CGP ANGKATAN 7
KELOMPOK 2
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
(Ki Hajar Dewantara)
DKI JAKARTA
DKI JAKARTA
FILOSOFI
KI HADJAR
DEWANTARA
Anggota Kelompok 2
Rani Azis - SLB Negeri 5 Jakarta
Febe Kristiyani - SDS Santo Leo 2
Titik Subekti S - SDN Kapuk 11 Pagi
Sartika M Lumbantoruan - SMA Cinta Kasih Tzu Chi
Galang Kurnia Ardi - SMA Citra Kasih
KELOMPOK 2
Kekuatan Konteks
Sosio-Kultural di Daerah
yang Sejalan dengan
Pemikiran KHD
Overview
Budaya tertib dan disiplin, budaya mandiri,
tanggung jawab, senyum, sapa, salam, kegiatan
gerakan literasi (tari, bercerita, menyanyi dan
pantomim).
Siswa/siswi diberi kebebasan memilih literasi
sesuai bakat minat, kreatiftas ditanamkan sejak
dini.
Pembiasaan saling berbagi pengetahuan antar
guru atau teman sejawat.
Pendapat kami :
Peserta didik
menentukan secara
mandiri mengenai
bentuk aplikasi proses
literasi selama masih
seturut dengan koridor
pendidikan.
KELOMPOK 2
KHD Dikontekstualkan
dengan Nilai Kearifan
Lokal sebagai Penguatan
Karakter Sebagai
Individu dan Masyarakat
Overview
Menuntun segala kodrat yang ada pada anak
seperti perumpamaan padi akan tumbuh jika
dikembangkan dengan cara menanam padi.
Kemudian kaitannya dengan nilai luhur kearifan
lingkungan salah satunya keberagaman dalam
lingkungan sekolah.
Penguatan karakter sebagai individu misalnya
kemerdekaan untuk memilih. Sementara sebagai
anggota masyarakat murid bisa menghargai
karya seni yang dihasilkan temannya.
Pendapat kami :
Peserta didik
seyogyanya dituntun
dengan sabar untuk
mengenal kodrat-
kodratnya, serta
mengalami pertumbuhan
sebagai individu dan sbg
bagian dari masyarakat.
KELOMPOK 2
Satu Kekuatan Pemikiran
KHD yang Menebalkan
Laku Murid Sesuai
dengan Konteks Sosial
Budaya
Overview
Ing Ngarso Sung Tulodo, menjadi teladan yang baik
bagi murid sehingga perilaku atau keteladanan dari
guru dapat ditiru dan dibiasakan sehingga menjadi
budaya. Misalnya kegiatan senyum, salam, sapa,
dan menghormati orang lain terutama orang tua.
Pendapat kami :
Berkolaborasi bersama
orang tua, pendidik harus
menyadari kodratnya
sebagai "teladan" yang
akan ditiru anak-anak
sehingga pada akhirnya
membudaya pada
mereka.