Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
c) Teori Hedonisme. Menurut Aristippos, sesuai kodratnya, setiap manusia mencari
kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. Menurut kodratnya setiap manusia
mencari kesenangan.
d) Teori Eudemonisme. Menurut Filsuf Yunani Aristoteles, bahwa dalam setiap
kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik
bagi dirinya
e) Teori kebaikan ini berisi gagasan bahwa kebenaran atau kesalahan dari tindakan
didasari dari motive seseorang melakukan tindakan.
2) Sumber proses pengambilan keputusan dalam kebidanan: pengetahuan (knowledge),
ajaran intrinsik, kemampuan berfikir kritis, kemampuan membuat keputusan klinis
yang logis
3) Tipe-Tipe Keputusan : Keputusan Aktive, Keputusan Passiv, Keputusan program, dan
Keputusan Non-program.
4) Faktor yang mempengaruhi keputusan klien: Fisik, emosional, rasional, praktikal,
interpersonal, individual, struktural.
Tes 1
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Klien yang dalam mengambil keputusan didasarkan pada pengetahuan, dan dilakukan
oleh orang-orang terpelajar dan intelektual disebut….
A. Faktor emosional
B. Faktor rasional
C. Faktor praktikal
D. Faktor structural
2) Klien yang dalam mengambil keputusan didasarkan pada lingkungan sosial, ekonomi,
politik, lingkungan mungkin memberikan hasil mendukung atau mengkritik suatu
tingkah laku tertentu disebut….
A. Faktor emosional
B. Faktor rasional
C. Faktor praktikal
D. Faktor interpersonal
3) Tipe pengambilan keputusan yang seringkali dilakukan dalam situasi marah dan
tergesa-gesa adalah….
A. Intuitif
B. Reaktif
C. Terpaksa
D. Pengambilan keputusan secara hati-hati
143
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
4) Tipe pengambilan keputusan yang sifatnya segera dan langsung diputuskan karena
dirasa paling tepat adalah….
A. Intuitif
B. Terpaksa
C. Reaktif
D. Pengambilan keputusan secara hati-hati
E. Tidak berbuat apa-apa
5) Informasi efektif adalah….
A. Spesifik
B. Sesuai situasi klien
C. Singkat dan padat
D. Mudah dimengerti
144
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
Topik2
Strategi Pengambilan Keputusan
Kemampuan dan ketrampilan dalam membuat keputusan, terutama dalam masalah
kedaruratan merupakan hal yang sangat penting. Dalam konsleing pengambilan mutlak ada
di tangan klien, sedangkan bidan membantu agar keputusan yang diambil klien tersebut
tepat. Bila masalah dan kebutuhan klien telah diketahui dengan jelas. Maka bantu klien
menyelesaikan masalahnya, terutama yang berkaitan dengan kebidanan.
Ada empat strategi yang dapat membantu klien mengambil keputusannya.
1. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya. Beri kesempatan klien unutk
melihat lagi beberapa alternatif pilihannya, agar tidak menyesal atau kecewa terhadap
pilihannya.
2. Membantu klien dalam mempertimbangkan keputusan pilihan, dengan melihat
kembali keuntungan atau konsekuensi positif dan kerugiannya atau konsekuensi
negatif.
3. Membantu klien mengevaluasi pilihan. Setelah klien menetapkan pilihan, bantu klien
untuk mencermati pilihannya.
4. Membantu klien menyusun rencana kerja, untuk menyelesaikan masalahnya.
Dalam mengambil keputusan yang baik kita dikenalkan dengan 3K. Adapun langkah
dalam pembuatan keputusan yang baik adalah sebagai berikut.
1. Langkah pertama, identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien.
2. Langkah kedua, susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan.
3. Langkah ketiga, untuk setiap pilihan, buatlah daftar konsekuensinya baik yang positif
maupun negatif.
Kasus 1
Bidan Rebeca didatangi seorang ibu dengan anak gadisnya berumur 18 tahun yang
sedang hamil dari hasil hubungan dengan seorang lelaki yang tidak dikehendaki orang
tuanya. Ibu tersebut meminta Bidan Rebeca untuk menggugurkan kandungan anaknya
tersebut dengan imbalan uang 50 juta rupiah.
Peran bidan dalam upaya membantu mengambil keputusan yang baik berdasarkan
keluhan klien. Melihat kasus di atas dalam mengambil keputusan, bidan melakukan langkah
di bawah sebagai berikut.
1. Langkah Pertama
Identifikasi kondisi yang dihadapi klien, pada kasus ini antara adalah:
a. Usia 18 tahun, hamil anak I
b. Ada upaya aborsi karena tidak diinginkan
2. Langkah Kedua
Menyusun daftar kehendak/pilihan keputusan:
a. Kehamilan dipertahankan
b. Kehamilan digugurkan.
145
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
3. Langkah Ketiga
Buat daftar konsekuensi baikyang positif maupun negatif.
a. Kehamilan dipertahankan
1) Konsekuensi positif: Setiap anak memiliki hak untuk hidup menjadi generasi
cemerlang di masa datang.
2) Konsekuensi negatif: Bila terjadi komplikasi sulit diatasi karena primigravida usia 18
tahun
b. Kehamilan digugurkan
1) Konsekuensi positif: Tidak ada
2) Konsekuensi negatif: Ada komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil di masa datang
baik secara fisik maupun psikologi.
Setelah 3K teridentifikasi, maka tugas bidan adalah membantu klien menentukan
pilihan yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi klien. Menilai kesiapan klien mengatasi
konsekuensi negatif dari kemungkinan mengatasi masalah biaya, transportasi, donor darah
dsb. Dalam pengambilan keputusan ini ada hal-hal yang perlu ditekankan pada klien.
a. Hati-hati dan bersikap bijaksana dalam pengambilan keputusan karena berkaitan
dengan dengan masalah kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Pengambilan
keputusan ini dibuat setelah klien diberi informasi selengkap mungkin dengan kondisi
yang dialami klien.
b. Bantu klien dalam pengambilan keputusan dengan memberikan saran yang sesuai
dengan riwayat kesehantannya, keinginan pribadi dan situasi.
c. Keputusan merupakan hak dan menjadi tanggungjawab klien.
d. Konseling bukan proses informasi, melainkan informasi setelah konselor memperoleh
data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yang
diberikan sesuai dengan kondisi klien dan kebutuhannya.
Pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan sesuai dengan masalah
dan kondisi klien. Tahapan inti proses konseling yaitu:
a. Konselor membantu klien memahami permasalahannya.
b. Konselor membantu memberikan alternatif pemecahan masalah.
c. Konselor membantu klien memilih alternatif pemecahan masalah dengan segala
konsekuensinya (Wulandari, 2009).
Upaya untuk mengatasi kesulitan
Tentu tidaklah mudah untuk membuat sebuah komunikasi berjalan dengan
menghasilkan kesepakatan secara utuh sesuai tujuannya. Karena, salah satu prinsip dalam
berkomunikasi, yakni terdapatnya kesulitan-kesulitan pokok dalam mencapai tujuan.
1. Membuat pendengar mendengarkan apa yang kita katakan (atau melihat apa yang kita
tunjukkan kepada mereka)
2. Membuat pendengar memahami apa yang mereka dengar atau lihat
3. Membuat pendengar menyetujui apa yang telah mereka dengar (atau tidak
menyetujui apa yang kita katakan, tetapi dengan pemahaman yang benar).
146
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
4. Membuat pendengar mengambil tindakan yang sesuai dengan maksud kita dan
maksud kita bisa mereka terima.
5. Memperoleh umpan balik dari pendengar.
6. Tiap individu harus paham akan dirinya. Dengan pemahaman terhadap dirinya, maka
kita akan bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang terjadi. Sebagai seorang bidan, kita
harus menguasai ilmu komunikasi sehingga dapat melakukan konseling dengan baik
pada semua klien dengan bermacam karakter dan keterbatasan.
Beberapa pakar mengemukakan bahwa kearifan merupakan dasar kepribadian
konselor efektif. Keraifan merupakan konsep lama dan lintas kultural, sebagai satu
perangkat ciri-ciri kognitif dan efektif tertentu yang secara langsung pada keterampilan dan
pemahaman hidup. Karateristik kearifan meliputi: aspek afektif dan kesadaran yang meliputi
empati, kepedulian, pengenalan rasa, deontomatisasi (menolak kecenderungan kebiasaan,
perilaku dan pola berfikir otomatik, menekankan kesadaran tindakan dan pilihan yang
bertanggungjawab), aspek kognitif meliputi penalaran dialetik (mengenal konteks, situasi,
berorientasi pada perubahan yang bermanfaat).
Rangkuman
Latihan
1) Carilah 1 kasus konseling kebidanan
2) Observasilah prosesnya
3) Identifikasi saat-saat yang sulit dalam penerapan KIP/K
4) Sebutkan upaya yang dilakukan konselor
5) Buatlah kesimpulan
Petunjuk Jawaban Latihan
Untuk bisa menjawab latihan di atas silakan Anda simak kembali materi KB 2.
Ringkasan
1) Langkah dalam pembuatan keputusan yang baik adalah 3K (Kondisi, Kehendak, dan
Konsekuensinya).
2) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan adalah fisik,
emosional, rasional, praktikal, interpersonal, dan struktural.
3) Tipe pengambilan keputusan meliputi pengambilan keputusan untuk tidak berbuat
apa-apa, intuitif, terpaksa, reaktif, ditangguhkan, dan berhati-hati.
4) Pemberian informasi efektif, jika spesifik, sesuai situasi klien, singkat, dan
menggunakan bahasa yang sederhana.
5) Dalam penerapan KIP/K terkadang mengalami saat-saat yang sulit, namun sebagai
bidan (konselor) kita harus mampu mengatasi saat-saat sulit tersebut
6) Ada empat strategi yang dapat membantu klien mengambil keputusan, yaitu
membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya, mempertimbangkan keputusan,
mengevaluasi pilihan, dan menyusun rencana kerja
147
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
Tes 2
Pilihlah:
A. Jika pilihan 1,2, dan 3 benar
B. Jika pilihan 1 dan 3 benar
C. Jika pilihan 2 dan 4 benar
D. Jika semua pilihan benar
1) Sebagai konselor kita harus mampu membantu klien dalam mengambil keputusan
dengan beberapa strategi berikut, yaitu….
A. Membantu klien menyusun rencana kerja
B. Membantu klien mempertimbangkan keputusan
C. Membantu klien mengevaluasi pilihan
D. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya
2) Langkah-langkah dalam pembuatan keputusan yang baik adalah ….
A. Mengidentifikasi kondisi klien
B. Menyusun daftar kehendak
C. Membuat daftar konsekuensi positif
D. Membuat daftar konsekuensi negative
3) Dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada pasien, terkadang seorang bidan
menemukan pasien yang diam atau tidak mau berbicara, upaya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi hal tersebut adalah.…
A. Refleksi perasaan
B. Membuka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan tentang alasan
kedatangan klien.
C. Membiarkan suasana hening sebentar
D. Menyarankan untuk melakukan pertemuan lanjutan
4) Upaya yang dilakukan konselor untuk mengatasi jika klien menolak bantuan konselor
adalah….
A. Refleksi perasaan
B. Membuka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan tentang alasan
kedatangan klien.
C. Membiarkan suasana hening sebentar
D. Menyarankan untuk melakukan pertemuan lanjutan
5) Dalam kondisi kritis, upaya yang dapat dilakukan konselor kepada klien adalah….
A. Bersikap direktif
B. Bersikap tenang
C. Langsung melakukan tindakan penyelamatan
D. Melakukan teknik mendengar efektif
ugas
148
Tes 1 Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
1) B Kunci Jawaban Tes
2) D
3) B Tes 2
4) A
5) E 1) D
2) D
3) B
4) C
5) D
Umpan Balik
Tes 1
1) Klien yang dalam mengambil keputusan didasarkan pada pengetahuan, dan dilakukan
oleh orang-orang terpelajar dan intelektual disebut…..
A. Jawaban salah, karena keputusan emosional pengambilan keputusan hanya
berdasarkan emosi atau perasaan biasa terjadi pada kaum perempuan, sikap
subjektifitas akan mempengaruhi keputusan yang diambil.
B. Jawaban benar, karena keputusan rasional adalah pengambilan keputusan didasarkan
pada pengetahuan, dan dilakukan oleh orang-orang terpelajar dan intelektual.
C. Jawaban salah, karena keputusan praktikal adalah didasarkan pada ketrampilan
individual dan kemampuan melaksanakannya.
D. Jawaban salah, karena keputusan interpersonal adalah didasarkan pada pengaruh
jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang lainnya dapat
mempengaruhi tindakan individual
E. Jawaban salah, karena keputusan fisik adalah orang yang mengambil keputusan
berdasarkan pertimbangan fisik.
2) Klien yang dalam mengambil keputusan didasarkan pada lingkungan sosial, ekonomi,
politik, lingkungan mungkin memberikan hasil mendukung atau mengkritik suatu tingkah
laku tertentu disebut ….
A. Jawaban salah, karena keputusan emosional pengambilan keputusan hanya
berdasarkan emosi atau perasaan biasa terjadi pada kaum perempuan, sikap
subjektifitas akan mempengaruhi keputusan yang diambil.
B. Jawaban salah, karena keputusan rasional adalah pengambilan keputusan didasarkan
pada pengetahuan, dan dilakukan oleh orang-orang terpelajar dan intelektual.
149
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
C. Jawaban salah, karena keputusan praktikal adalah didasarkan pada ketrampilan
individual dan kemampuan melaksanakannya.
D. Jawaban benar, karena keputusan struktural adalah didasarkan pada lingkungan sosial,
ekonomi, politik, lingkungan mungkin memberikan hasil mendukung atau mengkritik
suatu tingkah laku tertentu.
E. Jawaban salah, karena keputusan fisik adalah orang yang mengambil keputusan
berdasarkan pertimbangan fisik.
3) Tipe pengambilan keputusan yang seringkali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-
gesa adalah….
A. Jawaban salah, karena Intuitif sifatnya segera, langsung diputuskan, karena
keputusan
B. Jawaban benar, karena reaktif seringkali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-
gesa
C. Jawaban salah, karena terpaksa karena segera dilaksanakan
D. Jawaban salah, karena pengambilan keputusan secara hati-hati
E. Jawaban salah, karena pengambil keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena
ketidaksanggupan atau merasa tidak sanggup.
4) Tipe pengambilan keputusan yang sifatnya segera dan langsung diputuskan karena dirasa
paling tepat adalah….
A. Jawaban benar, karena intuitif sifatnya segera, langsung diputuskan, karena
keputusan dirasa paling tepat
B. Jawaban salah, karena terpaksa karena segera dilaksanakan
C. Jawaban salah, karena reaktif seringkali dilakukan dalam situasi marah dan tergesa-
gesa
D. Jawaban salah, karena pengambilan keputusan secara hati-hati
E. Jawaban salah, karena pengambil keputusan untuk tidak berbuat apa-apa karena
ketidaksanggupan atau merasa tidak sanggup
5) Informasi yang efektif adalah ….
A. Jawaban benar, karena spesifik karena informasi efektif harus spesifik, sesuai situasi
klien, singkat dan padat dan mudah dimengerti
B. Jawaban benar, karena sesuai situasi klien karena informasi efektif harus spesifik,
sesuai situasi klien, singkat dan padat dan mudah dimengerti
C. Jawaban benar, karena singkat dan padat karena informasi efektif harus spesifik,
sesuai situasi klien, singkat dan padat dan mudah dimengerti
D. Jawaban benar, karena mudah dimengerti karena informasi efektif harus spesifik,
sesuai situasi klien, singkat dan padat dan mudah dimengerti
150
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
Tes 2
1) Sebagai konselor kita harus mampu membantu klien dalam mengambil keputusan dengan
beberapa strategi berikut, yaitu…
1. Jawaban benar, karena membantu klien menyusun rencana kerja adalah langkah
dalam pembuatan keputusan
2. Jawaban benar, karena membantu klien mempertimbangkan keputusan adalah
langkah dalam pembuatan keputusan
3. Jawaban benar, krena membantu klien mengevaluasi pilihan adalah langkah dalam
pembuatan keputusan
4. Jawaban benar, karena membantu klien meninjau kemungkinan pilihannya adalah
langkah dalam pembuatan keputusan
2) Langkah-langkah dalam pembuatan keputusan yang baik adalah ….
1. Jawaban benar, karena mengidentifikasi kondisi klien adalah langkah dalam
pembuatan keputusan
2. Jawaban benar, karena menyusun daftar kehendak adalah langkah dalam pembuatan
keputusan
3. Jawaban benar, karena membuat daftar konsekuensi positif adalah langkah dalam
pembuatan keputusan
4. Jawaban benar, karena membuat daftar konsekuensi negatif adalah langkah dalam
pembuatan keputusan
3) Dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada pasien, terkadang seorang bidan
menemukan pasien yang diam atau tidak mau berbicara, upaya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi hal tersebut adalah….
1. Jawaban benar, karena refleksi perasaan adalah hal yang bisa dilakukan bidan ketika
klien diam
2. Jawaban salah, karena membuka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan
tentang alasan kedatangan klien adalah hal yang bisa dilakukan klien ketika tidak mau
menerima bantuan.
3. Jawaban benar, karena membiarkan suasana hening sebentar adalah hal yang bisa
dilakukan bidan ketika klien diam
4. Jawaban salah, karena menyarankan untuk melakukan pertemuan lanjutan adalah hal
yang bisa dilakukan klien ketika tidak mau menerima bantuan.
151
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
4) Upaya yang dilakukan konselor untuk mengatasi jika klien menolak bantuan konselor
adalah….
1. Jawaban salah, karena refleksi perasaan adalah hal yang bisa dilakukan bidan ketika
klien diam
2. Jawaban benar, karena membuka pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan
tentang alasan kedatangan klien adalah hal yang bisa dilakukan klien ketika tidak mau
menerima bantuan.
3. Jawaban salah, karena membiarkan suasana hening sebentar adalah hal yang bisa
dilakukan bidan ketika klien diam
4. Jawaban benar, karena menyarankan untuk melakukan pertemuan lanjutan adalah hal
yang bisa dilakukan klien ketika tidak mau menerima bantuan
5) Dalam kondisi kritis, upaya yang dapat dilakukan konselor kepada klien adalah….
1. Jawaban benar, karena bersikap direktif adalah upaya yang dapat dilakukan konselor
kepada klien ketika dalam kondisi kritis
2. Jawaban benar, karena bersikap tenang adalah upaya yang dapat dilakukan konselor
kepada klien ketika dalam kondisi kritis
3. Jawaban benar, karena langsung melakukan tindakan penyelamatan adalah upaya
yang dapat dilakukan konselor kepada klien ketika dalam kondisi kritis
4. Jawaban benar, karena melakukan teknik mendengar efektif adalah upaya yang dapat
dilakukan konselor kepada klien ketika dalam kondisi kritis
152
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
Glosarium
Kritis : keadaan gawat darurat
Intuitif : berdasarkan intuisi/instink atau alami
Center of attention in midwifery services is savety and wellbeing: Pusat perhatian dalam
pelayanan kebidanan adalah keamanan dan kesejahteraan
Praktikal : bertindak
153
Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
Daftar Pustaka
Dalami (20012). Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: Trans Info
Media.
Lestari, A. (2010). Buku Saku Kominikasi Dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta:
Trans Info Media.
MNH. (2002) Bab Pelatihan Ketrampilan komunikasi Interpersonal/konseling. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI.
Musliha & Fatmawati, S. (2010). Komunikasi Keperawatan. Yogyakarta: Muha Medika.
Priyanto, A. (2009). Komunikasi dan Konseling: Aplikasi dalam Sarana Pelayanan kesehatan
untuk Perawat dan Bidan. Jakarta: Salemba Medika
Tyastuti, S., Kusmiyati, Y., & Handayani, S. (2010). Komunikasi dan Konseling dalam
Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Uripmi. (2003). Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.
Wulandari. (2009). Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan. Jogjakarta: Nuha
Medika.
Yulifah & Yuswanto, Y. (2009). Komunikasi dan Konseling Dalam Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika
154