The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Siti Khatijah, 2021-01-20 08:26:51

Pertemuan V ANTROPOMETRI

Pertemuan V ANTROPOMETRI

Jurusan Gizi Poltekkes Makassar
Tahun 2020

Dr. H.Mustamin, SP., M.Kes.RD

Tujuan Instruksional Khusus

Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa akan
dapat:

1. Menjelskan pengertian antropometri
2. Parameter dan indek Antropometri
3. Alat yang digunakan
4. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan

antropometri
.

PENGERTIAN

Antropometri

Anthropos tubuh

Metros ukuran

Antropometri ukuran tubuh

Ukuran dari bermacam-macam dimensi
tubuh manusia yang relatif berbeda-beda
umur, jenis kelamin dan keadaan gizi

Jelliffe (1966)

MACAM PENGUKURAN

Ukuran Antropometri

Linier Massa Jaringan

Contoh Contoh
-Tinggi badan -Berat badan
-Lingkar dada -LLA
-Lingkar kepala -Tebal LBK

Menunjukkan keadaan Menunjukkan keadaan

Gizi (GK) akibat Gizi (GK) akibat
kekurangan E&P yg kekurangan E&P yg
diderita masa lampau
diderita sekarang

PARAMETER ANTROPOMETRI

Ukuran tunggal dari tubuh manusia
Umur
Berat Badan
Tinggi Badan
Lingkar lengan atas (LLA)
Lingkar Kepala
Lingkar dada
Tebal lemak bawah kulit

UMUR

•Sangat penting dalam penentuan
status gizi.

•Salah penentuan umur Salah
interpretasi

•Hasil pengukuran TB,BB akurat, tapi
penentuan umur tidak tepat

Salah

Cara melengkapi data umur

1. Meminta surat kelahiran, kartu keluarga atau
catatan lain.

2. Jika diketahui kalender lokal, cocokkan dengan
kalender nasional

3. Daya ingat keluarga, berdasarkan kejadian-kejadian
penting.

4. Membandingkan anak yang diketahui umurnya
dengan anak kerabat yang diketahui pasti tanggal
lahirnya

5. Bila umur anak tidak dapat ditentukan jadi dalam
menilai anak hanya menggunakan indikator berat
badan menurut panjang badan/tinggi badan (BB/PB
atau BB/TB)

Cara menghitung umur

Departemen Kesehatan kerjasama WHO 2008.

Umur anak dihitung berdasarkan bulan
penuh

Umur dihitung 1 bulan apabila
telah genap 30 hari.

Contoh :
Umur 25 hari = 0 bulan
Umur 5 bulan 14 hari = 5 bulan
Umur 5 bulan 29 hari = 5 bulan

Langkah-langkah menghitung umur anak:

a. Tentukan tanggal lahir anak, dalam
format tanggal, bulan, tahun
misalnya : 5-4-2006

b. Tulis tanggal kunjungan, misalnya: 9-9-2008
Hitung umur anak dengan mengurangi
kunjungan dengan tanggal lahir.

Langkah-langkah Menghitung Umur

1. Tentukan tanggal lahir anak, dalam
format tanggal, bulan, dan tahun.

2. Tulis tanggal kunjungan.
3. Hitung umur anak dengan

mengurangi tanggal kunjungan
dengan tanggal lahir.

Contoh 1

Tanggal kunjungan : 19 09 2008

Tanggal lahir : 05 04 2006

Selisihnya : 14 05 2

= 2 tahun 5 bulan 14 hari

Jadi umur anak dibulatkan menjadi 24

bulan + 5 bulan = 29 bulan. Sisa hari

tidak diperhitungkan.

Contoh 2

Tanggal Kunjungan 25 06 2008
Tanggal lahir 07 03 2006
18 03 2

2 tahun 3 bulan 18 hari

Jadi umur anak dibulatkan menjadi
24 bulan + 3 bulan = 27 bulan

Contoh 3

Tanggal kunjungan : 05 04 2008

Tanggal lahir : 19 09 2007 -

-14 -5 1

( -1 bulan*) (12 bulan)

(* )Jika selesih tanggal adalah negatif maka

dikurangi 1 bulan, jika selisih tanggal

positif maka selisih tanggal diabaikan

Jadi umur anak adalah
12 bulan – 5 bulan – 1 bulan = 6 bulan

Contoh 4

Tanggal kunjungan : 05 04 2008

Tanggal lahir : 19 09 2007 -

Untuk menghindari hasil pengukuran minus, lakukan
sebagai berikut:

Tgl kuj. : 05 04 2008

(05+30) (04 – 1) + 12 (2008-1)

35 15 2007

Tgl lahir : 19 09 2007 –

16 06 0

= 6 bln 16 hari
Umur anak dibulatkan menjadi 6 bulan.

Sisa hari tidak diperhitungkan

BERAT BADAN

• Merupakan ukuran antropometri yang
terpenting dan paling banyak digunakan
dalam memeriksakan kesehatan

• Merupakan hasil peningkatan
(penjumlahan) seluruh jaringan tulang,
otot, lemak, cairan tubuh, dll

Pengukuran Berat Badan

• Alat yang digunakan
- detecto scale (balita dan dewasa)
- Dacin (Balita)
- Suspended Scale (bayi)

• Diusahakan memakai seminim mungkin atau
pakaian dari bahan yang ringan

• Sebaiknya tidak dilakukan setelah kenyang
makan

Cara Menimbang Berat
Badan Balita dengan Benar

Cara Menimbang BB Balita

• Gunakan pakaian seminimal mungkin
• Penggunaan popok basah, sepatu dan celana

jins, dpt menambah berat lebih dari 0,5 kg. Bayi
harus ditimbang tanpa pakaian
• Jika terlalu dingin untuk menanggalkan pakaian,
atau anak menolak untuk ditanggalkan
pakaiannya, perlu diberi catatan bahwa anak
ditimbang menggunakan pakaian.
• Hindari anak menjadi takut/jengkel, sehingga
akan mudah juga mengukur panjang/tinggi
badan anak.

Teknik Menimbang BB

Persiapan
Jelaskan pada ibu alasan untuk menimbang
anak, sebagai contoh untuk memantau
pertumbuhan anak, menilai proses
penyembuhan, atau melihat reaksi anak
terhadap perubahan pengasuhan dan
pemberian makanan.

Menimbang Anak Menggunakan Dacin

a. Persiapan Alat

• Gantung dacin pada tempat yang kokoh seperti penyangga
kaki tiga atau pelana rumah atau kusen pintu atau dahan
pohon yang kuat

• Atur posisi batang dacin sejajar dengan mata penimbang
• Pastikan bandul geser berada pada angka NOL dan posisi

paku tegak lurus
• Pasang sarung timbang/celana timbang/kotak timbang yang

kosong pada dacin
• Seimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisi

pasir/batu di ujung batang dacin, sampai kedua jarum tegak
lurus

1. Pilih Pelana rumah
atau dahan peng-
gantung yang kuat

2. Tali penggantung
dacin yang kuat

4. Sarung atau celana 3. Gantungkan dacin dengan Posisi kedua paku
timbang tempat posisi batang dacin sejajar timbangan tegak
anak diletakkan dengan mata penimbang lurus

5. Bandul geser
di angka NOL
6. Bandul penyeimbang
dapat berupa kantong/
plastik berisi kerikil
atau pasir

CARA MEMASANG DACIN YANG BENAR

b. Pelaksanaan Penimbangan

• Masukkan balita ke dalam sarung timbang dengan
pakaian seminimal mungkin dan geser bandul
sampai jarum tegak lurus

• Baca berat badan balita dengan melihat angka di
ujung bandul geser

• Catat hasil penimbangan dengan benar di
kertas/buku bantu dalam kg dan ons

• Kembalikan bandul ke angka nol dan keluarkan
balita dari sarung/celana/kotak timbang

TINGGI BADAN (TB)

• Ukuran antropometri kedua yang
penting

• Laju tumbuh pesat pada masa bayi
kemudian melambat dan pesat lagi pada
usia remaja

• TB berhenti maksimal pada usia 18-20
tahun

Pengukuran TB

• Alat yang digunakan

- Papan pengukur panjang badan (length
board) untuk anak usia dibawah 2 tahun

atau belum bisa berdiri
- Mikrotoise untuk anak diatas 2 tahun dan

dewasa
• Tidak memakai alas kaki dan penutup

kepala.

CARA MENGUKUR
Panjang/Tinggi Badan

Balita

• Mengukur panjang atau tinggi anak tergantung
dari umur dan kemampuan anak untuk berdiri.

• Anak berumur kurang dari 2 tahun, pengukuran
dilakukan dengan telentang menggunakan papan
panjang badan.

• Anak berumur 2 tahun atau lebih dan anak
sudah mampu berdiri, pengukuran dilakukan
dengan berdiri tegak menggunakan mikrotoise.

Persiapan

• Pastikan sepatu anak, kaus kaki dan hiasan
rambut sudah dilepas. Jika bayi telanjang,
gunakan popok kering untuk menghindari basah
ketika pengukuran berlangsung.

• Dalam pengukuran panjang atau tinggi anak, ibu
harus membantu proses pengukuran dengan
tujuan untuk menenangkan serta menghibur anak.

.

Mengukur Panjang Badan

Persiapan Alat

• Pilih meja atau tempat yang datar dan rata
• Siapkan alat ukur panjang badan

• Lepaskan kunci pengait yang berada di samping papan
pengukur

• Tarik meteran sampai menempel rapat pada dinding tempat
menempelnya kepala dan pastikan meteran menunjuk angka
nol dengan mengatur sekrup skala yang ada di bagian kaki
balita

• Buka papan hingga posisinya memanjang dan datar
• Tarik meteran sampai menempel rapat pada dinding tempat

menempelnya kepala dan pastikan meteran menunjuk angka
nol
• Geser kembali papan penggeser pada tempatnya

Kunci pengait berada di samping papan pengukur

Pelaksanaan Pengukuran PB

• Telentangkan anak di atas papan pengukur dengan posisi
kepala menempel pada bagian papan yang datar dan
tegak lurus (papan yang tidak dapat bergerak)

• Pastikan bagian puncak kepala menempel pada bagian
papan yang statis

• Posisikan bagian belakang kepala, punggung, pantat dan
tumit menempel secara tepat pada papan pengukur

• Geser bagian papan yang bergerak sampai seluruh bagian
kedua telapak kaki menempel pada bagian papan yang
dapat digeser (dengan cara menekan bagian lutut dan
mata kaki). Bila sulit dilakukan, dibenarkan hanya satu
telapak kaki yang menempel di papan geser

• Baca panjang badan anak dari angka kecil ke angka besar
dan catat

Posisi pengukur yang Posisi kaki yang benar,
benar (mata tegak lurus telapak kaki menempel
ke jendela baca alat tegak lurus pada papan
pengukur)
penggeser

Ingat!!!!

Jika anak yang diukur panjangnya
berumur 2 tahun atau lebih, maka kurangi
0,7 cm pada hasil ukurnya dan catat
hasilnya sebagai tinggi anak.

Mengukur Tinggi Badan

Persiapan

• Letakkan microtoise di lantai yang rata dan
menempel pada dinding yang rata dan tegak
lurus

• Tarik pita meteran tegak lurus ke atas sampai
angka pada jendela baca menunjukan angka
nol

• Paku/tempelkan ujung pita meteran pada
dinding

• Geser kepala microtoise ke atas

Pelaksanaan Pengukuran Tinggi Badan

• Pastikan sepatu/alas kaki, kaos kaki dan
hiasan rambut sudah dilepaskan

• Posisikan anak berdiri tegak lurus di bawah
microtoise membelakangi dinding

• Posisikan kepala anak berada di bawah alat
geser microtoise, pandangan lurus ke depan

• Posisikan anak tegak bebas, bagian belakang kepala,
tulang belikat, pantat dan tumit menempel ke dinding.
Karena posisi ini sulit dilakukan pada anak obesitas,
maka tidak perlu keempat titik tersebut menempel ke
dinding, asalkan tulang belakang dan pinggang dalam
keseimbangan (tidak membungkuk ataupun tengadah)

• Posisikan kedua lutut dan tumit rapat

• Pastikan posisi kepala sudah benar dengan mengecek
garis Frankfort

• Tarik kepala microtoise sampai puncak kepala anak

• Baca angka pada jendela baca dan mata pembaca harus
sejajar dengan garis merah

• Angka yang dibaca adalah yang berada pada garis merah
dari angka kecil ke arah angka besar

• Catat hasil pengukuran tinggi badan

Posisi Posisi microtoise Posisi
microtoise di setelah ditarik microtoise
sampai yang siap pakai
lantai menunjukkan
angka nol

Pelaksanaan Pengukuran Tinggi Badan

Pastikan sepatu/alas kaki, kaos kaki
dan hiasan rambut sudah dilepaskan

Posisikan anak berdiri tegak lurus di
bawah microtoise membelakangi
dinding

▪ Posisikan kepala anak berada di bawah alat geser
microtoise, pandangan lurus ke depan

• Posisikan anak tegak bebas, bagian
belakang kepala, tulang belikat, pantat dan
tumit menempel ke dinding. Karena posisi
ini sulit dilakukan pada anak obesitas, maka
tidak perlu keempat titik tersebut menempel
ke dinding, asalkan tulang belakang dan
pinggang dalam keseimbangan (tidak
membungkuk ataupun tengadah)

• Posisikan kedua lutut dan tumit
rapat

• Pastikan posisi kepala sudah benar
dengan mengecek garis Frankfort

• Tarik kepala microtoise sampai
puncak kepala anak

• Baca angka pada jendela baca dan
berada pada garis merah dari
angka kecil ke arah angka besar

• Catat hasil pengukuran tinggi badan

LINGKAR KEPALA

• Lingkaran kepala mencerminkan
volume intrakranial.

• Digunakan untuk menaksir
pertumbuhan otak

• Laju tumbuh pesat hanya sampai 3
tahun

• Lingkaran kepala dijadikan standar untuk
para ahli penyakit anak.

• Hidrocephalus dan microcephalus.
• Lingkar kepala berhubungan dengan besar

otak, tebal jaringan kulit kepala dan
tempurung kepala.
• Perkembangan otak berjalan pesat pada
tahun pertama.

Pengukuran Lingkar Kepala

• Alat yang digunakan pita yang terbuat
dari fiberglass, lebar tidak lebih 0,6 cm

• Anak dalam posisi melihat lurus kedepan,
dagu membentuk sudut 90 derajat
dengan leher

• Pengukuran dilakukan pada protubernia
yaitu pada alis dan melalui meatus externa
(dibelakang daun telinga)

Pengukuran Lingkar Dada

• Pertumbuhan lingkar dada pesat sampai anak
berumur 3 tahun

• Rasio lingk. Dada dan link. Kepala dapat
dijadikan indikator KEP pada balita.

• Pada anak yang KEP rasio lingkar dada &
kepala < 1.

• Cara pengukuran lingkaran pita mengelilingi
dada, melalui putting susu tepat ditengah-
tengah daerah pernafasan

• Usahakan anak dalam posisi duduk.

Lipatan Kulit

• Untuk mengestimasi subcutan fat.
• Lokasi pengukuran

- Trisep, bicep
- Subcapular : ujung tulang belikat
- Suprailiac : di tulang panggul
- Midaxilary : pertengahan antara ketiak

dan tulang panggul
- Waktu menjepit diamkan 2 sampai 3 detik
- Dilakukan lebih dari 1 kali

Perbandingan L.Kepala & L.Dada

0-6 bulan 6 bulan > 6 bulan

L.kepala L.kepala L.kepala

L.Dada L.Dada L.Dada

Hubungan Lingk. Dada & Kepala

Umur (bulan) Lingk. Kepala Lingk. Dada
(cm) (cm)
Lahir 40,0 35,0
3 40,4 40,0
6 44,0 44,0
12 46,0 47,0
18 47,0 48,0
24 49,0 50,0
36 50,0 52,0
48 50,5 53,0
60 50,8 55,0

Lingkar Lengan Atas (LLA)

• LLA mencerminkan tumbuh kembang
jaringan lemak dan otot yang tidak
terpengaruh oleh cairan tubuh

• Pengukuran berguna untuk screening
malnutrisi energi protein.

• Cara pengukuran
dilakukan pada tengan lengan kiri (tdk
aktif)

Pengukuran LLA

• Dilakukan pada tengan lengan kiri
(tdk aktif)

• Pita dililitkan pada lingkar lengan,
jangan terlelu ketat atau terlalu
longgar

• Mendeteksi ibu hamil denga resiko
melahirkan BBLR bila LILA < 23,5 cm

• Bayi < 9,5 cm

Kelebihan Antropometri

1. Cara penggunaannya sederhana, aman, dan dapat
digunakan pada sampel besar

2. Peralatan yang digunakan tdk mahal, portable, dapat
dibuat atau dibeli lokal

3. Cara pengukuran dpt dilakukan oleh tenaga yg relatif
tdk ahli

4. Dapat diperoleh informasi tentang riwayat gizi masa
lampau

5. Dapat mengidentifikasi keadaan GR,Sdg dan Buruk
6. Dapat digunakan untuk memantau status gizi dari

waktu ke waktu (secular trend)
7. Dapat digunakan untuk melakukan screening test

untuk identifikasi yang berisiko malnutrisi

KEKURANGAN

1. Cara antropometri relatif kurang sensitif
apabila dibandingkan dgn metode lain

2. Cara ini tdk dapat mendeteksi gangguan
status gizi yang terjadi dlm periode yg singkat.

3. Cara ini tdk dapat membedakan gangguan
pertumbuhan yang disebabkan oleh zat gizi
tertentu (Zn) dgn defisiensi energi dan protein

4. Faktor-faktor non gizi (Px,genetik) dpt
mengurangi keakuratan pengukuran
antropometri.


Click to View FlipBook Version