The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN_LAILATUZ ZAKIAH DARAJAT.docx

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by darajatlaila, 2023-05-29 07:49:06

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN_LAILATUZ ZAKIAH DARAJAT.docx

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN_LAILATUZ ZAKIAH DARAJAT.docx

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Dalam menulis jurnal refleksi ini saya menggunakan model 1 yaitu model 4F: Fact; Feeling; Findings; dan Future, yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P yakni: Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan. 1. Facts (Peristiwa) Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT karena atas ijin-Nya dinyatakan lolos untuk mengikuti Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8. Kegiatan CGP Angkatan 8 resmi dibuka pada tangga 10 Mei 2023 oleh Kemendikbudristek yaitu Bapak Nadiem Makarim,B.A.,M.B.A., Prof. Nunuk Suryani, M.Pd (Direktur Jendral Guru dan tenaga Kependidikan), dan Dr. Prapto, M.Ed. (Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Tenaga Kependidikan) melalui zoom yang diikuti CGP Angkatan 8 se Indonesia. Setelah kegiatan pembukaan tersebut, kami diarahkan oleh pelaksana kegiatan CGP yakni dari Balai Guru Penggerak penjelasan tentang rangkaian kegiatan yang akan kami lalui serta mempelajari apa yang kan dimuat dalam LMS yang akan dimulai dari modul 1.1 yang nantinya akan dilaksanakan juga forum diskusi bersama fasilitator pada ruang kolaborasi Bersama teman-teman CGP Lainnya yang akan dibentuk kembali ke beberapa kelompok. Gambar Pembukaan Calon Guru Penggerak secara Daring, 10 Mei 2023


Selanjutnya kami di undang dalam kegiatan Lokakarya Orientasi secara luring di Gedung Aula SMAN 1 Jember hari Sabtu, 13 Mei 2023 dimulai pukul 08.00 WIB s. d selesai. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang diwakilkan oleh Cabang Dinas Jember. Penyampaian dari Cabang Dinas menyatakan bahwa Kepemimpinan Pembelajaran sangat penting dilakukan untuk menghasilkan kualitas peserta didik yang maksimal.Pendidikan guru penggerak akan dilaksanakan 6 bulan. Bapak /ibu yang terjaring ke dalam guru penggerak harus bersyukur telah melewati serangkaian seleksi esai, wawancara, dan esai. Pelatihan akan dilakukan secara luring dan daring terdiri dari 10% LMS, 20% rekan sejawat dan pengimbasan 70% tempat kerja. Pendidikan guru penggerak dilakukan dengan pendidikan pendampingan individu melalui pengajar praktek, setiap bulan terdapat lokakarya. Pada kegiatan ini diundang serta kepala sekolah dari masing-masing sekolah CGP yang mengikuti untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan program CGP kepada kepala Sekolah. Saya sangat gembira karena dengan diundangnya kepala sekolah saya, yang diwakili oleh guru senior sekolah. Beliau mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perjalanan Pendidikan Guru Penggerak sehingga diharapkan dapat memberikan arahan, dan dukungan kepada saya sehingga saya selama melaksanakan Pendidikan Guru Penggerak ini dengan baik. Pada kenyataannya kegiatan lokakarya orientasi lebih banyak berinteraksi dengan Pengajar Praktik dan temanteman sekelompok. Dalam ini kami benar-benar fokus menggali dan memperluas wawasan kami tentang mengenali siapa saya, apa yang belum dan sudah ada pada diri saya serta mengerjakan 4 LK dan mendiskusikannya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Dengan bimbingan Pengajar Praktik saya merasa lokakarya orientasi ini menjadi sangat menyenangkan sehingga waktu yang cukup lama tersebut menjadi tidak terasa. Kegiatan dimulai dengan membuat kesepakatan kelas, kemudian menulis harapan dan tantangan menjadi CGP dikertas post-it, setelah itu kami harus menempel dikertas karton yang telah disediakan kemudian di bahas secara bersama-sama dan didiskusikan. kemudian mempresentasikan harapan menjadi CGP. Beliau juga meminta kami membuat google site, Portofolio Online sebagai wadah guru penggerak yang nantinya siap berbagi praktik baik bagi guru-guru yang lain.


Gambar Lokakarya Pemula di SMA 1 Jember, 13 Mei 2023 Kurang lebih selama dua minggu, kami belajar mandiri melalui LMS, Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan hingga kami diharuskan membuat karya berupa Demonstrasi konstektual, Koneksi Antar Materi, Aksi Nyata dan Jurnal Dwi Mingguan.Pada hari Rabu, tanggal 24 Mei 2023 diadakan kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama Instruktur Bapak Drs. Anang Purwito, M.Pd. melalui G-meet. Instruktur memberikan asupan ilmu tentang pemahaman yang sangat mendalam mengenai konsep Filosofi KHD dan penerapannya pada konteks lokal sosial budaya. Capaian Pembelajaran dari elaborasi tersebut adalah pemahaman reflektif –kritis tentang dasar-dasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara melalui diskusi virtual dan bersama instruktur, sikap reflektif-kritis dalam merefleksikan dasardasar Pendidikan Ki Hajar Dewantara pada konteks kelas dan sekolah. Tantangan belajar kami dengan membuat modul itu dalam bentuk grafik, infografis, blogspot, video, dll berupa modul koneksi antar materi, kesimpulan dan refleksi pemikiran Ki Hajar dewantara. Dan saya memilih membuat video refleksi maupun membuat dokumen pdf.


Gambar Elaborasi Instruktur Modul 1.1 2. Feelings (Perasaan) Selama kurang lebih dua minggu menjadi CGP, banyak sekali hal yang dirasakan mulai dari perasaan senang, takut dan semua bercampur aduk dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Namun dengan segala hambatan dan tantanga tersebut membuat saya semakin termotivasi diri untuk dapat belajar mencari solusi, memperbaiki diri untuk pandi memanajemen waktu saya, dan lebih fokus kepada program yang sedang saya pelajari. Banyak ilmu yang saya dapatkan selama menjalani proses ini, bagaimana menjadi guru yang seharusnya, saya mulai merubah cara pandang pemikiran dan perilaku dalam penerapan pembelajaran dengan cara semula saya banyak melakukan pembelajaran konvensional (teacher centered), sekarang lebih berpusat pada siswa (student centered). Saya mendapatkan bekal upaya apa yang harus dilakukan dalam menunjang proses pembelajaran yang berhamba kepada anak.Siswa merasa senang karena kebutuhan belajarnya terpenuhi. Semangat siswa untuk bersekolah semakin meningkat. Saya juga merasa bangga karena saya bisa memperoleh ilmu dan dapat mengaplikasikannnya dalam pembelajaran saya di kelas. Saya mengagumi nasehat Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa kita harus memanusiakan manusia, sehingga murid dapat mencapai kodrat alam, namun juga tetap selalu membuka mata untuk setiap hal positif di luaran sana (kodrat zaman) sehingga anak didik kita dapat merasakan kebahagiaan dan keselamatan sejati, kita harus memahami keragaman karakteristik siswa dan tidak boleh meninggalkan nilai budaya kita.


Gambar Penerapan Pembelajaran Teacher Centered Gambar Penerapan Pembelajaran Student Centered 3. Findings (Pembelajaran) Dari pembelajaran ini saya menemukan hal-hal yang kurang saya pahami sebelumnya yaitu tentang filosofis Ki Hajar Dewantara. Saya mendapat ilmu-ilmu baru yang sangat saya perlukan untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang pendidik. Melalui Dasar pemikiran ki hajar Dewantara saya merasa mendapat bekal yang tidak


ternilai harganya. Pendalaman ilmu makin saya dapatkan tentang filosofi Pendidikan KHD pada saat berdiskusi dengan sesama teman CGP, fasilitator beserta instruktur di berbagai ruang kolaborasi dan pemahaman materi. Anak hakikatnya bukanlah kertas kosong akan tetapi mereka terlahir sebagai kertas yang telah bergambar garis putus-putus, sehingga kita sebagai pendidik bertugas untuk menebalkan garis-garis samar tersebut agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan yang sebenarnya. Sebagai seorang pendidik saya harus menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat dengan mengacu pada trilogi pendidikan yaitu ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso dan tut wuri handayani. Saya menyadari bahwa anak memiliki kodrat merdeka, merdeka batin adalah pendidikan sedangkan merdeka lahir adalah pengajaran. Dua hal yang saling bergantug satu sama lain. Oleh karena itu saya harus memberikan kemerdekaan kepada anak-anak untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan minat, bakat , dan kreatifitasnya sebab manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya tidak tergantung pada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Setelah lebih memahami pemikiran tentang Pendidikan dari KHD saya mulai mengerti bahwa pembelajaran yang baik hendaknya mampu meberikan tuntunan kepada siswa dengan sabar ikhlas dan mengutamakan kepentingan siswa. Menerapkan Praktik baik dan budi pekerti yang luhur merupakan keharusan yang tidak terbantahkan dengan cara mengintegrasikan setiap proses pembelajaran dengan pencapaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri , Kreatif dan bernalar kritis. Seorang pendidik diibaratkan seorang petani yang akan menghasilkan tanaman-tanaman berkualitas. Untuk itu, petani harus memulai dari penggarapan tanah, menanam benih, merawat dan memberi pupuk, memantau, membuang hama-hama yang dapat merusak tanaman sehingga menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi manusia.


Gambar. Kegiatan Praktek Sholat Berjamaah sebagai Aksi Profil Pelajar Pancasila yaitu Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Gambar. Kegiatan PHBI Muharram sebagai Aksi Profil Pelajar Pancasila yaitu Bernalar Kritis 4. Future (Penerapan) Setelah mempelajari modul ini, Saya akan mencoba menerapkannya atau merealisasikan dalam proses pembelajaran saya dikelas, agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan baik. Saya memberikan pembelajaran sesuai dengan kodrat alam dan lingkungannya, membiasakan sosial budaya. dimulai dari pembiasaan pembelajaran yang saling menghormati, berkomunikasi dengan baik, sopan santun, berdisusi dan gotong royong bekerja sama dalam pemecahan masalah. Saya memberikan sebagai pemenuhan kebutuhan anak. Membimbing, melayani dan mengarahkan keingintahuan mereka terhadap ilmu-ilmu yang mereka perlukan, sehingga mampu memberi ilmu atau hal berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.


Melaksanakan pembelajaran harus memfasilitasi perbedaan siswa sesuai karakteristik, potensi, minat dan bakat yang berbeda sesuai dengan kodrat alam. Banyak hal yang harus saya benahi, saya sangat menyadari bahwa selama ini yang saya lakukan jauh dari kata sempurna dalam melaksanakan tugas saya sebagai pendidik jika dikaitkan dengan filosofis pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pembelajaran yang berpusat pada guru harus segera diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada murid, agar tercipta interaktif yang menyenangkan didalam kelas ataupun dilapangan. Memberi kebebasan kepada anak-anak untuk menggali potensi yang dimilikinya harus terjadi dalam proses pembelajaran agar mereka menemukan jati dirinya sehingga menjadi manusia seutuhnya. Mengarahkan bukan lagi hal yang perlu dipertahankan tetapi kita harus merubahnya dengan menuntun peserta didik agar kodrat alam yang dimilikinya sejak lahir bisa berkembang kearah yang lebih baik dan kodrat zaman dimana mereka hidup saat ini bisa mereka dapatkan sehingga akan mempermudah mereka dalam mengatasi persoalan hidupnya dimasa kini ataupun masa mendatang. Praktik baik untuk langkah ke depan sebagaimana saya merupakan guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, saya akan membuat gerakan sholawat bangsa (GESHOBA) bagi siswa siswi, dengann harapan dan tujuan agar mewarisi nilai-nilai Islami yang terdapat dalam lantunan sholawat, sehingga terdampak dalam budi pekertinya. Harapan ke depan dengan adanya GESHOBA siswa siswi dapat terjun ke masyarakat dan bermanfaat di dalam masyarakat dalam acara keagamaan maupun rutinan. Gambar Qosidah Ibu Guru SMKN 4 Jember (Harapan ke Depan Memiliki Cita-Cita untuk Membentuk GESHOBA untuk siswi)


Click to View FlipBook Version