The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by henry.mahardhika, 2018-03-15 22:40:33

WBC Februari 2018

TRAVEL NOTES




































atas ketangguhan yang tidak mengenal lelah dalam
melestarikan songket Palembang. Pelanggannya
pun kebanyakan dari kalangan atas, mulai dari
pejabat, artis, dan publik figur lainnya, baik yang
berasal dari Indonesia maupun mancanegara.

Tidak dipungkiri, begitu menyebut songket
Palembang tidaklah lepas dari nama Zainal
Songket. Kalangan kolektor kain tenun pun banyak
yang bergurau bahwa songket Palembang itu tidak
lain Songket Zainal sendiri. Apa keunikan Songket
Zainal? Zainal tidak hanya sekadar merancang diimpor. Benang lokal dapat digunakan namun
motif, melainkan membuatnya hingga menjadi agak susah untuk ditenun. Selain itu, motif Songket
busana anggun dan modern, tanpa menghilangkan Palembang juga mempengaruhi harga dari kain
esensi tradisional maupun songket itu sendiri. Hal songket tersebut.
itu bisa dilihat dari koleksi-koleksi yang kami lihat Tampak di ruangan tempat menenun songket
saat mengunjungi galerinya di Jalan Jalan Ki Gede beberapa pekerja sedang menggunakan alat
Ing Surc No.173, 32 Ilir, Ilir Bar. II, Kota Palembang, tradisional tenun songket, terdiri dari alat tenun,
Sumatera Selatan. Koleksi yang dimiliki galeri ini rungsen, benang emas, benang merah, baliro, lidi,
cantik-cantik dengan kilauan warna emas berpadu buluh, pleting, dan lain sebagainya. Mereka terlihat
merah, biru tua, ungu, dan ada juga merah muda. bekerja dengan tekun, sabar penuh keuletan,
Benang emas yang dipakai berasal dari benang karena jika dikerjakan dengan tergesa-gesa maka
yang dicelup dengan emas 24 karat. Maka tak hasil yang didapat biasanya tidak bagus. Menurut
heran jika harganya dibanderol mulai dari yang Zainal, kain songket harganya terbilang mahal,
termurah Rp2-5 juta, hingga mencapai Rp35 Juta. maka kain songket Palembang harus dirawat
Memang tergolong mahal, karena karena selain dengan hati-hati. Kain Songket khas Palembang
pengerjaannya dengan ketekunan tinggi, juga tidak bisa terkena panas atau disimpan di ruangan
menggunakan bahan baku yang sebagian besar yang sembarangan. (Ariessuryantini)

Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai | 49

GALERI FOTO



























“Kamera analog

mengajarkan saya akan
berharganya momen

berharga di hidup ini

karena terbatasnya foto

yang dapat saya ambil

dalam sebuah roll film”



































50 | Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai

GALERI FOTO

















































































Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai | 51

GALERI FOTO

















































































52 | Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai

GALERI FOTO

















































































Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai | 53

GALERI FOTO
























































Fauziah Nur Ramadhan
Subdirektorat Komunikasi Dan Publikasi DJBC
Nikon F2





















54 | Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai

GALERI FOTO

















































































Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai | 55

RAGAM








Sang Pemimpi






Karya : Novita Sari Damanik


Negeriku bukan karya sembarang
Negeriku bukan dongeng malam
Empunya sang pemimpi
Manusia manusia penuh ambisi

Pagi tenang, kantuk merayu
Semangat terpatri, elok mendekap
Ambil bagian disana
Saksikan langkah menerjang

Fajar mencuri pandangmu
Lantas kau halau bersama angin laut
Siluet terpancar menantang
Mengikuti langkah kokohmu

Rindu dibalut mimpi
Jemputmu dalam sendu
Riak ombak tumpah ruah
Panas terik mengulitimu, legam

Di atas kapal itu
Lagi lagi mimpi
Ini hampIr belum petang
Pandangan nanar menerkam

Senja hampir tiba
Riuh burung mencari peraduan
Sosokmu membatasi ruang

Petang ganti malam kau temani

Terima kasih
Sang pemimpi negeriku
Baktimu untuk ibu pertiwi
Demi Bea Cukai makin baik







56 | Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai

Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai | 57

58 | Volume 50, Nomor 2, Februari 2018 - Warta Bea Cukai


Click to View FlipBook Version