The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by budhiarti.a.laras, 2021-12-19 09:13:33

A310190128_Budhi Arti Laras Sukmawati

E-Modul Bahasa Indonesia

Keywords: Kritik dan Esai

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kritik adalah suatu ungkapan atau tanggapan mengenai baik atau buruknya suatu
tindakan yang akan atau sudah dibuat. Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Depdikbud, 1997: 531), disebutkan kritik adalah kacamata atau tanggapan, kadang-
kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap sesuatu hasil jarya, pendapat
dan sebagainya. Selain itu, menurut Sutop (2011) kritik merupakan analisis secara
langsung dengan mempertimbangkan baik buruknya suatu karya, penerangan, dan
penghakiman karya. Sedangkan,

Esai adalah upaya-upaya atau percobaan-percobaan juga merupakan karangan
yang sedang, panjangnya biasanya berbentuk prosa dengan memasalahkan dengan cara
mudah dan sepintas. Esai merupakan karangan yang didasarkan pengalaman dan
pengetahuan yang dijiwai oleh penulisnya dengan gaya ringan dan bermain-main yang
berisikan soal manusia dan kehidupan manusia secara subjektif.

Pembelajaran kritik dan esai di SMA menuntut peserta didik untuk mampu
mengembangkan pikiran ke dalam tulisan dengan memperhatikan struktur dan kaidah
yang benar.

Modul ini akan menyampaikan mengenai materi ajar teks laporan percobaan pada
kelas XII SMA khususnya KD 3.13 Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritis dan
esai serta 4.13 mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan memperhatikan sistematika
dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis

Materi tersebut akan dikaitkan dengan kebahasaan aspek kohesi dan koherensi.
Melalui modul ini, pembelajar diharapkan mampu memfasilitasi peserta didik dalam
mencapai tujuan, yaitu mampu menulis kritik dan esai dengan memperhatikan sistematik
dan kebahasaan.

B. Kompetensi Dasar

Modul ini dikhususkan untuk kelas XII dengan KD 3.13 Menganalisis sistematika dan
kebahasaan kritis dan esai serta 4.13 mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan
memperhatikan sistematika dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis. Indikator
pencapaian kompetensinya sebagai berikut:

1. Menentukan sistematika kritik dan esai
2. Menelaah kebahasan kritik dan esai
3. Menampilkan perbedaan sebuah kritik dan esai dengan memperhatikan sistematika

dan kebahasaannya
4. Menuliskan sebuah kritik dan esai dengan memperhatikan sistematika dan

kebahasaannya
5. Menampilkan perbedaan terhadap kritik dan esai berdasarkan sistematika dan

kebahasaannya
Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran pada modul ini dikhususkan untuk pembelajaran SMA Kelas XII
pada KD3.13 Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritis dan esai serta 4.13

mengonstruksi sebuah kritik atau esai dengan memperhatikan sistematika dan kebahasaan
baik secara lisan maupun tulis. Berikut perincian tujuan pada modul ini:

1. Setelah membaca contoh teks laporan percobaan, peserta didik dapat menentukan
informasi yang didapat.

2. Setelah menemukan informasi kritik dan esai, peserta didik dapat menulis krtitik
dan esai sesuai dengan sistematika dan kebahasaan yang benar.

Petunjuk Penggunaan Modul
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan modul ini.
1. Peserta didik akan diberi contoh kritik dan esai. Contoh dapat diambilkan dari modul

ini, dapat pula dari berbagai sumber lainnya.
2. Secara berkelompok, peserta didik akan mengumpulkan data untuk dijadikan

pengembangan informasi yang berkaitan dengankritik dan esai.
3. Peserta didik akan menuliskan kritik dan esai menjadi teks utuh dengan memerhatikan

sistematika dan kebahasaaannya.
4. Peserta didik mengomunikasikan tulisannya dan saling memberi komentar.
5. Peserta didik mengerjakan latihan soal.

BAB II
MATERI TEKS KRITIK DAN ESAI

A. Pengertian Kritik dan Esai

Kritik dan esai adalah dua jenis tulisan yang hampir sama karena keduanya
sama-sama mengungkapkan pendapat atau argumen (Kemdikbud, 2017, hlm. 183).
Namun, menulis kritik dan esai haruslah berdasarkan analisis dan penilaian secara
objektif, agar dapat terpecaya dan bukan opini semata.

B. Cara Menulis Kritik dan Esai

Menulis kritik
Kritik sastra dapat berupa kritik cerpen, novel, drama, atau puisi. Kritik merupakan

salah satu media yang dapat meningkatkan kualitas karya. Agar seseorang menulis kritik
dengan baik, harus memperhatikan tahapan-tahapan sebagai berikut:

(a) Tahap deskripsi
(b) Tahap penafsiran
(c) Tahap analisis
(d) Tahap evaluasi

Menulis esai

Esai merupakan buah pikir yang ditulis secara ringkas. Topik apa pun dapat ditulis dalam
bentuk esai, termasuk sastra. Langkah-langkah menulis esai sebagai berikut:

(a) Pahami benar topik atau permasalahan yang dibahas
(b) Terapkan juga pihak yang menjadi pembahasan
(c) Tetapkan juga pihak yang akan membaca esai
(d) Siapkan bukti dan alasan yang dapat diterima secara logis
(e) Tulislah bagian pembuka, isi, dan penutup

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri yang berbeda dangan teks yang lain

Perhatikan contoh berikut!

CONTOH KRITIK

Novel Supernova: Kesatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Novel dengan tebal 318 halaman ini memang menawarkan sesuatu yang berbeda
dari novel-novel konvensional. Medel enceritaannya yang bolak-balik antara Dimas-
Ruben, Re-Rina. Diva membuat supernova: kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ)
bisa dikatakan unik dan baru. Belum lagi bahasanya yang puitis dan penuh degan muatan
sains membuat novel ini semakin kaya.

Tentang pembaruan dan keunikan novel Supernova: KPBJ dalam mengeksplorasi
sanin lewat fiksi, sudah banyak kalangan sastra yang melakukannya. Taufik Ismail
mengemukakan bahwa pembaharuan yang dilakukan pengarang supernovsa adalah salah
satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia. Penelusuran nilai leat sains,
spiritual, dan pencitaan yang cerdas, unik, dan mengungcang, Jakob Sumardjo
menyatakan bahwa Supernova menilai argumentasi-argumentasi baru terhadap nilai lama
sehingga pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaaannya.

Ketika membaca halaman-halaman awal novel ini, mungkin memang terkesan
agak berat, karena Dee langsung masuk pada perubahan perubahan sains. Tetapi lama
kelamaan pembaca semakin lurus dalam jalinan peristiwa sehingga novel ini menjadi
tidak membesonkan. Terlebih lagi, Dee menuliskan catatan kaki untuk istilah-istilah sains
yang dirasa perluh bagi pembaca awam.

Selain kekurangan tersebut, pada beberapa bagian (hlm, 57-62 dan 65-69), Dee
terkesan hendak mengugurusi pembaca dengan menghasilkan dialog panjang antara
Ruben dan Dimas. Dialog-dialog yang penuh muatan sain tersebut di satu sisi memang
menyakinkan pembaca bahwa Dee sangat menguasai topik yang dibahas, tetapi di sisi
lain bisa menghilangkan kenikmatan pembaca dalam mengikuti alur cerita.

CONTOH ESAI

Peran Pemuda Bagi Indonesia

Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lainnya tanpa kemajuan
ekonomi. Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada spirit kewirausahaan yang kuat
dari bangsanya. Hegara maju pada umunya memiliki wirausaha yang lebih banyak
dibandingkan negara berkembang, Amerika Serikat misalnya memiliki wirausaha 11,5
% dari total penduduknya, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,81% wirausaha.

Kemajuan ekonomi semestinya mudah dicapai oleh bangsa Indonesia. Indonesia
memiliki sumber daya alam yang melimpah. Fakta selanjutnya, Indonesia memiliki
sumber daya manusia yang sangat banyak, jumlah memenuhi urutan keempat terbanyak
di dunia. Sebanyak 27% penduduk Indonesia adalah pemuda yang merupakan pelaku
penting bagi tumbuh dan berkembanganya budata inovasi dan kreatif.

Hal yang diperluhkan adalah spirit kewirausahaan yan kuat dari bangsanya,
khususnya pemuda. Maka, menurut kajian penulis, menjadi seorang sosialteknopreneur
merupakan sebuah peran strategis untuk meningkatkan pendapat, menggerakkan
konsumsi domestik, sekaligus meningkatkan ekspor nonmigas dari sektor agribisnis,
khususnya di pedesaan.o;eh karena itu, kegiatan sosialteknopreneur merupakankegiatan
yang komprehensif yang berperan dalam mengidentifikasi, menyediakan dana,
menyimpan teknologi, mendukung ide, dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk
berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di wilayah masing-
masing

Teks di atas merupakan contoh kritik dan esai karena kritik mengungkapkan
kekurangan dan kelebhan suatu karya disertai pertimbngan baik-buruknya terhadap suatu
karya sedangkan esai adalah tulisan singat yang berisi pendapat penulis tentang suatu topik
yang terjadi dalam masyarakan. Dari kritik yang berjudul “Supernova: kesatria, putri dan
Bintang Jatuh dalam contoh diatas terkait dengan penilaian kekurangan dan kelebihan suatu
karya dan esai yang berjudul “Peran Pemuda Bagi Indonesia” dalam contoh berkaitan
dengan ungkapan penulis tentang suatu topik terjadi dalam masyarakat. Teks kritik dan esai
biasanya diawali dengan struktur pendahulian, pembahasan, dan penutup.

C. Struktur Kritik dan Esai

Kritik dan esai memiliki sistematika atau struktur penulisan yang sama, yaitu
pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Dalam bagian pembahasan disesuaikan dengan
topik yang dibahas oleh penulis. Adapun sistematika atau struktur kritik dan esai terbagi
dalam tiga bagiam yaitu:

a. Pembuka atau pendahuluan

Penulis memberika pengantar yang relevan terhadap topik yang ditulis. Bagian
terpenting dalam pendahuluan adalah kalimat tesis. Kalimat tesys berisi gagasan utama
yang berfungsi sebagai pengontrolan gagasan penjelas yang hendak disampaikan pada
bagian pendahuluan

b. Pembahasan

Bagian ini berisi gagasan-gagasan penjelas yang ingin disampiakna oleh penulis. Esai
lebih banyak menganalisis fakta dengan pemikiran yang logis. Sementara itu, kritik lebih
memberikan tanggapan atau komentar penulis atas suatu karya disertai bukti dan fakta yang
menguatkan pendapatnya. Jumlah paragraf dalam bagian ini tergantung pada gagasan yang
hendak disampaikan.

c. Penutup

Bagiab ini dapat berisi ringkasan dari isi pembahasan suatu kritik atau esai atau gagasan
utama yang telah disampiakan di bagian pembuka atau pendahuluan

Berikut merupakan contoh penulisan Kritik sesuai dengan strukturnya:

Pendahuluan

Novel dengan tebal 318 halaman ini memang menawarkan sesuatu yang berbeda dari novel-
novel konvensional. Medel enceritaannya yang bolak-balik antara Dimas-Ruben, Re-Rina.
Diva membuat supernova: kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ) bisa dikatakan unik
dan baru. Belum lagi bahasanya yang puitis dan penuh degan muatan sains membuat novel
ini semakin kaya.

Pendahuluan

Tentang pembaruan dan keunikan novel Supernova: KPBJ dalam mengeksplorasi sanin
lewat fiksi, sudah banyak kalangan sastra yang melakukannya. Taufik Ismail
mengemukakan bahwa pembaharuan yang dilakukan pengarang supernovsa adalah salah
satu kesegaran baru yang muncul dalam sastra Indonesia. Penelusuran nilai leat sains,
spiritual, dan pencitaan yang cerdas, unik, dan mengungcang, Jakob Sumardjo menyatakan
bahwa Supernova menilai argumentasi-argumentasi baru terhadap nilai lama sehingga
pembaca memiliki persepsi baru tentang keberadaaannya.

Pembahasan

Ketika membaca halaman-halaman awal novel ini, mungkin memang terkesan agak berat,
karena Dee langsung masuk pada perubahan perubahan sains. Tetapi lama kelamaan
pembaca semakin lurus dalam jalinan peristiwa sehingga novel ini menjadi tidak
membesonkan. Terlebih lagi, Dee menuliskan catatan kaki untuk istilah-istilah sains yang
dirasa perluh bagi pembaca awam.

Penutupan

Selain kekurangan tersebut, pada beberapa bagian (hlm, 57-62 dan 65-69), Dee terkesan
hendak mengugurusi pembaca dengan menghasilkan dialog panjang antara Ruben dan
Dimas. Dialog-dialog yang penuh muatan sain tersebut di satu sisi memang menyakinkan
pembaca bahwa Dee sangat menguasai topik yang dibahas, tetapi di sisi lain bisa
menghilangkan kenikmatan pembaca dalam mengikuti alur cerita.

Berikut merupakan contoh penulisan Esai sesuai dengan strukturnya:

Pembukaan
Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lainnya tanpa kemajuan ekonomi.
Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada spirit kewirausahaan yang kuat dari
bangsanya. Hegara maju pada umunya memiliki wirausaha yang lebih banyak
dibandingkan negara berkembang, Amerika Serikat misalnya memiliki wirausaha 11,5
% dari total penduduknya, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,81% wirausaha.
Pembahasan
Kemajuan ekonomi semestinya mudah dicapai oleh bangsa Indonesia. Indonesia
memiliki sumber daya alam yang melimpah. Fakta selanjutnya, Indonesia memiliki
sumber daya manusia yang sangat banyak, jumlah memenuhi urutan keempat terbanyak
di dunia. Sebanyak 27% penduduk Indonesia adalah pemuda yang merupakan pelaku
penting bagi tumbuh dan berkembanganya budata inovasi dan kreatif.

Penutupan
Hal yang diperluhkan adalah spirit kewirausahaan yan kuat dari bangsanya, khususnya
pemuda. Maka, menurut kajian penulis, menjadi seorang sosialteknopreneur
merupakan sebuah peran strategis untuk meningkatkan pendapat, menggerakkan
konsumsi domestik, sekaligus meningkatkan ekspor nonmigas dari sektor agribisnis,
khususnya di pedesaan. Oleh karena itu, kegiatan sosialteknopreneur merupakan
kegiatan yang komprehensif yang berperan dalam mengidentifikasi, menyediakan
dana, menyimpan teknologi, mendukung ide, dan menumbuhkan semangat masyarakat
untuk berwirausaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di wilayah
masing-masing

C. Kaidah Kebahasaan Kritik dan Esai

Aspek kebahasaan kritik dan esai yang perluh diperhatikan adalah penggunaan ejaan
bahasa Indonesia, seperti penggunaan kata baku, kata serapan, kata berimbuhan, kata
ulang
a. Kata baku

Kata baku adalah kata-kata yang sesuai dengan kaidah ahasa Indonesia yang berlaku.
Kata-kata baku dapat kita temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku
meliputi kata dalam lisan maupun tulisan. Contoh kata baku: apotek, nasihat, analisis,
Noember, kualitas. Contoh kata yang tidak baku: apotik, nasehat, Nopember, kwalitas.

b. Kata sarapan
Bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata dari bahasa Asing. Kata-kata tersebut
disesuaikan penulisannya dengan kaidah bahasa Indonesia. Penyerapan kata aisng
ke dalam bahas Indonesia dilakukan melalui tiga cara yaitu:

(1) Penyerapan secara adopsi (utuh)

Contoh:
Bank → bank
Hotel → hotel

(2) Penyerapan secara adaptasi (disesuaikan)

Contoh:
Oktaff → oktaf
Complex → komplek

(3) Penyerapan secara translasi (diterjemahan)

Contoh:
Inpus → masukan
Take off → lepas landas

c. Kata berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat imbuhan (berupa awalan, akhiran,
atau awalan dan akhiran). Adapun imbuhan yang dikenal dalam bahasa Indonesia, yaitu:

(1) Awalan (prefika): me-, ber-, pe-, se-, dan ter-

Contoh: berlari dan mencari

(2) Akhiran (sufiks): -kan, -I, -an, -kan, -lah, dan -pun

Contoh: tekanan dan sudahlah

(3) Gabungan awalan dan akhiran (konfliks): me-kan, ber-kan, se-nyq, ber-qn, pe-an,
ke-nya, me-i, per-an, ke-an, di-kan, di-i dan ter-i

Contoh: mempelajari dan pekerjaan

d. Kata ulang

Kata ulan adalah kata yang terjadi sebagai hasil pengulangan kata atau unsur kata.

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!

1. Apa yang dimaksud kritik dan esai?
2. Sebutkan langkah-langkah atau sistematika kritik dan esai!
3. Tuliskan kebahasan dalam kritik dan esai!
4. Buatlah tabel perbedaan antara kritik dan esai!
5. Jelaskan tentang definisi kritik dan esai menurut pendapatmu!

Daftar Pustaka

Kosasih, E. 20014. Jenis-Jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK.
Bandung: Yrama Widya

Suherli, dkk. 2018. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas XII Revisi Tahun 2018. Jakarta:
Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, kemendikbud


Click to View FlipBook Version