The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Perkembangan Sertifikasi Industri Hijau Tahun 2020

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by industrihijaukemenperin, 2021-10-12 22:05:38

Sertifikasi Industri Hijau Tahun 2020

Perkembangan Sertifikasi Industri Hijau Tahun 2020

II SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT HEVEA MK II PALEMBANG

PT Hevea MK II PT. Hevea MK II yang dahulunya bernama Muara Kelingi (1960) berdiri sejak tahun 2010 berlokasi di Gandus –
Palembang Sumatera Selatan merupakan pabrik karet SIR dengan kapasitas 55.000 ton/tahun dengan tujuan
SIH 22123:2018 ekspor ke pabrik ban ternama seperti Bridgestone, Cooper, Toyo, & Good Year di Amerika, Eropa, Jepang &
Industri Karet Remah China.

LSIH BARISTAND PALEMBANG Semenjak 2017, pelanggan kami terutama Good Year & Bridgestone mulai mewajibkan suppliernya
(pabrik karet) untuk menerapkan prinsip prinsip Sustainability, Green Industry, Health & Safety dalam proses
produksi SIR.

Untuk memenuhi hal tersebut, maka PT. Hevea MK II mulai menerapkan prinsip industri hijau dalam proses
produksi dengan mengikuti Program Sertifikasi Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Republik
Indonesia.

Hal – hal yang dilakukan dalam penerapan industri hijau adalah dengan:
1. Pengurangan penggunaan pompa air dengan tujuan penurunan penggunaan listrik
2. Pemanfaatan maksimal air recycle dalam proses produksi untuk mengurangi penggunaan air.
3. Melakukan sistem pengecekan 100% material input terhadap kontaminasi pada bahan baku dengan
menggunakan slicer sebelum digunakan di proses basah untuk mengurangi pemakaian material input.
4. Mengurangi produk reject pada produk akhir dengan menambah usia jemur karet blanket 2-5 hari dan
modifikasi mesin produksi kering (palletizer ) dengan tujuan agar proses maturasi karet lebih sempurna.

Selain dari terpenuhinya persyaratan pelanggan dimana dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, manfaat
yang dapat kami dapatkan adalah meningkatnya efisiensi dalam proses produksi dimana secara langsung
menurunkan biaya produksi.

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT RIAU ANDALAN PULP AND PAPER

PT Riau Andalan
Pulp and Paper

SIH 17011.1:2018
Bubur kertas dan bubur kertas

yang terintegrasi kertas
LSIH BALAI BESAR PULP DAN

KERTAS

PT Semen Gresik SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT SEMEN GRESIK REMBANG
Plant Rembang
PT. Semen Gresik (SG) adalah salah satu anak usaha dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG yang
SIH 23941.1:2018 berdiri pada 10 Januari 2014. Memiliki pabrik yang berlokasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. SG telah
Industri Semen Portland dipercaya dalam menyediakan produk semen yang berkualitas tinggi yang dihasilkan dari proses produksi
dengan teknologi mutakhir serta ramah lingkungan. SG selalu siap untuk memberikan pelayanan terbaik mulai
LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN dari inovasi teknologi berkelanjutan, hingga komitmen dalam pelestarian lingkungan serta kerja sama dengan
BARANG TEKNIK masyarakat sekitar.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk proses produksi yang mengutamakan upaya efisiensi dan
efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan
industri dengan pelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat
berdasarkan prinsip industri hijau.

SG pertama kali mengikuti sertifikasi Standar Industri Hijau di tahun 2019 dan melakukan surveillance
Standar Industri Hijau di bulan November 2020. Manfaat yang dirasakan diantaranya:
1. Lebih efektif dan efisien dalam penggunaan sumberdaya (bahan baku, energi, dan air) sehingga mampu

menimalisasi biaya produksi
2. Pemenuhan dan partisipasi terhadap pengelolaan lingkungan lebih meningkat berdampak pada

peningkatan kualitas lingkungan industri dan masyarakat sekitar.
3. Meningkatkan citra produsen dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan
4. Mengurangi tingkat bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada lingkungan kerja

Adapun pencapaian SG sesuai dengan kriteria Industri Hijau sebagai berikut :

Nilai Pencapaian tersebut ditopang dengan program-program
unggulan seperti pemanfaatan limbah internal (seperti
No Parameter Hasil SIH Satuan
1 Bahan Baku Audit
majun bekas, bag cloth, oli bekas), biomas serta limbah

Rasio Bahan Baku/ Produks 1.50 < 1.67 ton kilnfeed/ ton eksternal sebagai alternative fuel, penerapan water

2 Energi klinker

preservation dan close lope sistem pemanfaatan dan

Energi listrik spesifik 89.10 < 100 kwh/ton semen pengelolaan air, program pengurangan clinker factor

Energi Panas Spesifik 841 < 860 kkal/ kg klinker semen PCC, pemanfaatan limbah ekternal seperti fly ash-

PT Semen Gresik 3 Air m3/ton semen copper slag sebagai alaternatif raw material, penggunaan
Plant Rembang Rasio Total Air/ Produk 0.08 < 0.25 % teknologi hemat energi (regenerative long belt conveyor
system, variable speed drive, vertical roller mill), serta
SIH 23941.1:2018 4 Proses Produksi 75.3 > 75
Industri Semen Portland OEE

LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN 5 Produk % peralatan penangkap debu Main Bag Filter yang mampu
BARANG TEKNIK % menghasilkan emisi dibawah 30 mg.
Rasio Kilnker (PCC & PPC) 68 < 82

Rasio Kilnker OPC 92 < 94

6 Emisi Gas Rumah Kaca
(GRK)

Rasio Emisi 667 < 750 kg CO2/ ton

Kondisi oversupply serta penurunan permintaan semen sebesar 13 % di 2020 karena pandemic Covid
merupakan sebuah tantangan yang cukup berat dirasakan Semen Gresik dalam upayanya untuk menjaga
utilisasi produksi serta mengimplementasikan program-program diatas. Namun dengan adanya komitmen dari
Managemen Puncak serta partisipasi dari seluruh stake holder terkait, standar industri hijau tetap bisa
diterapkan dengan baik serta Semen Gresik membukukan penghematan lebih dari 5M.

PT Kahatex Plant II Rancaekek SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT KAHATEX PLANT II RANCAEKEK

SIH 13132.1:2018 Kami mengawali penerapan Industri Hijau adalah dengan ikut bergabung dalam Program RECP
Industri Tekstil Pencelupan, (Resource Efisiensi and Cleaner Production) sejak 2017, yang waktu itu diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan
Pencapan dan Penyempurnaan Hidup, Kemenperin, UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) dan juga salah satu Brand
Costumer kami yaitu H&M yang ikut aktif didalam proses itu. Dari situ beberapa ahli yang mewakili UNIDO
LSIH BALAI BESAR TEKSTIL mengunjungi fasilitas kami dan memberikan banyak saran-saran yang berhubungan dengan prinsip-prinsip industri
hijau yang berguna untuk perkembangan Perusahaan.

Tepatnya menjelang akhir tahun 2019 kami berkesempatan mendapatkan Audit Sertifikasi Industri Hijau yang di
Fasilitasi oleh Pemerintah melalui Kemenperin dan berhasil memecahkan rekor sebagai satu-satunya Pabrik Tekstil
yang lolos Sertifikasi Industri Hijau. Semua keberhasilan kami ini adalah berkat kerjasama team yang solid dan
utamanya dukungan yang maksimal dari Top Management.

Upaya yang kami lakukan pun tidaklah mudah. Dari upaya meningkatkan efisiensi Bahan Baku, kami melakukan
daur ulang atau recycle waste produksi dan recycle limbah botol air mineral untuk dijadikan bahan baku. Dan
semua bahan baku yang kami pakai sudah patuh / comply dengan regulasi yang telah ditetapkan. Selain itu, kami
memanfaatkan Sludge dari IPAL dan diolah menjadi energi alternatif yang dicampur dengan batubara sebagai
bahan bakar untuk Boiler PLTU. Upaya ini sangat efisien untuk mengurangi pemakaian batubara.

Boiler kami pun sangat ramah lingkungan karena pada Boiler kami menggunakan ESP (Electrostatic Preciptator)
sehingga lebih dari 90% emisi yang akan dikeluarkan melalui cerobong ditangkap oleh alat ini. Lebih dari 40% air
limbah kami olah kembali dengan menggunakan RO System untuk Recycle dan menggunakknya kembali untuk
proses produksi. Kami juga banyak menggunakan Teknologi-teknologi baru yang dapat menunjang efisiensi Energi
dan Sumber Daya Mineral kami. Salah satunya adalah menggunakan mesin Celupan yang sangat menghemat
pemakaian Listrik dan air akan tetapi tetap produktif. Semua ini kami lakukan guna untuk mewujudkan Industri
yang ramah Lingkungan

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT PUPUK KUJANG

Pencapaian yang tekah dilakukan PT Pupuk Kujang dalam meraih Sertifikasi Industri Hijau menunjukkan
keberhasilan proses produksi yang dalam melaksanakan bisnis prosesnya sejalan juga dengan
mengedepankan etika bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Sertifikasi Industri Hijau mendorong
seluruh insan industri melakukan perbaikan yang berkelanjutan untuk terciptanya peningkaatan efisiensi
dan efektivitas produksi terutama dengan pendekatan low cost ataupun no cost sekalipun, tetapi tetap
memberikan dampak positif yang besar bagi industri. Adapun program terkait antara lain :

PT Pupuk Kujang

SIH 20122.1:2018
Industri Pupuk Urea, Pupuk

SP-36 dan Pupuk ZA

LSIH BALAI SERTIFIKASI INDUSTR

PT Nestle Indonesia SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT NESTLE INDONESIA PABRIK KEJAYAN
Pabrik Kejayan
Bahan Baku
SIH 20122.1:2018 PT. Nestle Indonesia – Pabrik Kejayan setiap tahun melakukan efisiensi bahan baku dalam bentuk project,
Industri Pupuk Urea, Pupuk inovasi dan continuous Improvement. Yang dapat berimpact terhadap material losses dan cost reduction.
Contohnya : Pengurangan penggunaan SWP pada SCM proses dan project yang lainnya. Substitusi bahan baku
SP-36 dan Pupuk ZA dalam bentuk perubahan baku dari sintesi menjadi natural dan pegurangan bahan baku yang dikompensasi
dengan bahan baku yang lain. Contohnya : Natural Project dan Phoenix Project. Bahan baku berupa susu sapi
LSIH BALAI SERTIFIKASI INDUSTR 100% adalah product local, dan kompisisi bahan baku yang lain adalah 85% produk local, 25% produk Impor.

Energi , Air dan GRK
PT. Nestle Indonesia – Pabrik Kejayan setiap tahun memiliki challenge untuk efisiensi penggunaan energi,
penggunaan air dan penurunan nilai GRK yang di control di KPI (Key Performance Indicator) yang di bahas dan
di mitoring setiap minggu dan setiap bulan. Dengan berbagai project untuk efisiensi energi (contoh : energi
terbarukan) dan air (pengurangan penggunaan air dan project 3R). Project energi juga akan berpengaruh
terhadap nilai GRK. Modifikasi teknologi dalam upaya efisiensi juga terus dilakukan contohnya : penggantian
lampu menggunaan LED, project boiler biomass dimana hal ini dapat mengurangi penggunaan energi dan
menurunakan emisi GRK.

Kemasan
Project efiesiensi dikemasan contohnya shrink wrap untuk finish product di kurangi, selain efiensi cost juga
menunjang pengurangan plastik. Selain itu juga inovasi penggunaan sedotan non plastik.

Pengelolaan Limbah Cair, padat dan LB3.
Pengolahan Limbah cair di WWTP (Waste Water Treatment Plant) dimana effluent di monitoring setiap bulan.
Limbah padat di 3R melalui pihak ke 3 berizin, sehingga waste to landfill. Limbah LB3 dikirim ke pihak ke 3 yang
berizin untuk diolah lebih lanjut.

PT Tanjung Enim Lestari SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT TANJUNG ENIM LESTARI

SIH 17011.1:2018 PT TeL adalah pabrik pulp pertama di Indonesia yang telah menerapkan pembangunan berkelanjutan sejak
Bubur kertas dan bubur kertas awal berproduksi dengan memanfaatkan bahan baku kayu Acacia Mangium yang berasal dari HTI.
Sejak tahun 2015, PT TeL terus melakukan pengembangan dan pemanfaatan dengan melakukan inovasi produk
yang terintegrasi kertas penggantian bahan baku Acacia Mangium dengan Eucalyptus Pellita dimana untuk tahun 2019 telah
mencapai produk yang dihasilkan dari substitusi bahan baku sebesar 75,3 %.
LSIH BALAI BESAR PULP KERTAS
Sumber energi yang digunakan untuk memproduksi pulp merupakan sumber Energi Baru Terbarukan
(Renewable Energy) yang berasal dari limbah padat proses Bark (Kulit) dan Black Liquor (lindi hitam) berasal
produk samping proses pemasakan, dimana Black liquor diumpankan ke Recovery Boiler, dan Bark diumpankan
ke Power Boiler, untuk tahun 2019 EBT dari total energi yang dihasilkan sebesar 91,5% dengan nilai intensitas
sebesar 35,83 GJ/Adt pulp dibawah standar Industri Hijau sebesar 38 GJ/Adt untuk Industri Pulp.

Dalam menjaga keberlangsungan sumber daya alam, PT. TeL telah melakukan program efisiensi, reuse dan
recycle sumber daya air, upaya efisiensi air yang dilakukan antara lain pemanfaatan Hot Water untuk pencucian
Lime Mud, pemanfaatan kondensat untuk Boiler Feed Water, untuk tahun 2019 didapatkan Intensitas Air dari
program ini sebesar 63,91 m3/Adt, hal ini masih dibawah batasan SIH yaitu 65 m3/ADT.

Dalam mendukung program Pemerintah dalam Kegiatan Penurunan Gas Rumah Kaca, PT TeL telah melakukan
melakukan penggantian bahan bakar MFO dengan Gas Alam yang lebih ramah lingkungan dan Bahan Perusak
Ozon untuk Pendingin perkantoran dan ruang proses, untuk tahun 2019 emisi CO2 yang dihasilkan oleh PT TeL
sebesar 0,302 mt CO2/Adt hal ini masih dibawah SIH sebesar 0,35 mt CO2/Adt.
Untuk Pengolahan Limbah Cair menggunakan teknologi Activated Sludge System pada Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL) dengan kapasitas 100.000 m3, serta memasang alat pengendalian pencemaran udara yaitu
Electro Static Precipitator (ESP) untuk menangkap debu hasil pembakaran dan Scrubbing System untuk
menangkap emisi Gas. Untuk Sistim pengelolaan Limbah Padat dilakukan dengan Landfill kelas 3 yang diberikan
izin dari KLHK dan Pengelolaan LB3 oleh Pihak Ketiga yang mempunyai izin dari KLH.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT SOLUSI BANGUN INDONESIA PABRIK CILACAP
Pabrik Cilacap
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap “SBI Cilacap”, sebelumnya bernama PT Holcim Indonesia Tbk
SIH 23941.1:2018 Pabrik Cilacap “Holcim Cilacap” merupakan bagian dari Semen Indonesia Grup, bergerak di bidang industri
Industri Semen Portland persemenan dan building material serta pemberi jasa yang terkait industri semen dan atau industri lainnya,
dengan kapasitas desain produksi sebesar 2,6 juta ton semen/tahun. Berlokasi 4 km dari pusat kota Cilacap,
LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN Jawa Tengah, dengan luas area sekitar 118,5 ha, termasuk di dalamnya 64,3 ha (55,5% luas area) ditetapkan
BARANG TEKNIK sebagai Hutan Kota.

Berbagai inovasi dan perbaikan di segala lini untuk mencapai praktik terbaik dalam menjalankan proses
produksi yang efektif, efisien dan berkelanjutan, salah satu diantaranya adalah Program Refuse Derived Fuel.
Program ini sebagai pengganti batu bara (bahan bakar tak terbarukan) yang merupakan salah satu upaya SBI
Cilacap dalam memperbanyak penggunaan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai kalori (MJ), dan juga nilai
dampak positif terhadap lingkungan. Pemanfaatan Refuse Derived Fuel yang diprakarsai oleh SBI ini,
bekerjasama dengan Pemerintah Denmark berkolaborasi bersama pemerintah pusat hingga daerah.

SBI mampu memanfaatkan produk Refuse Derived Fuel ini sebagai bahan bakar alternatif di kiln semen,
sehingga mampu menghemat energi dari pemakaian batu bara. Inovasi ini kontinyu diimplementasikan di SBI
Cilacap sejak Mei 2020 sebanyak 160,18 ton dan pertama kali di Indonesia pada sektor efisiensi energi di
industri semen, keuntungan lainnya (konsumen) juga memunculkan bisnis baru bagi transporter yang
mengangkut hasil Refuse Derived Fuel ke pabrik sebesar Rp. 46.000.000,00/bulan.

Dampak lingkungan yang dihasilkan selama tahun 2020 berupa penghematan energi sebesar 2.933,25 GJ dan
pengurangan tonase dari bahan bakar tak terbarukan (batu bara).

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT SOLUSI BANGUN INDONESIA PABRIK NAROGONG

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Efisiensi Bahan Baku
Pabrik Narogong Inovasi efisiensi bahan baku dilakukan dengan mensubtitusi bahan baku alam tanah liat, pasir silica dan pasir
besi dengan bahan baku alternatif dari limbah industri yaitu fly ash, bottom ash, iron concentrate, dan copper
SIH 23941.1:2018 slag sebesar 53% atau 290.506 ton. Inovasi penggunaan 100% phosphogypsum buatan dalam negeri untuk
Industri Semen Portland pembuatan semen PCC berhasil mengurangi impor gypsum natural.

LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Alternatif dan Terbarukan
BARANG TEKNIK Inovasi efisiensi energi panas dan listrik dilakukan melalui pemanfaatan EP Dust (debu Electrostatic
Precipitator) sebagai Mineral Component (MIC) untuk menurunkan Clinker Factor semen GU (PCC). Energi yang
berhasil diefisienkan sebesar 578.530 GJ. Untuk energi terbarukan digunakan solar cell pada area perkantoran
dengan kapasitas 35 MWh/tahun. Untuk energi panas penggunaan batubara disubtitusi dengan bahan bakar
alternatif seperti biomassa (sekam padi), limbah industri dan sampah kota dengan nilai subsitusi energi panas
dari bahan bakar alternatif sebesar 1.066.056 GJ.

Efisiensi Air
Efisiensi air dilakukan melalui penggunaan sistem sirkulasi terus menerus melalui cooling tower. Pemanfaatan
air hujan melalui rain water harvesting juga dilakukan untuk mengurangi penggunaan air sungai.

Emisi Gas Rumah Kaca
Pengurangan clinker factor dan penggunaan bahan bakar alternatif adalah upaya inovasi untuk menurunkan
emisi CO2. Pada tahun 2019 spesifik emisi CO2 sebesar 567 Kg CO2/ton Cementitious atau berhasil
menurunkan sebesar 18% dari baseline tahun 2009.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Modifikasi Teknologi dalam upaya efisiensi
Pabrik Narogong Upaya inovasi melalui modifikasi proses dan alat terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi. Berikut
modifikasi yang dilakukan tahun 2019-2020:
SIH 23941.1:2018 1. Pemanfaatan EP Dust sebagai Mineral Component (MIC) untuk menurunkan Clinker Factor Semen GU NAR2
Industri Semen Portland
yang memberikan dampak berupa efisiensi energi panas dan listrik sebesar 578.530 GJ
LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN 2. Instalasi Secondary Crusher Batu Kapur untuk Menurunkan Konsumsi Spesifik Energi Listrik di Finish Mill
BARANG TEKNIK
Narogong 2 memberikan dampak efisiensi energi listrik sebesar 1.161 GJ
3. Pembuatan Kontrol Proportional Integral (PI) untuk menjaga kestabilan parameter operasional Raw Mill

NAR1 yang memberikan dampak efisiensi energi listrik sebesar 2.993 GJ
4. Pengurangan false air di area EP dan EP fan yang dapat menurunkan Konsumsi Energi Listrik sebesar 1.915

GJ
5. Perubahan Moduli clinker yang dapat menurunkan energi Panas sebesar 56.489 GJ/tahun.

Pengelolaan Limbah Cair, Padat, Udara dan Limbah B3
Konversi alat penangkap debu dari EP menjadi bag filter merupakan upaya inovasi hijau yang bertujuan untuk
meningkatkan efisiensi penangkapan emisi debu dari cerobong. Untuk limbah cair, pemasangan sand filter
digunakan untuk menyaring air limpasan batubara. Sementara untuk limbah padat berupa sampah dan limbah
B3 dari kegiatan internal yang memiliki nilai kalori dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pada kiln.

I SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT HEVEA MK I

PT Hevea MK I PT. Hevea MK I Palembang yang beralamatkan di Jl. Ir Sutami Rt.14 Rw.04 Kel. Sei Selayur Kec. Kalidoni
Palembang 30118 bergerak di bidang karet remah telah mengikuti Penilaian Penghargaan Industri Hijau sejak
SIH 22123:2018 tahun 2017-2018 dan pada tahun 2019 telah mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau (SIH) yang di Sertifikasi
Industri Karet Remah oleh Balai Riset dan Standarisasi Industri (BARISTAND) kota Palembang yang telah ditunjuk oleh Kementrian
Perindustrian RI sebagai lembaga yang berkewangan mensertifikasi perusahaan pada program Sertifikasi
LSIH BARISTAND PALEMBANG Industri Hijau (SIH).

PT. Hevea MK I Palembang telah banyak mendapatkan manfaat dalam program Sertifikasi Industri Hijau (SIH)
ini antara lain pengurangan Emisi GRK/Udara 100% dengan adanya inovasi mesin produksi (mesin Dryer) yang
semula menggunakan bahan bakar solar menjadi menggunakan bahan bakar Cangkang Sawit yang merupakan
penggunaan energi terbarukan. Selain itu, perubahan bahan bakar ini juga sangat berguna dalam mengurangi
budget perusahaan dalam biaya pembelian bahan bakar, mengingat harga bahan bakar solar jauh lebih tinggi di
bandingkan dengan bahan bakar Cangkang Sawit.

PT. Hevea MK I Palembang juga telah berhasil menggunakan air recycle hasil pengolahan Instalasi Pengolahan
Air Limbah (IPAL) hingga 59% dalam proses produksi. Hal ini sangat membantu perusahaan dalam proses
efisiensi penggunaan air permukaan (Sungai Musi) dalam proses produksi.

Hal diatas hanya beberapa manfaat saja yang kami dapat deskripsikan, masih banyak lagi manfaat program
Sertifikasi Industri Hijau (SIH) lainnya yang telah kami dapatkan selain hal tersebut, mulai dari program efisiensi
bahan baku, efisiensi energi lainnya, penurunan jumlah limbah B3, serta modifikasi teknologi dalam upaya
efisiensi lainnya

PT Pupuk Sriwidjaja SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG
Palembang
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang mengikuti penilaian Industri Hijau sejak tahun 2012 dan Sertifikasi Industri
SIH 20122.1:2018 Hijau Tahun 2019. Pencapaian yang telah di peroleh dengan mengikuti Sertifikasi Industri Hijau adalah sebagai
Industri Pupuk Urea, Pupuk berikut :

SP-36 dan Pupuk ZA 1. Efisien energi, jumlah pemakaian energi, cenderung menurun tiap-tiap tahun di tahun 2018 pemakaian
energy produksi PT Pusri Palembang sebesar 19,54 GJ/ton turun menjadi 17,97 GJ/ton di tahun 2019.
LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI Program inovasi yang dilakukan tahun 2019 adalah “Menghemat gas dengan mempercepat waktu
PENCEGAHAN DAN proses start up gas masuk absorber 101E dengan mengubah tahapan dan mode start up di unit
Purifikasi Pabrik Ammonia P-IB”
PENCEMARAN INDUSTRI
2. Efisiensi Air, intensitas pemakaian air proses produksi pada tahun 2018 sebesar 4,024 m3/ton dan pada
tahun 2019 sebesar 2,812 m3/ton (turun 1,212 m3/ton). Program inovasi efisiensi air yang dilaksanakan
tahun 2020 adalah “Modifikasi Sistem Overflow Air Pendingin di alat Secondary Reformer 103-D”

3. Penurunan Limbah Padat Non B3, intensitas timbulan limbah non B3 PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
pada tahun 2018 sebesar 0,1820 ton/urea dan turun di tahun 2019 menjadi 0,1296 ton/Urea. Program
inovasi yang dilakukan untuk menurunkan limbah pada tahun 2019: “Reduse/Efisiensi terhadap proses
administrasi permintaan pelayanan di Departemen Umum dengan pemanfaatan sistem informasi”

4. Emisi Gas Rumah Kaca, adanya penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca tahun 2019 sebesar 0,6169
ton CO2 eq/ton NH3 turun dari tahun sebelumnya. Program inovasi yang dilakukan untuk menurunkan
emisi Gas Rumah Kaca tahun 2019 “Modifikasi Prosedur Start Up Coal Firing Burner B Stage, Untuk
menghilangkan Komsumsi Solar”

PT Indocement Tunggal SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA UNIT CITEUREUP
Prakarsa Tbk Unit Citeureup
PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk. unit Citeureup
SIH 23941.1:2018 senantiasa melakukan berbagai inovasi untuk mencapai Visi
Industri Semen Portland dan Misi Perusahaan untuk menjadi produsen semen
terkemuka di Indonesia yang tetap memerhatikan
LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN pembangunan berkelanjutan. Hasil kinerja dari berbagai
BARANG TEKNIK inovasi yang dilakukan telah menjadikan Indocement Unit
Citeureup sebagai industri semen pertama yang berhasil
meraih Sertifikat Industri Hijau dari Kementerian
Perindustrian pada tahun 2017. Sertifikat tersebut diperoleh
atas hasil kinerja Indocement Unit Citeureup dalam
memenuhi standar yang disyaratkan untuk efisiensi bahan
baku, energi, air, limbah, emisi gas rumah kaca, serta
implementasi kebijakan manajemen dan tanggung jawab
sosial perusahaan.

Kinerja perusahaan dalam pemanfaatan bahan bakar
alternatif telah memenuhi standar yang dipersyaratkan, yaitu
energi panas spesifik sebesar 777.5 kkal/kg clinker dan energi
listrik spesifik sebesar 84,81 kWH/ton semen. Perusahaan
juga mencapai efisiensi untuk konsumsi air senilai 0,127
m3/Ton Semen dan komitmen perusahaan dalam
mengurangi emisi GRK mencapai 637 kgCO2/Ton
Cementitious

SUCCESS STORY SERTIFIKAT INDUSTRI HIJAU PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA
UNIT PALIMANAN

PT Indocement Tunggal
Prakarsa Tbk Unit Palimanan

SIH 23941.1:2018
Industri Semen Portland
LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN

BARANG TEKNIK

SUCCESS STORY SERTIFIKAT INDUSTRI HIJAU PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA
UNIT TARJUN

PT Indocement Tunggal Sebagaimana Visi dan Misi Perusahaan untuk melakukan proses produksi ramah lingkungan dan
Prakarsa Tbk Unit Tarjun pembangunan yang berkelanjutan maka melalui Sertifikasi Industri Hijau dari Kemenprin telah membantu
Perusahaan untuk lebih mengarahkan dan membuktikan kepada pihak terkait bahwa PT Indocement Tunggal
SIH 23941.1:2018 Prakarsa Tbk, Plant Unit Tarjun adalah salah satu perusahaan dengan predikat Perusahaan Hijau dan
Industri Semen Portland kinerjanya sesuai dengan Visi dan Misi Perusahaan.

LSIH BALAI BESAR BAHAN DAN Berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Perusahaan secara sinergi telah membuat kinerja perusahaan
BARANG TEKNIK lebih baik diantaranya adalah penggunaan Bahan Baku dan Bahan Bakar Alternatif sehingga penggunaan
bahan baku utama dapat dikurangi menjadi 1.45 Ton semen produk/ton bahan baku serta energy yang
dihasilkan dapat dihemat menjadi 776.86 Kkal/Kg Klinker untuk intensitas energy panas dan 87.5 Kwh/Ton
Semen untuk intensitas listrik.

Perusahaan juga telah mencapai effisiensi untuk penggunaan Air : 0.19 m3/Ton Semen. Operasional
perusahaan juga dapat mengurangi emisi GRK sehingga spesifik emisi mencapai 603.77 kgCO2/Ton
Cementitious.

Pencapaian kinerja juga dikarenakan dilakukannya modifikasi teknologi dalam proses produksi semen sebagai
pendukung pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternative serta pengelolaan 4R terhadap limbah B3
dan non B3 dari internal perusahaan.

SUCCESS STORY SERTIFIKAT INDUSTRI HIJAU PT SARI HUSADA GENERASI MAHARDIKA
PRAMBANAN FACTORY

PT Sari Husada Generasi 1. EFISIENSI BAHAN BAKU
Mahardika-Prambanan Factory Efisiensi bahan baku dicapai dengan menurunkan tingkat losses yang ada di sepanjang jalur produksi dari
aktifitas awal (dumping) material sampai dengan filling kemasan produk. Langkah pertama yang dilakukan
SIH 10520.1:2018 adalah identifikasi semua titik yang menyebabkan losses dan membuat pemetaannya.Setelah itu dilakukan
Industri Pengolahan Susu Bubuk pareto untuk menentukan titik mana saja yang paling besar losses-nya. Upaya difokuskan untuk menekan
top five losess dengan melibatkan karyawan melalui program continuous improvement (Sugestion system,
LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI Problem Solving Group dan Small Group Improvement Activity).
PENCEGAHAN DAN
2. EFISIENSI ENERGI
PENCEMARAN INDUSTRI Efisiensi energi dicapai dengan melakukan upaya -upaya mendasar :
a. Penyederhanaan proses produksi, sedemikian hingga proses menjadi ramping. Beberapa peralatan bisa
dihilangkan sehingga pemakaian energi bisa dikurangi secara signifikan.
b. Penggantian peralatan/mesin produksi yang dengan alat/mesin tehnologi baru yang lebih ramah
lingkungan dan hemat energi. Misal penggantian mesin dengan bahan bakar natural gas (sebelumnya
berbahan bakar minyak). Penggunaan burner yang meregenari panas yang keluar dari stack, dll
c. Membangun kesadaran karyawan dalam hal penghematan energi. Hal ini ini berpengaruh pada
penggunaan energi pada fasilitas perkantoran, misal penggunaan AC dan juga penerangan.

3. EFISIENSI PENGGUNAAN AIR
Penyederhanaan proses produksi yang dilakukan untuk penghematan energi ternyata juga berpengaruh
langsung pada penurunan penggunaan air. Selain hal tersebut juga dilakukan pemetaan penggunaan air
(Water Mapping/Water Ballance). Dari water balance ini bisa dilihat area yang penggunaan airnya paling
besar dan dijadikan fokus perbaikan. Pemasangan water metering juga dilakukan untuk mendukung akurasi
data. Beberapa upaya yang dilakukan mulai dari reduce, reuse, recycle dan reclaim dilakukan sehingga
secara sistematik penggunaan air menurun.

PT Sari Husada Generasi 4. EMISI GAS RUMAH KACA
Mahardika-Prambanan Factory Emisi Gas Rumah Kaca dikurangi seiring dengan gerakan pengurangan penggunaan energi. Dengan

SIH 10520.1:2018 penurunan penggunaan energi, maka emisi CO2 bisa dikurangi. Penggantian bahan bakar minyak menjadi
Industri Pengolahan Susu Bubuk natural gas juga mempunyai peran dalam hal ini. Selain penurunan CO2, penggunaan freon untuk bahan
pendingin ruangan juga sudah diganti dengan bahan yang tidak mengandung GRK.

LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI
PENCEGAHAN DAN

PENCEMARAN INDUSTRI

PT Frisian Flag Indonesia SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT FRISIAN FLAG INDONESIA PLANT PASAR REBO
Plant Pasar Rebo
PT Frisian Flag Indonesia memiliki konsumsi Energi 3,00 GJ/ton susu bubuk melalui upaya penggunaan Boiler
SIH 10520.1:2018 yang memiliki efisiensi 94%, Sistem Spray Dryer dilengkapi dengan Dehumidifer sehingga pengeringan udara
Industri Pengolahan Susu Bubuk lebih efisien, dan sistem Chilled Water yang dilengkapi dengan Variable Speed Drive (VSD).

LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI PT Frisian Flag Indonesia berhasil mendaur ulang air untuk kebutuhan utilitas dengan rasio daur ulang sebesar
PENCEGAHAN DAN 31% melalui upaya daur ulang effluent WWTP Produksi. Penggunaan Air mencapai 1,98 m3/ton dicapai melalui
upaya optimalisasi sistem Cleaning In Place (CIP) teknologi terbaru, otomatisasi sistem blowdown Boiler dan
PENCEMARAN INDUSTRI memperpanjang siklus produksi spray dryer.

PT Frisian Flag Indonesia telah berhasil menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 0,4 ton CO2eq/ton
produk dengan upaya pemasangan boiler yang menggunakan economizer, mengurangi penggunaan generator
listrik (Genset), mengontrol motor surface Aerator WWTP berdasarkan Dissolve Oxygen (DO) level,
menggunakan Sigma Air Manager pada sistem Compressed Air dan menggunakan sistem Chilled Water yang
dilengkapi dengan Variable Speed Drive (VSD).PT Frisian Flag Indonesia memiiki upaya efisiensi produksi
dengan memodifikasi teknologi diantaranya penggunaan sistem Silo untuk menampung susu bubuk sebelum
proses blending dan pengemasan, melakukan inisiatif Continues Improvement seperti mengurangi damage,
mengurangi overfilling dan mengurangi breakdown untuk mengurangi lossess sekaligus meningkatkan rasio
produk terhadap bahan baku.

PT Frisian Flag Indonesia memperoleh penghargaan Green Industri Level 5 dan PROPER Biru pada tahun
2019/2020 atas kinerja pengelolaan Lingkungan meliputi pengelolaan limbah cair melalui Fasilitas Pengelolaan
WWTP Produksi dan STP Domestik yang dioperasikan oleh operator yang kompeten, melakukan upaya 3R
limbah non-B3 dan sampah padat, melakukan perawatan unit Genset dan Boiler untuk menjaga emisi udara
selalu memenuhi baku mutu udara dan memiliki sarana TPS limbah B3 untuk menjamin 100% terkelolanya
Limbah B3 yang dihasilkan.

PT Petrokimia Gresik SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT PETROKIMIA GRESIK

SIH 20122.1:2018 PT Petrokimia Gresik dalam menjalankan proses bisnisnya selalu mengutamakan proses yg efisien. Hal
Industri Pupuk Urea, Pupuk tersebut sejalan dengan kebijakan industri hijau yg mengutamakan efisiensi produksi tanpa mengabaikan
kualitas produk dan aspek lingkungan. Adapun Program Efisiensi yang dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik
SP-36 dan Pupuk ZA sebagai berikut :
1. Program Efisiensi Energi dengan Pemanfaatan Purge Gas Sebagai Bahan Bakar Boiler Purge gas merupakan
LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI
PENCEGAHAN DAN produk dari HRU/PGRU di Pabrik Amoniak. Saat ini purge gas tidak dapat terserap dengan baik sebagai
substitusi fuel di primary reformer. Oleh karena itu dilakukan inovasi untuk mengalirkan purge gas sebagai
PENCEMARAN INDUSTRI substitusi bahan bakar gas alam di package boiler (B-1102) dengan cara memodifikasi line interkoneksi dari
HRU/PGRU ke package boiler (B-1102) dan tie-in di sistem gas in burner sehingga konsumsi bahan bakar gas
alam akan menurun. Modifikasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan line purge gas 3 inch tie in ke
line Natural Gas yang menuju ke burner. Melakukan modifikasi line dengan ukuran 3 inch dari upstream PC
1003 menuju ke boiler opening PC1003 dari 41% menjadi 0%.

Diagram Interkoneksi Purge Gas
Amoniak setelah dilakukan modifikasi

PT Petrokimia Gresik Program efisiensi energi melalui pemanfaatan Purge Gas sebagai bahan bakar boiler memiliki hasil sbb:
 Konsumsi Konsumsi energi (gas alam) di Pabrik I turun sebesar 8.556 MMBTU/bulan.
SIH 20122.1:2018  Pemanfaatan energi dari pengurangan konsumsi gas alam tersebut setara dengan Rp. 600 Juta/bulan
Industri Pupuk Urea, Pupuk  Purge gas yang di-venting ke lingkungan turun yang semula 3,946 ton/jam menjadi sebesar 0 ton/jam.
 Penghematan dari purge gas yang semula dibuang ke lingkungan setara dengan Rp 3,3 Juta/jam.
SP-36 dan Pupuk ZA
2. Program Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
LSIH BALAI BESAR TEKNOLOGI Pengurangan Emisi GRK dengan Pabrik ZA II, Pabrik Urea, Pabrik CO2
PENCEGAHAN DAN
Program inovasi pengurangan gas emisi CO2 / GRK yang dilakukan selama tahun 2015-2019 memiliki hasil :
PENCEMARAN INDUSTRI  Penurunan emisi GRK setiap tahunnya dengan rata-rata penurunan sebesar 8-16%
 Selain dapat menyukseskan program pengurangan emisi khususnya GRK, pemanfaatan hasil dari CO2 seperti

produk dry ice selain untuk komersil, dry ice juga diberikan kepada masyarakat khususnya bagi para nelayan
sekitar PT Petrokimia Gresik untuk penyimpanan ikan hasil tangkap nelayan sebagai salah satu program CSR.

Sertifikasi industri hijau memberikan dampak yg baik bagi perusahaan khususnya dalam peningkatan efisiensi
dan mutu proses produksi yg pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan laba perusahaan.

Beberapa manfaat penerapan sertifikasi industri hijau antara lain :
Di tingkat domestik antara lain :
 Pemakaian material input, air, dan energi lebih efisien serta ramah lingkungan
 Perusahaan lebih termotivasi untuk melakukan inovasi / perbaikan dalam penerapan efisiensi produksi
 Peningkatan laba Perusahaan dengan menerapkan program efisiensi produksi
 Produksi meningkat dan kualitas mutu produk lebih terjaga
 Secara tidak langsung Perusahaan melakukan self assessment terhadap kinerja perusahaan
Di tingkat global :
 Secara tidak langsung seluruh stakeholder mendapatkan hasil assessment kinerja perusahaan di bidang

produksi, lingkungan dan manajemen perushaan;
 Citra perusahaan di mata dunia lebih dikenal.

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT. ARWANA CITRAMULIA PLANT 1 – TANGERANG

PT Arwana Citramulia Tbk Dalam rangka pemenuhan Standar Industri Hijau, beberapa penerapan telah dilakukan di berbagai bidang oleh
PT. Arwana Citramulia Tbk. Plant 1 – Tangerang. Di antaranya adalah sebagai berikut :
SIH 23929.1:2017
Industri Ubin Keramik 1. BAHAN BAKU
Pemantauan penggunaan bahan baku sudah dilakukan secara berkala dan sangat ketat, mulai dari
LSIH BALAI BESAR KERAMIK pemakaian bahan baku pada proses produksi sampai dengan limbah padat maupun cair yang dihasilkan dari
proses pengolahan bahan baku tersebut yang kemudian digunakan kembali. Telah dilakukan juga riset oleh
bagian R&D guna mencapai efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan baku serta penggantian bahan baku
impor dengan bahan baku lokal.

2. ENERGI
Dilakukan pemantauan secara berkala dan ketat pada kegiatan produksi maupun non-produksi, dengan cara
melakukan pemeriksaan instalasi, pencatatan pemakaian, dan audit energi. Penerapan sky light dan open
space juga dilakukan guna mencapai efisiensi dan efetivitas pemakaian energi.

3. AIR
Pemakaian air sudah dikontrol secara ketat dengan pemasangan flowmeter pada bagian produksi maupun
non-produksi dan dilakukan pencatatan secara rutin. Limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi yang
menggunakan air bersih, ditampung untuk digunakan kembali 100% untuk proses produksi.

4. EMISI GRK
Dilakukan pengendalian Emisi GRK secara ketat dengan cara pengujian berkala pada setiap parameter yang
mempengaruhi tingkat emisi. Tindakan perbaikan juga dilakukan pada setiap parameter yang tidak tercapai.

PT Arwana Citramulia Tbk 5. KEMASAN
Kemasan produk yang digunakan wajib bebas dari bahan beracun dan berbahaya, disertai COA dan surat
SIH 23929.1:2017 pernyataan dari supplier bahwa kemasan ramah lingkungan dan dapat didaur ulang kembali.
Industri Ubin Keramik
6. MODIFIKASI TEKNOLOGI UNTUK EFISIENSI
Dilakukan penerapan teknologi untuk menunjang efisiensi, seperti Heat Recovery, Cooling Fan, dll.
Pemantauan juga dilakukan secara berkala dengan sistem yang bisa diakses langsung kapanpun dan
dimanapun menggunakan perangkat online.

7. PENGENDALIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pemeliharaan lingkungan hidup telah dilakukan sejak perusahaan berdiri melalui program CSR maupun
Charity dengan penghijauan dan pembangunan fasilitas umum yang mendukung dalam kegiatan
pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan limbah B3 maupun non-B3 dikelola oleh pihak ketiga yang
resmi dan memiliki izin. Pemantauan lingkungan juga rutin dilakukan setiap semester bersama
laboratorium eksternal yang terakreditasi

LSIH BALAI BESAR KERAMIK

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT. ARWANA NUANSAKERAMIK PLANT II SERANG

PT Arwana Nuansa Keramik Dalam rangka pemenuhan persyaratan Sertifikasi Industri Hijau beberapa upaya di berbagai bidang telah
dilakukan PT. Arwana Nuansakeramik , diantaranya adalah sbb:
SIH 23929.1:2017 1. BAHAN BAKU
Industri Ubin Keramik
Efisiensi penggunaan bahan baku telah dikontrol ketat, proses dan hasil produksi dipantau dilaporkan tiap
LSIH BALAI BESAR KERAMIK jam. Bagian R&D senantiasa melakukan ekperimen dan dan inovasi pemakaian bahan bahan baru untuk
substitusi. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan baku import telah dilakukan yaitu maksimal 10%.
Limbah padat maupun cair dipakai ulang 100%.
2. ENERGI
Pemakaian energi baik untuk proses produksi maupun proses pendukung dikontrol ketat. Hindari
pemborosan pemakaian energi. Telah dilakukan penambahan cerobong Heatrecovery di kiln plant 2BC dan
pemasangan cerobong SPR di kiln plant 2A adalah salah satu upaya untuk efisiensi energi.
Pemeriksaan sarana dan konsumsi energi tiap hari dilaporkan secara rutin. Ruang kerja sedapat mungkin
dibuat terbuka sehingga sinar matahari dan sirkulasi udara tetap baik secara alami. Audit energi rutin
dilakukan
3. AIR
Pemakaian air untuk proses produksi dan proses pendukung semua terkontrol dengan dilewatkan flowmeter
sehingga terukur tingkat efisiensinya. Limbah cair ditampung di kolam limbah dan dipakai ulang 100% untuk
proses produksi.
4. EMISI GRK
Emisi GRK dikendalikan dengan ketat terhadap semua parameter yang mempengaruhi tingkat emisi.
Tindakan koreksi harus langsung diambil jika ada parameter yang tidak tercapai. Sehingga pencapaian saat
ini adalah maksimal 0,203 ton CO2/m2 produk. Syarat SIH adalah maksimal 0,55 ton CO2/m2 produk.

PT Arwana Nuansa Keramik 5. KEMASAN
Kemasan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya dan harus bisa didaur ulang. Hal ini
SIH 23929.1:2017 dipersyaratan bagi supllier kemasan harus mempunyai COA / CSDS / membuat Surat Pernyataan bahwa
Industri Ubin Keramik produk yang mereka gundakan dapat di daur ulang.

LSIH BALAI BESAR KERAMIK 6. MODIFIKASI TEKNOLOGI UNTUK EFISIENSI
Untuk menunjang efisiensi banyak teknologi yang telah diterapkan, misal penambahan heatrecovery di
Plant 2BC dan pamasangan cerobong SPR di Plant 2A, dll. Pemantauan pemakaian energi tiap mesin telah
dilakukan dan bisa dikendalikan langsung realtime 24 jam dan dari manapun dengan web maupun android.

7. PENGENDALIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pemeliharaan lingkungan hidup dalam area pabrik telah dilakukan sejak pabrik berdiri, dengan membentuk
tim khusus yaitu Tim Umum dan Tim Comdev dengan mendirikan kampung arwana. Pengelolaan limbah,
baik itu limbah Padat, Cair dan Udara telah dilakukan sesuai peraturan yang ada. Limbah B3 dikelola oleh
Pihak ketiga yang terdaftar di DLH Serang. Pemantauan / Pengukuran Lingkungan rutin dilakukan tiap
semester dengan menunjuk Laboratorium Eksternal yang terakreditasi.

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT. SINAR KARYA DUTA ABADI PLANT III GRESIK

PT Sinar Karya Duta Abadi Dalam rangka pemenuhan persyaratan Sertifikasi Industri Hijau beberapa upaya di berbagai bidang telah
Plant III Gresik dilakukan PT. Sinar Karya Duta Abadi Plant III Gresik , diantaranya adalah sbb:
1. BAHAN BAKU
SIH 23929.1:2017
Industri Ubin Keramik Efisiensi penggunaan bahan baku telah dikontrol ketat, proses dan hasil produksi dipantau dilaporkan tiap
jam. Bagian R&D senantiasa melakukan ekperimen dan dan inovasi pemakaian bahan bahan baru untuk
LSIH BALAI BESAR KERAMIK substitusi. Kebijakan pembatasan penggunaan bahan baku import telah dilakukan yaitu maksimal 10%.
Limbah padat maupun cair dipakai ulang 100%.

2. ENERGI
Pemakaian energi baik untuk proses produksi maupun proses pendukung dikontrol ketat. Hindari
pemborosan pemakaian energi. Pemeriksaan sarana dan konsumsi energi tiap hari dilaporkan secara rutin.
Ruang kerja sedapat mungkin dibuat terbuka sehingga sinar matahari dan sirkulasi udara tetap baik secara
alami. Audit energi rutin dilakukan

3. AIR
Pemakaian air untuk proses produksi dan proses pendukung semua terkontrol dengan dilewatkan flowmeter
sehingga terukur tingkat efisiensinya. Limbah cair ditampung di kolam limbah dan dipakai ulang 100%

4. EMISI GRK
Emisi GRK dikendalikan dengan ketat terhadap semua parameter yang mempengaruhi tingkat emisi.
Tindakan koreksi harus langsung diambil jika ada parameter yang tidak tercapai. Sehingga pencapaian saat
ini adalah maksimal 0,31 ton CO2/m2 produk. Syarat SIH adalah maksimal 0,55 ton CO2/m2 produk.

PT Sinar Karya Duta Abadi 5. KEMASAN
Plant III Gresik Kemasan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya dan harus bisa didaur ulang. Hal ini
dipersyaratan bagi supllier kemasan terpilih dengan membuat Surat Pernyataan .
SIH 23929.1:2017
Industri Ubin Keramik 6. MODIFIKASI TEKNOLOGI UNTUK EFISIENSI
Banyak teknologi untuk menunjang efisiensi telah diterapkan, misal heatrecovery dll. Pemantauan
LSIH BALAI BESAR KERAMIK pemakaian energi tiap mesin telah dilakukan by system yang bisa dikendalikan langsung realtime 24 jam
dan dari manapun dengan web maupun android.

7. PENGENDALIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pemeliharaan lingkungan hidup dalam area pabrik telah dilakukan sejak pabrik berdiri, dengan membentuk
tim khusus yaitu Tim Umum. Pengelolaan limbah, baik itu limbah Padat, Cair dan Udara telah dilakukan
sesuai peraturan yang ada. Limbah B3 dikelola oleh Pihak ketiga yang terdaftar di DLH Gresik. Pemantauan
/Pengukuran Lingkungan rutin dilakukan tiap semester dengan menunjuk Laboratorium Eksternal yang
terakreditasi.

SUCCESS STORY SETRTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT ARWANA ANUGERAH KERAMIK

PT Arwana Anugerah Keramik Berlokasi di desa Tanjung Pering, Kec Indralaya Utara, Ogan Ilir dengan luas area 139.366,8 m², denagan
rincian 22.625 m² untuk produksi dan 98.081,8 m² diperuntukan sebagai area hijau. Produk yang dihasilkan
SIH 23929.1:2017 adalah keramik lantai dengan berbagai motif dan design terkini, mulai dari polos, marble, strata, graniti dan
Industri Ubin Keramik digi-UNO. Dalam rangka pemenuhan persyaratan Sertifikasi Industri Hijau upaya-upaya yang dilakukan adalah
sebagai berikut :
LSIH BALAI BESAR KERAMIK
1. Material Input
Melakukan penggantian material input berbahaya dengan material input ramah lingkungan. Selain
mengganti material input, juga melakukan penghematan pemakaian material itu sendiri tanpa mengurangi
kualitas hasil produksi. Penghematan dilakukan dengan cara modifikasi produk setelah dilakukan riset oleh
tim R&D.

2. Energi
Dalam upaya efisiensi energi, perusahaan menerapkan teknologi Heat Recovery yaitu menggunakan kembali
energi panas yang terbuang dari (Kiln) ke dalam proses produksi (Horizontal Dryer dan Spray Dryer) yang
membutuhkan suhu panas lebih rendah sehingga dapat menghemat penggunaan energi gas.

3. Air
Menggunakan kembali limbah cair sisa produksi untuk milling bahan baku body dengan system Reuse
sehingga dapat menghemat pemakaian air bersih.

4. Emisi GRK
Untuk mengurangi efek gas rumah kaca dilakukan penghematan penggunaan energi fosil dan perawatan
cerobong secra rutin. Penurunan emisi CO2e sebesar 0.0042 per ton produk.

PT Arwana Anugerah Keramik 5. Kemasan
Kemasan produk yang digunakan dipastikan tidak mengandung bahan PVC dan PVDC serta menerapkan
SIH 23929.1:2017 system 3R dalam proses produksinya. Hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan dari supplier karton.
Industri Ubin Keramik
6. Pengelolaan Lingkungan
LSIH BALAI BESAR KERAMIK Dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) terhadap limbah, perusahaan menjalankan produksi tanpa
menghasilkan limbah. Limbah organik diproses menjadi kompos, limbah kertas dan plastik dikelola sehingga
memiliki nilai ekonomis, sedangkan limbah sisa produksi digunakan kembali untuk campuran material input
dengam komposisi sesuai hasil riset tim R&D, Limbah B3 dikelola secara khusus dan dilakukan manifestasi
malalui pihak ke 3 berizin secara periodik.

7. Teknologi Proses
Peningkatan teknologi proses adalah upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga
lebih efisien dari sisi energi, bahan baku, biaya dan tenaga. Penggunaan digital printing agar lebih hemat
dalam penggunaan glaze dan tinta, lebih efisien dalam penggunaan motif dan ramah lingkungan,
penggunaan Horozontal Dryer 5 layer hasil produksi lebih maksimal dan pemakaian gas bisa berkurang

SUCCESS STORY SERTIFIKASI INDUSTRI HIJAU PT. SINAR KARYA DUTA ABADI PLANT V MOJOKERTO

PT Sinar Karya Duta Abadi Dalam rangka pemenuhan persyaratan Sertifikasi Industri Hijau beberapa upaya di berbagai bidang telah
Plant V Mojokerto dilakukan PT. Sinar Karya Duta Abadi Plant V Mojokerto , diantaranya adalah sbb:

SIH 23929.1:2017 1. BAHAN BAKU
Industri Ubin Keramik Efisiensi penggunaan bahan baku telah dikontrol ketat, proses dan hasil produksi dipantau dilaporkan tiap
LSIH BALAI BESAR KERAMIK jam. Bagian R&D senantiasa melakukan ekperimen dan dan inovasi pemakaian bahan bahan baru untuk
substitusi. Bahan baku mampu dimanfaatkan secara efisien sehingga tidak ada material yang terbuang, setiap
limbah baik dalam bentuk padat atapun cair konsisten dilakukan pemanfaatan.

2. ENERGI
Pemakaian energi baik untuk proses produksi maupun proses pendukung dikontrol ketat. Hindari pemborosan
pemakaian energi. Pemeriksaan sarana dan konsumsi energi tiap hari dilaporkan secara rutin. Setiap bagian
wajib melakukan monitoring penggunaan energy, dan mengupayakan penghematan baik dalam jangka waktu
singkat ataupun jangka waktu lama.

3. AIR
Pemakaian air untuk proses produksi dan proses pendukung semua terkontrol dengan flowmeter yang
terhubung secara digital sehingga pencatatannya dapat dilakukan Real Time, dan tepat guna.

4. EMISI GRK
Emisi GRK dikendalikan dengan ketat terhadap semua parameter yang mempengaruhi tingkat emisi. Tindakan
koreksi harus langsung diambil jika ada parameter yang tidak tercapai. Sehingga pencapaian saat ini adalah
maksimal 0,30 ton CO2/m2 produk. Syarat SIH adalah maksimal 0,55 ton CO2/m2 produk.

PT Sinar Karya Duta Abadi 5. KEMASAN
Plant V Mojokerto Kemasan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya dan harus bisa didaur ulang. Kemasan yang tidak
dapat digunakan (Reject) di alihkan fungsi sebagai pelindung ikatan sehingga, tidak ada kemasan yang
SIH 23929.1:2017 terbuang.
Industri Ubin Keramik
LSIH BALAI BESAR KERAMIK 6. MODIFIKASI TEKNOLOGI UNTUK EFISIENSI
Banyak teknologi untuk menunjang efisiensi telah diterapkan, misal heatrecovery dll. Pemantauan pemakaian
energi tiap mesin telah dilakukan by system yang bisa dikendalikan langsung realtime 24 jam dan dari
manapun dengan web maupun android.

7. PENGENDALIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pemeliharaan lingkungan hidup dalam area pabrik telah dilakukan sejak pabrik berdiri, dengan membentuk
tim khusus yaitu Tim Umum. Pengelolaan limbah, baik itu limbah Padat, Cair dan Udara telah dilakukan
sesuai peraturan yang ada. Limbah B3 dikelola oleh Pihak ketiga yang terdaftar di DLH Gresik. Pemantauan /
Pengukuran Lingkungan rutin dilakukan tiap semester dengan menunjuk Laboratorium Eksternal yang
terakreditasi.

SERTIFIKASI ]]

INDUSTRI HIJAU

Let’s do Green

Informasi Kementerian Perindustrian
Sekretariat Pusat Industri Hijau
Industri Hijau Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 52-53 Jakarta
Selatan
Pengarah:
R. Hendro Martono Hotline : (021) 5252746
Kepala Pusat Industri Hijau T : (021) 5255509 Ext. 4042
F : (021) 5252746
Tim Penulis: E : [email protected]
1. Radison Silalahi; W : www.kemenperin.go.id
2. Sri Gadis Pari Bekti;
3. Andalia Gustari;
4. Twina Muninggar Wijayanti.

Editor:
Hamzah Solihat


Click to View FlipBook Version