The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Siti Khatijah, 2021-01-28 00:30:38

PENILAIAN STATUS GIZI SECARA BIOKIMIA

PENILAIAN STATUS GIZI SECARA BIOKIMIA

PENILAIAN STATUS GIZI
SECARA BIOKIMIA

Disajikan oleh SURIANI RAUF
2020

Penilaian biokimia

merupakan salah satu metode dalam
penilaian status gizi secara langsung
Pemeriksaan biokimia digunakan untuk
menilai status gizi yang memberikan
gambaran lebih tepat, objektif, dan hanya
dilakukan orang yang terlatih.
Hasil pemeriksaan biokimia tersebut
dibandingkan dengan standar normal yang
telah ditetapkan.

Apa sih Pemeriksaan biokimia

Pemeriksaan spsimen seperti Darah,
urine, rambut, feses, dll yang diuji di

Laboratorium mrenggunakan alat
khusus.

Data apa sih
yg dinilai

Pada umumnya yang
dinilai dalam penilaian
status gizi secara biokimia
antara lain, yaitu: zat besi,
vitamin, protein, dan

mineral.

• Mendeteksi Apa yah
kekurangan/
Kelebih
kelebihan zat gizi
lebih dini .

• Lebih objektif annya ?

Kekurangannya • Menggunakan alat khusus,

• Tenaga terlatih

• Sulit dilakukan dilapangan

• Membebani subjek,
sehingga subjek terkadang
menolak

Apa saja
dinilai

Pemeriksaan biokimia dilakukan terutama untuk
mendekteksi keadaan defisiensi zat gizi sub-
klinikal, artinya sudah mengalami kelainan biokimia
namun tanpa tanda-tanda atau gejala klinis,
sehingga sering digunakan untuk menggambarkan
tahap awal dari suatu penyakit atau kondisi,
sebelum gejala terdeteksi oleh pemeriksaan klinis
atau pemeriksaan laboratorium.

A. STATUS BESI • Status besi dapat menggambarkan
keadaan kekurangan besi secara langsung
sehingga dapat dipastikan intervensi yang
akan dilakukan.

• Penilaian status besi dari suatu populasi
sangat kritis karena kekurangan besi
adalah kekurangan yang sangat sering
dijumpai daripada kekurangan zat gizi
mikro yang lain baik di negara
berkembang maupun maju.

• Pemeriksaan besi dalam darah, Bagaimana Memeriksa
total iron binding capacity (TIBC) Kekurangan Zat Besi?
dan transferrin saturation atau
kejenuhan transferrin sangat
penting dilakukan untuk
memastikan bahwa anemia yang
diderita adalah karena kekurangan
besi bukan karena anemia infeksi
kronik, inflamasi atau penyakit
neoplastik kronik.

• TIBC sangat erat kaitannya

dengan konsentrasi kadar

transferrin. TIBC akan meningkat

ketika cadangan besi dipecah

dan masuk dalam darah

sehingga penyerapan besi juga

meningkat.

Transferin saturation atau kejenuhan tranferin
• Bila hasilnya <16% kejenuhannya maka menunjukkan

bahwa laju pengantaran besi tidak cukup untuk menjaga
sintesis hemoglobin secara normal.

Bagaimana cara penilaian hemoglobin seseorang?

• Analisa Hemoglobin untuk mengetahui konsentrasi Hb adalah dengan cara
cyanmethemoglobin adalah paling reliable, dengan jumlah darah yang diambil
hanya 0,02 ml dari jari manis tangan kiri (pembuluh darah Kapiler) yang tidak
banyak dipakai untuk kegiatan sehari hari.

• Di lapangan, pemeriksaan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang
mudah dibawa yaitu “Hemo Cue” menggunakan batere dan dan reagent yang
kering yang sudah dimasukkan dalam mikrocuvette untuk pengumpulan darah
langsung dan diukur sekaligus pada saat yang sama.

Batasan Hemoglobin Darah (Sumber: WHO, 1975) Batasan Anemia Menurut Kementerian Kesehatan

Kelompok Batas nilai Hb Kelompok Batas Normal

Bayi / balita 11 g/dl Anak balita 11 gram %
Usia sekolah 12 g/dl Anak Usia sekolah 12 gram %
Ibu hamil 11 g/dl Wanita dewasa 12 gram %
Pria dewasa 13 g/dl Laki-laki dewasa 13 gram %
Wanita dewasa 12 g/dl Ibu hamil 11 gram %
Ibu menyusui > 3 bulan 12 gram %

Kurang Energi Protein (KEP)

KEP merupakan keadaan di mana
seseorang kekurangan energi dan
protein. Dalam kaitannya dengan Kurang
Energi Protein (KEP), maka analisis
biokimia yang banyak diperhatikan
adalah menyangkut nilai protein tertentu
dalam darah atau hasil dari metabolit
dari protein yang beredar dalam darah
dan yang dikeluarkan bersama-sama
urin.

Penialain Status Protein

• Albumin Normal = 3,5-5 g/100 ml
• Globulin Normal = 1,5-3 g/100 ml
• Fibrinogen Normal =0,2-0,6 g/100 ml

Konsentrasi serum albumin dapat digunakan
untuk mengukur status protein

Batasan dan Interpretasi Kadar Serum Protein dan Serum
Albumin

Keterangan Keterangan
:
Nilai Prealbumin dalam kaitannya dengan Status Gizi Menurut : Menur
*) klasifikasi *) ut
Waterlow
klasifik
Status gizi Nilai prealbumin µg/dl asi Margin Cukup

Waterl

Baik*) 23.8 +/-0.9 ow
Gizi sedang*) 16.5 +/- 0.8
Gizi kurang*) 12.4 +/- 1.0 **) **) <2.8 2.5+
Gizi buruk*) 7.6 +/- 0.6 Menurut Menurut <3.0 3.0+
3.3 +/- 0.2 klasifikasi <3.5 3.5+
Marasmus**) 3.2 +/- 0.4 klasifikasi Welcome 2.8-3.4 3.5+
Marasmus-Kwashiorkor*) Welcom 3.0-3.4 3.5+
Kwashiorkor**)
e
Keterangan :
*) Menurut klasifikasi Waterlow Keterangan Keterangan <5.0 5.0+
**) Menurut klasifikasi Welcome : : <5.5 5.5+
<6.0 6.0+
6.0-6.4 6.5+
5.5-5.9 6.0+

Deplesi vitamin A Proses lama

Kurang Vitamin A (KVA) dimulai dari habisnya persediaan vitamin
A dalam hati

kadar vitamin A plasma

timbul disfungsi retina

perubahan jaringan
epitel

Kurang Vitamin A

(KVA)

Penilaian status vitamin A diperlukan
sebab penurunannya dalam hati

menurunkan kadarnya dalam plasma
sehingga bisa menyebabkan disfungsi

retina. Gejala subklinis KVA yaitu
gangguan sistem imun dengan angka

infeksi yang makin meningkat.

Batasan KVA

Indikator yang digunakan Batas
Prevalensi
Plasma Vitamin A >= 10 µg/dl
Liver Vitamin A >= 5 µg/dl >=5%
>=5%

Yodiummikro mineral yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh

Di dalam tubuh, iodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar
tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di leher
depan bagian bawah).
Sumber iodium terbesar adalah seafood seprti: kerang,
udang, rumput laut dan aneka ikan serta hasil
olahannya.
Untuk memenuhi kecukupan iodium sebaiknya di dalam
menu sehari-hari sertakan bahan bahan pangan yang
berasal dari laut.

fungsi Iodium

Apa akibat kelebihan
iodium?

Yodium Gol Umur Kebutuhan

mikro mineral Anak – 10 tahun 40-120 mikrogram/har
yang sangat Dewasa 150 mikrogram/har
dibutuhkan oleh Wanita hamil + 25 mikrogram/har
tubuh Wanita menyusui + 50 mikrogram/har

Selanjutnya
Mineral




Click to View FlipBook Version