The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Derah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adeina745, 2021-10-07 08:36:07

PKWU KELAS XI SEMSETER 1

Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati Menjadi Makanan Khas Derah

Pengolahan dan Kewirausahaan
Bahan Nabati Menjadi Makanan

Khas Derah

ADE INA KARTINA

Pengolahan dan Kewirausahaan
Bahan Nabati Menjadi Makanan

Khas Derah

Gambar 2.1
Aneka produk oalhan bahan nabati dan

hewani

01 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

1. IDE DAN PELUANG USAHA MAKANAN KHAS DAERAH

a. Ide Usaha
Faktor internal

1.Pengetahuan yang dimiliki;
2.Pengalaman yang pernah dilalui;
3.Kemampuan untuk melihat dan menjadikan

pengalaman orang lain sebagai pelajaran
4.Intuisi yang merupakan pemikiran yang

muncul dari individu itu sendiri.
Faktor eksternal
1.Masalah yang dihadapi dan belum
terpecahkan;
2.Kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
3.Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk
dirinya maupun orang lain
4.Pemikiran yang besar untuk menciptakan
sesuatu yang baru.

b. Risiko Usaha
1.Permintaan (perubahan mode, selera, dan
daya beli)
2.Perubahan kongjungtur (perubahan kondidi
perekonomian yang pasang surut)
3. Persaingan
4.Akibat lain, seperti : bencana alam,
perubahan aturan, perubahan teknologi, dan
lain-lain.

02 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

Berapa unsur yang dapat dilakukan dalam
mengurangi risiko usaha yaitu :

1.Adanya kesadaran dalam kemampuan
mengelolah usaha, peluang, dan kekuatan
perusahaan

2.Adanya keinginan kuat untuk berprestasi,
dorongan berinisiatif, dan motivasi untuk
melaksanakan strategi usaha.

3.Adanya kemampuan merencanakan strategi
untuk mewujudkan perubahan di dalam
lingkungan usahanya.

4.Adanya kreativitas dan inovatif dalam
menerapkan cara mengolah modal usaha untuk
memperoleh keuntungan

Tugas seorang wirausaha di dalam pengambilan
risiko adalah sebagai berikut :

1.Menetapkan kebutuhan pada tingkat
permintaan waktu sekarang

2.Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk
memenuhi permintaan konsumen

3.Menyewakan alat-alat produksi untuk memenuhi
permintaan konsumen

4.Memberikan kepercayaan kepada pembuat
produk yang lebih kecil

5.Mengumpulkan informasi usaha
6.Mengurangi resiko usaha

03 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

c.Keberhasilan dan Kegagalan Dalam Berwirausaha
Pengolahan Makanan Khas Daerah
Keberhasilan seorang wirausaha dalam
menjalankan usahanya dipengaruhi oleh berbagai
hal, diantaranya sebagai berikut :

1.Keyakinan yang kuat dalam berusaha
2.Sikap mental yang positif dalam berusaha
3.Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri
4.Tingkah laku yang bertanggungjawab
5.Inovatif dan kreatif
6.Keunggulan dalam menjalankan usaha 7
7.Sasaran yang tepat dalam memulai usaha
8.Pengelolaan waktu yang efektif dan efsien
9.Pengembangan diri
10.Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang

dijalankan

Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan
kegagalan usaha adalah sebagai berikut:

1.Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha
2.Kurang berambisi
3.Tidak disiplin
4.Pendidikan yang tidak cukup
5.Sikap selalu menunda-nunda
6.Kesehatan terganggu
7.Kurang tekun

04 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

8. Kepribadian yang negatif
9. Tidak jujur
10 Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain

Faktor non teknis yang menentukan keberhasilan
atau kegagalan suatu usaha makanan khas daerah
diantaranya:

1. Perencanaan
2.Penetapan tujuan
3. Adaptasi
4. Inovasi
5. Memasarkan
6.Jangan Mengeluh dan menyerah

d. Pemetaan Peluang Usaha
Terdapat beberapa cara atau metode dalam
melakuan pemetaan potensi usaha, baik secara
kuantitaif maupun kualitatif diantaranya adalah
dengan melakukan analisa SWOT .Analisa SWOT
adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal
dan eksternal wirausaha/perusahaan, dimana
analisa internal lebih menitik beratkan pada
Kekuatan (strenght) dan Kelemahan (weakness),
sedangkan analisa eksternal untuk menggali dan
mengidentifkasi semua gejala peluang
(opportunity) yang ada dan yang akan datang
serta ancaman (threat) dari adanya/kemungkinan
adanya pesaing/calon pesaing.

05 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

Contoh Analisis SWOT

Surabi
Surabi merupakan salah satu jenis makanan yang
diminati oleh hampir seluruh lapisan masyarakat
Jawa Barat sehingga peluang usaha sangat terbuka
bagi para pelaku usaha pembuatan Surabi. Dengan
tingkat konsumsi yang tinggi, antara lain hampir
sebagian besar masyarat Jawa Barat menggunakan
menu untuk dikonsumsi sehari-hari berdampak
secara langsung kepada upaya pemenuhan
kebutuhan makanan bagi masyarakat. Kondisi ini
membuat pedagang surabi tidak membutuhkan
usaha khusus untuk memasarkan produknya. Pembeli
akan datang langsung ke tempat pedagang surabi.
Hasil contoh studi kasus analisis SWOT untuk usaha
pembuatan surabi sebagai berikut :
1) Analisis Kekuatan (Strenght)

Surabi merupakan salah satu jenis makanan yang
disukai oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa
Barat khususnya.
Harga jual bersaing

06 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

Bahan untuk pembuatan surabi mudah di cari
Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:

Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan
sampai berubah
Usahakan terus untuk mempertahankan harga;
Semakin menonjolkan keuggulan surabi yang akan
dipasarkan tidak menggunakan bahan pengawet
dan dijamin sehat

2) Analisis Kelemahan (Weakness)
Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.

Hal yang perlu dilakukan setelah analisis
Tonjolkan pada bentuk rasa sehingga walaupun
porsinya tidak besar, tetapi karena harganya murah
maka akan tetap memiliki daya tarik bagi pembeli.

3) Analisis Kesempatan (Opportunity)
Dapat melayani pesanan dalam jumlah besar
Dapat membuka warung makan/cafe dengan
menu khas surabi yang lezat.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:
Menyiiapkan dan mulai menawarkan surabi pada
pelanggan yang membutuhkan baik untuk pesta,
event tertentu maupun untuk makanan sehari-
hari.
Mulailah membuat rencana pemasaran surabi
dari rumah ke rumah atau melalui jasa online

07 A. Perencanaan Usaha Makanan
Khas Daerah

4) Analisis Ancaman (Treat)
Semakin banyak pesaing muncul bila surabi
buatan kita disukai konsumen.
Kemungkinan harga pesaing lebih murah dari
harga yang kita tawarkan.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :
Menjaga kualitas surabi yang kita buat sehingga
pelanggan tetap akan datang ke tempat usaha
makanan kita dan tidak akan berpaling dengan
usaha makanan surabi yang lain.
Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika
harga bahan baku sedang naik di pasaran. Kita
dapat tetap menggunakan harga lama dengan
kualitas rasa yang tetap namun dengan porsi
yang lebih diperkecil.

Tugas Pengamatan
LK I

1.Amati Gambar 2.1.
2.Carilah informasi dengan studi pustaka

tentang nama makanan dan asal daerah
makanan yang ada pada gambar
3.Temukan bahan nabati/hewani pada
daerahmu yang dapat diolah sebagai
makanan khas daerah berdasarkan
observasi dan studi pustaka!

Tugas Pengamatan
LK II

Observasi dan Pengamatan
1.Amati lingkungan sekitarmu.
2.Identifkasi bahan pangan nabati dan hewani
yang banyak ditemui di daerahmu.
3.Temukan peluang usaha yang potensial di
daerahmu.
4.Temukan resiko usaha yang ada

Tugas Pengamatan
LK III

1.Carilah minimal seorang pengusaha makanan
khas daerah yang ada disekitarmu!

2.Lakukan wawancara dengan pengusaha
makanan khas daerah tersebut!

3.Tanyakanlah kepadanya faktor keberhasilan dan
kegagalan makanan khas daerah yang pernah
dialaminya!

4.Identifkasi karakteristik pengusaha produk
makanan khas daerah tersebut!

5.Cobalah analisis mengapa pengusaha tersebut
dapat berhasil/gagal?

6.Buatlah rencana usaha makanan khas daerah!
7. Tentukan strategi pemasaran produk makanan

khas daerah!

Tugas Pengamatan
LK IV

1.Carilah salah satu jenis makanan khas
daerah yang ada di sekitar lingkunganmu!

2.Lakukan pemetaan peluang usaha
berdasarkan analisis SWOT dalam LK-4

3.Presentasikan secara lisan dan tulisan
dalam pembelajaran

Pemetaan peluang usaha berdasarkan analisis SWOT
Nama makanan khas daerah : ………………………………


Click to View FlipBook Version