Gbr. 80. Tangkisan Busur Luar/Dalam
B. Belaan Lanjutan
Belaan lanjutan lebih kompleks dari pada belaan dasar.
Belaan lanjutan merupakan gerakan lanjutan yang biasanya
diawali dari belaan dasar. Belaan lanjutan terdiri dari
tangkapan, jatuhan, lepasan, dan kuncian.
1. Tangkapan
Tangkapan adalah belaan dengan cara menahan
lengan atau tungkai dari serangan lawan dengan cara
ditangkap. Tangkapan merupakan teknik dan taktik
serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang
dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen
tubuh lawan. Untuk menguasai teknik tangkapan
diperlukan kuda-kuda dengan keseimbangan badan,
sikap tubuh, dan kesesuaian penggunaan lengan/tangan
96
untuk menangkap serangan. Teknik tangkapan dapat
dilakukan dengan satu atau dua lengan. Berdasarkan
penggunaan lengan, teknik tangkapan dapat dibedakan
menjadi 3 (tiga), yaitu tangkapan tangan, lengan, dan
ketiak/dikempit.
a. Tangkapan tangan, tangkapan tangan merupakan
teknik tangkapan dengan menggunakan tangan,
tangkapan tangan meliputi:
1) Tangkapan dalam ke luar, yaitu suatu upaya
menangkap serangan lawan yang arahnya dari
dalam ke luar dengan menggunakan tangan.
Gerakan ini biasanya diawali dengan gerakan
hindaran/elakan terlebih dahulu.
Gbr. 81. Tangkapan Dalam ke Luar
97
c. Tangkapan dua tangan, tangkapan ini dilakukan
dengan menggunakan kedua tangan. Tangkapan dua
tangan meliputi:
1) Tangkapan dua tangan rapat searah, tangkapan
ini dilakukan dengan menggunakan kedua
tangan dengan mengikuti arah serangan lawan
(searah) kemudian tangkapan dilakukan dari
bawah dengan kedua tangan secara bersamaan.
Tangkapan ini biasanya digunakan untuk
menangkap tendangan lurus
Gbr. 86. Tangkapan Dua Tangan Rapat Searah
2) Tangkapan dua tangan rapat berlawanan,
tangkapan ini dilakukan dengan menggunakan
kedua tangan berlawanan arah dari serangan
lawan kemudian tangkapan dilakukan dari atas
ke bawah atau dari luar ke dalam. Tangkapan ini
digunakan untuk menangkap tendangan lurus
101
Gbr. 89. Tangkapan Renggang Berlawanan
2. Jatuhan
Jatuhan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak
jangkau jauh dan sedang yang dilaksanakan dengan
menggunakan tungkai atau kaki untuk menjatuhkan
lawan. Jatuhan merupakan teknik menjatuhkan lawan
sebagai pembelaan akibat tindak lanjut dari teknik
tangkapan atau serangan langsung. Teknik jatuhan dapat
dilakukan dengan menambah tenaga pada serangan
lawan, merubah arah serangan lawan, menghilangkan
tumpuan badan lawan.
a. Menambah tenaga pada serangan lawan
teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan tenaga
dari lawan. Ketika lawan melakukan serangan,
hindari serangan tersebut dan lanjutkan dengan
104
Gbr. 91. Teknik Jatuhan dengan Dorongan
b. Merubah arah serangan lawan
Teknik jatuhan ini dapat dilakukan dengan cara
tarikan, dorongan, dan putaran yang didahului
dengan teknik hindaran/elakan atau tangkapan,
yaitu:
1) Dengan cara tarikan, teknik ini dilakukan dengan
menangkap dan menarik ke samping atau bawah
yang arahnya berbeda dari serangan lawan.
106
Gbr. 92. Teknik Jatuhan dengan Merubah Arah
Serangan Lawan dengan Tarikan
2) Dengan cara dorongan, teknik ini dilakukan
dengan cara mendorong lawan ke arah yang
berbeda dari arah serangan. Misalkan lawan
melakukan serangan lurus, maka bisa dilakukan
hindaran/elakan yang dilanjutkan dengan
melakukan dorongan ke samping.
107
Gbr. 94. Teknik Jatuhan dengan Merubah
Arah Serangan Lawan dengan Putaran
c. Menghilangkan tumpuan badan lawan
Teknik jatuhan ini dilakukan dengan menghilangkan
tumpuan badan lawan, sehingga lawan tidak dapat
menumpu lagi dan kehilangan kesimbangan. Teknik
ini dapat dilakukan dengan sapuan, kaitan, angkatan,
ungkitan, dan guntingan.
109
1) Sapuan, merupakan teknik menjatuhkan lawan
dengan menghilangkan tumpuan badan lawan
dengan cara menyapu kaki lawan dengan
kaki dengan lintasan dari luar ke dalam.
Kelengahan lawan dan ketidakseimbangan lawan
memudahkan teknik ini digunakan dan hasilnya
pun akan telak. Sapuan dapat dilakukan dengan
posisi tegak, rebah, dan melingkar.
Gbr. 95. Sapuan Rebah
110
2) Kaitan, adalah usaha menjatuhkan lawan dengan
cara mengait kaki lawan dengan menggunakan
kaki, sehingga lawan kehilangan tumpuan badan.
Kaitan dapat dilakukan dari arah luar, dalam, dan
belakang.
Gbr. 96. Kaitan
3) Ungkitan, adalah usaha menjatuhkan lawan
dengan cara mengungkit atau mengganjal kaki
lawan dengan menggunakan kaki disertai dengan
dorongan tangan untuk menghilangkan tumpuan
badan lawan.
111
Gbr. 99. Kuncian Tangan
Gbr. 100. Kuncian Kaki
115
PERATURAN PERTANDINGAN
PENCAK SILAT
Berdasarkan Munas PB IPSI Tahun 2012, ditetapkan
peraturan pertandingan sebagai perbaikan/revisi dari
peraturan sebelumnya. Ditetapkan dalam rapat teknik
negara pendiri PERSILAT (Indonesia, Malaysia, Singapura
dan Brunei Darussalam) tanggal 1-3 April 2012 di Jakarta,
dan disempurnakan pada pelaksanaan SEA Games 2013 di
Myanmar. Pertandingan pencak silat dilakukan berdasarkan
rasa persaudaraan dan jiwa kesatria dengan menggunakan
unsur-unsur beladiri, seni, olahraga pencak silat, dan
menjunjung tinggi PRASETYA PESILAT INDONESIA.
Ketegori pertandingan pencak silat terdiri dari: 1)
kategori tanding, 2) kategori tunggal, 3) kategori ganda, dan
4) kategori regu. Untuk dapat melaksanakan pertandingan
pencak silat sesuai dengan maksud dan tujuannya,
ditetapkanlah peraturan pertandingan. Pada pembahasan
ini hanya dibahas pokok-pokok dari peraturan pertandingan
sehingga memudahkan dalam memahaminya.
117
A. Penggolongan Pertandingan dan Ketentuan
tentang Umur
Penggolongan pertandingan pencak silat menurut umur,
jenis kelamin, dan berat badan untuk semua kategori terdiri
atas:
1. Pertandingan golongan usia dini untuk putra dan
putri, berumur lebih dari 10 tahun sampai 12 tahun.
2. Pertandingan golongan praremaja untuk putra dan
putri, berumur lebih dari 12 tahun sampai 14 tahun.
3. Pertandingan golongan remaja untuk putra dan putri,
berumur lebih dari 14 tahun sampai 17 tahun.
4. Pertandingan golongan dewasa untuk putra dan
putri, berumur lebih dari 17 tahun sampai 35 tahun.
5. Pertandingan golongan master-I untuk putra dan
putri, berumur lebih dari 35 tahun sampai 45 tahun
(acara tersendiri).
6. Pertandingan golongan master-II untuk putra dan
putri, berumur lebih dari 45 tahun keatas (acara
tersendiri).
B. Kategori Tanding
Kategori tanding adalah kategori yang menampilkan 2
(dua) orang pesilat dari sudut yang berbeda. Keduanya saling
berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan
yaitu menangkis/mengelak/mengena/menyerang pada
sasaran dan menjatuhkan lawan, menggunakan teknik dan
taktik bertanding, ketahanan stamina dan semangat juang,
menggunakan kaidah dengan memanfaatkan kekayaan
teknik dan jurus.
118
Kategori tanding diatur berdasarkan kelas, pengaturan
kelas tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kategori dan Kelas Pertandingan Usia Dini
Pembagian kelas untuk usia dini dibagi menjadi
tanding putra dan putri usia dini adalah sebagai berikut.
Kelas A 26 kg s/d 28 kg
Kelas B diatas 28 kg s/d 30 kg
Kelas C diatas 30 kg s/d 32 kg
Kelas D diatas 32 kg s/d 34 kg
Kelas E diatas 34 kg s/d 36 kg
Kelas F diatas 36 kg s/d 38 kg
Kelas G diatas 38 kg s/d 40 kg
Kelas H diatas 40 kg s/d 42 kg
Kelas I diatas 42 kg s/d 44 kg
Kelas J diatas 44 kg s/d 46 kg
Kelas K diatas 46 kg s/d 48 kg
Kelas L diatas 48 kg s/d 50 kg
Kelas M diatas 50 kg s/d 52 kg
Kelas N diatas 52 kg s/d 54 kg
Kelas O diatas 54 kg s/d 56 kg
Kelas P diatas 56 kg s/d 58 kg
Kelas Bebas diatas 56 kg s/d 60 kg
2. Kategori dan Kelas Pertandingan Praremaja
Pembagian kelas untuk praremaja (tanding putra dan
putri praremaja) adalah sebagai berikut.
Kelas A 30 kg s/d 33 kg
Kelas B diatas 33 kg s/d 36 kg
Kelas C diatas 36 kg s/d 39 kg
119
Kelas D diatas 39 kg s/d 42 kg
Kelas E diatas 42 kg s/d 45 kg
Kelas F diatas 45 kg s/d 48 kg
Kelas G diatas 48 kg s/d 51 kg
Kelas H diatas 51 kg s/d 54 kg
Kelas I diatas 54 kg s/d 57 kg
Kelas J diatas 57 kg s/d 60 kg
Kelas K diatas 60 kg s/d 63 kg
Kelas L diatas 63 kg s/d 66 kg
Kelas M diatas 66 kg s/d 69 kg
Kelas N diatas 69 kg s/d 72 kg
Kelas Bebas diatas 69 kg s/d 75 kg
3. Kategori dan Kelas Pertandingan Remaja
Pembagian kelas untuk remaja adalah sebagai
berikut.
a. Tanding putra remaja
Kelas A 39 kg s/d 43 kg
Kelas B diatas 43 kg s/d 47 kg
Kelas C diatas 47 kg s/d 51 kg
Kelas D diatas 51 kg s/d 55 kg
Kelas E diatas 55 kg s/d 59 kg
Kelas F diatas 59 kg s/d 63 kg
Kelas G diatas 63 kg s/d 67 kg
Kelas H diatas 67 kg s/d 71 kg
Kelas I diatas 71 kg s/d 75 kg
Kelas J diatas 75 kg s/d 79 kg
Kelas K diatas 79 kg s/d 83 kg
120
Kelas L diatas 83 kg s/d 87 kg
Kelas Bebas diatas 87 kg s/d 99 kg
b. Tanding putri remaja 39 kg s/d 43 kg
diatas 43 kg s/d 47 kg
Kelas A diatas 47 kg s/d 51 kg
Kelas B diatas 51 kg s/d 55 kg
Kelas C diatas 55 kg s/d 59 kg
Kelas D diatas 59 kg s/d 63 kg
Kelas E diatas 63 kg s/d 67 kg
Kelas F diatas 67 kg s/d 71 kg
Kelas G diatas 71 kg s/d 75 kg
Kelas H diatas 75 kg s/d 79 kg
Kelas I diatas 79 kg s/d 91 kg
Kelas J
Kelas Bebas
4. Kategori dan Kelas Pertandingan untuk
Dewasa
Pembagian kelas untuk dewasa adalah sebagai
berikut.
a. Tanding putra dewasa
Kelas A 45 kg s/d 50 kg
Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg
Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg
Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg
Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg
Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg
121
Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg
Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg
Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg
Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg
Kelas Bebas diatas 85 kg
b. Tanding putri dewasa
Kelas A 45 kg s/d 50 kg
Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg
Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg
Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg
Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg
Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg
Kelas Bebas diatas 65 kg
5. Kategori dan Kelas Pertandingan Master/
Pendekar I-II
Pembagian kelas untuk pendekar adalah sebagai berikut.
a. Tanding putra master
Kelas A 45 kg s/d 50 kg
Kelas B diatas 50 kg s/d 55 kg
Kelas C diatas 55 kg s/d 60 kg
Kelas D diatas 60 kg s/d 65 kg
Kelas E diatas 65 kg s/d 70 kg
Kelas F diatas 70 kg s/d 75 kg
Kelas G diatas 75 kg s/d 80 kg
Kelas H diatas 80 kg s/d 85 kg
122
Kelas I diatas 85 kg s/d 90 kg
Kelas J diatas 90 kg s/d 95 kg
Kelas Bebas diatas 85 kg
b. Tanding putri master 45 kg s/d 50 kg
Kelas A diatas 50 kg s/d 55 kg
Kelas B diatas 55 kg s/d 60 kg
Kelas C diatas 60 kg s/d 65 kg
Kelas D diatas 65 kg s/d 70 kg
Kelas E diatas 70 kg s/d 75 kg
Kelas F diatas 65 Kg
Kelas Bebas
6. Babak Pertandingan dan Waktu
Pertandingan dilangsungkan dalam 3 (tiga) babak.
Di antara babak diberikan waktu istirahat 1 (satu) menit
bersih. Waktu ketika wasit menghentikan pertandingan
tidak termasuk waktu bertanding. Penghitungan
terhadap pesilat yang jatuh karena serangan yang sah,
tidak termasuk waktu bertanding. Waktu bertanding
untuk usia dini dan praremaja tiap babak terdiri dari 1,5
(satu setengah) menit bersih, untuk remaja dan dewasa 2
(dua) menit bersih, dan untuk master/pendekar I & II 1,5
(satu setengah) menit bersih.
123
7. Aba-Aba Pertandingan
Aba-aba yang digunakan untuk kategori tanding
adalah sebagai berikut.
a. Aba-aba “BERSEDIA” digunakan dalam persiapan
sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat
pertandingan bahwa pertandingan akan segera
dimulai. Aba-aba ini digunakan selama pertandingan.
b. Aba-aba “MULAI” digunakan tiap pertandingan
dimulai dan akan dilanjutkan dan disertai dengan
isyarat.
c. Aba-aba “BERHENTI” atau “TI” digunakan untuk
menghentikan pertandingan.
d. Aba-aba “PASANG”, ”LANGKAH” dan “SILAT”
digunakan untuk pembinaan.
Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak
ditandai dengan pemukulan gong.
8. Sasaran
Yang dapat dijadikan sasaran sah dan dinilai adalah
“Badan” yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari
pusat ke kemaluan, seperti dada, perut (pusat ke atas),
rusuk kiri dan kanan. Punggung atau belakang badan
(kecuali serangan langsung ke seluruh tulang belakang).
Tendangan sabit dari samping diperbolehkan termasuk
untuk serangan balasan pada sapuan gagal. Tungkai dapat
dijadikan sasaran dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak
mempunyai nilai dan tidak ada unsur mencederai.
124
9. Larangan
Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran
adalah sebagai berikut.
a. Pelanggaran Berat
1) Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu
leher, kepala serta bawah pusat/pusar hingga
kemaluan, dan serangan langsung ke seluruh
tulang belakang.
2) Usaha mematahkan persendian secara langsung.
3) Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang.
4) Membenturkan kepala dan menyerang dengan
kepala.
5) Menyerang lawan sebelum aba-aba “MULAI” dan
menyerang sesudah aba-aba “BERHENTI” dari
wasit, menyebabkan lawan cedera.
6) Menggumul, menggigit, mencakar, menceng
keram, dan menjambak (menarik rambut/jilbab).
7) Menentang, menghina, menyerang, mengeluarkan
kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-
mancing dengan suara berlebihan terhadap
lawan ataupun terhadap aparat pertandingan
(delegasi teknik, ketua pertandingan, dewan
wasit juri, wasit juri dan petugas lainnya) serta
kepada penonton.
8) Menghempas/membanting lawan dengan sengaja
di dalam atau di luar gelanggang dalam waktu
pertandingan.
9) Memegang, menangkap, atau merangkul sambil
melakukan serangan.
125
b. Pelanggaran Ringan
1) Tidak menggunakan salah satu unsur kaedah
(sikap pasang dan pola langkah).
2) Keluar dari gelanggang (satu kaki keluar
dari gelanggang) secara sengaja atau tidak
disengaja. Menginjak garis tidak termasuk keluar
gelanggang.
3) Merangkul lawan dalam proses pembelaan.
4) Melakukan serangan dengan teknik sapuan
depan/belakang, guntingan sambil merebahkan
diri dengan tujuan untuk mengulur waktu.
5) Berkomunikasi dengan orang luar atau
pendamping dengan isyarat dan perkataan.
6) Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat
pasif lebih dari 5 detik.
7) Berteriak yang berlebihan selama bertanding.
8) Lintasan serangan yang salah.
9) Mendorong dengan sengaja yang mengakibatkan
pesilat/lawannya keluar garis bidang laga.
Apabila keluar gelanggang akibat dorongan yang
bukan teknik, tidak termasuk keluar gelanggang,
yang mendorong mendapatkan binaan.
10) Pesilat dengan sengaja membalikkan badan
membelakangi lawan.
11) Taktik yang mengulur waktu (melepaskan ikatan
sabuk, membuka/melepaskan ikatan rambut)
12) Mendapat hitungan dari wasit
126
Hitungan wasit adalah apabila salah seorang
pesilat kelelahan atau sebab lain, maka wasit akan
memberikan hitungan sampai dengan 9, setelah itu
menanyakan kesiapan pesilat, bila siap pertandingan
akan dilanjutkan, tapi pesilat diberikan binaan.
Apabila terulang lagi pesilat akan dihitung dan
diberikan teguran 1, dan seterusnya. Pembinaan
hanya diberikan 1 (satu) kali untuk 1 (satu) jenis
pelanggaran ringan.
10. Hukuman
Untuk memberikan suatu hukuman, seorang wasit
melalui beberapa tahapan.
a. Teguran
1) Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran
ringan yang diulangi dalam babak yang sama
setelah melalui 1 (satu) kali pembinaan.
2) Teguran dapat diberikan langsung apabila
pesilat melakukan pelanggaran berat yang tidak
menyebabkan lawan cedera.
b. Peringatan
Peringatan berlaku untuk seluruh babak pada
pelanggaran berat terdiri atas:
1) Peringatan I
Diberikan bila pesilat:
a) Melakukan pelanggaran berat yang
mengakibatkan kecederaaan kepada pihak
lawan
b) Mendapat teguran yang ketiga akibat
pelanggaran ringan.
127
2) Peringatan II
Diberikan bila pesilat kembali melakukan satu
lagi pelanggaran berat setelah peringatan I.
3) Peringatan III
Diberikan bila pesilat kembali mendapat
hukuman peringatan setelah peringatan II dan
langsung dinyatakan diskualifikasi.
c. Diskualifikasi
Diberikan bila pesilat:
1) Mendapat peringatan setelah peringatan II.
2) Melakukan pelanggaran berat yang didorong
oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan
dengan norma sportivitas.
3) Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman
peringatan I atau teguran I, namun lawan cedera
dan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas
keputusan dokter pertandingan.
4) Setelah penimbangan 15 menit sebelum
pertandingan, berat badannya tidak sesuai
dengan kelas yang diikuti.
5) Pesilat terkena doping.
Pesilat yang gagal dalam tes doping akan
didiskualifikasi. Medali, sertifikat, dan segala
jenis penghargaan harus dikembalikan kepada
panitia penyelenggara.
6) Pesilat tidak dapat menunjukkan surat keterangan
sehat sebelum pertandingan pertama (untuk
seluruh kategori) dimulai.
128
11. Penilaian
Ketentuan nilai pada penilaian adalah:
a. Nilai Prestasi Teknik
Nilai 1 Serangan dengan tangan yang masuk pada
sasaran tanpa terhalang.
Nilai 1+1 Berhasil menggagalkan serangan lawan,
diikuti dengan serangan balik dengan tangan.
Nilai 2 Serangan dengan kaki yang masuk pada
sasaran tanpa terhalang.
Nilai 1+2 Berhasil menggagalkan serangan lawan,
diikuti dengan serangan balik dengan kaki.
Nilai 3 Teknik serangan langsung yang berhasil
menjatuhkan lawan.
Nilai 1+3 Berhasil menangkap serangan lawan,
diikuti dengan keberhasilan menjatuhkan lawan.
b. Nilai hukuman
Apabila pesilat mendapatkan hukuman maka akan
diberikan pengurangan nilai:
Nilai – 1 (kurang 1) diberikan bila pesilat mendapat
teguran
Nilai – 2 (kurang 2) diberikan bila pesilat mendapat
teguran II
Nilai – 5 (kurang 5) diberikan bila pesilat mendapat
peringatan I
Nilai – 10 (kurang 10) diberikan bila pesilat mendapat
peringatan II
129
12. Penentuan Kemenangan
a. Menang angka
1) Bila jumlah juri yang terbanyak menentukan
menang atas seorang pesilat lebih banyak
daripada lawan. Penentuan kemenangan
dilaksanakan oleh masing-masing juri.
2) Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang
ditentukan berdasarkan urutan penilaian berikut.
a) Mendapat nilai hukuman yang rendah.
b) Mendapat nilai teknik yang terbanyak
mengikut urutan berikut: nilai 1+3, 3, 1+2, 2,
1+1, 1.
c) Tambahan satu babak penuh.
d) Pesilat yang lebih ringan (mengikut
timbangan pada hasil timbang ulang, 15
menit sebelum pertandingan)
e) Ketua pertandingan membuat undian dengan
melempar koin/uang logam ke matras yang
disaksikan oleh delegasi teknis dan kedua
pengurus pesilat.
b. Menang teknik
Pemenang diumumkan menang teknik jika:
1) Lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan
atas permintaan sendiri.
2) Keputusan dokter pertandingan.
3) Dokter pertandingan diberi waktu maksimum
120 (seratus dua puluh) detik untuk memutuskan
apakah pesilat bersangkutan dinyatakan layak/
130
mampu “fit” atau tidak layak/mampu “unfit’
termasuk waktu perawatan.
4) Atas permintaan pendamping pesilat.
5) Atas keputusan wasit (setelah mendapat hitungan
kesepuluh)
c. Menang mutlak
Penentuan menang mutlak ialah bila lawan jatuh
karena serangan yang sah dan tidak dapat bangkit
segera atau nanar setelah hitungan wasit ke-10 dan
tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang.
d. Menang W.M.P
Wasit menghentikan pertandingan karena pertan
dingan tidak seimbang.
e. Menang undur diri
Lawan tidak muncul di gelanggang setelah mendapat
panggilan yang ketiga dengan interval selama 30
detik setiap panggilan. Kecuali ada pemberitahuan
dari tim manajer tentang pengunduran pesilat.
f. Menang diskualifikasi
Lawan mendapat peringatan III setelah peringatan II.
1) Lawan melakukan pelanggaran berat yang
diberikan hukuman langsung diskualifikasi.
2) Melakukan pelanggaran yang mencederakan
lawan sehingga lawan tidak dapat melanjutkan
pertandingan atas keputusan dokter
pertandingan.
3) Pesilat yang menang diskualifikasi karena
keputusan dpertandingan, diperbolehkan bertan
ding untuk babak selanjutnya jika mendapat ijin/
131
rekomendasi dari dokter pertandingan sebelum
pertandingan seterusnya.
4) Pada saat penimbangan berat badan tidak sesuai
dengan ketentuan kelas kategori tanding.
5) Pesilat tidak dapat menunjukkan surat keterangan
kesehatan sebelum pertandingan dimulai.
C. Kategori Tungggal
Kategori tunggal adalah kategori yang menampilkan
seorang pesilat memperagakan kemahirannya dalam
jurus tunggal baku secara benar, tepat dan mantap, penuh
penjiwaan, dengan tangan kosong dan bersenjata serta
tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk
kategori tunggal dengan waktu 3 menit. Kategori tunggal
terdiri dari tungggal putra dan tunggal putri.
1. Perlengkapan Bertanding
a. Pakaian
Pakaian pencak silat model standar IPSI, warna
bebas dan polos (celana dan baju boleh dengan
warna yang sama atau berbeda). Memakai ikat kepala
(jilbab bukan merupakan ikat kepala, tidak boleh
menutup muka, warna hendaklah hitam polos tidak
boleh bercorak) dan kain samping warna polos atau
bercorak. Pilihan dan kombinasi warna diserahkan
kepada peserta. Boleh memakai lambang daerah
di dada sebelah kiri dan diperkenankan memakai
lambang IPSI di dada kanan, nama daerah di belakang
baju.
132
b. Senjata
1) Untuk usia dini dan praremaja, golok atau parang
terbuat dari logam atau kayu, tidak tajam dan
tidak runcing dengan ukuran antara 20 cm
hingga 30 cm. Ukuran lebar 2 cm hingga 3,5 cm.
Tongkat/toya terbuat dari rotan dengan ukuran
panjang antara 100 cm hingga 150 cm dengan
garis tengah 1,5 cm hingga 2,5 cm.
2) Untuk remaja, dewasa dan pendekar, golok atau
parang terbuat dari logam, tidak tajam dan tidak
runcing dengan ukuran antara 30 cm hingga 40
cm dan ukuran lebar 2.5 cm hingga 4 cm. Tongkat
terbuat dari rotan dengan ukuran panjang antara
150 cm hingga 180 cm, dengan garis tengah 2,5
cm hingga 3,5 cm.
2. Ketentuan Bertanding
Ketentuan bertanding untuk kategori tunggal adalah
sebagai berikut.
a. Peserta menampilkan jurus tunggal baku selama
3 (tiga) menit terdiri atas tangan kosong dan
selanjutnya menggunakan senjata golok/parang dan
dilanjutkan dengan tongkat/toya.
b. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah
10 (sepuluh) detik untuk usia dini, praremaja, dan
pendekar. Lima (5) detik untuk remaja dan dewasa.
Bila penampilan lebih dari batas toleransi waktu
yang diberikan akan dikenakan hukuman.
c. Jurus tunggal baku diperagakan menurut urutan
gerak, kebenaran rincian teknik jurus tangan kosong
133
dan bersenjata, irama gerak, kemantapan, dan
penjiwaan yang ditetapkan untuk jurus ini.
d. Bila pesilat tidak dapat melanjutkan penampilannya
karena kesalahannya, peragaan dihentikan oleh
ketua pertandingan dan pesilat yang bersangkutan
dinyatakan diskualifikasi.
e. Mengeluarkan suara diperbolehkan.
3. Hukuman
Pengurangan nilai dijatuhkan kepada peserta karena
kesalahan, terdiri atas:
a. Faktor kesalahan dalam rincian gerakan dan
jurus. Nilai akan dikurangi 1 (satu) setiap kali apabila:
1) melakukan kesalahan dalam rincian gerak,
2) kesalahan dalam rincian gerak,
3) setiapgerakanyangtertinggal(tidakditampilkan),
4) senjata terlepas dari pegangan, namun tidak
jatuh ke matras, kurangan nilai 1 bagi setiap
pergerakan yang salah atau tambahan pada
gerak.
b. Faktor waktu
1) Melebihi waktu toleransi sepuluh (10) hingga
lima belas (15) detik mendapat kurangan nilai
10 bagi usia dini, praremaja dan pendekar.
2) Melebihi waktu toleransi lima (5) hingga sepuluh
(10) detik mendapat kurangan nilai 10 bagi
remaja dan dewasa.
134
(Apabila melebihi waktu toleransi ini
peragaan dibatalkan dan diskualifikasi
(peragaan langsung diberhentikan)
c. Faktor lain-lain
1) Keluar dari gelanggang (10 m x 10 m) – kurang
nilai 5
2) Senjata terjatuh dari pegangan – kurangan nilai 5
3) Memakai pakaian yang tidak mengikut ketetapan
– kurangan nilai 5 (memakai aksesori, ikat kepala
dan/atau samping terlepas)
4) Senjata patah atau terlepas dari gagangnya,
tongkat pecah atau patah akan didiskualifikasi.
Peragaan langsung diberhentikan.
Dewan juri berhak mengesahkan atau membatalkan
hukuman. Pengurangan nilai boleh disahkan
setelah 3 dari 5 juri memberikan pengurangan dan
membatalkan pengurangan nilai jika hanya 2 atau 1
juri yang memberikan pengurangan nilai.
4. Penilaian
Penilaian terdiri atas:
a. Nilai kebenaran yang mencakup unsur:
1) kebenaran gerakan dalam setiap jurus,
2) kebenaran urutan gerakan,
3) kebenaran urutan jurus,
Nilai diperhitungkan dari jumlah gerakan jurus
tunggal baku (100 gerakan) dikurangi nilai kesalahan.
135
b. Nilai kemantapan yang mencakup unsur:
1) kemantapan gerak,
2) kemantapan irama gerak,
3) kemantapan penghayatan gerak,
4) kemantapan tenaga dan stamina,
Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) sampai 60
(enam puluh). Total nilai diperoleh dari keempat
unsur tersebut.
5. Penentuan Pemenang
Pemenang adalah peserta yang mendapat nilai
tertinggi untuk penampilannya dari tiga (3) dari lima (5)
juri. Nilai yang tertinggi dan terendah dicoret. Apabila
terdapat nilai yang sama, pemenangnya akan dinilai
mengikut aturan berikut.
a. Peserta dengan jumlah nilai kebenaran teknik
tertinggi dari 3 (tiga) juri.
b. Peserta yang mempunyai nilai kemantapan,
penghayatan, dan stamina tertinggi dari 3 (tiga) juri.
c. Peserta dengan waktu peragaan lebih atau kurang
yang terkecil mendekati kepada ketepatan waktu 3
(tiga) menit.
d. Peserta dengan jumlah nilai hukuman terkecil.
e. Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya akan diundi
dengan lambungan koin langsung ke matras oleh
ketua pertandingan disaksikan oleh delegasi teknik,
dewan juri dan tim manajer pesilat bersangkutan.
136
D. Kategori Ganda
Kategori ganda adalah kategori yang menampilkan 2 (dua)
orang pesilat dari tim yang sama, memperagakan kemahiran
dan kekayaan teknik jurus serang bela yang dimiliki. Gerakan
serang bela ditampilkan secara terencana, efektif, estetis,
mantap, dan logis dalam sejumlah rangkaian seri yang
teratur, dimulai dari tangan kosong dan dilanjutkan dengan
bersenjata serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan
yang berlaku untuk kategori ganda. Kategori ganda terdiri
dari ganda putra dan ganda putri, dengan waktu penampilan
3 (tiga) menit.
1. Perlengkapan Bertanding
a. Pakaian
Pakaian pencak silat model standar IPSI warna bebas
dan polos (celana dan baju boleh dengan warna yang
sama atau berbeda). Memakai ikat kepala (jilbab
tidak boleh menutup muka, bukan merupakan ikat
kepala, warna hendaklah hitam polos tidak boleh
bercorak) dan kain samping warna polos atau
bercorak. Pilihan dan kombinasi warna diserahkan
kepada peserta. Warna pakaian, corak ikat kepala/
kain samping kedua pesilat kategori ganda boleh
sama atau berbeda. Boleh memakai lambang badan
induk di dada sebelah kiri serta diperkenankan
mamakai lambang IPSI di dada kanan, nama daerah
di belakang baju.
b. Senjata
Jenis, ukuran, dan jumlah senjata yang dipakai adalah
seperti berikut.
137
1) Senjata wajib terdiri dari golok/parang dan toya
(tidak boleh kembar). Senjata pilihan (wajib
memilih satu dari: pisau, keris, clurit, dan trisula).
Boleh kembar misalnya 2 clurit, 2 pisau dst.
Penggunaan senjata wajib dan senjata pilihan
diberikan kebebasan dalam urutan penggunaannya.
2) Untuk usia dini dan praremaja, golok atau
parang terbuat dari logam atau kayu, tidak tajam
dan tidak runcing dengan ukuran panjang antara
20 cm hingga 30 cm, ukuran lebar 2 cm hingga
3,5 cm. Tongkat/toya terbuat dari rotan dengan
ukuran panjang antara 100 cm hingga 150 cm
dengan garis tengah 1,5 cm hingga 2,5 cm.
3) Untuk remaja, dewasa, dan pendekar, golok atau
parang terbuat dari logam, tidak tajam, dan tidak
runcing dengan ukuran panjang antara 30 cm
hingga 40 cm dan ukuran lebar 2,5 cm hingga 4
cm. Tongkat terbuat dari rotan dengan ukuran
panjang antara 150 cm hingga 180 cm, dengan
garis tengah 2,5 cm hingga 3,5 cm
4) Senjata pilihan untuk usia dini dan praremaja
mengikuti ketentuan, pisau terbuat dari logam
atau kayu, tidak tajam dan tidak runcing dengan
ukuran antara 10 cm s/d 15 cm. Keris, clurit, dan
trisula terbuat dari logam atau kayu, tidak tajam
dan tidak runcing dengan ukuran panjang antara
20 cm s/d 30 cm.
5) Senjata pilihan untuk remaja, dewasa, dan
pendekar mengikuti ketentuan, seperti pisau
terbuat dari logam, tidak tajam dan tidak runcing
dengan ukuran antara 15 cm s/d 20 cm. Keris,
138
clurit, dan trisula terbuat dari logam, tidak tajam
dan tidak runcing dengan ukuran panjang antara
30 cm s/d 40 cm.
2. Tata Cara Peragaan
Tata cara peragaan dapat dilakukan dengan cara
sebagai berikut.
a. Diawali dengan menggunakan jurus tangan kosong,
bebas meneruskan.
b. Salah satu pesilat bersenjata, yang satu tangan
kosong atau kedua pesilat menggunakan senjata.
Senjata kembar pada awalnya harus digunakan oleh
seorang saja untuk selanjutnya bisa berpindah satu
atau digunakan hanya satu saja.
c. Berganti senjata dalam peragaan/senjata beralih
tangan.
d. Melepaskan/menjatuhkan senjata sesuai dengan
deskripsi peragaan.
3. Ketentuan Bertanding
Ketentuan bertanding untuk kategori ganda adalah
sebagai berikut.
a. Peserta menampilkan kekayaan teknik serang bela
pencak silat yang dimiliki selama 3 (tiga) menit
dengan tangan kosong dan bersenjata.
b. Toleransi kelebihan atau kekurangan waktu adalah
10 (sepuluh) detik untuk usia dini, praremaja,
dan pendekar, 5 (lima) detik untuk remaja dan
dewasa. Bila penampilan lebih dari batas toleransi
waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman.
c. Mengeluarkan suara diperbolehkan.
139
4. Hukuman
Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan karena
kesalahan peserta terdiri atas:
a. Faktor waktu
Melebihi waktu toleransi sepuluh (10) hingga lima belas
(15) detik mendapat kurangan nilai 10 bagi usia dini,
praremaja dan pendekar. Melebihi waktu toleransi lima
(5) hingga sepuluh (10) detik mendapat kurangan nilai
10 bagi remaja dan dewasa. Apabila melebihi waktu
toleransi ini peragaan dibatalkan dan didiskualifikasi.
b. Faktor lain-lain
Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada peserta
setiap kali melakukan yang berikut.
1) Setiap kali keluar keluar dari gelanggang (10 m x
10 m).
2) Setiap kali peserta jatuh senjatanya di luar yang
ditentukan dalam deskripsi
3) Peserta yang senjatanya tidak jatuh sesuai yang
ditentukan dalam deskripsi.
4) Senjata yang ditetapkan jatuh (dalam deskripsi),
jatuh di luar gelanggang, dan pesilat keluar
gelanggang untuk mengambilnya (kerana akan
digunakan semula).
5) Senjata rusak/patah.
6) Memakai pakaian yang terdapat aksesorinya.
Adapun ikat kepala dan kain samping jatuh tidak
dikenakan hukuman pengurangan nilai.
140
5. Penilaian
Penilaian terdiri atas:
a. Nilai teknik serang bela
Nilai teknik serang bela tangan kosong maupun
bersenjata mencakup penggunaan berbagai bentuk
teknik serang bela dengan tangan dan kaki, seperti
pukulan, tendangan, sapuan, jatuhan, tangkisan,
hindaran/elakan, tangkapan, kuncian, dan
lainnya. Sasaran penilaian ditujukan pada faktor:
1) Kualitas teknik serang bela baik tangan kosong
maupun bersenjata.
2) Kekayaan bentuk teknik serang bela baik tangan
kosong atau bersenjata.
3) Keterampilan dan kreativitas teknik serang bela.
4) Logika pelaksanaan teknik serang bela.
Pemberian nilai di antara 60 (enam puluh) s/d 80
(delapan puluh), angka yang dinilai secara total di
antara keempat unsur nilai teknik serang bela.
b. Nilai kemantapan
Nilai kemantapan terdiri atas faktor kemantapan,
kekompakan, dan keberanian kedua pesilat dalam
penampilannya. Sasaran penilaian ditujukan pada
faktor:
1) kemantapan dan ketegasan gerak,
2) kekompakan/soliditas kedua pesilat,
3) keberanian memainkan senjata,
4) tenaga dan stamina.
141
Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) hingga 60
(enam puluh), angka yang dinilai secara total di
antara keempat unsur kemantapan.
c. Nilai penghayatan yang mencakup faktor:
1) keserasian ekspresi penghayatan gerakan,
2) keserasian irama gerakan.
Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) hingga 60
(enam puluh), angka yang dinilai secara total di
antara kedua unsur penghayatan.
6. Penentuan pemenang
Pemenang adalah peserta yang mendapat nilai
tertinggi untuk penampilannya dari tiga (3) dari lima (5)
juri. Nilai yang tertinggi dan terendah dicoret. Apabila
terdapat nilai yang sama, pemenangnya akan dinilai
mengikut aturan berikut.
a. Peserta dengan jumlah nilai teknik serang bela
tertinggi dari 3 (tiga) juri.
b. Peserta yang mempunyai nilai kemantapan,
kekompakan dan keberanian tertinggi dari 3 (tiga)
juri.
c. Peserta yang mempunyai nilai penghayatan tertinggi
dari 3 (tiga) juri.
d. Peserta dengan waktu peragaan lebih atau kurang
yang terkecil mendekati kepada ketepatan waktu 3
(tiga) menit.
e. Peserta dengan jumlah nilai hukuman terkecil.
Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya akan
diundi dengan lambungan koin langsung ke matras oleh
142
ketua pertandingan disaksikan oleh delegasi teknik,
dewan juri, dan tim manajer pesilat bersangkutan.
E. Kategori Regu
Kategori regu adalah kategori yang menampilkan 3
(tiga) orang pesilat dari tim yang sama memperagakan
kemahirannya dalam jurus regu baku secara benar, tepat,
mantap, penuh penjiwaan, dan kompak dengan tangan
kosong serta tunduk kepada ketentuan dan peraturan yang
berlaku untuk kategori regu. Kategori regu terdiri dari regu
putra dan regu putri, dengan waktu penampilan 3 (tiga)
menit.
1. Pakaian
Pakaian yang digunakan berwarna hitam dengan
sabuk/bengkung warna putih lebar 10 cm yang dipakai
tanpa simpul, tidak terurai, dan tanpa aksesori. Pesilat
wanita yang berjilbab memakai jilbab warna hitam
polos (tanpa aksesori dan benda tajam lainnya, seperti
jarum, peniti, dsb). Boleh memakai lambang badan induk
organisasi di dada sebelah kiri dan IPSI di dada kanan.
Nama daerah di belakang baju.
2. Ketentuan Bertanding
Ketentuan bertanding pada kategori regu adalah
sebagai berikut.
a. Peserta menampilkan jurus wajib regu selama 3
(tiga) menit. Toleransi kelebihan atau kekurangan
waktu adalah 10 (sepuluh) detik untuk usia dini,
praremaja, dan pendekar, 5 (lima) detik untuk remaja
dan dewasa. Bila penampilan lebih dari batas toleransi
waktu yang diberikan akan dikenakan hukuman.
143
b. Jurus wajib regu diperagakan menurut urutan gerak
dan kebenaran teknik jurus, kekompakan irama
gerakan, kemantapan dan penjiwaan yang ditetapkan
untuk jurus ini.
c. Mengeluarkan suara diperbolehkan.
3. Hukuman
Hukuman pengurangan nilai dijatuhkan kepada
peserta karena kesalahan.
a. Faktor kesalahan dalam jurus dan rincian gerakan.
Pengurangan nilai 1 (satu) dikenakan kepada peserta
setiap kali melakukan gerakan yang salah, yaitu:
1) kesalahan dalam rincian gerak,
2) kesalahan urutan rincian gerak,
3) untuk setiap gerakan yang tertinggal (tidak
ditampilkan)
4) setiap kali yang bersangkutan menampilkan
gerakan tidak kompak di antara peserta.
b. Faktor waktu
1) Melebihi waktu toleransi sepuluh (10) hingga
lima belas (15) detik mendapat kurangan nilai
10 bagi usia dini, praremaja, dan pendekar.
2) Melebihi waktu toleransi lima (5) hingga sepuluh
(10) detik mendapat kurangan nilai 10 bagi
remaja dan dewasa.
Apabila melebihi waktu toleransi ini peragaan
dibatalkan dan didiskualifikasi.
144
c. Faktor lain-lain
1) Pengurangan nilai 5 (lima) setiap kali pesilat
keluar dari gelanggang (10 m x 10 m), walaupun
hanya satu kaki keluar gelanggang.
2) Pengurangan nilai 5 (lima) dikenakan kepada
peserta yang memakai pakaian yang tidak
sepenuhnya menurut ketentuan yang berlaku.
4. Penilaian
Penilaian terdiri atas:
a. Nilai kebenaran yang mencakup unsur:
1) kebenaran gerakan dalam setiap jurus,
2) kebenaran urutan gerakan,
3) kebenaran urutan jurus,
Nilai diperhitungkan dari jumlah gerakan jurus wajib
regu (100 gerakan) dikurangi nilai kesalahan.
b. Nilai kekompakan, kemantapan, dan soliditas
yang mencakup unsur:
1) kekompakan, kemantapan dan soliditas gerakan,
2) keserasian irama gerak,
3) kesamaan penghayatan gerak,
4) tenaga dan stamina.
Pemberian nilai antara 50 (lima puluh) s/d 60 (enam
puluh), angka yang dinilai secara total di antara
keempat unsur kekompakan dan kemantapan.
145
5. Penentuan Pemenang
Pemenang adalah peserta yang mendapat nilai
tertinggi untuk penampilannya dari tiga (3) dari lima (5)
juri. Nilai yang tertinggi dan terendah dicoret. Apabila
terdapat nilai yang sama, pemenangnya akan dinilai
mengikuti aturan berikut.
a. Peserta dengan jumlah nilai kebenaran tertinggi dari
3 (tiga) juri.
b. Peserta yang mempunyai nilai kekompakan,
keserasian, penghayatan, dan stamina tertinggi dari
3 (tiga) juri.
c. Peserta dengan waktu peragaan lebih atau kurang
yang terkecil mendekati kepada ketepatan waktu 3
(tiga) menit.
d. Peserta dengan jumlah nilai hukuman terkecil.
e. Bila nilai masih tetap sama, pemenangnya akan diundi
dengan melempar koin langsung ke matras, oleh
ketua pertandingan disaksikan oleh delegasi teknik,
dewan juri dan tim manajer pesilat bersangkutan.
F. Perlengkapan Gelanggang dan Pertandingan
1. Gelanggang
Gelanggang dapat dibuat di lantai atau di panggung
dan dilapisi matras standar IPSI dengan ketebalan antara
3 cm sampai 5 cm, permukaan rata dan tidak memantul,
berukuran 10 m x 10 m dengan warna dasar hijau terang
dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluannya.
Seluruh peralatan disediakan oleh panitia pelaksana.
146
a. Kategori tanding
Untuk kategori tanding mengikuti ketentuan sebagai
berikut.
1) Gelanggang pertandingan
Bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur
sangkar dengan ukuran 10 m x 10 m. Bidang
tanding berbentuk lingkaran dalam bidang
gelanggang dengan garis tengah 8 m.
2) Batas gelanggang dan bidang tanding dibuat
dengan garis berwarna putih selebar ± 5 cm ke
arah dalam.
3) Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat
lingkaran dengan garis tengah 3 m dan lebar garis
± 5 cm berwarna putih sebagai batas pemisah
sesaat akan dimulai pertandingan.
4) Sudut pesilat adalah ruang pada sudut bujur
sangkar gelanggang yang berhadapan yang
dibatasi oleh bidang tanding terdiri atas:
a) Sudut berwarna biru yang berada di sebelah
ujung kanan meja pertandingan.
b) Sudut berwarna merah yang berada di arah
diagonal sudut biru.
c) Sudut berwarna kuning yaitu kedua sudut
lainnya sebagai sudut netral.
147
Gbr. 101. Gelanggang Pertandingan Kategori Tanding
Keterangan :
1. Ketua pertandingan (1 orang)
2. Dewan wasit juri (3 orang )
3. Sekretaris pertandingan
4. Anggota wasit juri (18 orang)
5. Papan nilai
6. Pengamat waktu
7. Goong
8. Penimbang berat badan (2 orang )
9. Tim medis (4 orang )
148
10. Sudut biru
11. Sudut merah
12. Sudut netral
13. Juri (5 orang)
b. Kategori tunggal, ganda, dan regu
Bidang gelanggang yang digunakan untuk kategori
tunggal, ganda, dan regu berukuran 10 m x 10 m.
Gbr. 102. Gelanggang Pertandingan Kategori Tunggal,
Ganda, dan Regu
149
Keterangan :
1. Ketua pertandingan (1 orang)
2. Dewan wasit juri (3 orang )
3. Sekretaris pertandingan
4. Anggota wasit juri (18 orang)
5. Papan nilai
6. Pengamat waktu
7. Goong
8. Penimbang berat badan (2 orang )
9. Tim medis (4 orang )
10. Juri (5 orang)
2. Perlengkapan Gelanggang
Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh
panitia pelaksana terdiri dari:
a. meja dan kursi pertandingan,
b. meja dan kursi wasit juri,
c. formulir pertandingan dan alat tulis menulis,
d. jam pertandingan, gong (alat lainnya yang sejenis)
dan bel,
e. lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan
babak,
f. lampu isyarat berwarna merah, biru, dan kuning
untuk memberikan isyarat yang diperlukan sesuai
dengan proses pertandingan yang berlangsung,
g. bendera warna merah dan biru, bertangkai, masing-
masing dengan ukuran 30 cm x 30 cm untuk juri
150
tanding dan bendera dengan ukuran yang sama,
warna kuning untuk pengamat waktu,
h. papan informasi catatan waktu peragaan pesilat
kategori tunggal, ganda dan regu,
i. tempat senjata,
j. papan nilai dan atau alat sistem penilaian digital atau
penilaian secara manual,
k. timbangan,
l. perlengkapan pengeras suara (sound system),
m. ember, kain pel, keset kaki,
n. alat perekam suara/gambar, operator, dan perlengka-
pannya (alat ini tidak merupakan alat bukti yang sah
dalam menentukan kemenangan),
o. papan nama: ketua pertandingan, dewan wasit juri,
sekretaris pertandingan, pengamat waktu, dokter
pertandingan, juri sesuai dengan urutannya (1
sampai 5). Bila diperlukan istilah tersebut dapat
diterjemahkan ke dalam bahasa lain yang dituliskan
di bagian bawah.
151
DAFTAR PUSTAKA
Agung Nugroho. (2010). Pembelajaran dan Manajemen Pencak
Silat. Yogyakarta: FIK-UNY.
Anonim. (2000). Pencak Silat World Championship 2000. Jakarta:
Humas PB IPSI
Atok Iskandar dkk. (1992). Pencak Silat. Jakarta: Proyek Pembinaan
Tenaga Kependidikan Dirjen Dikti Dep. Pdan K.
Hendri Budi Setyawan. (Tt). Modul pembelajaran Beladiri Pencak
Silat Untuk Sekolah Menengah Atas. Yogyakarta: FIK-UNY.
JohansJyaakhartLau. bPiTs.. R(a2j0a0G4r)a.fiPnadnodPuearnsaPdraa.ktis Belajar Pencak Silat.
Joko Subroto. (1996). Dasar-Dasar Pencak Silat. Pekalongan:
Gunung Mas.
Murhananto. (1993). Menyelami Pencak Silat. Jakarta: PT Puspa
Swara Pusta Pembangunan Swadaya Nusantara
Notosoejitno. (1989). Sejarah Perkembangan Pencak silat di
Indonesia. Jakarta: Humas PB IPSI.
___________. (1997). Khazanah Pencak Silat . Jakarta: CV Infomedika
-------------- . (2001). Gema Pencak Silat. Jakarta: Pondok Pustaka.
Nur Rohmah Muktiani, dkk. (2010). Belajar Pencak Silat Untuk
Pemula. Yogyakarta: FIK-UNY.
O’ong Maryono. (1998). Pencak Silat; Waktu Merentang. Yogyakarta.:
Pustaka Pelajar.
Oyong Karmayuda. (2000). Pencak Silat di Olimpiade. Jakarta:
Humas PB IPSI.
--------------. (2001). Prospek Pengembangan Pencak Silat di
Kalangan Perguruan Tinggi ASEAN. Jakarta: Pondok Pustaka.
Persilat. (1985). Keputusan Sidang Umum Pertama; Persekutuan
Pencak Silat antara Bangsa. Kuala Lumpur : PESAKA.
Ikatan Pencak Silat Indonesia. Tersedia pada http://csnopoetz.
blogspot.com. Diakses pada tanggal 16 Januari 2015.
Macam-Macam Bela Diri. Tersedia pada http://handri-alkivari.
blogspot.com/. Diakses pada tanggal 16 Januari 2015
Pertandingan Pencak Silat Kategori Tanding. Tersedia pada http://
www.serba-indonesia.com/pertandingan-pencak-silat-
kategori-tanding.htm. Diakses pada tanggal 16 Januari 2015.
Pencak Silat Dasar. Tersedia pada http://ikhwanularifan.blogspot.
com/2012/12/pencak-silat-dasar.html. Diakses pada tanggal
16 Januari 2015.
PB IPSI. 2012. Peraturan Pertandingan 2012. Tersedia pada http://
ipsi.or.id/peraturan-pertandingan. Diakses pada tanggal 17
Januari 2015
Sejarah Lengkap Pencak Silat. Tersedia pada http://ipsibireuen.
blogspot.com/2011/11/sejarah-lengkap-pencak-silat-dan.
html. Diakses pada tanggal 16 Januari 2015.
153
BIOGRAFI
Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd., M.Kes, AIFO., seorang dosen
di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
Beliau menamatkan pendidikan tingginya di jurusan Ilmu
pendidikan dan keolahragaan IKIP Malang pada tahun 1999.
Pendidikan Magister di jurusan Ilmu Kesehatan Olahraga
Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2002. Beliau
memiliki hobi dan kemampuan di bidang pencak silat dan
pendidikan kesehatan. Berbagai penelitian telah ia lakukan
dalam bidang keolahragaan. Dalam bidang pencak silat, beliau
berulangkali mengantarkan atlet dalam berbagai kejuaraan
pencak silat. Beliaupun aktif dalam mengisi pelatihan
maupun penataran mengenai pencak silat. Saat ini beliau
sebagai pengurus daerah IPSI Provinsi DIY. Pengalamannya
dalam bidang pencak silat menjadikan dorongan bagi beliau
untuk menuangkan ilmu yang dimilikinya menjadi sebuah
buku tentang ilmu pencak silat yang semoga berguna bagi
kalangan umum.
154