The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by prima mega, 2023-12-06 21:50:08

DSI (DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA

MEDIA SOSIAL

Keywords: #DSI#MEDIA SOSIAL#KELAS 7 FADE D

DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA ELEMEN :Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami ketersediaan data dan informasi lewat aplikasi media sosial, memahami keterbukaan informasi, memilih informasi yang bersifat publik atau privat, menerapkan etika dan menjaga keamanan dirinya dalam masyarakat digital. DI SUSUN OLEH : PRIMA MEGA WINAHYU SMP N 3 JEKULO TAHUN PELAJARAN 2023/2024


MEDIA SOSIAL Gambar 8.7 Logo-Logo Media Sosial A. Pengertian Media Sosial Media sosial ialah salah satu teknologi yang dihasilkan dari perkembangan revolusi Komputasi. Media sosial adalah media interaktif yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi, menuliskan ide dan ekspresi, serta membagikan informasi tersebut dalam komunitas virtual. Komunitas virtual tersebut berjalan di atas jaringan komputer atau internet. Media sosial sering disebut sebagai produk Web 2.0, di mana pengguna dapat menciptakan kontennya sendiri. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran konten yang dibuat sendiri oleh pengguna". B. Sejarah media sosial Media sosial pertama kali ditemukan sejak dibuatnya GeoCities. GeoCities adalah aplikasi media sosial berbasis web yang dibuat tahun 1994 yang mengembangkan layanan website hosting di mana pengguna dapat membuat dan mempublikasikan situs web sesuai kreasi pengguna. Pada tahun 1995, aplikasi classmates dikembangkan. Aplikasi ini merupakan layanan jejaring sosial (social network) yang awalnya digunakan untuk membantu penggunanya mencari teman sekolah dan kuliah. Aplikasi ini selanjutnya berkembang dengan konten yang lebih menarik, yaitu pembuatan buku tahunan sekolah,berbagi trailer film, musik, dan foto. Sosial media berkembang dengan kehadiran sixdegrees.com tahun 1997, yang saat itu telah memiliki fitur profil, daftar teman, dan afiliasi sekolah bagi penggunanya. Pengguna sixdegrees diharapkan menggunakan nama aslinya. Aplikasi chat juga berkembang pada era ini dengan banyak digunakannya ICQ, AIM, IRC, dan iChat. Open Diary adalah aplikasi jejaring sosial berikutnya yang dikembangkan pada tahun 1998 yang merupakan komunitas buku harian daring (online diary). Pada tahun 2008, Open Diary memiliki 561.000 diary dari 77 negara di 7 benua. Open Diary ini memiliki fitur yang menjadi fitur utama pada situs jejaring sosial sekarang, seperti komentar pembaca dan privasi konten yang hanya diperuntukkan bagi teman. Perkembangan terus berlanjut dengan dikembangkannya LiveJournal tahun 1999, Ryze tahun 2001, Friendster 2003. Menurut Alexa, friendster memiliki basis pengguna yang banyak di negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri Friendster masih digunakan sampai tahun 2012. LinkedIn selanjutnya dibangun tahun 2003 sebagai jejaring sosial untuk kalangan korporasi dan berorientasi pada pekerjaan. Generasi berikutnya, ada hi5 yang dibangun di bulan Juni 2003, MySpace di bulan Agustus 2003, dan Orkut di Januari 2004. Tahun 2004 bulan Januari berkembanglah sebuah aplikasi jejaring sosial yang dikembangkan oleh Mark Zuckerberg yang diberi nama Facebook. Awalnya, Facebook digunakan terbatas di kalangan mahasiswa Harvard, tetapi dalam perkembangannya, digunakan oleh kalangan universitas di Amerika dan akhirnya digunakan oleh pengguna di seluruh dunia. Pada tahun 2006, Facebook dapat diakses oleh pengguna yang berumur di atas 13 tahun. Facebook pada tahun 2011 menjadi situs web yang paling banyak diakses bersama Google. Youtube selanjutnya muncul pada tahun


2005 sebagai platform berbagi video. Youtube memiliki fitur di mana penggunanya dapat mengunggah video, melihat video, memberikan rate pada video tertentu (like, dislike), sharing video, membuat playlist, mengomentari video (comment), dan berlangganan (subscribe) pada konten pengguna lain. Youtube sangat digemari oleh penggunanya. Di tahun 2017, tercatat lebih dari 400 jam konten yang diupload ke Youtube tiap menit. Aplikasi sosial media berikutnya adalah Yahoo!360o yang dikembangkan pada bulan Maret 2005 dan Bebo pada bulan Juli 2005. Pada bulan Juli 2006 dikembangkan suatu media sosial baru yang diberi nama Twitter. Twitter awalnya merupakan layanan berbasis teks dengan batasan 140 karakter, di mana penggunanya memposting “tweets”/ twit. Twitter berkembang dengan konten posting sebanyak 280 karakter serta audio dan video dengan lama 140 detik. Twitter diklasifikasikan sebagai aplikasi jejaring sosial dengan microblogging. Media sosial berikutnya adalah Tumblr yang diciptakan tahun 2007, Instagram pada bulan Juli 2010 dan Google+ pada bulan Juli 2011, dan terus berkembang sampai saat ini. C. Jenis jenis media sosial Aplikasi media sosial yang memiliki banyak pengguna di antaranya adalah No Nama Aplikasi Deskripsi Apliksi 1 Facebook Layanan social networking 2 Youtube Layanan berbagi video 3 Whatsapp Layanan cross platfiorm chat dan VOIP 4 TikTok Layanan berbagi video 5 WeChat Layanan multipurpose messaging, media sosial, dan mobile payment berbasis di China 6 Instagram Layanan foto dan video sharing 7 Twitter Layanan ffiicroblogging dan social networking 8 QZone Layanan Social Networking berbasis di China 9 Sina Weibo Layanan ffiicroblogging berbasis di China 10 LinkedIn Layanan profesional networking 11 QQ Layanan online social games, music, shopping, microblogging, movies, and group and voice chat sofitware berbasis di China 12 Quora Layanan Tanya Jawab 13 Telegram Layanan instant-messaging, video call, VOIP 14 Snapchat Layanan multimedia messaging 15 Pinterest Layanan berbagi gambar dan media sosial yang dirancang untuk menemukan ide D. Dampak positif dan dampak negatif media sosial Media sosial saat ini berpengaruh besar pada budaya masyarakat. Makin banyaknya pengguna smartphone berdampak pada makin banyak pengguna media sosial. Riset dari social media flagship 2019 menyebutkan bahwa sosial media digunakan selama rata rata 2 jam 23 menit per hari oleh penggunanya di seluruh dunia. Penggunaan media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Media sosial dimanfaatkan oleh banyak institusi dalam membantu pekerjaan mereka. Dampak positif media sosial di antaranya seperti berikut. 1. Kedekatan sosial antarpenggunanya. Kedekatan sosial akan membawa


pengaruh baik dalam hal saling membantu antarkelompok dan saling berbagi konten yang berguna. 2. Mempermudah komunikasi. Media sosial dapat membantu mempermudah komunikasi, sehingga perusahaan besar, menengah, kecil atau mikro dapat memanfaatkannya untuk pemasaran produk ke pelanggan, pemerintah dapat memanfaatkan untuk memperbaiki layanan ke masyarakat, dan lainnya. 3. Proses rekrutmen karyawan. Media sosial dapat digunakan untuk melihat rekam jejak calon karyawan saat proses rekrutmen karyawan. 4. Penegakan hukum dan investigasi. Foto-foto pelanggaran hukum yang diposting di media sosial dapat digunakan oleh pihak berwenang untuk menindaklanjuti dengan penangkapan pelanggar hukum. 5. Media sosial memiliki platform yang dapat diisi dengan games, fieedback, review, dan program lain yang berhubungan dengan aktivitas daring. Platfiorm ini memunculkan pertumbuhan aplikasi baru yang menambah lapangan pekerjaan. Namun, di sisi lain, ada dampak negatif dari media sosial di antaranya seperti berikut. 1. Pengaruh terhadap kesehatan emosional. Sebenarnya, media sosial dapat berdampak positif dan negatif terhadap kesehatan emosional, tetapi sisi negatifnya sering muncul lebih banyak. Perasaan iri dan tidak puas dengan diri sendiri bisa muncul setelah melihat posting teman yang sedang berlibur di luar negeri, dan melihat kecantikan/ketampanan orang lain. Penelitian mengungkap, remaja tampak narsistis ketika adadi dalam media sosial, sedangkan orang dewasa muda tampak agresif dan bersifat antisosial. Media sosial juga mampu penggunanya menjadi addicted (ketagihan). Pada media sosial, juga bisa terjadi cyberbullying, yang menyebabkan korban paling parah menjadi depresi. 2. Berita bohong atau berita palsu, dan hate speech. Media sosial memungkinkan penggunanya untuk mengunggah berita. Karena dibuat sendiri, berita tersebut bisa salah, palsu, atau sengaja dipalsukan. Berita bohong bisa dimaksudkan untuk merusak reputasi orang atau reputasi golongan tertentu yang lebih luas. Berita bohong di media sosial bisa cepat tersebar atau menjadi viral. Serupa dengan berita bohong, konten di Internet bisa menjadi ujaran kebencian (hate speech). Ujaran kebencian bisa menjadi konten yang provokatif sehingga menyebabkan muncul agresivitas dan perilaku tidak terpuji dari pembacanya. 3. Pencurian data. Data-data profil dan aktivitas pengguna saat mengakses media sosial selalu terekam di server media sosial. Data-data tersebut bisa menjadi objek yang disalahgunakan oleh pemilik media sosial atau pencuri data. Data pada profil pengguna dapat digunakan untuk membuat pengguna baru sebagai akun palsu untuk melakukan kejahatan ke pengguna lain. Data pengguna dapat disalahgunakan dengan menjualnya ke pihak yang berkepentingan, misalnya untuk kepentingan politik. E. Menjadi Pengguna Media Sosial yang Cerdas Sosial media bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat Indonesia, bahkan bukan hanya dari golongan remaja saja yang menggunakan sosial media namun juga sudah merambah ke usia anak-anak dan orang tua. Bagaimana manfaat sosial media sebenarnya tergantung bagaimana individu-individu itu sendiri dalam memanfaatkannya dalam kehidupan mereka. Sebab pada zaman modern ini penggunaan ponsel, internet sudah tidak lagi menjadi suatu hal yang sulit untuk ditemukan, jika dulu penggunaan gadget hanya ada di lapisan masyarakat kalangan atas, sekarang ini hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia sudah tersentuh oleh perkembangan teknologi ini.


Yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana efek dari penggunaan sosial media tersebut oleh individu-individu seringkali sudah melenceng jauh dari manfaat sosial media itu sendiri yang sejatinya sangat berguna untuk hal yang positif seperti menjalin tali silahturrahmi dan sebagainya. Hari ini kita dapat melihat banyak sekali pihak-pihak yang memanfaatkan sosial media untuk sarana melancarkan aksi-aksi propaganda, fitnah, bahkan yang bertujuan memecah belah banyak disebar luaskan melalui sosial media. Tentu hal ini menuntut kebijaksanaan masing-masing individu dalam menggunakan sosial media. Di bawah ini ada beberapa tips untuk Anda agar dapat mewujudkan hal tersebut: 1. Filter pertemanan Anda Hal ini dimaksudkan untuk tidak asal menambahkan atau menerima pertemanan yang kemungkinan membawa efek negatif bagi sikap Anda dalam menggunakan media sosial. Selain itu juga melindungi diri Anda dari tindak-tindak kejahatan yang saat ini banyak sekali terjadi seperti penculikan atau pun pemerasan yang kebanyakan bermula dari sosial media. 2. Pasang identitas asli namun tidak bersifat pribadi Dengan memasang identitas asli Anda di akun milik Anda, selain membantu Anda tetap berada pada fungsi utama sosial media untuk menjalin talli silahturahmi dengan banyak sahabat, hal ini juga akan mempermudah orang lain menemukan Anda yang mungkin saja sudah lama tidak berkomunikasi dengan Anda. 3. Tidak perlu berbagi nomor telepon dan informasi pribadi lainnya Kembali lagi dengan banyaknya kasus kriminal yang berawal di media sosial, akan sangat bijaksana bila Anda tidak membagikan informasi pribadi Anda pada akun media sosial milik Anda untuk menghindari segala hal yang mungkin akan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kecuali jika memang Anda memanfaatkan akun Anda untuk keperluan usaha dan berbisnis Anda dapat menyediakan satu nomor khusus yang bukan nomor pribadi Anda sendiri. 4. Pasang foto profil yang sewajarnya Foto profil merupakan hal pertama yang dilihat orang lain di sosial media, foto inilah yang mengidentifikasikan Anda dan akan memudahkan orang lain atau sahabat Anda untuk menemukan Anda. Selain itu gunakan foto profil yang wajar tanpa hal-hal negatif. 5. Pikir dahulu sebelum membuat status Sebaiknya memang tidak membuat status yang memancing pihak lain untuk merespon negatif, banyak sekali hal-hal bermanfaat yang dapat dijadikan status atau mungkin hanya sekedar berkomunikasi dengan sahabat. 6. Jauhi perdebatan Perdebatan yang membawa kegunaan atau dapat menambah wawasan mungkin masih bersifat positif, namun jika sudah mengarah pada hal yang tidak sehat segera abaikan saja. 7. Pastikan akun Anda memiliki proteksi yang baik. F. Etika Bermedia Sosial Beberapa waktu lalu Indonesia menjadi sorotan karena survei yang dilakukan perusahaan Microsoft melalui Digital Civility Index (DCI), sebagaimana penulis kutip dari laporan Civility, Safety and Interaction Online edisi ke-5 bulan Februari 2021 yang dikeluarkan Microsoft. Indonesia menduduki rangking 29 dengan nilai DCI 76, yang menunjukan tingkat keberadaban (civility) netizen Indonesia sangat rendah dibawah Negara Singapura dan Taiwan. Keberadaban yang dimaksud dalam laporan ini terkait dengan perilaku berselancar di dunia maya dan aplikasi media sosial, termasuk risiko terjadinya penyebarluasan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian atau hate speech, diskriminasi, misogini, cyberbullying, trolling atau tindakan sengaja untuk memancing kemarahan, micro-aggression atau tindakan pelecehan terhadap


kelompok marginal (kelompok etnis atau agama tertentu, perempuan, kelompok difabel, kelompok LGBT dan lainnya) hingga ke penipuan, doxing atau mengumpulkan data pribadi untuk disebarluaskan di dunia maya guna mengganggu atau merusak reputasi seseorang, hingga rekrutmen kegiatan radikal dan teror, serta pornografi. Di era digital saat ini, dimana komunikasi bisa dilakukan secara bebas tanpa batasan waktu dan tempat, ada banyak hal yang terabaikan. Masyarakat Indonesia yang seharusnya menjunjung adat ketimuran dapat menunjukkan nilai-nilai budaya Indonesia yang sudah dikenal dunia seperti keramah-tamahan dan kesopanannya. Sayangnya, hal ini sepertinya terlupakan dan terabaikan ketika berselancar di dunia maya. Ketika mengunjungi platform media sosial seperti Instagram, Facebook atau Twitter maupun layanan video berbagi seperti YouTube, kita dengan mudah menjumpai konten-konten sensitif seperti konten dengan tema politik, suku, agama dan ras, bila kita merujuk pada kolom komentar tentu akan kita jumpai banyak sekali komentar-komentar yang tidak mengindahkan lagi norma-norma kesopanan yang ada di masyarakat Indonesia. Penulis tidak membahas faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi keberadaban netizen di Indonesia. Sepemahaman penulis, selama ini masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terkenal menjunjung tinggi kesopanan dan tata karma. Sehingga, dalam interaksi sosial secara langsung tatap muka, masyarakat cenderung lebih mawas diri dan berhati-hati. Bisa jadi untuk menghindari cibiran, celaan, atau sanksi sosial yang berlaku di masyarakat bila melanggar nilai-nilai tersebut. Hal berbeda terjadi di dunia media sosial, dimana setiap individu bisa membuat akun palsu atau tanpa nama yang kemudian hari bisa dihapus atau ditinggalkan bila sudah tidak digunakan lagi. Seseorang yang ingin melakukan kejahatan melalui media sosial dengan menghina, menghujat, melecehkan atau bahkan menipu akan dengan sangat mudah melancarkan aksinya tanpa ada sanksi sosial yang akan dihadapi di dunia nyata. Perilaku buruk di dunia maya akan semakin meningkatkan fenomena aksi cyber bullying. Korban cenderung memilih untuk melaporkan oknum-oknum yang melakukan cyber bullying ke pihak yang berwajib. Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera bagi orang-orang yang dengan sengaja menyerang orang lain lewat media sosial. Menurut UU No 19 Tahun 2016 sebagai Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ada lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial, mulai pasal 27 sampai 30. Baik menyangkut konten yang tidak selayaknya diunggah maupun penyebaran hoaks dan ujaranujaran kebencian, termasuk juga mengambil data orang lain tanpa izin G. Etika dalam bermedia sosial 1. Pergunakan bahasa yang baik Dalam beraktivitas di media sosial, hendaknya selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga tidak menimbulkan resiko kesalahpahaman yang tinggi. Alangkah baiknya apabila sedang melakukan komunikasi pada jaringan internet menggunakan bahasa yang sopan dan layak serta menghindari penggunaan kata atau frasa multitafsir. Setiap orang memiliki preferensi bahasa yang berbeda, dan dapat memaknai konten secara berbeda, setidaknya dengan menggunakan bahasa yang jelas dan lugas Anda telah berupaya mengunggah konten yang jelas pula. 2. Hindari Penyebaran SARA, Pornografi dan Aksi Kekerasan Sebisa mungkin hindari menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi pada jejaring sosial. Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan


seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya. Jangan menambah kesedihan para keluarga korban dengan menyebarluaskan foto kekerasan karena mungkin saja salah satu dari keluarganya berada di dalam foto yang Anda sebarkan. 3. Kroscek Kebenaran Berita Anda diharapkan waspada ketika kita menerima suatu informasi dari media sosial yang berisi berita yang menjelekkan salah satu pihak di media sosial dan bertujuan menjatuhkan nama baik seseorang dengan menyebarkan berita yang hasil rekayasa. Maka hal tersebut menuntut anda agar lebih cerdas lagi saat menangkap sebuah informasi, apabila Anda ingin menyebarkan informasi tersebut, alangkah bijaknya jika Anda melakukan kroscek terlebih dahulu atas kebenaran informasi tersebut. 4. Menghargai Hasil Karya Orang Lain Pada saat menyebarkan informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain maka biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan membiasakan diri untuk serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi tersebut. 5. Jangan Terlalu Mengumbar Informasi Pribadi Ada baiknya Anda harus bersikap bijak dalam menyebarkan informasi mengenai kehidupan pribadi (privasi) Anda saat sedang menggunakan media sosial. Janganlah terlalu mengumbar informasi pribadi Anda terlebih lagi informasi mengenai nomor telepon atau alamat rumah Anda. Hal tersebut bisa saja membuat kontak lain dalam daftar Anda juga akan menjadi informasi bagi mereka yang ingin melakukan tindak kejahatan kepada diri Anda. Kita, masyarakat secara umum, haruslah lebih sadar dengan aturan dalam menggunakan media sosial. Walaupun orang lain tidak mengetahui identitas asli kita, alangkah baiknya bila kita tetap menjaga sopan santun dan tata krama yang selama ini menjadi nilai kebanggaan bangsa Indonesia. Kita tentunya tidak menginginkan jika netizen Indonesia terkenal di mata dunia bukan karena prestasi tetapi karena kata-kata tidak sopan dan kelakuan bar-bar yang ditebarkan di dunia maya. Bijaklah dalam menggunakan media sosial demi diri kita sendiri dan masyarakat yang lebih baik. Jadi pergunakanlah media sosial sebaik dan sebijak mungkin terlebih lagi dalam hal penyebaran informasi. Biasakan untuk selalu berpikir terlebih dahulu sebelum Anda bertindak. H. Cara Berpendapat yang Baik dan Cerdas di Media Sosial Media sosial merupakan wadah yang tepat untuk menyampaikan dan mengekspresikan ide dan gagasan positif serta pandangan yang dimiliki kepada khalayak umum. Ketika ingin menyampaikan pendapat yang baik di media sosial, Anda harus mengetahui cara berpendapat di media sosial.


Jangan sampai pendapat yang Anda sampaikan di media sosial malah menimbulkan perpecahan, hoax, bahkan berisi provokasi dan ujaran negatif. Anda harus hati-hati dalam menyampaikan pendapat di media sosial agar pendapat Anda memberikan manfaat dan inspirasi bagi orang lain. Untuk itu, akan dibahas lebih lanjut mengenai cara berpendapat yang baik dan cerdas di media sosial. contoh berpendapat yang baik dan cerdas di sosial media. Yang pertama yaitu tidak memaki dan tetap menyampaikan pendapat dengan sopan. Kedua, pastikan memiliki data dan fakta sebelum berkomentar di sosial media. Terakhir, jangan langsung berkomentar ketika sedang emosi. 1. Pastikan untuk Mengetahui Informasi Secara Menyeluruh Sebelum menyampaikan pendapat, Anda harus benar-benar memastikan bahwa Anda telah mengetahui informasi-informasi terkait pendapat Anda dengan tepat dan menyeluruh. Opini yang Anda sampaikan harus benar-benar jelas dan tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Jangan sampai Anda berpendapat pada sesuatu yang tidak Anda ketahui sama sekali. Selain itu, pastikan kebenaran tentang isu yang dibicarakan, jangan hanya membagikan pendapat sebab melihat satu berita yang tidak jelas sumbernya. Hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan cross check pada setiap informasi yang Anda peroleh di media sosial. 2. Hindari Menyampaikan Ujaran Kebencian Dalam mengemukakan pendapat, jangan sampai Anda menyelipkan ujaran kebencian di dalamnya. Sebab, pendapat dengan ujaran kebencian sangatlah berbeda. Pendapat disampaikan dengan logis dan sesuai dengan informasi, sedangkan ujaran kebencian hanya berfokus pada hal negatif saja. Ujaran kebencian yang disampaikan akan sangat menimbulkan adanya konflik saat berinteraksi di media sosial. Selain itu, ujaran kebencian yang dilontarkan pada orang lain juga akan membuat orang lain merasa terluka dan sakit hati. Ini hanya akan membawa dampak buruk bagi Anda dan juga orang-orang di sekitar Anda. 3. Jangan Menggunakan Kalimat Provokatif Tips cerdas bermedia sosial yang dapat Anda terapkan selanjutnya adalah untuk tidak menggunakan kalimat provokatif dalam menyampaikan pendapat. Provokatif artinya pendapat yang Anda sampaikan akan membuat orang lain memiliki pemikiran yang buruk terhadap suatu hal dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Maka dari itu, jangan pernah menggunakan kalimat-kalimat yang provokatif saat berpendapat di media sosial. Tidak semua orang akan setuju dengan opini yang Anda sampaikan, oleh sebab itu Anda harus menggunakan kalimat yang jelas urgensinya dan terarah. 4. Memikirkan Ulang Pendapat Media sosial merupakan tempat yang sangat terbuka untuk menyampaikan suatu pendapat. Sehingga saat ingin menyampaikan suatu pendapat atau komentar di media sosial, Anda harus benarbenar memikirkannya secara matang. Pikirkan kembali pendapat Anda sebelum diunggah pada ranah media sosial dengan baikbaik. Apalagi jika isu yang Anda bicarakan tergolong sensitif. Anda harus memperhatikan berbagai aspek seperti menjaga perasaan, situasi kondusif, ketepatan informasi, dan berbagai aspek lainnya. 5. Bahasa yang Baik dan Sopan Nah, cara berpendapat di media sosial terakhir yang harus Anda terapkan adalah menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Memang media sosial adalah wadah bebas berekspresi,


tetapi walaupun begitu Anda juga harus tetap menjaga tutur kata dan tindak laku saat berinteraksi di dalamnya. Saat menyampaikan pendapat di media sosial, Anda harus selalu menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Ini merupakan salah satu bentuk dari nilai-nilai kearifan lokal yang harus selalu kita jaga. Dengan bahasa yang baik dan sopan, orang lain juga akan menghormati Anda dan pendapat yang Anda sampaikan. Itulah dia pembahasan singkat mengenai cara berpendapat di media sosial yang baik dan cerdas. Anda harus benar-benar menerapkan hal ini untuk menghindari timbulnya perpecahan, hoax, dan hal-hal negatif lainnya yang sering terjadi di media sosial. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk mengetahui bagaimana cara berpendapat yang baik dan benar.


Click to View FlipBook Version