KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karuniannya
sehingga penulis dapat menyelesaikan modul IPA Terpadu Kelas VII Berbasis Etnosains yang
berjudul “Ekosistem “ dengan baik tanpa adanya halangan yang berarti sesuai dengan waktu
dan kesempatan yang telah diberikan. Penyusunan modul ini dimaksudkan untuk memenuhi
tugas mata kuliah Etnosains dan Kearifan Lokal serta menambah pengetahuan bagi para
pembacanya.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada kepada semua pihak yang telah membantu
dalam menyelesaiakan penyusunan modul pembelajaran ini, terutama kepada bapak Dr. Skunda
Diliarosta, MPd. sebagai dosen mata kuliah Etnosains dan Kearifan Lokal yang telah
membimbing penulis. Penulis berharap agar modul pembelajaran ini dapat diterima dan
bermanfaat khususnya bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya, sebagai salah satu sumber
pengetahuan dan bahan pembelajaran.
Penyusunan modul pembelajaran ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan
kekeliruan. Untuk itu penulis meminta maaf atas segala keterbatasan waktu dan kemampuan
penulis dalam menyelesaikan modul pembelajaran ini. Segala kritikdan saran yang membangun
dari rekan-rekan, dan dosen senantiasa penulis harapkan demi peningkatan kualitas modul
pembelajaran kedepan.
Padang, Desember 2020
Penulis
INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN
LINGKUNGANNYA
KOMPETENSI DASAR
3.7 Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya serta
dinamika populasi akibat interaksi tersebut
4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dengan
lingkungan sekitarnya
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. Menjelaskan konsep ekosistem dan tingkatan organisasi kehidupan
2. Mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik
3. Menjelaskan konsep bentuk saling ketergantungan antar makhluk hidup
4. Menjelaskan konsep bentuk saling ketergantungan antar makhluk hidup
5. Menyebutkan perbedaan antara rantai makanan dengan jaring – jaring
makanan, dan rantai makanan
MATERI AJAR
Pengertian Lingkungan Pengertian Ekosistem
Tingkat Organisasi Dalam Ekosistem Komponen Ekosistem
Pola – Pola Interaksi Antar Makhluk Hidup
Hubungan saling Ketergantungan Makhluk Hidup
PETA KONSEP
A. PENGERTIAN LINGKUNGAN
Perhatikanlah gambar 1. (a ), pada gambar 1.(a) terlihat burung bangau bertengger di
puncak pohon sedang berjemur setelah mencari makan di daerah sekitar Suaka Margasatwa,
Pulau Rambut, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pada gambar 1(b) terlihat seekor
biawak sedang mengendap – endap mencari mangsa di tempat yang sama dengan burung
bangau, oleh karena itu, jika burung bangau tersebut berada di bawah, maka bangau akan
menjadi santapan bagi biawak. Peristiwa spserti ini sering terjadi di semua tempat bahwa
sesama makhluk hidup saling berinteraksi.
(a) (b)
Gambar 1. (a) Burung bangau yang bertengger pada pohon,
(b) Seekor biawak sedang mengendap mencari makan di Suaka Margasatwa Pulau Rambut DKI Jakarta
Sumber: Dokumen pribadi Drs. Paskal Sukandar, M.Si
Istilah lingkungan berasal dari kata “Environment”, yang memiliki makna “The Physical,
chemical, and biotic condition surrounding an organism.” Berdasarkan istilah tersebut,
lingkungan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu
di luar individu merupakan sistem yang kompleks, sehingga dapat memengaruhi satu sama lain.
Kondisi yang saling memengaruhi ini membuat lingkungan selalu dinamis dan dapat berubah-
ubah sesuai dengan kondisi. Selain itu, komponen lingkungan itu dapat saling memengaruhi
dengan kuat. Ada saatnya kualitas lingkungan berubah menjadi baik dan tidak menutup
kemungkinan untuk berubah menjadi buruk. Perubahan itu dapat disebabkan oleh makhluk
hidup dalam satu lingkungan tersebut. Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu
komponen biotik dan abiotik.
1. Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan
jasad renik.
2. Komponen abiotik, terdiri atas benda-benda tidak hidup di antaranya air, tanah, udara,
dan cahaya.
B. PENGERTIAN EKOSISTEM
Berjalanlah ke pantai dan amatilah sekitarmu. Apakah kamu menemukan pohon kelapa?
Jika kamu mengamati suatu tempat dengan lebih teliti, kemungkinan kamu dapat menemukan
beberapa organisme yang hidup di sana. Sebagai contoh di Pantai mungkin kamu dapat
menemukan rumput, pohon kelapa, karang , kepiting dan pasir. Kebanyakan masyarakat menanam
pohon kelapa di tepih pantai, agar tidak terjadi abrasi dan dimanfaatkan oleh warga setampat untuk
meningkatkan pendapatan ekonomi. Ekosistem adalah interaksi antar makhluk hidup (biotik)
dengan faktor fisik lingkungannya (abiotik). Sekitar organisme tersebut dapat kamu jumpai
segala sesuatu yang tidak hidup, seperti tanah, udara, dan cahaya. Interaksi antara organisme
dan segala sesuatu yang tidak hidup akan membentuk ekosistem. Ekosistem disusun oleh
organisme (komponen hidup) yang saling berinteraksi satu dengan yang lain dan juga dengan
komponen tak hidup untuk membentuk unit kerja.
Gambar 2. Komponen hidup dan tak hidup yang menyusun ekosistem sungai.
Sumber : http://pantaiseperempatsurga.blogspot.com/2015/02/ekosistem-pantai-berdasarkan-jenisnya.html
C. TINGKAT ORGANISASI DALAM EKOSISTEM
Ekosistem tersusun atas makhluk hidup (biotik) dan benda mati (abiotik). Makhluk hidup
anggota ekosistem terdiri dari satuan – satuan yaitu :
1. Individu
Satu makhluk hidup tunggal dalam lingkungan disebut individu. Satu ekor penyu
disebut individu. Masyarakat banyak menanam tanaman jahe sebab memiliki khasiat
yang baik untuk tubuh, namun apakah tiap – tiap tanaman jahe dari serumput jahe juga
dapat disebut individu? Serumput jahe di atas tanah terlihat terdiri atas beberapa tanaman
jahe, tetapi kalau rumput itu kita gali ternyata tanaman jahe itu di hubungkan menjadi
satu oleh rizoma yang terletak di dalam tanah, jika rizoma kita putuskan tiap – tiap
bagian atau tanaman jahe dapat tumbuh sendiri.
2. Populasi
Populasi adalah kumpulan makhluk hidup sejenis ( satu spesies) yang hidup
dalam satu habitat. Ciri satu species yang sama adalah mempunyai bentuk, fungsi tubuh
dan tingkah laku yang sama serta fertil. Masyarakat banyak bercocok tanam tananam
padi disawah sehingga di dapatkan ekosistem sawah ditemukan populasi tanaman padi,
populasi rumput. Kepadatan populasi adalah jumlah populasi persatuan luas habitat
tertentu dan dalam kurung waktu tertentu.
Faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi, yaitu :
a. Perpindahan
b. Kematian (mortalitas)
c. Kelahiran (natalitas)
Gambar 3. Populasi Bunga Matahari
Sumber : https://simemet.wordpress.com/2014/06/19/makna-dibalik-keindahan-bunga/
Rumus untuk menghitng kepadatan populasi dapat ditulis sebagai berikut :
ℎ
Kepadatan populasi = ℎ
Misalnya pada tahun 2006 survei pohon buah – buahan di desa Sukamaju menemukan 4.500
pohon pisang, 3000 pohon mangga,dan 900 pohon rambutan. Luas daerah yang ditempati yaitu
12 hektar, maka kepadatan populasi pisang dapat dihitung sebagai berikut
4500 ℎ
Kepadatan populasi = 12 ℎ
3. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan populasi makhluk hidup yang hidup pada suatu daerah
tertentu dan saling berintegrasi satu sama lain, misalnya populasi ikan mas, populasi
mujair, dan populasi eceng gondok merupakan komunitas air di danau tersebut
4. Ekosistem
Suatu habitat selain terdapatnya berbagai species makhluk hidup, terdapat
komponen lain seperti air, tanah, cahaya matahari dan udara. Antara sesama anggota
komunitas dan di antara anggota komunitas dan komponen – komponen tersebut terjadi
hubungan interaksi yang saling mempengaruhi. Kesatuan ini membentuk sistem ekologi
disebut ekosistem. Berdasarkan proses terbentuk ekosistem dibedakan menjadi dua,
yaitu :
a) Ekosistem alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara ilmiah, misalnya karst, Karst
adalah bentangan alam yang terbentuk akibat proses pelarutan pada batuan karbonat
atau batuan mudah larut lainnya (seperti batu gamping). Pelarutan tersebut
menghasilkan bentuk yang unik dan menarik.
b) Ekosistem buatan yaitu ekosistem yang dibentuk secara sengaja oleh manusia,
misalnya ekosistem taman hutan raya. Taman hutan raya adalah kawasan pelestarian
dengan tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang asli atau bukan asli. Taman
hutan raya bermanfaat sebagai kawasan penelitian, ilmu pengetahuan, konservasi, dan
pariwisata.
5. Bioma dan Biosfer
Ekosistem – ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis
disebut Bioma, dan keseluruhan ekosistem atau bioma yang ada di bumi membentuk
biosfer, di bumi terdapat 6 bioma utama yaitu bioma gurun, padang rumput, hutan basah
dan tundra.
D. KOMPONEN EKOSISTEM
Ekosistem terdiri atas dua komponen yaitu :
a) Komponen Abiotik
Abiotik merupakan semua benda tak hidup yang terdapat dalam suatu ekosistem,
misalnya air, tanah, batu, dan udara
b) Komponen biotik
Semua hewan (termasuk manusia), tumbuhan dan mikroorganisme yang terdapat dalam
suatu ekosistem merupakan komponen biotik. Ada 3 komponennya , yaitu :
1. Produsen
Produsen adalah golongan makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanannya
sendiri. Golongan ini terdiri dari semua tumbuhan yang mempunyai zat hijau daun
dengan bantuan sinar matahari serta bahan baku berupa karbondioksida dan air
misalnya masyrakat desa menana tanaman jahe di depan kebunnya, jahe terebut
termasuk produsen.
2. Konsumen
Konsumen terdiri dari kelompok makhluk hidup yang tidak dapat membuat
makanannya sendiri. Konsumen meliputi semua hewan dan manusia. Untuk
memperoleh zat makanan, hewan dan manusia memakan tumbuhan atau hewan lain.
Hewan tingkat 1 (konsumen primer) misalnya ulat yang memakan daun pisang,
hewan yang memakan konsumen tingkat 1 disebut konsumen tingkat II (konsumen
seknder)
3. Pengurai (dekomposer)
Pengurai bertugas menguraikan zat organik yang terdapat dalam tubuh makhluk
hidup yang sudah mati. Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai adalah
bakteri dan jamur yang bersifat saprofit ( sisa makhluk hidup)
Gambar 4. Pengurai
http://www.pengertianilmu.com/2015/03/pengertian-dekomposer.html
E. POLA – POLA INTERAKSI ANTAR MAKHLUK HIDUP
Ada banyak tipe interaksi dalam komunitas. Tiap interaksi menunjukkan suatu cara
bagaimana satu organisme mempengaruhi organisme lainnya. Ada tipe interaksi yang saling
menguntungkan bagi dua organisme yang berinteraksi tersebut. Pada interaksi yang lain, satu
organisme mendapat keuntungan dan organisme yang lain tidak mengalami kerugian. Ada pula
tipe interaksi lain yang mengakibatkan keuntungan bagi satu organisme dan kerugian bagi
organisme yang lain. Komunitas tidak akan terbentuk tanpa interaksi yang berbeda-beda ini.
a) Simbiosis Mutualisme
Di kotamu saat ini ada pertunjukan seni dan kamu ingin pergi melihat. Namun
saat ini kamu tidak punya cukup uang untuk membeli tiket. Teman baikmu akan
membelikan kamu tiket untuk pertunjukan seni ini apabila kamu memboncengkan dia
saat pergi ke pertunjukan seni. Ini merupakan hal yang baik. Kamu dan temanmu
mendapat keuntungan dari Pola Interaksi. Hal tersebut merupakan contoh suatu interaksi.
Interaksi tersebut bila terjadi dalam bentuk hidup bersama antara dua individu yang
berbeda jenis dalam suatu komunitas, maka disebut simbiosis. Salah satu macam
simbiosis adalah simbiosis mutualisme. Simbiosis mutualisme adalah interaksi antara
dua organisme yang hidup dalam suatu komunitas dan dua organisme itu saling
tergantung antara satu dengan yang lainnya.
Kedua organisme mendapat keuntungan dari interaksi ini. Simbiosis mutualisme
terjadi di antara anggota lima kerajaan. Interaksi antara hewan dan protista dapat dilihat
pada kayu mati yang mengandung rayap. Rayap adalah serangga yang makan kayu.
Rayap tidak dapat mencerna kayu. Rayap tidak dapat menggunakan kayu sebagai
energinya bila tidak ada protista yang hidup di dalam usus rayap. Protista dapat
mencerna kayu sehingga rayap dapat menggunakan kayu sebagai sumber energinya.
Protista mempunyai rumah di dalam usus rayap dan menggunakan kayu untuk sumber
energinya.
b) Simbiosis Komensalisme
Marilah kembali pada contoh tiket pertunjukan seni. Temanmu mempunyai tiket
lebih, tetapi tidak dapat pergi ke pertunjukan seni. Ia memberimu tiket. Kamu beruntung
mendapat tiket gratis. Apakah kamu menggunakan tiket tersebut atau tidak, bagi
temanmu itu tidak menjadi masalah? Ia sudah punya tiket. Ia tidak rugi apakah kamu
menggunakan atau tidak tiket itu. Simbiosis Komensalisme adalah interaksi antara dua
organisme yang hidup dalam komunitas, satu organisme mendapat keuntungan
sedangkan organisme lain tidak dirugikan. Contoh simbiosis komensalisme adalah
interaksi antara tanaman anggrek yang hidup pada suatu pohon. Tanaman anggrek
menempel pada batang pohon yang cukup tinggi, karenanya ia dapat memperoleh sinar
matahari untuk proses fotosintesis. Bayangkan bila tanaman anggrek menempel di
tempat yang dekat tanah, tentunya akan sulit untuk memperoleh sinar matahari karena
terhalang tumbuhan yang besar Pada interaksi tersebut tanaman anggrek dibantu oleh
pohon (mendapat keuntungan), sedangkan pohon tidak mendapat apa-apa dari anggrek
(tidak dirugikan).
Gambar 5
Interaksi antara tanaman anggrek
dan pohon adalah contoh
komensalisme
Sumber: www. Jantungpisang.multypli.com
c) Simbiosis Parasitisme
Temanmu mengharapkan menjual tiket kepada kamu. Kemudian kamu tahu
bahwa ia menjual tiket lebih mahal dari harga sebenarnya. Temanmu mendapat
keuntungan dari kamu dan kamu dirugikan. Parasitisme adalah interaksi antara dua
organisme, organisme yang satu mendapat keuntungan dan organisme lain mendapatkan
kerugian. Ingat parasit hidup merongrong organisme lain. Makhluk hidup yang menjadi
tempat tinggal parasit disebut inang (host). Inang jarang terbunuh pada interaksi ini. Pada
interaksi ini kutu mendapatkan keuntungan dan hewan sebagai inang dirugikan, tetapi
dapat menjadikan sesorang pintar sebab dapat memproses senyawa protein menjadi zat
baru yang dibutuhkan tubuh untuk proses seleksi alam. Kutu rambut juga dapat
mengurangi emisi zat karbon hasil pencernaan dan membuat manusia lebih responsif
dengan memproses arus megaelektrik yang dihasilkan oleh otak. Dengan begitu kerja sel
otak manusia akan bertambah cepat sehingga menjadikan seseorang bisa berpikir lebih
pintar dan cepat tanggap.
d) Predasi
Ada interaksi lainnya dalam komunitas, satu organisme mendapat keuntungan
dan organisme yang lain dirugikan. Interaksi ini disebut predasi, atau interaksi
pemangsa (predator) – mangsa (prey). Hewan yang memburu, membunuh, dan makan
hewan lain adalah predator. Prey adalah hewan yang dibunuh dan dimakan predator.
Tidak seperti parasitisme, dalam predasi predator membunuh mangsanya.
Gambar 6. Predator memburu dan membunuh hewan lain untuk makanannya.
Sumber: Biology: The Dynamics of Life, 1995.
F. Hubungan saling Ketergantungan Makhluk Hidup
a) Saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik
Komponen biotik tergantung pada komponen abiotik. Komponen biotik dapat pula
mempengarhi komponen abiotik, contohnya :
1) Tanah yang padat dan tandus setelah dicangkul dan dipupuk oleh maanusia menjadi
gembur dan subur sehinga dapat ditanami
2) Cacing tanah menggemburkan tanah. Cacing tanah memakan sampah dan tanah dan
mencernanya menjadi butir yang dikeluarkan sebagai kotoran cacing. Butiran
kotoran memiliki rongga udara sehingga tersedia udara bagi akar tumbuhan, akan
tetapi masyarakat masih mempercayai dengan kapsul cacing dapat menyembuhkan
penyakit tipes.
3) Akar pohon dapat menyerap dan menahan air hujan sehingga jika air hujan tanah
tidak tererosi dan tidak terjadi banjir, selain itu akar tanaman bisa diracik sebagai
ramuan obat tradisional, misalnya akar pepaya mampu membasmi cacing yang
merugikan dalam tubuh sebab akar pepaya mengandung papalna, kalium,
midosim, pepayatin, damar dan tasin.
b) Saling ketergsntungsn antara sesama komponen biotik
Kehidupan terjadi saling ketergantungan diantara ssama komponen biotik.
Saling ketergantungan tersebut membentuk suatu lingakaran yang tidak putus.
Konsumen tergantung pada produsen. Produsen dan konsumen yang mati akan
diuraikan oleh pengurai menjadi zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan (prosdusen).
Hasil fotosintesis dari produsen diperlukan oleh konsumen, demikian seterusnya.
1) Rantai makanan
Secara teoritis produksi bersih memperlihatkan sejumlah energi yang
secara langsung atau tidak langsung untuk dikonsumsi organisme. Energi yang
tersimpan oleh tumbuhan dilakukan di ekosistem dalam beberapa tahapan
makan dan dimakan yang dikenal sebagai rantai makanan. Rantai makanan
adalah deskriptif. Bila digambarkan secara diagramatis rantai makanan resusun
dari beberapa seri panah, yang menghubungkan satu spesies yang lain yang
menunjukkan suatu urutan proses dimakan, contohnya
Padi burung emprit burung elang
Semua rantai makanan mulai dengan organisme autrofik, yaitu
organisme yang melakukan fotosintesis seperti tumbuhan hijau. Organisme ini
disebut produsen karena hanya mereka yang dapat membuat makanan dari
bahan mentah organik. Setiap organisme yang langsung memakan tumbuhan
disebut herbivora atau konsumen primer. Karnivora yang memakan herbivora
disebut konsumen sekinder. Karnivora yang memakan konsumen sekunder
disebut konsumen tersier. Setiap tingkatan konsumen dalam suatu rantai
makanan disebut tingkatan trofik. Tumbuhan akan dimakan berbagai
invertebrata, burung, mamalia dan ikan dn beberapa hewan pemakan tumbuhan
tersebut dimakan oleh predator, jadi rantai makanan menjadi saling hubungan
suatu bentuk yang disebut jaring – jaring makanan. Kompeksitas jarng – jaring
makanan bervariasi di dalam dan antar ekosistem.
Komponen rantai makanan, yaitu :
a. Herbivora
Herbivora adalah organisme yang makan jaringan tumbuhan,
memiliki kemampuan untuk mengubah energi yang disimpan dalam dalam
jaringan tumbuhan ke dalam jaringan hewan. Peranan mereka dalam
ekosistem adalah esensial karena tanpa ia organisme dalam tingkatan di atas
tidak dapat
dapat lestari. Seorang ahli ekologi Inggris, Charles Elton (1927) dalam buku
klasiknya, Animal Ekologi menyarankan bahwa istilah “ Key Industri”
digunakan untuk menyebut bahwa yang memakan tumbuhan, karena banyak
organisme yang tergantung padanya untuk makanannya
b. Karnivora
Herbivora adalah sumber energi utama bagi karnivor. Organisme yang
memakan secara langsung herbivor dimakan karnivor tingkat pertama atau
tingkat dua. Karnivor tingkat pertama merupakan sumber energi bagi karnivor
tingkat dua dan seterusnya.
c. Omnivor
Omnivor mengkonsumsi materi tumbuhan maupun hewan. Makanan yang
dimakan organisme tersebut meliputi tingkat herbivor dan karnivora dan
hewan tersebut juga beraksi sebagai Scavenger.
d. Dekomposer
Fungsi dasar dekomposer adalah melepaskan nutrien yang terdapat pada
biomassa tumbuhan dan hewan dan mengembalikannya pada siklus nutrien.
Kerja dekomposer adalah kebalikan dari produsen yang mengubag energi
nutrien menjadi biomassa tumbuhan. Proses dekomposisi meliputi suatu
rangkaian seri rantai makanan dimana organisme pembusuk menggunakan
energi dan nutrien dari tumbuhan dan hewan mati. Ada du kelompok
organisme dekomposer yaitu mikroorganisme dan makroorganisme.
Mikroorganisme detritivor meliputi organisme pemakan detritus kecil seperti
tungu, cacing tanah, laba-laba dan keong.
e. Kelompok pemakan lain
Beberapa kelompok lainnya juga terlibat daam pemindhan energi,
misalnyaparasit, parasitoid, scavanger dan saprofit. Parasit mengambil energi
dari tubuh ianngnya dengan tidak membunuh inangnya. Scavenger adalah
hewan yang memakan materi tumbuhan dan hean yang sudah mati. Saprofit
tidak memerlukan sinar matahari sebagai sumer energi sehingga mereka dapat
hidup sebagai sumber energi yang hidup di celah – celah yang gelap, misalnya
jamur.
2) Jaring – Jaring Makanan
Hewan tidak hanya memakan satu jenis makanan, misalnya padi tidak hanya
dimakan oleh tikus saja, tetapi juga boleh ayam, burung, dan hewan lain. Ular
tidak hanya makan tikus, tetapi dapat juga makan burung, kelinci dan ayam,
dalam kehidupan beberapa rantai makanan saling berhbungan satu sama lain
membentuk jaring – jaring yang cukup kompleks yang disebut jaring – jaring
makanan.
Gambar 7. Jaring – Jaring Makanan
Sumber : https://sainsmini.blogspot.com/2014/11/defenisi-dan-penjelasan-tentang-rantai.html
3) Piramida Makanan
Rantai makanan terdapat energi yang ada pada makanan akan berpindah dari
satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya. Jumlah energi yang berpindah
hanya sebagian kecil. Piramida makanan adalah komposisi rantai makanan
yang makin ke atas jumlahnya makin kecil.
Gambar 8. Piramida Makanan
https://rumus.co.id/piramida-makanan/
AYO KITA LAKUKAN
Menghitung Organisme di Kebun
Masyarakat setempat banyak menanam pohn buah nangka sebab nangka merupakan
sumber makanan yang kaya vitamin A, C, Thiamin, Kalium, Kalsium dan zat besi, serta
memiliki serat rendah kalori yang baik untuk orang yang terkenak penyakit jantung. Jumlah
pohon nangka di kebun, atau semut di halaman mungkin dapat meningkat atau menurun, tetapi
bagaimana kita bisa mengetahuinya? Kadang-kadang jumlah organisme dalam suatu kelompok
sangat sedikit sehingga dapat dihitung seperti pohon nangka di kebun. Kelompok organisme lain
seperti semut sulit untuk dihitung. Pada kegiatan berikut kamu akan mempelajari salah satu cara
menghitung individu yang hidup di daerah tertentu.
ALAT :
1. 4 buah tongkat kayu
2. Meteran ulur
BAHAN :
1. Buku catatan
2. Tali fafia
Apa Yang Harus Kamu Lakukan
1. Pergilah ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh gurumu. Pilihlah satu titik di
halaman tersebut secara bebas.
2. Gunakan meteran ulur untuk mengukur panjang dan lebar 50 cm dari titik yang
ditentukan, sehingga berbentuk bujur sangkar . Tancapkan tongkat kayu di setiap sudut
bujur sangkar dan hubungkan tiap-tiap tongkat kayu dengan tali rafia seperti yang
dilakukan temanmu pada gambar.
3. Salinlah bujur sangkar tersebut dalam buku catatanmu. Buatlah diagram daerah bujur
sangkar dengan skala, dan gambarlah denah beberapa ciri fisik seperti batu, pohon atau
ubin yang ada dalam daerah bujur sangkar tersebut.
4. Untuk menghitung tumbuhan yang ada dalam plot bujur sangkar secara akurat, bagilah
bagian dalam bujur sangkar menjadi 4 bujur sangkar berukuran 1 X 1 m. Bentangkan
meteran ulur sepanjang satu sisi bujur sangkar, ukurlah sepanjang 1 m. Letakkan seutas
tali rafia memotong plot bujur sangkar pada titik hasil pengukuran tersebut. Letakkan tali
rafia kedua memotong tali rafia pertama pada posisi pertengahan sisi bujur sangkar yang
lain.
5. Hitunglah jumlah tiap-tiap jenis tumbuhan dalam daerah seluas 1 m persegi pertama.
Catat jumlahnya. Gunakan simbol yang berbeda untuk tiap tumbuhan. Petakan letak
tumbuhan tersebut di dalam catatan denah yang telah kamu buat sebelumnya. Bila ada
hewan, hitunglah dengan rinci. Tandailah dalam denahmu di mana hewan tersebut
ditemukan.
6. Ulangilah tahap 5 sampai kamu selesai menghitung dan memetakan ke empat petak
tersebut.
7. Jumlahkan tiap-tiap jenis tumbuhan dan hewan yang telah dihitung dalam plot.
8. Bagilah jumlah keseluruhan tiap jenis organisme dengan luas daerah plot yang kamu
buat. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan kepadatan populasi tiap jenis organisme.
Apa yang Terjadi?
1. Buatlah daftar tiap-tiap jenis tumbuhan dalam daerah bujur sangkarmu.
No Nama tumbuhan Jumlah ditemukan
2. Buatlah daftar tiap-tiap jenis tumbuhan dalam daerah bujur sangkarmu.
No Nama Hewan Jumlah ditemukan
3. Bagaimana penyebaran organisme tersebut dalam kotak bujur sangkarmu? Bandingkan
kepadatan populasi antara satu organisme dengan organisme lain dalam plot.
TUGAS
1. Makhluk hidup tunggal penyusun komponen ekosistem disebut....
a. populasi c. komunitas
b. individu d. bioma
2. Individu sejenis yang tinggal disuatu daerah tertentu pada waktu yang bersamaan di sebut...
a. populasi c. komunitas
b. individu d. Bioma
3. Interaksi antara lebah yang mengambil nektar dari bunga, sementara kehadiran lebah
membantu proses polinasi bunga digolongkan pada simbiosis....
a. komensalisme c. predator
b. parasitisme d. mutualisme
4. Kumpulan seluruh populasi yang saling berinteraksi dalam suatu tempat tertentu dalam waktu
tertentu, disebut ....
a. ekosistem c. populasi
b. individu d. komunitas
5. Aliran energi dalam suatu ekosistem yang terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan ,
disebut....
a. rantai makanan c. perpindahan makanan
b. jaring makanan d. piramida makanan
6. Interaksi antara pemangsa dan hewan yang dimangsa, disebut....
a. predator c. predasi
b. prei d. Simbiosis
7. Urutan yang benar mengenai tingkat organisasi kehidupan dalam suatu ekosistem dari yang
paling sederhana hingga yang paling kompleks adalah ............
a. Individu – populasi – ekosistem – komunitas – bioma – bioasfer
b. Individu – populasi – komunitas – bioma – ekosistem – biosfer
c. Individu – populasi – komunitas – ekosistem – biosfer – bioma
d. Individu – populasi – komunitas – ekosistem – bioma – biosfer
8. Komponen yang bukan merupakan anggota komunitas tersebut ialah ........
a. semut dan belalang c.belalang dan alang – alang
b. alang – alang d. Batu dan plastik
9. Di dalam ekosistem air, zooplankton bertindak sebagai .......
a. Produsen c. Konsumen III
b. Konsumen II d. Pengurai
10. Hewan berikut yang mempunyai tingkat tropik tertinggi adalah ...................
s. Ayam c. Ular
b. Katak d. Burung elang
DAFTAR PUSTAKA
Dharmawan, Agus, dkk. 2004. Ekologi Hewan. Malang : JICA
Kimball, John W. 1983. Biologi Edisi Kelima Jilid 3 . Jakarta : Erlangga
Sumarwan, dkk. 2010. Science for Junior High School Grade VII 2 nd semester . Jakarta :
Erlangga
Wahono Widodo,, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.