The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2022-03-07 06:03:44

Pramestia Haningsih

Pramestia Haningsih

Keywords: Sejarah Indonesia

ORGANISASI MASA PENDUDUKAN
JEPANG DI INDONESIA

DITULIS OLEH

PRAMESTIA HANINGSIH

1.ORGANISASI
SOSIAL


KEMASYARAKATAN

A. GERAKAN 3A

Gerakan Tiga A didirikan pada bulan April 1942. Gerakan 3 A memiliki
semboyan Nipon ‘Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin
Asia. Gerakan tersebut bertujuan menanamkan semangat untuk membela
Jepang. Jepang menunjuk Mr. Syamsudin sebagai pemimpin Gerakan 3 A.
Ia merupakan seorang nasionalis yang kurang dikenal. Pada bulan Juli
1942 dibentuk suatu sub seksi Islam dengan Persiapan Persatuan Umat
Islam dalam Gerakan 3A.

Tujuan Gerakan 3A

•Menarik simpati rakyat Indonesia.
•Memberi jaminan keamanan bagi rakyat
Indonesia.
•Menyakinkan bangsa Indonesia bahwa Jepang
negara terkuat di Asia.
•Memberi peluang bagi pemimpin Indonesia
dalam pemerintahan.
•Menarik simpati para pemimpin pergerakan
nasional Indonesia.

Pada September 1942, Gerakan 3A dibubarkan karena terjadi
perpecahan internal di antara penguasa Jepang. Selain itu, Gerakan
3A dinilai kurang populer karena dipimpin oleh Mr. Syamsudin,
seorang tokoh nasionalis yang disebut kurang dikenal masyarakat
Indonesia

Tokoh Gerakan 3A

B. Putera (Pusat Tenaga
Rakyat)

Pusat Tenaga Rakyat (disingkat Putera) adalah organisasi yang dibentuk
pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh Empat
Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, M. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas
Mansyur.

tujuan Jepang membentuk Putera adalah untuk
menghimpun kembali kekuatan rakyat yang telah
dihancurkan Belanda sebelumnya agar rakyat
Indonesia dapat membantu Jepang di perang Asia
Pasifik atau Perang Dunia II. Akan tetapi pada
perkembangannya, Putera dijadikan sebagai wadah
untuk menyebarkan paham nasionalisme kepada
kaum pemuda Indonesia

Tokoh putera

tokoh-tokoh pemimpin Putera adalah Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara,
dan K.H. Mas Mansyur

C. Fujinkai

Organisasi ini dibentuk bulan Agustus 1943. Fujinkai
didirikan atas dasar perkumpulan perempuan militan

yang berada di Jepang dengan nama Dai Nippon
Fujinkai. Para anggota Fujinkai di negara asalnya
berjumlah 15 juta jiwa dengan rata-rata usia 20 tahun
ke atas. Perkumpulan ini memiliki tugas menjaga
pertahanan peperangan garis belakang, seperti
mendukung majunya perekonomian dan pengadaan

berbagai peralatan perang

Setiap anggota wajib menggerakkan tenaga para kaum
perempuan. Anggota yang bisa berpartisipasi dalam

organisasi ini adalah anak gadis yang berumur 15 tahun
ke atas.Kegiatan utama yang dilakukan adalah melakukan
pelatihan pertolongan pertama atau penanganan kesehatan
untuk pejuang yang terluka dalam peperangan, membantu

urusan logistik untuk mendukung tentara Jepang dan
digerakan dalam bidang domestik seperti menanam
berbagai sayuran dan membuat baju dari bahan karung

goni untuk dipakai para pekerja romusha

Dalam pertempuran, Fujinkai bertugas melakukan
Pada masa kemerdekaan,

mobilisasi tenaga perempuan untuk mendukung
Fujinkai dibubarkan

setelah proklamasi

tentara Jepang dalam PerangPasifik. Tugas lainnya

adalah menjadi tim paramedis, memasak, serta
kemerdekaan 17 Agustus

1945 dan melalui kongres

memberikan hiburanpada tentara Jepang danPETA
pada 16 Desember 1945.

Mantan anggota Fujinkai


kemudian bergabung

menjadi Persatuan Wanita


Indonesia (Perwari).

Dengan membubarkan

Fujinkai, kemudian kaum

perempuan membentuk

barisan-barisan untuk

mendukung perjuangan

dalam mempertahankan


kemerdekaan.

D. MIAI (Majelis Islam A’la


Indonesia )

sebuah organisasi Islam MIAI yang cukup MIAI senantiasa menjadi

berpengaruh pada masa pemerintah
organisasi pergerakan yang

kolonial Belanda, mulai dihidupkan kembali
oleh pemerintah pendudukan Jepang. Pada
cukup diperhitungkan

tanggal 4 September 1942 MIAI diizinkan dalam perjuangan

aktif kembali. Dengan demikian, MIAI

diharapkan segera dapat digerakkan membangun kesatuan dan

sehingga umat Islam di Indonesia dapat
kesejahteraan umat.

dimobilisasi untuk keperluan perang. Dengan
diaktifkannya kembali MIAI, maka MIAI
Semboyan yang terkenal

menjadi organisasi pergerakan yang cukup adalah “ berpegang teguhlah

penting di zaman pendudukan Jepang. MIAI

menjadi tempat bersilaturakhim, menjadi kamu sekalian pada tali

wadah tempat berdialog, dan Allah dan janganlah

bermusyawarah

untuk membahas berbagai hal yang berpecah belah ”. Dengan

menyangkut kehidupan umat. demikian, pada masa


pendudukan Jepang, MIAI

berkembang baik. Kantor


pusatnya semula di

Surabaya kemudian pindah

ke Jakarta

Program-program
• pembangunan masjid Agung di Jakarta,

• mendirikan universitas, dan

• membentuk baitulmal

Tugas dan tujuan
Menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam
masyarakat Indonesia,Mengharmoniskan Islam dengan tuntutan
perkembangan zaman,Ikut membantu Jepang dalam Perang Asia
Timur Raya

November 1943 MIAI dibubarkan. Sebagai penggantinya, Jepang membentuk

Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia). Harapan dari pembentukan majelis ini

adalah agar Jepang dapat mengumpulkan dana dan dapat menggerakkan umat Islam

untuk menopang kegiatan perang Asia Timur Raya. Ketua Masyumi ini adalah Hasyim

Asy’ari dan wakil ketuanya dijabat oleh Mas Mansur dan Wahid Hasyim. Orang yang

diangkat menjadi penasihat dalam organisasi ini adalah Ki Bagus Hadikusumo dan Abdul


Wahab.

E. Jawa Hokokai

Tahun 1944, situasi Perang Asia Timur Raya

mulai berbalik, tentara Sekutu dapat

mengalahkan tentara Jepang di berbagai

tempat. Hal ini menyebabkan kedudukan

Jepangdi Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, Panglima Tentara ke-16,

Jenderal Kumaikici Harada membentuk

organisasi baru yang diberi nama Jawa Hokokai

(Himpunan Kebaktian Jawa). Untuk

menghadapi situasi perang tersebut, Jepang

membutuhkan persatuan dan semangat

segenap rakyat baik lahir maupun batin. Rakyat

diharapkan memberikan darma baktinya

terhadap pemerintah demi kemenangan

perang. Kebaktian yang dimaksud memuat tiga

hal:

1) mengorbankan diri,

2) mempertebal persaudaraan, dan

3) melaksanakan suatu tindakan dengan bukti

Tujuan Jepang dalam membentuk

organisasi ini adalah untuk

mengerahkan rakyat dalam


mengumpulkan kebutuhan perang.

Organisasi ini memobilisasi rakyat


untuk mengumpulkan padi,

permata, besi tua, pajak dan

menanam tanaman jarak. Tanaman

jarak pada masa Jepang menjadi

salah satu komoditas yang wajib

ditanam karena dijadikan sebagai

bahan baku minyak pelumas

senjata Jepang. Anggota dari Jawa

Hokokai ini minimal berusia 14


tahun.

Susunan dan kepemimpinan organisasi Jawa

Hokokai berbeda dengan Putera.


Jawa Hokokai benar-benar organisasi resmi

pemerintah. Oleh karena itu, pimpinan pusat


awa Hokokai sampai pimpinan daerahnya langsung

dipegang oleh orang Jepang.


impinan pusat dipegang oleh Gunseikan, sedangkan

penasihatnya adalah Ir. Sukarno


dan Hasyim Asy’ari. Di tingkat daerah (syu/shu)

dipimpin oleh Syucokan/Shucokan dan


seterusnya sampai daerah ku (desa) oleh Kuco

(kepala desa/lurah)

Pada bulan Juli1945, pemerintahan
Jepangmelakukan penyatuan

dalamorganisasi kepemudaan seperti
organisasiMasyumi dan Jawa


Hakokai, namun upaya penyatuan ini gagal
karena para pemimpin


dari organisasimenuntut adanya
nasionalisme, yang pada akhirnya

menimbulkan percekcokan. Untuk kedua

kalinya upaya penyatuan

berhasil,JawaHakokai dibubarkan dan

bersatu dengan gerakan

baru yang lain.


Dengan demikian JawaHakokai dibubarkan
pada 1945 dengan


alasan tidak dapat berkembang sesuai
keinginan Jepang dan


dibubarkan untuk bergabung dengan
organisasi pergerakan baru

lainnya.

II.ORGANISASI

SEMI MILITER

a. Seindan

Seinendan (Korps


Pemuda) adalah


organisasi para


pemuda yang berusia
Tokoh-tokoh Indonesia
14-22
yang pernah menjadi

anggota Seinendan

tahun. Pada awalnya,
antara lain, Sukarni

anggota Seinendan

3.500 orang pemuda
dan

Latief Hendraningrat.

dari seluruh Jawa.
Tujuan


dibentuknya Seinendan adalah untuk


mendidik dan melatih para pemuda agar


dapat


menjaga dan mempertahankan tanah airnya


dengan kekuatan sendiri. Bagi Jepang, untuk


mendapatkan tenaga cadangan guna


memperkuat usaha mencapai kemenangan


dalam


perang Asia Timur Raya, perlu diadakannya


pengerahan kekuatan pemuda. Oleh karena


itu, Jepang melatih para pemuda atau para


remaja melalui organisasi Seinendan. Dalam


hal ini Seinendan difungsikan sebagai


barisan cadangan yang mengamankan garis

keSSapseeaiiiadnneaepnnaiddansaakdinnfhoikinadredniasbaytiuaalaabu.ahdSraibuksemunaidabtneSaupamnetkekrigiirmkanhmkaareauanennekrngnmd
,p
arabaantalduy
enajabutiuathmanJhecedleuapninwadbn1eaeg9rnnu4tdsun3aekg.lkn
auymtau
.

SDeeinnegnadnadnelmekiSkbaeiiarPihneanebn,dneaSadreaoptinnriaheghdanauidkbnnauiksn1be9aap4dsra3iib
,kd
uaabnaI.nrdkoannesia.

B. Keibodan

Organisasi Keibodan (Korps Kewaspadaan)
merupakan organisasi semimiliter


yang anggotanya para pemuda yang
berusia antara 25-35 tahun. Ketentuan

utama untuk

dapat masuk Keibodan adalah mereka
yang berbadan sehat dan berkelakuan

baik.

Apabila dilihat dari usianya, para
anggota Keibodan sudah lebih matang dan

siap untuk

membantu Jepang dalam keamanan dan

ketertiban.

dipmeBknaeagkigbasioamudndPaakennKdamaoaenanrbnpyddaeouadiadnnmllnneialgitstagusetudihinakCahkdaj.ainaDnienmknUgrae(eaaaepKnKmmjhmatueeluiraagiiblsksbtiklaateyuaoaenmiutddrtntsluaeaiiu(unbKnnnsbaett.ahaununiKknus)tgPgeuyi).agepdkomsmoDdoatilKKenibapbimsieeokin
niKiilaaaabbiaelsnnooaii
gdtob,n(alaogKe
imnd.aheain
i
snmaouljrnubaygunaa)g-

Para anggota Keibodan sengaja
DebpeaKbr((ee(KtKmKiroetbjeeeamurSeiotrppPlggtudeieduaaateaapnaielamnr)aenromi,iKrbMsrBtladeeiaaHaindmuapasniuaoandogrigik
rillnlaiyaiiaugyHk)sDahnda,aiiaan
a)an,snd.ngnnisutatKtyyarsyneooasuo
ioopibno

ioa
s,dne
am
ni


dijauhkan agar tidak terpengaruh

golongan nasionalis. Sayangnya dalam

perkembangannya organisasi-organisasi

semi militer Jepang tersebut berhasil

melahirkan tekanan militan di hati


setiap warga Indonesia, sehingga

mereka berani merebut kemerdekaan.

Dengan demikian, Keibodan dibubarkan


karena dalam diri para anggoata

Keibodan tumbuh rasa nasionalis,

sehingga mereka berani merebut


kemerdekaan.

C. Barisan pelopor

Pada pertengahan tahun 1944, diadakan rapat Chuo- Barisan pelopor

Sangi-In (Dewan
dibubarkan oleh

Pertimbangan Pusat). Salah satu keputusan rapat jepang

tersebut adalah merumuskan cara
dengan maksud untuk


untuk menumbuhkan keinsyafan dan kesadaran yang menumpulkan

mendalam di kalangan rakyat
semua tenaga

masyarakat yang

untuk memenuhi kewajiban dan membangun
persaudaraan untuk seluruh rakyat dalam
tergabung

rangka mempertahankan tanah airnya dari serangan didalamnya untuk

membantu Jepang
musuh. Sebagai wujud konkret dari

kesimpulan rapat itu maka pada tanggal 1 November

1944, Jepang membentuk

organisasi baru yang dinamakan “Barisan Pelopor”.

Adapun tujuan dari pemnetukan Barisan

Pelopor ialah untuk meningkatkan


kesadaran masyarakat sehingga siap untuk

membantu Jepang dalam mempertahankan


Indonesia. Barisan Pelopor memberikan

pelatihan militer bagi para pemuda dengan

memakai peralatan sederhana yakni bambu

runcing dan senapan kayu. Barisan Pelopor

bertujuan juga untuk menggerakkan massa,

memperkuat pertahanan dan kesejahteraan


rakyat.

Di dalam Barisan Pelopor ini,

dibentuk Barisan Pelopor

Istimewa yang


anggotanya dipilih dari asramaasrama pemuda yang
terkenal.


Anggota Barisan Pelopor

Istimewa berjumlah 100 orang, di

antaranya ada Supeno, D.N. Aidit,


Johar Nur, dan

Asmara Hadi. Ketua Barisan

Pelopor Istimewa adalah Sudiro

D. Hisbullah

Pada tanggal 7 September 1944, PM Jepang, Kaiso Tugas pokok Hizbullah

mengeluarkan janji tentang
1) Sebagai tentara cadangan dengan tugas:


kemerdekaan untuk Indonesia. Sementara keadaan a) melatih diri jasmani maupun rohani

di medan perang, Jepang mengalami
dengan segiat-giat nya,


berbagai kekalahan. Jepang mulai merasakan b) membantu tentara Dai Nippon

berbagai kesulitan. Keadaan tersebut
c) menjaga bahaya udara dan mengintai


memicu Jepang untuk menambah kekuatan yang mata-mata musuh, dan

telah ada. Jepang merencanakan untuk
d) menggiatkan dan menguatkan usahausaha

membentuk pasukan cadangan khusus dan pemuda- untuk kepen tingan perang.

pemuda Islam sebanyak 40.000
2) Sebagai pemuda Islam, dengan tugas:


orang. Rencana Jepang untuk membentuk pasukan a) menyiarkan agama Islam,

khusus Islam tersebut, cepat tersebar
b) memimpin umat Islam agar taat


di tengah masyarakat. Rencana ini segera menjalankan agama, dan

mendapat sambutan positif dari tokoh-tokoh
c) membela agama dan umat Islam

Masyumi, sekalipun motivasinya berbeda. Begitu
Indonesia.

pula para pemuda Islam lainnya,

mereka menyambut dengan penuh antusias. Bagi

Jepang, pasukan khusus Islam itu

digunakan untuk membantu memenangkan perang,

tetapi bagi Masyumi pasukan itu

digunakan untukpersiapan menuju cita-cita

kemerdekaan Indonesia.

K.H. Hasyim Asyari, K.H. Wahid


Hasyim, dan Moh. Natsir. Dalam


pidato


pembukaannya, pimpinan tentara
Untuk mengoordinasikan program dan


Jepang menegaskan bahwa para
kegiatan Hizbullah, maka dibentuk


pemuda Islam dilatih
pengurus pusat Hizbullah. Ketua


agar menjadi kader dan pemimpin
pengurus pusat Hizbullah adalah KH.


barisan Hizbullah. Tujuannya
Zainul Arifin, dan


adalah agar para wakilnya adalah Moh. Roem. Anggota


pemuda dapat mengatasi
pengurusnya antara lain, Prawoto


kesukaran perang dengan hati
Mangunsasmito,


tabah dan iman yang teguh. Para
Kiai Zarkasi, dan Anwar

pelatihnya berasal dari komandankomandan Peta dan di bawah
Cokroaminoto.

pengawasan perwira


Jepang, Kapten Yanagawa


Moichiro (pemeluk Islam, yang


kemudian menikah dengan


seorang putri dari Tasik).

III.ORGANISASI


MILITER

A. Heiho

Heiho (Pasukan Pembantu) adalah prajurit

Indonesia yang langsung


ditempatkan di dalam organisasi militer

Jepang, baik Angkatan Darat maupun

Angkatan


Laut. Syarat untuk menjadi tentara Heiho

Tokoh penting Heiho
•umur 18-25 tahun

adalah kaisar Hirohito,
•berbadan sehat

Marsekal T. Hisaichi dan
•berkelakuan baik, dan

Letnan Jenderal Inada
•berpendidikan minimal sekolah dasar.

Masazumi, dan Letnan


Yanagawa. Sedangkan
Tujuan pembentukan Heiho adalah membantu tentara

tokoh Indonesia yang
Jepang. Kegiatannya


pernah menjadi Heiho
antara lain, membangun kubu-kubu pertahanan, menjaga
kamp tahanan, dan membantu

adalah Ahmad Yani,

perang tentara Jepang di medan perang

Untung, Umar


Wirahadikusumah, Daan
Heiho bukan hanya ditugaskan di

Mogot, dll

Indonesia, tetapi juga di seluruh daerah


pendudukan Jepang seperti di Burma,


Vietnam, Singapura, dan Malaya. Utama


Heiho dibubarkan oleh PPKI setelah
dalam kegiatannya adalah Membangun

Jepang menyerah pada Belanda dan
pertahanan, Menjaga kamp pertahanan,


sebagian anggotanya dialihkan
Membantu tentara Jepang dalam

menjadi anggota Badan Keamanan
peperangan.

Rakyat (BKR). Salah satu alasan

heiho


dibubarkan karena Jepang telah


menyerah kepada sekutu.

b. Peta



Peta adalah kesatuan militer yang dibentuk

Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan
Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada

tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat
Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima
Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada
sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta
dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi

nama Jawa Bōei Giyūgun Kanbu Resentai.

Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan
presiden Jenderal Besar TNI Soeharto dan Jenderal Besar TNI Soedirman.
Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi

militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan
Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara
Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI.

Pembentukan PETA dianggap berawal dari surat
Raden Gatot Mangkoepradja kepada Gunseikan

(kepala pemerintahan militer Jepang) pada
bulan September 1943 yang antara lain berisi

permohonan agar bangsa Indonesia
diperkenankan membantu pemerintahan Jepang

di medan perang.

Anggota Peta yang bergabung berasal dari berbagai
golongan di dalam


masyarakat. Peta sudah mengenal adanya jenjang
kepangkatan dalam organisasi,


misalnya daidanco (komandan batalion), cudanco
(komandan kompi), shodanco


(komandan peleton), bundanco (komandan regu), dan
giyuhei (prajurit sukarela).

Untuk menunjukkan iktikad baik Jepang yang
berjanji


memberikan kemerdekaan kepada Indonesia maka

Jepang memberikan latihan kemiliteran kepada

pemuda Indonesia. Kegiatan pelatihan meliputi
barisberbaris, menggunakan senjata dari bambu

runcing

bagi kesatuan yang bersifat semi militer, sampai


kepada pendidikan militer penuh, seperti Peta,
Heiho,


dan Giyugun. Akan tetapi, kemudian muncul

kekhawatiran Jepang ketika kemerdekaan

Indonesia

telah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.
Pasukanpasukan yang telah terlatih itu akan berbalik

melakukan serangan kepada Jepang.Oleh karena itu,

Jenderal Nagoro diam-diam kemudian membubarkan

Peta dan Heiho unruk wilayah Jawa dan Bali serta

akan diberikan pengganti dengan senjata
yang lebih


baru. Berdasarkan pembahasan berikut
maka setelah


proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945,
PETA dan


heiho dibubarkan oleh pemerintah Jepang
karena


kekhawatiran Jepang bahwa mereka akan
melakukan perlawanan


Click to View FlipBook Version