Redup Keredupan mengelilingiku. Ini menjadu sangat dingin. Aku sendirian Tidak ada yang memeluk erat. Menjadi duniaku sangat kosong. Hanya tersisa rasa sakit dan kesepian. Tidak ada cahaya yang menerangi jalanku, Hanya keredupan yang tidak pernah berhenti. Hatiku begitu kosong. Aisyah Munawaroh Yogyakarta, Oktober 2023
Rindu Sudah setahun aku di kota ini Bertemu dan mengenal orang baru Mengunjungi tempat yang indah Namun.. Rindu membelenggu jiwaku Yang tak dapat dihapuskan Ingin rasanya ku arungi samudera Untuk kembali ke kampung halaman Aku rindu rumah Tapi, ada misi yang harus ku selesaikan Hingga aku kembali nanti Dengan membawa keberhasilan serta kebahagiaan Untuk Ayah dan Ibu tercinta Irma Yogyakarta, 17 oktober 2023
Kebahagiaan Dirampas Mereka datang sebagai tamu Disambut dengan penuh keramahan Namun perlahan menjadi serakah Itulah penderitaan Palestina Kebahagiaan mereka dirampas Oleh sekelompok orang yang tak punya rasa kemanusiaan Sekelompok zionis Tak henti mengirim malaikat pencabut nyawa ke jalur gaza Darah dan air mata bercucuran Sungguh menyayat hati melihat penderitaan itu Kuatlah, Kebebasan itu akan tiba Irma Yogyakarta, 23 Oktober 2023
Langit Langit biru lepas Bak guratan Anggun Kali ini… Samirana berusaha meniup sang awan Awan Tengah beranjak membawa diri Tinggalkan langit sendirian Sepi… Rifda Salma Yogyakarta, Oktober 2023
Luka Diruang rindu nestapa Wanita berambut merah tengah berpijak Ia menggenggam botol kaca Botol berisi parfum milik seorang pria Sesekali wanita itu menghirup wanginya Dengan lantangnya ia berteriak “ Jikalau kau tak mengenal perempuan jalang itu..” Luka ini ia rayakan Dengan cawan berisikan anggur Anggur pekat lebih dari violet Rifda Salma Yogyakarta, Oktober 2023
Tuhanku !! Tidak ada tempat lain yang kutuju selain pada-Mu. Di saat jalan-jalan dunia selalu membuatku lena. Di saat kelalaian tidak memberiku apa-apa. Aku mau setiap perjalananku di sertai setuju-Mu. Ketika sudah lelah yang aku ingin hanya rebah. Kala sudah candu menjadikanku keras kepala. Namun katamu aku harus meminta. Semoga kasih sayangmu selalu menyertaiku. Semoga diri tetap taat dan selalu meyakini-Mu. Sembari menunggu pulang Izinkan duniaku tenang. Semoga hari ini bahagia. Semoga esok lusa tetap sama. Semoga selamanya sampai tinggal tidak lagi di dunia. Tidak ada yang benar benar kutunggu selain pertemuanku dengan-Mu. Tidak ada yakin yang memberiku percaya selain janji-janji-Mu. Tidak ada yang benar-benar membuatku ingin selain surga-Mu. Tidak ada yang paling menakutkan selain hari perhitungan itu. Meminta syafaat-Mu dalam segala butuh. Meminta perlindungan-Mu untuk segala bahaya. Meminta diteguhkan hatiku pada jalan lurus-Mu.
Atas semua ketidak mampuanku tanpa-Mu. Alhamdulillah untuk semua yang ada. Yang telah lalu dan yang akan tiba. Sendu pilu yang mendewasakan. Gembira tawa yang menyenangkan. Gagal tumbuh yang menyertai. Hilang lenyap yang mengajarkan. Alhamdulillah untuk tidak pernah meninggalkanku. Alhamdulillah untuk ketenangan dalam hati yang di beri selalu. Sike melisa Yogyakarta, Oktober 2023
Harusnya Cukup Tahu Nama !! Seharusnya kita tidak saling menyalahkan, tentang kita yang tidak digariskan untuk bersama, bukankah kita selalu bisa memahami jika kita mau, meski pada proses yang dilalui perasaan kita terluka, kita bisa menjadi tahu diri dan memaklumi dari setiap sisi dan pendapat yang pemikirannya tidak sama. Harusnya sejak awal antara kita cukup sampai pada perkenalan saja, cukup hanya tau nama dan melupakan. Tidak perlu terlalu dekat dan membicarakan banyak hal. Tidak perlu membuka diri hingga saling menunggu untuk bertemu. Harusnya tidak perlu ada canda tawa, harusnya perhatian tidak kau berikan untukku, tidak perlu ada ungkapan perasaan darimu, harusnya baik aku ataupun kamu tidak meletakan kita dalam harapan. Gerak kita terlalu cepat, tanggapan pun terlalu mudah, hingga langkah-langkah terasa tergesa. Hingga yang seolah bersalah dicerita ini adalah kita, aku menyalahkanmu, kamupun menyalahkanku. Setahun lalu kau bercerita di meja yang tak hanya aku yang mendengarnya. Kau bicara jelas kau punya seseorang yang dicintai. Kau banggakan dia dengan alasan dialah yang paling mengerti. Kau ceritakan tentangnya seolah dialah yang nomor satu. Tepat di depanku terdengar jelas di telinga, seolah memberi tahu bahwa aku tidak boleh berharap lagi karena kamu mencintainya. Kamu tahu saat itu semua mata menatapku dengan semua tebakannya, karena mereka tahu bahwa selama ini kau mendekatiku, kenapa hari ini mengatakan hal itu? Saat itu aku serupa robot yang kaku, tiba-tiba saja aku mendengar pernyataanmu yang rasanya sesakit itu. Saat itu aku mengira itu candaan tapi ternyata kau perjelas lagi bahwa itu sungguhan. Barangkali pikirku akulah yang terlalu percaya diri selama ini. Beberapa detik setelahnya aku suguhkan senyum, menutupi kesedihanku dengan senyuman itu, seolah mengatakan tidak apa-apa selamat berbahagia aku baik-baik saja di sini. kutanggalkan harapan yang selama ini kunanti, demi senyummu yang serekah itu saat menceritakannya.
Semua orang juga tau bahwa tawa lepas dan bahagia selalu tampak di wajahmu. Bukankah kita tahu bahwa yang pantas bersedih di sini adalah aku. Tapi dari sisimu akulah yang bersalah, padahal akulah yang ditinggalkan, padahal seisi dunia setuju bahwa sejak dulu tugas wanita adalah tau diri dan menunggu. Yang di beri harapan aku, yang ternyata punya kekasih kamu. harusnya dari awal perkenalan kita cukup sampai pada tau nama saja. Kenapa… Kenapa sekarang kau cemburu dan bisu, Kenapa tawa-tawa lepas tak lagi tersuguh. Bukankah yang memberi kita jarak adalah sikapmu. Bukankah yang harusnya baik-baik saja adalah kamu. Harusnya kau tetap tertawa lepas dan bahagia. Harusnya dia bisa kau cintai dengan mudah. Tapi kenapa ketika aku didekati seseorang kau cemburu, Kenapa menyalahkanku di saat aku tidak lagi berharap padamu. Seharusnya aku yang pantas marah-marah padamu. harusnya aku yang ngamuk dan menamparmu. harusnya aku yang kecewa dan lebih banyak menciptakan puisi-puisi baru. Kenapa malah kamu, Kenapa seolah aku yang jahat? Jangan hanya menyalahkanku tentang aku dan kamu yang tak bisa menjadi kita. Sike melisa Yogyakarta, Oktober 2023
Tapak tilas keledai yang malang Takdir, misteri berbalut senyum malam. Seperti keledai yang mendaki puncak gunung dengan tekad yang kuat, seperti keledai yang menjelajahi tebing terjal, seperti keledai yang merunut Lembah curam, demi hanya mencari sesuap makanan. Dalam tekad yang teguh, namun celaka terlalu dalam. Sungguh seorang Keledai yang malang. Kekeliruan yang fana merayap, Tak disangka megubah cita menjadi senyap. Berpijak bumi beratap langit yang gelap. Dalam hampa dan hilang arah, tergulung nestapa yang tak terarah, tapak tilas keledai, yang meniti tanpa arah. Ahmad Rif’an Rio F Yogyakarta, 25 Oktober 2023
Kala, Amelia Ardani Menunggu pada bulan Januari, Tidak jelas apa yang akan terjadi pada Februari. Apakabar Juni yang sudah memberi sedikit inspirasi, sembari Juli datang mendekati. Seperti angin dan api, mereka suka menari sendiri tanpa memerhatikan sekitar untuk berhenti. Kusimpan dulu cerita hari ini, mungkin kan berguna diesok hari nanti. Lambat tahun berganti, bulan terus berorientasi Mendapat pilihan, memberi jawaban, melakukan kewajiban. Hei apa kabar kepastian yang masih diragukan. Untuk menunggu mungkin bisa menyesuaikan, dan mungkin hal itu cukup menyakitkan… Ahmad Rif’an Rio F Pati, 26 Mei 2021
Biodata Penulis Nama : Iftitah Ulfiana Maghribi Tempat, tanggal lahir : Sleman, 17 November 2004 Alamat asal : Dusun Rias, Toboali, Kab. Bangka Selatan, Kep. Bangka Belitung Surel : [email protected] Moto hidup : Hidup adalah buku yang harus kita tulis, jadikan setiap hari sebuah halaman yang memikat dan cerita yang luar biasa. Nama : Khusnul Sri Ainunnisa Tempat, tanggal lahir : Rumbai Jaya, 20 Maret 2004 Alamat asal : Riau Surel : [email protected] Moto hidup : Selagi bisa dilakukan coba aja, gagal jadikan hal yang biasa untuk lakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Nama : Nirwana Rizkyani Marwan Tempat, tanggal lahir : Makassar, 16 Oktober 2002 Alamat asal : Jln. Kerung-Kerung Lr.47C No.19, Sulawesi Selatan Surel : [email protected] Moto hidup : Tidak harus sempurna, yang penting berguna Nama : Putri Awalia Rahmadhani Tempat, tqnggal lahir : Bulukumba, 8 November 2003 Alamat asal : Jln. Poros Malino Asrama Rindam Mawang, Sulawesi Selatan Surel : [email protected] Moto hidup : Dunia ini penuh dengan orang-orang baik. Jika kamu tidak menemukannya, jadilah salah satunya Nama : Rahma Nurul Aini Tempat, tanggal lahir : Bengkulu Utara, 01 Januari 2005 Alamat : Desa Tanah Tinggi, Kec. Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu
Surel : [email protected] Moto hidup : "Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan, dan kebijakan adalah alat untuk membentuknya Nama : Shabila Meidiana Utami Tempat, tanggal lahir : Subang, 20 Mei 2004 Alamat asal : Dsn. Batanggede, Ds. Mandalawangi, Kec. Sukasari, Kab. Subang Surel : [email protected] Moto hidup : Apapun itu sampai kau temukan Sastra dalam jiwanya. Nama : Dinda Ayu Nawang Sasi Tempat, tanggal lahir : Cilacap, 14 Juni 2004 Alamat asal : Jl perintis, RT 07/04, desa welahan wetan, kecamatan adipala,kabupaten cilacap Surel: Moto hidup : “Selalu berusahalah untuk dapat 1 langkah lebih maju dari orang orang sekeliling mu” Nama : Dianindra Dewi Melani Putri Tempat, tanggal lahir : Magelang, 1 September 2003 Alamat asal : Magelang, Jawa Tengah Surel : [email protected] Moto hidup : Jadikan masalalu mu sebagai pelajaran masa depanmu Nama : Citra Ramadhani Tempat, tanggal lahir : Kulon Progo, 12 November 2004 Alamat asal : Gunung rawas Rt 57 / Rw 28, Sentolo, Kulon Progo Surel : [email protected] Moto hidup : Iso ora iso harus iso Nama : Romantisa Ajeng Sabila Fatmawati Tempat, tanggal lahir : Gunungkidul, 17 Juli 2003 Alamat asal : Ngunut Lor Rt/016/001, Ngunut, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta
Surel : [email protected] Moto hidup : Kejar SKS (Sholat, Kuliah, S.Pd) Nama : Dela Yurike Putri Tempat, tanggal lahir : Bangka, 13 juni 2004 Alamat asal : Bantul, Yogyakarta Surel : [email protected] Moto hidup : “Hidup cuma sekali jangan meninggalkan dunia tanpa arti” Nama : Aisyha Cahyaningtias Tempat, tanggal lahir : Wonosobo,31 Desember 2003 Alamat asal : Surel : [email protected] Moto hidup : Sujud itu indah, engkau berbisik kebumi, tapi didengar di langit. Perbanyak bersyukurmu kurangi ego dan ngeluhmu. Tetap semangat walaupun kuliah itu berat, berikan hasil dari proses kerja kerasmu. Semangat... Nama : Asih Setianing Tias Tempat, tanggal lahir : Mamuju, 17 Juli 2003 Alamat asal : Dusun Bina Karya, Desa Saptanajaya, Kec.Duripoku. Kab. Pasangkayu. Sulawesi Barat Surel : [email protected] Moto hidup :Tetaplah menjadi manusia yang baik, meskipun perbuatan baikmu masih dianggap jahat. Nama : Rizka Mulia Nurul Hanani Tempat, tanggal lahir : Gunungkidul, 27 Februari 2004. Alamat asal : Bengle 1, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta. Surel : [email protected] Moto hidup : Mati di tangan sendiri tenangnya cuma seklebat mata, sisanya kena siksa. Nama : Anindi Nur Rohmah. Tempat, tanggal lahir : Bekasi, 22 Agustus 2004.
Alamat asal : Gunung Cilik, RT 01, Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Surel : [email protected] Moto hidup : Tiga cara hidup bahagia yaitu Energi, Antusias, dan Empati. Nama : Sri Ayu Ningsih Tempat, tanggal lahir : Deniang, 18 Juni 2004 Alamat asal : Desa Kelapa RT/RW 17/06, Kec. Kelapa, Kab. Bangka Barat Surel : [email protected] Moto Hidup : “Hari ini berjuang hari esok ber uang”. Nama : Chikitta Firhan Lutfianny Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 1 Juli 2003 Alamat asal : Gondang Legi, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Surel : [email protected] Moto hidup : Lakukan apa yang kau mau, sekarang Nama : Naufal Abdul Rafi Tempat, tanggal lahir : Yogyakarta 16 agustus 2003 Alamat asal : kotagede yogya karta Surel : [email protected] Moto hidup : jangan menyerah dengan keadaan Nama : Zulfardiana D.Damra Tempat tanggal lahir : Ampana,24,februari 2004 Alamat asal : Amapana kota Surel : [email protected] Moto hidup : “Seleseaikan apa yang sudah kamu mulai” Nama : Septi Wijayanti Tempat, tanggal lahir : Sampit, 04 September 2003 Alamat Asal : Bukit Indah , Kec. Telaga Antang, Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Surel : [email protected] Moto hidup : Masa depan cerah itu hasil dari proses hebatmu saat ini Nama : Naryama Abiyan H. Tempat, tanggal lahir : Cilacap, 10 Februari 2004 Alamat asal : Griya Perwira Asri Blok T12 03/05 Bojanegara, Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah Surel : [email protected] Moto hidup : Teruslah menjadi orang yang tulus dan ikhlas Nama : Rika Dwi Astuti Maharani Tempat, tanggal lahir : Pangkalanbun, 20 Juni 2003 Alamat asal : Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah Surel : [email protected] Moto hidup : Hidup santai cita-cita tercapai. Nama : Aisyah Munawaroh Tempat, tanggal lahir : Sleman 27-April-2002 Alamat asal : Sleman, Gg surya Mrican 1 Depok sleman Surel : [email protected] Moto hidup : Jangan terlalu serius, Hidup ini bukan seperti membuat puisi Nama : Irma Tempat, tanggal lahir : Keurea, 27 Juli 2003 Alamat asal : Keurea, Kec. Bahodopi, Kab. Morowali, Sulawesi Tengah Surel : [email protected] Moto hidup : “Tidak ada kesuksesan tanpa kemudahan” Nama : Rifda Salma Tempat, tanggal lahir : Bantul, 2 Juli 2003 Alamat asal : Pos Piyungan RT 02, Srimartani, Piyungan, Bantul Surel : [email protected]
Moto hidup : Sand, Clouds and Sea Nama : Sike melisa Tempat, tanggal lahir : 24 November Alamat asal : Bengkulu Surel : [email protected] Moto hidup : Hidup senang, mati tenang !! Nama : Ahmad Rifa’an Rio Farisqi Tempat, tanggal lahir : Pati, 26 Januari 2003 Alamat asal : Ds. AlasdowoRT2/2 Kec. Dukuhseti Kab. Pati JATENG Surel : [email protected] Moto hidup : Jika menurut semua orng pengalaman adalah guru terbaik bagi kita, saya lebih meyakini bahwa ’’pengalaman orang lain jauh lebih baik dibandingkan menjadikan pengalaman kita sebgai guru terbaik”