The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dwirahayuretnowulan1, 2022-09-30 10:19:35

Kerajaan Maritim Masa Hindu Buddha

Kerajaan Maritim Masa Hindu Buddha

 Kerajaan Sriwijaya mencapai puncaknya pada masa
pemerintahan Raja Balaputradewa.

 Dalam Prasasti Nalanda (860 M), Balaputradewa mengajukan
permintaan kepada Raja Dewapaladewa dari Benggala untuk
mendirikan biara bagi para mahasiswa Sriwijaya yang belajar
di Nalanda.

 Balaputradewa adalah putra dari Samaratungga dari Dinasti
Syailendra yang memerintah di Jawa Tengah tahun 812 - 824
M.


FAKTOR PENYEBAB KEMUNDURAN DAN
KERUNTUHAN :

 Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa
990 M.

 Adanya serangan dari kerajaan Cola
Mandala yang diperintah oleh Raja
Rajendracoladewa dari India pada masa
kepemerintahan Sri
Sanggramawijayatunggawarman.

 Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam
Samudra Pasai.


 Politik : kerajaan
 Agama : budha
 Budaya : pengaruh dari agama budha
 Sosial : aturan hidup yang sudah stabil
 Ekonomi : pusat perdagangan laut
 Teknologi : pembuatan candi muara takus,

pembuatan wihara, menggunakan bahasa melayu
 Hubungan luar negeri : untuk memajukan agama

budha, balaputeradewa mengirimnkan banyak
pendeta muda untuk belajar di nandala, India


PENINGGALAN

CANDI MUARA CANDI MUARO JAMBI
TAKUS(JAMBI)


1. Lokasi kerajaan sriwijaya berada di Prasasti peninggalan
Palembang-sumatra selatan. kerajaan sriwijaya

2. Pendiri kerajaan adalah Dapunta Hyang. 1. Prasasati kedukan
bukit
3. Raja terbesar dan termahsyur yaitu
Balaputeradewa. 2. Prasasti telaga batu
3. Prasasti talang tuo
4. Kerajaan sriwijaya bernafaskan agama 4. Prasasti kota kapur
buddha. 5. Prasasti karang berahi
6. Prasasti palas
5. Budayanya terpengaruh oleh agama
buddha itu sendiri. pasemah
7. Prasasti ligor
6. Merupakan negara maritim. Ekonomi 8. Prasasti nalanda
dan teknologinya dengan perdangan laut
dan pembuatan candi muara takus.


Oleh:
Ilham Galih Pambudi, S.Pd., M.Pd.


 Didirikan oleh Raja Dirajaguru Jaya Singawarman pada
tahun 358 M.

 Mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja
Purnawarman.

 Raja Purnawarman sangat dihormati dengan digambarkan
sebagai Dewa Wisnu. Sebab Raja Purnawarman sangat
memperhatikan kehidupan rakyatnya.

 Pemerintahan Raja Purnawarman tertulis dalam prasasti
Ciaruteun.


 Menurut Prasasti Tugu, Raja Purnawarman telah memerintahkan untuk
menggali Sungai Candrabhaga dan mengalirkannya ke laut.

 Raja Purnawarman juga memerintahkan rakyatnya untuk menggali Sungai
Gomati sepanjang 6.112 tombak (12 Km). Diselesaikan dalam waktu 21
hari.

 Pembangunan sungai – sungai tersebut berguna sebagai sarana pengairan,
irigasi, pencegah banjir, dan transportasi.

 Kerajaan Tarumanegara memiliki pelabuhan yang menjadi pusat
perdagangan di kawasan Asia Tenggara.

 Komoditas perdagangan kerajaan Tarumanegara berupa emas, perak,
penyu, cula badak, dan gading.


 Kehidupan Sosial berdasarkan kasta dibagi menjadi Golongan Brahmana,
Ksatria, Waisya, dan Sudra

 Kehidupan sosial berdasarkan pemeluk agama / kepercayaan dibagi
menjadi 3 golongan, yaitu masyarakat yang beragama Hindu, Buddha, dan
yang berbudaya asli.

 Dari ketiga golongan itu masyarakat yang beragama Hindu merupakan
golongan terbesar.

 Kehidupan sosial di kerajaan Tarumanegara sudah berjalan teratur,
dibuktikan dalam prasasti Tugu yang menceritakan tentang pembangunan

sungai untuk kehidupan yang lebih baik.

 Raja Purnawarman juga memperhatikan kaum Brahmana dengan
mengadakan kurban hewan sapi.


 Kebudayaan masyarakat Tarumanegara telah mengenal budaya tinggi pada
zamannya, yaitu telah mengenal penulisan dengan menggunakan huruf
Pallawa dan berbahasa Sansekerta.

 Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya prasasti – prasasti yang
mengisahkan Tarumanegara dan ditulis menggunakan huruf Pallawa dan
berbahasa Sansekerta.


1. Sumber Prasasti

 Prasasti Ciaruteun (Citarum)
 Prasasti Tugu
 Prasasti Kebon Kopi
 Prasasti Prasasti Jambu
 Prasasti Koleangkak (Bukit Koleangkak)

2. Kronik dari Dinasti Tang (Berita Cina)

Kronik tersebut mengisahkan seorang musafir Cina bernama Fa-Hsien
datang ke Jawa Barat pada tahun 414 M. Fa-Hsien menyebutkan adanya

kerajaan To-lo-mo (Taruma) yang bergama Hindu.
Kronik lain dari Dinasti Tang mengisahkan bahwa pada tahun 430 M, 437

M, dan 452 M negara Ho-lo-an (Aruteun) di Cho-po (Jawa) mengirimkan
utusannya ke negeri Cina.


 Kerajaan Tarumanegara berakhir pada abad 7 M akibat
terjadinya perpecahan. Kerajaan tersebut pecah menjadi
2 yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

 Perpecahan tersebut disebabkan tidak adanya
pemimpin atau raja yang cakap setelah Raja
Purnawarman.


Click to View FlipBook Version