The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kelompok 4 Askeb_E Book_Kram dan Nyeri Panggul pada Ibu Hamil

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by tiara citra bestari, 2023-06-12 01:11:58

Kelompok 4 Askeb_E Book_Kram dan Nyeri Panggul pada Ibu Hamil

Kelompok 4 Askeb_E Book_Kram dan Nyeri Panggul pada Ibu Hamil

1


1 Nyeri Pinggang dan Kram Pada Kehamilan Pada Ibu Hamil Pegal dan pinggang kram adalah salah satu masalah yang sering dikeluhkan ibu hamil, terutama ketika usia kehamilan makin besar, kram disertai rasa nyeri pun makin sering dirasakan. Cara yang paling ampuh untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil muda adalah dengan penyesuaian gaya hidup dan istirahat yang cukup. Sakit pinggang saat hamil adalah keluhan umum yang kerap terjadi di trimester 2, mulai bulan kelima dan ketujuh kehamilan. Namun dalam beberapa kasus, nyeri bisa dimulai sedini di minggu ke-8 sampai 12 minggu. Sakit pinggang pada ibu hamil umumnya dipicu oleh peningkatan produksi hormon relaksin untuk membantu tubuh mempersiapkan kehamilan. Namun, hormon ini juga membuat ligamen di persendian panggul Anda mengendur. Persendian panggul yang melemah tidak bisa maksimal menaham beban tubuh, sehingga area pinggang dan punggung bawah rentan mengalami nyeri. Keluhan kram perut dan nyeri pinggang dapat terjadi pada ibu hamil saat usia kehamilan 5 minggu, hal tersebut biasanya normal terjadi karena meningkatnya hormon kehamilan dan juga terjadinya regangan pada ligamen penunjang rahim sehingga akan membuat kram perut dan pinggang menjadi nyeri. Meski kram perut saat hamil muda merupakan kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil, perlu diingat bahwa ada beberapa kondisi kram perut yang perlu diwaspadai. Saat Bumil merasakan kram perut yang terasa sangat berat dan tak kunjung hilang, bahkan keluar flek atau darah dari vagina, segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Penyebab Sakit Pinggang saat Hamil Muda 1. Produksi Hormon Relaxin. Selama masa kehamilan, tubuh menghasilkan lebih banyak hormon relaksin yang berfungsi mengendurkan ligamen pada otot penyangga tulang belakang. Akibatnya, jaringan otot menjadi tidak stabil untuk menahan beban yang berbeda dari sebelum hamil, sehingga Ibu hamil muda sering merasa sakit pinggang dan punggung. 2. Berat Badan Bertambah.


2 Sakit pinggang saat hamil muda juga bisa diakibatkan berat badan yang bertambah. Sebab, selama masa kehamilan Ibu akan mengalami kenaikkan berat badan sebanyak 10 hingga 15 kilogram. Inilah yang membuat tulang belakang harus bekerja keras dalam menopang beban tambahan. Lalu, seiring dengan berat calon Buah Hati yang berkembang di dalam rahim memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah, saraf punggung, dan panggul. Akibatnya, nyeri di bagian pinggang tidak bisa dihindari. 3. Postur Tubuh Berubah. Kehamilan akan turut mengubah postur tubuh dan cara bergerak. Ibu tidak bisa berdiri, duduk, dan tidur, senyaman saat sebelum hamil. Nah, perubahan posisi ini dapat membuat punggung dan pinggang Ibu hamil muda menegang dan sakit. 4. Terjadi Pemisahan Pada Otot. Saat hamil, rahim akan mengembang. Jadi, dua otot paralel atau otot abdominis rektal yang posisinya berada di tulang rusuk menuju tulang kemaluan bisa terpisah. Ibu akan merasakan sakit pinggang dan punggung yang intens saat proses pemisahan otot ini terjadi. 5. Stress. Ibu hamil rentan mengalami stres akibat perubahan hormon selama masa kehamilan. Kondisi ini menyebabkan otot menegang dan memicu sakit pinggang saat hamil muda. Cara Mengatasi Sakit Pinggang saat Hamil Muda. Walau sakit pinggang selama masa kehamilan merupakan hal wajar, akan tetapi Ibu tidak boleh membiarkannya begitu saja. Sebab, selain rasa sakit yang mengganggu aktivitas, sakit pinggang juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan serius. Berikut cara mengatasi sakit pinggang saat hamil muda. 1. Memperhatikan Postur Tubuh saat Beraktivitas Postur tubuh Ibu hamil yang cenderung condong ke depan rentan menyebabkan sakit pinggang. Oleh sebab itu, Ibu harus memperbaiki postur saat berdiri, berjalan, dan duduk. Pastikan berdiri tegak atau tidak membungkuk. Kemudian, jaga bahu supaya tetap sedikit ke belakang. Saat berdiri, jangan lupa lebarkan kaki supaya mendapat


3 dorongan terbaik untuk bangun dari duduk. Sementara jika ingin duduk, pilih kursi yang dilengkapi sandaran punggung. Selain itu, hindari berdiri dalam waktu yang terlalu lama ya, Bu, untuk menghindari rasa sakit berlebih pada bagian pinggang. 2. Tidur dengan Posisi Menyamping Posisi tidur yang paling nyaman untuk meredakan sakit pinggang adalah tidur menyamping, bisa menghadap kiri maupun kanan. Namun yang paling direkomendasikan adalah miring ke kiri. Supaya kenyamanan saat tidur bertambah, Ibu juga bisa tidur dengan posisi kaki memeluk lutut. Gunakan bantal di bawah perut untuk menyangga lutut yang ditekuk atau letakkan bantal di belakang punggung ketika berbaring cukup lama. 3. Mengompres dengan Air Hangat dan Dingin secara Bergantian Mengatasi sakit pinggang selama masa kehamilan bisa dengan cara mengompres area pinggang menggunakan air hangat maupun air dingin. Gunakan handuk kecil yang sudah dicelupkan ke dalam air dan diperas. Kemudian tempatkan pada area pinggang selama kurang lebih 20 menit. Tak hanya meredakan sakit pinggang, mengompres dengan menggunakan air hangat akan melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. 4. Olahraga Ringan Meski tengah hamil, bukan berarti Ibu boleh melewatkan waktu untuk berolahraga ya, karena saat ini sudah tersedia banyak pilihan olahraga ringan yang bisa dilakukan Ibu hamil. Cobalah melakukan senam hamil, berjalan kaki, dan berenang. Olahraga ringan efektif membantu meregangkan otot kaki, bokong, hingga pinggul. Dengan cara ini, tekanan pada saraf pinggang bisa berkurang. 5. Yoga Kehamilan Yoga prenatal atau yoga kehamilan bisa membantu Ibu dalam mengatasi sakit pinggang selama masa kehamilan. Salah satu pose yoga yang bisa Ibu coba adalah triangle pose yang dilakukan selama 10 hingga 30 detik untuk setiap sisi pinggul. 6. Menggunakan Alas Kaki yang Tepat Sakit pinggang saat hamil muda bisa Ibu hindari dengan memilih alas kaki yang tepat, seperti sandal jepit, flat shoes, dan sneakers. Hindari penggunaan sepatu hak tinggi. Sebab, tak hanya menyebabkan sakit pinggang, high heels berisiko membuat postur tubuh membungkuk dan cedera.


4 7. Hindari Mengangkat Beban Berat Sebelum hamil, Ibu mungkin terbiasa mengangkat galon air dan tabung gas. Namun karena saat ini sedang hamil, hindari mengangkat beban berat supaya tak sakit pinggang dan berpotensi menyebabkan keguguran. Untuk mengangkat benda kecil yang letaknya di bawah pun Ibu harus jongkok terlebih dulu. Selain itu, hindari membungkuk. Penyebab Kram perut saat hamil • Perubahan hormon Saat hamil, kadar hormon progesteron akan meningkat dan menyebabkan penurunan fungsi saluran cerna. Hal ini bisa mengakibatkan makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan diolah secara lambat di dalam saluran cerna yang akhirnya memicu terjadinya sembelit dan munculnya kram perut. • Pembesaran ukuran Rahim Ukuran rahim yang semakin besar dapat menyebabkan peregangan pada dinding perut dan perubahan posisi usus. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kram perut dan bahkan mual. • Peregangan ligament Nyeri ligamen juga dapat menyebabkan kram perut saat hamil muda, terutama saat kehamilan memasuki trimester kedua. Hal ini dapat terjadi karena ligamen harus menopang rahim yang mulai membesar dan menebal seiring perkembangan janin. Nyeri ligamen umumnya digambarkan sebagai rasa nyeri yang tajam dan menusuk, terutama saat ibu hamil mengubah posisi tidur secara tiba-tiba atau batuk. Selain ketiga penyebab tersebut, beberapa hal lain juga dapat menyebabkan kram perut saat hamil muda, seperti saat atau setelah melakukan hubungan seksual dan ketika mengalami orgasme. Kondisi Kram Perut yang Perlu Diwaspadai. Kram perut saat hamil muda memang kondisi yang umum terjadi. Namun, bukan berarti Bumil dapat menganggap sepele kondisi ini, karena bisa saja kram perut yang dialami menjadi tanda adanya gangguan serius.


5 Berikut ini adalah beberapa kondisi serius yang juga dapat menyebabkan kram perut saat hamil muda: • Keguguran Keguguran pada awal kehamilan memang cukup sering terjadi pada ibu hamil. Setidaknya 1 dari 5 kehamilan mengalami keguguran pada awal kehamilan karena janin tidak berkembang dengan baik. Jika Bumil mengalami kram perut saat hamil muda dan disertai flek atau perdarahan selama beberapa hari, bisa jadi ini merupakan tanda keguguran. Segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. • Kehamilan ektopik Kehamilan ektopik bisa menjadi penyebab kram perut saat hamil muda dan biasanya akan menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan terjadi akibat adanya pembuahan sel telur di luar rahim. Selain kram perut, gejala lain yang dapat dialami ibu hamil akibat kehamilan ektopik adalah munculnya rasa nyeri pada rongga panggul, perdarahan dari vagina, pusing dan lemas, nyeri di bagian bahu, bahkan tanda-tanda syok akibat perdarahan yang harus segera ditangani oleh dokter. Cara Mengatasi Kram Perut Saat Hamil Muda Bila Bumil mengalami kram perut saat hamil muda, hal sederhana yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri adalah dengan duduk dan beristirahat sejenak. Selain itu, Bumil juga bisa meredakannya dengan cara-cara berikut: • Minum banyak air Jika kram disebabkan oleh sembelit, Bumi disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih dan makanan tinggi serat. Apabila cara tersebut tidak dapat mengatasi sembelit yang dialami, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan obat untuk melunakkan tinja atau suplemen serat untuk mengatasi sembelit. • Ubah posisi saat berbaring Apabila kram perut disebabkan nyeri ligamen, cobalah untuk berbaring miring menghadap sisi yang berlawanan dengan sisi perut yang sakit. Selain itu, cobalah mandi


6 air hangat atau kompres area perut yang kram dengan botol berisi air hangat untuk meredakan nyeri. • Gerak perlahan Membiasakan diri untuk bergerak secara perlahan seperti saat akan bangun dari posisi duduk juga dapat menurunkan risiko terjadinya kram perut saat hamil muda. Selain itu, Bumil juga bisa melakukan olahraga ringan untuk meredakan kram perut, salah satunya yoga. Olahraga ini sangat cocok dilakukan oleh ibu hamil setelah melewati usia kehamilan 3 bulan.


7 DAFTAR PUSTAKA Fatimah. 2017. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas. Tyastuti, S. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Kemenkes RI. Yudiyanta, N. K., dan Ratih W. N. 2015. Assessment Nyeri. Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. Vol. 42 (3) : 214-215


Click to View FlipBook Version