• Traktus motor (desenden), berperan membawa impuls motor dari otak ke
medulla spinalis dan dari saraf spinal menuju ke tubuh. Traktus motor
berfungsi menghantarkan impuls untuk koordinasi dan ketepatan gerakan
volunteer (sadar).
Sistem Saraf Tepi
Sistem saraf tepi (sistem saraf perifer ) menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat
saraf (otak dan sumsum tulang belakang). Sistem ini meliputi saraf kranial yang berasal dari
otak dan saraf spinal yang berasal dari medulla spinalis.
a. Saraf Kranial
Saraf kranial (cranial nerve, CN), terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar
tersusun dari serabut sensori dan motor, tetapi beberapa saraf hanya tesusun dari
serabut sensori.
b. Saraf Spinal
Setiap saraf spinal terdiri atas satu radiks dorsal (posterior) dan ventral
(anterior). Setiap radiks yang memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7 – 10
cabang radiks. Radiks dorsal terdiri atas kelompok serabut sensori yang memasuki
korda, sedangkan radiks ventral terdiri atas kelompok serabut motor dari korda.
• Sistem saraf simpatis
Serat saraf simpatis berasal dari segmen toraks dan lumbar
medulla spinalis. Sebagian besar serat praganglion sangat pendek,
memiliki sinapsis, dan memiliki badan sel neuron pascaganglion yang
berada di dalam ganglion pada rantai ganglion simpatis di sepanjang
kedua sisi medulla spinalis.
• Sistem saraf parasimpatis
Serat saraf parasimpatis berasal dari area kranial atau otak dan
sakrum. Serat praganglion parasimpatis lebih panjang daripada serat
praganglion simpatis, karena mencapai ganglion terminal di dalam
atau di dekat efektor. Serat pascaganglion sangatnpendek dan berakhir
di sel-sel organ.
9.2. Sistem Hormon Pada Manusia
Sistem hormon adalah salah satu perangkat tubuh yang terdiri dari berbagai jenis
hormon. Hormon sendiri adalah zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar
yang tergabung ke dalam sistem endokrin.
Sistem endokrin, adalah jaringan kelenjar penghasil hormon, yang berperan dalam
komunikasi antar sel. Selain testis dan ovarium, ada beraam kelenjar penghasil
horman di tubuh manusia.
Ada beberapa karakteristik Kalenjar Endokrin diantaranya :
1. Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran atau duktus dan
menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel – sel.
2. Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid
yang hanya menyekresi hormon paratiroid.
3. Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan
ditopang oleh jaringan ikat.
4. Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda – beda, ada
yang seumur hidup (contohnya : hormon metabolisme), dimulai pada masa tertentu
(contohnya : hormon kelamin), atau bekerja sampai pada masa tertentu (contohnya :
hormon pertumbuhan).
5. Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan
senyawa nonhormon (misalnya glukosa dan kalsium) dalam darah, serta impuls saraf.
Selain itu ada juga Kelenjar eksokrin yaitu kelenjar yang berperan dalam
membantu proses sekresi zat hormon dari dalam tubuh, misalnya melalui keringat dan
enzim yang terdapat pada mulut. Fungsi Sistem Hormon Tubuh melalui sistem
endokrin memproduksi berbagai jenis hormon agar dapat berfungsi dengan baik.
Setelah diproduksi oleh kelenjar endokrin, hormon akan didistribusikan ke organ
tubuh yang menjadi tempatnya menjalankan fungsinya
Kelenjar Eksokrin
Secara garis besar, fungsi hormon pada manusia utamanya berkaitan dengan:
Pertumbuhan dan perkembangan tubuh Pencernaan makanan Reproduksi & fungsi
seksual Penyerapan gizi Fungsi kognitif Kinerja organ jantung Siklus tidur Apabila
hormon mengalami gangguan, entah itu produksi hormon yang kurang atau lebih
sekalipun, tubuh tidak akan bisa berfungsi secara optimal dan justru mengalami
gangguan kesehatan.
Beberapa kelenjar dalam sistem endokrin atau sistem hormon
Ada banyak kelenjar yang menjadi bagian dari sistem endokrin. Beberapa di
antaranya mungkin sudah Anda kenal. Misalnya, testis (testes) pada pria dan ovarium
pada wanita, menghasilkan hormon-hormon reproduksi. Namun, sebenarnya, ada
beragam kelenjar penghasil hormon, di dalam tubuh manusia.Secara singkat, berikut
ini beberapa kelenjar di sistem endokrin atau sistem hormon, yang penting untuk
diketahui.
1. Kelenjar pituitari
Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis terletak di dasar organ otak, dengan ukuran
tak lebih dari sebiji kacang. Walau kecil, kelenjar pituitari dijuluki “kelenjar master”,
karena menghasilkan hormon yang dapat mengontrol kelenjar lain. Beberapa hormon
yang dihasilkan kelenjar pituitari, meliputi:
• Hormon pertumbuhan (GH), yang merangsang pertumbuhan tulang dan
jaringan tubuh lain
• Hormon prolaktin, yang mengaktifkan produksi ASI pada ibu menyusui
• Hormon antidiuretik, membantu mengontrol keseimbangan cairan tubuh pada
ginjal
• Hormon oksitosin, yang membantu kontraksi dinding rahim saat persalinan
2. Hipotalamus
Hipotalamus adalah bagian otak, yang menghubungkan sistem endokrin dengan
sistem saraf. Sel saraf di hipotalamus menghasilan hormon, yang mampu mengontrol
hormon-hormon hasil produksi kelenjar pituitari. Hipotalamus dapat mengumpulkan
informasi dari otak, yang kemudian akan disampaikan ke kelenjar pituitari.
3. Kelenjar pineal
Kelenjar pineal terletak di bagian tengah otak. Kelenjar sistem endokrin ini
menghasilkan hormon melatonin, yang membantu Anda tertidur lelap.
4. Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid berlokasi di bagian bawah depan leher, yang berbentuk seperti kupu-
kupu. Ada beberapa hormon yang disekresikan kelenjar tiroid. Beberapa di antaranya,
hormon tiroksin dan tri-iodotironina. Hormon tiroid tersebut bertugas dalam proses
metabolisme energi.
5. Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid adalah kumpulan empat kelenjar kecil, yang menghasilkan
hormon paratiroid. Hormon paratiroid berfungsi mengendalikan kadar kalsium di
aliran darah.
6. Kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal terdiri atas dua bagian, yaitu korteks adrenal di bagian luar, dan
medulla adrenal di bagian dalam.
Nama kelenjar ini mungkin mengingatkan Anda pada kata ‘adrenalin’. Memang,
salah satu hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal adalah hormon adrenalin
(dikenal juga dengan homon epinephrin). Hormon ini membuat detak jantung dan
tekanan darah Anda meningkat, saat dilanda stres.
7. Kelenjar reproduksi (testis dan ovarium)
Sesuai namanya, kelenjar reproduksi sebagai bagian dari sistem endokrin
menghasilkan hormon yang berkaitan dengan seksualitas dan reproduksi manusia.
Pada pria, Anda tentu mengenal testosteron. Testosteron merupakan jenis hormon
androgen paling penting, yang dihasilkan oleh testis.Sementara itu, tubuh wanita
memiliki hormon estrogen dan progesteron. Hormon 'wanita' ini dikeluarkan oleh
indung telur (ovarium), yang berperan dalam perkembangan seksual, kehamilan, dan
mentruasi wanita.Selain bertindak sebagai penghasil hormon, testis dan ovarium juga
memiliki peran non-hormonal. Testis menghasilkan sel sperma, dan ovarium
memproduksi sel telur.
8. Pankreas
Pankreas terletak di belakang lambung. Dalam sistem endokrin, pankreas
menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Keduanya berperan penting untuk
mengontrol kadar gula darah (glukosa). Bagian penghasil hormon di kelenjar
pankreas disebut dengan pankreas endokrin.Selain terlibat dalam sistem endokrin atau
sistem hormon, kelenjar pankreas juga berperan dalam sistem pencernaan dengan
menghasilkan enzim, seperti enzim lipase untuk memecah lemak. Bagian pankreas
penghasil enzim tersebut dikenal sebagai pankreas eksokrin.
BAB 10 SISTEM REPRODUKSI
10.1. Jurnal Belajar
Pertemuan kali ini seperti biasa menggunakan google meet, Bu Puspa mengingatkan
kembali tentang tugas yang belum mengumpulkan agar segera mengumpulkannya.
Setelah itu, bu puspa menjelaskan tentang sistem reproduksi dan marcella
membantu untuk share screen mengenai power point yang bu puspa kirim lewat wa.
Bu Puspa menjelaskan tentang sistem reproduksi laki-laki dan perempuan.
BAB 11 SISTEM PERTAHANAN TUBUH
11.1. Jurnal Belajar
Pembelajaran kali ini tetap menggunakan google meet. Bu Puspa menjelaskan
materi mengenai sistem pertahanan tubuh. Bu puspa menjelaskan dari fungsi sistem
pertahan tumbuh, mekanisme pertahanan tubuh yang terbagi menjadi 2 yaitu:
1.) Pertahan nonsepisifik (alamiah), yang terdiri dari 4 macam yaitu,
pertahanan fisik, kimia, dan mekanisme terhadap agen infeksi,
fagositosis, inflamasi (peradangan),dan zat antimikroba nonspesifik
yang di produksi tubuh.
2.) Pertahanan spesifik (adaptif), yang meliputi dari komponen respons
imunitas spesifik, interaksi antibodi dan antigen, jenis imunitas
(kekebalan tubuh), sel-sel yang terlibat dalam respons imunitas,
mekanisme respons imunitas humoral (diperantarai antibodi), dan
mekanisme respons imuntas seluler (diperantarai sel).
REFLEKSI
Peristiwa
Pada saat pembelajaran Bu Puspa tidak lupa menyuruh untuk menulis jurnal dan pada saat
ada tugas, jurnal tersebut dikumpulkan bersama dengan tugas.
Perasaan
Asik karena kita disuruh membuat apa yang kita lakukan pada pembelajaran itu
Pembelajaran
Kita menjadi lebih tau dalam menggunakan word, lebih mendalami tugas yang
diberikan,mencari tau dari berbagai sumber dan membuat portofolio dengan terstruktur
Perubahan
Saya lebih banyak membaca dan mencari tau dari berbagai sumber untuk menambah
wawasan, lebih giat untuk menulis dan mengetik, sehingga kedepannya dapat dipertahankan
kalo bisa ditingkatkan lagi agar lebih baik.