapat mencapai pita cukai di dua minggu terakhir 2018 sehingga
target penerimaan tahun ini, kami melakukan pergeseran penerimaan tidak melampaui Rp7,23
wawancara khusus dengan Direktur Penerimaan dan triliun sampai dengan Rp10,40 triliun.
Perencanaan Strategis, Sugeng Apriyanto. d.Penguatan assessment produksi dan pemasaran
rokok antara unsur kantor pusat, kantor wilayah, dan
Apakah ada kebijakan strategis yang dilakukan kantor pelayanan (cukai connection).
untuk mencapai target tahun ini? e.Peningkatan kapasitas pemeriksaan kepabeanan
dan cukai (ekstra effort).
Beberapa langkah dan kebijakan strategis yang akan f.Melanjutkan program Penguatan Reformasi
dilakukan pada tahun 2018 untuk memenuhi target Kepabeanan dan Cukai (PRKC) termasuk di dalamnya
penerimaan, antara lain: meneruskan secara konsisten implementasi
a. Mengoptimalkan penggalian potensi dan Penertiban Impor Berisiko Tinggai (PIBT) dan
pemungutan perpajakan melalui pendayagunaan Penertiban Cukai Berisiko Tinggai (PCBT).
data dan sistem informasi perpajakan yang up to
date dan terintegrasi.
24 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
WAWANCARA
Sugeng Apriyanto
Direktur Penerimaan dan
Perencanaan Strategis Bea Cukai
Lalu, apa yang menjadi tantangan atau kendala namun di sisi lain dapat menjadi downside risk
yang perlu diantisipasi untuk mencapai target pada terhadap penerimaan bea masuk. Selain itu, kinerja
tahun 2018 ini? impor ini juga dipengaruhi oleh risiko ketidakpastian
(uncertainty) kondisi perekonomian global di 2018
Selain aspek potensi dan peluang di bidang yang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian
penerimaan seperti yang sudah dijelaskan nasional, baik dari sisi kegiatan produksi maupun
sebelumnya, kami juga mewaspadai berbagai aktifitas konsumsi masyarakat.
tantangan yang berpotensi menjadi downside risk Di sisi bea keluar, hambatan untuk mencapai
dalam mencapai target penerimaan. target penerimaan dari sektor bea keluar antara
Di sektor bea masuk, kami melihat bahwa lain disebabkan oleh masih adanya risiko fluktuasi
pemanfaatan penggunaan tarif dalam skema free harga komoditas khususnya crude palm oil (CPO),
trade agreement (FTA) dari tahun ke tahun terus potensi risiko keamanan dan isu tenaga kerja yang
mengalami peningkatan (tahun 2017 sebesar terjadi di PT Freeport yang dapat menjadi supply
28,30%). Tren ini kami perkirakan masih akan disruption dalam ekspor komoditas minerba,
berlanjut di 2018. Kami juga mendengar bahwa serta ketidakpastian atas kondisi perekonomian
untuk tahun 2018 akan ada penambahan 11 FTA global di 2018 yang dapat menekan kinerja ekspor
baru dan berlanjut 11 FTA lagi di 2019. Hal ini, di satu nasional kita termasuk ekspor komoditas. Ini semua
sisi membuka kesempatan makin berkembangnya merupakan potensi risiko yang perlu diwaspadai
perdagangan kita dengan negara mitra dagang FTA, dalam pencapaian target bea keluar.
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 25
WAWANCARA
Di sektor cukai, masih terbatasnya barang kena cukai
(BKC) saat ini menjadi kendala tersendiri dalam usaha
pencapaian penerimaan. Sebagaimana diketahui,
saat ini penerimaan cukai masih terbatas pada
cukai atas tiga komoditi BKC, yakni hasil tembakau,
minuman mengandung ethil alkohol (MMEA)
dan ethil alcohol (EA), dimana penerimaan cukai
hasil tembakau mencapai 96,37% terhadap total
penerimaan cukai dan 79,70% dari total penerimaan
kepabeanan dan cukai. Jadi dapat dibayangkan
fluktuasi penerimaan sedikit saja dari cukai hasil
tembakau (CHT) ini akan memberikan pengaruh
signifikan terhadap total penerimaan Bea Cukai.
Potensi risiko penerimaan CHT itu dapat disebabkan
oleh penurunan produksi rokok (basis CK-1) yang
lebih tinggi dibanding yang diperkirakan semula saat
target CHT di APBN 2018 dirumuskan. Penurunan
produksi ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor
seperti: (i) perubahan preferensi masyarakat
terhadap rokok, (ii) penurunan daya beli konsumen,
(iii) dampak pengendalian konsumsi rokok melalui
instrumen tarif (di 2018 tarif naik dengan rata-rata
tertimbang 10,04%), (iv) kebijakan pengendalian
konsumsi di luar instrumen tarif (misalnya perluasan
aturan kawasan tanpa asap rokok), dan (v) peredaran
rokok ilegal. Selain itu, pergeseran penerimaan
CHT di dua minggu terakhir 2018 sebagai dampak
implementasi PMK 57/PMK.04/2017 perlu dikelola
secara cermat agar besaran (size) pergeseran
penerimaannya masih terjaga dalam batas yang tidak
mengganggu pencapaian target penerimaan 2018.
Namun demikian, kita tetap mengelola optimisme
dalam mencapai target penerimaan 2018 tersebut
dengan selalu menjaga kehati-hatian atas segenap
potensi risiko penerimaan yang dapat terjadi tersebut
serta setiap saat menyiapkan mitigasi yang diperlukan
di waktu yang tepat guna dapat semaksmimal
mungkin mengamankan target kepabeanan dan
cukai di APBN 2018 sebesar Rp194,10 triliun.
Bagaimana dengan tantangan eksternal, seperti
pengaruh tahun politik atau pengaruh di bidang
ekonomi secara nasional. Apakah ada pengaruh
untuk mencapai target tahun ini?
Kami melihat tahun politik ataupun pesta demokrasi
ini dapat membawa tantangan sekaligus peluang
bagi perekonomian kita. Selama ini, alhamdulillah,
kita, bangsa Indonesia dapat melalui serangkaian
pesta demokrasi pemilihan pimpinan dan wakil-
wakil rakyat di tingkat nasional maupun daerah
secara relatif aman dan tidak menimbulkan ekses
yang berlebihan terhadap kinerja peerkonomian
26 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
WAWANCARA
maupun kestabilan keamanan. Kekhawatiran akan
dampak politik terhadap perekonomian tentu ada
namun masih dapat dikelola bersama secara baik.
Pemerintah bahkan juga berharap agar sektor
ekonomi tidak terganggu di tahun politik ini serta
tetap optimis bahwa ekonomi masih akan berlanjut,
karena diperkirakan terjadi pertumbuhan belanja
masyarakat sebagai dampak dari peningkatan
aktifitas belanja politik. Harapan dan ekspektasi
terhadap pimpinan nasional yang terpilih melalui
proses demokrasi yang sehat juga dapat mendorong
gairah dan prospek perekonomian yang lebih baik.
Ini tentunya akan mendorong aktifitas produksi dan
konsumsi nasional yang nantinya tercermin juga
dalam kinerja penerimaan perpajakan termasuk
penerimaan kepabeanan dan cukai.
Bagaimana dengan kebijakan penyederhanaan
impor barangan larangan pembatasan (lartas),
apakah ada pengaruhnya?
Sejalan dengan upaya untuk meningkatkan daya
saing perekonomian dan kemudahan berusaha,
pemerintah berencana melakukan relaksasi dan
simplifikasi prosedur dan ketentuan terhadap
importasi barang-barang yang terkena lartas,
diantaranya dengan menggeser pemenuhan
kewajiban lartas dari tahap pre customs clearance
ke tahap post border dan mengonversi aturan lartas
menjadi tarif. Secara keseluruhan, upaya relaksasi
dan simplifikasi ini dimulai dengan memangkas
76,5% pos tarif yang masuk dalam kategori larangan
dan pembatasan mulai 1 Februari untuk melancarkan
masuknya bahan baku.
Relaksasi dan kemudahan ini diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi logistik, meningkatkan
daya saing ekonomi dan mendorong peningkatan
aktifitas dan volume perdagangan internasional.
Pertumbuhan aktifitas dan volume perdagangan
internasional tersebut merupakan taxbase bagi
penerimaan perpajakan termasuk kepabeanan
yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan
penerimaan perpajakan termasuk penerimaan
kepabeanan itu sendiri.
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 27
SEJARAH
Ilustrasi : Dari berbagai sumber
28 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
SEJARAH
Palawang
Kepolisian disebut sebagai Bhayangkara. Dalam narasi
sejarah kepolisian, pasukan pengawal Raja Majapahit yang
bernama Bhayangkara dianggap sebagai cikal bakal dari korps
tersebut. Pasukan pengawal raja ini terlahir kembali pada
tahun 1945 saat para Polisi Istimewa di Surabaya turut menjadi
bagian penting dari Pertempuran 10 November. Sebuah narasi
sejarah yang nyaris sempurna. Dengannya, setiap polisi yang
baru bergabung dapat membangun citra dirinya secara positif
sebagai reinkarnasi pasukan elit Majapahit—kerajaan yang
dianggap sebagai pendahulu asli negara Indonesia—sekaligus
pejuang kemerdekaan. Narasi ini juga bermanfaat penting dalam
membangun citra polisi di masyarakat. Dengannya, masyarakat
tidak ahistoris saat melihat kepolisian, toh leluhur mereka juga
sudah mengenalnya dari masa ke masa.
Berbeda (sedikit) dengan bea cukai. Narasi sejarah bea
cukai di Indonesia umumnya dimulai saat Pemerintah Hindia
Belanda mengundangkan Indische Tarieff Wet pada abad ke-
18. Tidak salah memang, karena pada kenyataannya kebijakan
pemerintah kolonial itu masih menjiwai sebagian isi kebijakan
pabean kita saat ini. Namun dengan menjadikannya sebagai titik
awal, kita seakan menafikan kenyataan sejarah adanya praktik
kepabeanan di zaman sebelum penjajahan. Bahkan dengannya,
kita abai untuk mengukur seberapa besar pengaruh bea cukai
di masa-masa itu. Padahal ada logika sejarah yang belum
terhubung: embrio negeri kita adalah kerajaan maritim yang kuat
perniagaannya (termasuk Majapahit), namun tidak ada sejarah
gamblang yang menceritakan adanya bea cukai—lembaga
pemungut fiskal atas barang niaga—pada masa itu.
Dalam Buku Sejarah Nasional Indonesia, pabean “hanya”
dimasukkan sebagai bagian dari bahasan Organisasi Pelabuhan.
Diceritakan bagaimana pejabat syahbandar memungut bea
atas kapal-kapal yang datang, baik itu di Malaka, Pasai, Aceh,
Banten, dan lain-lain. Tugas utama syahbandar adalah melakukan
pemungutan bea itu. Bea yang dipungut menjadi penanda besar-
kecilnya pelabuhan yang artinya makmur-tidaknya kerajaan
tersebut. Namun tidak ada satupun pihak yang dengan gamblang
menyatakan bahwa syahbandar itu adalah cikal-bakal bea cukai.
Bahkan, istilah syahbandar sendiri kini digunakan sebagai nama
instansi di Perhubungan Laut.
Situasi sejarah nasional pada abad ke-16 saja demikian,
bagaimana dengan abad-abad sebelumnya, termasuk pada
zaman Majapahit?
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 29
SEJARAH
Narasi sejarah Majapahit yang lazim dikenal Supratikno Raharjo dalam Peradaban
oleh publik adalah masa kegemilangan Raja Hayam Jawa mengatakan bahwa Rakryan Kanuruhan
Wuruk dengan Mahapatihnya yang bernama Gajah bertugas untuk menerima para saudagar asing
Mada. Masa ini dianggap sebagai embrio ideal dari yang berdagang di Majapahit. Para saudagar asing
Indonesia masa kini. Dengan narasi yang hanya tersebut diterima setelah membayar iuran masuk
menonjolkan dua tokoh besar tersebut, tokoh-tokoh atas barang yang akan diperdagangkannya. Iuran itu
lain seakan tidak demikian penting artinya. Padahal bernama palawang. Kata dasar palawang adalah
lingkaran inti pemerintahan Majapahit bukanlah lawang yang berarti pintu. Jadi hanya mereka yang
terletak pada dwitunggal Raja dan Mahapatih sudah membayar palawang saja yang bisa memasuki
saja, tetapi setidaknya terletak pada tiga pejabat pintu Majapahit. Jadi palawang dapat disebut
tertingginya. sebagai bea untuk masuk. Filolog Irawan Nugroho
menyampaikan jika kebijakan palawang tercantum
Pejabat tertinggi ketiga Majapahit adalah dalam Negarakretagama Pupuh 8.8.5.3. Ini adalah
Rakryan Kanuruhan. Jika Raja adalah simbol kepala fakta yang gamblang akan adanya pemungutan bea
negara, Mahapatih adalah pimpinan pemerintahan masuk pada masa Majapahit. Meskipun tidak sama
(politik dan keamanan), maka Rakryan Kanuruhan persis sistemnya, setidaknya bea cukai sebetulnya
bertanggung jawab akan kemakmuran Majapahit. punya akar kuat di masa silam, sebagaimana
Dia bertugas sebagai bendahara negara, pengumpul kepolisian, yang bisa dituturkan dengan indah dalam
penerimaan, sekaligus pejabat yang menangani narasi sejarahnya.
perniagaan—penggerak utama ekonomi Majapahit.
Trio utama pemegang pemerintahan ini
terwariskan pada struktur pimpinan dalam organisasi Darmawan Sigit Pranoto
modern yang terdiri dari ketua (Raja), sekretaris Kepala Seksi PKCDT Biak, penulis buku laris
(Mahapatih), dan bendahara (Rakryan Kanuruhan). Satu Korsa: Sejarah, Tradisi, dan Jati Diri Bea Cukai
Demikian juga saat Presiden dan Perdana Menteri Indonesia,
ditangkap Belanda saat Revolusi, Menteri Keuangan, www.darmawansigit.com.
Sjafruddin Prawiranegara-lah yang didaulat sebagai
pimpinan tertinggi. Tidak mengherankan pula jika
Sultan Brunei Darussalam, selain sebagai kepala
negara dan pemerintahan, juga merangkap sebagai
Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan.
Hadirnya Rakryan Kanuruhan dalam narasi
sejarah Majapahit akan menghubungkan logika
sejarah yang selama ini terputus. Majapahit dikenal
sebagai kerajaan maritim yang besar, bahkan kerap
disebut sebagai imperium raksasa Asia. Dia besar
karena perniagaannya yang ramai. Tamu yang datang
ke Majapahit dijamu makan dan minum dengan
peralatan yang terbuat dari emas sebagai tanda
betapa kayanya sang tuan rumah. Tapi selama ini
tidak pernah diceritakan siapa yang menjalankan
semua kebijakan itu. Mahapatih bertugas dalam
urusan politik dan perang, bukan mengurusi
perdagangan dan mengumpulkan kekayaan negara.
Di sinilah Rakryan Kanuruhan seharusnya dikenalkan.
30 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
SISI PEGAWAI
Mutiara dari Timur
Dunia kepabeanan dan cukai yang
konon keras sesungguhnya bukan
dunia laki-laki semata. Tantan-
gan lapangan yang berat, juga
persoalan yang cukup komplek,
ternyata juga bisa dilalui seorang
perempuan. Bahkan, beberapa
perempuan cukup menonjol di
dunianya. Salah satunya Finari
Manan, Kepala Kantor Wilayah
Bea Cukai Maluku.
Finari Manan
Kakanwil Bea Cukai Maluku
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 31
Di ruang kerjanya di Kanwil Bea Cukai Maluku Jalan Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai. Setelah itu,
Benteng Kapaha, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon akhir ia menjadi koordinator pelaksana perbendaharaan
November 2017, wanita kelahiran Pangkal Pinang, bagian adminintrasi jaminan di Bea Cukai Jakarta
Bangka Belitung, 47 tahun lalu itu berkisah tentang Halim Perdanakusuma selama dua tahun. Kemudian,
hidupnya hingga akhirnya ia berlabuh di institusi ada pendaftaran untuk tes masuk Kantor Pelayanan
yang membesarkannya ini, yakni Bea Cukai. Ketika Utama Bea Cukai (KPU BC) Tanjung Priok yang ketika
itu, Finari kecil pindah ke Bandung, tempat neneknya, itu diadakan di Pusdiklat Bea Cukai Rawamangun.
dan menempuh pendidikan SD, SMP, hingga SMA di “Saya melihat KPU itu adalah organisasi Bea Cukai
sana. Selepas menamatkan studinya di SMA Negeri modern yang akan maju dan akan melakukan
1 Bandung, ia melanjutkan sekolahnya di Program perubahan di Bea Cukai. Pikir saya, ini adalah kantor
Diploma III Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Bea Cukai masa depan.”
Ibu dua anak ini mengaku awalnya tidak tertarik Ikut Merintis Unit Kepatuhan Internal dan SLA
masuk STAN. Setelah diminta sang ibu untuk masuk Di Tanjung Priok, awal 2007, Finari dan rekan-rekan
STAN, ia menuruti saja. Saat itu, ia awam akuntansi mulai merintis gagasan untuk membentuk Unit
apalagi tentang Bea Cukai. “Saya tidak tahu sama Kepatuhan Internal di lingkungan Bea Cukai. Ini
sekali tentang Bea Cukai. Jadi gara-garanya karena adalah rintisan Unit Kepatuhan Internal pertama kali
kakak saya yang sekarang jadi dokter, masuk tes di Bea Cukai, ketika itu masih berbentuk Satuan Tugas
STAN tapi gak lulus. Ibu saya penasaran, disuruhnya atau satgas. Terbentuknya Pusat Kepatuhan Internal
saya ikut tes di STAN, dan saya lulus.” atau lebih dikenal dengan sebutan PUSKI baru resmi
Setelah lulus dari STAN, Finari melanjutkan studi ke ada pada 2009. “Itu unit yang baru, di Kantor Pusat
jenjang Strata 1 di Universitas Indonesia, kemudian belum ada. Jadi pertama kali dirintis saya masuk di
melanjutkan S2 di Magister Manajemen UI di tahun situ, kita bikin satgas. Saat itu tugas dan fungsinya
2002. Finari mulai bekerja sebagai pelaksana di kita masih belum ngeh apa. Tetapi meskipun
Direktorat Tarif dan Harga di Kantor Pusat Bea Cukai. sebatas satgas saat itu sudah ada Peraturan Menteri
“Penempatan saya di sana sementara, lalu saya di Keuangan (PMK)-nya,” kenang Finari.
tempatkan di Kanwil IV Bea Cukai Tanjung Priok di Setelah mengikuti Diklat Pegawai Fungsional
bagian Penindakan dan Penyidikan (P2) tepatnya di Pemeriksa Dokumen (PFPD) di Tanjung Priok, Finari
seksi penyidikan hingga 1996. Jadi saya itu sudah kemudian ditempatkan di Bea Cukai Soekarno-Hatta
pernah di P2, pabean, dan di perbendaharaan juga,” dari 2008 hingga 2011. Keadaan di Bandara Soetta
ujarnya. saat itu cukup crowded. Penumpangnya sering ribut,
Sejak 1996 sampai 2004, Finari ditempatkan sebagai pegawainya dianggap kurang sopan dan tak ramah
auditor di Direktorat Verifikasi, yang saat ini menjadi melayaninya. Akhirnya Finari beserta beberapa
32 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
SISI PEGAWAI
sebelum akhirnya pada 21 Agustus 2017 resmi
dilantik menjadi Kakanwil Bea Cukai Maluku.
“Saya bersyukur ditempatkan di Maluku dan ini
menjadi pengalaman sangat berharga buat saya.
Rupanya Maluku sangat indah, tantangan untuk
saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa
di sini aman dan nyaman lho. Maluku sangat
damai, orangnya baik-baik, ramah-ramah, santun,
makanan juga gak ada yang sulit di sini. Potensi
ekonomi di sini itu luar biasa dari tambang, dari
hasil laut, dan perkebunan. Kita harus mendorong
putra-putri daerah Maluku untuk lebih dulu maju
sehingga kita gak perlu mendatangkan sumber daya
manusia dari luar. Mereka diuatamakan dulu. Jadi
sudah disiapkan cikal bakalnya, dikaderisasi, diberi
training, dikasih ruang supaya mereka maju dan
berkembang membangun daerahnya. Itu akan lebih
membanggakan,” tegasnya.
Menurut Finari, potensi wisata Maluku sejatinya
tidak kalah oleh Bali. Hanya saja aspek promosi dan
infrastrukturnya belum dimaksimalkan pemerintah
pegawai termasuk Agus Rofiudin, Ardhani Nastiti, daerahnya. Kendati demikian bandara di sini sudah
Yetti, dan Abdul Rasyid dengan dukungan kepala internasional, namun belum juga ada maskapai
kantor waktu itu Wijayanta BM membentuk Service internasional yang singgah, kecuali pesawat
Level Agreement (SLA) pada 2009. Finari dan kawan- carteran. “Potensinya begitu banyak. Pulau seram
kawan memanggil konsultan untuk merumuskan itu banyak rempah-rempah, banyak rumput laut di
sesuatu yang sederhana tentang bagaimana pegawai sana. Di Tual ada budidaya mutiara. Saya itu bisa
berperilaku atau bersikap yang baik kepada para cerita karena saya sudah kesana, sampai ke tempat
penumpang dan para pengguna jasa secara umum. pembibitannya. Itu mutiara asli, mutiara itu ada yang
“SLA adalah standar layanan kita untuk bersikap dan sampai harganya sampai Rp3 juta. Kita baru tahu.”
berkomunikasi dengan penumpang, dan akhirnya “Mumpung saya di sini, saya akan membantu
berkembang hingga saat ini. SLA tidak hanya meningkatkan pembangunan ekonomi daerah
ditujukan kepada penumpang saja tapi juga akhirnya Maluku maupun Maluku Utara dengan
pada Mitra Utama (MITA). Awalnya saya bikin merealisasikan kegiatan ekspornya. Ekspor hasil
workshop kecil-kecilan hanya untuk pegawai Soetta, tambang, perkebunan, dan hasil laut itu seharusnya
dan tergolong sukses. Dua bulan kemudian Dirjen dilakukan di Maluku. Kenapa? Karena memang
Bea Cukai waktu itu, Thomas Sugijata mendapat penerimaan bea keluarnya tidak ada tapi devisa
pesan singkat dari Menteri Keuangan bahwa ada hasil ekspor (DHE) nya akan tercatat disitu. Jadi tidak
anggotanya yang menyatakan kepuasannya kepada tercatat lagi devisanya di Surabaya, tercatatnya pasti
pegawai Bea Cukai di Bandara Soetta. Jadi menurut di Maluku,” tambahnya.
saya tujuan SLA itu untuk memberikan pelayanan Di akhir wawancara singkat kami, ia menyinggung
prima,” terang Finari. mengenai motto hidup. Rupanya wanita yang
Jatuh Hati pada Maluku hobinya blusukan ke pasar tradisional ini memiliki
Hingga 2011 Finari bertugas di Bea Cukai Soetta. kiat jitu, yakni selalu bersyukur. Kemudian Finari
Setelah itu ia promosi menjadi Kasubdit Analisis menjabarkan bahwa hidup ini akan indah ketika
Tindak Lanjut Kepatuhan Internal di PUSKI, lalu semua yang kita lakukan hanya untuk mencari
menjadi Kabag Umum dan Kepatuhan Internal ridho-Nya. Kemudian senantiasa bersyukur pada
di Kantor Wilayah Bea Cukai Banten. Tak lama setiap hal yang kita peroleh, dan selalu mencoba
berselang, tahun 2013 itu ia dimutasi menjadi Kepala memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa
Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi dimanapun berada, itu akan menjadi ibadah kepada
(BKLI) sampai 2014 di KPU Bea Cukai Tanjung Priok. Sang Pencipta.
Setahun setelahnya, ia sempat menjabat Kasubdit (Pomo/Andy/Iman)
Pencegahan di Direktorat Kepatuhan Internal,
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 33
SISI PEGAWAI
SOSOK
“Penguasaan
Peraturan
dan
Bahasa Asing,
Sangat Penting”
Suhardjo
Mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai
Menjadi Pegawai Bea Cukai
Suhardjo masuk Bea Cukai tahun 1960.
Sempat kuliah di Fakultas Sospol Universitas Gajah,
namun tidak melanjutkan kuliah dikarenakan
ayahnya pensiun, menyarankan mencari pekerjaan
saja. Saran itu ia turuti, hingga akhirnya menjadi
pegawai Bea Cukai. Enam tahun bekerja, ia lalu
ditempatkan di Pelabuhan Tanjung Priok, kondisi
ketika itu banyak penjarahan beras oleh buruh-
buruh dikarenakan ekonomi terpuruk. Ia ditugaskan
menjaga gudang dan kerap mendengar suara
tembakan tentara mengalau pencuri beras impor di
gudang beras pelabuhan, tak heran dinding gudang
berlubang-lubang karena terkena peluru.
Setelah Tanjung Priok, Suhardjo ditugaskan
ke Singapura seiring membaiknya hubungan
Indonesia-Singapura pasca konfrontasi. Ada rencana
pembentukan perwakilan Bea Cukai di Singapura
yang sudah ada sejak 1950, karena konfrontasi
maka ditutup. “Kebetulan saya dicalonkan berdua
dengan Bapak Ian Suwarno, saya sebagai wakilnya,
kantornya masih liaison office (kantor penghubung)
penyebutannya Perwakilan Republik Indonesia
saja, dan kantornya masih darurat di Kantor BNI 46
Singapura.”
Saat di Singapura, ia mendapat tawaran pendidikan
ke Kanada tentang Kebeacukaian, Setahun dirinya
di Kanada kembali lagi ke kantor pusat. “Lama di
Kantor Pusat, di Bagian Harga tahun 1980. Tahun
1987 pindah ke Bea Cukai Jakarta, sebagai kepala
34 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
SOSOK
kantor, hanya 6 bulan. Promosi menjadi Kepala kita bawa ke Amsterdam. Kita kerja sama dengan
Kanwil Palembang kurang lebih 2 tahun, pindah lagi Polisi Bagian Narkotia di Belanda dan berhasil
ke Pusat sebagai Sekditjen selama 2 tahun. Tahun menangkap pelaku yang adalah WN Indonesia. Saat
1991 saya menjadi Dirjen menggantikan alm. Pak ini, kita jadi tempat pelemparan produksi narkoba
Sudjana,” ungkapnya. disamping juga memproduksi narkoba sendiri,”
demikian ungkap Suhardjo yang mengaku tidak
mengalami kesulitan saat mengejar pelaku, karena
Mengundangkan UU Kepabeanan dan Cukai sebelumnya ia sudah aktif di organisasi anti narkotika,
dan sering mengikuti konvensi internasional, di luar
Diakui Suhardjo, berakhirnya keadaan dirinya sebagai pegawai Bea Cukai.
darurat telah merubah tata politik ekonomi Indonesia
menjadi berantakan, perlu segera diantisipasi.
Bersyukur sekali ketika itu Menteri Keuangannya Untuk Bea Cukai Muda
adalah Marie Muhammad sangat mendukungnya
untuk mengundangkan UU Bea Cukai. Suhardjo, pensiun dari Bea Cukai tahun
“Bea Cukai 20 tahun menunggu adanya UU Bea 1998 dengan jabatan terakhir sebagai Dirjen Bea
Cukai baru. Padahal sejak 1975 sudah ada konsep dan Cukai. Kegiatannya lebih banyak ke kegiatan
menggantikan UU Belanda yang disiapkan Pak sosial. Kepada para pegawai Bea Cukai ia mengakui
Kusmayadi, tetapi tidak digubris. Baru saya jadi saat ini hebat dan pandai-pandai, hanya perlu lebih
Dirjen dan Menterinya Pak Marie mulai dilakukan lagi dikuatkan lagi sistemnya supaya bisa berjalan baik.
prosesnya,” Suhardjo menceritakan awal pembuatan Kepada pimpinan Bea dan Cukai, berpesan untuk
UU N0. 10 dan N0. 11 tahun 1995. lebih jeli melihat anak buah di lapangan.
Akhirnya pada tahun 1995 Undang-Undang Kepada generasi muda Bea Cukai Suhardjo
disahkan, langsung dua sekaligus, UU No. 10 tentang berpesan untuk lebih menguasai peraturan,
Kepabeanan dan UU No.11 tentang Cukai, dan kepabeanan dan cukai, maupun peraturan titipan
pelaksanaannya pada tahun 1997. Perasaannya supaya piawai dan jeli menghadapi permasalahan di
sebagai Dirjen bisa menggoalkan dan memiliki UU lapangan. Perbanyaklah mengikuti training di dalam
sendiri bagi instansi Bea Cukai, tentunya bangga dan dan luar negeri yang diselenggarakan WCO, maupun
sangat mengapresiasi tim. “Itu bukanlah kerja saya badan PBB seperti training hak paten, IPR. Terpenting
sendiri, tetapi tim besar termasuk yang di DPR pada juga kuasai bahasa asing seperti Inggris dan Perancis,
waktu pengesahan UU.” lebih bagus jika menguasai banyak bahasa. Banyak
belajar, dekat dengan WTO, WCO, demi kemajuan Bea
Cukai. Setiap hari ada siding, makanya perlu adanya
Mengejar Penyelundup Sampai Ke Belanda asisten, kalau hanya satu orang saja di WCO sidang
tidak akan terkejar, jadi paling tidak ada asistennya
Ada pengalaman yang memberikan kesan juga,” pungkas Suhardjo. (Ariessuryantini).
tersendiri saat menjalankan tugas. Tepatnya pada
tahun 1970-an, meskipun waktu itu Bea Cukai
belum memiliki unit narkotika secara resmi, tetapi
sudah mengikuti perkembangan perdangangan dan
peredaran ilegal narkotika. Kisahnya bermula saat
ada penangkapan kiriman narkotika dari Thailand
ke Malaysia, kemudian masuk ke Indonesia melalui
Medan, dan ke Jakarta melalui Bandara Halim
Perdana Kusuma untuk selanjutnya dibawa ke
Belanda.
“Untuk untuk menengah ini kita main ‘jawil’ saja,
kebetulan saat itu saya sudah punya paspor dan
credit card serta mampu berbahasa Inggris. Akhirnya
saya langsung ditunjuk untuk berangkat. Padahal
saya waktu itu tugasnya di Bagian Harga. Saya pun
mengikuti pelaku yang membawa heroin 5 kg, kita
tukar, yang kita bawa palsu, sisanya sekilo yang asli
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 35
FEATURE
Sistem Mengawali tahun 2018, semua pegawai Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai diminta untuk mengisi aplikasi
Monitoring Sistem Monitoring Integritas Pegawai (SMIP). SMIP adalah
sebuah aplikasi atau tools untuk memotret empat hal yang
Integritas berkaitan dengan integritas, yaitu gaya hidup mewah,
gratifikasi, pungli, dan suap.
Sistem Monitoring Integritas Pegawai yang diluncurkan pada
Pegawai saat perayaan Hari Anti Korupsi oleh Dirjen Bea Cukai, Heru
Pambudi pada tanggal 19 Desember 2017 sebagai bentuk
budaya perilaku bersih dari korupsi. Laporan dilakukan
setiap 15 hari mulai dari 1 Januari 2018. Pegawai membuat
laporannya di dalam sistem intranet pegawai yang bisa
diakses dimana saja asalkan ada jaringan internet.
Latar belakang adanya SMIP adalah belum adanya
monitoring tools untuk memantau integritas pegawai yang
berkaitan, perlunya pemantauan dan pembinaan integritas
pegawai oleh pimpinan yang akurat dan tepat sasaran,
perlunya pertisipasi seluruh pegawai dalam mengantisipasi
penyimpangan integritas, tingkat pelanggaran pegawai
terkait integritas belum memperlihatkan penurunan yang
signifikan (Data SIPUMA), dan arahan Menteri Keuangan
dan Dirjen BC terkait penguatan budaya organisasi.
Dasar-dasar penilaian dalam tools SMIP sebagai berikut,
Nilai-Nilai Kementerian Keuangan (Integritas), perintah
harian Dirjen BC (Integritas), sikap dasar pegawai (korektif),
Reformasi Kepabeanan dan Cukai (Budaya Organisasi),
36 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
FEATURE
Inisiatif Strategi DJBC (pengendalian titik rawan integritas), dan
pembentukan Zona Integritas
Roni yang bekerja di salah satu satker bea cukai walaupun
pertama kali mencoba untuk buat laporan tidak merasa kesulitan
karena akses mudah dan kolom untuk pengisiannya pun simpel.
Roni diberitahukan bahwa ia bisa input laporan terhadap setiap
pegawai asalkan masih dalam satu satuan kerja dan ia pun bisa
dilaporkan oleh siapa saja yang tergabung bersamanya dalam
satu satker.
Selain intranet SMIP bisa diakses melalui beberapa perangkat
pendukung seperti
1. CEHRIS
- SMIP dapat di attach via Intranet CEHRIS (Nasional)
- Tidak perlu login ulang
- One man one information (Validitas relatif bisa diandalkan)
2. ANDROID
- Dashboard Integritas bisa diakses via android
- Bisa dipantau kapan dan dimana saja
- Tampilan simple dan easy akses
3. IKU / Kontrak Kinerja (Pengembangan ke depan)
- Partisipasi Pegawai terikat pada IKU
- Time Manageable (usul pengisian persepsi awal bulan)
- Reward and Punishment versi IKU sudah diatur CKP
Setiap laporannya akan ditindaklanjuti oleh masing-
masing kepala satker, mulai dari kepala KPPBC, Kepala Kanwil
BC, hingga Dirjen BC. Dalam laporan akan terlihat warna-warna
tertentu seperti merah jika terindikasi adanya pelanggaran
integritas, hijau jika tidak ada atau kuning jika ada tapi masih
ragu-ragu.
Dijelaskan oleh Kasubdit Pencegahan dit. Kepatuhan
Internal, Dwijanto, aplikasi ini untuk membentuk budaya baru,
yaitu saling mengkoreksi yang merupakan bagian dari good
governance. Tujuan lainnya dengan adanya aplikasi ini adalah
mewujudkan seluruh pegawai DJBC yang berintegritas tinggi,
mencegah tindakan koruptif pegawai, dan mengidentifikasi
secara dini tindakan koruptif pegawai. (DesiAPrawita)
Launching SMIP ditandai
dengan bunyi bel yang
dilakukan simbolis oleh
Dirjen, Direktur KI, dan
Setditjen Bea Cukai.
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 37
HOBI DAN KOMUNITAS
Cintailah Klub Kebanggaanmu
dengan Bangga, Tertib, dan Pantas
Persebaya and Them : Jejak Legiun Asing Tim Bajul setelah saya baca lagi kok ada data yang salah dan
Ijo, menjadi judul buku karangan Dhion Prasetyo. tidak pantas untuk keluar jadi saya revisi-revisi lagi.”
Hobi menulis dan kecintaannya terhadap klub arek Jauh sebelumnya saya pernah juga mengikuti kelas
Suroboyo menginspirasinya untuk membuat suatu menulis yang diadakan oleh bonek kampus yang
karya yang bermanfaat. Klub yang mempunyai diisi oleh bang Zein dan pada kesempatan itu Dhion
julukan bajul ijo disukai Dhion sejak masih kecil. bertanya kalau punya tulisan harus bagaimana. Di situ
“Umur lima tahun aku sudah diajak bapakku nonton Dhion mulai mengetahui kalau menulis di internet,
pertandingan Persebaya di Stadion.” nulisnya irit-irit kalau tidak nanti dicuri orang.
Ide menulis timbul disela-sela pekerjaannya Dhion
ingin lebih mengembangkan diri. “Aku berpikir Selain menulis, Dhion juga menyukai hal yang
kalau begini-gini saja, kapan aku pinternya,” kekeh berkaitan dengan sejarah. Suatu ketika dia teringat
Dhion. Timbulah ide ingin menulis tentang sepakbola temannya yang sudah menulis tiga buku tentang
khususnya Persebaya. Saat itu memang Persebaya sejarah yang bahkan bukunya sudah ada di National
belum diakuin tapi Dhion ingin ‘ngangkat’ aja. Waktu Library di Amerika. Dhion pun bertanya ke temannya
itu sekitar Januari 2017, karena sebelumnya belum pantas tidak tulisannya mengenai sejarah pemain
pernah menulis serius hanya blog pribadi dan media asing di Persebaya untuk diterbitkan. Setelah
sosial jadi belajar dulu. Start menulis sekitar bulan diberikan jawaban untuk tulis saja, angap itu
Maret 2017. amal Jariyah dan untuk merawat ingatan, makin
“Hal yang termudah untuk menulis sesuatu adalah memotivasi Dhion untuk menerbitkan. “sewaktu
dari hal yang disukai atau diminati. Saya suka dibilang, ‘nanti kamu setelah menulis bukunya dibeli
sepakbola nasional ya Persebaya. Tahun 2009 pernah dan bisa dipanggil kemana-mana dan juga dihargai
menulis blog tentang Persebaya cuma ternyata karena melakukan penelitian bukan hanya sekedar
38 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
HOBI DAN KOMUNITAS
bonek yang teriak sana sini’ aku ga kepikiran ke arah Menurut Dhion, Bonek atau sebutan bagi fans
materi. Tulis ya tulis saja.” Persebaya saat ini sudah pada paham dan tertib,
Karena bukunya ini mengenai bagian sejarah sudah berubah walaupun stigma pasti akan
dari Persebaya, Dhion ingin kata pengantarnya sulit berubah. Dhion berprinsip ‘Cintailah klub
ditulis oleh Azrul Ananda yang menjabat sebagai kebanggaanmu dengan bangga, tertib, dan pantas’.
Direktur Utama PT Persebaya Indonesia. Menemui ”Tidak semua suka hore-hore. Kecintaannya terhadap
seorang Azrul tidaklah mudah, butuh sekitar 6 Persebaya tidak hanya sekedar ikut memeriahkan
bulan dengan usaha akhirnya mendapatkan kata saat pertandingan tetapi mengamati hingga juga
pengantar darinya. Tulisan untuk bukunya sendiri memberikan usulan jika menurut saya itu baik untuk
hanya membutuhkan waktu dua bulan, ditambah klub kedepannya.”
pengeditan dan percetakan serta publikasi, bukunya Belakangan ini Dhion juga mulai mengkoleksi Jersey
akan terbit sekitar bulan Maret atau April tahun Persebaya dan mengumpulkan informasinya seperti
2018. waktu pertandingan, apa yang terjadi pada saat
pertandingan itu, hingga penjelasan motifnya.
Walaupun bukunya belum terbit, Dhion sudah Informasi yang ia kumpulkan tidak hanya untuk
ditemui oleh salah satu kru stasiun tv swasta nasional diri sendiri tapi dibagikan ke media sosial miliknya
dan mewawancarainya. “Kaget aku tiba-tiba ada tv seperti Instagram (@dhionpp) atau Facebook (Dhion
yang datang. Ditanya tau darimana, katanya dapat Prasetyo).
info kalau mau tanya pemain Persebaya tanya Dhion Selain berbagi informasi, bagi Dhion sosial media
saja,” diceritakannya sambal tersenyum. bisa dijadikan alat untuk mem-branding diri sendiri
Kecintaan Dhion terhadap klub Persebaya tidak sembari Ia menulis buku kedua yang masih sejarah
usah diragukan lagi, Dhion bahkan sampai membuat Persebaya tetapi fokus terhadap pertandingan
statistik pemain dan pertandingan hingga detail. Persebaya dengan tim asing. (DesiAPrawita)
Seperti, perpemain berapa kali gol pakai kaki kiri
atau gol pakai kaki kanan. Dhion juga punya catatan
rekor gol tercepat di Liga Indonesia era modern
yang dimulai tahun 1994 yang megang oleh pemain
Persebaya. Bahkan data itu PSSI saja tidak ada
catatannya. “Jauh sebelum itu klub pertama yang
memakai jersey pertama dengan nama dan nomer
paten ya Persebaya.”
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 39
RUANG KESEHATAN
Radang Gusi ]
]
Gusi adalah salah satu pendukung dari gigi.sementara itu gigi
merupakan salah satu alat pencernaan tubuh,yang berfungsi
untuk melembutkan makanan agar bisa di cerna oleh tubuh.
Apabila gigi tidak di dukung oleh gusi yang sehat maka gigi dapat
menjadi goyang bahkan lepas sehingga mengganggu fungsi
kesehatan tubuh lainnya
Sebagai dokter gigi ,sering saya mendapati kondisi dimana
gusi pasièn berwarna kemerahan, lebih mengkilat dan mudah
berdarah bila tersentuh alat ataupun menyikat gigi. Hal
ini terutama terjadi pada seseorang yang kurang menjaga
kebersihan mulutmya. Secara klinis di dalam mulut biasanya
terdapat karang gigi ataupun plak yang menumpuk di perbatasan
gigi dengan tepi gusi.
40 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
RUANG KESEHATAN
Kondisi gusi yang mudah berdarah akan semakin Gejala gejala gingivitis :
parah apabila karang gigi dan plak tidak segera * mulut terasa kering
dibersihkan. Gingivitisnya kemudian harus di tangani * gusi bengkak dan kemerahan
oleh dokter gigi dengan baik. * gusi lebih mengkilat
* gusi mudah berdarah
Penyebab gingivitis :
* punya kebiasaan merokok Cara mencegah radang gusi :
* gosok gigi yang terlalu keras * berhenti dari kebiasaan merokok
* penyakit stroke * menggosok gigi secara teratur,paling tidak 2 kali
* penyakit jantung sehari.
* kekurangan salah satu vitamin * mengkonsumsi makanan sehat, bervitamin
* jarang membersihlan gigi * kontrol rutin ke dokter gigi ,karang gigi hanya dapat
* cara menyikat gigi yang baik dan benar di bersihkan dengan alat scaller
* diabetes melitus * bila perlu dokter akan meresepkan obat kumur
* gigi palsu yang tdak bersih dan longgar * bila perlu dokter akan meresepkan antibiotik.
* cara menggunakan benang gigi yang tidak benar * gantilah sikat gigi 3-4 bulan sekali pilih bulu sikat
* sikat gigi yang tidak sesuai ukurannya gigi yang lembut
dengan kondisi mulut * gunakan pasta gigi berfluoride
* tambalan yang tajam mengenai gusi
* faktor hormonal,misalnya pada ibu hamil Perdarahan dan pelunakan gusi akan berkurang
* keadaan gigi yang berjejal antara 1-2 minggu setelah di rawat oleh dokter
* obat obatan tertentu gigi.kadang kadang dokter harus mengkuret dan
* alat /kawat orthodonti yang tajam memasukan obat kedalam saku gusi.Air garam hangat
* konsumsi obat obatan terlarang atau obat kumur dapat mempercepat penyembuhan.
* gangguan daya tahan tubuh. Obat anti inflamasi atau anti pembengkakan
dapat menghilangkan rasa tidak nyaman setelah
Gingivitis yang di sebabkan oleh efek jangka panjang pembersihan.
dari akumulasi plak dan karang gigi, biasanya Gusi yang sehat akan berwarna merah muda.
lebih melekat erat, keras di sekitar leher gigi yang Kebersihan mulut harus dijaga SEUMUR HIDUP atau
berbatasan dengan gusi. Plak atau karang gigi, bila tidak dilakukan, maka gingivitis akan muncul
terbentuk dari interaksi bakteri, sisa makanan dan air kembali
ludah.mengiritasi dan menyebabkan inflamasi atau
radang gusi. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri akan Oleh: drg.I G A Heni Haryanti
menyebabkan gusi menjadi infeksi.
GINGIVITIS
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 41
MENGUNGKAP RAHASIA
KACA HIAS VENESIA
Seorang peniup kaca kawakan di Amerika Serikat menyatakan
telah menemukan rahasia bagaimana orang Venesia membuat
kaca selama masa renaisans. Pakar museum kaca corning telah
menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari kaca Venesia
Renaisans yang amat berharga ini dan berusaha membuatnya
kembali. Kini museum tersebut tengah membagikan
penemuannya di dalam sebuah situs daring barunya.
William Gudenrath dari museum Kaca Corning, dengan hati-
hati akan kembali menciptakan sebuah sejarah, dari barang
pecah belah ini. Pakar sekaligus peniup kaca di museum kaca
Corning, New York ini telah menghabiskan beberapa dekade
untuk membuka rahasia berabad-abad lalu dari masa renaisans.
Lihat saja, gelas dan mangkuk yang dibuat di Pulau Murano,
Venesia, dinilai amat berharga karena keindahannya. Periode
waktu antara tahun 1500 hingga 1700 dianggap sebagai masa
keemasan dalam produksi kaca orang Venesia. Seorang ahli kaca
Venesia, Jutta (Yuta) Page dari museum seni Toledo mengatakan
bahwa penemuan William menambah pemahaman akan karya
yang penuh dengan hiasan ini.
Menurut Jutta Page, informasi mengenai produk ini selalu
tersedia karena informasinya sudah tertanam di karya yang
sedang dilihat. “Tetapi kita perlu paham bagaimana benda-
benda itu dibuat, agar bisa membuka informasinya. Di sanalah
bisa diketahui darimana ahlinya berasal dan hal ini menjadi
amat penting bagi kami.”
42 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
BERBAGI PENGETAHUAN
“Perajinnya berisiko ancaman
hukuman mati jika mereka
membocorkan rincian produk
ini kepada orang luar,” ungkap
William yang telah berhasil
mengetahui cara orang Venesia
mengaplikasikan desain cat
halus dan bagaimana mereka
menambahkan sedikit hiasan di
gelasnya. Tanpa gunting besar
mulai dari membenamkan
kaca panas ke dalam cetakan
hingga membalut uliran kaca di
sekitar objek. William juga telah
mendokumentasikan bagaimana
benda bersejarah ini dibuat. Ia
pun mengungkap penemuannya
ke dalam puluhan video, foto
dan tulisan yang dirilis di situs
daring museum tersebut.
“Bagi saya, pajangan kaca ini
spektakuler, sekaligus rentan.
Kita harus benar-benar tahu apa
yang bisa dan tak bisa dilakukan
dengan kaca,” ujar William yang
salah satu karya fenomenalnya
adalah bayangan cermin
dari potongan museum yang
menghadirkan pandangan yang
lebih jelas tentang masa lalu.
(Ariessuryantini-Berbagai
sumber)
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 43
Pulau Samalona
Travelling memang tidak pernah surut yah, terutama laut dan sejarahnya. Tapi jangan
gengs! Asal punya handphone dengan pixel yang khawatir, untuk kamu yang cuma punya waktu
lumayan dan akun instagram yang aktif posting sehari di ibukota Sulawesi Selatan ini, kami akan
foto-foto liburan yang kece, siapapun bisa jadi berikan tips dan itinerary yang cukup untuk
celebgram. Sudah tidak penting seberapa jauh menuhin instagram kamu.
dan susahnya medan lokasi wisata, asal bisa
cari angle yang pas, penggunaan hashtag dan Pertama, booking hotel sebelum tiba di
caption yang oke, swafoto yang sedikit menipu, Makassar. Ini lumayan menghemat waktu
love instagram bisa membludak. Kids jaman now kamu untuk mencari hotel setelah tiba. Kedua,
pasti paham seberapa pentingnya instagram menginap-lah di lokasi yang menjadi central
untuk hidupnya. dari semua wisata, misalnya daerah pantai
Losari. Kamu bisa pilih hotel dengan rate yang
Nah! berhubung masuk ke tahun 2018, sudah variatif kalau kamu pesan sebelum berangkat.
barang tentu hal pertama yang akan dicari Ketiga buat-lah itinerary yang sudah mencakup
di kalender adalah tanggal merah. Terutama wisata alam setempat, wisata kuliner dan wisata
tanggal merah yang nempel ke hari Jumat atau oleh-oleh. Keempat, jangan lupa handphone
ke hari Minggu. Rencana liburan pasti sudah tercanggih-mu yah.
ditentukan, dan jadi resolusi wisata atau bahkan
sudah jadi jadwal piknik 2018. Kita mulai jalan di pagi hari. Waktu yang pas buat
Sudah pernah ke Makassar gengs? Kalau belum, berenang cantik di pantai. Saatnya menikmati
mari kami ajak jalan-jalan sehari ke Makassar pulau Samalona dan pulau Kodingareng Keke.
(Jokka-jokka sehari ri Mangkasa). Berangkat menggunakan kapal nelayan dengan
tarif 500-700rb (tergantung negosiasi), kita
Makassar yang dulu dikenal sebagai Ujung bisa berangkat dari dermaga di seberang Fort
Pandang ini menyimpan pesona yang luar biasa Rotterdam.
44 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
TRAVEL NOTES
Pulau Samalona punya pesona yang luar supaya jadi atensi untuk wisatawan lain yang
biasa meskipun menghabiskan 30 menit ingin berkunjung ke sini.
perjalanan. Pasirnya putih dan bersih. Air
lautnya jernih. Terumbu karang dan ikan nun Setelah bermain-main di pulau, kita melipirkan
jauh di dalam laut, bisa terlihat sangat jernih. kapal ke dermaga kembali. Nah, berhubung
Penginapan-penginapannya juga didesain tempat wisata terdekat dermaga adalah Fort
sangat instagramable. Sehingga dari kejauhan Rotterdam, ayo kita hunting-hunting foto di
sebelum merapat, jangan lupa ambil angle benteng-bentengnya yang keren.
foto yang bagus. Sempatkan juga mengambil
pemandangan bawah lautnya sambil snorkeling. Berdasarkan dari miniaturnya, benteng yang
Lelah berenang-berenang di Samalona, cuss dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa
kita berjemur di pulau yang pasirnya berwarna ke-9 ini berbentuk seperti seekor penyu yang
agak merah muda. Pulau Kodingareng Keke. akan turun ke lautan, lho. Ini sesuai dengan
Pulau yang bentuknya sangat unik dan tidak filosofi bahwa Penyu dapat hidup di darat
berpenghuni. Ups! Sebenarnya berpenghuni. dan laut, dengan harapan agar kerajaan Gowa
Penghuni pulau ini sebenarnya beberapa dapat berjaya di darat maupun laut. Benteng-
kawanan kucing yang entah bagaimana bisa bentengnya dibangun menggunakan batu padas
hidup dan berkembang biak di sini. Pulau ini dari pegunungan Karst, yang sebelumnya hanya
cuma menghabiskan 20 menit perjalanan laut dibangun dengan material tanah liat. Wah,
dari pulau Samalona. Pulau ini memiliki menara ini baru namanya wisata sejarah. Nah, untuk
yang tinggi dan dermaga yang indah, gengs! memperdalam pengetahuan mengenai sejarah
kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) silahkan
jangan lupa ambil foto terbaikmu sebanyak- mampir juga ke Museum La Galigo sekaligus
banyaknya. Terutama papan peringatan membeli pernak-pernik hasil karya penduduk
bagaimana snorkeling yang benar. Share, sekitar, yah.
Fort Rotterdam
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 45
TRAVEL NOTES
Sudah lapar? Saatnya makan makanan khas
Makassar. Kita melipir sedikit ke Jl. Bali. Mie
Anto, itu spanduk yang tertera di depan
warung mie titi. Mie kering Makassar yang
disiram kuah kental panas dengan daging
ayam, sayur dan udang. Wah, ini makanan
yang enak sekali.
Seteleh puas makan, mari melihat indahnya
sunset pantai Losari. Siapkan kamera
dan ambil foto silhouette yang keren sambil Mie Titi
menikmati pisang epe yang luar biasa di depan
pantai. Silahkan pilih topping yang pas. Gula
merah alias original, durian, cokelat, keju, ah
pokoknya enak semua. Wah indahnya dunia.
Sempatkan beli oleh-oleh kain tenun, madu dan
sebagainya di sekitaran Pantai Losari yah.
Selanjutnya, jangan lupa melipir ke sisi kiri Pantai
Losari untuk merasakan wisata religi juga,
guys. Ada apa di sana? Ada mesjid apung.
Mesjid Amirul mukminin. Sempatkan
bersyukur atas kenikmatan dunia yang
hampir seharian kita rasakan.
Selanjutnya, kita makan-makan lagi!. Kali ini Jalangkole
kita mencoba Pallubasa. Makanan yang bahan
utamanya adalah isi perut sapi atau kerbau.
Menariknya, Pallubasa ini disajikan panas-panas
dan dituangkan kuning telur yang masih mentah.
Jadi, bisa dibayangkan kuahnya yang kental sekali.
Pallubasa yang terkenal
46 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai
Pulau Kodingaren Keke
ini bisa kita kunjungi di Jl. Serigala. Nah, yang Wisata pulau sudah, wisata sejarah sudah,
perlu diperhatikan, jangan lama-lama yah wisata religi sudah, wisata kuliner sudah, saatnya
makannya, karena di belakangmu pasti sudah membeli oleh-oleh. Jalangkote dan Lumpia
ada orang-orang yang mengantri. Lasinrang, boleh di coba. Jalangkote ini agak
mirip dengan pastel, hanya kulitnya lebih tipis
Mengakhiri wisata kita yang hampir seharian, dan di makan menggunakan sambal cair
mari sempatkan foto-foto di Monumen campuran cuka dan cabe. Isiannya
Mandala pembebasan Irian Barat daging, sayuran, kentang, telur
di malam hari. Kenapa malam? rebus dan mihun. Nah, kalau
Karena lampu-lampu warna-warni lumpianya berisi bengkoang,
akan menyoroti monumen ini. jadi cocok untuk kita-kita
Sehingga kita bisa mengambil yang tidak suka aroma
banyak hasil foto yang bagus- rebung yang menyengat.
bagus di sini. Jangn lupa Nah, lengkap sudah jalan-
juga untuk mengingat jalan sehari kita di Makassar.
sejarahnya. Monumen Semoga menginspirasi dan
empat lantai ini dibangun Lumpia Lansirang instagramable, yah. Jangan lupa
untuk memperingati setiap berwisata, untuk tetap
perjuangan rakyat Indonesia melestarikan keindahan dan Keep It
dalam merebut kembali Irian Barat Clean, guys!
(Papua) dari tangan penjajah Belanda
pada tahun 1962. Monumen ini ada di jalan Penulis : Eva Maulina Aritonang
Jenderal Sudirman, yah. Ilustrator : I Gusti Agung Ngurah Angga Wijaya
Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai | 47
48 | Volume 50, Nomor 1, Januari 2018 - Warta Bea Cukai