kenakalan remaja
Maudy Noer Kharisma
&
Dela sartika
X OTKP 2
apa itu kenakalan
remaja?
Masa remaja, adalah masa dimana seorang manusia sedang berada dalam
pencarian jati dirinya, ingin mengenal siapa dirinya sebenarnya. Seorang
manusia dikatan remaja, jika ia sudah menginjak usia 17 tahun. Dan dalam usia
ini, seorang manusia mengalami masa yang dinamakan masa pubertas. Saat
pubertas, biasanya manusia ingin mencoba segala suatu yang baru dalam
hidupnya, muncul berbagai macam gejolak emosi, dan banyak timbul masalah
baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Nah hal baru yang remaja
coba dan menuju ke arah yang negative ini lah yang di sebut dengan kenakalan
remaja
narkoba free sex
macam mabuk-mabukan tawuran/gank liar
macam
kenakalan
remaja
dan masih banyak
lagi
faktor- faktor yang memicu Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan
kenakalan remaja sosial.
Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap
perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah
ataupun di luar sekolah, dan lainnya).
Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan
keluarga.
Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur
otoritas lain.
Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau
lingkungan baru.
Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang
atau melakukan kenakalan remaja.
Mengatasi kenakalan remaja
Dibutuhkan pembekalan agama yang cukup dimulai sejak dini
Sebagai remaja, harus pintar-pintarnya memilih lingkungan pergaulan yang tepat
dan baik sehingga tidak mudah untuk terjerat dalam perilaku menyimpang.
Remaja harus membentuk ketahanan diri sehingga tidak mudah
terpengaruhi oleh pengaruh-pengaruh buruk yang diberikan teman-teman
seumuran maupun sepergaulannya.
Pengawasan orang tua namun tida
k bersifat mengekang.
Pengawasan intensif yang perlu dilakukan adalah pada media komunikasi semisal
televisi, radio, internet, handphone, dan lainnya.