The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berikut adalah Laporan Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori I Gelombang 2 Tahun 2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Aris Eko Purwanto, 2023-01-19 21:55:29

Best Practice dan RTL _ Aris Eko Purwanto

Berikut adalah Laporan Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori I Gelombang 2 Tahun 2022

Keywords: PPG Best Practice RTL

1 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o LAPORAN BEST PRACTICE DAN RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) Disusun oleh: Nama Mahasiswa : Aris Eko Purwanto, S.Pd. Nomor Peserta / UKG : 201698369173 Prodi PPG : Pendidikan Bahasa Inggris PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) FAKULTAS BAHASA DAN SAINS UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2022


2 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini, mengesahkan Laporan Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah dibuat oleh: Nama Mahasiswa : Aris Eko Purwanto, S.Pd. Nomor Peserta /UKG : 201698369173 Program Studi PPG : Pendidikan Bahasa Inggris Tempat Mengajar : UPT SD Negeri 4 Gresik Guru Pamong PPG: Endah Sri Kustiningsih, S.S. Dosen Pembimbing: Siti Azizah, S.Pd., M.Pd. Gresik, Januari 2023 Yang Mengesahkan, Kepala UPT SD Negeri 4 Gresik Yeni Noveta Eka Sari, S.Pd., M.Pd.


3 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ungkapkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas semua rahmat, ridho dan kelancaran yang diberikan sehingga penulis bisa menyelesaikan Laporan Best Practice dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ini dengna baik. Tujuan diadakan penyusunan Laporan Rencana Tindak Lanjut ini adalah memenuhi prasyarat tugas pada kegiatan refleksi komprehensif pada PPG Dalam Jabatan Kategori 1 Gelombang 2 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam rangka mendesain dan menyusun pembelajaran inovatif yang dilaksanakan di lingkungan instansi tempat penulis bertugas. Penulis masih menyadari adanya kekurangan dalam penulisan laporan ini. Laporan ini juga tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dan bimbingan oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dosen Pembimbing Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Azizah, S.Pd., M.Pd., 2. Guru pamong, Endah Sri Kustiningsih, S.S. 3. Admin WhatsApp group, Amalia Chamidah, S.Pd. 4. Kepala SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik, Eny Wahyudin, S. Sos. 5. Kepala UPT SD Negeri 4 Petrokimia Gresik, Yeni Noveta Eka Sari, S.Pd., M.Pd. 6. Guru senior Bahasa Inggris SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik, Faridatul Asriah, S.Pd. 7. Teman-teman seperjuangan peserta PPG 2022 di UPT SD Negeri 4 Petrokimia Gresik; Iful Hidayat, S.Pd., Vera Ambarwati, S.Pd., Seva Rahyayati Z., S.Pd. 8. Teman-teman sejawat peserta PPG Dalam Jabatan Kategori 1 Gelombang 2 2022 9. Siswa-siswi Kelas 7A SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik 10. Keluarga yang selalu memberi dukungan terselesaikannya perkuliahan PPG 11. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian laporan ini Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu berbagai kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan untuk menyempurnakan penelitian selanjutnya. Atas dukungan dan bantuannya diucapkan terima kasih. Gresik, 20 Januari 2023 Penulis


4 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o LAPORAN BEST PRACTICE DAN RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) Nama Mahasiswa : Aris Eko Purwanto, S.Pd. Nomor Peserta/UKG : 201698369173 Prodi PPG : Bahasa Inggris Tempat Mengajar : UPT SD Negeri 4 Gresik Lokasi (PPL) SMP Muhammadiyah 4 Giri - Kebomas Gresik Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Tujuan yang ingin dicapai 1. Peningkatan kemampuan menulis (writing) menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan media PowerPoint dan aplikasi Canva/Image Editor lainnya. 2. Peningkatan keterampilan berbicara (speaking) menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan metode bermain peran (role playing) Penulis Aris Eko Purwanto, S.Pd. Tanggal 12 Desember 2022 (PPL Aksi 1) 7 dan 9 Januari 2023 (PPL Aksi 2) Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. 1.1 Kondisi yang menjadi latar belakang masalah: Peralihan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ke Pertemuan Tatap Muka (PTM) dikarenakan pandemi Covid-19 membuat terjadinya learning loss yang mengakibatkan banyak perubahan sikap pada siswa yang berdampak pada pembelajaran di kelas. Bukan hanya itu, guru mengajar di kelas hanya mengacu pada buku paket yang telah disediakan dan belum berani melakukan ragam inovasi pembelajaran. Kondisi ini diperburuk dengan kurangnya pemanfaatan media ajar dan model pembelajaran inovatif yang diimplemantasikan guru di kelas. Oleh karena itu siswa merasa bosan pada saat pembelajaran di kelas. Kondisi ini terlihat seperti : 1. Siswa kurang tertarik (termotivasi) dengan pembelajaran di kelas bahasa Inggris karena guru kurang memberikan model pembelajaran inovatif dan menarik. Dikutip dari Lubis (2020), rendahnya minat belajar siswa dipengaruhi beberapa faktor seperti: a. Ketertarikan untuk belajar, diartikan apabila seseorang yang berminat terhadap suatu pelajaran maka ia akan memiliki perasaan ketertarikan terhadap pelajaran tersebut b. Motivasi belajar, merupakan suatu usaha atau pendorong yang dilakukan secara sadar untuk melakukan tindakan belajar c. Pengetahuan, diartikan bahwa jika seseorang yang berminat terhadap suatu pelajaran maka akan


5 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o mempunyai pengetahuan yang luas tentang pelajaran tersebut 1 2. Siswa kurang cakap dalam kemampuan menulis teks sederhana dikarenakan kurang memahami isi serta struktur kebahasaan teks dan cara menuliskan dengan benar. Dikutip dari Mulyasa (2009) bahwa masalah budaya membaca timbul karena minat dan motivasi baca masyarakat yang masih rendah. Minat merupakan kecenderungan dan keinginan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Dari Keraf (1991) juga dikatakan bahwa di samping minat baca, penguasaan kosakata juga merupakan salah satu syarat utama yang mentukan keberhasilan seseorang terampil berbahasa, semakin banyak kosakata seseorang semakin besar seseorang terampil berbahasa dan semakin mudah pula dia menyampaikan dan menerima informasi baik secara lisan, tulisan, maupun menggunakan tandatanda dan isyarat. mengemukakan bahwa kosakata atau pembendaharaan kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa. Tarigan (2008: 12), menyatakan tentang kosakata, yaitu “kemampuan bahasa tidak dapat dipisahkan dari penguasaan kosakata”. 3. Dalam kemampuan berbicara masih ditemukan beberapa siswa yang kurang cakap dalam memeragakan dialog sederhana dikarenakan guru kurang memberikan drilling praktik berdialog. Dikutip dari Suyanto (2008:15) bahwa salah satu hal penting dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar adalah menumbuhkan minat anak untuk belajar bahasa Inggris. Salah satu cara yang cukup efektif dan dapat menarik minat anak adalah melalui metode bercakap-cakap, karena pada dasarnya anak sangat menyukai percakapan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat membuat siswa aktif dan mau berbicara antara lain melalui: (a) Dialog sederhana; (b) Self-Introduction; (c) Classroom Language; (d) Role Play atau Situational Dialogs. 2 Paradis, Kirova & Dachsyhyn (2009:14-15) juga menyarankan beberapa kegiatan bercakap-cakap yang dapat menarik perhatian anak yaitu: (a) story telling dan retelling; (b) puppets; (c) describing unseen objects; (d) motivating activity; (e) language based-games 3


6 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o 4. Guru belum maksimal dalam mengeksplorasi dan menggunakan model dan metode pembelajaran inovatif Menurut Wahyuari (2012), bahwa ciri-ciri pembelajaran inovatif antara lain: a. memiliki prosedur yang sistematik untuk memodifikasi perilaku siswa; b. hasil belajar yang ditetapkan secara khusus yaitu perubahan perilaku positif siswa; c. penetapan lingkungan belajar secara khusus dan kondusif; d. ukuran keberhasilan siswa setelah mengikuti pembelajaran sehingga bisa menetapkan kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar; e. interaksi dengan lingkungan agar mendorong siswa aktif dalam lingkungannya Hasil penelitian menunjukkan penyebab guru belum mampu mengimplementasikan model pembelajaran inovatif adalah (Siti Farida Kurniawati, 2022): a. Pemahaman guru mengenai model pembelajaran inovatif yang sangat rendah b. Pemahaman model inovatif masih terbatas c. Guru merangkap dua posisi di sekolah 4 1.2 Alasan pentingnya praktik pembelajaran ini perlu dilakukan dan dibagikan Alasan pentingnya praktik pembelajaran ini perlu dilakukan dan dibagikan yaitu karena permasalahan yang terjadi dan saya alami di lingkup kelas atau sekolah yang saya gunakan untuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mungkin juga terjadi pada bapak/ibu guru lain di luar sana. Oleh karena itu, harapan saya selain hal ini menjadi motivasi dan solusi untuk saya pribadi juga ingin membagikan praktik baik ini agar bisa dijadikan referensi bagi rekan-rekan guru yang mengalami hal yang sama sehingga memberikan dampak positif atau perubahan pada kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan di masa yang akan datang. 1.3 Peran dan tanggung jawab Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini yaitu sebagai peneliti sekaligus guru praktik yang bertanggung jawab untuk bisa melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif sehingga tujuan dari pembelajaran itu sendiri serta hasil belajar peserta didik dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Adapun cara agar tujuan tersebut tercapai yakni dengan mengimplementasikan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, juga menggunakan metode pembelajaran yang variatif (bukan hanya metode ceramah).


7 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, 2.1 Tantangan untuk mencapai tujuan Tantangan yang dihadapi oleh guru untuk mencapai tujuan adalah: 1. Penggunaan metode dan model pembelajaran yang inovatif dan tepat bagi peserta didik sesuai dengan materi yang akan dipelajari 2. Penyesuaian jam mengajar dan jadwal PPL yang akan dilaksanakan 3. Penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik 4. Masih ada peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi karena peserta didik yang dominan lebih pandai dan pintar yang banyak menyelesaikan diskusi kelompok 5. Masih ada peserta didik yang belum percaya diri untuk mempresentasikan hasil laporannya di depan kelas Berdasarkan tantangan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa tantangan yang dihadapi guru terkait dengan kompetensinya yakni kemampuan pedagogi dan profesional sedangkan dari peserta didik yakni motivasi belajar. 2.2 Pihak yang terlibat Pihak yang terlibat untuk mengatasi tantangan ini yaitu peserta didik, teman sejawat, guru senior, ahli IT, dan yang terpenting adalah izin pimpinan untuk menyelesaikan masalah tersebut. a. Peserta didik sebagai sentral dalam proses pembelajaran. b. Guru praktik (saya) sebagai pendidik dan pengajar c. Dosen dan Guru Pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan pembelajaran PPL d. Rekan sejawat yang memberi saran dalam melaksanakan pembelajaran PPL e. Guru Bahasa Inggris senior di SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik yang membantu terlaksananya kegiatan ini. f. Videografer, rekan sejawat dalam proses pengambilan video PPL g. Kepala Sekolah yang memberikan izin dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan 4.1 Langkah-langkah yang dilakukan Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut adalah: 1. Guru mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan PPL. 2. Guru memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan karakristik siswa yaitu model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)


8 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o untuk melaksanakan strategi ini Dikutip dari Daryanto (2012), kelebihan dari pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) antara lain: a. Meningkatkan motivasi, dimana siswa tekun dan berusaha keras dalam mencapai proyek dan merasa bahwa belajar dalam proyek lebih menyenangkan dari pada komponen kurikulum lain. b. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dari berbagai sumber yang mendeskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem kompleks. c. Meningkatkan kolaborasi, pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi. d. Meningkatkan keterampilan mengelola sumber, bila diimpelementasikan secara baik maka peserta didik akan belajar dan praktik dalam mengorganisasi proyek, membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. e. Meningkatkan ketrampilan peserta didik dalam mengelola sumber belajar. f. Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi. g. Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. h. Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. 3. Guru memilih metode bermain peran (role playing) dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa dalam aspek berbicara (speaking skill) dalam hal ini adalah dialog. Dikutip dari Elitok Kesici (2014): “Role playing is the dramatization of a thought, situation, problem or event by an entire group or by a few people selected on a stage.” “Role playing improves speaking fluency of students in language functions, such as apologizing, greeting” Mehdiyev, E. (2020) Kelebihan role playing adalah sebagai berikut: a. Sangat menarik bagi siswa, sehingga membuat kelas jadi lebih interaktif. b. Meningkatkan partisipasi siswa.


9 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o c. Berkesan kuat dan bertahan lama dalam ingatan siswa. d. Menghadirkan situasi yang nyata dan menggunakan ungkapan yang sesuai. e. Meningkatkan kerjasama antar siswa sehingga bisa mengurangi perasaan gugup. 6 4. Guru lebih banyak memberikan apresiasi terhadap siswa dengan cara memberikan reward kepada siswa, seperti mengajak seluruh siswa tepuk tangan kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan hingga pujian atas keberhasilan dalam presentasi di kelas. 5. Guru bisa mendesain ruangan dengan baik mulai dari kebersihan, kerapihan, keindahan, pencahayaan dll. sehingga siswa memiliki motivasi belajar yang baik serta pembelajaran yang nyaman. 6. Guru membuat media PowerPoint, mengunduh videovideo dari YouTube yang sesuai dengan materi, membuat game interaktif melalui situs wordwall.net, game sederhana pada kertas karton dan lembar kerja interaktif melalui situs liveworksheets.com. Dikutip dari Afifah, dkk (2022) bahwa penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat digunakan untuk membantu siswa yang kesulitan dalam memahami materi. Ada beberapa cara yang dapat digunakan oleh guru supaya proses pembelajaran di kelas lebih aktif dan meningkatkan pemahaman siswa, salah satunya yaitu menggunakan media pembelajaran berbasis Microsoft Power Point 7 Dikutip dari sebuah artikel bahwa Canva merupakan aplikasi berbasis web yang memungkinkan pengguna mengubah gambar dan membuat kreasi grafis. Selain itu, pengguna juga dapat mengunduh desain-desain lain seperti tema, font, dan foto untuk mempercantik hasil kreasi. Anda juga dapat menggunakan Canva untuk membuat poster, flyer, brosur, termasuk untuk media pembelajaran.untuk menjadi guru yang kreatif dan inovatif diperlukan kemampuan dalam membuat media pembelaaran yang efektif dan inovatif. Dengan demikian peseta didik akan lebih tertarik dengan materi yang kita sampaikan dan akan memacu semangat belajar di kelas. 8 Link hasil video pembelajaran : Aksi 1: https://youtu.be/314UqhphOW4 Aksi 2: https://youtu.be/C1YTIZdb0Vc


10 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o 4.2 Strategi yang digunakan Strategi serta penggunaan media dalam praktik tersebut dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan guru dalam PPL Aksi, yaitu : 1. Pendekatan Pembelajaran: Scientific Approach berbasis TPACK


11 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o 2. Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) 3. Metode Pembelajaran: Diskusi, tanya jawab, unjuk kerja, presentasi (speaking) 4. Microsoft Power Point 5. Video pembelajaran dari YouTube dan audio: Aksi 1: https://youtu.be/BBF1G4EdvqA https://youtu.be/gySGfEYLDUo Aksi 2: https://youtu.be/vqqt5p0q-eU https://www.youtube.com/watch?v=bPBrKt6jv90 6. Lembar kerja interaktif liveworksheets.com: Aksi 1: https://tinyurl.com/4z5urpjs Aksi 2: https://tinyurl.com/ycxkdkp8 7. Game interaktif Wordwall https://wordwall.net/resource/39859772 8. Game interaktif media kertas karton tempel berisi kalimat acak 4.3 Pihak yang terlibat Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan aksi ini yaitu peserta didik, teman sejawat, guru senior, ahli IT, dan yang terpenting adalah izin pimpinan untuk menyelesaikan masalah tersebut, di antaranya: 1. Peserta didik sebagai sentral dalam proses pembelajaran. 2. Guru praktik (saya) sebagai pendidik dan pengajar. 3. Dosen dan Guru Pamong sebagai pembimbing dalam proses melaksanakan pembelajaran PPL. 4. Rekan sejawat yang memberi saran dalam melaksanakan pembelajaran PPL 5. Guru Bahasa Inggris senior di SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik yang membantu terlaksananya kegiatan ini. 6. Videografer, rekan sejawat dalam proses pengambilan video PPL. 7. Kepala Sekolah yang memberikan izin dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. 4.4 Sumber daya yang diperlukan 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Aksi 1: https://tinyurl.com/sexabsrf Aksi 2: https://tinyurl.com/3whr6nz9 2. Bahan ajar Aksi 1: https://tinyurl.com/5d7bwy7u Aksi 2: https://tinyurl.com/mttcy3hd 3. Media pembelajaran Aksi 1: https://tinyurl.com/ycxbhvna Aksi 2: https://tinyurl.com/4ydxyfvj


12 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o 4. Instrumen penilaian Aksi 1: https://tinyurl.com/3m823st6 Aksi 2: https://tinyurl.com/2p8rhkjf 5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Aksi 1: https://tinyurl.com/38etnr8n Aksi 2: https://tinyurl.com/2h5s7v5t 6. Sarana pengambilan video: handphone, laptop, jaringan internet dan tripod Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut 4.1 Dampak dari aksi Dampak yang muncul dari aksi yang sudah dilakukan oleh guru sbb: Aksi 1: 1. Kemampuan dan pemahaman siswa meningkat terlihat dari hasil penilaian sikap dan keterampilan siswa membuat teks deskriptif sederhana tentang animal dan mendesainnya melalui aplikasi canva/image editor HP siswa. Sebanyak 16 siswa sudah tuntas 100% dengan rerata kelas 83,0. Dalam aspek sikap sebanyak 10 siswa (63%) mendapatkan predikat Amat Baik (A) dan 6 siswa (37%) mendapatkan predikat Baik (B). 2. Hasil belajar siswa juga meningkat dilihat dari hasil penilaian evaluasi mandiri Paragraph Completion (melengkapi paragraf) dan Finding Detail Information (menemukan informasi rinci), dari 16 siswa 100% tuntas dengan nilai rerata kelas 94,06 melebihi target di atas KKM 75. Aksi 2: 3. Kemampuan dan pemahaman siswa dmeningkat terlihat dari hasil penilaian sikap dan keterampilan siswa merancang dialog sederhana terkait Describing People dan memeragakannya di depan kelas dengan metode Role Playing (bermain peran). Sebanyak 16 siswa sudah tuntas 100% dengan rerata kelas 89.93. Dalam aspek sikap sebanyak 9 siswa (56%) mendapatkan predikat Amat Baik (A) dan 7 siswa (44%) mendapatkan predikat Baik (B). 4. Hasil belajar siswa juga meningkat dilihat dari hasil penilaian evaluasi mandiri Sentence Completion (melengkapi kalimat), People Identification (mengidentifikasi orang), dan Dialog Order (menyusun dialog), dari 16 siswa 100% tuntas dengan nilai rerata kelas 90.99 melebihi target di atas KKM 75. Bukti Refleksi: Aksi 1: https://tinyurl.com/2ev9w7dp Aksi 2: https://tinyurl.com/mr36mumk


13 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o 5. Dari hasil refleksi di akhir pembelajaran siswa merasa senang, antusias dan bersemangat selama proses pembelajaran menggunakan model dan metode yang dirancang oleh guru. Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model PjBL berbasis TPACK dirasa mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan knowledge transfering. Peserta didik akan terlibat langsung, aktif bertanya, diskusi, menulis sekaligus mempresentasikan hasil karya dalam bentuk dialog bermain peran. Dan semua itu dilakukan dengan senang dan gembira, semua peserta didik dalam kelompok terlihat aktif dan kreatif. 4.2 Efektifitas dari aksi yang dilakukan Hasilnya aksi ini sangat efektif, karena peserta didik sangat antusias saat proses pembelajaran berlasung, mulai dari pendahuluan hingga proses pembelajaran selesai. Penerapan media pembelajaran yang berbasis TPACK juga menjadi salah satu kunci utama berhasilnya aksi yang dilakukan. 4.3 Respon (tanggapan) yang muncul Dalam proses pembelajaran yang berlangsung, dengan menggunakan strategi tersebut respon dari lingkungan sekitar yaitu dari peserta didik dan teman sejawat memberikan respon positif diantaranya sebagai berikut: 1. Peserta didik merasa senang dengan proses pembelajaran yang berlangsung karena mereka dapat terlibat secara aktif dan kegiatannya menarik, menyenangkan, serta mudah dipahami. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kegiatan refleksi saat kegiatan pembelajaran berlangsung. 2. Dari teman sejawat, secara keseluruhan sudah dapat mengondisikan kelas dengan baik dan menjadikan peserta didik dapat terlibat secara aktif. 4.4 Faktor-faktor yang berpengaruh Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan dari penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan dalam rancangan RPP yang telah dibuat. 4.5 Pembelajaran yang diperoleh Kunci keberhasilan dalam praktik ini adalah adanya kemauan untuk melakukan perubahan dari pelaku (siswa dan guru) yang dituangkan ke dalam proses pembelajaran dengan menerapkan strategi, model, dan penggunaan media pembelajaran yang sesuai.


14 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan indikator materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik Referensi Kajian Literatur: 1. Lubis (2020) dalam jurnal: https://www.adi-journal.org/index.php/adimas/article/view/451 2. Suyanto (2008:15) dalam artikel: https://ejournal.yasin-alsys.org/index.php/anwarul/article/view/521 3. Paradis, Kirova & Dachsyhyn (2009:14-15) dalam jurnal https://pps.unj.ac.id/publikasi/dosen/mohamad.syarif.sumantri/32.pdf 4. Wahyuari (2012) dan Siti Farida Kurniawati, 2022 dalam artikel: http://endangkomarasblog.blogspot.com/2018/11/pembelajaran-inovatif-dalampembentukan.html 5. Daryanto (2012) dalam jurnal: http://repository.radenintan.ac.id/1914/4/BAB_II2_EDIT.pdf 6. Elitok Kesici (2014) dan Mehdiyev, E. (2020) dalam Jurnal: http://repo.iain-tulungagung.ac.id/9860/5/BAB%20II.pdf 7. Afifah (2022) dalam jurnal: https://ejournal.unisnu.ac.id/jtn/article/download/2962/1920 8. Artikel: https://smkn1tanjungpandan.sch.id/penggunaan-aplikasi-canva-sebagai-strategipembelajaran/


15 | L a p o r a n T i n d a k L a n j u t _ A r i s E k o P u r w a n t o RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) PPG DALAM JABATAN KATEGORI I GELOMBANG 2 TAHUN 2022 Nama Mahasiswa : Aris Eko Purwanto, S.Pd. Nomor Peserta/UKG : 201698369173 Prodi PPG : Bahasa Inggris LPTK : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Tempat Mengajar : UPT SD Negeri 4 Gresik Tempat PPL : SMP Muhammadiyah 4 Giri Kebomas Gresik Berdasarkan hasil evaluasi PPL Aksi 1 dan 2 dalam 4 kali pertemuan dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) perlu dilakukan Rencana Tindak Lanjut (RTL): 1. Pada kegiatan ini saya mendapatkan banyak tambahan ilmu dan pengetahuan baru tentang materi yang harus saya kuasai mulai materi profesional maupun pedagogik serta cara menyusun strategi pembelajaran yang mendidik, yang inovatif dengan berbagai model dan metode dengan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), maka dari itu perbaikan-perbaikan dan asah kemampuan akan terus saya lakukan. 2. Setelah menyelesaikan kegiatan ini, saya memeriksa kembali dokumen-dokumen perangkat pembelajaran yang telah dibuat. Kemudian memperbaiki beberapa kekurangan dan kesalahan pada perangkat pembelajaran dari beberapa saran konstruktif yang diberikan oleh dosen dan guru pamong setelah dilakukan beberapa kali refleksi pada aksi PPL 1 dan 2, terutama pada pembuatan LKPD, instrumen penilaian, bahan dan media ajar. 3. Mengadaptasi model-model, metode dan media pembelajaran yang inovatif sesuai karakteristik materi dan peserta didik untuk kemudian diterapkan atau diimplementasikan di sekolah asal saya UPT SD Negeri 4 Gresik. 4. Melakukan diseminasi atau berbagi praktik baik pembelajaran dari hasil mengikuti kegiatan PPG kepada bapak-ibu guru di sekolah asal maupun media sosial dan Guru Berbagi pada aplikasi Platform Merdeka Mengajar. 5. Lebih sering lagi mengikuti kegiatan seminar, workshop, webinar, pengembangan keprofesionalan berkelanjutan, dan kegiatan pengembangan yang relevan. Demikianlah Rencana Tindak Lanjut yang akan saya lakukan setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kategori I Gelombang 2 Tahun 2022 di LPTK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Gresik, 20 Januari 2023 Penulis


Click to View FlipBook Version