TATA TERTIB SISWA
SMA NEGERI 3 AMLAPURA
PEMERINTAH PROVINSI BALI
DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN
OLAH RAGA
SMA NEGERI 3 AMLAPURA
2021
1
KATA PENGANTAR
“Om Swastyastu”
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa atas
berkat rakhmat-Nya, Buku Saku Tata Tertib SMA Negeri 3 Amlapura ini
dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tujuan dari buku ini adalah
sebagai pedoman dalam peningkatan pembinaan kedisiplinan bagi siswa
SMA Negeri 3 Amlapura.
Buku Tata Tertib SMA Negeri 3 Amlapura ini meliputi:
1. Keputusan Kepala SMA Negeri 3 Amlapura
2. Kewajiban siswa SMA Negeri 3 Amlapura
3. Larangan siswa SMA Negeri 3 Amlapura
4. Jenis-jenis Pelanggaran
5. Tabel Kredit Poin Sanksi Pelanggaran
6. Peraturan penggunaan HP
Sebagai akhir kata izinkan kami menyampaikan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu terbitnya Buku Tata Tertib ini. Tidak
lupa juga kami meminta sumbang saran dan kritik yang sifatnya
membangun demi kesempurnaan buku saku tata tertib ini. Semoga melalui
buku saku ini, penegakkan disiplin siswa SMA Negeri 3 Amlapura dapat
ditingkatkan.
“Om Santih, Santih, Santih, Om”
Seraya, Juli 2021
Tim Penyusun
2
PERATURAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 AMLAPURA
NOMOR 01 TAHUN 2021
TENTANG
TATA TERTIB PESERTA DIDIK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SELAT,
Menimbang: a. bahwa untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan
fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu siswa yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warganegara yang demokratis serta
bertanggungjawab, diperlukan pembinaan kesiswaan secara
sistematis dan berkelanjutan yang di dukung oleh peraturan
yang memadai;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a di atas, perlu menetapkan Peraturan Sekolah
Menengah Atas Negeri 3 Amlapura tentang Tata Tertib
Peserta Didik SMA Negeri 3 Amlapura;
Mengingat: 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomoir 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia;
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017
Tentang Penguatan Pendidikan Karakter;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008
tentang Pembinaan Kesiswaan;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62
Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63
3
Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai
Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah;
10.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23
Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
11.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 64 Tahun 2015, tentang Kawasan Tanpa
Rokok di Lingkungan Sekolah;
12.Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan
Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan
Pendidikan;
13.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan
Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal;
14.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara
Bendera di Sekolah;
15.Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor 097/D/Hk/2019 tentang Pedoman Teknis
Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter Pada Satuan
Pendidikan Formal;
16.Perda Provinsi Bali Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kawasan
Tanpa Rokok;
17.Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari
Penggunaan Busana Adat Bali;
18.Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang
Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai.
Menetapkan: MEMUTUSKAN:
PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3
AMLAPURA TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK;
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Tata Tertib Peserta Didik ini yang dimaksud dengan:
1) Sekolah adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Amlapura
2) Tata tertib adalah suatu ketentuan yang mengatur tentang kegiatan dan
sikap perilaku peserta didik sehari-hari di lingkungan sekolah dan di luar
lingkungan sekolah yang memuat hak, kewajiban, larangan dan sanksi
terhadap peserta didik di Sekolah demi terwujudnya sikap mental dan
perilaku peserta didik yang mencerminkan karakter akar budaya bangsa.
3) Peserta didik adalah siswa aktif yang tercatat/terdaftar pada Aplikasi
Dapodikmen Sekolah dalam kurun waktu Tahun Pelajaran tertentu.
4) Disiplin adalah ketaatan terhadap peraturan dan norma yang berlaku dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dilaksanakan
4
secara sadar, tulus ikhlas lahir dan bathin, sehingga timbul sikap rasa
tenggang rasa dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain dan
lembaga.
5) Hak adalah segala sesuatu yang diperoleh untuk melakukan, menggunakan,
mengusahakan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh peserta
didik di Sekolah.
6) Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan/dipenuhi oleh
peserta didik terhadap lembaga (sekolah) selama masih tercatat sebagai
peserta didik aktif.
7) Pelanggaran adalah setiap tindakan, perilaku dan sikap peserta didik yang
tidak sesuai dengan Peraturan Tata Tertib.
8) Sanksi adalah tindakan perlakuan/pembinaan yang diberikan kepada setiap
peserta didik yang tidak memenuhi kewajiban, melanggar larangan dengan
tujuan memberi teguran, pembinaan sehinggasadarakan
kesalahan/kekeliruannya, dan berdampak pada perubahan perilaku/ pola
pikir ke arah yang lebih baik.
9) Pakaian seragam nasional adalah pakaian yang dikenakan pada hari belajar
oleh peserta didik di sekolah, yang jenis, model, dan warnanya sama berlaku
secara nasional.
10) Pakaian seragam khas sekolah adalah pakaian seragam bercirikan
karakteristik sekolah yang dikenakan oleh peserta didik pada hari tertentu,
dalam rangka meningkatkan kebanggaan peserta didik terhadap sekolahnya.
11) Pakaian Adat adalah pakaian khas daerah Bali yang berciri khas adat Bali
digunakan sebagai wujud pelindungan budaya yang mencerminkan sifat
kesantunan, keteduhan, kedamaian, dan kebanggaan bagi pemakainya
12) Atribut adalah kelengkapan pakaian seragam nasional yang menunjukkan
identitas masing-masing sekolah terdiri dari badge organisasi kesiswaan,
badge merah putih, badge nama peserta didik, badge nama sekolah dan
nama kabupaten/kota.
13) Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh
peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan
kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
14) Kegiatan Intrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan peserta didik di
dalam ruang kelas sesuai dengan panduan mata pelajaran (jadwal dan
perangkat pembelajaran) dipandu oleh guru bidang studi.
15) Kegiatan awal sekolah adalah kegiatan apel siaga di pagi hari menjelang
persiapan sembahyang/trisandya bersama di lapangan/aula/areal
Padmasana.
16) Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru,
konselor, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan
kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan
di Satuan Pendidikan.
17) Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri
dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan di Satuan
Pendidikan.
18) Komite sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali
peserta didik, komunitas sekolah serta tokoh masyarakat yang peduli
pendidikan.
19) Kredit Point adalah suatu sistem konversi nilai dari suatu jenis pelanggaran
prilaku peserta didik terhadap ketaatan dalam mematuhi Tata tertib yang
berlaku.
5
BAB II
HAK DAN KEWAJIBAN
Bagian ke Satu
Hak Peserta Didik
Pasal 2
Peserta didik mempunyai hak :
1) Mendapatkan pendidikan dan pengajaran baik di dalam maupun di luar
kelas sesuai dengan peraturan/perundang-undangan yang berlaku.
2) Mendapatkan pengayoman/perlindungan dan rasa aman terhadap berbagai
ancaman yang timbul dari dalam maupun dari luar sekolah.
3) Menggunakan/memanfaatkan fasilitas sarana/prasarana sekolah sesuai
dengan peruntukannya dalam rangka menunjang kemajuan belajar serta
potensi peserta didik.
4) Mendapatkan pembinaan/bimbingan dan pelatihan dalam rangka
mengembangkan potensi akademik dan keterampilan peserta didik.
5) Mendapatkan bimbingan dan konseling dalam pemilihan peminatan dan
permasalahan lainnya.
6) Mengikuti penilaian harian (PH), penilaian/ulangan susulan, remedial,
pengayaan, Penilaian Tengah Semester (PTS), Penilaian Akhir Semester
(PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT), Ujian Sekolah (US/USBN)) serta
susulannya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam
Peraturan Akademik sekolah dan Peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
7) Menyampaikan pendapat, kritik dan saran demi kemajuan peserta didik
dan/atau sekolah dengan tetap menjaga etika/sopan santun baik secara
lisan maupun tulisan melalui Pengurus Kelas, Rapat Anggota OSIS/MPK,
bapak/ibu Guru/Wali Kelas, Wakasek, Kepala Sekolah ataupun Kotak
Saran.
8) Memilih dan dipilih menjadi calon pengurus organisasi siswa di Sekolah
(OSIS/MPK) dan organisasi sekolah sejenisnya.
9) Mendapatkan apresiasi/penghargaan dalam bentuk piagam/ sejenisnya.
10) Memperoleh pengurangan kredit point.
Bagian Kedua
Kewajiban Peserta Didik
Pasal 3
Peserta didik wajib:
1) Menaati Peraturan Tata Tertib Peserta Didik, Kode etik Peserta didik dan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku umum di masyarakat.
2) Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan yang dianut serta
mengikuti kegiatan keagamaan dan peringatan hari-hari besar keagamaan
yang diselenggarakan disekolah.
3) Melakukan absensi sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh sekolah.
4) Memiliki dan membawa buku tata tertib dan kartu pelajar setiap hari efektif
sekolah.
5) Berperilaku sopan santun, baik di dalam maupun di luar sekolah serta
hormat terhadap sesama siswa, anggota keluarga, guru, pegawai, tamu
sekolah, dan anggota masyarakat lainnya.
6
6) Menjaga nama baik pribadi, keluarga dan civitas sekolah.
7) Mengikuti apel siaga (pagi/siang), upacara bendera setiap Hari Senin dan
Peringatan Hari-hari Besar Nasional lainnya yang diselenggarakan di
Sekolah maupun di Luar Sekolah.
8) Memperioritaskan mengikuti kegiatan mewakikli sekolah dari pada
kelompok/instansi lain.
9) Menaati segala perintah/saran/anjuran orang tua, guru/wali kelas, Tenaga
Kependidikan dan Kepala Sekolah demi kemajuan dan keberhasilan
Pendidikan.
10) Membayar iuran komite dan pembiayaan lainnya atas kesepakatan orang
tua/wali dengan pihak sekolah yang difasilitasi Pengurus Komite sesuai
dengan ketentuan yang diatur oleh sekolah.
11) Menjaga keutuhan, memelihara/merawat fasilitas sarana dan prasarana
milik sekolah/pemerintah.
12) Memiliki tabungan bank sampah dan bank mini
13) Saling mengingatkan antar sesama teman apabila menemukan pelanggaran
terhadap peratruran tata tertib ini.
14) Menerima buku laporan hasil pendidikan (Buku Raport) setiap akhir
semestar dan akhir tahun pelajaran atau melalui perwakilan orang tua/wali
peserta didik.
15) Menyerahkan Buku Raport kepada orang tua/wali untuk diketahui dan
ditandatangani.
16) Berpartisi secara aktif dalam mendukung semua kegiatan/program sekolah.
17) Mengikuti Pendidikan kepramukaan sesuai pola yang dikembangkan oleh
sekolah.
18) Bisa menyanyikan lagu Hymne dan Mars SMAN 3 Amlapura.
19) Menyiapkan tempat air (tandon/tembler) secara individual dalam rangka
mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
20) Memilih satu atau lebih jenis kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan
di sekolah dalam rangka mengembangkan potensi, minat dan bakat peserta
didik.
21) Melaksanakan dan mengembangkan budaya sekolah:
Literasi
Hening/Meditasi Transcendental (TM)
Pengelolaan sampah dalam rangka pelestarian lingkungan
5 S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan dan Santun)
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah
Latihan/simulasi mitigasi kebencanaan
Mengembangkan sikap jujur, sportif, cinta damai, kasih sayang,
toleransi, tanggung jawab, tenggang rasa dan saling hormat
menghormati kepada segenap civitas sekolah.
22) Bagi peserta didik yang ke sekolah dengan kendaraan bermotor wajib:
Mematuhi Peraturan Lalu Lintas
Melengkapi diri dan kendaraan dengan kelengkapan standar
Parkir dengan rapi pada tempat yang disediakan
23) Segera menyampaikan kepada guru/pegawai apabila:
terjadi permasalahan diantara siswa yang tidak bisa diselesaikan sendiri.
menemukan hal-hal/situasi mencurigakan yang berpotensi
menimbulkan ketidaknyamanan civitas sekolah.
7
BAB III
KETENTUAN KEHADIRAN DI SEKOLAH,
PROSES PEMBELAJARAN/BIMBINGAN DAN PERMISI
Bagian Ke Satu
Kehadiran di Sekolah
Pasal 4
Mengawali kegiatan di sekolah
1) Peserta didik wajib hadir pada setiap hari efektif sekolah paling lambat 30
(tiga puluh ) menit sebelum kegiatan awal sekolah dimulai.
2) Siswa wajib melakukan kegiatan pembersihan di kelas/sekitar kelas dan
wilayah kaveling kebersihan sesuai dengan pembagian tugas kelompok 5 K
di masing-masing kelas sebelum kegiatan awal sekolah dimulai.
3) Peserta didik yang hadir terlambat (hadir tepat setelah bel pertama) tanda
mulai berkumpul dilapangan/aula dibunyikan, wajib melapor/mencatatkan
diri pada petugas di pos satpam.
Pasal 5
Mengakhiri kegiatan di sekolah
1) Peserta didik mengakhiri kegiatan sekolah sesuai dengan ketentuan waktu
yang berlaku/telah ditentukan dalam kurikulum sekolah.
2) Peserta didik dibawah pengawasan guru mata pelajaran pada jam terakhir
sebelum meninggalkan ruangan wajib mengecek kebersihan, kerapihan dan
keamanan ruang kelas dengan menutup dan mengunci jendela dan pintu
ruangan.
Bagian Ke Dua
Kehadiran dalam Proses Pembelajaran/
Pembimbingan/kegiatan sekolah
Pasal 6
1) Setiap siswa wajib hadir pada setiap kegiatan sekolah, baik kegiatan
pembelajaran/pembimbingan/pelatihan (teori maupun praktik) yang
dilaksanakan di dalam kelas/di Laboraorium/di luar kelas maupun di luar
sekolah.
2) Peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran/
pembimbingan/kegiatan sekolah sekurang-kurangnya 90 % dari jumlah
komulatip pertemuan/tatap muka pada masing-masing mata pelajaran yang
diikuti.
3) Akumulasi perhitungan ketidakhadiran peserta didik dihitung setiap akhir
semester.
Pasal 7
1) Karena sesuatu dan lain hal dengan alasan tertentu yang dapat dipertanggung
jawabkan, peserta didik diizinkan untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah.
2) Ketidakhadiran peserta didik karena ijin dibolehkan maksimal 6 (enam) kali
dalam 1 (satu) Semester.
3) Ketidakhadiran peserta didik karena sakit tidak diperhitungkan dalam
penentuan persentase sebagaimana dimaksud pada ketentuan pada pasal 6
ayat (2).
4) Ketidakhadiran peserta didik karena sakit sebagai mana dimaksud pada ayat
8
(3) harus dibuktikan dengan surat keterangan yang diketahui dan ditanda
tangani oleh orang tua/wali/surat keterangan dari dokter.
Pasal 8
1) Peserta didik yang tidak hadir tanpa keterangan dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran/kegiatan sekolah lainnya, wajib melaksanakan tugas khusus
yang diberikan oleh guru/wali kelas.
2) Peserta didik yang tidak hadir dengan keterangan (sakit, ijin, dan tanpa
keterangan/alfa) yang berpola periodik, maka siswa yang bersangkutan wajib
menghadirkan orang tua/wali setelah ada pemberitahuan dari guru wali
kelas.
Bagian ke tiga
Permisi/Dispensasi
Pasal 9
1) Peserta didik diperbolehkan permisi selama jam efektif sekolah atas
sepengetahuan/permohonan dari orang tua/wali dengan menyampaikan
maksud dan tujuan jelas yang dapat dipertanggungjawabkan.
2) Peserta didik mendapatkan dispensasi dalam hal mewakili sekolah/instansi
tertentu berdasarkan surat tugas/surat permohonan dispensasi dari instansi
terkait.
BAB IV
KETENTUAN PAKAIAN DAN PENAMPILAN
Pasal 10
1) Penggunaan pakaian peserta didik diatur sebagai berikut:
A. Hari Senin dan Selasa berpakaian seragam:
a. Kemeja warna putih lengan panjang pakai kancing, celana
panjang/rok warna abu dan baju dimasukkan rapi dengan dasi abu-
abu berlogo sekolah..
B. Hari Rabu berpakaian seragam:
a. Kemeja batik lengan pendek, celana panjang/rok warna putih dan
baju dimasukkan rapi dengan dasi abu-abu berlogo sekolah
C. Hari Kamis, Purnama, Tilem, dan hari jadi Pemkab/Pemprov.
mengenakan pakaian adat sesuai Pergub nomor 79 tahun 2018.
D. Hari Jumat Pakaian Pramuka lengkap dengan atributnya
E. Saat berolah raga, kerja bakti/gotong royong dan ngayah,
pakaian menyesuaikan
2) Peserta didik wajib tampil dan berhias secara wajar, sederhana dan alamiah.
3) Ketentuan tentang penataan rambut diatur sesuai dengan ketentuan
sebagai berikut:
a) Peserta didik putra rambut dicukur pendek dan rapi.
b) Peserta didik putri rambut dikepang dua diikat dengan pita berwarna
sesuai dengan ketentuan.
9
BAB V
LARANGAN-LARANGAN
Pasal 11
Peserta didik dilarang:
1) Datang terlambat
2) Memakai perhiasan/aksesoris berlebihan di sekolah.
3) Memakai make-up berlebihan di sekolah.
4) Bolos pada jam sekolah.
5) Berbelanja di luar sekolah pada jam sekolah(kecuali kantin tutup)
6) Membawa dan merokok di sekolah.
7) Membawa dan mengkonsumsi minuman keras di sekolah.
8) Membawa, memakai dan mengedarkan obat-obatan terlarang.
9) Mengganggu kelas lain pada jam sekolah.
10)Mengganggu orang lain pada saat sembahyang/Tri Sandya.
11)Berada di luar sekolah pada jam sekolah.
12)Terlibat dalam perkelahian dan main hakim sendiri.
13)Mengikuti kegiatan/organisasi terlarang..
14)Melakukan corat-coret tidak pada tempatnya.
15)Membawa barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan keperluan
pembelajaran.
16)Membawa gambar, foto, vcd, film porno ke sekolah.
17)Membawa dan mengedarkan selebaran gelap yang mengakibatkan
keresahan.
18)Membawa mobil ke sekolah.
19)Membawa dan meledakkan petasan di sekolah.
20)Membawa senjata tajam/senjata api tanpa seijin guru.
21)Menyemir/men-cat rambut.
22)Berada di tempat parkir dan duduk di atas kendaraan saat jam sekolah.
23)Membuang sampah sembarangan.
24)Menyontek dan atau kerjasama (melakukan kecurangan) pada saat
evaluasi.
25)Berbicara, bersikap dan bertindak tidak sopan terhadap warga sekolah.
26)Melakukan perbuatan yang tergolong pelecehan seksual.
27)Bermain judi di sekolah.
28)Melompati tembok/pagar dan duduk di atas tembok/pagar pembatas
sekolah.
29)Melakukan pemerasan/pemalakan.
30)Berada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung.
31)Kepala botak/gundul.
32)Membawa dan atau mencuri barang/buku/inventaris sekolah
10
BAB VI
PELANGGARANDAN SANKSI
Pasal 12
Jenis Pelanggaran
1) Peserta didik yang melanggar Peraturan Tata tertib diklasifikasikan menjadi
3 (tiga) jenis pelanggaran yaitu:
a) Pelanggaran ringan,
b) Pelanggaran sedang, dan
c) Pelanggaran berat
2) Pelanggaran ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (a) terkait
dengan pelanggaran:
a) Datang terlambat, seperti:
a. Datang/hadir di sekolah setelah berbaris di lapangan untuk Tri
Sandya bersama
b. Masuk kelas setelah jam pelajaran dimulai
c. Masuk kelas setelah KBM dimulai (setelah jam olahraga)
b) Keluar/masuk kelas pada jam pelajaran tanpa seizin guru.
c) Keluar/masuk sekolah tanpa izin selama jam sekolah.
d) Tidak melaksanakan tugas piket di kelas dan luar kelas.
e) Makan dan minum di dalam kelas pada saat KBM berlangsung.
f) Berpakaian seragam sekolah tidak lengkap, seperti:
a. Tanpa topi saat upacara bendera
b. Tanpa tanda lokasi
c. Tanpa emlim
d. Tanpa label nama
e. Tanpa dasi
f. Tanpa ikat pinggang hitam berlogo sekolah
g. Tanpa baju dalam, kaos singlet warna putih polos
h. Tanpa sepatu hitam sesuai kriteria sekolah
i. Tanpa tali sepatu hitam
j. Tanpa kaos kaki putih polos
k. Kemeja lengan panjang yang dilipat atau tidak dikancingkan
l. Tidak memasukkan baju sesuai ketentuan
m.Pakaian ketat atau ciut tidak sesuai ketentuan ukuran,tidak boleh
celana diatas mata kaki bagi laki-laki,rok tidak boleh diatas lutut
bagi perempuan
n. Pakaian berisi hiasan/aksesoris
g) Membuang sampah tidak pada tempatnya.
h) Berada di tempat parkir tanpa keperluan jelas saat jam sekolah.
i) Berhias berlebihan bagi wanita, seperti:
a. Memakai lipstick
b. Memakai anting yang tidak wajar
c. Memakai kalung di leher
d. Hiasan rambut selain pita yang telah ditetapkan sekolah
e. Alis sengaja digundul
f.Memakai hiasan pakaian/bros
g. Memakai rantai/gelang di pergelangan tangan/kaki
j) Berhias bagi pria, seperti:
a. Memakai kalung di leher
b. Memakai anting dan sejenisnya
c. Memakai rantai/gelang di pergelangan tangan/kaki
d. Memakai sumpel di hidung/mulut
k) Tidak memperhatikan panggilan guru atau membandel (siswa yang
dipanggil tidak datang).
l) Rambut tidak rapi bagi pria, seperti:
11
a. Ke samping melewati daun telinga
b. Ke depan melewati kening
c. Ke belakang mengenai kerah baju
d. Rambut samping tidak dicaping rapi
e. Tidak disisir rapi
f.Di cat/di semir
g. Kepala gundul
m) Rambut tidak rapi bagi wanita, seperti:
a. Tidak dikepang/dijalin 2 (dua)
b. Tidak memakai pita sesuai ketentuan
c. Tidak disisir rapi
d. Di cat/di semir
n) Berada di luar kelas saat KBM berlangsung.
o) Tidak membuat PR atau tugas.
p) Nyontek/kerjasama (melakukan kecurangan) saat evaluasi.
q) Duduk di meja dan sandaran kursi.
r) Bercanda dan mengganggu teman saat sembahyang/Tri Sandya.
s) Tidak masuk sekolah tanpa alasan.
t) Tidak mengikuti upacara bendera di sekolah tanpa alasan.
3) Pelanggaran sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (b) terkait
dengan pelanggaran:
a) Membuat surat izin palsu, seperti:
a. Surat dibuat dengan alasan tidak sebenarnya
b. Memalsukan tanda tangan orangtua/wali
c. Surat dibuat oleh teman dan ditanda tangani oleh si pembuat
b) Membolos, seperti:
a. Meninggalkan sekolah pada jam sekolah tanpa izin guru
piket/wali/BK
b. Meninggalkan kelas saat jam pelajaran tanpa seizin guru yang
mengajar
c. Tidak ada di ruang kelas saat jam pelajaran berlangsung tanpa
izin guru
c) Membawa buku, gambar, vcd, film porno ke sekolah.
d) Melindungi teman yang bersalah, seperti:
a. Mendiamkan tanpa melaporkan teman yang salah
b. Memberikan kesaksian yang tidak benar
e) Melompati tembok/pagar pembatas sekolah atau duduk di atas
tembok/pagar pembatas sekolah.
f) Tidak mengikuti upacara bendera di sekolah tanpa alasan.
g) Mengganggu atau mengacau kelas lain, seperti:
a. Memanggil siswa yang sedang mengikuti KBM dari luar tanpa
minta izin guru yang mnegajar di kelas
b. Mengganggu siswa yang sedang mengikuti KBM dari luar kelas
c. Mengganggu siswa sekelas yang sedang mengikuti KBM di dalam
kelas
h) Bersikap tidak sopan/menentang guru dan karyawan sekolah.
i) Mencorat-coret/merusak sarana/prasarana dan fasilitas sekolah.
j) Parkir tidak pada tempat yang telah ditentukan
k) Membawa sepeda motor tidak standar (dipreteli)
4) Pelanggaran berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf (c) terkait
dengan pelanggaran:
a) Membawa dan merokok di sekolah.
b) Memalsukan tanda tangan guru, pegawai, wali kelas dan Kepala
Sekolah.
c) Membawa dan mengkonsumsi minuman keras (miras) di sekolah.
d) Membawa, memakai dan mengedarkan obat terlarang.
12
e) Berkelahi dan main hakim sendiri.
f) Merusak sarana prasarana dan fasilitas sekolah.
g) Mencuri/mengambil tanpa izin sarana, prasarana dan fasilitas milik
kelas, sekolah dan orang lain.
h) Membawa dan mengedarkan selebaran gelap yang mengakibatkan
keresahan.
i) Membawa senjata tajam/senjata api tanpa izin.
j) Mengubah/memalsukan raport dan data lainnya.
k) Mengikuti/memasuki kegiatan organisasi/geng terlarang.
l) Melakukan pelecehan seksual.
m) Melakukan pemerasan/pemalakan/meminta secara paksa.
n) Bermain judi di sekolah.
o) Mencaci maki guru/menantang guru dan pegawai sekolah.
p) Menyerang, memukul, menganiaya guru, siswa dan pegawai sekolah.
q) Mencemarkan nama baik sekolah.
r) Membawa dan meledakkan petasan di sekolah.
s) Bertatoo di bagian tubuh
Pasal 13
Jenis Sanksi Pelanggaran
Sanksi terhadap pelanggaran dapat berupa:
a) Teguran lisan.
b) Teguran tertulis (peringatan/dengan surat pernyataan).
c) Pemberian Tugas Khusus seperti literasi di lapangan ketika di pagi hari
d) Mengganti atau membiayai kerugian yang ditimbulkan.
e) Skorsing selama tiga sampai dengan sepuluh hari berturut-turut.
f) Dikembalikan ke orang tua.
BAB VII
MEKANISME PEMBINAAN,
PENJATUHAN SANKSI DAN KREDIT POINT
Pasal 14
1) Peserta didik yang melanggar Peraturan tata tertib, wajib dilakukan langkah-
langkah pembinaan sesuai dengan jenis pelanggaran untuk selanjutnya
diterapkan sanksi yang bersesuaian.
2) Atas pelanggaran yang dilakukan, peserta didik wajib diberikan pembinaan
melalui peringatan lisan maupun tertulis (dengan surat pernyataan) sebelum
dikenakan kredit point.
3) Apabila peserta didik yang melakukan pelanggaran apapun jenisnya dan telah
diperingatkan 3 (tiga) kali, dikenakan kredit point sesuai dengan jenis
pelanggarannya yang diatur dalam ketentuan kredit point
Pasal 15
1) Dalam hal peserta didik melakukan jenis pelanggaran ringan maka
dilakukan langkah-langkah pembinan sebagai berikut;
a) Peserta didik diperingatkan dengan teguran lisan oleh guru/pegawai yang
menemukan pelanggaran tersebut.
b) Guru/pegawai yang menemukan pelanggaran tersebut dapat memberikan
tugas khusus sebagai peringatan untuk menyadarkan peserta didik atas
13
kesalahan/kekeliruannya.
2) Dalam hal peserta didik melakukan jenis pelanggaran sedang maka
dilakukan langkah-langkah pembinan sebagai berikut:
a) Guru/pegawai yang menemukan pelanggaran wajib menyampaikan
kepada guru wali untuk secara bersama-sama membina dan
memperingatkan dan memberikan teguran.
b) Apabila dipandang perlu, wali kelas dapat meminta bantuan guru
BK/ass/waka kesiswaan untuk secara bersama-sama melakukan
pembinaan dan menjatuhkan sanksi teguran tertulis dalam bentuk surat
pernyataan.
3) Dalam hal peserta didik melakukan jenis pelanggaran berat maka
dilakukan langkah-langkah pembinan sebagai berikut:
a) Guru/pegawai yang menemukan pelanggaran wajib menyampaikan
temuannya kepada guru wali dan guru BK/Waka Kesiswaan untuk secara
bersama-sama membina dan memperingatkan dan memberikan teguran.
b) Bila dipandang perlu untuk menghadirkan orang tua, wajib
dikomunikasikan untuk selanjutnya dilaksanakan sidang kasus dengan
pemberian sanksi berupa surat pernyataan bermeterai yang diketahui
orang tua/wali siswa.
c) Penjatuhan sanksi sebagaimana tersebut pada pasal 13 huruf e dan f
dilakukan melalui sidang kasus dengan menghadirkan para pihak yang
terkait.
Pasal 16
1) Peserta didik yang telah mencapai akumulasi kredit poit 75 - 100 maka
kepada siswa yang bersangkutan diberikan peringatan tertulis dan wajib
menandatangani surat pernyataan bermeterai untuk tidak melakukan
pelanggaran tata tertib lagi.
2) Peserta didik yang telah mencapai akumulasi kredit poit 150 atau lebih
dilakukan sidang kasus dengan menghadirkan pihak terkait dalam rangka
penjatuhan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 13 huruf f.
3) Dalam hal peserta didik melakukan pelanggaran tindak pidana berat, terlibat
narkoba dan sejenisnya, maka peserta didik langsung dikembalikan kepada
orang tua sebagaimana sanksi yang diatur pada pasal 13 huruf f.
Pasal 17
Pengurangan kredit point
1) Peserta didik yang pernah melakukan pelanggaran tata tertib dan dicatatkan
dalam buku kredit point dapat mengajukan pengurangan kredit point.
2) Pengajuan pengurangan kredit point sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan setelah yang bersangkutan menunjukkan sikap perilaku kearah
yang lebih baik/tidak melakukan pelanggaran selama dalam kurun waktu 1
(satu) semester atau memperoleh kejuaraan yang bersifat individual dalam
bidang akademik maupun non akademik yang mengangkat prestise/
mengharumkan nama baik sekolah.
3) Pengajuan pengurangan kredit point dapat dilakukan pada setiap akhir
semester sepanjang yang bersangkutan secara terus menerus tidak lagi
ditemukan melakukan pelanggaran tata tertib.
4) Pengajuan pengurangan kredit point sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diusulkan melalui guru/wali kelas kepada wakasek bidang kesiswaan untuk
selanjutnya disampaikan kepada Kepala sekolah guna mendapatkan
14
persetujuan.
5) Besarnya pengurangan kredit point diatur sebagai berikut:
a) Menunjukkan perubahan sikap perilaku dengan tidak ditemukan
melakukan pelanggaran dalam kurun waktu 1 (satu) semester mendapat
pengurangan sebesar 50 % dari jumlah total kredit point.
b) Mengangkat nama baik sekolah pada kegiatan mengikuti lomba-lomba
akademik/non akademik yang bersifat individual dan mendapatkan
kejuaraan di tingkat kabupaten (juara 1 35%, juara 2 25%, juara 3 20%,
juara harapan 15%), lomba tingkat Provinsi/Nasional (juara 1 60%, juara
45%, juara 3 40%, juara harapan 35%), lomba tingkat Nasional (juara 1
90%, juara 70%, juara 3 65%, juara harapan 60%) dan tingkat
Internasional 100%.
c) Dasar pengurangan kredit point untuk lomba yang berjenjang digunakan
prosentase kejuaraan di tingkat yang paling tinggi.
d) Pengurangan karena perolehan prestasi lomba berlaku untuk setiap jenis
dan jenjang lomba.
6) Pengurangan kredit point tidak berlaku bagi peserta didik yang telah pernah
mendapatkan pengurangan kredit point, tetapi terbukti kembali lagi
melakukan pelanggaran tata tertib.
BAB VIII
PASAL TAMBAHAN TATA TERTIB PENGGUNAAN
HANDPONE (ANDROID)
PASAL 1
PENGGUNAAN
1) Penggunaan HP adalah untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar.
2) HP diijinkan digunakan di kelas saat proses belajar mengajar atas ijin dan
sepengetahuan guru yang mengajar saat itu.
3) Siswa dilarang memegang, menghidupkan, memperlihatkan, dan/atau
menggunakan HP di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung tanpa ijin
guru yang mengajar saat itu.
4) Siswa dilarang mendengarkan musik dengan volume yang dapat
mengganggu kelas yang sedang melakukan proses pembelajaran.
5) Siswa dilarang mendengarkan musik dengan volume yang dapat
mengganggu siswa lain yang sedang belajar di kelas atau terdengar sampai
ke luar kelas.
6) Siswa dilarang bermain game, baik selama PBM maupun di luar PBM (jam
istirahat) atau saat berada di lingkungan sekolah pada hari efektif belajar,
kecuali pada hari-hari khusus yang diijinkan oleh sekolah.
7) Siswa dilarang berselancar di sosial media (facebook, instagram, whatsapp,
youtube, dan lain-lain) saat berada di sekolah, kecuali digunakan untuk
mendukung PBM atau sepengatahuan dan seijin guru.
8) Siswa tidak diperkenankan sengaja datang untuk berfoto-foto di areal
Padmasana sekolah.
9) Siswa bertanggungjawab untuk menjaga keamanan HP dari kehilangan
selama berada di areal sekolah. Jika terjadi kehilangan HP, bukan menjadi
tanggungjawab sekolah.
PASAL 2
15
SANKSI- SANKSI
1. Apabila siswa ketahuan sekali melanggar tata tertib penggunaan HP
sebagaimana disebutkan pada pasal 1, maka HP akan disita oleh sekolah
dan hanya bisa diambil oleh orangtua/wali.
2. Apabila siswa ketahuan dua (2) kali melanggar tata tertib penggunaan HP
sebagaimana disebutkan pada pasal 1, maka HP akan disita oleh sekolah
dan hanya bisa diambil oleh orangtua/wali, dengan membuat surat
pernyataan bahwa siswa tidak akan membawa HP ke sekolah.
3. Apabila siswa ketahuan tiga (3) kali melanggar tata tertib penggunaan HP
sebagaimana disebutkan pada pasal 1 maka HP akan disita oleh sekolah
dan hanya bisa diambil oleh orangtua/wali, kemudian siswa tersebut
dibina bersama orangtua/walinya.
BAB IX
PENUTUP
Pasal 18
1) Hal-hal lain yang belum diatur dalam peraturan ini dan dipandang perlu
penyesuaian yang diakibatkan dengan adanya peraturan/regulasi yang
baru maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
2) Peraturan Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Amlapura ini berlaku pada
tanggal ditetapkan untuk diketahui oleh peserta didik, guru, pegawai,
orang tua siswa dan stakeholder yang berpekentingan.
Ditetapkan di Amlapura
Pada tanggal 14 Juli 2021
Kepala SMA Negeri 3 Amlapura,
Drs. I Komang Sudiana, M.Pd
NIP19670727 199512 1 006
16
JANJI SISWA
Kami siswa-siswi SMA Negeri 3 Amlapura berjanji:
1. Percaya dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Merawat kebhinnekaan, setia kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
3. Senantiasa bersikap jujur, disiplin, berani dan bertanggungjawab.
4. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, berbakti kepada
orang tua, guru/pegawai, serta nusa dan bangsa.
5. Dengan sungguh-sungguh menaati segala peraturan/perundang-
undangan dan tata tertib sekolah, dan apabila melanggar siap untuk
dibina sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
17
VISI MISI SEKOLAH
VISI:
“Membangun Insan Cerdas Unggul Kompetitif dan Berkarakter
Berlandaskan Kearifan Lokal Bali”
Penjabaran Visi
1. Membangun insan Cerdas yakni insan yang memiliki kecerdasan intelektual,
kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial
2. Membangun insan Unggul yakni insan yang unggul dalam prestasi akademik,
dan unggul dalam prestasi non akademik
3. Membangun insan Kompetitif yakni insan yang berdaya saing, visioner,
kreatif/inovatif, dan produktif
4. Membangun insan Berkarakter yakni insan yang memiliki sikap jujur, disiplin,
nasionalis, beretika, dan berbudaya.
Misi
1. Untuk mewujudkan insan cerdas:
a. Menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui
peningkatan pemahaman tentang ajaran tatwa, etika dan upacara
keagamaan;
b. Meningkatkan mutu lulusan melalui peningkatan mutu proses
pembelajaran
c. Membangun kesadaran dan rasa kepercayaan diri melalui kegiatan
ekstrakurikuler,serta bimbingan dan konseling;.
d. Membiasakan warga sekolah untuk selalu berpikir positif, saling menghargai
dan saling menghormati berlandaskan saling asah, saling asih dan saling
asuh melalui kegiatan organisasi sekolah, pelajaran kepanduan, kegiatan
sosial dan pembiasaan sehari-hari.
e. Mengupayakan keterlaksanaan wajar 12 tahun dengan dukungan
pendanaan dan program beasiswa
f. Meningkatkan Penguasaan keterampilan penggunaan IT untuk mendukung
pembelajaran
2. Untuk mewujudkan insan unggul:
a. Menanamkan semangat agar warga sekolah memiliki kemampuan kognitif
yang optimal sehingga bisa meraih prestasi/juara melalui pembelajaran di
kelas, pembinaan khusus dan memberikan peluang untuk mengikuti lomba-
lomba akademik;
b. Meningkatkan kemampuan warga sekolah sesuai dengan talenta atau bakat
yang dimiliki secara optimal sehingga bisa meraih prestasi/juara melalui
kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan khusus dan memberikan peluang
untuk mengikuti lomba-lomba non akademik.
18
3. Untuk mewujudkan insan kompetitif:
a. Membiasakan warga sekolah untuk saling bersaing secara positif dalam
menuntut ilmu dengan memberikan kesempatan dan ruang kepada siswa
untuk berprestasi;
b. Membiasakan warga sekolah agar mempunyai kemampuan untuk melihat ke
depan, melebihi penglihatan orang lain melalui budaya literasi;
c. Membiasakan warga sekolah untuk berkreasi menciptakan sesuatu yang
baru atau berbeda dari yang lain melalui pendidikan kewirausahaan dan
keterampilan;
d. Membiasakan warga sekolah yang selalu berpikir dan berbuat untuk dapat
terus berkarya, menciptakan sesuatu (produktif) yang akan memiliki nilai
serta manfaat baik terhadap dirinya sendiri serta orang lain melalui kegiatan
ekstrakurikuler.
4. Untuk mewujudkan insan berkarakter:
a. Memupuk sikap yang lurus hati, tidak berbohong atau berkata hal-hal yang
menyalahi apa yang terjadi melalui pendidikan agama dan budi pekerti;
b. Membiasakan warga sekolah untuk taat atau patuh kepada tata tertib dan
peraturan yang berlaku melalui kegiatan pembinaan dan penegakan disiplin;
c. Menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada warga sekolah
melalui kegiatan peringatan hari-hari besar nasional, penghormatan
terhadap simbol-simbol negara, dasar negara Pancasila serta makna
semboyan Bhineka Tunggal Ika;
d. Menanamkan etika atau norma kesusilaan yang akan menentukan tingkah
laku yang benar kepada warga sekolah melalui pembiasaan atau budaya
Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S),
e. Memupuk kesadaran warga sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan,
keindahan, dan kelestarian lingkungan sekolah melalui pembiasaan budaya
bersih lingkungan, pengelolaan sampah berbasis sumber serta penataan
lingkungan sekolah.
f. Memupuk kesadaran warga sekolah tentang harkat dan martabat budaya
sebagai khasanah hasil karya cipta manusia unggul dalam rangka
pelestarian budaya lokal dan budaya nusantara melalui pembelajaran seni
budaya, kegiatan ekstrakurikuler serta pementasan atraksi-atraksi budaya
pada kegiatan sekolah maupun event-event atau lomba yang dilaksanakan
oleh pemerintah/masyarakat;
19
Lampiran Tabel Pelanggaran Kredit Point:
NO KATEGORI/JENIS PELANGGARAN KREDIT
POINT
A PELANGGARAN RINGAN
1 Tidak melaksanakan tugas piket di kelas dan luar kelas. 1
2 Datang terlambat. 2
3 Keluar/masuk kelas pada jam pelajaran tanpa izin guru. 2
4 Keluar/masuk sekolah tanpa izin selama jam sekolah. 2
5 Makan dan minum di dalam kelas saat KBM berlangsung. 2
6 Pakaian seragam sekolah tidak lengkap. 2
7 Membuang sampah tidak pada tempatnya. 2
8 Berada di tempat parkir tanpa keperluan yang jelas saat jam 2
sekolah.
9 Berhias berlebihan bagi wanita. 2
10 Berhias bagi pria. 2
11 Tidak memperhatikan panggilan guru atau membandel (siswa yang 2
dipanggil tidak datang).
12 Rambut tidak rapi bagi wanita. 2
13 Rambut tidak rapi bagi pria. 2
14 Berada di luar kelas pada saat KBM berlangsung. 2
15 Tidak membuat tugas sekolah atau PR. 2
16 Duduk di meja dan sandaran kursi. 2
17 Bercanda dan mengganggu teman saat sembahyang/Tri Sandya. 2
18 Tidak masuk sekolah tanpa alasan. 2
19 Nyontek atau kerjasama (melakukan kecurangan) pada saat 3
evaluasi.
20 Tidak ikut upacara bendera di sekolah tanpa alasan yang jelas. 3
B PELANGGARAN SEDANG 6
1 Membuat surat izin palsu. 6
2 Membolos saat KBM berlangsung. 6
3 Melindungi teman yang bersalah. 8
4 Melompati tembok/pagar pembatas sekolah atau duduk di atas
8
pagar/pembatas sekolah
5 Tidak ikut upacara bendera hari besar nasional yang ditugaskan 8
8
ke lapangan tanpa alasan yang jelas 10
6 Mengganggu kelas lain
7 Parkir tidak pada tempat yang telah ditentukan. 10
8 Membawa sepeda motor tidak standar (dipreteli) 30
30
9M Mencorat-coret sarana prasarana dan fasilitas sekolah 30
10 Membawa buku porno ke sekolah. 30
11 Membawa film porno ke sekolah. 30
12 Membawa gambar porno ke sekolah.
13 Membawa vcd porno ke sekolah.
14 Bersikap tidak sopan terhadap guru dan pegawai sekolah
15 Mebullying siswa lain atau warga sekolah 30
C PELANGGARAN BERAT 50
1 Membawa rokok ke sekolah. 50
2 Merokok di sekolah.
20
3 Memalsukan tanda tangan guru, pegawai, wali kelas, Kepala 50
Sekolah
4 Merusak sarana prasarana dan fasilitas sekolah. 50
5 Membawa dan mengedarkan selebaran gelap yang mengakibatkan 50
keresahan
6 Mengikuti dan memasuki kegiatan organisasi terlarang. 50
7 Melakukan pemerasan/pemalakan/meminta dengan cara paksa. 50
8 Membawa dan. Mengkonsumsi minuman keras (miras) di sekolah. 50
9 Membawa petasan ke sekolah. 50
10 Meledakkan petasan di sekolah 50
11 Berkelahi dan main hakim sendiri 75
12 Mencuri/mengambil tanpa izin sarana/ prasarana dan fasilitas 75
milik kelas, sekolah dan orang lain
13 Membawa senjata tajam/senjata api ke sekolah tanpa izin. 75
14 Mengubah/memalsukan raport dan data lainnya. 75
15 Berkata kasar/menantang guru dan pegawai sekolah. 150
16 Melakukan pelecehan seksual. 150
17 Bermain judi di sekolah 100
18 Menyerang, memukul, menganiaya guru, siswa dan pegawai 150
sekolah.
19 Mencemarkan nama baik sekolah 150
20 Membawa, memakai dan mengedarkan obat-obatan terlarang. 150
21 Bertato di bagian tubuh 150
CATATAN PELANGGARAN TATA TERTIB DAN PEMBINAAN
No Hari/Tanggal Jenis Pelanggaran Kredit Paraf Paraf
Point Petugas orang
tua
21
CATATAN PELANGGARAN TATA TERTIB DAN PEMBINAAN
No Hari/Tanggal Jenis Pelanggaran Kredit Paraf Paraf
Point Petugas orang
tua
22
CATATAN PELANGGARAN TATA TERTIB DAN PEMBINAAN
No Hari/Tanggal Jenis Pelanggaran Kredit Paraf Paraf
Point Petugas orang
tua
23
24
IDENTITAS PESERTA DIDIK
Nama Siswa : .......................................................................
NIS/NISN : .......................................................................
Tempat, Tgl. Lahir : .......................................................................
Sekolah Asal : .......................................................................
Agama : .......................................................................
Nama Orang Tua/Wali : ........................................................................
Alamat Orang Tua/Wali : ........................................................................
.......................................................................
No. Telp./HP Ortu/Wali : ........................................................................
PAS FOTO
3 x 4 cm
25