adalah kebijakan tatanegara berdasarkan letak geografisnya, untuk menjamin keberlangsungan hidup negara. Geopolitik Indonesia di sebut dengan , yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam untuk mencapai tujuan nasional. adalah cara melakukan pembangunan untuk mewujudkan geopolitik berdasarkan kondisi geografi yang ada.
kondisi dinamis suatu bangsa, yang berisi keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik dari luar maupun dalam negeri. Hubungan Luar Negeri dan Politik Luar Negeri didasarkan pada Pancasila, Undang-Undang. Dasar 1945, dan Garis-garis Besar Haluan. Politik Luar Negeri Politik luar negeri merupakan serangkaian tindakan yang dilakukan elite politik dalam menjalin hubungan dengan negara lain untuk mencapai tujuan nasional. Pengertian politik luar negeri tertuang dalam Undangundang Nomor 37 Tahun 1999 Secara umum, politik luar negeri tergolong dalam konsep hubungan
internasional, bersamaan dengan hubungan luar negeri dan politik internasional. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Mohammad Hatta tujuan politik luar negeri Indonesia adalah: o Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara o Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat apabila barang-barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri o Meningkatkan perdamaian internasional o Meningkatkan persaudaraan segala bangsa Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia Yumetri Abidin dalam Pengantar Politik Luar Negeri Indonesia (2017) menuliskan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang tercermin dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, yakni sebagai berikut: Indonesia melakukan politik damai.
o Indonesia menjalin hubungan baik dengan negara lain dengan saling menghargai dan tak melakukan intervensi atas permasalahan dalam negeri. o Indonesia mendukung penuh atas terciptanya perdamaian dunia dengan ikut serta dan aktif dalam organisasi internasional. o Indonesia mempermudah pertukaran pembayaran internasional. o Indonesia membantu pelaksanaan keadilan sosial secara global yang berlandaskan pada piagam PBB. o Indonesia membantu untuk memerdekakan negara-negara yang masih terjajah. Landasan Politik Luar Negeri Indonesia 1. Landasan Ideologi Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang menjadi panduan dalam segala aspek kehidupan, termasuk politik luar negeri. Dalam konteks politik luar negeri, Pancasila mengajarkan untuk mengedepankan beberapa nilai penting,
seperti kemerdekaan, perdamaian, keadilan sosial, dan persaudaraan internasional. Kebijakan luar negeri Indonesia dijiwai oleh prinsip-prinsip ini, dan negara berusaha untuk berkontribusi aktif dalam mencapai perdamaian dunia dan memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. 2. Landasan Konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 adalah landasan konstitusional bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Alinea 4 Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa salah satu tujuan utama kemerdekaan Indonesia adalah "mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial." 3. Landasan Operasional Landasan operasional politik luar negeri Indonesia bersifat dinamis, mengikuti perkembangan zaman, dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintahan
pada masa tertentu. Meskipun landasan ideologis dan konstitusional tetap dipertahankan, cara pelaksanaan dan fokus kebijakan dapat berubah mengikuti perubahan kondisi global dan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman, sambil tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan prinsip UUD 1945. Kerja Sama Bilateral Kerja sama bilateral adalah kerja sama antara dua negara dalam bentuk hubungan diplomatik, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Dalam menjalin hubungan bilateral, Indonesia mengutamakan nilai nilai saling menghormati, tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain, menolak menggunakan kekerasan, dan mengutamakan konsensus. o Kemitraan strategis khusus atau special strategic partnership Indonesia-Korea dengan fokus terhadap pertahanan dan perdagangan.
o Kemitraan Ekonomi Komprehensif IndonesiaKorea (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership atau IK-CEPA). o Kerja sama Indonesia-Amerika Serikat dalam penanggulangan Covid-19 dan Peningkatan Neraca Perdagangan o Kerja sama Indonesia-Brazil dalam peningkatan mutu genetik protein hewani dan pengembangan peternakan nasional. o Ekspor kopi, teh, tembakau, dan minyak sawit Indonesia ke Jerman. o Jerman mengekspor barang elektronik yang tidak bisa dibuat di Indonesia. o Kerja sama Indonesia-Jerman dalam penanaman modal usaha seperti Krakatau Steel dan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). o Kerja sama Indonesia-Jepang melalui pertukaran pelajar dan mahasiswa dalam bidang teknologi. o Kerja sama Indonesia-Asia Pasifik berupa perjanjian ekonomi dan perdagangan di Asia Pasifik. Kerja sama Indonesia-Arab Saudi dalam penanganan ibadah haji.
Kerja Sama Regional Kerja sama regional adalah kerja sama beberapa negara dalam satu kawasan. Biasanya dilatarbelakangi adanya kepentingan bersama antarnegara. Contoh Kerja Sama Regional Indonesia: o Asosiasi negara-negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asia Nations atau ASEAN). o Kerja sama ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation atau APEC). o Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum atau ARF) o Konfederasi nonpolitik Malaysia, Philipina, dan Indonesia (MAPIHILINDO) o Kerjasama Selatan Selatan Kerja Sama Multilateral Kerja sama Multilateral adalah kerja sama antara beberapa negara. Kerja sama multilateral tidak dibatasi dengan kawasan maupun wilayah. Kerja sama multilateral memiliki dua jenis anggota yaitu anggota utama dan anggota aktif. Peran anggota utama lebih besar, sedangkan peran anggota aktif lebih terbatas. Contoh Kerja Sama Multilateral Indonesia:
o Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB. o Dana moneter internasional (Internasional Monetery Fund atau IMF). o Organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization atau WTO). o Organisasi buruh internasional (Internasional Labour Organization atau ILO). o Organisasi pangan dan pertanian (Food and Agricultural Organization atau FAO). o Perdagangan bebas kawasan ASEAN (ASEAN Free Trade Area atau AFTA). o Dewan Ekonomi dan Soaial (Economic and Social Council atau ECOSOC) o Bank Dunia atau World Bank o Organisasi Kerja sama Islam atau OKI Gerakan Nonblok atau GNB ATHG Ketahanan Nasional konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang :
1. Mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah negara demi menjamin keutuhan dan kesatuan Indonesia. 2. Menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. PENGERTIAN ATHG A==> Ancaman T==> Tantangan H==> Hambatan G==> Gangguan Penjelasan: 1. Ancaman, merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengubah suatu kebijakan yang dilakukan secara terencana dan terencana. Ancaman terdiri atas 2 yaitu ancaman militer dan ancaman non militer. Contoh ancaman militer yaitu terorisme,
agresi, perang saudara, pemberontakan, dll. Sedangkan contoh ancaman non militer yaitu ancaman terhadap ideologi, sosial, politik, dll. 2. Tantangan,merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk menggugah atau membangkitkan suatu kemampuan yang kita miliki. 3. Hambatan, merupakan suatu usaha yang berasal dari dalam diri seseorang yang bertujuan untuk menghalangi atau melemahkan secara tidak terencana dan tidak terarah. 4. Gangguan, merupakan suatu usaha yang berasal dari luar diri seseorang yang bertujuan untuk menghalangi atau melemahkan secara tidak konsepsional/tidak terarah.